PTPN IV Regional 2 Apresiasi Polri Berantas Narkotika, Keamanan Kondusif Topang Produktivitas Sektor Perkebunan

Rabu, Oktober 14, 2026


MEDAN (patimpus.com) - PTPN IV Regional 2 mengapresiasi ketegasan Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.


Langkah ini dinilai efektif meningkatkan keamanan dan ketertiban yang akhirnya berpengaruh signifikan terhadap produktivitas sektor perkebunan nasional.


Menurut Region Head PTPN IV Regional 2, Budi Susanto, komitmen dalam pemberantasan narkotika turut menekan angka pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Selama ini, narkotika diduga menjadi salah-satu pemicu maraknya pencurian. 


“Kami mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto yang telah tegas memberantas narkotika. Ketegasan ini diharap menjadi langkah preventif yang efektif dalam mencegah tindak pidana turunan,” ujar Budi kepada awak media, Selasa (13/10/2026).


Menurut Budi, pemberantasan narkoba yang dilakukan secara masif oleh jajaran kepolisian tidak semata menyelamatkan masa depan generasi muda. Namun juga tantangan besar sektor keamanan dalam industri perkebunan dalam negeri. Sebab, menurut Budi, mayoritas pencuri TBS maupun brondolan melakukan perbuatannya lantaran dipicu desakan ekonomi akibat ketergantungan terhadap narkotika.


Oleh karena itu, Budi mendukung penuh sikap kepolisian dalam menindak jaringan narkotika. Tindakan ini dinilai penting guna memulihkan sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk di lingkungan operasional PTPN IV Regional 2 yang merupakan bagian dari objek vital negara.


“Ketika keamanan dan ketertiban terjaga, maka bidang perkebunan juga akan terjaga. Faktanya ada korelasi yang kuat antara peredaran narkotika dan pencurian TBS. Kami berharap ketegasan polisi dalam memberantas narkotika bisa meningkatkan geliat dunia perkebunan nasional,” ujar Budi. 


Pada kesempatan ini, Budi turut mengapresiasi jajaran Polda Sumatera Utara yang mampu melaksanakan program Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto dengan baik terkait pemberantasan narkotika. Sebagai perusahaan yang memiliki banyak wilayah operasional di Sumatera Utara, PTPN IV Regional 2 siap bersinergi dan berkolaborasi dengan aparat keamanan di provinsi ini. 


“Kami siap bersinergi dengan kepolisian di semua tingkatan, termasuk yang berada di bawah jajaran Polda Sumatera Utara. Pemberantasan narkotika diharap akan menciptakan iklim investasi yang kondusif, menjamin keamanan serta meningkatkan sektor perekonomian,” ujar Budi. (don)

Gelar Kegiatan Edukasi Di Hari Sumpah Pemuda, M Arif Tanjung Targetkan Puluhan Siswa Berprestasi ‎

Selasa, Oktober 13, 2026

 


‎MEDAN (patimpus.com) - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026, Pemerhati Sosial dan Tokoh Masyarakat Sumatera Utara, M Arif Tanjung akan menggelar kegiatan edukasi edisi kedua dengan menargetkan puluhan siswa berprestasi dari lima sekolah negeri setingkat SMA di Kota Medan.

‎

‎Kegiatan edukasi yang mengangkat tema 'Bangkit Untuk Meraih Prestasi' ini merupakan edisi kedua dan akan dijadwalkan pada Selasa, 27 Oktober 2026, pukul 14.00 WIB hingga selesai, di Jalan Menteng VII No. 7, Medan.

‎

‎Arif Tanjung mengatakan, kegiatan edukasi yang melibatkan generasi muda tersebut sebagai wujud kepedulian, khususnya para pelajar berprestasi, agar terus mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

‎

‎“Kami akan mengundang puluhan siswa dan siswi berprestasi dari lima sekolah negeri setingkat SMA yang ada di Kota Medan,” ujarnya.

‎

‎Arif Tanjung menambahkan lagi, ia tidak saja akan menyajikan makanan dan minuman untuk peserta yang hadir, tetapi juga memberikan Tali Asih perlengkapan sekolah kepada para pelajar yang berprestasi. 

‎

‎Tidak hanya itu, sambung Arif Tanjung, dalam kegiatan tersebut, para peserta nantinya akan mendapatkan ilmu bermanfaat yang dirangkai dalam edukasi pelatihan menangkal hoaks dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan harapan para pelajar mampu menghadapi tantangan bangsa diera digital yang tengah berkembang saat ini.

‎

‎"Pelajar perlu dibekali kemampuan memilah informasi yang benar di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Pemahaman terhadap teknologi AI juga penting agar generasi muda dapat memanfaatkannya secara positif dan bertanggung jawab," terang Arif Tanjung.

‎

‎Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, Kegiatan edukasi yang akan menghadirkan Ratih Danu Warso SPd MPd, sebagai pembawa acara dan Muhammad Safi’i Sitorus SH MH, sebagai pemateri, Arif Tanjung berharap semangat Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui peningkatan prestasi, kepedulian sosial, serta kemampuan generasi muda menghadapi perkembangan zaman. (Soni)

KH Muhammad Nuh Saksikan Pelantikan PD Hima Persis Kota Medan 2026-2028 ‎

Sabtu, Oktober 10, 2026


MEDAN (‎patimpus.com) - Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PW Hima Persis) Sumatera Utara (Sumut), Ahmad Rifaldi Siregar secara resmi melantik pengurus Pimpinan Daerah (PD) Hima Persis Kota Medan periode 2026-2028 yang di Komandoi Rahman Nur Aidil Panggabean di Aula GOR Dispora Sumut jalan Pancing Medan pada Jum'at (9/10/2026).

‎

‎Pelantikan PD HIMA Persis Kota Medan yang berlangsung khidmad itu, disaksikan langsung Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara (Sumut) dan juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), KH Muhammad Nuh MSP, hadir juga Ketua PD Persis Kota Medan Joko Imawan SPdI MM, berserta jajaran pengurus, Penasihat Persis Abdul Azis ST, Bendahara Persis Ir Tauhid Ichyar MT, Ketua Persatuan Islam Istri (Persistri) Dr Iwan Nasution, MHI, Walikota Medan yang diwakili  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Andy Mario Siregar AP SSos MSP, Kapolrestabes Medan, dan pengurus serta kader HIMA PERSIS.

‎

‎Ketua PW Persis Sumut Ahmad Rifaldi Siregar berpesan kepada pengurus PD Persis Kota Medan yang baru dilantik fokus pada kaderisasi dan juga berekspansi mengibarkan bendera organisasi Hima Persis dengan mengajak dan menginformasikannya kepada mahasiswa-mahasiswi di seluruh penjuru kampus yang ada di Kota Medan.

‎

‎"Buat kawan-kawan PD Hima Persis Kota Medan yang baru dilantik, kita harapkan fokus pada kaderisasi, bisa melakukan ekspansi dengan mengembangkan, mengenalkan organisasi Hima Persis ini kepada mahasiswa-mahasiswi diseluruh penjuru kampus yang ada di kota Medan," ujar Ahmad Rifaldi.

‎

‎Ahmad Rifaldi juga berharap pengurus PD Hima Persis Kota Medan bisa berkolaborasi dengan stakeholder Pemerintah Kota (Pemko) Medan, membantu menuangkan ide pemikiran untuk kemajuan Kota Medan, dan juga menggali potensi kader-kader Hima Persis yang ada di Medan.

‎

‎"Kita PW Hima Persis Sumut berharap kepada kawan-kawan PD Hima Persis Kota Medan bisa berkolaborasilah dengan stakeholder Pemerintah Kota Medan, mampu menuangkan ide pemikiran dengan melihat kondisi kota Medan untuk kemajuan Kota Medan, dan  juga menggali potensi kader-kader yang ada di PD Persis Kota Medan demi untuk kemajuan roda organisasi," harap Ahmad Rifaldi.

‎

‎Sementara itu, Ketua PD Hima Persis Kota Medan periode 2026-2028 Rahman Nur Aidil Panggabean menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan dan mengibarkan bendera organisasi Hima Persis ke setiap penjuru kampus yang ada di Kota Medan.

‎

‎"Visi misi saya selaku Ketua PD Hima Persis Kota Medan, kita ingin mengembangkan Hima Persis ada dan lahir disetiap kampus-kampus yang ada di wilayah Kota Medan, selain itu kita juga akan menggali potensi dari kader-kader PD Hima Persis Kota Medan untuk bisa berdayasaing tinggi terhadap perkembangan yang saat ini terjadi khususnya diwilayah Kota Medan," ungkap Aidil Panggabean. (Soni)

Sri Rezeki Sayangkan 161 Kendaraan Dinas Pemko Medan Belum Bayar Pajak

Jumat, Oktober 09, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj Sri Rezeki AMd, menyayangkan banyaknya kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang belum membayar pajak kendaraan bermotor (PKB).


Apalagi belakangan diketahui, dari total 385 kendaraan dinas di lingkungan Pemko Medan yang diperiksa oleh Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas pada Selasa (6/10/2026) lalu, sebanyak 161 diantaranya kedapatan belum membayar PKB.


"Tentunya kita sangat menyayangkan banyaknya kendaraan dinas Pemko Medan yang belum membayar pajak. Dari 385 kendaraan yang diperiksa tempo hari, 161 diantaranya belum membayar pajak, itu kalau secara persentase sudah lebih dari 40 persen. Jumlah yang sangat banyak," ucap Sri Rezeki kepada wartawan, Jumat (9/10/2026) petang.


Dikatakan Sri Rezeki, total kendaraan dinas milik Pemko Medan berjumlah sekitar 5.000 unit. Ia meyakini, masih banyak kendaraan Pemko Medan lainnya yang belum membayar pajak.


"Baru 385 unit kendaraan dinas yang diperiksa, sudah 161 yang ditemukan tidak bayar pajak. Bagaimana kalau 5.000-an kendaraan itu diperiksa semua, ada berapa banyak lagi yang belum membayar pajak kendaraannya," tegas Pimpinan DPRD Kota Medan tersebut.


Sri Rezeki mengatakan, kejadian ini merupakan contoh buruk yang diberikan Pemko Medan kepada masyarakat tentang pentingnya taat membayar pajak.


"Masyarakat selalu diminta untuk membuat pajak tepat waktu, namun Pemko Medan sendiri tidak membayar pajak tepat waktu. Saya minta, Pemko Medan jangan menjadi contoh buruk, jadilah teladan bagi masyarakat," ujarnya.


Kedepan, Sri Rezeki meminta kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Medan untuk segera menginventarisir seluruh aset milik Pemko Medan, baik aset bergerak maupun aset tidak bergerak. Inventarisir tersebut harus dilakukan secara detail, mulai dari keberadaan aset, penggunaan aset, nilai aset, pajak aset, biaya perawatan aset dan hal-hal lainnya yang tidak kalah penting.


"BKAD harus segera merapikan aset-aset Pemko Medan, inventarisir dengan benar dan menyeluruh. Khusus kendaraan dinas, pastikan seluruhnya sudah membayar pajak tepat waktu," tegasnya lagi.


Sri Rezeki mengatakan, saat ini DPRD Kota Medan bersama Pemko Medan tengah berfokus dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk itu, DPRD Kota Medan telah membentuk Pansus PAD.


"Jangan sampai upaya peningkatan PAD ini justru tidak diindahkan oleh OPD-OPD di lingkungan Pemko Medan sendiri. Kita semua harus bekerjasama dalam meningkatkan PAD Kota Medan, salah satunya dengan membayar PKB dengan tepat waktu. Apalagi sekarang,  Pemko Medan menerima langsung bagian 66 persen dari pungutan PKB setelah kebijakan opsen pajak resmi diberlakukan," pungkasnya.


Sebelumnya secara terpisah, Plt Kepala BKAD Kota Medan, Suluh Aulia Harahap, menegaskan bahwa sebanyak 161 kendaraan dinas ditemukan belum membayar pajak saat Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memeriksa 385 kendaraan dinas di halaman Lotte Grosir pada Selasa (6/10/2026) lalu.


"Total dari 385 kendaraan yang diperiksa kemarin, yang belum bayar pajak sebanyak 161 kendaraan," kata Suluh Aulia Harahap saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (9/10/2026).


Suluh Aulia mengatakan, Pemko Medan memberikan tenggat waktu selama satu minggu kepada seluruh Pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan untuk menertibkan kendaraan dinasnya masing-masing, termasuk membayar PKB kendaraan dinas.


"Setelah satu minggu, kita akan turun untuk memeriksa seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemko Medan. Semua kendaraan yang sudah jatuh tempo pembayaran PKB, harus sudah membayar PKB-nya," tegasnya.


Dilanjutkan Suluh Aulia, apabila nantinya masih ada kendaraan dinas yang belum juga membayar PKB, maka pihaknya akan segera melaporkan hal tersebut kepada Walikota Medan.


"Kalau tidak juga membayar pajak kendaraan dinasnya, maka itu nanti kita laporkan ke pimpinan. Untuk sanksi (yang akan diberikan), tentunya kita menunggu arahan pimpinan," tutupnya. (rel/don)

Main Gendang Melayu, Rico Waas Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur

Jumat, Oktober 09, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan budaya yang hidup di Kota Medan bisa terkikis bahkan hilang jika tidak dirawat di tengah arus modernisasi. 


Ia mencontohkan sejumlah kesenian Melayu yang ditampilkan saat pembukaan Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026, yang menurutnya mungkin sudah tidak banyak dikenal masyarakat.


Pesan itu disampaikan Wali Kota saat membuka Pekan Budaya Daerah Kota Medan 2026 di Lapangan Benteng Medan, Kamis malam (8/10/2026). 


Kegiatan yang berlangsung 8–10 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Merawat Pusaka, Menjunjung Budaya” dan menjadi pelaksanaan perdana Pekan Budaya Daerah Kota Medan.


Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Rico Waas bersama kelompok pemusik yang membawakan instrumen Rempak Mendai Melayu Deli. 


Dalam harmoni tabuhan perkusi Melayu, Rico Waas tampak bermain luwes dan tidak canggung. Ia menyatu dengan irama yang dimainkan para penabuh sanggar, termasuk saat memainkan gensang dalam irama Melayu Deli. 


Penampilan tersebut memperlihatkan keterlibatan Rico Waas dalam menghidupkan suasana pembukaan sekaligus memberi penghormatan terhadap tradisi musik Melayu yang menjadi bagian dari warisan budaya Kota Medan.


Selama tiga hari, Pekan Budaya Daerah diisi beragam pertunjukan, perlombaan, dan kegiatan budaya. Agenda yang digelar antara lain Menegakkan Keris, Berbalas Pantun Melayu, Kuliner Nasi Hadap-Hadapan Multietnis, Tari Kreasi Zapin Melayu, Kampung Budaya, serta Estafet Egrang antarpelajar SMP se-Kota Medan. Kegiatan juga melibatkan pelajar SD dan SMP serta dirangkai dengan penganugerahan kepada tokoh dan pegiat kebudayaan Kota Medan.


Dalam sambutannya, Rico mengatakan tarian Dayang Nan Tujuh yang ditampilkan pada awal acara menjadi contoh kesenian tradisional yang perlu kembali diperkenalkan. Ia menilai sebagian besar masyarakat kemungkinan belum pernah melihat kesenian tersebut, padahal merupakan bagian dari kebudayaan Melayu yang hidup di Kota Medan dan mulai jarang ditampilkan.


“Mayoritas mungkin 90 persen tidak pernah melihat tarian tersebut. Padahal sejatinya tarian tersebut adalah tarian asli dari Melayu yang mungkin hampir punah pada saat ini,” ungkapnya.


Wali Kota juga mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan bersama para tokoh budaya terus memperkenalkan dan mempromosikan berbagai kebudayaan yang ada, terutama kesenian yang mulai jarang ditampilkan dan berisiko terlupakan oleh generasi muda.


Ia juga meminta para tokoh kebudayaan dilibatkan dalam menyusun perencanaan kegiatan untuk tahun-tahun berikutnya. Masukan mengenai kegiatan yang perlu digelar, menurutnya, perlu dituangkan dalam rancangan agar pelestarian budaya tidak berhenti pada satu perhelatan, tetapi terus berkembang dan dapat dirasakan masyarakat.


“Kami minta dituliskan apa yang perlu dan penting agar nantinya acara-acara kebudayaan kita benar-benar bisa dirasakan dan tetap bisa eksis di dunia modern seperti ini,” ujarnya.


Menurut Rico Waas, pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada seni kontemporer dan tarian populer. Kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah maupun kesakralan juga perlu mendapat ruang, termasuk berbagai kebudayaan lain yang hidup dan berkembang di Kota Medan.


“Jangan sampai kebudayaan kita terkikis satu per satu hingga akhirnya menghilang. Apa yang kita lihat hari ini merupakan kekayaan yang harus kita jaga agar anak-anak dan cucu kita tetap mengenal budaya daerahnya,” pesannya dalam perhelatan yang dihadiri para seniman dan budayawan, Asisten Sekretariat Daerah Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan.


Dalam kegiatan itu, Rico Waas menyerahkan Sertifikat Anugerah Tokoh Penggiat Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026 kepada 25 tokoh, antara lain Prof. Dr. phil. Ichwan Azhari, M.S., T. M. Muhar Omtatok, dan Teja Purnama Lubis.


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan peran nyata mereka dalam pelestarian, pengembangan, serta pemajuan kebudayaan di Kota Medan.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution berharap Pekan Budaya Daerah dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan berbagai perbaikan.


Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi serta kreativitas bagi pelajar, seniman, dan masyarakat untuk melestarikan budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi