Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

‎Resmikan Rumah Singgah Pasien, Senator KH M Nuh Apresiasi FOZ Sumut Bantu Masyarakat ‎

Kamis, Oktober 22, 2026



‎MEDAN (patimpus.com) - Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sumatera Utara (Sumut) KH M Nuh MSP, meresmikan Rumah Singgah Pasien hasil kolaborasi Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara di Jalan Bunga Lau Dalam No 37, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Rabu (21/10/2026).

‎

‎Rumah singgah ini dihadirkan untuk membantu pasien dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan di Medan. 

‎

‎Fasilitas tersebut merupakan hasil gotong royong 14 lembaga zakat dan kemanusiaan yang tergabung dalam FOZ Sumut.

‎

‎Ustadz M Nuh mengapresiasi kerja nyata FOZ Sumut dalam membantu masyarakat. ‎M Nuh juga mengatakan bahwa keberadaan rumah singgah benar-benar membantu pasien dan meringankan beban keluarga mereka.

‎

‎“Ini kebaikan-kebaikan yang perlu dikabarkan. Masih banyak orang baik di negeri kita ini yang berbuat kebaikan. Hal-hal seperti ini harus disampaikan kepada masyarakat agar semakin banyak orang tergerak untuk melakukan kebaikan,” ujar M Nuh.

‎

‎Di samping itu Ketua FOZ Sumatera Utara, Sulaiman, menjelaskan rumah singgah tersebut memiliki kapasitas untuk menampung tujuh pasien dan tujuh orang pendamping. Pengelola juga disiapkan untuk mengkoordinasikan aktivitas harian rumah singgah agar pelayanan kepada pasien berjalan dengan baik.

‎

‎Selain tempat tinggal, rumah singgah menyediakan makanan bagi pasien dan pendamping selama berada di sana. 

‎

‎Layanan ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan dukungan selama menjalani pengobatan.

‎

‎Sementara itu, Ketua Bidang III Sinergi dan Kolaborasi FOZ Sumut, Koko Cihuy, mengatakan rumah singgah tersebut terwujud melalui kerja sama dan semangat gotong royong 14 lembaga zakat dan kemanusiaan.

‎

‎“Rumah singgah ini merupakan hasil kolaborasi bersama. Empat belas lembaga bergotong royong agar fasilitas ini dapat diwujudkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

‎

‎Ia menambahkan, rumah singgah mulai beroperasi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bahkan, pasien telah menempati fasilitas tersebut sejak awal operasional.

‎

‎Adapun 14 lembaga yang terlibat dalam kolaborasi ini adalah Dompet Dhuafa Waspada, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), DT Peduli, Rumah Zakat, PPPA Daarul Qur’an, Nurul Hayat, Yatim Mandiri, Ikut Berbagi Indonesia, Maskanul Insani, Rumah Yatim, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Yakesma, Griya Yatim Dhuafa, dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI). (Soni)

KH Muhammad Nuh Saksikan Pelantikan PD Hima Persis Kota Medan 2026-2028 ‎

Sabtu, Oktober 10, 2026


MEDAN (‎patimpus.com) - Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Rifaldi Siregar secara resmi melantik pengurus Pimpinan Daerah (PD) Hima Persis Kota Medan periode 2026-2028 yang di Komandoi Rahman Nur Aidil Panggabean di Aula GOR Dispora Sumut jalan Pancing Medan pada Jum'at (9/10/2026).

‎

‎Pelantikan PD HIMA Persis Kota Medan yang berlangsung khidmad itu, disaksikan langsung Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara (Sumut) dan juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), KH Muhammad Nuh MSP, hadir juga Ketua PD Persis Kota Medan Joko Imawan SPdI MM, berserta jajaran pengurus, Penasihat Persis Abdul Azis ST, Bendahara Persis Ir Tauhid Ichyar MT, Ketua Persatuan Islam Istri (Persistri) Dr Iwan Nasution, MHI, Walikota Medan yang diwakili  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Andy Mario Siregar AP SSos MSP, Kapolrestabes Medan, dan pengurus serta kader HIMA PERSIS.

‎

‎Ketua PW Persis Sumut Ahmad Rifaldi Siregar berpesan kepada pengurus PD Persis Kota Medan yang baru dilantik fokus pada kaderisasi dan juga berekspansi mengibarkan bendera organisasi Hima Persis dengan mengajak dan menginformasikannya kepada mahasiswa-mahasiswi di seluruh penjuru kampus yang ada di Kota Medan.

‎

‎"Buat kawan-kawan PD Hima Persis Kota Medan yang baru dilantik, kita harapkan fokus pada kaderisasi, bisa melakukan ekspansi dengan mengembangkan, mengenalkan organisasi Hima Persis ini kepada mahasiswa-mahasiswi diseluruh penjuru kampus yang ada di kota Medan," ujar Ahmad Rifaldi.

‎

‎Ahmad Rifaldi juga berharap pengurus PD Hima Persis Kota Medan bisa berkolaborasi dengan stakeholder Pemerintah Kota (Pemko) Medan, membantu menuangkan ide pemikiran untuk kemajuan Kota Medan, dan juga menggali potensi kader-kader Hima Persis yang ada di Medan.

‎

‎"Kita PW Hima Persis Sumut berharap kepada kawan-kawan PD Hima Persis Kota Medan bisa berkolaborasilah dengan stakeholder Pemerintah Kota Medan, mampu menuangkan ide pemikiran dengan melihat kondisi kota Medan untuk kemajuan Kota Medan, dan  juga menggali potensi kader-kader yang ada di PD Persis Kota Medan demi untuk kemajuan roda organisasi," harap Ahmad Rifaldi.

‎

‎Sementara itu, Ketua PD Hima Persis Kota Medan periode 2026-2028 Rahman Nur Aidil Panggabean menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan dan mengibarkan bendera organisasi Hima Persis ke setiap penjuru kampus yang ada di Kota Medan.

‎

‎"Visi misi saya selaku Ketua PD Hima Persis Kota Medan, kita ingin mengembangkan Hima Persis ada dan lahir disetiap kampus-kampus yang ada di wilayah Kota Medan, selain itu kita juga akan menggali potensi dari kader-kader PD Hima Persis Kota Medan untuk bisa berdayasaing tinggi terhadap perkembangan yang saat ini terjadi khususnya diwilayah Kota Medan," ungkap Aidil Panggabean. (Soni)

PW PERSIS Sumut Dan UIN SU Kupas Ijtihad Kontemporer Jawab Tantangan Global

Rabu, September 30, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Menyongsong Musyawarah Kerja Nasional (Musykernas) V yang akan dilaksanakan pada akhir November 2026 di Medan, Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW PERSIS) Sumatera Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Program Doktoral Hukum Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Program Magister Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sumatera Utara menggelar International Conference di Hotel Madani Medan, Rabu (30/9/2026).

‎

‎Konferensi yang merupakan rangkaian dari Pra Musykernas V ini mengangkat tema 'Contemporary Ijtihad and the Renewal of Islamic Law : Reconstructing Sharia Responses to Global Challenges'.

‎

‎Lebih menariknya lagi, Konferensi tersebut menghadirkan Empat Guru Besar dan ulama yang memaparkan berbagai gagasan cemerlang dan nantinya akan menjadi bekal untuk gerakan dakwah PERSIS kedepan.

‎

‎Empat Guru Besar dan ulama yang hadir dalam acara International Conference tersebut diantaranya Ketua PW PERSIS Sumut, KH. Muhammad Nuh, M.SP sebagai Keynote Speaker, Prof. Madya Muhammad Ikhlas Rosele, PhD dari Universiti Malaya, Ketua Prodi Magister Hukum Keluarga UIN SU Medan Prof. Dr. Sukiati, MA dan Prof. Dr. Ansari Yamamah, MA merupakan Penggagas Islam Transitif.

‎

‎Sebagai Keynote Speaker, dalam sambutannya, Ketua PW PERSIS Sumut, KH. Muhammad Nuh, M.SP menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi ini sebagai respon nyata jam’iyah terhadap isu global.

‎

‎“PW PERSIS Sumut akan mengambil manfaat besar dari konferensi ini sebagai bekal dai dalam berdakwah di tengah masyarakat yang kompleks,” pungkas M. Nuh sapaan akrab KH. Muhammad Nuh, M.SP.

‎

‎M. Nuh juga memaparkan beberapa poin pentingnya, Nuh menyoroti Fatwa di Era Globalisasi adalah Keniscayaan. Menurutnya tantangan ekonomi digital, krisis peradaban, dan isu kontemporer tidak bisa dijawab dengan fatwa statis.

‎

‎M. Nuh juga mengutip Yusuf Al-Qardhawi tentang pentingnya Tafsir Fi Ad-Dakwah yang menafsirkan Quran-Sunnah dengan kacamata dakwah yang membumi dan solutif.

‎

‎“Pintu Ijtihad Tidak Pernah Tertutup. PERSIS adalah gerakan tajdid, dan ijtihad adalah fardhu kifayah hari ini. Namun  Jangan Tinggalkan Tsawabit. Prinsip-prinsip pokok agama (Aqidah, Ushul Ibadah, Qath’iyat) harus tetap kokoh. Yang dinamis adalah Mutaghayyirat-nya," papar M. Nuh.

‎

‎Hadir pula Guru Besar Pakar Ushul Fiqh, Prof. Madya Muhammad Ikhlas Rosele, PhD dari Universiti Malaya. Beliau memaparkan hakikat Mashlahat dan Ijtihad.

‎

‎Dalam pemaparannya, Prof. Madya Muhammad Ikhlas Rosele, PhD mencontohkan kisah sahabat yang sangat masyhur.

‎

‎Beliau mengisahkan Ketika Nabi SAW bersabda 'Jangan shalat Ashar kecuali di Bani Quraizhah'. Di tengah perjalanan waktu Ashar tiba. Sebagian sahabat shalat di jalan karena memahami maksud Nabi adalah agar bersegera, sebagian lagi tetap shalat di Bani Quraizhah karena memahami teks secara literal. Nabi SAW tidak menyalahkan keduanya.

‎

‎“Itulah ijtihad. Perbedaan dalam memahami mashlahat adalah rahmat,” tegas Prof. Madya Muhammad Ikhlas Rosele, PhD.

‎

‎Sementara itu, dalam acara tersebut Ketua Prodi Magister Hukum Keluarga UIN SU Medan Prof Dr Sukiati MA mengangkat isu yang sangat aktual terkait Hukum Perceraian dalam Perspektif Perbandingan Indonesia-Maroko, dengan merujuk QS. Al-Baqarah : 220.

‎

‎Prof. Sukiati memaparkan hasil kajiannya dihadapan para peserta yang hadir dalam acara itu. Menurut Prof. Sukiati dalam hasil kajiannya, Di Maroko. Sistem hukum lebih progresif dalam menempatkan harkat perempuan. 

‎

‎Ayah wajib membayar nafkah secara tegas, dan istri tidak perlu lapor polisi untuk mendapatkan haknya. Perempuan Maroko lebih berani menuntut keadilan. 

‎Di Indonesia, mekanismenya hampir sama namun tidak otomatis.

‎

‎Prof. Sukiati pun menyimpulkan bahwa Ijtihad harus terus digaungkan kembali untuk melahirkan hukum keluarga yang lebih berkeadilan dan melindungi perempuan.

‎

‎Pada sesi penutup yang paling filosofis, Prof. Dr. Ansari Yamamah, MA (Penggagas Islam Transitif) mengulas judul 'Nalar Ushul Fiqh Transitif dan Kolaborasi Transdisipliner'.

‎

‎Menurut Prof. Ansari Yamamah, Ushul Fiqh Transitif adalah pembacaan ulang terhadap Ushul Fiqh. Ushul Fiqh tidak lagi hanya sebagai alat istinbath hukum (menghasilkan ahkamul khamsah), tetapi juga sebagai Manhaj Al-Intaj (metodologi untuk memproduksi pengetahuan baru).

‎

‎Prof. Ansari memaparkan lagi, kerangka metodologinya dibangun dari tiga nalar yakni Nalar Qauli (tekstual), Nalar Kauni (empiris/sains), dan Nalar Falsafi (filosofis).

‎

‎"Dengan kolaborasi transdisipliner inilah, Hukum Islam akan mampu menjawab tantangan global secara utuh," jelas Prof Ansari.

‎

‎Sementara itu, Ketua Panitia Dr. Iwan Nasution mengatakan, International Conference adalah sebuah terobosan yang memadukan antara Ulama dan Akademisi. (Soni)

‎Sofyan Tan Sebut Fotografi Sebagai Arsip Visual Dan Cermin Identitas Bangsa Serta Media Kritik Sosial

Kamis, September 24, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Diikuti oleh fotografer dan jurnalis foto di Kota Medan, Kementerian Kebudayaan bersama Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan berkolaborasi dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan menggelar Semarak Budaya yang mengangkat tema 'Dalam Satu Bingkai Kebhinekaan, Ketika Fotografi Bercerita Tentang Indonesia' di Aula Gedung Anjungan Melayu, Jalan Setiabudi, Tanjung Rejo, Medan, Rabu (23/9/2026).

‎

‎Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menyebut fotografi memiliki peran penting dalam merekam keberagaman budaya sekaligus menjadi arsip visual sebagai cermin identitas bangsa.

‎

‎Sofyan Tan mengatakan lagi, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sambung Sofyan Tan. Indonesia memiliki sekitar 1.340 suku bangsa dan hingga 729 bahasa daerah.

‎

‎Sofyan Tan menjelaskan lagi, Keberagaman itu tercermin dalam berbagai aspek kehidupan, mulai pakaian adat, tradisi, seni hingga kuliner. Karena itu, seluruh kekayaan tersebut perlu didokumentasikan agar menjadi arsip yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

‎

‎"Fotografi adalah arsip visual kebudayaan yang bisa merekam seluruh aktivitas kehidupan tradisi. Ia bukan sekadar ingatan, melainkan wujud nyata yang dapat merekam adat istiadat, busana, hingga gerak tari daerah,” ungkap Sofyan Tan.

‎

‎Selain sebagai rekam jejak sejarah, sambungnya lagi. Fotografi menurutnya memiliki fungsi sebagai cermin pembentuk identitas, sarana pendidikan dan diplomasi budaya, serta media kritik sosial.

‎

‎Ia mencontohkan, sebuah foto dapat menyampaikan pesan mengenai nilai kebersamaan dan pendidikan moral tanpa harus menggunakan banyak kata. Fotografi juga dapat merekam berbagai persoalan sosial, termasuk bencana dan isu keadilan sosial.

‎

‎Dari sisi kulinernya, Sofyan Tan membandingkan kekayaan kuliner Indonesia dengan negara lain seperti Thailand yang mengandalkan satu hidangan khas seperti Tom Yum.

‎

‎Untuk itu, menurutnya kekayaan dari beragamnya budaya nusantara dari kuliner Indonesia yang memiliki ciri khas unik seperti nasi goreng dan ratusan jenis soto lainnya ini perlu direkam dalam wujud nyata sebagai arsip visual.

‎

‎"Fotografi adalah arsip visual kebudayaan yang bisa merekam seluruh aktivitas kehidupan tradisi. Ia bukan sekadar ingatan, melainkan wujud nyata yang dapat merekam adat istiadat, busana, hingga gerak tari daerah," ujar Legislator dari Dapil Sumut 1 itu.

‎

‎Sofyan Tan menambahkan lagi. Sebuah foto dapat menyampaikan pesan pendidikan moral dan nilai kebersamaan antar-suku tanpa perlu banyak kata dan bahkan melalui bidikan momen bencana atau keadilan sosial, fotografi mampu menjadi sarana kritik konstruktif.

‎

‎Sofyan Tan juga mengingatkan pelaku fotografi agar menghadapi tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia pun menyebutkan sekitar 83 persen fotografer kini telah memanfaatkan AI dalam berkarya.

‎

‎Perkembangan AI tidak hanya berdampak pada dunia fotografi, tetapi juga berbagai profesi lain, termasuk dokter dan akademisi, terutama terkait persoalan etika dan plagiarisme.

‎

‎Berkaitan hal itu, Sofyan Tan meminta fotografer tetap mempertahankan keaslian dan sentuhan manusia dalam setiap karya.

‎

‎“Teknologi AI tidak memiliki perasaan, sedangkan manusia memilikinya. Saat seorang fotografer membidik objek, seluruh perasaannya mengalir ke sana. Walaupun bidikan foto hanya berlangsung satu detik, ia mampu meninggalkan kesan sepanjang zaman dan bahkan mempengaruhi kebijakan satu negara,” tegas Sofyan Tan.

‎

‎Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PFI Medan Risky Cahyadi, fotografer senior Dr Irsan Mulyadi M.I.Kom, Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting dan Padapotan Tamba.

‎

‎Menanggapi hal tersebut, Fotografer Senior Dr Irsan Mulyadi M.I.Kom yang menjadi narasumber dalam acara tersebut memetakan kembali fungsi fotografi, baik jurnalistik maupun dokumenter dan sekaligus memetakan peran AI semata sebagai alat bantu (tool). 

‎

‎Irsan juga menyoroti adaptasi digital dengan membagi masyarakat ke dalam kelompok digital native dan digital immigrant. Ia menegaskan bahwa digital immigrant harus mau beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan prosedur digitalisasi saat ini, seperti penggunaan transaksi QRIS dalam kehidupan sehari-hari.

‎

‎Irsan mengatakan bahwa percepatan ilmu dan teknologi saat ini telah melampaui komputerisasi biasa dan menyentuh ranah kuantum.

‎

‎"Percepatan ilmu hari ini sudah sampai pada capaian kuantum, tidak hanya komputerisasi. Di sinilah pentingnya memetakan AI sebagai alat bantu.

‎

‎Sementara itu, Ketua PFI Medan Risky Cahyadi mengapresiasi dukungan dari para narasumber dan berharap kegiatan ini dapat terus memotivasi para pewarta foto untuk tetap konsisten menjalankan peran sebagai saksi fakta yang jujur, beretika, serta berwawasan global demi melestarikan budaya bangsa. (Soni)

‎Ketua PW MIO Indonesia Sumut Dan Ketua PD MIO Karo Besuk KaBid Humas Di RS Advent

Senin, September 21, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Ketua PW MIO Indonesia Sumatera Utara (Sumut) Fajar Trihatya SE, bersama Ketua PD MIO Indonesia Kabupaten Karo Jan Warista Ginting, mengunjungi Ketua Bidang Humas (KaBid) MIO Sumut, Joe Sidjabat, yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Advent Medan, Minggu (20/9/2026). 

‎

‎Kunjungan yang berlangsung hangat  penuh keakraban ini juga merupakan bentuk dukungan moril kepada KaBid Humas PW MIO Indonesia Sumut Joe Sidjabat agar semangat dan bersabar dalam menghadapi sakit.

‎

‎Fajar Trihatya menyampaikan motivasi semangat dan doa agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi proses penyembuhan. 

‎

‎“Setiap penyakit ada obatnya. Doa dan kesabaran penting, semoga Joe segera pulih dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala,” ujar Fajar kepada Joe sebagai bentuk dukungan.

‎

‎Hal senada juga disampaikan, Jan Warista Ginting. ia menambahkan bahwa kunjungan itu bertujuan untuk memberikan semangat serta memastikan bahwa kebutuhan Joe terpenuhi selama masa perawatan.


Kedua pimpinan organisasi juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi mental selama dirawat agar proses pemulihan berjalan lancar.

‎

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW MIO Sumut memberi pesan kepada Joe dan anggota pengurus lainnya untuk tetap bersyukur dan menjaga sikap positif meski berada di lingkungan rumah sakit. 

‎

‎"Dimanapun berada harus tetap senang hati dan tetap merasakan bahagia. Sebab apapun itu sakit yang kita rasakan pasti ada obatnya untuk menyembuhkannya," ungkap Fajar lagi.

‎

‎Kunjungan ini mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan rekan-rekan pengurus yang menilai langkah tersebut sebagai simbol kuatnya kebersamaan organisasi di tengah tantangan pribadi anggotanya. 

‎

‎Joe Sidjabat, yang menerima kunjungan dengan senyum, senang dan rasa terharu, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan doa dari seluruh pengurus MIO Sumut.

‎

‎Organisasi MIO Sumut menyatakan akan terus memantau perkembangan kesehatan Joe dan siap memberikan dukungan semangat dan kebersamaan hingga proses pemulihan Joe Sidjabat selesai. (rel/soni)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi