SKM Ungkap Mayoritas Pasien Puas dengan Layanan RSUD Pirngadi

Jumat, Juni 12, 2026

MEDAN (patimpus.com) – Pelayanan di RSUD Dr Pirngadi Medan mendapat penilaian positif dari masyarakat. Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dilakukan selama Mei 2026 menunjukkan indeks kepuasan mencapai 85,29 atau masuk kategori baik. 


Capaian tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan dan kepuasan pasien serta keluarga pasien terhadap layanan yang diberikan rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut. 


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan, Mardohar Tambunan, mengatakan hasil survei itu menunjukkan mayoritas masyarakat merasa puas terhadap pelayanan yang diterima selama menjalani pengobatan maupun perawatan. 


“Nilai 85,29 masuk kategori baik. Artinya masyarakat secara umum puas terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit,” ujar Mardohar dalam keterangannya, Jumat, 12 Juni 2026.


Menurut Mardohar, hasil survei juga menunjukkan petugas dinilai cukup responsif dalam memberikan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan. Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi agar kualitas pelayanan dapat meningkat ke kategori sangat baik. 


Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain kelengkapan sarana dan prasarana, percepatan waktu tunggu pasien, serta peningkatan efektivitas penanganan pengaduan dan keluhan masyarakat. 


“Fokus perbaikan kami diarahkan pada kecepatan pelayanan, komunikasi petugas kepada pasien, dan kenyamanan fasilitas rumah sakit,” katanya.

Ia menegaskan hasil survei tersebut tidak hanya menjadi tolok ukur keberhasilan pelayanan yang telah berjalan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. 


"Hasil survei ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi bahan evaluasi bagi kami. Pelayanan yang sudah baik akan dipertahankan, sementara yang masih kurang akan terus diperbaiki agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin optimal," tegasnya.


Dengan capaian tersebut, RSUD Dr Pirngadi berkomitmen mempertahankan kualitas layanan yang sudah dinilai baik oleh masyarakat sekaligus mendorong berbagai pembenahan guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi warga Kota Medan. 


Berdasarkan dokumen SKM Mei 2026, indeks kepuasan masyarakat RSUD Dr Pirngadi tercatat sebesar 3,412 yang dikonversi menjadi nilai 85,29 dengan mutu pelayanan kategori B atau Baik. (don)

Dinkes Medan Dukung Penanganan Tuberculosis Bagi Pasien JKN

Kamis, Juni 11, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan melakukan pertemuan dengan jajaran kesehatan dalam mendukung penanganan Tuberculosis (TB) dan jaminan akses pelayanan kesehatan peserta JKN, sehingga diperlukan kerjasama fasilitas kesehatan dengan BPJS Kesehatan. 

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, drg Henny Savitri MKM, menegaskan, TB masih jadi masalah kesehatan masyarakat dan butuh penanganan terpadu maupun berkesinambungan.

"Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan pelayanan TB diberikan sesuai standar, terlapor dan terjamin pembiayaannya," ujarnya saat ditemui di Aula Dinkes Medan, Kamis (11/6/2026).

Dijelaskan Henny, komitmen percepatan penanggulangan TB Medan mengacu pada Peraturan Presiden No 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TB dan Peraturan Walikota Medan No 27 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TB.

Dinkes Medan berharap kerja sama yang terjalin mempererat pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, lintas program dan sektor agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang optimal.

"Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan inovasi, tingkatkan efisiensi, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas dengan komitmen dan komunikasi yang baik," katanya. 

Terpisah, Kabag Penjaminan Manfaat dan Utilisasi BPJS Kesehatan Cabang Medan, dr Rina Afrida memberitahukan, terdapat empat bagian dari standarisasi penjaminan kasus TB.

"Pertama pelayanan kesehatan peserta JKN dengan TB termasuk TB Resistan Obat (RO) dan HIV-AIDS dijamin sebagaimana pelayanan kesehatan lainnya dalam benefit peserta JKN," tuturnya. 

Poin kedua, rujukan berjenjang terintegrasi seperti FKTP dan FKTRL yang menemukan kasus TB RO, merujuk ke FKTRL Pusat Rujukan/Sub Rujukan TB RO untuk kemudian merujuk balik untuk tata laksana FKTRL/FKTP satelit TB RO.

Selanjutnya yang ketiga peran FKTRL atau FKTRL Pusat Rujukan/Sub Rujukan TB RO adalah untuk penegakan diagnosis dan komplikasi atau merawat sampai kondisi stabil untuk rujuk balik.

"Terakhir yang keempat yaitu keberlanjutan pengobatan memastikan agar peserta JKN dengan TB termasuk juga TB RO dan HIV-AIDS memakai obat dari program," ujarnya. 

Selain itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Shereivia Faradillah MKM melalui Ketua Tim Kerja Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PM-PL), Edy Yusuf beritahu hasil pertemuan tersebut.

"Kita mendapat masukan dan informasi dari BPJS Kesehatan terkait dengan pelayanan TB yang bisa diklaim di BPJS Kesehatan, kemudian untuk pelaksanaan pengendalian TB tadi ada beberapa kendala juga," katanya.

Dijelaskan Edy, salah satu kendala diantaranya yaitu pemeriksaan Tes Cepat Molekul (TCM) dari fasilitas kesehatan satelit, ke fasilitas kesehatan TCM yang tentu membutuhkan adanya biaya transportasi.

"Tindaklanjutnya akan kita diskusikan dengan bagian perencanaan Dinkes Kota Medan, dari mana sumber transportasi itu bisa kita anggarkan agar ke depannya pelaksanaan program TB bisa lebih lancar terlaksananya," tuturnya. 

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah perwakilan rumah sakit dari Kota Medan, perwakilan pihak puskesmas, klinik, Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dan lainnya. (don)

‎Tiba Di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter 8 Menangis Haru Dijemput Keluarga

Kamis, Juni 11, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) - Rasa haru penuh syukur terlihat dari wajah jama'ah haji Kloter 8 yang telah selesai menunaikan ibadah haji di tanah suci dan mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang (KNIA) pada Rabu (10/6/2026) pukul 16.30 WIB.

‎Dari Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, sebanyak 359 jamaah dan petugas haji menaiki Pesawat Garuda Indonesia GIA 3408 tiba di Asrama Haji Debarkasi Medan pada pukul 19.05 WIB, disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji (Kemenhaj) Sumatera Utara (Sumut), Zulkifli Sitorus, Anggota DPRD Sumut, Sugiatik, Kakan Kemenhaj Kota Medan Bambang Irawan Hutasuhut dan Kakan Kemenhaj Sergai, Hasan Basri.

‎Rombongan jamaah haji Kloter 8 terdiri dari 191 jamaah asal Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), 160 jamaah Kota Medan, dan 2 jamaah asal Kabupaten Asahan bersama 6 petugas haji daerah dan pusat.

‎Informasi yang diterima awak media dari Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kanwil Kemenhaj Sumut, terdapat seorang jamaah haji Tanazul Keluar (Pemulangan lebih cepat, tidak ikut rombongan Kloter 8 karena sakit dan dirawat di RS. Arab Saudi-red) atas nama Basro Nasution nomor manifes 324 berangkat dari Kloter 5 nomor manifes 146. 

‎Selain Tanazul Keluar, terdapat juga dua jamaah haji Tanazul Masuk (Jamaah Haji dari Kloter lain yang diizinkan terbang setelah masa perawatan selesai-red) dari Kloter 11 dan 16 ikut rombongan Kloter 8 atas nama Lukman Nurhakim dan Zulkifli Lubis.

‎Sementara itu, dikabarkan juga terdapat satu jamaah haji di kloter 8 wafat di tanah suci atas nama Kasiani Sigito Tarmidi asal Kota Medan. Almarhumah wafat di usia 69 tahun pada 10 Mei 2026 pukul 00:44 di RS King Abdul Aziz Mekkah dimakamkan di Saraya, Suhada Al Haram.

‎Penyambutan jamaah haji Kloter 8 ini ditandai dengan pengalungan kain selempang oleh anggota Komisi A DPRD Sumut, Sugiatik, kepada ketua dan dokter kloter.

‎Kepala Kanwil Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus dalam sambutannya berharap jamaah haji yang tiba di tanah air dapat menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat. 

‎"Jadilah teladan yang baik. Semoga bapak ibu meraih predikat haji mabrur. Amin," tuturnya.

‎Salah satu jamaah haji Kloter 8 asal Kota Medan, Haidil Syahputra mengungkapkan rasa syukurnya atas kepulangannya dengan selamat ke tanah air usai menunaikan ibadah haji.

‎Saat dijemput keluarga, Haidil Syahputra Owner Putra Optikal di Banda Aceh menggantikan sang ayah menemani ibundanya menunaikan ibadah haji ini, melepaskan tangis haru penuh kerinduannya sembari bersyukur.

‎"Alhamdulillah... Alhamdulillah... Bisa kembali bertemu keluarga dengan sehat dan selamat usai menunaikan ibadah haji. Saya menggantikan ayah yang wafat beberapa tahun kemaren, dan menemani mamak menjalankan ibadah haji tahun ini, saya dan mamak sangat bersyukur kami bisa menunaikan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Medan dengan sehat dan selamat," ungkap syukur Haidil Syahputra didampingi ibunda dan keluarganya.

‎Pantauan awak media, suasana haru penuh rindu mewarnai penjemputan para jamaah haji oleh keluarga. Diluar Aula Madinatul Hujjaj, terlihat kepulangan jamaah haji Kloter 8 asal Kota Medan dijemput oleh keluarga masing-masing dengan kendaraan pribadi, sedangkan jamaah haji asal Sergai disiapkan bus dari pemerintah daerah. (Soni)

Perawatan/Perbaikan JDU 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di Jalan Purwo Gang Family Delitua Berdampak di Sejumlah Wilayah

Senin, Juni 08, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 1.000 mm milik Perumda Tirtanadi di kawasan Jalan Purwo Gang Family Deltua Kab. Deli Serdang akan dilakukan perawatan/perbaikan akibat adanya kebocoran pipa.

"Pekerjaan perawatan tersebut mengakibatkan terganggunya distribusi air bersih ke sejumlah wilayah pelanggan yang selama ini dilayani melalui jaringan pipa utama tersebut," kata Lokot Parlindungan Siregar selaku Kabid. Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi, kepada wartawan, Senin (08/6/2026) malam.

Disebutkannya, tim teknis telah diturunkan ke lokasi sejak kebocoran terdeteksi untuk melakukan penanganan darurat. Menurut Lokot, proses perbaikan dilakukan dengan menutup aliran air pada jaringan yang terdampak guna memudahkan pekerjaan dan mencegah kebocoran semakin meluas.

Sedangkan masa perbaikan, ungkap Lokot memakan waktu terhitung tanggal 09 Juni 2026 mulai jam 20.00 WIB s.d selesai.

Lokot juga menjelaskan, bahwa selama perbaikan akan berdampak gangguan pasokan air bersih ke beberapa kawasan mengalami penurunan tekanan bahkan terhenti sementara. Wilayah yang terdampak antara lain sejumlah kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat yang bergantung pada suplai air dari jalur pipa transmisi tersebut.

Perumda Tirtanadi menghimbau pelanggan untuk melakukan penampungan dan penghematan penggunaan air selama proses perbaikan berlangsung. Masyarakat juga diminta menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi hingga distribusi kembali normal. 

"Selain itu, Tirtanadi berupaya meminimalkan dampak gangguan dengan mempercepat pekerjaan di lapangan," ujar Kabid. Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi ini.

Lokot pun mengatakan, permohonan maaf atas peristiwa tersebut. 

"Saya atas nama Manajemen Perumda Tirtanadi menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kita menargetkan proses perbaikan dapat diselesaikan secepat mungkin sehingga distribusi air bersih ke wilayah terdampak dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, dan Tirtanadi akan menyiapkan layanan mobil tangki air bagi masyarakat pelanggan yang membutuhkan.

Adapun wilayah yang terdampak selama pekerjaan perawatan ini antara lain :

Wilayah Pelayanan Cabang Deli Tua, Cabang Medan Kota, Cabang Medan Denai, Cabang HM Yamin dan Cabang Tuasan Sekitarnya. 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Call Center 0811 601 5000 atau Cabang Perumda Tirtanadi terdekat. (don)

Kepala IPA Delitua Tirtanadi Bantah Isu Pengolahan Bahan Kimia Tidak Sesuai Standar

Minggu, Juni 07, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Diisukan pengolahan bahan kimia yang tidak standar serta biaya perawatan bak pemancar dipersoalkan pada salah satu media online, Kepala Instalasi Pengolahan Air (Ka.IPA) Delitua Perumda Tirtanadi Azanil Putra angkat bicara.

"Tube settler setiap clarifier memiliki 16 sel kesemuanya berjalan normal," kata Azanil Putra Ka.IPA Delitua Perumda Tirtanadi ketika dihubungi melalui telepon selularnya Sabtu (6/6/2026).

Dikatakan Azanil adapun kegunaan clarifier itu sendiri adalah untuk menangkap flok - flok ataupun partikel-partikel lumpur yang melayang.

"Jadi gak benar itu bang yang diisukan tidak standar kesemuanya masih berjalan secara normal dan sesuai standar," tegas Azanil Putra.

Dilanjutkan Azanil Putra diakuinya bahwa kondisi tube settler yang ada saat ini diperlukan perawatan ekstra namun masih dapat digunakan serta dilakukan perbaikan secara kontinyu, sehingga seluruh kegiatan pengolahan air di IPA Delitua tetap berjalan normal dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang standar, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 2 tahun 2003.

Menurutnya di IPA Delitua kapasitas terpasang produksi 1400 liter/detik, dengan cakupan layanan Cabang Delitua, Cabang Medan Kota, Cabang HM Yamin, Cabang Medan Denai dan Cabang Tuasan.

"Air ini kan dipergunakan untuk hajat hidup orang banyak mana mungkin kami dalam pengelolaannya tidak sesuai standar," tegas Azanil.

Sementara Ka. IPA Sibolangit Subhandi ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa pengolahan air di IPA Sibolangit seperti pemancar lau kaban sudah terpasang springkel dengan baik yang kegunaannya untuk menangkap oksigen XN untuk menaikkan PH.

"Springkel itu sudah terpasang dengan baik untuk menangkap oksigen XN sehingga PHnya naik," ujar Subhandi.

Selain itu kata Subhandi pipa yang untuk mengalirkan bahan kimia soda ash dan kaporit akan dilakukan penutup pipa serta dibersihkan pada tiap 3 bulan sekali.

Dikatakan Subhandi di IPA Sibolangit pemeriksaan kualitas air menggunakan turbidity meter pada tiap 1 jam sekali.

"Kualitas air di IPA Sibolangit diperiksa menggunakan turbidity meter setiap 1 jam sekali sehingga sesuai Permenkes No 2 tahun 2003," kata Subhandi.
Subhandi memastikan air yang keluar dari IPA Sibolangit pengolahannya sudah sesuai standar sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakannya. (don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum