Headline News

Fraksi Perindo Dorong Fleksibilitas Anggaran Kesehatan Hingga Penguatan Status Puskesmas

PATIMPUS.COM - Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DPRD Kota Medan menyampaikan sejumlah rekomendasi penting dalam sidang paripurna...

Fraksi Perindo Dorong Fleksibilitas Anggaran Kesehatan Hingga Penguatan Status Puskesmas
| Selasa, April 07, 2026

By On Selasa, April 07, 2026


PATIMPUS.COM - Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DPRD Kota Medan menyampaikan sejumlah rekomendasi penting dalam sidang paripurna pembahasan Ranperda perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan.


Melalui juru bicaranya, T Bahrumsyah, Fraksi Perindo menyoroti kebijakan anggaran kesehatan daerah yang dinilai perlu disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat.


Fraksi Perindo menilai, kebijakan pemerintah pusat yang tidak lagi mewajibkan alokasi minimal 10 persen anggaran kesehatan di luar gaji dalam APBD harus dimanfaatkan secara bijak oleh pemerintah daerah.


Menurutnya, penganggaran sektor kesehatan ke depan sebaiknya lebih fleksibel, berbasis kinerja, kebutuhan, dan fokus pada pelayanan dasar masyarakat.


“Pengelolaan anggaran harus diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Bahrumsyah, Senin 6 April 2026


Selain itu, Fraksi Perindo juga menekankan pentingnya penguatan peran Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan.


Mereka meminta Pemerintah Kota Medan memastikan seluruh Puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan status tersebut, Puskesmas dapat lebih leluasa mengelola keuangan secara mandiri.


Melalui skema BLUD, Puskesmas dapat langsung menggunakan pendapatan dari BPJS Kesehatan maupun retribusi layanan untuk kebutuhan operasional tanpa terhambat mekanisme birokrasi yang kaku.


“Kondisi ini akan memungkinkan Puskesmas meningkatkan kualitas layanan secara optimal, termasuk dalam pengelolaan SDM dan pengadaan alat kesehatan,” jelasnya.


Fraksi Perindo juga meminta Pemerintah Kota Medan melakukan evaluasi terhadap tarif retribusi pelayanan kesehatan sebagaimana diatur dalam Perda Kota Medan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.


Mengacu pada ketentuan yang memperbolehkan evaluasi tarif setiap tiga tahun, Fraksi Perindo menilai penyesuaian perlu dilakukan berdasarkan kondisi ekonomi dan kemampuan masyarakat saat ini.


Dalam kesempatan itu, Fraksi Perindo turut menyoroti belum optimalnya pelayanan di RSUD Bachtiar Djafar.


Rumah sakit tersebut dinilai masih kekurangan tenaga dokter spesialis, sehingga pelayanan kepada masyarakat belum berjalan maksimal.


Fraksi Perindo mendorong Pemerintah Kota Medan untuk mengambil langkah konkret, salah satunya dengan menyusun regulasi terkait penambahan insentif atau penghasilan bagi dokter spesialis.


“Langkah ini penting agar kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, dapat terpenuhi dan pelayanan rumah sakit bisa berjalan optimal,” tegas Bahrumsyah.


Saat ini, dari kapasitas sekitar 100 tempat tidur yang tersedia, tingkat keterisian rumah sakit tersebut masih tergolong rendah akibat keterbatasan tenaga medis.


Menutup pandangannya, Fraksi Perindo berharap pembahasan Ranperda perubahan sistem kesehatan ini dapat dilakukan secara komprehensif dan menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Medan.


Fraksi Perindo menegaskan komitmen untuk terus mengawal pembahasan regulasi tersebut agar benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. (rel)

Direksi Perumda Tirtanadi Sudah Tindaklanjuti Hasil Monitoring BPK Wilayah 1 Sumut
| Senin, April 06, 2026

By On Senin, April 06, 2026


PATIMPUS.COM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sudah menyelesaikan keseluruhan hasil monitoring Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah 1 Sumatera Utara (Sumut) untuk tahun 2023.


"Hal ini berdasarkan hasil tindaklanjut bersama BPK Wilayah 1 Sumut pada Semester 1 Tahun 2025 tertanggal 24 Juli 2025 yaitu tindaklanjut rekomendasi kepada direksi periode sebelumnya terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) No : 98/LHP/XVIII/Medan/12/2023, bahwa telah dilakukan  tindaklanjut terhadap hasil monitoring dan telah ditindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK. 


"Adapun jajaran direksi periode yang menjabat saat ini sangat terbuka terhadap laporan masyarakat apalagi BPK walaupun rekomendasi yang disampaikan BPK adalah untuk Direksi periode sebelumnya," kata Kepala Bidang (Kabid) Publikasi dan Komunikasi Lokot Parlindungan Siregar, Senin ( 6/4/2026).


Hal itu dikatakan Lokot Parlindungan Siregar terkait pemberitaan pada salah satu media online yang menyatakan adanya dugaan mark up di Tirtanadi terkait beberapa pekerjaan strategis yang dilaksanakan Perumda Tirtanadi, antara lain pengadaan pipa lateral, pipa transmisi, dan renovasi menara air.


Dikatakan Lokot Parlindungan Siregar sampai saat ini Perumda Tirtanadi telah menyelesaikan seluruh hasil monitoring BPK yang merupakan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) untuk periode tahun 2023.


"Jajaran Direksi yang saat ini menjabat sangat memberikan atensi untuk menindaklanjuti setiap hasil monitoring BPK Wilayah 1 Sumut, dengan baik dan transparan," ujar Lokot Parlindungan Siregar.


Sementara Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Perdinan Ginting  mengatakan bahwa dalam LHP BPK tidak ada menyampaikan tentang 

mark up, hanya ketidaksesuaian yang harus di ditindaklanjuti.


"Tidak ada kalimat mark up pada pemeriksaan BPK yang ada itu ketidaksesuaian," ujar Perdinan Ginting.


Dikatakan Perdinan Ginting setiap hasil dari monitoring BPK yang memeriksa dari suatu pekerjaan akan mencantumkan istilah "sesuai atau tidak sesuai" untuk hasil pemeriksaannya.


Selain itu kata Perdinan setiap pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK Wilayah 1 Sumut akan langsung ditindaklanjuti dan dilaporkan kembali kepada BPK sesuai ketentuan yang berlaku dengan melampirkan bukti-bukti yang ada. (don)

BKKBN Sumut Gelar Pra Rakorda Untuk Hasilkan Rumusan Strategis Program Bangga Kencana
| Senin, April 06, 2026

By On Senin, April 06, 2026


PATIMPUS.COM - Perwakilan BKKBN Sumatera Utara menggelar Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra Rakorda) Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera, Senin (6/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sumut, Jalan Krakatau Medan tersebut dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr Fatmawati ST MEng, yang dihadiri Kesdam I/BB, dr Igusti Nugrahah Gede Kartika Sp An, dari Polda Sumut, dr Venny Ria Pratiwi, yang sekaligus sebagai nara sumber yang dipandu Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara SSos MM.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr Fatmawati ST MEng, dalam sambutannya menyampaikan, rakorda ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pra rakorda berjalan optimal, mulai dari kesiapan materi, teknis pelaksanaan, hingga koordinasi lintas tim.


Dalam arahannya, Kaper menekankan pentingnya sinergi, ketepatan waktu, dan kualitas pelaksanaan agar pra rakorda dapat menghasilkan rumusan strategis yang berdampak nyata bagi program Bangga Kencana di Sumatera Utara.


“Melalui persiapan yang matang, diharapkan Pra Rakorda ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam percepatan pencapaian program prioritas serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dihadapan para BKKBN Kabupaten Kota Se Sumut yang berhadir seraya mengatakan untuk mematangkan Pra Rakorda sengaja menghadir nara sumber dari Pangdam I/BB dan Polda Sumut untuk memberikan masukan sekalgus dukungan suksesnya program BKKBN Sumut.


“Suksesnya program Perwakilan BKKBN tak terlepas dukungan kemitraan yang sudah dan akan terjalin sebagai kolaborasi dan sinergitas selama ini,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih pada Pangdam I/BB dan Poldasu.


Program Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN), berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga, mendukung Indonesia Emas 2045. 


Lima inisiatif strategis (Quick Wins) yang diusung meliputi Genting, Tamasya, Gati, Sidaya, dan Super Apps Keluarga Indonesia.


GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Program pendampingan dan pemenuhan gizi untuk anak stunting. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan fasilitas pengasuhan anak yang berkualitas. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak. SIDAYA (Lansia Berdaya): Program pemberdayaan lansia agar tetap produktif dan sehat dan Super Apps Keluarga Indonesia: Aplikasi berbasis AI untuk layanan konsultasi keluarga.


Sementara Kesdam I/BB, dr Igusti Nugrahah Gede Kartika Sp An dalam pemaparannya menyampaikan, sinergitas dengan Perwakilan BKKBN Sumut  sepenuhnya didukung dan siap berlaborasi mewujudkan percepatan program di tengah-tengah masyarakat.


“Kami akan berperan dengan BKKB Sumut, tantangan kami dengan TNI ingin berperan dengan BKKBN, kami memiliki SDM dari pusat sampai ke desa menuju keluraga dan penduduk berkualitas dengan memberikan edukasi, fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit yang ada di jajarannya dan pendampingan bagi keluaraga,” ujarnya.


Oleh karena itu, harapnya, jika ada pelatihan yang diselenggarakan BKKBN Sumut bisa dilibatkan Kodim-Kodim yang ada di jajaran Pangdam I/BB.


“Kami senang bersinergi dengan pihak BKKBN Sumut, karena kami juga punya keluarga,” tuturnya mengakhiri.


Hal yang sama juga dr Venny Ria Pratiwi dari Poldasu, sangat mendukung seperti menurunkan stunting telah dilakukan. Demikian juga keluarga sehat seperti pendampingan para nikah dan ibu hamil. Pertemuan berakhir dengan dengan dialog terhadap nara sumber yang dipandu Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara SSos MM. (don)

Zakiyuddin Harahap Optimistis RSUD dr Pirngadi Kembali Bangkit
| Rabu, April 01, 2026

By On Rabu, April 01, 2026


PATIMPUS.COM - Wakil Walikota Medan, H Zakiyuddin Harahap, menegaskan komitmen kuatnya untuk mengembalikan kejayaan RSUD dr Pirngadi Medan sebagai pusat pelayanan kesehatan utama di Kota Medan.


Dalam upaya tersebut, Zakiyuddin menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD dr Pirngadi Medan.

 


Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap dalam acara Silaturahmi dan Sosialisasi Penguatan Kinerja Pelayanan RSUD dr. Pirngadi yang dihadiri oleh jajaran direksi, dokter spesialis, dan tenaga medis di ruang rapat II, RSUD dr Pirngadi, Rabu (1/4/26).


Kehadiran Wakil Wali Kota Medan didampingi Istri Ny Martinijal Zakiyuddin Harahap disambut hangat jajaran manajemen dan dokter termasuk Plt Dirut RSUD dr Pirngadi Mardohar Tambunan dan Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra Pulungan.


Dijelaskan Zakiyuddin bahwa peran dokter dan tenaga medis merupakan ujung tombak dalam sistem pelayanan kesehatan. Dirinya menilai, keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang baik tidak akan optimal tanpa didukung oleh kualitas pelayanan dari tenaga medis.


“Tanpa dokter, sehebat apa pun rumah sakit, tidak akan berarti. Kunci utama pelayanan kesehatan itu ada pada dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis,” kata Zakiyuddin Harahap.


Zakiyuddin juga menekankan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu indikator utama kemajuan suatu daerah. Oleh karena itu, Pemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan, termasuk melalui peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD dr Pirngadi.


Diakui Zakiyuddin bahwa dalam beberapa tahun terakhir, RSUD dr Pirngadi menghadapi tantangan, terutama sejak diberlakukannya sistem BPJS Kesehatan yang memungkinkan masyarakat berobat ke berbagai rumah sakit, termasuk swasta. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya daya saing rumah sakit pemerintah.


Meski demikian, menurut Zakiyuddin Pemko Medan terus melakukan berbagai upaya pembenahan. Salah satunya adalah rencana pembangunan gedung baru RSUD dr Pirngadi dengan dukungan pemerintah pusat, serta peningkatan sarana dan prasarana medis.


"Saya sudah mengurus ini ke pusat, bertemu langsung dengan Menteri Kesehatan dan Menteri PU. Insyaallah disetujui anggaran sekitar Rp600 miliar untuk membangun gedung baru. Saya meminta pusat yang membangun langsung agar hasilnya lebih rapi, bagus, dan berkualitas tanpa kendala teknis di masa depan," ujar Zakiyuddin.


Selain rumah sakit, Zakiyuddin juga menyampaikan bahwa tahun ini Pemko Medan akan merenovasi 41 Puskesmas di seluruh pelosok kecamatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dari tingkat dasar.


Kemudian Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kebersihan rumah sakit sebagai faktor utama dalam menarik kembali minat masyarakat.


“Pelayanan dan kebersihan adalah kunci. Gedung bagus saja tidak cukup kalau pelayanannya tidak baik,” tegas Zakiyuddin 


Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin turut mengajak seluruh dokter, khususnya dokter spesialis, untuk berperan aktif dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat agar tidak lagi berobat ke luar negeri, seperti ke Malaysia.


Menurut Zakiyuddin fenomena masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri menjadi tantangan serius bagi layanan kesehatan di daerah. Ia menilai, dari sisi kompetensi tenaga medis, Kota Medan tidak kalah, namun masih perlu meningkatkan kepercayaan publik.


“Kita harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa berobat di Medan, khususnya di RSUD dr Pirngadi, tidak kalah dengan di luar negeri. Ini tugas kita bersama,” jelas Zakiyuddin.


Lebih lanjut, Zakiyuddin berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan tenaga medis dalam meningkatkan mutu layanan, termasuk memberikan masukan terkait kebutuhan rumah sakit, baik dari sisi alat kesehatan maupun sistem pelayanan.


Melalui kegiatan ini, Pemko Medan menargetkan RSUD dr Pirngadi dapat kembali menjadi rumah sakit rujukan utama yang dipercaya masyarakat, sekaligus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta maupun layanan kesehatan di luar negeri. (don)

‎M Nuh Ajak Umat Muslim Saling Menghormati Dalam Perbedaan Penetapan 1 Syawal 1447 H
| Jumat, Maret 20, 2026

By On Jumat, Maret 20, 2026


PATIMPUS.COM - Menyikapi perbedaan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah / 2026 Masehi pada tahun ini, Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), KH Muhammad Nuh MSP mengajak masyarakat Indonesia khususnya Medan- Sumatera Utara untuk saling menghormati.

‎Hal itu disampaikan KH Muhammad Nuh usai dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp dan saat ini, ia sedang mengumandangkan takbir menunggu pelaksanaan sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjidil Haram dalam rangka menjalani ibadah umroh, Jum'at pagi (20/3/2026).

‎"Iya Alhamdulillah, saat Ini, saya sedang nunggu shalat 'Id di Masjidil Haram, sesudah shubuh tadi. Karena padat, kita dapat di lantai paling atas di lokasi  perluasan Masjidil Haram," ungkap M. Nuh.

‎Terkait perbedaan penetapan 1 Syawal, menurut M.Nuh, ada dua aliran besar dalam menentukan awal bulan Hijriah, pertama dunia ini satu mathla' (titik pantau), dimana saja bulan terlihat. 

‎"ada dua aliran besar dalam penentuan awal bulan Hijriah, jadi pertama dunia ini satu mathla' (titik pantau), dimana saja bulan terlihat, seperti saudara -saudara kita Muhammadiyah dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) cukup dengan ijtima' hilal (konjungsi) dinilai sudah masuk tanggal 1," ungkap M Nuh.

‎Kedua, Sambung Senator dari Sumatera Utara ini, namanya Ta'addudul Mathali' (keberagaman titik pantau),  artinya bisa saja terjadi perbedaan antara satu daerah dengan daerah lain dan itu  tergantung pada posisi bulan, terlihat atau tidak, tentunya berdasarkan perhitungan ilmu hisab.

‎"Saya cenderung kepada pandangan kedua. Karena perbedaan antara  Madinah dan Syam terjadi ketika pada masa Rasulullah Saw, Jadi terkait perbedaan penetapan Syawal ini, tentunya kita harus saling menghormati terhadap keberagaman ini," jelas M Nuh.

‎M Nuh mengajak agar masyarakat menyikapi perbedaan tersebut dengan saling menghormati satu sama lainnya dan mengingatkan tentang firman-Nya dalam Qur'an surat Al-Isra' : 36.

‎"Yang terpenting, semua pihak membangun amalnya berdasarkan ilmu dan pemahaman. Bukan semata-mata ikut-ikutan atau fanatisme kelompok.

‎Allah SWT mengingatkan kita dalam firman Allah,

‎وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

‎'Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.' dalam Qur'an Surat Al-Isra' : 36," jelas M Nuh.

‎Dalam kesempatan itu pula, M Nuh juga menyampaikan ucapan selamat berhari raya Idul Fitri kepada seluruh ummat muslim khususnya di Medan Sumatera Utara.

‎"Alhamdulillah... Dengan kerendahan hati ini, Saya M Nuh, Anggota DPD RI Provinsi Sumatera Utara, dari Masjidil Haram mengucapkan Taqobbalallahu hu Minna wamingkum, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, khususnya bagi saudara-saudara kita  dari Muhammadiyah yang sedang merayakannya pada hari Jum'at 20 Maret ini, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin," tutup M Nuh. (Soni)


‎Karyawan XLSMART Dan PFI Medan Tebarkan Faedah Untuk Disabilitas Netra
| Kamis, Maret 19, 2026

By On Kamis, Maret 19, 2026


‎PATIMPUS.COM - Sinergi  satukan langkah tebarkan faedah dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan karyawan XLSMART melalui Majelis Taklim XLSMART (MTXLSMART) yang berkolaborasi bersama Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan dalam sebuah kegiatan berbagi kepada penyandang disabilitas netra. 

‎Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Medan dengan melibatkan anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Medan sebagai penerima manfaat ini,  mengusung tema 'Satukan Langkah Tebarkan Faedah' Bersama, Melaju Tanpa Batas sebagai wujud nyata dari nilai kemanusiaan untuk terus dijaga.  

‎Hadir dalam kegiatan ini, Ketua MTXLSMART Northern Sumatera, Aldi Desmet dan Ketua PFI Medan, Riski Cahyadi yang langsung menyerahkan paket bantuan untuk disabilitas netra di disekretariat PERTUNI di Jalan Sampul No. 30 Medan, Rabu (18/3/2026).

‎Regional Group Head XLSMART Norhtern Sumatera, Winetou Lubis, mengatakan, semangat Satukan Langkah Tebarkan Faedah tersebut bukan hanya sekedar kolaborasi sinergi antara karyawan XLSMART dan PFI Medan saja, tapi lebih kepada sisi humanis sebagai wujud nyata kepedulian untuk menebarkan manfaat kepada saudara-saudara disabilitas netra di Medan.

‎”Melalui semangat Satukan Langkah Tebarkan Faedah, kami percaya bahwa sinergi antara karyawan XLSMART dan PFI Medan bukan sekadar kolaborasi, tetapi wujud nyata kepedulian. Bersama, kita hadir untuk memberi manfaat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi saudara-saudara disabilitas netra di Medan sekaligus untuk membantu masyarakat yang dalam keadaan sulit secara ekonomi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Winetou Lubis.

‎Winetou menambahkan bantuan yang diberikan berupa bahan-bahan kebutuhan pokok dan uang tunai dan ia  berharap aktivitas yang dijalankan ini bermanfaat bagi masyarakat dan mendapatkan keberkahan dibulan suci Ramadhan. 

‎"Kolaborasi yang dilakukan karyawan XLSMART dalam kegiatan ini bertujuan agar dapat lebih banyak memberi manfaat kepada masyarakat," tambah Winetou.

‎Bantuan yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana zakat karyawan XLSMART yang secara rutin dikumpulkan setiap bulan dan dikelolah MTXLSMART, untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerima. Dan juga dari donatur-donatur masyarakat yang peduli dengan disabilitas netra.

‎Tidak hanya sekadar berbagi, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan rasa saling menghargai. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu ketika masa pandemi hingga saat ini, karyawan XLSMART sudah hadir membantu disabilitas netra di Pertuni Medan.

‎Sinergi antara karyawan XLSMART dan PFI Medan menjadi wujud nyata kepedulian sosial melalui kegiatan ini yang ditujukan untuk mendukung penyandang disabilitas netra di Kota Medan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membangun kebersamaan, empati, dan semangat kolaborasi lintas komunitas.

‎Hal senada disampaikan Ketua PFI Medan Riski Cahyadi menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan langkah kecil yang diharapkan membawa dampak besar bagi masyarakat. 

‎“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi sederhana bisa menghadirkan manfaat luas. Ini bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang berjalan bersama, merangkul, dan memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas netra juga merasakan perhatian dan kebersamaan,” ungkap Riski.

‎Sementara itu, pihak Pertuni Medan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dukungan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para anggota.

‎Melalui kegiatan 'Satukan Langkah Tebarkan Faedah' ini diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama dan Semangat kolaborasi dan kepedulian ini menjadi inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan di tengah masyarakat. (Soni)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis