Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan

Perawatan/Perbaikan JDU 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di Jalan Purwo Gang Family Delitua Berdampak di Sejumlah Wilayah

Senin, Juni 08, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di kawasan Jalan Purwo Gang Family Deltua Kab. Deli Serdang akan dilakukan perawatan/perbaikan akibat adanya kebocoran pipa.

"Pekerjaan perawatan tersebut mengakibatkan terganggunya distribusi air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan yang selama ini dilayani melalui jaringan pipa utama tersebut," kata Lokot Parlindungan Siregar selaku Kabid. Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi, kepada wartawan, Senin (08/6/2026) malam.

Disebutkannya, tim teknis telah diturunkan ke lokasi sejak kebocoran terdeteksi untuk melakukan penanganan darurat. Menurut Lokot, proses perbaikan dilakukan dengan menutup aliran air pada jaringan yang terdampak guna memudahkan pekerjaan dan mencegah kebocoran semakin meluas.

Sedangkan masa perbaikan, ungkap Lokot memakan waktu terhitung tanggal 09 Juni 2026 mulai jam 20.00 WIB s.d selesai.

Lokot juga menjelaskan, bahwa selama perbaikan akan berdampak gangguan pasokan air bersih ke beberapa kawasan mengalami penurunan tekanan bahkan terhenti sementara. Wilayah yang terdampak antara lain sejumlah kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat yang bergantung pada suplai air dari jalur pipa transmisi tersebut.

Perumda Tirtanadi menghimbau pelanggan untuk melakukan penampungan dan penghematan penggunaan air selama proses perbaikan berlangsung. Masyarakat juga diminta menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi hingga distribusi kembali normal. 

"Selain itu, Tirtanadi berupaya meminimalkan dampak gangguan dengan mempercepat pekerjaan di lapangan," ujar Kabid. Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi ini.

Lokot pun mengatakan, permohonan maaf atas peristiwa tersebut. 

"Saya atas nama Manajemen Perumda Tirtanadi menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kita menargetkan proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga distribusi air bersih ke wilayah terdampak dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan Tirtanadi akan menyiapkan layanan mobil tangki air bagi masyarakat pelanggan yang membutuhkan.

Adapun wilayah yang terdampak selama pekerjaan perawatan ini antara lain :

Wilayah Pelayanan Cabang Deli Tua, Cabang Medan Kota, Cabang Medan Denai, Cabang HM Yamin dan Cabang Tuasan Sekitarnya. 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 0811 601 5000 atau Cabang Perumda Tirtanadi terdekat. (don)

Kepala IPA Delitua Tirtanadi Bantah Isu Pengolahan Bahan Kimia Tidak Sesuai Standar

Minggu, Juni 07, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Diisukan pengolahan bahan kimia yang tidak standar serta biaya perawatan bak pemancar dipersoalkan pada salah satu media online, Kepala Instalasi Pengolahan Air (Ka.IPA) Delitua Perumda Tirtanadi Azanil Putra angkat bicara.

"Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel kesemuanya berjalan normal," kata Azanil Putra Ka.IPA Delitua Perumda Tirtanadi ketika dihubungi melalui telepon selularnya Sabtu (6/6/2026).

Dikatakan Azanil adapun kegunaan clarifier itu sendiri adalah untuk menangkap flok - flok ataupun partikel-partikel lumpur yang melayang.

"Jadi gak benar itu bang yang diisukan tidak standar kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar," tegas Azanil Putra.

Dilanjutkan Azanil Putra diakuinya bahwa kondisi tube settler yang ada saat ini diperlukan perawatan ekstra namun masih dapat digunakan serta dilakukan perbaikan secara kontinyu, sehingga seluruh kegiatan pengolahan air di IPA Delitua tetap berjalan normal dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang standar, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 2 tahun 2003.

Menurutnya di IPA Delitua kapasitas terpasang produksi 1400 liter/detik, dengan cakupan layanan Cabang Delitua, Cabang Medan Kota, Cabang HM Yamin, Cabang Medan Denai dan Cabang Tuasan.

"Air ini kan dipergunakan untuk hajat hidup orang banyak mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar," tegas Azanil.

Sementara Ka. IPA Sibolangit Subhandi ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa pengolahan air di IPA Sibolangit seperti pemancar lau kaban sudah terpasang springkel dengan baik yang kegunaannya untuk menangkap oksigen XN untuk menaikkan PH.

"Springkel itu sudah terpasang dengan baik untuk menangkap oksigen XN sehingga PHnya naik," ujar Subhandi.

Selain itu kata Subhandi pipa yang untuk mengalirkan bahan kimia soda ash dan kaporit akan dilakukan penutup pipa serta dibersihkan pada tiap 3 bulan sekali.

Dikatakan Subhandi di IPA Sibolangit pemeriksaan kualitas air menggunakan turbidity meter pada tiap 1 jam sekali.

"Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter setiap 1 jam sekali sehingga sesuai Permenkes No 2 tahun 2003," kata Subhandi.
Subhandi memastikan air yang keluar dari IPA Sibolangit pengolahannya sudah sesuai standar sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakannya. (don)

Qurban Hijau Kampung Merdeka Alfamidi, Idul Adha 2026, Kantong Daging Pakai Tas Eco

Kamis, Mei 28, 2026

MEDAN (patimpus.cm) - Dalam momen Iduladha 1447 H, Alfamidi Cabang Medan menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Qurban Hijau Kampung Merdeka Alfamidi” pada Rabu (27/5/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus masyarakat sekitar melalui pelaksanaan kurban dengan konsep minim sampah plastik.


Pada kegiatan tersebut, Alfamidi membagikan 300 tas eco bag kepada masyarakat sebagai pengganti kantong plastik dalam pembagian daging kurban. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Bank Sampah Puri Zahara 2 yang juga merupakan lokasi binaan Kampung Merdeka Alfamidi.


Program Kampung Merdeka Alfamidi sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. 


Berbagai kegiatan telah dilakukan dalam program ini, seperti edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan bank sampah, penghijauan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.


Branch Manager Alfamidi Medan, Robert Hary Andika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program CSR yang tidak hanya bermanfaat secara sosial, namun juga berdampak positif terhadap lingkungan.


“Kami ingin momen Idul Adha tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada sesama, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program Qurban Hijau ini, kami berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan wadah ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” kata Robert.


Sementara itu, Wakil Direktur Bank Sampah Puri Zahara 2, Imel, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama Alfamidi dalam mendukung gerakan peduli lingkungan di tengah masyarakat.


“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa pelaksanaan kurban juga bisa dilakukan dengan lebih ramah lingkungan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas,” ungkap Imel.


Melalui kegiatan ini, Alfamidi berharap dapat terus menghadirkan program-program CSR yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (don)

Dirut Perumda Tirtanadi Serahkan 13 Ekor Sapi Kurban

Selasa, Mei 26, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti kembali menyerahkan 13 ekor hewan kurban berupa sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang akan dibagikan ke seluruh Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


Penyerahan hewan kurban tersebut secara simbolis diserahkan oleh Dirut Tirtanadi Ardian Surbakti kepada salah seorang perwakilan yang  dilaksanakan di Halaman Mesjid An Nazafah, Jalan Rumah Sumbul, Kecamatan Medan Kota, Selasa (26/5/2026).


"Kegiatan penyerahan hewan kurban sapi ini setiap tahun kita laksanakan," ujar Dirut Ardian Surbakti.


Dikatakan Ardian Surbakti  adapun anggaran pembelian hewan kurban tersebut menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR), diharapkannya masyarakat sekitar IPAM /IPAL dapat merasakan kebahagian pada Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.


Selain itu kata Ardian Surbakti Perumda Tirtanadi selain mengelola air bersih dan perlimbahan program sosial untuk kemaslahatan masyarakat terus dilaksanakan dengan baik dan  berkesinambungan karena  menurut Ardian Surbakti momentum Idul Adha menjadi pengingat akan pentingnya nilai keikhlasan, kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


"Semoga hewan kurban  yang kami salurkan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar  instalasi dan wilayah pelayanan Perumda Tirtanadi," ujar Ardian Surbakti.


Adapun hewan kurban tersebut, akan disalurkan ke Booster Pump Jln Gaharu 1, Mesjid An Nazafah Jln Rumah Sumbul, IPAM Martubung, IPAM Deli Tua, IPAM Sunggal, IPAM Hamparan Perak, IPAM Limau manis dan IPAL Cemara.


Sementara salah seorang penerima hewan kurban yang merupakan pengurus Mesjid An Nazafah sangat mengapresiasi kepada Perumda Tirtanadi atas pemberian hewan kurban pada setiap tahunnya,.


"Kami sangat berterima kasih sekali kepada Tirtanadi yang tiap tahun memberikan hewan sapi ini yang nantinya akan disembelih pada Haru Raya kurban sehingga kami dapat merasakan kebahagian bersama keluarga dan kami doakan semoga Tirtanadi semakin baik," ujarnya.


Hadir dalam acara tersebut, Kepala Bidang (kabid) publikasi dan komunikasi Lokot Parlindungan Siregar, beberapa orang Kepala Divisi (Kadiv), para staf, Badan Kemakmuran   Mesjid (BKM), dan warga sekitar. (don)

Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Selasa, Mei 26, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Industri kelapa sawit nasional menghadapi tekanan ganda dalam lima tahun terakhir. Di satu sisi, permintaan terhadap produk sawit berkelanjutan semakin ketat di pasar global. Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia justru cenderung stagnan.


Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan bahan baku sawit nasional, termasuk saat pemerintah tengah mempercepat hilirisasi dan meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis sawit menuju implementasi B50 pada 2026.


Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, stagnasi produksi menjadi tantangan paling mendesak yang kini dihadapi industri sawit nasional.


“Lima tahun terakhir produksi kita stagnan. Tahun 2025 memang naik sedikit. Produksi CPO sekitar 51,6 juta ton, total produksi 56,5 juta ton. Padahal seharusnya bisa lebih dari 60 juta ton,” sebut Eddy dalam diskusi industri sawit di Jakarta, baru-baru ini.


Menurut Eddy, salah satu penyebab utama stagnasi ialah lambatnya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Padahal, program tersebut dinilai strategis untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih produktif.


Selain persoalan produktivitas, sektor sawit nasional juga menghadapi tantangan sertifikasi dan keterlacakan rantai pasok. Tuntutan itu semakin menguat setelah Uni Eropa menerapkan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mewajibkan produk bebas deforestasi serta dapat ditelusuri hingga tingkat kebun.


Eddy menilai kesiapan petani rakyat dalam memenuhi standar tersebut masih rendah.


“Petani rakyat yang sudah ISPO belum sampai 5 persen. Padahal pasar sekarang menuntut sertifikasi dan traceability,” katanya.


Di tengah tantangan itu, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo terus menggesa program transformasi sawit rakyat melalui skema “BUMN untuk Sawit Rakyat”. Program yang difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun petani sekaligus penguatan tata kelola berkelanjutan.



Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, peningkatan produksi nasional tidak dapat dilepaskan dari perbaikan produktivitas kebun rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit Indonesia.


“Kalau bicara stagnasi produksi nasional, maka gap itu salah satunya dapat ditutup dari sawit rakyat. Karena itu PalmCo hadir melalui program plasma dan pendampingan terpadu agar produktivitas petani meningkat, mulai dari penggunaan bibit unggul, kultur teknis, pembinaan kelembagaan petani sampai kepastian penyerapan hasil produksi,” ujarnya.


Menurut Jatmiko, perusahaan tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga menjalankan pola pengelolaan terpadu melalui skema single management dan avalis produksi. Skema tersebut diterapkan untuk menjaga standar budidaya sekaligus memastikan produktivitas kebun petani tetap terukur.


PalmCo menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit dalam penyediaan bibit unggul bersertifikat. Melalui penerapan praktik budidaya yang lebih disiplin, produktivitas kebun rakyat binaan perusahaan disebut mampu mencapai rata-rata 20 ton tandan buah segar per hektare pada tanaman usia TM II Bahkan, pada sejumlah lokasi produktivitas mencapai 23,9 ton per hektare atau setara sekitar 4 ton CPO per hektare.


Angka tersebut berada di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini masih berkisar 2-3 ton CPO per hektare.


Jatmiko mengungkapkan, peningkatan produktivitas sawit rakyat ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kebutuhan pangan, energi, dan ekspor nasional di tengah meningkatnya konsumsi domestik untuk biodiesel.


Selain memperkuat sektor hulu, PalmCo juga mulai mendorong pemanfaatan biomassa dan limbah sawit sebagai sumber energi hijau untuk mendukung agenda transisi energi nasional.


Direktur Industri Kemurgi, Oleokimia, dan Pakan Kementerian Perindustrian Krisna Septiningrum menilai peningkatan produktivitas sawit rakyat harus ditopang penggunaan bibit unggul dan perawatan kebun yang baik agar tanaman lebih cepat menghasilkan.


Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha sekaligus peneliti sawit Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha menegaskan bahwa hilirisasi sawit nasional tidak akan optimal tanpa peningkatan produksi di tingkat petani.


Menurut dia, penguatan sawit rakyat menjadi semakin penting menjelang implementasi mandatori B50 pada tahun depan agar keseimbangan pasokan untuk pangan, energi, dan ekspor tetap terjaga. (don/rel)

Ekobis

Pendidikan

Hukum