‎Pameran Foto PFI Di Plaza Medan Fair Tampilkan Rekam Jejak Ketangguhan Sumatera Bangkit Dari Bencana

Kamis, Agustus 20, 2026


‎MEDAN (patimpus.com) -  Pewarta Foto Indonesia (PFI) bersama Yayasan mataWaktu dan PLN menggelar roadshow pameran foto terakhir di Kota Medan.

‎Pameran foto bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang Aceh, Padang dan Sumatera Utara bertajuk 'Prahara Pulau Emas' ini digelar meriah di Atrium Utara Plaza Medan Fair, Lantai 1, Kota Medan, pada Rabu (19/8/2026).

‎Pameran foto di Kota Medan tersebut merupakan lokasi terakhir dalam road show pameran foto 3 kota yang dimulai sejak 27 Juli 2026 di Kota Padang, Sumatera Barat dan menampilkan 140 karya yang dibukukan dan 68 karya dipamerkan dari 48 Pewarta Foto se-Indonesia.

‎Kegiatan pameran foto 'Prahara Pulau Emas' tersebut dibuka langsung oleh Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang ditandai dengan penandatanganan poster kegiatan oleh Rico Waas bersama Ketua PFI Medan Riski Cahyadi.

‎Tidak hanya sekedar menampilkan pameran foto biasa, para pengunjung bisa merasakan visual langsung dari vibes perjuangan pemulihan listrik dan ketangguhan para survivor buat bangkit kembali pasca bencana. 

‎Ketua Panitia Pameran, Irsan Mulyadi, melaporkan kepada Walikota bahwa karya-karya yang dipamerkan merupakan hasil Para pewarta foto terbaik yang berasal dari Aceh, Medan, Padang, hingga Jakarta, serta kantor berita asing, kantor berita nasional, dan media di Sumatra Utara.

‎"Kita membuat pameran foto di Medan. Pameran fotonya itu bercerita tentang bencana di Aceh, Sumatera, dan di Sumatera Barat," ujar Irsan.

‎Ia menjelaskan tujuan pameran bukan untuk bersedih, melainkan mengingatkan masyarakat bahwa Sumatera merupakan daerah rawan bencana.

‎"Kita bukan mau bersedih dengan pameran foto ini. Tetapi kita ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa kita hidup di daerah bencana. Kapan saja bencana itu bisa terjadi. Jadi kita harus bisa memitigasi, kita harus bisa berempati," katanya.

‎Menurut Irsan, puncak dari pameran ini adalah harapan. "Bukan kita mau memamerkan tentang kesedihan, tidak. Tetapi ada satu harapan yang ingin kita sampaikan kepada publik. Bahwa ini kita harus bangkit," tegasnya.

‎Selain itu, Irsan menyebut PFI juga aktif memberikan edukasi di sekolah dan berbagai lembaga. Ia membanggakan bahwa PFI merupakan satu-satunya organisasi pewarta foto di Indonesia yang memiliki 4 anggota bergelar doktor dan sedikitnya 8 bergelar master.

‎Dalam sambutannya, Rico Waas mengapresiasi kerja para pewarta foto. Ia menyebut foto memiliki kekuatan narasi yang lebih dalam dibanding video.

‎"Sebuah foto itu menceritakan ribuan kata. Karena dia di salah satu frame yang tidak bergerak, tapi kita yang bisa memaknainya, bisa menceritakan mungkin panjang lebar dari A sampai Z," ujar Rico.

‎Ia mencontohkan salah satu foto dalam pameran yang menampilkan seorang laki-laki memakai daster saat banjir. Menurutnya, foto itu memiliki makna mendalam tentang belum tersalurkannya bantuan pakaian saat itu.

‎Rico juga mengenang masa-masa awal bencana. Pada 26 November 2025 malam, ia bersama seluruh OPD dan Forkopimda tidak tidur karena debit air Sungai Deli naik sangat cepat. Beberapa camat bahkan tidak bisa dihubungi karena rumahnya terendam.

‎"Ada camat yang bercerita, kami bertahan dua hari Pak. Saya hanya mikirkan anak saya. Anak saya kasih makan pakai Indomie sama air dingin," kenangnya.

‎Walikota menegaskan Pemko Medan siap berkolaborasi dan menyediakan ruang bagi PFI untuk pameran serupa di masa depan. 

‎"Kalau Pak Wali sudah tahu tentang stringer. Jadi saya yakin tempat itu bakal ada. Tapi teman-teman juga harus komitmen untuk menjaga Pak Wali," canda Irsan yang dijawab setuju oleh Walikota.

‎Sementara itu, Korwil PFI Sumatera Utara, Hendra Syamhari, menjelaskan Prahara Pulau Emas sebelumnya telah diluncurkan dalam bentuk buku foto di Yogyakarta pada 25 Juli 2026. Pameran kemudian digelar di Istana Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatra Barat, dan di Banda Aceh pada 3–8 Agustus 2026.

‎Dia menyebut para pewarta foto rela meninggalkan keluarga demi mengabadikan kondisi di lapangan.

‎"Ada adik kita, Yudi. Anaknya masih bayi, dia tinggalkan anak dan istrinya naik sepeda motor untuk meliput," kata Hendra.

‎Menurutnya, tujuan pameran ini adalah untuk mencatat sejarah. "Besok anak cucu kita akan melihat Sumatera pernah hancur akibat tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Ini sebuah sejarah yang sudah kita torehkan," ujarnya.

‎Acara ini juga mendapat dukungan dari Pelindo Multi Terminal, PT Agincourt Resources dan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. (Soni)

Banggar DPRD Medan Rekomendasikan 35 Persen Anggaran Pembangunan untuk Medan Utara

Rabu, Agustus 19, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Medan merekomendasikan minimal 35 persen anggaran belanja pembangunan pada Perubahan APBD 2026 dialokasikan untuk pembangunan di wilayah Medan Utara.


Rekomendasi tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Medan, Zulkarnaen, saat membacakan laporan hasil pembahasan Banggar dalam rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (18/8/2026).


Dalam laporannya, Zulkarnaen mengatakan Banggar meminta Pemerintah Kota Medan memperkuat pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Medan Utara.


“Badan Anggaran DPRD Kota Medan merekomendasikan agar anggaran belanja pembangunan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 memiliki postur minimal 35 persen untuk pembangunan di wilayah Medan Utara,” kata Zulkarnaen.


Selain alokasi untuk Medan Utara, Banggar merekomendasikan sejumlah tambahan anggaran kepada perangkat daerah.


Di antaranya, tambahan Rp100 miliar untuk Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) yang diarahkan untuk belanja modal infrastruktur dan pokok-pokok pikiran DPRD.


Banggar juga merekomendasikan tambahan Rp50 miliar untuk Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) guna mendukung pembebasan lahan masyarakat untuk ruang terbuka hijau.


Sementara itu, Dinas Sosial direkomendasikan mendapat tambahan Rp25 miliar untuk bantuan sosial bagi masyarakat yang berhak menerima. Dinas Lingkungan Hidup juga direkomendasikan mendapat tambahan Rp4 miliar untuk pengadaan 100 unit becak sampah bermotor.


Banggar juga meminta pembangunan Medan Utara menjadi perhatian dalam APBD 2027. Salah satunya melalui rekomendasi alokasi Rp17,35 miliar pada Dinas Perhubungan untuk pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Medan Utara, pengadaan mobil tangga, serta pemenuhan kebutuhan tenaga operasional.


Penandatanganan nota kesepakatan KUA dan PPAS Perubahan APBD 2026 serta KUA dan PPAS Rancangan APBD 2027 kemudian dilakukan pimpinan DPRD Medan bersama Wali Kota Medan dalam rapat paripurna tersebut. (rel/don)

Rico Waas Dorong PWPM Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan

Rabu, Agustus 19, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) memperkuat profesionalisme organisasi dan meningkatkan kualitas pemberitaan di tengah perkembangan media yang semakin dinamis.


Hal itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pertama PWPM Tahun 2026 di Hotel Madani, Medan, Rabu (19/8/2026). 


Dalam kesempatan tersebut, turut dilakukan penyerahan apresiasi kepada anak-anak para jurnalis yang berprestasi.


Rico mengatakan, Raker pertama menjadi momentum bagi PWPM untuk membangun organisasi yang lebih profesional, bukan sekadar menjadi paguyuban wartawan. Menurutnya, legalitas dan aturan organisasi juga penting sebagai dasar dalam menjalankan organisasi.


“Kami menganggap PWPM ini sebuah organisasi yang tidak hanya sekadar dibuat sebagai paguyuban saja, tetapi harus bisa menjadi pemikir dan bagaimana arah kebijakan setidaknya bisa dijaga,” ujar Rico Waas di hadapan Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting, Ketua Panitia Prans Hasibuan, beserta jajaran pengurus.


Rico menilai wartawan memiliki peran penting dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah sekaligus menyampaikan saran dan masukan. Karena itu, organisasi harus memiliki struktur yang baik, benar, dan profesional sehingga insan pers di dalamnya dapat menjunjung tinggi profesionalisme.


“Sebuah organisasi yang berkembang menjadi profesional tentunya insan-insan pers yang di dalamnya akan menjunjung tinggi profesionalisme tersebut, sehingga pemberitaan-pemberitaan kita semakin berkualitas, semakin baik,” kata Rico Waas yang hadir didampingi, Kadis Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane, Camat Medan Kota M Andi Syahputra, Kabag Prokopim Arafat Syam dan jajaran Pemko Medan.



Rico juga mengingatkan wartawan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan berbagai platform media, mulai dari media daring, YouTube, TikTok, Reels, Instagram, hingga Facebook.


“Kami mengharapkan di Raker ini juga bisa dirumuskan bagaimana cara ke depannya rekan-rekan wartawan bisa mengkanalisasi pola pemberitaan, supaya pemberitaan semakin banyak platform yang bisa dipakai,” ungkapnya.


Selain kemampuan beradaptasi, Rico menekankan pentingnya kapasitas dan integritas wartawan. Ia mengatakan, pemberitaan positif maupun negatif tetap dapat disampaikan selama berdasarkan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.


“Pemberitaan yang baik, buruk, ataupun netral, selama berdasarkan sebuah realitas dan memang bisa dipertanggungjawabkan, saya rasa ini sah-sah saja. Tapi kalau misalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, ini yang harus kita hindari,” tegasnya.


Rico juga mendorong PWPM tidak hanya menghasilkan berita, tetapi melahirkan karya kreatif mengenai sejarah, kebudayaan, kuliner, dan pariwisata Kota Medan. Ia juga membuka peluang pengembangan karya melalui podcast dengan menghadirkan Wali Kota, camat, maupun pimpinan perangkat daerah.


“Kita punya kuliner, punya kebudayaan. Rekan-rekan juga memiliki kapasitas untuk menulis hal tersebut. Kami mendorong ini bisa menjadi karya tulis-karya tulis yang bisa kita sebarkan,” katanya.


Rico berharap Raker Pertama PWPM menjadi titik awal organisasi untuk semakin maju, profesional, dan mampu memberikan kontribusi melalui pemberitaan serta karya jurnalistik berkualitas bagi masyarakat.


“Kami menyampaikan selamat atas pelaksanaan Rapat Kerja Pertama PWPM Medan ini. Mudah-mudahan berjalan dengan baik. Terima kasih juga kepada Pak Ketua bersama seluruh panitia. Pak Ketua, kami harapkan bisa menjadi pemimpin yang baik dan adil bagi para anggotanya, memberikan pencerahan, masukan, serta mengayomi,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua PWPM M. Edison Ginting mengatakan, Raker pertama bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi forum untuk menentukan arah kebijakan, menyusun program kerja, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pengabdian organisasi kepada anggota, Pemko Medan, dan masyarakat.


Ia menekankan pentingnya wartawan menjaga objektivitas, profesionalisme, dan kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, setiap berita harus disajikan secara akurat, berimbang, dan melalui konfirmasi kepada pihak yang diberitakan.


“Wartawan itu tidak hanya menerima informasi dari sebelah pihak, tapi juga harus ada konfirmasi dari yang bersangkutan yang kita beritakan,” ujar Edison yang akrab dijuluki Cobra.


Edison juga mengajak seluruh pengurus dan anggota meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, serta penguasaan teknologi informasi. Ia berharap kekompakan dan persaudaraan terus dijaga dengan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.


Sebelumnya, Panitia pelaksana Raker PWPM, Prans Hasibuan, mengatakan sebanyak 21 anak wartawan tingkat SD, SMP, dan SMA menerima apresiasi atas prestasi yang diraih, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, pemberian apresiasi tersebut menjadi nilai lebih dalam pelaksanaan Raker PWPM yang tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi.


“Rapat kerja ini sebenarnya hal yang biasa dalam sebuah organisasi. Namun, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting memiliki niat agar rangkaian kegiatan ini memiliki nilai lebih. Karena itu, ada apresiasi kepada anak-anak kita yang berprestasi, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Prans.


Ia menambahkan, Raker PWPM juga akan membahas dan memfinalisasi berbagai program kerja yang telah disusun masing-masing bidang. Selain itu, akan dirumuskan sejumlah program PWPM yang diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program organisasi ke depan.


Edison mengatakan, pemberian apresiasi tersebut merupakan bentuk perhatian PWPM sekaligus tindak lanjut dari dorongan Rico Waas agar kegiatan Raker memiliki nilai lebih.


“Anak wartawan juga bisa berprestasi. Untuk kali ini sebenarnya kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota Medan yang juga tetap memikirkan hal-hal yang bisa sifatnya berkontribusi kepada kawan-kawan wartawan, khususnya yang di Pemko Medan,” katanya.


Rangkaian Raker PWPM turut diwarnai yel-yel yang dipimpin panitia untuk membangkitkan semangat peserta. Edison juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. (rel/don)

Perumda Tirtanadi Gelar Sosialisasi Layanan Tarif Air Minum di Percut Sei Tuan Dan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang

Rabu, Agustus 19, 2026

 


DELISERDANG (patimpus.com) - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan tarif air minum  kepada masyarakat di dua kecamatan yakni Kecamatan Percut  Sei Tuan dan Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Kabupaten Deli Serdang.


Kegiatan tersebut  dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, dibuka oleh Kepala Divisi Pemasaran Perumda Tirtanadi 

Sahrim Siregar Rabu (19/8/2026).


Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Direksi Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Nomor KEP-67/DIR/DIHBL/2026 tentang Penetapan Tarif Air Minum dan Air Limbah Perumda Tirtanadi.


Kegiatan ini  menjadi bagian dari upaya Perumda Tirtanadi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kebijakan layanan tarif, sekaligus menyampaikan informasi secara terbuka terkait penerapan tarif air minum.


Kepala Desa Sambirejo Timur M Arifin, menyampaikan apresiasi kepada Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara yang telah melaksanakan sosialisasi pelayanan tarif air minum dan di Desa Sambirejo Timur.


Arifin mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut sangat penting karena masyarakat perlu mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai kebijakan penetapan tarif air minum. sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direksi Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Nomor KEP-67/DIR/DIHBL/2026.


“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan memahami dasar serta tujuan dari penyesuaian tarif yang telah ditetapkan,” ujar Arifin.


Ia berharap Perumda Tirtanadi tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam hal kelancaran distribusi air, kualitas air, serta kecepatan dalam menanggapi keluhan pelanggan.


Menurutnya, komunikasi yang baik antara Perumda Tirtanadi dengan masyarakat sangat diperlukan agar setiap kebijakan dapat dipahami secara bersama dan pelaksanaannya berjalan dengan baik.


Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Devisi Pemasaran Perumda Tirtanadi,  Sahrim Siregar menyampaikan  mengenai dasar penetapan tarif, mekanisme penerapan tarif, serta pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun masukan terkait kebijakan penyesuaian/ layanan tarif tersebut.


Layanan tarif dilakukan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan pelayanan air minum kepada masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan, serta kemampuan dan keterjangkauan pelanggan. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami kebijakan yang telah ditetapkan dan memperoleh informasi yang benar mengenai tarif air minum.


Selain itu  kata Sahrim Perumda Tirtanadi saat ini memberikan layanan gratis pipa distribusi ke masyarakat minimal 50 meter dan minimal 5 rumah serta meteran yang sudah diputus dan mau pasang kembali biaya dendanya dihapus, "dan bagi masyarakat yang mau pasang baru biaya pemasangan Rp 2.050.000 dapat dicicil," ujar Sahrim.



Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendukung pelaksanaan sosialisasi tersebut sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Penyampaian informasi secara langsung dinilai penting agar kebijakan layanan tarif dapat dipahami dengan baik serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang  mengharapkan Perumda Tirtanadi terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, baik dari sisi kontinuitas distribusi air, kualitas air, respons terhadap keluhan pelanggan, maupun pelayanan administrasi.


Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan suasana interaktif. Masyarakat yang hadir mengikuti pemaparan dan berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan tarif air minum serta pelayanan Perumda Tirtanadi.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin baik antara Perumda Tirtanadi, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, pemerintah desa, dan masyarakat sebagai pelanggan, sehingga pelayanan air minum dapat terus ditingkatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Hadir dalam sosialisasi tersebut, unsur Pemerintahan Kecamatan Percut Sei Tuan, Pemerintahan Kecamatan Batang Kuis, Pemerintahan Desa Sambirejo Timur, perwakilan Perumda Tirtanadi, tokoh masyarakat, serta masyarakat pelanggan Perumda Tirtanadi di wilayah tersebut. (rel/don)

APBD P 2026 Tembus Rp 7.7 T, Walikota Medan Fokuskan 6 Prioritas Pembangunan Strategis

Rabu, Agustus 19, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Pemerintah Kota Medan resmi menyepakati arah baru kebijakan anggaran melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) P.APBD TA 2026 dan KUA-PPAS R.APBD TA 2027 bersama DPRD Kota Medan dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Selasa (18/8/2026). 


Dalam postur anggaran Perubahan 2026 tersebut, pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp.7.1 Triliun lebih, sedangkan belanja daerah ditetapkan sebesar Rp.7.7 Triliun, dan pembiayaan Netto sebesar Rp.592.2 Milyar lebih. Postur anggaran ini ditetapkan demi mengakselerasi enam prioritas pembangunan strategis daerah mulai dari infrastruktur hingga digitalisasi

transformasi menuju "Medan Satu Data" guna menghasilkan data yang akurat, transparan dan real time.


Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen ini, dihadiri langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, Pj Sekda Erfin Fahrurrazi, jajaran pimpinan perangkat daerah beserta para Camat.


Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan, penandatangan nota kesepakatan KUA-PPAS ini bukan sekadar pemenuhan tahapan administratif, melainkan sebuah pijakan strategis dalam merespon dinamika pembangunan daerah serta menyelaraskan aspirasi masyarakat kota Medan secara lebih nyata dan akuntabel. 


Maka dari itu, Rico Waas menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Badan Anggaran DPRD Kota Medan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang telah melakukan pembahasan secara mendalam dan komprehensif terhadap perubahan KUA-PPAS.


"Upaya ini menunjukkan semangat yang nyata dalam mewujudkan anggaran yang aspiratif, efektif, realistis sekaligus rasional,"kata Rico Waas.


Pada perubahan anggaran 2026 ini, Rico Waas menetapkan arah kebijakan pembangunan ekonomi selaras dengan enam prioritas pembangunan kota diantaranya;


1. Membangun Kota Medan yang berbudaya, Maju, Tertib, Aman dan Nyaman,

2. Pemerataan Pembangunan infrastruktur  dan penataan sarana prasarana perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,

3. Peningkatan produktivitas dan keunggulan daya saing perekonomian daerah yang ingklusif dan berkelanjutan,

4. Penguatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) unggul pada bidang pendidikan, kesehatan dan ketenagakerjaan,

5. Penguatan jaminan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat, dan

6. Peningkatan kualitas tata kelolah pemerintahan berbasis digital.


"Keenam prioritas tersebut menjadi kerangka utama dalam memastikan bahwa pembangunan ekonomi Kota Medan tidak hanya berorientasi pada peningkatan output ekonomi, namun juga pada pemerataan akses, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan daya tahan sosial ekonomi masyarakat," Jelas Rico Waas.


Dalam rapat paripurna tersebut, Rico Waas juga menyampaikan postur rancangan APBD tahun 2027. Dimana pemerintah telah menetapkan pendapatan daerah sebesar Rp.6.9 Triliun lebih, sedangkan belanja daerah ditetapkan sebesar Rp.7.1 Triliun lebih dan pembiayaan Netto sebesar Rp.175 Milyar lebih.


"Pendapatan daerah yang direncanakan dengan cermat ini diharapkan mampu mendorong terlaksanaanya program-program prioritas. Sedangkan belanja daerah diarahkan secara efisien dan tepat sasaran terutama pada sektor pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan penguatan program sosial ekonomi,"bilang Rico Waas.


Lebih lanjut, Rico Waas juga menjabarkan arah kebijakan pembangunan di tahun 2027, yang mencakup ;


1. Menjaga kesinambungan pembangunan dari capaian tahun-tahun sebelumnya,

2. Memperkuat capaian indikator makro daerah agar target pertengahan periode RPJMD dapat tercapai secara optimal, serta

3. Mempercepat pencapaian sasaran pembangunan daerah melalui program dan kegiatan yang terukur, realistis, dan berorientasi hasil.


"Saya berharap seluruh perangkat daerah dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, berkolaborasi lintas sektor dan selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," pesannya. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan