Headline News

‎Enam Pewarta Foto Dinyatakan Kompeten dalam UKW yang Digelar LKBN ANTARA

‎ PATIMPUS.COM - Enam anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) dengan dukungan penuh dari Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara (LPJA Antara) s...

‎Enam Pewarta Foto Dinyatakan Kompeten dalam UKW yang Digelar LKBN ANTARA
| Jumat, Februari 06, 2026

By On Jumat, Februari 06, 2026


PATIMPUS.COM - Enam anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) dengan dukungan penuh dari Lembaga Pendidikan Jurnalistik Antara (LPJA Antara) sukses mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) khusus Pewarta Foto.


Kegiatan ini digelar di Antara Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu–Kamis, 4–5 Februari 2026.

‎Seluruh peserta mengikuti UKW pada jenjang Wartawan Muda dan dinyatakan lulus serta kompeten. Proses uji kompetensi dilakukan oleh penguji dari LKBN Antara, Saptono, yang menguji kemampuan teknis fotografi jurnalistik, pemahaman etika jurnalistik, serta penguasaan kaidah jurnalistik foto.

‎Sebelum pelaksanaan UKW, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan Pra-UKW dari LPJA Antara sebagai persiapan menghadapi seluruh rangkaian uji kompetensi.

‎Dalam kesempatan tersebut, Direktur Komersial, Pengembangan Bisnis, dan Teknologi Informasi (Dirkombis) ANTARA, Rachmat Hidayat, menegaskan pentingnya menjaga kualitas, etika, dan profesionalisme jurnalis ditengah dinamika industri media yang terus berkembang. 

‎Menurutnya lagi, perubahan ekosistem media mulai dari pola liputan, proses produksi, hingga distribusi berita lintas platform menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

‎Adapun keenam pewarta foto yang mengikuti UKW tersebut berasal dari Jakarta, yakni:

‎1. Adi Maulana Ibrahim – CNNIndonesia.com

‎2. Faisal Ramadhan – Independent Observer

‎3. Isra Triansyah – Sindonews

‎4. Thoudy Badai Rifanbillah – Republika

‎5. Usman Iskandar – Media Indonesia

‎6. Yudistiro Pranoto – iNews

‎PFI Pusat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LKBN Antara, LPJA Antara, Dewan Pers, serta penguji UKW Saptono, atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga keenam pewarta foto dapat mengikuti UKW Pewarta Foto dengan lancar dan sukses.

‎Pelaksanaan UKW ANTARA Tahun 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah sponsor yang memiliki perhatian terhadap peningkatan profesionalisme wartawan, antara lain PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Lubricants, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Semen Indonesia Group (Persero) Tbk (SIG), PT Bukit Asam Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Pelni, PT Bursa Efek Indonesia, BPJS Kesehatan, dan Damri.

‎Ke depan, Uji Kompetensi Pewarta Foto Indonesia (UKPFI) direncanakan akan digelar di berbagai kota di Indonesia sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan profesionalisme serta standar kompetensi pewarta foto nasional.

‎Informasi selengkapnya mengenai kegiatan PFI dapat diakses melalui situs resmi

‎www.pewartafotoindonesia.or.id. (Rel/Soni)

Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
| Jumat, Februari 06, 2026

By On Jumat, Februari 06, 2026


PATIMPUS.COM – Belum lama ini, beredar informasi bahwa terdapat sejumlah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang dinonaktifkan. 


Menanggapi hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa penonaktifan tersebut dilandasi oleh Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang berlaku per 1 Februari 2026.


“Dalam SK tersebut, telah dilakukan penyesuaian di mana sejumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan, digantikan dengan peserta baru. Jadi, secara jumlah total peserta PBI JK sama dengan jumlah peserta PBI JK pada bulan sebelumnya. Pembaruan data PBI JK dilakukan secara berkala oleh Kementerian Sosial supaya data peserta PBI JK tepat sasaran. Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria,” ujar Rizzky pada Rabu (04/02).


Kriteria peserta PBI JK yang bisa mengaktifkan kembali yaitu pertama, peserta tersebut termasuk dalam daftar peserta PBI JK yang dinonaktifkan pada bulan Januari 2026. Kedua, jika berdasarkan verifikasi di lapangan, peserta termasuk kategori masyarakat miskin dan rentan miskin. Ketiga, jika peserta termasuk peserta yang mengidap penyakit kronis, atau dalam kondisi darurat medis yang mengancam keselamatan jiwanya.


“Peserta PBI JK yang dinonaktifkan tersebut bisa melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan. Selanjutnya, Dinas Sosial akan mengusulkan peserta tersebut ke Kementerian Sosial, dan Kementerian Sosial akan melakukan verifikasi terhadap peserta yang diusulkan. Jika peserta lolos verifikasi, maka BPJS Kesehatan akan mengaktifkan kembali status JKN peserta tersebut, sehingga peserta yang bersangkutan dapat kembali mengakses layanan kesehatan,” kata Rizzky.


Rizzky juga menerangkan, untuk mengecek apakah status kepesertaan JKN masih aktif atau tidak, peserta yang bersangkutan dapat menghubungi Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) di nomor 08118165165, BPJS Kesehatan Care Center 165, Aplikasi Mobile JKN, atau melalui Kantor BPJS Kesehatan terdekat.


Bagi peserta JKN yang sedang berobat di rumah sakit, jika perlu informasi atau butuh bantuan, juga bisa menghubungi petugas BPJS SATU. Nama, foto dan nomor kontak petugas BPJS SATU! terpampang pada ruang publik di rumah sakit tersebut. Masyarakat juga dapat menghubungi petugas Pemberi Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) yang secara khusus disediakan rumah sakit untuk melayani kebutuhan informasi dan menangani pengaduan pasien.


“Sekali lagi kami imbau kepada masyarakat, selagi masih sehat harap meluangkan waktu mengecek status kepesertaan JKN-nya. Jika ternyata masuk ke dalam peserta yang dinonaktifkan, supaya bisa segera melakukan pengaktifan kembali. Jadi harapannya tidak terkendala jika mendadak perlu JKN untuk berobat,” ungkap Rizzky. (rel/don)

Pastikan Layanan Baik, Wagubsu Kunjungi RS Haji Medan
| Jumat, Februari 06, 2026

By On Jumat, Februari 06, 2026


PATIMPUS.COM - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengunjungi Rumah Sakit (RS) Haji Medan, Kamis (5/2/2026), guna memastikan pelayanan rumah sakit berjalan dengan baik serta terus mengalami peningkatan.


Wagub Surya didampingi Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, Plt Direktur RS Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, serta jajaran direksi RS Haji Medan meninjau sejumlah pasien rawat inap. Dalam kunjungan itu, Surya menanyakan langsung kepada pasien terkait pelayanan yang diberikan RS Haji Medan, khususnya kepada pasien kanker.


“Gimana ibu kondisinya? Sudah berapa lama di sini (rumah sakit)?” tanya Surya, kepada pasien kanker payudara, Sulastri.


Pada kesempatan tersebut, Surya mendengarkan langsung cerita Sulastri yang baru sehari sebelumnya menjalani operasi. Sulastri mengidap kanker payudara dan telah dirawat di rumah sakit selama tiga hari. Didampingi sang suami, Sulastri diimbau agar tetap mengikuti anjuran dokter, termasuk mengonsumsi obat sesuai jadwal yang telah ditentukan.


Selain itu, Surya juga mengunjungi Elly, warga Medan Belawan yang menderita kanker payudara. Ibu dua anak tersebut telah menjalani perawatan di RS Haji Medan selama empat hari dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.


Surya menyampaikan bahwa RS Haji Medan merupakan rumah sakit rujukan dari berbagai daerah di Sumatera Utara, sehingga kualitas pelayanannya harus terus ditingkatkan. Saat ini, RS Haji Medan telah mampu melayani pasien dengan penyakit kanker, jantung, dan stroke.


Ia berharap penerapan Universal Health Coverage (UHC) di RS Haji Medan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih prioritas dan merata kepada masyarakat. UHC merupakan bagian dari visi dan misi Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya yang kini menjadi visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


“Kami telah mendengar langsung dari pasien bahwa pelayanan rumah sakit Haji Medan ini sudah bagus, dokternya ramah-ramah, perawat bagus. Tentu ini harus ditingkatkan lagi,” ujarnya.


Menurut Surya, peningkatan pelayanan RS Haji Medan tidak hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya dengan meningkatkan keahlian dokter spesialis, khususnya di bidang jantung. Selain itu, RS Haji Medan juga terus berkolaborasi dengan RS Adam Malik Medan.


Sementara itu, Plt Direktur RS Haji Medan Yulinda Elvi Nasution menyampaikan bahwa RS Haji Medan kini menjadi pusat rujukan layanan prioritas nasional KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uro-neurologi) serta KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Pihaknya berkomitmen mendukung penuh kebijakan UHC Sumut dengan memberikan kemudahan akses pengobatan gratis bagi masyarakat. (don)



Mardohar Tambunan Pimpin Sementara RS Pirngadi Medan
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026


PATIMPUS.COM - Mardohar Tambunan resmi ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Pirngadi Medan. Penunjukan itu diketahui lewat Surat Perintah Pelaksana Tugas No.800.1.11.1/156 yang ditandatangani Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada 2 Februari 2026.


"Benar, saya telah ditunjuk sebagai Plt Dirut RUSD Pirngadi Medan," jawab Mardohar, Kamis (5/2/2026).


Dikatakannya, begitu ditunjuk sebagai Plt Dirut RSUD Pirngadi, dirinya langsung menggelar rapat bersama para wakil direktur dan jajaran lainnya guna membahas berbagai upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di RS tipe B milik Pemko Medan tersebut.


"Tadi kita baru saja menggelar rapat, ada cukup banyak yang dibahas. Sesuai arahan dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, pelayanan di RS Pirngadi harus meningkat dan jauh lebih baik dari sebelumnya," katanya.


Mardohar menyebut, dirinya tengah menyusun SOP agar pelayanan di RS Pirngadi Medan dapat berjalan dengan lebih cepat dan terstruktur.


"Agar hal itu bisa terealisasi, tentunya harus ada pembenahan SDM, ini yang akan kita fokuskan. Alhamdulillah, Bapak Wakil Wali Kota Medan juga berkantor di RS Pirngadi ini. Beliau sangat fokus pada hal ini, sehingga pembenahan SDM diharapkan bisa berjalan dengan lebih cepat. Target kita seluruh SDM harus melayani dengan cepat dan ramah," sebutnya.


Ke depan, Mardohar juga akan berfokus pada ketersediaan obat di RSUD Pirngadi Medan.


"SOP terkait ketersediaan obat di RSUD Pirngadi juga akan kita atur, bagaimana agar obat selalu tersedia. Kita ingin RS Pirngadi tidak boleh kehabisan obat," pungkasnya.


Seperti diketahui, dr Mardohar Tambunan ditunjuk sebagai Plt Dirut RSUD Pirngadi Medan untuk menggantikan dr Suhartono SpPD yang mengundurkan diri pada akhir Januari 2026 lalu. (don)

Gegara Ini, Direktur dan Wadir RS Pirngadi Pilih Mundur
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026


PATIMPUS.COM - Kabar pengunduran diri Direktur dan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis RSUD Dr Pirngadi Medan mencuat di lingkungan rumah sakit dan Pemerintah Kota Medan.


Namun, hingga kini, proses administrasi pengajuan tersebut masih berjalan dan belum mendapat persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).


Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Surya Syaputra Pulungan MKes membenarkan adanya pengajuan pengunduran diri dari dua pejabat tersebut.


“Informasinya ada dua, Direktur dan Wadir Pelayanan. Tapi ini masih proses pengajuan secara kepegawaian. Suratnya sedang diproses di BKD,” ujar Surya saat dikonfirmasi Forwakes, Rabu (4/2/2026).


Surya menjelaskan, alasan pengunduran diri keduanya berbeda. Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan disebut ingin lebih dekat dengan keluarga karena anaknya sedang menempuh pendidikan spesialis di luar daerah.


Sementara itu, Wadir Pelayanan dikabarkan ingin melanjutkan pendalaman spesialisasi di bidang kedokteran gigi. 


“Surat pengunduran diri itu masih proses secara kepegawaian. Kewenangannya ada di BKD dan Pemko,” katanya.


Terkait pengganti, Surya menyebut hingga kini belum ada penunjukan pelaksana harian (Plh) maupun pejabat definitif karena pengajuan pengunduran diri belum disetujui. “Selama belum ada keputusan resmi, yang bersangkutan masih menjalankan tugas,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Tim Humas dan Hukum RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang SKep mengaku pihaknya belum menerima surat resmi terkait pengunduran diri tersebut.


“Secara resmi kami belum ada menerima surat dari BKD atau Pemko. Yang kami dengar hanya isu, katanya direktur pensiun dini. Tapi suratnya kami tidak pernah lihat,” ujar Gibson.


Ia menyebut, di internal rumah sakit beredar informasi bahwa yang mengajukan pengunduran diri adalah Direktur dan Wadir Pelayanan Medis.


“Kemarin saya lihat beres-beres barang, sekitar dua hari lalu. Tapi secara administrasi kami belum dapat apa-apa,” katanya.


Gibson menegaskan, hingga saat ini Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan masih aktif masuk kerja dan belum ada pejabat pengganti yang ditunjuk. “Belum ada surat resmi, jadi beliau masih menjabat,” ucapnya.


Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Suhartono belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon seluler belum mendapat respons. (don)

TFR Sibolga Sudah On Track, BKKBN Sumut Fokus Genjot mCPR
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026



PATIMPUS.COM - Komitmen memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tenaga lini lapangan kembali ditegaskan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara. Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut, Dr Fatmawati ST MEng, turun langsung ke Kota Sibolga untuk menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pembinaan terhadap Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Selasa (3/2/2026).


Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Sibolga tersebut, bantuan dari Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN diserahkan kepada PKB Kota Sibolga yang terdampak bencana Sumatera.


Selain itu, bantuan juga disalurkan secara virtual kepada PKB Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tak hanya menyerahkan bantuan, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kapasitas dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan. 


Dalam arahannya, Dr. Fatmawati menyoroti capaian indikator program di Kota Sibolga yang menunjukkan progres positif, namun tetap memerlukan penguatan strategi pelaksanaan.


Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kota Sibolga telah berada pada angka 2,3, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Utara yang berada pada angka 2,39. 


Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa pelaksanaan program keluarga berencana di Kota Sibolga telah berjalan pada jalur yang tepat.


“Capaian TFR Kota Sibolga sudah menunjukkan hasil yang baik dan berada di bawah rata-rata provinsi. Ini menandakan program yang dijalankan sudah on track dan perlu terus dipertahankan,” ujar Dr. Fatmawati.


Meski demikian, ia menekankan masih adanya tantangan dalam peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kota Sibolga yang saat ini berada di angka 45,6 persen. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan karena turut memengaruhi capaian provinsi yang berada di angka 50,5 persen.


“Kita perlu memperkuat strategi pendekatan kepada masyarakat agar penggunaan kontrasepsi modern dapat meningkat. Peran PKB sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan sangat menentukan keberhasilan program ini,” tambahnya.


Lebih lanjut, Dr. Fatmawati juga mendorong PKB Kota Sibolga untuk terus meningkatkan kualitas kinerja sehingga pelaksanaan Program Bangga Kencana dan program Quick Win dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga dan kependudukan di daerah.


“Kami berharap kolaborasi antara PKB, pemerintah daerah, serta mitra kerja lainnya terus diperkuat agar target program dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan,” katanya.


Melalui pembinaan yang dilakukan serta dukungan berbagai pihak, diharapkan capaian program kependudukan dan keluarga berencana di Kota Sibolga dapat terus meningkat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat yang sejahtera. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis