Medan Mendominasi Pelanggaran KTR
| Senin, Juli 12, 2021

By On Senin, Juli 12, 2021


PATIMPUS.COM - Pemanfaatan tekhnologi Aplikasi pantau KTR menjadi solusi untuk mendeteksi pelanggaran terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dengan melibatkan partisipasi masyarakat. 


Sejak aplikasi yang dirancang Yayasan Pusaka Indonesia ini mulai dibuka tanggal 28 Juni 2021 lalu, terdapat angka pelanggaran yang cukup tinggi. Dari 3 kota, Medan, Solo dan Sawah Lunto yang menjadi uji coba penggunaan aplikasi, Kota Medan mendominasi pelanggaran. 


Direktur Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) Ok Harianda Syahputra mengatakan, ada seratus lebih laporan pemantauan yang dilakukan masyarakat. Dari jumlah tersebut terdapat 73 jumlah pelanggaran, 29 Apresiasi, sehingga jumlah pelaporannya 102 pelaporan. Dari jumlah tersebut Kota Medan mendominasi pelanggaran sebanyak 34, Sawahlunto 8,  dan  Solo 31. 


"Temuan orang merokok di Kawasan Tanpa Merokok (KTR) adalah jenis pelanggaran tertinggi yakni sebanyak 40 pelanggaran, pemasangan spanduk dan iklan sebanyak 26, kemudian adanya puntung rokok berserak sebanyak 14, serta temuan bungkus rokok dan terdapat asbak di KTR sebanyak 2," ujar Ok


Selain itu, menurut Ok Harianda data lain menunjukan pelanggaran paling banyak terjadi di tempat umum, menyusul tempat proses belajar mengajar.


Selain bentuk pelanggaran, aplikasi ini juga memantau bentuk apresiasi.  Terdapat 25 yang memberikan apresiasi bahwa di lokasi KTR ada penandaan KTR dan penandaan bahaya rokok. Dan tempat pelayanan kesehatan paling banyak mendapat  apresiasi.


Program manager Pengendalian Tobeco Control YPI Elisabet SH mengatakan aplikasi pantau KTR ini dirancang untuk mempermudah pemantauan terhadap pelanggaran perda KTR yang selama ini menjadi kendala.


"Temuan dari aplikasi ini akan menjadi rujukan pemerintah kota untuk memberikan tindakan kepada penanggung jawab pengelola gedung yang berada dalam KTR. Baik berupa surat teguran, denda hingga pencabutan ijin," ujar Elisabet.


Ia optimis, partisipasi masyarakat sangat tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi kesehatan masyarakat. Terlebih di tengah masa pandemi Covid-19, kesehatan harus dijaga termasuk dari racun yang ada pada rokok.


 Elisabet juga berharap masyarakat mau ikut berpartisipasi dengan ikut mendownload aplikasi pantau KTR. Caranya gampang, klik aplikasi pantau KTR di playstore dari Android, kemudian isi data, Anda bisa ikut melakukan pemantauan. Saat ini sudah lebih 300 masyarakat yang mendownload aplikasi tersebut. Mereka yang mendownload bisa ikut melaporkan pelanggaran KTR di Kota mereka.

Api Dalam Sekam Hanguskan 17 Ruko di Jalan Mahkamah
| Selasa, Juli 06, 2021

By On Selasa, Juli 06, 2021


PATIMPUS.COM  -  Kebakaran hebat menghanguskan 17 unit rumah dan toko di Jalan Mahkamah, Kelurahan Aur dan Kelurahan Masjid, Kecamatan Medan Kota, Selasa (6/7/2021) subuh.

Perisitiwa ini terjadi sekira jam 05.45 WIB selepas shalat subuh. Asal api berawal dari tumpukkan sekam dan kayu yang terletak di belakang toko Perabot Kurnia.

"Pertama kali ada warga kita bernama Kak Yanti melihat api sekitar jam 05.45. Lalu api semakin marak jam 6.00 pagi. Asal api dari salah satu kios perabot yang ada tumpukan kayu," sebut Ridwan kepala Lingkungan 7 Kelurahan Masjid.

Ridwan menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun 17 KK kehilangan tempat tinggal dan usahanya. Menurutnya 8 unit toko milik warganya yang ludes terbakar terdiri dari percetakan, perabot dan bengkel las.

Ridwan mengatakan, di lokasi tersebut sudah dua kali terjadi kebakaran yang juga berasal dari tumpukan sekam toko perabot. Untuk itu, pihaknya bersama Kelurahan Masjid dan damkar akan mengadakan pelatiha  aigap bencana kebakaran dan bagaimana mengolah limbah hasil ketam kayu.


9 Rumah Di Kelurahan Aur

Sementara itu dari Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun, Kepala Lingkungan 8 Nelly Susanti, menjelaskan, bahwa musibah kebakaran ini, menghanguskan 9 unit rumah warganya. Ada 39 jiwa yang kehilangan rumah

Warganya ikut menjadi korban lantaran rumah warga berdekatan dengan lokasi kebakaran di Kelurahan Masjid.

"Rumah warga kami berada persis di belakang toko perabotan. Kelurahan kami dibatasi oleh rel kereta api yang non aktif ini," pungkas Nelly.

Sementara menurut Hera, warga Lingkungan 8 Kelurahan Aur, mengatakan dia terbangun sekira jam 6.00 WIB karena mendengar tetangganya menjerit kebakaran.

Dengan panik Hera dan keluarga langsung menyelamatkan harta bendanya dari dalam rumah.

"Tetangga kami menjerit-jerit meneriakkan api yang sudah marak jam 06.00 pagi. Melihat api yang sudah membesar kami langsung lari menyelamatkan diri dan menyelamatkan barang-barang yang bisa dibawa keluar rumah," ujar Hera.


Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan sekira jam 9.00 WIB, setelah puluhan unit mobil damkar milik Pemko Medan datang ke lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Sementara petugas dari kepolisian dan damkar tampak sedang menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. (son)

Generasi Kampung Aur Diingatkan Jangan Tinggalkan Shalat
| Minggu, Maret 28, 2021

By On Minggu, Maret 28, 2021


PATIMPUS.COM - Generasi muda  Kampung Aur, Kelurahan Aur, Medan Maimun, diingatkan untuk menjaga shalat 5 waktu seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT, melalui Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa Isra' Mi'raj lebih 1400 tahun lalu.


Hal ini ditegaskan Al Ustadz Ilham Gea SPd.I MPd, saat memberikan tausyiahnya kepada ratusan masyarakat Kampung Aur yang menghadiri acara Isra' Mi'raj 1443 H di Masjid Jami' Kelurahan Aur, Sabtu (27/3/2021) Malam.


Al Ustadz menyampaikan umat Islam wajib menjalin tali silaturahim kepada tetangga dan meningkatkan shalat lima waktu. Karena peristiwa Isra' Mi'raj merupakan perjalan Nabi Muhammad SAW untuk menjemput perintah Allah yaitu sholat lima aktu. Rosulullah diperjalankan Allah dengan memberikan perintah shalat lima waktu.


Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW setiap tahunnya diadakan masyarakat Kampung Aur yang diselenggarakan oleh panitia gabungan dari beberapa elemen diantaranya Badan Kenaziran Masjid Jami' Aur, Remaja Masjid Jami' Aur, Pengajian Ibu Aisyah, Perwiritan Ibu Al-Ikhlas, Perwiritan Nurul Iman, dan Sanggar Perkasa.


Dengan mengusung thema Memaknai Peristiwa Isra' Mi'raj dengan meningkatkan Kualitas Iman dan Takwa pada Bulan suci Ramadhan, Ketua Panitia Aditya Mengajak Jama'ah yang hadir pada acara tersebut untuk meningkatkan Iman Dan Takwa kepada Allah Swt dengan mendirikan Sholat Lima waktu.





"Kami selaku Panitia Peringatan Hari Besar Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah mengucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan para donatur  yang telah membantu hingga acara ini terlaksana, Tema yang kita angkat pada acara ini dengan Memaknai Peristiwa Isra' Mi'raj dengan meningkatkan iman dan taqwa Kita pada tahun ini. Maksudnya adalah agar kita meningkatkan kualitas iman dan taqwa di bulan Ramadhan nanti. Mari kita kuatkan Iman kita pada bulan ramadhan dengan meningkatkan sholat." ujar Aditya.


Pada kesempatan tersebut Ketua Badan Kenaziran Masjid Jami' Aur (BKMJA) Bapak St Fazli mengapresiasi acara tersebut yang sekaligus diadakan untuk menyambut bulan suci ramadhan 1442 H dan berharap agar masyarakat dapat meramaikan masjid pada bulan suci ramadhan. 


Tokoh Masyarakat Kampung Aur, Taufiq Rusli pada kesempatan yang baik tersebut melalui sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan kualitas iman kepada Allah dengan meningkatkan shalat lima waktu dan shalat tarawih di masjid pada bulan Suci Ramadhan nanti.


"Terimaksih Kami kepada Badan Kenaziran Masjid Jami' Aur dan seluruh panitia acara ini, Kita lihat masjid ini sajadahnya sudah baru, mic dan soundnya sudah bagus, AC nya mantap sehingga kita bisa khusyuk menjalankan shalat. Jangan pula masjid kita kosong dari shalat lima waktu dan shalat taraweh pada bulan Suci Ramadhan nanti," tutup Taufiq Rusli. (son)

Pria Stress Tabrakkan Diri Ke KA di Jalan Pegadaian Medan
| Senin, Maret 22, 2021

By On Senin, Maret 22, 2021



PATIMPUS.COM - Seorang pria diduga mengalami tekanan mental tewas mengenaskan setelah menabrakkan dirinya ke Kereta Api (KA) yang melintas di Jalan Pegadaian, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Senin (22/3/2021) sekira jam 18.00 WIB. 


Menurut informasi, Sore itu korban terlihat duduk-duduk di bantalan rel KA. Saat KA yang datang dari arah Bandara Kualanamu menuju Stasiun Besar KA mendekat, korban pun langsung menabrakkan dirinya.


Seketika tubuh korban tercabik-cabi roda besi dan terseret sejauh 50 meter, tepat di tengah palang pintu KA Jalan Palang Merah Medan.


"Tadi sempat dia minum Aqua botol, lalu melompat ke rel dan langsung ditabrak KA," ujar Tony, warga Jalan Mahkamah Medan.



Pantauan di TKP, terlihat darah segar berceceran di atas rel KA, bersama potongan tubuh korban. Kondisi korban yang mengenaskan itu menjadi tontonan warga dan menghalangi laju kendaraan yang melintas, sehingga menimbulkan kemacatan parah.


Sejumlah petugas Polantas kemudian tiba di lokasi kejadian dan mengurai kemacatan. Tak lama, jasad korban pun dikumpulkan petugas dan dievakuasi ke RSUD dr Pirngadi Medan.


"Tidak ada identitas yang kita temukan di TKP. Diduga korban gelandangan atau orang stress," sebut seorang petugas. (don)






Oxfam : Lembaga Lokal Memiliki Keunikan Dalam Respon Bencana
| Senin, Maret 22, 2021

By On Senin, Maret 22, 2021



PATIMPUS.COM - Lembaga Kemanusiaan yang berasal dari daerah (lokal) memiliki kekuatan dan kemampuan yang berbeda dan unik dan hal itu menjadi sebuah kekuatan  untuk merespon sebuah peristiwa bencana.


Hal tersebut  dikatakan Dino Argianto, Operation Lead Humanitarian Response Oxfam in Indonesia dalam pembukaan kegiatan pelatihan humanitarian inklusi  Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) di Hotel Swissbell in-Medan, Senin (22/3/2021) yang diselenggarakan  JMK (Jejaring Mitra Kemanusiaan) melalui Yayasan KKSP, bekerjasama dengan LBH Apik Sulawesi Tengan dan Oxfam di Indonesia.


Menurut Dino Argianto, Oxfam di Indonesia  melihat potensi yang dimiliki lembaga-lembaga lokal  yang  tergabung dalam JMK, dengan  latar belakang yang berbeda–beda seperti  lembaga perlindungan anak, kesehatan reproduksi, paralegal, perdamaian dan lain sebagainya  adalah sebuah kekuatan yang luar biasa bila dimaksimalkan misalnya  dengan  peningkatan kapasitas, ujarnya. 


Lebih lanjut, Oxfam di  Indonesia sangat mendukung pemberdayaan yang dilakukan. “JMK membutuhkan SDM muda yang berkualitas sehingga JMK memiliki keunggulan untuk bersaing bersama lembaga besar dalam humanitarian,” ujarnya.


Sementara itu,  Maman Natawijaya, direktur eksekutif Yayasan KKSP Medan, menyebutkan  bahwa kegiatan pelatihan Humanitarian Inklusi berlangsung selama empat hari dari tanggal 22 hingga 25 Maret 202,  bertujuan untuk mencitakan kader-kader humanitarian yang inklusi. 


Adapun materi pelatihan yang diberikan antara lain: Konsep Gender, Protection dan Inklusi dalam Penanggulangan Bencana dan Nilai-nilai humanitarian, Rapid Assesment yang inklusi, WASH yang assesibel dan Inklusi, ESVL/CTP yang inklusi dan Manajemen Bencana inklusi, dengan spirit partnership yang setara, pemberdayaan actor lokal (lokalitas) dan Manajemen Bantuan yang inklusi.



Pelatihan ini juga merupakan bagian dari pelatihan yang dilakukan secara paralel di  tiga wilayah di Indonesia,  Sumatera, Wilayah Jawa dan NTT, serta wilayah Sulawesi.


”Pelatihan diselenggarakan oleh  JMK (Jejaring Mitra Kemanusiaan) dan  didukung oleh Oxfam di Indonesia, secara khusus untuk meningkatkan  kapasitas anggota JMK dalam penanggulangan bencana yang inklusi, efektif dan efisien.


Pelatihan ini  difasilitasi oleh tenaga-tenaga pelatih yang telah mendapatkan pelatihan sebelumnya dan diikuti sebanyak 20 orang peserta yang berasal dari Yayasan KKSP  Medan, Jemari Sakato, PKBI Sumatera Barat, PKBI Sumatera Selatan  serta  mitra dari Medan dan sekitarnya. 


Menurut Maman, Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) adalah jejaring organisasi lokal yang bersifat terbuka, berbasis keanggotaan dan kompetensi untuk mewujudkan tata kelola pengetahuan dan pembelajaran serta  mempromosikan advokasi berbasis bukti dan keberlanjutan organisasi. 


Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) mempunyai kerangka konseptual sebagai wadah berbagi tata kelola pengetahuan antar berbagai pihak yang telah bersepakat untuk melakukan one approach program yang lebih efektif, impactfull dan influence yang melingkupi tiga (3) pilar yaitu 1. Humanitarian; 2. Advokasi berbasis bukti; 3. Sustainability dan development. (man)



PWI Sumut Terima Anggota Muda
| Kamis, Maret 18, 2021

By On Kamis, Maret 18, 2021



PATIMPUS.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan mengadakan penerimaan anggota baru  (anggota muda) dan kenaikan tingkat menjadi anggota biasa pada Sabtu (3/4) di Gedung PWI Parada Harahap Jalan Adinegoro.


Demikian Ketua PWI Sumut Hermansjah didampingi Sekretaris Edward Thahir, Wakil Ketua Bidang Organisasi Khairul Muslim, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Rizal R Surya, Bendahara Zul Marbun, Wakil Sekretaris Rifki Warisan dan Wakil Ketua Pokja PWI Medan Fahrur Rozi dalam siaran persnya, Kamis (18/3).


Dikatakan, bagi yang berminat untuk menjadi anggota PWI bisa mendaftarkan diri ke sekretariat PWI   Sumut Jalan Adinegoro, Medan


"Bagi wartawan yang berada di kabupaten/kota di luar Medan bisa mendaftarkan diri melalui PWI kabupaten/kota setempat," ujarnya, ditambahkan para peserta juga diwajibkan Rapid antigen.


Dijelaskan, pendaftaran ditutup pada Rabu (31/3) dengan melengkapi persyaratan berupa formulir dan berkas.


"Formulir dan berkas bisa diperoleh di Sekretariat PWI Sumut dan PWI kabupaten/setempat," ujarnya. 


UKW Angkatan 38


Pada kesempatan itu dijelaskan pula pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI angkatan 38 akan berlangsung pada Rabu-Kamis (24-25/3) di Hotel Garuda Plaza, Medan.


UKW angkatan 38 terdiri dari enam kelas (36 orang) seluruhnya tingkat muda. Sebelum ujian rencananya juga akan diadakan pembekalan (pra UKW) agar peserta mengerti materi yang akan diujikan. (don/rel)

Walikota Medan Bantu BWS Bebaskan Lahan Pinggir Sungai
| Senin, Maret 15, 2021

By On Senin, Maret 15, 2021


PATIMPUS.COM - Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution mendukung seluruh program Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II untuk mengembalikan fungsi sungai di Kota Medan.


Dukungan Walikota Medan disampaikan agar permasalahan banjir yang selama ini melanda sejumlah wilayah di Kota Medan dapat diatasi, sehingga masyarakat akan merasa lebih tenang dan nyaman ke depannya.


Hal itu terungkap ketika Walikota Medan, Bobby Nasution memimpin Rapat Koordinasi dengan BWS Sumatera II di Balai Kota Medan, Senin (15/3/2021) siang. 


Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah langkah, upaya dan kendala yang dihadapi dalam rangka pengendalian daya rusak Sungai Deli. Diharapkan, kolaborasi yang terbangun dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, termasuk dalam membantu pembebasan lahan saat normalisasi sungai dilakukan.


Dari data BWS Sumatera II, tercatat ada 8 sungai yang masuk dalam program rencana penanganan banjir Kota Medan dan sekitarnya yakni Sungai Deli, Sungai Belawan, Sungai Babura, Sungai Bekala, Sungai Sei Sikambing, Sungai Sei Putih, Sungai Percut dan Sungai Bedera. 


Oleh karenanya, kepada seluruh OPD terkait, Walikota minta agar saling berkoordinasi dan menjalankan tupoksi dengan sebaik-baiknya sehingga seluruh rencana dapat terealisasi termasuk penanganan dampak sosial yang mungkin terjadi. (don)

Pelatihan First Aid Untuk Pemandu Wisata dan Penggiat Alam Bebas
| Jumat, Maret 12, 2021

By On Jumat, Maret 12, 2021


PATIMPUS.COM - Teratai Rescue bersama Explore Sumatera, Pewarta Foto Indonesia (PFI Medan), Vertikal Rescue Indonesia (VRI) Regional Sumatera,  Perkumpulan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (P3KS), Pilar, HPI Sumut, Sekolah Islam Terpadu Az-zakiyah dan Sumatera Tropical Forest Jurnalism (STFJ) menyelenggarakan pelatihan pertolongan pertama untuk pemandu wisata dan pelaku kegiatan alam bebas di Markas Melinjo, Jalan Eka Rasmi Komplek Melinjo No 1 Medan, pada Jumat, 12 Maret 2021. 


Dalam pelatihan tersebut, First Aider Herriansyah  menyampaikan prosedur penanganan kedaruratan masa pandemi covid 19 pada kegiatan wisata alam bebas. Dalam kesempatan itu, Herriansyah menyampaikan materi soal Penilaian, Bantuan Hidup Dasar & Resusitasi Jantung Paru, Luka, Pendarahan dan Penanganan, Patah Tulang & Pembidaian, Kedaruratan Medis ( Pingsan, Hypothermia dan Gigitan Binatang Berbisa),Pemindahan Penderita, Simulasi Kasus dan Peragaan dengan durasi 8 Jam Pelajaran Efektif.


Dalam kegiatan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19, panitia membatasi peserta untuk kepentingan pemberlakuan protokol kesehatan.


Ketua Teratai Rescue, Muliadi mengatakan, kegiatan tersebut sangat penting bagi masyarakat secara individu, karena pertolongan pertama ini adalah kemampuan perorangan dalam pertolongan pertama pada kecelakaan.


"Ilmu ini bisa untuk diri sendiri, siap untuk selamat dan siap untuk menyelamatkan," ujar Muliadi.


Ditambahkannya, terkhusus untuk pemandu wisata, pelatihan ini sangat penting, karena di alam bebas resiko kecelakaannya sangat tinggi, jadi para pemandu harus dapat memberikan pertolongan pertama kepada wisatawan jika terjadi kecelakaan.


Founder Explore Sumatera, Joni Kurniawan mengungkapkan, pelatihan pertolongan pertama (first aid) sangat penting untuk rekan-rekan yang berkegiatan di luar ruang apalagi kegiatan yang sulit akses dalam fasilitas kesehatan, sehingga kemampuan pertolongan pertama dapat meminimalisasi resiko yang muncul akibat kecelakaan kegiatan maupun dalam kegiatan saat  kepemanduan.


Jadi pelatihan ini bukan hanya untuk kegiatan wisata yang beresiko tinggi saja tapi juga kegiatan wisata lainnya juga memiliki peluang yang sama. Karena yang dipelajari ini tidak hanya menyangkut pertolongan pertama pada kecelakaan yang sifatnya di lapangan tapi ada juga kasus kecelakaan yang bisa terjadi di rumah, seperti tersedak. Jadi kita bisa memahami dan memiliki kemampuan dasar dalam pertolongan pertama.


Kemampuan pertolongan pertama juga menjadi standar kompetensi nasional pemandu arung jeram karena setiap pemandu harus memiliki kemampuan dalam kedaruratan. Kemampuan ini juga harus sering disimulasikan di lapangan dan tempat kerja, sehingga ini menjadi faktor kebiasaan yang akhirnya kemampuan itu sudah melekat.


"Kemampuan pertolongan pertama ini wajib dikuasai oleh pemandu, sehingga ini menjadi salah satu syarat dalam kompetensi, ungkap Joni. (son)

PKS Maimun Senam Sehat dan Fogging di Kampung Aur
| Minggu, Maret 07, 2021

By On Minggu, Maret 07, 2021


PATIMPUS.COM - Dewan Pimpinan Cabang Partai Keadilan Sejahtera (DPC PKS) Medan Maimun dan jajaran Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) PKS Se Kecamatan Medan Maimun mengadakan senam sehat bersama warga Kampung Aur, Minggu (7/3/2021).


Kegiatan senam sehat ini merupakan agenda rutin DPC PKS Medan Maimun yang digelar secara bergilir di seluruh wilayah DPRa PKS Kelurahan yang ada di Medan Maimun, kegiatan rutin ini sebagai wujud dan komitmen PKS terdepan dalam melayani rakyat.


Suwandi Ketua DPRa PKS Kelurahan Aur terpilih mengatakan, senam sehat ini baik buat kesehatan tidak saja para Kader PKS tapi juga Kesehatan Masyarakat Kampung Aur. Agenda ini berjalan secara bergantian, jadi hari ini di wilayah Kelurahan Aur. Ini merupakan wujud bahwa PKS selalu hadir bersama rakyat dan melayani rakyat tidak saat pemilu saja.


"Alhamdulillah..kegiatan senam sehat ini diamanahkan bergilir disetiap Kelurahan dan itu merupakan tanggung jawab dari DPRa PKS Kelurahan dalam mengemban tugas serta amanah dari DPC Medan Maimun Karena PKS berkomitmen melayani rakyat tidak saat pemilu saja," ujar Suwandi.


Selain senam sehat, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan fogging. Mengingat musim kemarau nyamuk banyak berkembang biak. Fogging ini juga dilakukan karena permintaan warga simpatisan PKS yang mengeluhkan mulai banyaknya nyamuk.


Isharianto Sinambela Ketua Badan Pembina Cabang Medan mengatakan kegiatan senam memang agenda mingguan PKS itu dilakukan bergantian di setiap Kelurahan. Untuk fogging ini merupakan wujud peduli PKS karena adanya keluhan warga yang juga simpatisan dari PKS. 


"Harapan kita agar pemerintah dapat memfasilitasi kegiatan senam yang positif untuk kesehatan ini, agar bisa tetap terlaksana disetiap kelurahan sehingga terwujud Indonesia sehat dan sesuai intruksi Presiden PKS kita siap menjadi terdepan dalam melayani masyarakat, agar masyarakat bangga bersama PKS dan bangga menjadi rakyat Indonesia, sehingga PKS mampu mewujudkan visinya menjadi partai Islam rahamatan lil'alamiin," tutup Isharianto mengakhiri pembicaraan. (son)

Diskusi Interaktif New Media Dalam Kacamata Millenial
| Sabtu, Maret 06, 2021

By On Sabtu, Maret 06, 2021


PATIMPUS.COM - Bertempat di ruang aula HAI Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan Medan (STIK-P), mahasiswa kelas Event Organizer mengadakan acara dengan konsep Event Hybrid yang menggabungkan acara secara online dan offline, guna tetap mengendalikan penyebaran Covid-19 dalam kegiatan tersebut, Sabtu (6/3/2021).


Acara ini diselenggarakan untuk para mahasiswa STIK-P Medan dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten, salah satunya Septianda Perdana selaku pengurus Pewarta Foto Indonesia Medan Fotografer Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Sumatera Utara dan Fakhrur Rozi, selaku alumni STIK-P Medan dan Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sumatera Utara serta Mhd Rizhans Nst selaku moderator pada acara tersebut. 


Acara dibuka oleh kata sambutan dari Suprapti Indah Putri, yang pada hari itu mewakili ketua STIK-P Medan Dr H Sakhyan Asmara MSP yang sedang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau berharap mahasiswa dapat mencari hal-hal positif atas apa yang disampaikan dalam acara ini. 


Mhd Yudha Pratama selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh mahasiswa/i STIKP Medan yang telah hadir dan juga kepada para sponsor yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ini. 


Acara ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada para mahasiswa/i STIK-P tentang New Media dalam kacamata millenial saat ini, memberikan kesempatan para mahasiswa/i STIK-P Medan untuk bertanya langsung kepada para pembicara yang berkompeten di bidangnya masing-masing.


Para peserta sangat antusias mengikuti serangkaian acara pada hari itu terlihat dari jumlah peserta yang aktif bertanya pada saat sesi tanya jawab berlangsung. Selain itu ada pula penampilan musikalisasi puisi dan akustik oleh mahasiswa STIK-P Medan yang turut membangun suasana di ruang aula tersebut. 


Pada akhir acara terdapat pesan yang disampaikan oleh para pembicara pada hari itu. "Zaman sekarang mencari pekerjaan susah maka dari itu banyak dari generasi millenial lebih memilih menjadi influencer, youtuber, dsb dikarenakan millenial cenderung menggunakan media sosial untuk berinteraksi, seperti halnya youtube yang sekarang jauh lebih unggul dibandingkan televisi," ucap Fakhrur Rozi selaku alumni STIK-P Medan dan Dosen Ilmu Komunikasi UINSU.


"Mahasiswa saat ini berada di generasi Z atau disebut Gen Z sebagai generasi yang lahir setelah generasi Y yang sedang mengalami dampak baik dan buruknya keberadaan sosial media," ucap Septianda Perdana selaku pengurus PFI Medan. Di akhir acara terdapat pemberian piagam untuk para pembicara dan pemberian hadiah kepada peserta yang telah aktif bertanya.(son)

Bobby Nasution Walikota Medan Ke 4 Yang Temukan Fasilitas RS Pirngadi Tak Memadai
| Kamis, Maret 04, 2021

By On Kamis, Maret 04, 2021


PATIMPUS.COM - Sejak masa Abdillah, banyak fasilitas RSUD dr Pirngadi Medan ditemukan dalam kondisi yang tidak memadai, seperti eskalator, kamar lift, toilet dan sebagainya yang rusak dan tidak bisa digunakan.


Habis masa Abdillah, sidak kemudian dilanjutkan oleh Rahudman Harahap, kemudian Dzulmi Eldin. Sidak rata-rata terjadi diawal kepemimpinan Walikota Medan yang baru.


Tetapi, setiap inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh setiap Walikota Medan ke rumah sakit milik Pemko Medan tersebut, tidak ada perubahan yang mencolok. Hanya terdapat beberapa pembenahan di rumah sakit tersebut.


Sidak ke RSUD dr Pirngadi kembali dilakukan oleh Walikota Medan yang baru, Bobby Nasution, Kamis (4/3/2020). Dalam sidaknya Bobby Nasution meninjau sejumlah hal, diantaranya kinerja dokter, tenaga kesehatan, dan para pegawai, hingga pelayanan yang diterima oleh pasien. 


Bobby Nasution juga terlihat meninjau proses pendaftaran pasien, jumlah tempat tidur pasien, jumlah tempat tidur yang terisi, jumlah pasien Covid-19, dan data mengenai intensitas dokter mengunjungi pasien dalam setiap harinya. 


Selain itu, Bobby Nasution memaparkan bahwa dalam sidaknya ia menemui banyak fasilitas yang seharusnya dapat digunakan untuk dokter dan pasien tidak berfungsi. 


"Fasilitas juga masih banyak yang tidak berfungi dan tidak layak. Ekskalator mati, ada pintu kaca yang pecah. Kebersihan juga masih belum maksimal, masih banyak sampah berserakan," kata Bobby Nasution. 


Atas temuan dalam sidak tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemko Medan akan menjadikan pembenahan RSUS Pirngadi Medan sebagai prioritas. 


"Hal ini menjadi perhatian Pemko Medan ke depan, karena rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Apalagi kita masih dalam situasi pandemi, masyarakat seharusnya memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap  dan memadai," tegas Walikota Medan yang juga merupakan menantu Presiden Jokowi itu. (don)


Gubsu Pastikan Bayi Kembar Siam Adam dan Aris Diperbolehkan Pulang
| Senin, Maret 01, 2021

By On Senin, Maret 01, 2021



PATIMPUS.COM - Setelah dua kali menjalani operasi pemisahan, kini bayi kembar siam yang diberi nama Adam dan Aris sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan untuk pulang. 


Anak dari pasangan Supono (32) dan Nur Rahmawati (26) segera dibawa pulang ke kampungnya Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.


Untuk memastikan seluruhnya berjalan dengan baik, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi kembali mengunjungi Adam dan Aris yang kini berusia dua tahun lebih di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Jalan Bunga Lau, Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Senin (1/3/2021).


Gubernur gembira melihat perkembangan kondisi kesehatan Adam-Aris yang sangat baik. “Alhamdulillah semua berjalan lancar, dan anak-anak (Adam-Aris) pun sekarang terlihat lebih sehat,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi, yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan.


Gubernur pun memberikan apresiasi kepada tim dokter yang telah berhasil melakukan pemisahan. Karena atas kerja keras dan kesungguhan para tim dokter, bayi kembar siam tersebut berhasil menjalani dua kali operasi pemisahan, dan perkembangan kesehatannya sangat baik hingga saat ini.


“Saya ke sini ingin melihat keberhasilan tim dokter melakukan pemisahan bayi kembar siam, Adam dan Aris, waktu saya datang ke mari, mereka terlihat masih kecil, dan saat itu masih direncanakan dilakukan observasi, apakah bisa dipisahkan atau tidak, dan Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujar Edy Rahmayadi, sembari mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan tetap melakukan pemantauan, setelah bayi kembar siam dibawa pulang ke rumahnya.


Direktur Utama RSUP H Adam Malik Zainal Safri mengatakan, walau nanti Adam-Aris sudah boleh pulang, namun tetap harus melakukan kontrol ke RSUP Adam Malik. 


“Hari Rabu ini, Adam dan Aris direncanakan akan pulang ke kampung halamannya, kondisinya pun sudah 100% sehat, nantinya mereka akan tetap melakukan kontrol setiap tiga bulan sekali, untuk memantau kesehatan mereka,” jelasnya.


Sebelumnya, Nur Rahmawati yang merupakan orang tua Adam-Aris mengaku senang atas perhatian yang diberikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. 


“Bapak Gubernur memberikan perhatian lebih kepada kami, tiga kali mengunjungi kami, bahkan saat operasi beliau datang untuk memastikan semua prosesnya berjalan dengan baik, inginnya bisa jumpa lama dengan Bapak Gubernur, namun karena waktu beliau sangat sibuk, kami pun memakluminya,” ujarnya.


Ia pun bercerita bahwa awal mula saat mengandung Adam dan Aris tidak ada pertanda apa-apa, seperti pada kehamilan pada umumnya, namun saat usia kandungan berusia 5 bulan, baru ketahuan bayinya kembar siam setelah melihat hasil USG. “Kami pun sempat bingung dan mencari dokter untuk menolong anak kami,” ungkapnya.


Namun, kata Nur, sedari awal mereka sudah ikhlas dan berserah diri pada Allah SWT. Prinsipnya, bila memang diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk membesarkan Adam dan Aris, pasti Allah akan memudahkanya. Keyakinan itu yang membuat mereka kuat, hingga akhirnya usaha yang mereka lakukan pun membuahkan hasil.


“Sudah tidak terbilang lagi bagaimana bahagianya saya saat ini, anak-anak bisa melalui operasi tanpa kendala, dan sekarang kondisinya pun dalam keadaan baik, terima kasih kepada Bapak Gubernur Edy Rahmayadi dan tim dokter yang telah membantu kami sekeluarga,” ujarnya. (don)

Bobby Nasution Ingatkan OPD Hilangkan Ego Sentris
| Senin, Maret 01, 2021

By On Senin, Maret 01, 2021


PATIMPUS.COM - Medan Muhammad Bobby Afif  Nasution SE MM menekankan, pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan program kerja dan meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


Dengan kolaborasi yang dibangun antar organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan, maka setiap pekerjaan rumah dapat terselesaikan sehingga masyarakat dapat merasakan hasil kerja dan kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka.

  

“Tugas kita adalah bekerja sama, berkolaborasi. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik agar semua pekerjaan menemukan jalan keluar dan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Ingat, mulai hari ini, kita hilangkan ego sentris,” kata Wali Kota dalam Rapat Koordinasi Bersama Camat se-Kota Medan di Balai Kota Medan, Sabtu (27/2/2021) sore.  


Selain camat se-Kota Medan, rapat juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE, Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM, Asisten Administrasi Umum Renward Parapat dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) sekaligus Plt Asisten Pemerintahan Khairul Syahnan.


Disamping itu, pimpinan OPD terkait juga turut hadir di antaranya Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) serta Dinas Pendidikan.


Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota mengingatkan setiap camat untuk lebih fokus terhadap kondisi dan situasi serta pembenahan di wilayahnya. Hal yang menjadi perhatian khusus adalah masalah kebersihan, kesehatan serta pendataan UMKM di setiap kecamatan.


Untuk masalah kebersihan, camat harus melakukan monitoring wilayahnya dan berkoordinasi dengan DKP. Lalu, sambung Wali Kota, camat harus cepat tanggap dan sigap dalam penanganan Covid-19 terkait data masyarakat yang terpapar agar segera dilakukan penanganan.


“Kita tidak memiliki waktu yang lama, hanya tiga tahun untuk melakukan perubahan. Jadi kami minta, kita bergerak cepat bersama merealisasikan visi misi yang telah ada salah satunya pendataan UMKM. Sebab, kita ingin mewujudkan ‘Medan Sakasanwira’ (Satu Kelurahan Satu Sentra Kewirausahaan) sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan Kota Medan. Maka yang perlu diingat adalah bukan saling pantau tapi saling dukung,” pesannya.


Selanjutnya, Walikota berpesan agar para camat dan pimpinan OPD membuat rencana kerja sehingga dapat diketahui pekerjaan mana saja yang sudah dan belum dilakukan.


“Semuanya harus memiliki target kerja, sehingga kita memiliki kualitas diri dan kita paham program mana saja yang belum terealisasi. Kembali lagi, kolaborasi harus dibangun. Jika ada di antara pimpinan OPD dan camat yang tidak mau bekerja sama, laporkan ke kami agar kami tindak,” tegasnya.


Sementara itu, Wakil Walikota Medan H Aulia Rachman SE berharap kepada seluruh OPD dan camat untuk merubah sistem kerja menjadi lebih baik. Kemudian, jangan ada batas antar OPD dan kecamatan dan menambahkan beberapa poin yang harus dilakukan oleh pimpinan OPD dan camat. Pertama, untuk DKP agar memperhatikan kondisi pohon serta melakukan pemangkasan dahan secara berkala. 


“Sesuai instruksi Bapak Wali Kota tadi, camat berkoordinasi dengan puskesmas dan gugus tugas kecamatan terkait data. Lalu, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan kecamatan terkait bagaimana agar masyarakat mengetahui cara mendapatkan vaksin gratis. Camat jangan sampai vakum, lakukan imajinasi, inovasi dan terpenting kolaborasi apa yang menjadi program Bapak Wali Kota. Tugas kita bersama adalah mewujudkannya,” pungkas Wakil Walikota seraya berpesan kepada seluruh OPD dan kecamatan untuk mengetahui apa saja visi dan misi yang harus direalisasi.  


Sebelumnya, rapat dibuka oleh Sekda Kota Medan. Kemudian, para camat diminta untuk memperkenalkan diri dan jumlah kelurahan serta lingkungan di wilayah masing-masing. Terakhir, pertemuan diisi dengan sesi diskusi guna mendengar dan mengetahui sejumlah persoalan dan permasalahan yang dihadapi para camat di antaranya masalah kebersihan, infrastruktur dan pelayanan administrasi kependudukan. (don/hpm)

Syaiful Ramadhan : Sosialisasi Perda Kota Medan Diharapkan Tepat Sasaran
| Minggu, Februari 28, 2021

By On Minggu, Februari 28, 2021



PATIMPUS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Kota Medan Syaiful Ramadhan bersilaturahim dengan warga Jalan Brigjend Katamso Gg Subur Lama, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Medan, Minggu (28/2/2021).


Kunjungan silaturrahim tersebut dalam rangka Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) No 5 Tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan.


Anggota Dewan Komisi IV ini mengatakan perlunya Peraturan Daerah (Perda) ini disosialisasikan agar masyarakat memahami bagaimana yang dikategorikan miskin sehingga pelaksanaannya juga tepat sasaran.


"Bapak/ibu yang saya hormati, perlu kita ketahui bersama Perda ini dibuat untuk mengikat Pemerintah Kota Medan agar dapat menjalankan kinerjanya sesuai peraturan dan tepat sasaran. Tugas kami selaku Anggota Dewan melakukan controling atau pengawasan terhadap Kinerja Pemerintah Kota Medan khususnya Perda Nomor 5 Tahun 2015," ujar Syaiful.


Melihat antusias masyarakat yang hadir dari dua lingkungan ini, Syaiful dengan semangat melanjutkan penjelasannya.


"Perda ini dibuat bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan bagi warga di Kota Medan. Sebagaimana juga tercatat Pada pasal 33, 34 dan 27 ayat (2) UUD 1945 telah mewajibkan pemerintah mencegah dan menanggulangi kemiskinan. UU ini juga mengatur mengenai tugas dan usaha yang harus dilakukan pemerintah di bidang kesejahteraan sosial," sebut Syaiful.


Pada kesempatan tersebut Syaiful juga menjelaskan bahwa miskin itu dikategorikan yaitu suatu kondisi dimana seseorang tidak lagi mampu memenuhi hak-hak dasarnya seperti kebutuhan pangan, tempat tinggal, pakaian, pendidikan, dan kesehatan sesuai standar minimalnya.


"Kita menyadari saat ini di lapangan penerapan Perda ini belum maksimal, terutama pendataan tentang masyarakat miskin di Kota Medan belum tepat sasaran. Dalam waktu dekat ini Pemko Medan akan mengeluarkan data baru masyarakat yang tergolong miskin di Kota Medan. Syaiful juga mendesak Pemko Medan untuk segera menjalankan UU tersebut dengan baik dan berharap tepat sasaran dalam memenuhi hak-hak warga Medan yang meliputi bantuan pangan, bantuan kesehatan dalam hal ini masih perlunya penyediaan air bersih, bantuan pendidikan, penyediaan rumah murah bagi warga medan, bantuan peningkatan keterampilan serta bantuan modal usaha, serta memberikan perlindungan rasa aman," terang Syaiful.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Lingkungan XVI dan XVII Gg Subur lama Ibu Jasmaniar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Syaiful Ramadhan, karena telah membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang di rasakan warga di lingkungan tugasnya. Seperti yang baru-baru ini terjadi yaitu permasalahan Kebanjiran yang sudah hampir 2 bulan tak bisa diatasi.


"Alhamdulillah, saya selaku Kepala Lingkungan XVI dan XVII mengucapkan ribuan terimakasih kepada bapak Syaiful Ramadhan yang telah berhasil menyelesaikan persoalan banjir di lingkungan saya ini yang sudah hampir 2 bulan tak pernah terselesaikan. Saya juga berharap kedepannya kiranya bapak lebih sering berkunjung dan memperhatikan Lingkungan Kami," ujarnya.


Pada acara tersebut dihadiri juga tokoh masyarakat, Ketua BPS PKS KOTA MEDAN, Ketua DPC PKS MEDAN MAIMUN, Ketua DPRa Kelurahan Kampung Baru, dan Ketua DPRa Kelurahan Aur.


Warga Gg. Subur Lama Lingkungan XVI dan XVII juga mengapresiasi kerja dari Pemko Medan dari Dinas Pekerjaan Umum. Melalui perwakilan tokoh masyarakat, Ahmad Nasir Syah, warga mengucapkan terimaksih dan apresiasi baik kepada Pemko Medan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta Syaiful Ramadhan.


"Saya mewakili masyarakat mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Pemko Medan melalui Dinas PU dan juga kepada Bapak Syaiful Ramadhan. Karena selain permasalahan kami yang sudah hampir 2 bulan tak terselesaikan kini bisa diatasi dengan baik, ditambah lagi insfrastruktur seperti lampu jalan sudah ditambah," ujar Ahmad Nasir. (son)


Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis