Terkait Dugaan Kebocoran, Perumda Tirtanadi Sudah Selesaikan LHP Tahun 2023 Dengan Tuntas

Senin, Juli 20, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Adanya platform Tiktok yang menayangkan pemberitaan berjudul "Skandal dugaan kebocoran Rp 450 miliar di PDAM Tirtanadi disorot indikasi tata kelola menguat", serta salah satu media online, mendapat perhatian sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan.


Adalah Ketua Lembaga Pemantau Peduli Pemerintahan dan Pemilu Sumatera Utara (LP3SU) Salfimi Umar mengatakan bahwa pemberitaan tersebut, sudah disampaikan oleh Perumda Tirtanadi dalam beberapa waktu lalu di beberapa media online maupun cetak serta elektronik.


"Setahu saya Perumda Tirtanadi sudah merilis berita di media online, cetak dan media elektronik, jauh sebelumnya terkait yang di flatform tiktok dengan judul itu," kata Ketua LSM LP3SU Salfimi Umar Senin (20/7/2026) di kantornya.


Dikatakan Salfimi Umar dalam pemberitaan sebelumnya Perumda Tirtanadi sudah tuntas menyelesaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang bernomor 98/LHP/XVIII/Medan/12/ 2023, "Dan sudah ditindaklanjuti,” ujar Salfimi Umar.


Selain itu katanya LHP tahun 2023 yang disorot dalam flatform tiktok sekitar 10 Juli 2026 lalu itu, pemberitaannya sudah dirilis Tirtanadi. Dalam berita tersebut dikatakan seluruh hasil monitoring  sudah ditindaklanjuti termasuk beberapa pekerjaan strategis seperti pengadaan pipa lateral, pipa transmisi dan renovasi menara air.


Salfimi Umar berharap masyarakat lebih jeli dan berhati-hati setiap menerima informasi terlebih dari media sosial karena kebenarannya harus diuji terlebih dahulu.


"Saya harapkan masyarakat dalam menerima informasi apalagi dari media sosial sebaiknya diuji terlebih dahulu sebelum diterima," ujar Salfimi Umar.


Lebih jauh dikatakannya saat ini berdasarkan pemantauan LP3SU Perumda Tirtanadi menurunkan tarif air untuk kategori seluruh jenis rumah tangga.


"LP3SU sangat apresiasi kepada manajemen yang direstui Gubernur Sumut, Tirtanadi  menurunkan tarif air disaat masyarakat sedang kesulitan ekonomi, semoga layanan semakin baik," ujar Salfimi Umar.


Terpisah Kepala Bidang Publikasi dan Komunikasi Perumda Tirtanadi Lokot Parlindungan Siregar mengatakan Anggota  Dewan Pengawas saat ini dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara pada tahun 2025, sementara menurut Lokot Parlindungan Siregar di platform tiktok tersebut mempertanyakan kepada salah satu Anggota Dewan Pengawas menurutnya kurang tepat karena sudah tuntas ditindaklanjuti pada tahun 2023. (rel/don)

Walikota Medan Rico Waas Tutup Turnamen Tenis Meja

Minggu, Juli 19, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Disaat olahraga-olahraga baru seperti padel dan pickleball tengah naik daun di Kota Medan, tenis meja justru membuktikan pesonanya belum pernah pudar. 


Permainan yang mengandalkan kecepatan refleks, kecerdikan membaca arah bola, dan adu strategi dalam hitungan detik itu tetap menjadi magnet bagi berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.


"Keseruan inilah yang diyakini membuat tenis meja mampu bertahan sebagai salah satu olahraga favorit lintas generasi,” kata Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menutup Turnamen Tenis Meja antar-Persatuan Tenis Meja (PTM) se-Kota Medan memperebutkan piala Walikota Medan Tahun 2026 di GOR Basket Dispora Sumut, Pancing, Minggu (19/7/26).


Dikatakan Rico Waas, dihadapan yang hadir, Ketua KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, Ketua PTMSI Medan, Hendra Irsan dan para atlet, tenis meja memiliki daya tarik yang sulit tergantikan karena selalu menghadirkan pertandingan yang cepat, menegangkan, sekaligus menghibur.



Ditambahkan Rico Waas, tenis meja merupakan olahraga yang unik karena menyajikan keseruan yang tidak pernah habis. Selain mudah dimainkan, olahraga ini juga dapat dilakukan hampir di mana saja sehingga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.


"Tenis meja ini menurut saya terus menyisakan sebuah keseruan yang tidak henti-henti dan tidak bosan-bosannya. Lapangannya tidak perlu besar, tinggal bawa meja saja. Mau di rumah bisa, di kantor bisa, di tempat perkumpulan bisa. Bahkan setiap momen 17 Agustus, olahraga ini insyaallah selalu ada," ujar Rico Waas yang hadir didampingi Kadispora T Chairuniza dan Camat Medan Tembung, Muhammad Idris.


Lebih lanjut, Rico Waas mengungkapkan masyarakat kerap menganggap tenis meja sebagai olahraga yang mudah. Padahal, dibalik ukuran meja yang relatif kecil, olahraga ini menuntut kemampuan teknik, strategi, serta konsentrasi yang tinggi.


"Melihatnya kelihatan gampang, ternyata begitu didalami tekniknya sangat luar biasa dan makin lama makin sulit. Pukulannya tidak cuma lurus, ada tipuan, ada yang pukulannya tak tampak. Bahkan kalau atlet profesional yang main, ruangannya rasanya jadi unlimited, bisa mundur ke mana-mana padahal ukuran mejanya kecil," jelas Rico Waas.


Sebagai salah satu penggemar tenis meja, Rico Waas menilai olahraga ini juga menjadi sarana melatih kecepatan berpikir dan refleks tubuh. Setiap reli bola berlangsung sangat cepat sehingga pemain harus mampu mengambil keputusan dalam waktu satu hingga dua detik.


Pemerintah Kota Medan pun mengapresiasi penyelenggaraan turnamen antar-PTM tersebut. Rico Waas berharap kompetisi serupa dapat digelar dengan skala yang lebih besar dan menghadirkan lebih banyak kategori pertandingan sebagai wadah pembinaan atlet muda.


"Intinya yang kami harapkan adalah tumbuh banyak bibit atlet muda yang ke depannya akan mewarnai kejuaraan tenis meja di Kota Medan. Selamat kepada para pemenang turnamen tahun 2026 ini. Semoga ini menjadi pemantik semangat baru untuk menjadi atlet kebanggaan Kota Medan," pungkasnya.


Sebelumnya Ketua PTMSI Medan Hendra Irsan menyampaikan turnamen Tenis Meja antar PTM se Kota Medan semester I memperebutkan piala Wali Kota Medan ini telah berlangsung dari tanggal 18 Juli 2026. Turnamen ini diikuti oleh 30 PTM dengan  jumlah peserta per kategori yakni untuk kategori tunggal pra-anak U-15 ada 21 orang. Kategori ganda divisi 11 ada 54 pasang.


"Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga diharapkan dapat menjadi wadah evaluasi bagi para pelatih dan klub tenis meja di Kota Medan untuk melihat sejauh mana perkembangan performa atlet mereka. PTMSI Kota Medan juga berharap sinergi antara lembaga pendidikan, klub, dan pengurus olahraga dapat terus ditingkatkan demi kemajuan olahraga tenis meja di masa depan," jelasnya.


Selanjutnya, Walikota Medan Rico Waas menyerahkan hadiah dan piala untuk para pemenang dalam turnamen Tenis Meja antar PTM ini. Selain itu Rico Waas juga melakukan pertandingan exibisi dengan Ketua PTMSI Medan Hendra Irsan. (rel/don)

Warga Minta Polsek Medan Labuhan Tindak Tegas Geng Kereta

Sabtu, Juli 18, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Warga Kecamatan Medan Labuhan meminta Polsek Medan Labuhan meningkatkan patroli rutin, terkait semakin kerapnya terjadi tawuran dan konvoi kawanan geng kereta (motor) di kawasan Kelurahan Sei Mati sekitarnya, pada larut malam.


Menurut warga, ulah kawanan geng motor tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga, karena bukan sekedar melintas, juga melakukan pengrusakan dengan melempar rumah warga dengan benda keras.


Hal tersebut diungkapkan Janses Simbolon, di Lapangan Parkir Futsal, Pajak Rambe, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (18/7) Sore.


Menurut warga permintaan tersebut mengacuh pada Perda Kota Medan tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum yang menyebutkan: Setiap orang atau badan memilik hak untuk merasakan dan menikmati ketenteraman dan ketertiban umum, yang bebas dari segala bentuk gangguan dan hambatan, sehingga dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan norma-norma yang berkembang dalan kehidupan masyarakat".


"Kami meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli, dan menindak tegas para pelaku, karena ulah kawanan geng motor sudah sangat meresahkan, menimbulkan ketakutan, terutama warga yang pulang kerja larut malam," ujar salah seorang peserta sosialisasi.


Menyikapi keluhan dan permintaan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda DJ Mataniari mengatakan, akan menyampaikan keluhan warga itu kepada atasannya, dan menurutnya terkait dengan semakin kerapnya terjadi akai konvoi kawanan geng motor, pihak kepolisian juga telah meningkatkan patroli, terutama pada jam rawan.


Menurutnya, untuk mencegah terjadi hal - hal yang tidak diinginkan di lingkungan pemukiman penduduk, warga juga diharapkan dapat mengaktifkan Pos Keamanan Lingkungan.


Sebelumnya, anggota DPRD Medan, Janses Simbolon mengatakan, selain memiliki hak untuk merasakan dan menikmati ketenteraman dan ketertiban umum, warga maupun badan, juga memiliki kewajiban menciptakan, memilihara dan melestarikan, serta mencegah terjadinya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. (rel/don)

Alfamidi Edukasi Pentingnya Sarapan Sehat untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Jumat, Juli 17, 2026


MEDAN (patimpus.com) - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Edukasi Keluarga Balita dengan tema "Sarapan Sehat Dukung Anak Aktif". Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (16/07/2026) di Alfamidi Pancur Batu, Jalan Jamin Ginting, Desa Baru, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.


Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi Alfamidi bersama Pemerintah Desa Baru dan melibatkan tenaga kesehatan setempat. Turut hadir Kepala Desa Baru yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk sinergi antara dunia usaha dan pemerintah desa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.


Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari balita, orang tua, serta lansia mengikuti rangkaian kegiatan. Para orang tua mendapatkan edukasi mengenai pentingnya membiasakan sarapan sehat sebagai bekal energi dan nutrisi bagi anak agar lebih aktif, sehat, serta mampu mendukung proses tumbuh kembang secara optimal.


Selain penyampaian materi kesehatan, balita juga memperoleh berbagai layanan kesehatan, seperti pengukuran lingkar kepala dan lingkar lengan atas, penimbangan berat badan, pemberian vitamin, serta pelayanan imunisasi sesuai jadwal. Sementara itu, para lansia mendapatkan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah, pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat.


Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga, Alfamidi juga membagikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada para peserta yang hadir.


Branch Manager Alfamidi Medan, Robert Hary Andika, mengatakan bahwa program Edukasi Keluarga Balita merupakan salah satu bentuk kepedulian Alfamidi terhadap kesehatan ibu, anak, dan masyarakat secara berkelanjutan.


"Melalui kegiatan ini, Alfamidi ingin memberikan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya membiasakan sarapan sehat bagi anak. Sarapan yang bergizi menjadi fondasi penting agar anak memiliki energi yang cukup untuk belajar, bermain, dan beraktivitas sepanjang hari. Kami berharap kolaborasi bersama pemerintah desa dan tenaga kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Robert.


Sementara itu, Bidan Desa Baru sekaligus pemateri, Sopia Saragi, menjelaskan bahwa sarapan merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan anak.


"Sarapan yang sehat dan bergizi membantu memenuhi kebutuhan energi anak setelah berpuasa semalaman. Selain itu, kebiasaan sarapan juga berperan dalam meningkatkan konsentrasi, menjaga daya tahan tubuh, dan mendukung pertumbuhan balita agar tetap optimal. Kami mengajak para orang tua untuk membiasakan anak mengonsumsi menu sarapan yang seimbang setiap hari," jelas Sopia.


Salah seorang peserta, Intan, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh banyak manfaat, baik dari sisi edukasi maupun pelayanan kesehatan.


"Kegiatannya sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami pentingnya sarapan sehat untuk anak, sekaligus bisa memeriksa kesehatan balita dan orang tua dalam satu kegiatan. Terima kasih kepada Alfamidi yang sudah mengadakan kegiatan seperti ini di desa kami," ungkap Intan.


Melalui program CSR yang berkelanjutan, Alfamidi terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan keluarga serta mendukung tumbuh kembang anak Indonesia yang sehat dan berkualitas. (don)

USU dan Kemendukbangga/BKKBN Perkuat Sinergi Akademik melalui ICoPoF 2026

Jumat, Juli 17, 2026


MEDAN (patimpus.com) – Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menyelenggarakan The 1st International Conference on Population and Family Development (ICoPoF) 2026 di Ruang DLCB Lantai 8, Kampus USU, Kamis (16/7). 


Konferensi internasional ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari berbagai negara dalam merumuskan solusi terhadap tantangan pembangunan kependudukan dan keluarga.


Mengusung tema "Strengthening Population and Family Development to Achieve the Sustainable Development Goals (SDGs)", konferensi ini bertujuan memperkuat sinergi antara hasil riset akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah guna mendukung pembangunan kependudukan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.


Kegiatan dibuka oleh Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., bersama Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Dr Eng Bonivasius Prasetya Ichtiarto.


Hadir sebagai keynote speaker Sekretaris Kemendukbangga/Sekretaris Utama BKKBN, Prof. Budi Setiyono, Ph.D., serta menghadirkan narasumber dari India, Malaysia, dan United Nations Population Fund (UNFPA).


Dalam sambutannya, Prof Muryanto Amin menegaskan bahwa tantangan pembangunan kependudukan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas disiplin, lintas institusi, dan lintas negara untuk menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab dinamika perubahan demografi.


"ICoPoF 2026 menjadi ruang penting untuk mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mitra internasional dalam bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi guna menghasilkan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga yang berbasis bukti," ujarnya.


Ia menambahkan, berbagai hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi ini diharapkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran, sekaligus menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan kependudukan dan ketahanan keluarga di Indonesia.


Sementara itu, Sekretaris Kemendukbangga/Sestama BKKBN, Prof Budi Setiyono Ph.D, menjelaskan bahwa forum internasional ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan kajian akademik dengan arah kebijakan pemerintah.


Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menyusun Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) dan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai fondasi tata kelola kependudukan modern yang menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.


"Melalui konferensi ini, kami berharap berbagai hasil penelitian dari perguruan tinggi dapat menjadi masukan yang berharga dalam penyusunan kebijakan pembangunan kependudukan nasional," ungkapnya.


Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof Dr dr Dewi Masyithah Darlan, DAP&E MPH Sp.Park, menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICoPoF 2026 merupakan tindak lanjut dari pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Kependudukan yang bertujuan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi pembangunan kependudukan dan keluarga.


Konferensi internasional perdana ini diikuti oleh 86 peserta, terdiri atas 34 peserta luring dan 52 peserta daring, yang berasal dari 16 perguruan tinggi serta enam institusi dan organisasi pemerintah dari Indonesia maupun luar negeri.


Melalui forum ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara dunia akademik, pemerintah, dan mitra internasional dalam menghasilkan kebijakan kependudukan yang inovatif, adaptif, dan berbasis bukti untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (don/rel)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas