Kebut Proyek PSEL, Pemko Medan Pastikan Kesiapan Lahan Sesuai Kriteria Pusat

Sabtu, September 26, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Pemko Medan menegaskan komitmen penuh dalam mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan penyediaan lahan yang saat ini memasuki tahap teknis pematangan.


Komitmen ini disampaikan oleh Pj Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fachrurrazi, saat mewakili Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam Diskusi Teknis Rencana Pematangan Lahan PSEL di Balai Kota, Sabtu (26/9/2026).


Turut hadir dalam rapat itu, Asisten Deputy Ekonomi Sirkuler dan Dampak Lingkungan Kemenko Pangan RI Rofi Al Hanif, Director Of Technical dan Operations Danantara Dimas Adi Wibowo, serta para pimpinan Perangkat Daerah terkait di lingkungan Pemko Medan.


Dalam rapat itu, Erfin menekankan bahwa pengolahan sampah merupakan urusan wajib pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, Pemko Medan siap bergerak cepat agar pelaksanaan groundbreaking dapat terealisasi sesuai timeline yang ditargetkan pada awal Januari mendatang.


"Sejak awal, Bapak Wali Kota berulang kali mengingatkan kami untuk memberikan perhatian penuh pada proyek ini. Kami di Pemko Medan sudah menyiapkan pembiayaan dan ketersediaan lahannya. Fokus utama kami adalah memastikan Pemko Medan benar-benar siap mendukung penuh saat groundbreaking nanti," ujar Erfin.


Meski demikian, Erfin menggarisbawahi pentingnya kecermatan dalam aspek teknis pematangan lahan agar seluruh spesifikasi dan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dapat terpenuhi dengan sempurna. 


"Kami terus berkoordinasi supaya aspek-aspek spesifikasi dari pematangan lahan ini sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan pemerintah pusat," kata Erfin.


Melalui diskusi teknis ini, Erfin berharap dapat melahirkan rumusan dan keputusan bersama demi menjamin keberhasilan proyek strategis energi bersih ini di Kota Medan. (rel/don)

‎Perkuat Program Future Ready, XLSMART Dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready

Sabtu, September 26, 2026


‎JAKARTA (patimpus.com) - Ditengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.

‎

‎Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.

‎

‎Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan 'Skill Ready – Career Ready – Future Ready'. 

‎

‎Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.

‎

‎Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.

‎

‎Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan.

‎

‎“Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.” jelas Reza Z. Mirza.

‎

‎“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.

‎

‎Dari Pelatihan Hingga Pekerjaan

‎

‎Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.

‎

‎Program ini dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.

‎

‎Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.

‎

‎Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.

‎

‎Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.

‎

‎Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

‎

‎850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra

‎

‎Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.

‎

‎Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.

‎

‎Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.

‎

‎Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.

‎

‎Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta

‎

‎Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.

‎

‎Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

‎

‎Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi.


Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.

‎

‎Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.

‎

‎Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.

‎

‎Informasi mengenai program dan materi pembelajaran XLSMART Future Ready dapat diakses melalui futureready.xlsmart.co.id. (rel/soni)

‎Unimed Jadi Tuan Rumah Rakernas HAPPENMASI Ke 4 Tahun 2026

Sabtu, September 26, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) - Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Medan (UNIMED) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke 4 Himpunan Akademisi dan Program Studi Pendidikan Masyarakat Seluruh Indonesia (HAPPENMASI) Tahun 2026. 

‎

‎Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, di Hotel Grand Mercure Medan dan Digital Library UNIMED ini, mengangkat tema 'Transformasi Keilmuan Pendidikan Masyarakat Menuju Ekosistem PNFI yang Adaptif dan Berdaya saing.' 

‎

‎Rakernas diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya IKIP Siliwangi, Universitas Insan Cendekia Mandiri, Universitas Ibn Khaldun, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Pendidikan Mandalika, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Islam Nusantara, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Universitas Pattimura, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Mulawarman, Universitas Riau, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Sriwijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Palangka Raya, Universitas Nusa Cendana, Universitas Jember, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Medan, serta Universitas Negeri Manado.

‎

‎Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNIMED, Prof Dr Zainuddin MSi dan turut dihadiri Ketua HAPPENMASI, para wakil dekan, Sekretaris Happenmasi, ketua dan sekretaris jurusan, serta delegasi program studi Pendidikan Masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia.

‎

‎Dalam sambutannya, Prof Dr Zainuddin MSi, menyampaikan Rakernas Happenmasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga dan program studi Pendidikan Masyarakat di Indonesia.

‎

‎ “Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika kebutuhan masyarakat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan inovasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui forum nasional ini, kita berharap lahir berbagai gagasan, program, dan kerja sama yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Pendidikan Masyarakat. Sinergi antarpogram studi harus terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan yang berkembang di tengah masyarakat,” ujarnya.

‎

‎Sementara itu, Ketua Happenmasi, Prof Dr Uyu Wahyuddin MPd, menyampaikan, Rakernas merupakan forum strategis untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja Happenmasi kedepan dan diharapkan dapat menghasilkan rumusan program kerja yang konkret.

‎

‎“Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para akademisi untuk bertukar gagasan, pengalaman, dan praktik baik dalam pengembangan program studi Pendidikan Masyarakat. Rakernas diharapkan dapat menghasilkan rumusan program kerja yang konkret, memperkuat jejaring akademik antar perguruan tinggi, serta membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kualitas lulusan," jelas Uyu Wahyuddin.

‎

‎"Melalui Rakernas Happenmasi ke-4, UNIMED turut menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan jejaring pendidikan tinggi nasional dan pengembangan Pendidikan Masyarakat yang adaptif, kolaboratif, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.” tambahnya.

‎

‎Pada Rakernas ini juga mengundang Prof. Dr. Hafid Abbas (Guru Besar Universitas Negeri Jakarta) sebagai Narasumber General Studium. 

‎

‎Pada kesempatan tersebut, Prof Hafid mengatakan pentingnya memikirkan bagaimana menciptakan dan memperluas peluang kerja bagi lulusan Pendidikan Masyarakat ke depan.

‎

‎“Kita perlu memikirkan bagaimana menciptakan dan memperluas peluang kerja bagi lulusan Pendidikan Masyarakat ke depan. Kompetensi yang dimiliki harus semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Kami sangat berharap Happenmasi dapat menjadi wadah yang mampu memperkuat jejaring, melahirkan inovasi, serta mendorong kolaborasi antar perguruan tinggi agar lulusan Pendidikan Masyarakat semakin adaptif, profesional, dan memiliki ruang kontribusi yang lebih luas di tengah masyarakat,” ujarnya. (rel/Soni)

Sofyan Tan Syukuran Diusia 67, Bagi Beras dan Dorong Pendidikan untuk Ubah Nasib

Jumat, September 25, 2026



MEDAN (patimpus.com) - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, merayakan ulang tahunnya yang ke-67 secara sederhana, Kamis, 25 September 2026.


Alih-alih menggelar perayaan mewah, Sofyan Tan memilih berbagi kasih bersama teman, kerabat dan sahabat kecilnya di kawasan Sunggal.


Di usianya yang ke-67, Sofyan Tan kembali mengingat perjalanan hidup bersama teman-teman masa kecilnya yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan ekonomi. Sebagian dari mereka masih bekerja sebagai penarik becak untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


Sebagai bentuk kepedulian sekaligus rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dilaluinya, Sofyan Tan membagikan 67 karung beras kepada 67 penarik becak di sekitar kawasan tempat tinggalnya dahulu di Sunggal.


Pembagian beras tersebut dilakukan di halaman Universitas Satya Terra Bhinneka. Tempat itu memiliki kenangan tersendiri bagi Sofyan Tan karena kawasan tersebut dahulu merupakan hamparan tempat dirinya bermain bersama teman-teman semasa kecil.


Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Tan menyampaikan pesan kepada teman dan keluarga sahabat masa kecilnya agar tidak larut dalam penyesalan terhadap keadaan yang dihadapi saat ini. Ia mengajak mereka untuk terus berusaha memperbaiki masa depan, terutama melalui pendidikan.


"Kepintaran, kecerdasan yang diasah melalui pendidikan, adalah modal yang sangat besar untuk merubah nasib menjadi lebih baik," pesan Sofyan Tan.


Sofyan Tan kemudian menceritakan latar belakang kehidupannya yang juga dibesarkan dalam keluarga sederhana. Ia mengatakan ayahnya dahulu bekerja sebagai tukang jahit. 


Keluarganya juga tinggal di rumah yang berlantaikan tanah, berdinding tepas dan beratap rumbia.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah pada keadaan. 


Dengan kegigihan, semangat pantang menyerah dan ketekunan dalam belajar, Sofyan Tan kemudian mampu melanjutkan perjalanan hidup hingga mendirikan sekolah dan menjadi anggota DPR RI.


Pengalaman tersebut pula yang membuat Sofyan Tan memiliki perhatian besar terhadap akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.


Ia bertekad agar anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi, tetapi mempunyai kemauan keras, rajin dan jujur, tetap mendapatkan kesempatan untuk mengejar cita-cita melalui pendidikan.


Sebelum berbagi 67 karung beras di halaman Universitas Satya Terra Bhinneka, Sofyan Tan juga membagikan beras kepada masyarakat di kawasan Tanjung Gusta, Kabupaten Deli Serdang.


Perayaan ulang tahun ke-67 tersebut sekaligus menjadi momen bagi Sofyan Tan untuk kembali menyapa lingkungan masa kecilnya, berbagi dengan sahabat lama yang masih berjuang mencari penghidupan, serta menyampaikan kembali pesan tentang pentingnya pendidikan sebagai bekal mengubah masa depan. (rel/don)

Dinkes Sumut Deteksi 27 Kasus Super Flu, Terbanyak di Puskesmas Teladan dan RS Amri Tambunan

Jumat, September 25, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Dinas Kesehatan Sumatera Utara mencatat 27 kasus influenza A (super flu) berdasarkan pemeriksaan melalui dua sentinel surveilans Influenza Like Illness (ILI) di Sumatera Utara.


Kasus tersebut terdeteksi dari dua lokasi pemeriksaan, yakni Puskesmas Teladan untuk wilayah Kota Medan dan Rumah Sakit Amri Tambunan untuk wilayah Kabupaten Deli Serdang.


Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy melalui Kasie P2PM (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular), dr Nora Nasution, mengatakan jumlah kasus yang terdeteksi melalui dua sentinel tersebut mengalami peningkatan pada Agustus hingga September.


“Influenza A sampai saat ini sudah ada 27 kasus. Itu pun kita dapatkan dari data Sentinel ILI,” ujar Nora.


Menurut dia, dari 27 kasus tersebut, tiga kasus ditemukan pada Agustus, sedangkan pada September jumlahnya meningkat menjadi 18 kasus berdasarkan data yang telah diperoleh dari pemeriksaan sentinel.


Nora menjelaskan, cakupan pemeriksaan ILI tersebut belum menggambarkan seluruh kasus influenza yang ada di Sumatera Utara. Hal itu karena pemeriksaan melalui sistem sentinel masih dilakukan pada lokasi tertentu dengan keterbatasan anggaran dan logistik.


“Di Provinsi Sumatera Utara itu ada dua site-nya. Di Puskesmas Keladan dan satu lagi di Rumah Sakit Amri Tambunan. Jadi 27 kasus ini kita dapat dari situ, dari dua site-nya,” katanya.


Ia mengatakan, masyarakat yang diperiksa melalui dua fasilitas tersebut pada dasarnya berasal dari wilayah sekitar lokasi site sentinel. Puskesmas Teladan menjadi salah satu lokasi pemeriksaan untuk masyarakat Kota Medan, sedangkan Rumah Sakit Amri Tambunan melayani pemeriksaan untuk masyarakat di wilayah Deli Serdang.


Nora menegaskan, istilah suspek influenza tidak dapat disamakan dengan kasus influenza A yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan. Orang yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek atau batuk kering dapat masuk kategori suspek, sedangkan 27 kasus yang disebutkan merupakan hasil pemeriksaan yang menunjukkan influenza A.


“Kalau suspek itu artinya semua orang yang dengan gejala, demam, batuk, pilek, batuk kering. Itu suspek semuanya disebutkan. Tapi kalau kalian mau cari yang influenza A itu cuma 27 orang,” ujarnya.


Nora mengatakan gejala influenza dapat menyerupai COVID-19 karena sama-sama dapat menimbulkan demam dan gangguan saluran pernapasan. Namun, tingkat keparahan gejala dapat berbeda pada masing-masing penyakit maupun pasien.


Menurut dia, COVID-19 dapat menimbulkan gangguan pernapasan yang lebih berat dan menyerang bagian paru-paru. Sementara influenza musiman pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, terutama apabila daya tahan tubuh seseorang dalam kondisi baik.


“Semua gejala influenza itu semuanya mirip pasti sama COVID. Tapi lihat tingkat keparahannya,” katanya.


Ia menuturkan, influenza musiman merupakan penyakit yang dapat muncul setiap tahun dan dipengaruhi berbagai kondisi, termasuk perubahan cuaca. Kondisi panas dan hujan yang bergantian dinilai dapat mendukung meningkatnya infeksi saluran pernapasan.


Meski demikian, Nora meminta masyarakat tidak panik. Kewaspadaan tetap diperlukan untuk melihat apakah terdapat peningkatan kasus yang signifikan.


Ia juga menyebut kelompok yang lebih rentan mengalami influenza antara lain anak-anak, terutama balita, lansia dan ibu hamil. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Sumut saat ini, kasus yang terdeteksi melalui pemeriksaan ILI lebih banyak ditemukan pada kelompok anak-anak dan lansia.


Nora mengatakan pasien yang menjalani pemeriksaan di site ILI tersebut merupakan pasien yang telah menunjukkan gejala sehingga membutuhkan pemeriksaan dan penanganan.


Dinkes Sumut menyatakan belum menerima laporan adanya kematian akibat kasus influenza A yang terdeteksi tersebut.


“Tidak sampai ada orang yang dilaporkan meninggal dunia. Tidak ada,” ujar Nora.


Ia mengatakan, influenza musiman pada kondisi tertentu dapat sembuh tanpa pengobatan khusus karena sangat dipengaruhi daya tahan tubuh. Namun, kondisi pasien dengan penyakit penyerta atau komorbid dapat memperberat infeksi yang dialami.


Pada kelompok lansia, misalnya, keberadaan penyakit seperti diabetes, penyakit jantung atau penyakit lainnya dapat menjadi faktor yang memperberat kondisi ketika mengalami infeksi influenza.


Karena itu, masyarakat tetap diminta menjaga kondisi tubuh, antara lain dengan mencukupi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi. Apabila mengalami demam atau gejala lainnya, pengobatan dilakukan sesuai kondisi pasien dan anjuran tenaga kesehatan.


Perhatian terhadap influenza, menurut Nora, tidak semata-mata disebabkan oleh meningkatnya kasus yang ditemukan saat ini. Kementerian Kesehatan juga meminta daerah meningkatkan kewaspadaan dan deteksi terhadap berbagai virus influenza.


Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui perkembangan berbagai tipe influenza sehingga apabila terdapat virus yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau pandemi dapat dideteksi lebih awal.


“Kami diminta sama Kementerian Kesehatan untuk mewaspadai peningkatan kasus terhadap yang namanya influenza-influenza ini, virus influenza secara keseluruhan,” katanya.


Nora menyebut pengalaman pandemi COVID-19 menjadi salah satu pelajaran agar sistem surveilans penyakit pernapasan tidak kembali lengah. Karena itu, pemeriksaan melalui jaringan sentinel terus dimanfaatkan untuk mengetahui jenis influenza yang beredar.


“Pelajaran dari COVID-19 itu, jangan sampai kita kecolongan lagi,” ujarnya.


Melalui dua site sentinel yang ada di Sumut, pemeriksaan dapat membantu menentukan apakah virus yang ditemukan termasuk influenza A atau influenza B. Pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui subtipe tertentu dilakukan melalui pemeriksaan dan pengiriman spesimen ke Jakarta karena membutuhkan jenis reagen dan fasilitas pemeriksaan yang berbeda.


Untuk mencegah penularan, Nora mengimbau masyarakat yang sedang sakit menggunakan masker dan membatasi kontak dengan orang lain selama masa infeksi.


Ia juga meminta masyarakat membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga asupan makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan serta menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan olahraga teratur.


“Kalau ada orang yang sakit, itu jangan didekatin lah dulu selama masa infeksi dia. Jadi paling tidak masyarakat yang sakit ini, dia harus isolasi dulu,” katanya.


Selain langkah tersebut, vaksinasi influenza juga dapat menjadi salah satu pilihan pencegahan. Nora mengatakan vaksin influenza dapat diperoleh di klinik maupun rumah sakit yang menyediakan layanan vaksinasi.


Menurut dia, vaksin influenza diberikan secara berkala dan perlindungannya perlu diperbarui setiap tahun. Terdapat vaksin yang mencakup tiga maupun empat strain influenza.


Nora menjelaskan, virus influenza memiliki berbagai jenis, termasuk influenza A yang dapat menginfeksi manusia maupun hewan, sedangkan influenza B disebutnya menginfeksi manusia.


Ia menambahkan, masyarakat tidak perlu menunggu akan melakukan perjalanan ibadah seperti haji atau umrah untuk mendapatkan vaksin influenza. Vaksinasi dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap infeksi influenza, sesuai kebutuhan dan layanan kesehatan yang tersedia. (don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi