Kapolri ‎Isi Kuliah Umum Di Depan 6.027 Mahasiswa Baru UMSU, Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan

Senin, September 28, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Sebanyak 6027 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti PKKMB Kolosal Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung khidmat, meriah dan penuh semangat kebangsaan di Kampus Utama Jalan Kapten Mukhtar Basri Medan, Senin (28/9/2026).

‎

‎PKKMB Kolosal tahun ini menjadi yang terbesar dan paling istimewa. Pasalnya, hadir langsung dua tokoh nasional : Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir,M.Si dan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo,M.Si yang memberikan Kuliah Umum Kebangsaan.

‎

‎Turut hadir Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, SE., MM, Wali Kota Medan Rico Waas, Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan, serta tuan rumah Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim,M.Pd beserta ribuan civitas akademika.

‎

‎*Haedar Nashir : Terima Kasih Polri Dukung Muktamar ke-49 di Sumut*

‎

‎Dalam orasi kebangsaannya, Haedar Nashir menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah dan Polri atas dukungan penuh terhadap Persyarikatan Muhammadiyah, termasuk persiapan pembangunan Gedung Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Sumatera Utara.

‎

‎“Dukungan ini adalah komitmen bersama untuk mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. Muhammadiyah akan terus hadir berkontribusi membangun peradaban Indonesia yang berkemajuan,” ujar Haedar disambut tepuk tangan ribuan maba.

‎

‎Kepada 6.027 mahasiswa baru, Haedar berpesan agar bangga menyandang almamater UMSU. Menurutnya, kuliah bukan sekadar mengejar IPK tinggi.

‎

‎“Kuliah bukan hanya soal akademik, tapi proses belajar kehidupan. Di sinilah kalian ditempa membangun akhlak, karakter, kedewasaan, dan belajar menghargai keberagaman,” tegasnya.

‎

‎Kuliah Umum Kapolri : Bonus Demografi dan Bahaya Hoaks

‎

‎Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampil memukau saat menyampaikan kuliah umum. Di hadapan ribuan mahasiswa, Kapolri menekankan bahwa mahasiswa UMSU adalah calon pemimpin di era bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

‎

‎“Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan ijazah formal. Harus punya karakter kuat, adaptif terhadap perubahan, dan menjadikan keberagaman Indonesia sebagai kekuatan, bukan kelemahan,” kata Sigit.

‎

‎Orang nomor satu di Polri itu juga mengingatkan tantangan berat generasi Z saat ini: gempuran teknologi Artificial Intelligence (AI), kejahatan siber, narkoba, dan banjir informasi hoaks di media sosial.

‎

‎“Jangan hanya jadi pengguna teknologi. Jadilah agen perubahan yang memberikan edukasi dan pengaruh positif bagi masyarakat. Saring sebelum sharing, dan kuasai literasi digital,” pesan Kapolri.

‎

‎PKKMB Kolosal UMSU 2025 ini ditutup dengan yel-yel penyemangat 6.027 mahasiswa baru yang siap menjadi generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berkarakter. (rel/soni)

Kacab BPJS Kesehatan Medan Butuh Media Untuk Salurkan Informasi Program JKN Ke Masyarakat Luas

Senin, September 28, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Peran media tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terutama melalui pemberitaan yang akurat mengenai hak, kewajiban, serta perkembangan layanan kesehatan.


Hal itu terungkap dalam Media Workshop bertajuk “Peran Media dalam Optimalisasi Program JKN” yang digelar BPJS Kesehatan Cabang Medan, Senin (28/9/2026). 


Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembaruan informasi bagi wartawan sekaligus membahas standar pelayanan informasi publik.


Kepala Cabang BPJS Kesehatan Medan, Yasmine Ramadhana Harahap, mengatakan kolaborasi dengan media dibutuhkan agar informasi mengenai Program JKN dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan memberikan pemahaman yang benar.


“Memang kita mengharapkan peran media untuk bisa memberitakan tentang program JKN dalam rangka optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional. Kegiatan ini rutin kita laksanakan untuk meng-update informasi terbaru terkait program JKN,” ujar Yasmine.


Menurutnya, workshop kali ini memiliki pembahasan tambahan karena BPJS Kesehatan menghadirkan Ketua Divisi Advokasi, Sosialisasi dan Advokasi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, Dedy Ardiansyah, untuk memberikan pemahaman mengenai standar pelayanan informasi publik.


Yasmine menilai pemahaman tersebut penting bagi wartawan karena berkaitan dengan batasan informasi yang dapat diperoleh dan dipublikasikan, termasuk bagaimana memperoleh informasi dari badan publik.


“Selain silaturahmi, tujuan kita juga menambah ilmu dan menginformasikan hal-hal terbaru terkait program JKN. Kami berharap media dapat membantu mengedukasi masyarakat dan memberikan informasi yang benar tentang program JKN,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Yasmine turut menyinggung tingginya pemanfaatan layanan kesehatan dalam sekitar tiga pekan terakhir. Kondisi itu, menurut dia, terlihat dari kepadatan sejumlah instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit di Kota Medan dan sekitarnya.


Ia mengatakan peningkatan kasus influenza menjadi salah satu faktor yang ikut berkontribusi terhadap kepadatan layanan kesehatan. Namun, Yasmine menegaskan bahwa informasi kesiapsiagaan yang diterima BPJS Kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara belum menyatakan kondisi tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.


“Kami sudah menerima surat dari Dinkes Provinsi pada 22 September. Surat itu sifatnya kesiapsiagaan karena ada peningkatan kasus di Medan dan Deli Serdang, tetapi belum menyatakan bahwa ini adalah KLB,” jelasnya.


Yasmine mengatakan pihaknya juga melakukan pemantauan ke sejumlah rumah sakit. Dalam pemantauan tersebut, kondisi IGD di beberapa rumah sakit memang terlihat padat, termasuk Rumah Sakit Haji Medan pada Jumat sebelumnya.


“Memang saat ini rumah sakit kita ada yang penuh. Saya minggu lalu juga berkeliling ke beberapa rumah sakit dan melihat IGD penuh. Terakhir hari Jumat, Rumah Sakit Haji juga penuh sekali,” katanya.


Meski demikian, Yasmine memastikan BPJS Kesehatan terus berkomunikasi dengan rumah sakit melalui pemantauan layanan agar kepadatan tersebut tidak mengganggu pelayanan peserta JKN secara keseluruhan.


Menurutnya, rumah sakit juga melakukan pemilahan terhadap pasien berdasarkan kondisi medis. Pasien yang membutuhkan perawatan akan tetap ditangani, sementara pasien yang setelah observasi dinilai dapat pulang diharapkan tidak perlu menempati ruang perawatan.


“Kami tetap memantau melalui BPJS Satu dan sudah berkomunikasi dengan rumah sakit supaya kondisi ini tidak mengganggu pelayanan peserta JKN secara umum. Harapannya kondisi ini cepat teratasi, tidak ada lagi penumpukan pasien di IGD, tetapi pasien tetap bisa ditangani,” ujarnya.


Yasmine juga meminta masyarakat dan media melihat kondisi kepadatan rumah sakit secara proporsional. Kepadatan IGD dalam beberapa pekan terakhir, menurutnya, merupakan kondisi yang sedang ditangani bersama dan tidak serta-merta menunjukkan terjadinya KLB.


Sementara itu, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan, Ikhwal Maulana, memaparkan perkembangan Program JKN secara nasional.


Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, jumlah peserta JKN telah mencapai sekitar 284,51 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia.


Ikhwal mengatakan capaian tersebut menunjukkan luasnya cakupan kepesertaan JKN. Di tingkat daerah, sebanyak 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC).


Ia menjelaskan UHC bukanlah program baru, melainkan kondisi ketika cakupan kepesertaan JKN di suatu daerah telah memenuhi ambang tertentu.


“UHC itu bukan program, tetapi kondisi. Suatu daerah dikatakan UHC apabila minimal 98 persen penduduknya sudah terdaftar sebagai peserta JKN,” jelas Ikhwal.


Adapun status UHC Prioritas, lanjutnya, memiliki ketentuan tambahan terkait tingkat keaktifan peserta. Dengan kondisi tersebut, peserta yang memenuhi kriteria dapat memperoleh akses kepesertaan tanpa harus menunggu masa aktivasi sebagaimana berlaku pada daerah yang belum mencapai status tersebut.


Dari sisi jejaring pelayanan, BPJS Kesehatan secara nasional telah bekerja sama dengan lebih dari 23.000 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), sekitar 3.800 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan, serta lebih dari 6.600 apotek.


Untuk pembiayaan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan mencatat realisasi biaya pelayanan kesehatan sepanjang 2025 mencapai Rp190,3 triliun. Sementara hingga April 2026, realisasinya telah mencapai Rp65,3 triliun.


Ikhwal mengatakan angka tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus dikelola dalam penyelenggaraan JKN.

Ikhwal juga menekankan komitmen BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan melalui Janji Layanan JKN, yang mengedepankan tiga prinsip, yakni mudah, cepat dan setara.


Prinsip mudah berarti peserta memperoleh akses pelayanan tanpa dibebani persyaratan administratif yang tidak diperlukan. Sementara cepat berkaitan dengan kemudahan proses layanan dan antrean, sedangkan setara menegaskan bahwa peserta JKN tidak boleh mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan pasien umum maupun pasien asuransi.


“Janji layanan itu ada tiga, yaitu mudah, cepat, setara,” ujarnya.


Sejumlah perbaikan yang didorong bersama fasilitas kesehatan antara lain menghilangkan persyaratan fotokopi berkas yang tidak diperlukan, menggunakan NIK sebagai identitas tunggal, memastikan tidak ada pembatasan hari rawat yang tidak sesuai ketentuan, menghilangkan diskriminasi pelayanan, serta mencegah adanya iur biaya yang tidak semestinya.


Ikhwal menegaskan media mempunyai posisi strategis dalam mengawasi sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai hak dan kewajiban peserta JKN.


“Kami harapkan media dapat memberikan informasi yang akurat terkait hak dan kewajiban peserta serta regulasi. Media juga bisa menjadi salah satu kanal penerima keluhan peserta,” katanya.


Menurutnya, pemberitaan media dapat menjadi jembatan antara masyarakat, BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan ketika ditemukan persoalan pelayanan.


Sementara itu, Ketua Divisi Advokasi, Sosialisasi dan Advokasi Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara, Dedy Ardiansyah, dalam paparannya menjelaskan mekanisme permohonan informasi publik berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


Dedy mengatakan setiap badan publik wajib memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai bagian dari mekanisme pelayanan informasi publik.


Ia juga mengingatkan wartawan untuk membedakan antara konfirmasi jurnalistik dan permohonan informasi publik.


“Konfirmasi itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, sementara permohonan informasi merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008,” ujarnya.


Menurut Dedy, perbedaan jalur tersebut berpengaruh terhadap waktu memperoleh informasi. Dalam mekanisme permohonan informasi publik, terdapat tahapan dan batas waktu yang harus dilalui, sehingga tidak selalu sesuai dengan kebutuhan kerja jurnalistik yang membutuhkan respons cepat.


Ia menjelaskan permohonan informasi pada tahap awal memiliki waktu tanggapan 10 hari kerja, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 7 hari kerja sesuai mekanisme yang berlaku. Apabila pemohon mengajukan keberatan atas jawaban badan publik, terdapat tahapan berikutnya yang memiliki batas waktu tersendiri.


Karena itu, Dedy menyarankan wartawan memahami mekanisme yang digunakan sesuai kebutuhan informasi, termasuk membedakan kebutuhan konfirmasi pemberitaan dengan permohonan informasi publik formal.


Dedy kemudian memaparkan empat kategori informasi publik, yakni informasi berkala, informasi serta-merta, informasi yang tersedia setiap saat, dan informasi yang dikecualikan.


Informasi berkala, antara lain, mencakup gambaran umum badan publik, profil, struktur organisasi, kinerja serta informasi tertentu mengenai realisasi anggaran dan kegiatan. Informasi tersebut harus diperbarui sesuai periode yang ditentukan dalam ketentuan keterbukaan informasi publik.


Sementara informasi serta-merta berkaitan dengan informasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan kondisi yang membutuhkan penyampaian segera kepada masyarakat.


Dalam konteks pelayanan kesehatan, Dedy mencontohkan informasi mengenai peningkatan kondisi penyakit atau situasi kesehatan tertentu yang berdampak terhadap masyarakat luas sebagai jenis informasi yang perlu mendapatkan perhatian dalam keterbukaan informasi.

Namun, keterbukaan informasi tetap memiliki batas. Dedy menegaskan tidak seluruh data dapat diberikan kepada publik, terutama informasi yang menyangkut data pribadi dan kerahasiaan medis pasien.


“Untuk BPJS, yang tidak bisa kita minta langsung adalah terkait perlindungan data pribadi. Kita tidak bisa meminta rekam medis pasien, alamat pasien, NIK pasien atau data pribadi lainnya secara sembarangan,” katanya.


Ia menjelaskan perlindungan tersebut berkaitan dengan sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk regulasi mengenai perlindungan data pribadi dan kerahasiaan medis.


Dedy juga menjelaskan bahwa permohonan informasi harus memperhatikan kedudukan hukum pemohon atau legal standing. Untuk pemohon perseorangan, misalnya, identitas menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Sementara badan hukum perlu menunjukkan dokumen legalitas yang relevan.


Menurutnya, pemahaman terhadap legal standing diperlukan agar badan publik dapat memastikan permohonan informasi diajukan oleh pihak yang memiliki kedudukan dan kepentingan yang jelas.


Di sisi lain, media tetap memiliki ruang yang kuat untuk memperoleh informasi publik sepanjang menggunakan jalur dan mekanisme yang tepat.


Workshop tersebut mempertemukan dua kepentingan yang saling berkaitan yakni kebutuhan BPJS Kesehatan untuk menyampaikan informasi program JKN secara lebih luas dan kebutuhan media memperoleh informasi yang akurat untuk kepentingan publik.


Yasmine menegaskan kolaborasi tersebut dibutuhkan karena sosialisasi yang dilakukan BPJS Kesehatan belum tentu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


“Kami sangat meminta bantuan Bapak-Ibu media untuk bisa menyosialisasikan program ini dengan lebih masif lagi, sehingga masyarakat mendapat informasi yang benar tentang program JKN,” ujar Yasmine. (don)

Kebut Proyek PSEL, Pemko Medan Pastikan Kesiapan Lahan Sesuai Kriteria Pusat

Sabtu, September 26, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Pemko Medan menegaskan komitmen penuh dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan penyediaan lahan yang saat ini memasuki tahap teknis pematangan.


Komitmen ini disampaikan oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fachrurrazi, saat mewakili Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Diskusi Teknis Rencana Pematangan Lahan PSEL di Balai Kota, Sabtu (26/9/2026).


Turut hadir dalam rapat itu, Asisten Deputy Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan RI Rofi Al Hanif, Director Of Technical dan Operations Danantara Dimas Adi Wibowo, serta para pimpinan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.


Dalam rapat itu, Erfin menekankan bahwa pengolahan sampah merupakan urusan wajib pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemko Medan siap bergerak cepat agar pelaksanaan groundbreaking dapat terealisasi sesuai timeline yang ditargetkan pada awal Januari mendatang.


"Sejak awal, Bapak Wali Kota berulang kali mengingatkan kami untuk memberikan perhatian penuh pada proyek ini. Kami di Pemko Medan sudah menyiapkan pembiayaan dan ketersediaan lahannya. Fokus utama kami adalah memastikan Pemko Medan benar-benar siap mendukung penuh saat groundbreaking nanti," ujar Erfin.


Meski demikian, Erfin menggarisbawahi pentingnya kecermatan dalam aspek teknis pematangan lahan agar seluruh spesifikasi dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dapat terpenuhi dengan sempurna. 


"Kami terus berkoordinasi supaya aspek-aspek spesifikasi dari pematangan lahan ini sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan pemerintah pusat," kata Erfin.


Melalui diskusi teknis ini, Erfin berharap dapat melahirkan rumusan dan keputusan bersama demi menjamin keberhasilan proyek strategis energi bersih ini di Kota Medan. (rel/don)

‎Perkuat Program Future Ready, XLSMART Dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready

Sabtu, September 26, 2026


‎JAKARTA (patimpus.com) - Ditengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.

‎

‎Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.

‎

‎Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan 'Skill Ready – Career Ready – Future Ready'. 

‎

‎Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.

‎

‎Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.

‎

‎Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan.

‎

‎“Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.” jelas Reza Z. Mirza.

‎

‎“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.

‎

‎Dari Pelatihan Hingga Pekerjaan

‎

‎Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.

‎

‎Program ini dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.

‎

‎Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.

‎

‎Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.

‎

‎Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.

‎

‎Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

‎

‎850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra

‎

‎Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.

‎

‎Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.

‎

‎Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.

‎

‎Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.

‎

‎Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta

‎

‎Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.

‎

‎Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

‎

‎Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi.


Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.

‎

‎Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.

‎

‎Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.

‎

‎Informasi mengenai program dan materi pembelajaran XLSMART Future Ready dapat diakses melalui futureready.xlsmart.co.id. (rel/soni)

‎Unimed Jadi Tuan Rumah Rakernas HAPPENMASI Ke 4 Tahun 2026

Sabtu, September 26, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan (UNIMED) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke 4 Himpunan Akademisi dan Program Studi Pendidikan Masyarakat Seluruh Indonesia (HAPPENMASI) Tahun 2026. 

‎

‎Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, di Hotel Grand Mercure Medan dan Digital Library UNIMED ini, mengangkat tema 'Transformasi Keilmuan Pendidikan Masyarakat Menuju Ekosistem PNFI yang Adaptif dan Berdaya saing.' 

‎

‎Rakernas diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya IKIP Siliwangi, Universitas Insan Cendekia Mandiri, Universitas Ibn Khaldun, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Pendidikan Mandalika, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Islam Nusantara, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Pattimura, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Sriwijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Palangka Raya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Jember, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Medan, serta Universitas Negeri Manado.

‎

‎Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNIMED, Prof Dr Zainuddin MSi dan turut dihadiri Ketua HAPPENMASI, para wakil dekan, Sekretaris Happenmasi, ketua dan sekretaris jurusan, serta delegasi program studi Pendidikan Masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia.

‎

‎Dalam sambutannya, Prof Dr Zainuddin MSi, menyampaikan Rakernas Happenmasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dan program studi Pendidikan Masyarakat di Indonesia.

‎

‎ “Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum nasional ini, kita berharap lahir berbagai gagasan, program, dan kerja sama yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Pendidikan Masyarakat. Sinergi antarpogram studi harus terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

‎

‎Sementara itu, Ketua Happenmasi, Prof Dr Uyu Wahyuddin MPd, menyampaikan, Rakernas merupakan forum strategis untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja Happenmasi kedepan dan diharapkan dapat menghasilkan rumusan program kerja yang konkret.

‎

‎“Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para akademisi untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengembangan program studi Pendidikan Masyarakat. Rakernas diharapkan dapat menghasilkan rumusan program kerja yang konkret, memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi, serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas lulusan," jelas Uyu Wahyuddin.

‎

‎"Melalui Rakernas Happenmasi ke-4, UNIMED turut menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan jejaring pendidikan tinggi nasional dan pengembangan Pendidikan Masyarakat yang adaptif, kolaboratif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.” tambahnya.

‎

‎Pada Rakernas ini juga mengundang Prof. Dr. Hafid Abbas (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta) sebagai Narasumber General Studium. 

‎

‎Pada kesempatan tersebut, Prof Hafid mengatakan pentingnya memikirkan bagaimana menciptakan dan memperluas peluang kerja bagi lulusan Pendidikan Masyarakat ke depan.

‎

‎“Kita perlu memikirkan bagaimana menciptakan dan memperluas peluang kerja bagi lulusan Pendidikan Masyarakat ke depan. Kompetensi yang dimiliki harus semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kami sangat berharap Happenmasi dapat menjadi wadah yang mampu memperkuat jejaring, melahirkan inovasi, serta mendorong kolaborasi antar perguruan tinggi agar lulusan Pendidikan Masyarakat semakin adaptif, profesional, dan memiliki ruang kontribusi yang lebih luas di tengah masyarakat,” ujarnya. (rel/Soni)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi