Ka SPI Perumda Tirtanadi Perdinan Ginting Bantah Berita Di Medsos Adanya Temuan BPK 170 Paket ‘Emergency’

Senin, Oktober 19, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Media Sosial (Medsos) yang seharusnya sebagai tempat menyampaikan edukasi bagi masyarakat untuk mendapatkan pencerahan pengetahuan secara singkat, maupun informasi yang akurat, telah disalahgunakan.


Kegunaan media sosial belakangan ini sangat disayangkan karena menjadi tempat hujatan dan informasi bohong, sehingga bagi masyarakat yang tidak melakukan cek and ricek akan mendapatkan informasi yang salah.


Seperti yang dilakukan akun Instagram Medan TKP yang membuat rilis berita yang berjudul "Temuan BPK di Tirtanadi Adanya 170 Paket Emergency Senilai Rp 25.34 Miliar, Kejati Sumut Diminta Telusuri". 


Hal itu telah meresahkan publik dan mendapat bantahan dari Kepala Satuan Pengawas Intern (Ka. SPI) Perumda Tirtanadi, Perdinan Ginting SH MH.


"Berita hoax itu," tegas Perdinan Ginting, Ka. SPI Perumda Tirtanadi kepada wartawan melalui telepon selularnya, Senin (19/10/2026).


Dikatakan Perdinan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 170 paket senilai Rp 25,34 M tidak pernah ada, sebab untuk tahun 2024 hingga 2025 hasil rubrik (istilah BPK) audit dari BPK sudah selesai dengan baik, dan tidak ada masalah.


"Seluruh audit dari BPK selama ini tetap disampaikan kepada kami selaku Pengawas Intern Perumda Tirtanadi," ujar Perdinan.


Menurut Perdinan selain tidak ada paket sejumlah 170 tersebut uang senilai Rp 25,34 M juga tidak pernah ada. "Jelas ini informasi yang menyesatkan karena yang diberitakan itu tidak pernah ada," ujarnya.


Untuk itu Perdinan mengharapkan kepada media dan masyarakat, sebelum memuat pemberitaan di Medsos maupun Media online lainnya sebaiknya lakukan konfirmasi agar tidak memperoleh informasi yang menyesatkan.


Sebab katanya jika masyarakat terus "diberikan" informasi yang salah dia khawatir pembangunan tidak berjalan dengan baik dan merugikan masyarakat luas. (don)

‎KHT Spesial HNI Edukasi Masyarakat Jadi Dokter Keluarga

Minggu, Oktober 18, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Melihat situasi kondisi cuaca dibeberapa wilayah Indonesia masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan, Perusahaan herbal Halal Network Internasional (HNI) menggelar program edukasi pembinaan ilmu kesehatan Kuliah Herbal Thibbunnabawi Special (KHTS) Kota Medan bersama pakar Herbalis Ummi Sabil pada Minggu (18/10/2026).

‎

‎Kegiatan KHT spesial yang berlangsung di Gedung Sisingamangaraja XII Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMB) Sumatera Utara (Sumut) jalan Bunga Raya No. 96. Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang Kota Medan ini diikuti sekitar 350an mitra HNI dari berbagai wilayah Aceh-Sumut.

‎

‎Sebagai pelopor produk kesehatan herbal halal, Kegiatan edukasi HNI ini juga membedah ilmu kesehatan dengan tema 'IMUN KELIRU, SENDI TERGANGGU (Kenali Auto Imun, Pahami Sinyal Tubuh)'.

‎

‎Koordinator Panitia KHT Spesial Firdaus Fadwa dan Pakar Herbalis Nasional HNI yang menjadi Pemateri Acara KHT Spesial Medan, Ummi Sabil mengapresiasi antusias peserta terhadap program edukasi pembinaan tersebut.

‎

‎Keduanya mengajak masyarakat yakni mitra HNI agar menjaga kesehatan serta kebugaran ditengah situasi kondisi cuaca yang berdampak tidak baik bagi tubuh.

‎

‎Firdaus Fadwa menjelaskan lagi, Kuliah Herbal At- Thibbunnabawi (KHT) Special di Kota Medan ini selain mengedukasi mitra HNI menjadi pengusaha mandiri melalui bisnis produk kesehatan herbal berkualitas, tetapi juga sebagai komitmen HNI untuk melahirkan dokter keluarga dirumah sendiri. 

‎

‎Firdaus Fadwa menambahkan melalui acara edukasi pembinaan ilmu KHT ini, para peserta diharapkan mampu mendeteksi, mendiagnosa, memahami, mempraktekkan/mengaplikasikannya secara mandiri sehingga nantinya, mampu menjaga kesehatan keluarga bahkan tetangganya ditengah situasi kondisi cuaca yang berdampak tidak baik bagi tubuh dengan solusi melalui herbal-herbal alami. (Soni)

Sikapi Kabut Asap, RSU Haji Medan Bagi-Bagi Masker

Jumat, Oktober 16, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Menyikapi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara, UPTD Khusus RSU Haji Medan membagikan masker kepada masyarakat di depan gedung rumah sakit, Kamis (15/10/2026). 


Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah menurunnya kualitas udara.


Direktur RSU Haji Medan, dr Yulinda Elvi Nasution MKes, bersama jajaran direksi dan pejabat struktural turun langsung membagikan masker kepada pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi mobil hingga pejalan kaki yang melintas di sekitar rumah sakit.


Yulinda mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Gubernur Sumatera Utara agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.


“Berdasarkan imbauan Gubernur Sumatera Utara, kami membagikan masker kepada pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat maupun pejalan kaki yang melintas di kawasan RSU Haji Medan. Kondisi udara kita sedang tidak baik karena asap menyelimuti Provinsi Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir,” ujar Yulinda.


Ia menjelaskan, penggunaan masker merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mengurangi paparan partikel asap saat beraktivitas di luar ruangan.


Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan ketika kualitas udara mengalami penurunan.


Yulinda mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menghindari paparan asap secara langsung hingga kondisi udara kembali membaik.


Berdasarkan pemantauan BMKG Sumatera Utara, kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.


Melalui pembagian masker tersebut, RSU Haji Medan berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga serta melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi dampak kabut asap.


“Selalu gunakan masker, jaga kesehatan, dan kurangi aktivitas di luar rumah,” imbau Yulinda. (don)

Kasus ISPA di Sumut Bulan September Capai 89.638

Jumat, Oktober 16, 2026


MEDAN (patimpus.com) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan tren fluktuatif sepanjang Januari hingga September 2026.


Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumatera Utara yang ditampilkan dalam grafik, jumlah kasus tertinggi tercatat pada Januari sebanyak 91.136 kasus, sedangkan terendah terjadi pada Maret dengan 77.921 kasus.


Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rijal Lubis, menjadi narasumber terkait perkembangan kasus ISPA di wilayah tersebut. Data menunjukkan, jumlah kasus pada Februari mencapai 88.780 kasus, kemudian turun menjadi 77.921 kasus pada Maret.


Pada April, kasus ISPA kembali meningkat menjadi 85.727 kasus, sebelum turun menjadi 78.288 kasus pada Mei. Selanjutnya, jumlah kasus tercatat sebanyak 79.418 kasus pada Juni dan 80.081 kasus pada Juli.


Tren peningkatan terlihat pada Agustus dengan 88.650 kasus, kemudian kembali naik menjadi 89.638 kasus pada September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa kasus ISPA masih mengalami perubahan dari bulan ke bulan.


Peningkatan kasus pada Agustus dan September menjadi perhatian dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat.


Meski demikian, data grafik tersebut belum menjelaskan faktor penyebab kenaikan kasus maupun persebarannya berdasarkan kabupaten dan kota di Sumatera Utara.


Hamid Rijal Lubis, selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan kasus serta langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah.


Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat mengalami gejala gangguan pernapasan, dan menerapkan pola hidup sehat. (don)

Udara Tidak Sehat, Lailatul Badri Minta Walikota Medan Liburkan Sekolah

Kamis, Oktober 15, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Anggota DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan meliburkan sementara pembelajaran tatap muka bagi siswa mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Hal itu disampaikan, Lailatul Badri kepada wartawan, Kamis (15/10)  menyusul kondisi kabut asap yang mulai menyelimuti Kota Medan, dengan kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat. 


Ia memgatakan kebijakan meliburkan siswa dinilai perlu dipertimbangkan untuk melindungi kesehatan anak-anak dari dampak buruk paparan polusi udara.


Dalam hal ini, Lailatul Badri mengapresiasi langkah Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mengeluarkan surat edaran mengenai imbauan penggunaan masker di satuan pendidikan. Namun, menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, penggunaan masker perlu diikuti langkah perlindungan tambahan apabila kondisi udara belum membaik.


“Keputusan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan instruksi pemakaian masker di satuan pendidikan sangat kita apresiasi saat kondisi udara dalam kategori tidak sehat. Tapi, kondisi udara yang tidak sehat ini jelas tidak baik bagi kesehatan. Maka, kita mendorong agar Pemko Medan dalam beberapa hari ini meliburkan pelajar, baik siswa TK, SD maupun SMP,” kata politisi PKB yang akrab disapa Lela tersebut.


Menurut Lela, penghentian sementara pembelajaran tatap muka dapat menjadi langkah antisipasi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.


Ia menyarankan agar proses belajar mengajar tetap berlangsung melalui sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga siswa tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa harus beraktivitas di luar rumah.


“Sistem belajar dapat dilakukan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ini semua demi menjaga kesehatan anak-anak. Kebijakan ini bisa dilakukan sebagai tahap uji coba, apakah tiga hari atau beberapa hari, sambil memantau situasi udara yang melanda Kota Medan,” ujarnya.


Lela menambahkan, pembatasan aktivitas di luar rumah juga penting dilakukan selama kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan perlindungan lebih karena berisiko terpapar polusi saat berangkat maupun pulang sekolah.


Dalam hal ini, Lela  juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah, terutama bagi pelajar tingkat SMP yang dinilai memiliki lebih banyak kesempatan melakukan aktivitas di luar rumah.


“Karena setiap anak-anak pulang dari sekolah, jika masih TK atau SD, jelas dapat diawasi dan dikontrol. Tapi, setingkat SLTP pasti akan ada aktivitas yang dilakukan,” katanya.


Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan itu menyebutkan, kebijakan meliburkan siswa akibat kabut asap telah diterapkan di daerah lain, salah satunya Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Karena itu, Lela mempertanyakan mengapa langkah serupa belum dipertimbangkan di Kota Medan.


“Akibat kabut asap ini, satu daerah saja sudah mengambil kebijakan, dalam hal ini Madina. Kenapa Kota Medan tidak bisa.Jadi kita harapkan adanya keputusan saudara Wali Kota Medan, Rico Waas atas permasalahan saat ini, "  ujarnya.


Lela menegaskan, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan pendidikan di tengah kondisi udara yang tidak sehat.


Untuk itulah, kata Lela pihaknya pun meminta Wali Kota Medan Rico Waas agar mempertimbangkan langkah tegas berupa penghentian sementara pembelajaran tatap muka hingga kondisi udara membaik, dengan tetap memastikan proses pendidikan berlangsung melalui pembelajaran jarak jauh.


“Saat ini kesehatan yang diperlukan. Maka, kebijakan tegas Wali Kota Medan sangat diperlukan demi menjaga kesehatan anak-anak. Permasalahan kabut asap yang hari ini melanda Kota Medan sudah dalam kategori tidak baik,” pungkasnya.(rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi