Headline News

Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba

PATIMPUS.COM - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuh...

Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
| Selasa, Februari 03, 2026

By On Selasa, Februari 03, 2026


PATIMPUS.COM - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Senin (2/2/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non PAUD di wilayah Kecamatan Balige.


Dalam kegiatan tersebut, Dr. Fatmawati meninjau langsung proses distribusi MBG di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba sekaligus memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara dengan SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.


Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa pelaksanaan Program MBG 3B merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, yang menekankan pentingnya pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.


Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Tim Pendamping Keluarga (TPK) ditugaskan untuk turut mendampingi proses distribusi MBG kepada sasaran 3B. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyuluhan kepada keluarga.


“Program MBG 3B tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi momentum bagi TPK untuk memberikan pendampingan, edukasi pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita,” ujar Dr. Fatmawati.


Menurutnya, pendekatan distribusi yang disertai pendampingan akan memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.


Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.


Melalui kegiatan monitoring ini, BKKBN Sumatera Utara berharap pelaksanaan Program MBG 3B di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dapat semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (don)

Genjot Penggunaan KB Modern, BKKBN Sumut Perkuat Peran PKB di Toba
| Selasa, Februari 03, 2026

By On Selasa, Februari 03, 2026


PATIMPUS.COM - Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara terus mendorong peningkatan penggunaan kontrasepsi modern dan penurunan angka kelahiran di Kabupaten Toba.


Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige, Senin (2/2).


Pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa PKB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).



Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa Kabupaten Toba masih menghadapi tantangan dalam pencapaian indikator kependudukan. Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Toba tercatat sebesar 2,85 dan masih berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,39.

Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kabupaten Toba juga masih relatif rendah, yakni sekitar 39,3 persen. Kondisi tersebut turut memengaruhi capaian mCPR Provinsi Sumatera Utara yang pada tahun 2025 berada di angka 50,5 persen.


“PKB memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga. Diperlukan langkah inovatif, pendekatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” ujar Dr. Fatmawati.


Ia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan data serta peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mCPR sekaligus menurunkan angka TFR di Kabupaten Toba pada tahun 2026.


Melalui kegiatan pembinaan ini, PKB Kabupaten Toba dapat meningkatkan kinerja di lapangan serta menghadirkan inovasi pelayanan dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta mempercepat pembangunan kependudukan di Kabupaten Toba. (don)

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset BUMN Perkebunan
| Minggu, Februari 01, 2026

By On Minggu, Februari 01, 2026


PATIMPUS.COM - Kinerja PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menunjukkan penguatan signifikan. Subholding PTPN III (Persero) ini membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025.


Capaian tersebut tidak hanya melampaui target internal perusahaan, tetapi juga mencerminkan perbaikan fundamental pengelolaan aset dalam tiga tahun terakhir.


Dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA PalmCo tumbuh sekitar 49 persen secara tahunan. Tren kenaikan ini bahkan sudah terlihat sejak 2023, ketika rasio pengembalian aset perusahaan masih berada di angka 3,88 persen. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, profitabilitas aset PalmCo meningkat lebih dari dua kali lipat.


Realisasi 7,9 persen itu juga jauh di atas target awal perusahaan yang dipatok sebesar 4,9 persen. Dengan demikian, kinerja ROA 2025 tercatat sekitar 161 persen dari proyeksi yang ditetapkan manajemen di awal tahun.


Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten.


“Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).


Sejalan dengan Agenda Efisiensi BUMN


Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya BUMN tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. ROA menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur hal tersebut.


Dengan capaian 7,9 persen, PalmCo kian mendekati target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10 persen.


“Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko.


Efisiensi Modal Menguat


Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga menunjukkan tren positif. Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada 2025 tercatat sebesar 17,10 persen. Angka ini meningkat 34 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 12,73 persen, dan jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 sebesar 8,17 persen.


Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal perusahaan sebesar 12,22 persen. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat modal, ROIC di atas 17 persen mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja modal dan keberhasilan menekan biaya modal.


Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir.


“ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.


Ke depan, PalmCo akan mempertahankan fokus pada peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta pengembangan hilirisasi untuk meredam volatilitas harga komoditas global. Konsistensi pada efisiensi operasional dan pengelolaan aset dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. (don)

Imlek Hitungan Hari, Toko Acai Jaya Jual Aksesoris Shio Kuda
| Minggu, Februari 01, 2026

By On Minggu, Februari 01, 2026


PATIMPUS.COM - Warga Tionghoa mulai berburu pernak pernik untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang.


Pantauan wartawan Minggu (1/2/2026), terlihat Toko Acai Jaya menjadi salah satu destinasi penjualan aksesoris imlek terlengkap yang diburu komunitas Tionghoa di Sumatera Utara khususnya Kota Medan.


Tampaknya, warga antusias mencari aksesoris yang diinginkan untuk menghiasi rumahnya dalam perayaan imlek yang tahun ini bershio kuda.


"Setiap menjelang imlek saya kemari, biasanya banyak barang-barang baru seperti aksesoris berbentuk shio dan lampion yang dijual di Toko Acai Jaya ini," ungkap Chandra, warga Sukaramai.


Chandra sendiri selalu membeli sejumlah angpau yang menjadi tradisi orang Tionghoa setiap perayaan imlek untuk berbagi rezeki kepada anak-anak.


Sementara Lina, warga Kampung Baru, mengatakan puas berbelanja di Toko Acai Jaya karena barangnya lengkap dan harganya murah terjangkau.



Di Toko Acai Jaya yang terletak di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun tak jauh dari Istana Maimun ini, terpajang berbagai hiasan bernuansa merah.


Mulai dari lampion berukuran kecil hingga besar, termasuk lampion elektrik dengan lampu kedap-kedip untuk menghiasi suasana imlek.


Selain lampion, berbagai aksesori lain seperti boneka, hiasan dinding, miniatur kuda, serta angpau didominasi warna merah juga banyak diburu masyarakat yang datang dari berbagai daerah.


"Ini menjelang puncaknya jadi banyak warga yang datang dari berbagai daerah untuk membeli pernak pernik imlek. Semuanya ada kita sediakan, lengkaplah," ujar pemilik Toko Acai Jaya, Aliansyah S SHU.


Pria yang akrab dipanggil Bang Acai ini menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan warga, dirinya menyiapkan berbagai stok aksesori Imlek yang sebagian produknya merupakan hasil kerajinan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan sehingga harganya terjangkau dan kualitasnya bagus. (don)

Zakiyuddin Serahkan Traktor Dan Combine Harvester Guna Tingkatkan Produktivitas Petani
| Sabtu, Januari 31, 2026

By On Sabtu, Januari 31, 2026


PATIMPUS.COM - Senyum sumringah terpancar dari wajah para petani di Kota Medan. Harapan mereka untuk meningkatkan produktivitas pertanian kini mulai dapat diwujudkan dengan adanya suntikan semangat baru melalui bantuan alat mesin pertanian (ALSINTAN) berupa 2 unit Traktor Roda 4, dan 1 unit Combine Harvester ditambah bantuan benih padi, dan bantuan paket sembako.


Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap kepada kelompok tani yang ada di Kota Medan, bertempat di halaman Kantor UPT. BPPKP Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Medan, jalan Kramat Indah, Sabtu (31/1/2026).


Dalam sambutannya, Zakiyuddin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian besar dari Presiden RI kepada masyarakat Kota Medan. Dirinya beranggapan dengan hadirnya teknologi baru akan mempermudah kerja para petani.


"Kami melihat ada dua unit traktor dan mesin pertanian lainnya untuk masyarakat. Kita patut bersyukur atas bantuan dari pemerintah pusat ini," kata Zakiyuddin.


Zakiyuddin juga menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar simbolis, melainkan alat perjuangan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.


"Bantuan ini harus kita manfaatkan dengan sebaiknya. Semoga dengan adanya mesin  pertanian ini dapat membantu petani kita dalam meningkatkan produksi pertaniannya,"harap Zakiyuddin.


Apresiasi dan rasa haru tidak bisa disembunyikan dari salah seorang petani yang menerima bantuan tersebut.  Mangatan Harahap yang hadir mewakili kelompok tani, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemko Medan dan Pemerintah Pusat.  Baginya, bantuan mesin pertanian ini adalah hadiah yang tak ternilai harganya.


"Ini adalah tanda rasa kasih sayang pemerintah kepada kami. Jujur saja, kalau kami disuruh beli sendiri, pasti kami tidak akan sanggup membeli alat secanggih ini," ungkap Mangatan dengan tulus.


Tidak hanya itu saja, dirinya juga menegaskan komitmen para petani untuk terus bersinergi dan menyongsong program-program pemerintah ke depannya demi kemajuan sektor pertanian di Kota Medan.


Sebelumnya Plt Kepala DKP3 Kota Medan Ahmad Untung Lubis dalam laporannya menyampaikan, untuk terus meningkatkan produktivitas petani, hari ini Pemko Medan menyerahkan tiga unit alsintan kepada kelompok tani yang terdiri dari 2 unit traktor roda 4 dan 1 unit combine harvester besar.


"Mesin pertanian ini berfungsi untuk mempercepat dan memudahkan pengolahan tanah, serta mempercepat proses panen dan meminimalkan kehilangan hasil,"jelas Ahmad.


Lebih lanjut, Ahmad juga memaparkan, bencana banjir yang melanda kota Medan pada akhir bulan november 2025 yang lalu, menyebabkan terendamnya tanaman padi sawah seluas  301 Ha. Oleh karena itu, imbuhnya, pada hari ini akan disalurkan bantuan benih padi inbrida sebanyak 7.525 kg untuk 25 kelompok tani yang terdampak. 


“Bantuan ini merupakan bukti dukungan dan perhatian pemerintah pusat melalui kementerian pertanian kepada kota Medan. Selain itu, pada hari ini juga akan disalurkan bantuan sembako dari Pemko Medan kepada bapak/ibu petani yang terdampak banjir. Hingga hari ini total sudah ada 650 petani yang telah mendapatkan bantuan paket sembako,” ucapnya. (rel)

Warga Pergudangan Tolak Kenaikan IPL, Pengelola: Tanya ke Pusat
| Jumat, Januari 30, 2026

By On Jumat, Januari 30, 2026


PATIMPUS.COM - Sejumlah warga di kawasan pergudangan di Komplek Medan Mas Karimun (MMK) menyampaikan keberatan terkait kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) sebesar Rp5.000. Selain itu, warga juga menyoroti kebijakan pemutusan aliran air.


Dalam percakapan dengan awak media, perwakilan pengelola yang disebut-sebut bernama Achung menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melaksanakan kebijakan di lapangan. 


“Kalau tidak bayar, ya diputus. Soal masalah IPL, tanya ke pusat Jakarta saja. Kita sini hanya pelaksanaan tanah saja,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).


Terkait alasan kenaikan IPL, pihak pengelola menyebut hal itu untuk mendukung biaya kebersihan dan perbaikan fasilitas.


“Kenaikannya biasa lho untuk perbaikan, kebersihan, jalan," akunya.


Selain IPL, warga turut menyinggung soal parkir kendaraan yang masuk ke kawasan pergudangan. Menurut pengelola, hal tersebut diperlukan untuk menutup biaya perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan besar. 


“Kalau masuk, itu kan pergudangan, jadi kalau masuk harus bayar karena itu mobil berat, truk, itu untuk perbaikan jalan,” ungkapnya.  


Sebelumnya, puluhan warga komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), KIM II Jalan Pulau Karimun menyampaikan protes keras atas kebijakan pengelola yang menaikkan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) secara sepihak sejak Mei 2025. Kenaikan hingga Rp5.000 per meter persegi dinilai memberatkan dan tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur yang rusak serta pelayanan yang buruk.


Salah seorang warga komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, jalan dan fasilitas umum di kawasan pergudangan tidak pernah diperbaiki.


"IPL sebelumnya Rp3.000 per luas bangunan, kini berubah menjadi Rp5.000 per luas tanah, sehingga beban pembayaran meningkat dua kali lipat," ujarnya didampingi 2 warga pergudangan lainnya, kepada awak media, Kamis (29/1/2026).


Tak hanya itu, kata dia, warga yang menolak membayar IPL diputus akses air bersih, karena biaya IPL digabung dengan pembayaran air dan keamanan.


Apalagi, sambungnya, kenaikan retribusi ini tidak pernah disosialisasikan sebelumnya.


"Sebelum naik menjadi Rp5.000 meter persegi, IPL kita sebelumnya naik ke Rp3.000, sebenarnya di sini kita mau protes juga. Tapi ya sudah lah tidak apa-apa. Tapi yang Rp5.000 ini kita jelas protes, kalau tidak protes ini bakalan naik lagi," cetusnya.


Bahkan, kata warga lainnya, dia terpaksa menampung hujan untuk ketersediaan air bersih pasca pemutusan air bersih di wilayah komplek.


"Kita mau bawa air dari luar itu tidak dikasih masuk. Karena sejak pemberlakuan kenaikan IPL, mereka langsung membuat portal di komplek. Kita yang punya tempat aja masuk harus bayar, apalagi mobil nginap. Padahal kita masukkan ke dalam gudang kita sendiri. Kena cas Rp100.000 per malam," kesalnya.


Menurut mereka, kondisi ini sudah pernah mereka laporkan kepada pengelola dan pihak KIM, namun tak ada jalan keluar.


"Kita sudah melayangkan surat keberatan dan somasi, namun tidak mendapat respon. Bahkan kita juga sudah melakukan aksi protes unjuk rasa, tapi tak ada tanggapan juga," terangnya.


Ironisnya, beberapa bulan setelah dilakukan somasi, pengelola langsung mengganti nama perusahaan mereka.


"Kita berharap PT KIM mengambil alih pengelolaan kawasan dan mengganti pihak swasta yang dianggap tidak profesional. Kita juga menuntut agar biaya IPL disesuaikan dengan standar kawasan lain serta diiringi dengan perbaikan infrastruktur," tandasnya.


Di sisi lain, warga mengungkapkan, pihak pengelola juga mempersulit pengambilan surat rekomendasi untuk penyambungan sertifikat HGB yang harus diajukan ke pihak KIM. Dalam hal ini diperintahkan langsung oleh pihak KIM wajib untuk meminta rekomendasi dari pihak pengelola komplek pergudangan MMK.


"Dan IPL tersebut, terlepas dari nilai nominalnya, wajib dibayarkan oleh pemilik gudang. Apabila tidak dilunasi, maka PT KIM tidak akan memproses surat-surat yang dibutuhkan, termasuk surat rekomendasi untuk perpanjangan HGB serta surat-surat administratif lainnya, karena seluruh proses tersebut mensyaratkan adanya konfirmasi pelunasan IPL dari pihak pengelola," ungkapnya. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis