Massa KOMBAT Dukung Surya Paloh Dan Tegaskan Kekecewaan Terkait Pemberitaan Tempo
On Kamis, April 16, 2026
PATIMPUS.COM - Sebagai bentuk respons kekecewaan atas polemik visual pada sampul majalah Tempo yang menampilkan sosok Surya Paloh, ribuan massa yang tergabung dalam Komando Belah Tanah Air (KOMBAT) Restorasi Indonesia Sumatera Utara (Sumut) melakukan aksi damai dipusat Kota Medan, Lapangan Merdeka Medan pada Kamis (16/4/2026).
Sebelum berorasi menyampaikan aspirasi damainya didepan Posbloc, massa aksi KOMBAT melakukan longmarch disepanjang pinggiran Lapangan Merdeka Medan dengan membentangkan spanduk bertuliskan dukungan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan mengkritik cover serta isi Majalah Tempo edisi 13-19 April 2026 yang berjudul 'Nasdem Indonesia Raya TBK'.
Dalam orasinya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KOMBAT Sumut Ricky Anthony yang diwakili Ketua Ketua Harian DPW KOMBAT Sumut, Andika Sitepu menyatakan keberatannya atas pemberitaan majalah Tempo yang mendiskreditkan Surya Paloh.
"Yang saya hormati masyarakat Kota Medan, dan teman-teman media pers. Izinkanlah saya menyampaikan orasi mewakili Ketua DPW KOMBAT Sumut Bapak Ricky Anthony. Beliau tidak dapat hadir dikarenakan adanya tugas dan wewenang demi bangsa dan masyarakat. Hari ini kami kembali menyampaikan keberatan kami atas pemberitaan Tempo yang mendiskreditkan bapak Surya Paloh," ungkap Andika melalui mobil komando.
Andika menambahkan KOMBAT dan NasDem sangat menghormati kebebasan pers, karena Surya Paloh juga merupakan tokoh pers di negeri ini. Namun apa yang dituliskan Majalah Tempo dalam edisi itu, menurutnya, tidak benar dan sepihak.
"Kita hormat sama media, kita sangat menghargai media dan kita butuh media. Media yang memberikan pendidikan, pemberitaan yang benar sesuai dengan profesionalisme kode etik jurnalistik bukan pemberitaan yang bohong bukan pemberitaan yang hoax sehingga akan terjadinya kesalahpahaman," jelas Andika.
Andika juga menyampaikan kekecewaannya terhadap pemberitaan majalah Tempo, menurutnya lagi selain cover, salah satu yang menjadi keberatan KOMBAT adalah isi berita.
"Karena dalam berita itu digambarkan seolah-olah Bapak Surya Paloh sudah tidak mampu lagi memimpin Partai NasDem. Seolah-olah Bapak Surya Paloh sudah jatuh bangkrut sehingga harus menjual partai ini atau bergabung ke partai lain," jelas Andika.
Sementara itu, Ketua DPD KOMBAT Kota Medan, Samsir Pohan yang turut menyampaikan orasinya menyatakan aspirasinya.
"Kenapa kita hadir hari ini, kenapa kita berdiri panas-panas hari ini. Sebagai kader Kombat sebagai kombatan, kita marah, kita terpanggil karena orang yang kita cintai, inspirator kita bapak Surya paloh dihinakan, direndahkan oleh majalah tempo yang selama ini kita percayai," tegas Samsir.
Hal senada juga disampaikan oleh orator lainnya, Taufiq Hidayat Tanjung. Ia menegaskan, KOMBAT akan tetap pada sikap tegas untuk membela Surya Paloh.
Menurut Taufiq, Karikatur yang dimuat oleh Tempo sangat merendahkan martabat sosok pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Nasdem, dan juga tokoh pers negeri.
"Hari ini kita hadir untuk membela bapak Surya Paloh yang belakangan diserang martabatnya oleh Majalah Tempo. Surya Paloh telah banyak berbuat kepada bangsa, baik sebagai tokoh pers maupun politisi. Surya Paloh tidak pantas diberlakukan seperti itu, apalagi jika datanya tidak valid," ungkap Taufiq.
Salah satu massa aksi, M. Yamin Nasution menyatakan Kader KOMBAT Sumatera Utara menyampaikan sikapnya melalui aspirasi aksi damai, tertib dan mengedepankan penyampaian secara konstitusional secara terbuka sebagai bentuk solidaritas terhadap Surya Paloh yang merupakan figur publik dan tokoh nasional.
“Hari ini, Kami ingin menyampaikan sikap secara terbuka, namun tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi aksi. Ini adalah aksi damai sebagai bentuk keberatan atas pemberitaan yang kami nilai tidak pantas dan tidak berimbang,” jelas M. Yamin Nasution yang juga merupakan Ketua DPC KOMBAT Medan Maimun.
Pantauan awak media, massa KOMBAT yang turun dalam aksi damai tersebut berasal dari berbagai daerah Sumatera Utara seperti Langkat, Deli Serdang dan Kota Medan. (Soni)





