RSU Haji Medan Target 900 Tenaga Medis dan Kesehatan Diberi Vaksin Campak

Rabu, Juni 03, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan turut menindaklanjuti arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan memberikan vaksin campak kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan UPTD Khusus RSU Haji.


Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasutio, M.Kes melalui, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan, drg Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes sebut, pelaksanaan vaksin bagi tenaga medis dan kesehatan berlangsung tiga hari.


"Vaksinasi dilaksanakan mulai tanggal 3 Juni-6 Juni 2026. Kegiatan hari ini dimulai pukul 09.00 WIB dengan tahapan registrasi peserta, skrining kesehatan, pemberian vaksin, serta observasi pascaimunisasi," ujarnya kepada Forwakes, Rabu (3/6/2026).


Lebih lanjut, Anda Siregar mengatakan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap selama empat hari, guna memastikan seluruh sasaran dapat terlayani dengan baik dan proses berjalan lancar.


"Secara keseluruhan, target vaksinasi campak di UPTD Khusus RSU Haji Medan mencapai sekitar 900 tenaga medis dan kesehatan. Sasaran ini merupakan pegawai yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil pendataan internal," ucapnya. 


Dirinya menegaskan program ini bertujuan memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan, terhadap risiko penularan campak sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pelayanan kesehatan yang aman bagi petugas maupun pasien.


Sebelumnya, RSU Haji Medan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 100.3.4/001/UPTDK RSU. HAJI/V/2026 tentang, pemberian imunisasi campak rubela (MR) bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan.


Hal itu disampaikan, Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasutio, M.Kes melalui surat yang diterbitkan pada, Jumat (22/5/2026) sebagai tindaklanjut SEA Kementerian Kesehatan HK.02.02/C/1837/2026 09 April 2026. (don)

Dinkes Sumut Sebut Letak SPPG dan Ternak B2 di Siantar Tidak Mengganggu

Rabu, Juni 03, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara memberikan klarifikasi terkait polemik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Pematang Siantar yang sempat dipersoalkan warga karena berdekatan dengan area peternakan babi.


Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, HM Faisal Hasyrimi, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung bersama Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar dan instansi terkait untuk memastikan kondisi faktual di lapangan.


“Dari hasil peninjauan, bangunan SPPG tidak menempel langsung dengan kandang ternak. Terdapat bangunan rumah sebagai pembatas dengan jarak sekitar lima meter. Secara operasional juga tidak ditemukan gangguan berarti yang menghambat penerbitan SLHS,” ujar Faisal, Rabu (3/6/2026).


Ia menambahkan bahwa aktivitas layanan kesehatan di sekitar lokasi sebelumnya berjalan normal tanpa kendala berarti. Termasuk fasilitas kesehatan lain seperti praktik dokter mandiri yang tetap beroperasi seperti biasa.


Terkait dinamika di lapangan, Faisal menyebut telah dilakukan upaya mediasi antara pengelola SPPG, pemerintah kelurahan, dan warga setempat.


“Pengelola SPPG juga telah menyatakan kesediaannya untuk membantu penyediaan septic tank bagi pengelolaan limbah warga serta melakukan penyesuaian tata ruang fasilitas agar lebih sesuai dengan kondisi lingkungan,” katanya.


Namun, setelah berbagai upaya dialog dilakukan, kesepakatan antara pihak pengelola dan warga belum tercapai. Situasi tersebut akhirnya mendorong keputusan relokasi.


“Karena solusi teknis belum menemukan titik temu dengan warga, pengelola akhirnya memutuskan untuk memindahkan lokasi operasional. Ini juga mempertimbangkan bahwa bangunan yang digunakan merupakan sewa, dan demi menjaga kondusivitas lingkungan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya. (don)

IDAI Sumut Bahas Puncak Hari Anak Nasional Dengan Gubsu

Selasa, Juni 02, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Utara yang dipimpin Ketua IDAI Sumut, dr. Rizky Adriansyah, SpA, SubspKardio(K), melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumatera Utara.


Pertemuan ini membahas persiapan pelaksanaan Puncak Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang akan digelar di Pulau Samosir pada 24–26 Juli 2026.


Dalam audiensi tersebut, Ketua IDAI Sumut menyampaikan rencana kegiatan Hari Anak Nasional yang mengusung tema “Membangun Generasi Emas dari Tepian Danau Toba”. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perayaan Hari Anak Nasional, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian profesi dokter anak kepada masyarakat melalui berbagai layanan kesehatan dan edukasi bagi anak-anak di kawasan Danau Toba.  


Ketua IDAI Sumut menjelaskan bahwa puncak acara akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Waterfront City Pangururan, Kabupaten Samosir, dan direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Utara. Rangkaian kegiatan melibatkan Pengurus Pusat IDAI, dokter spesialis anak dari berbagai daerah di Indonesia, pemerintah daerah, serta masyarakat Samosir. 


Dalam paparannya, IDAI Sumut menargetkan pelayanan kesehatan bagi sekitar 600 anak di Kabupaten Samosir, dengan melibatkan sekitar 200 dokter spesialis anak dan 70 dokter subspesialis kardiologi anak. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan spesialis dan subspesialis kepada masyarakat daerah, khususnya anak-anak yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.  


Berbagai kegiatan pengabdian masyarakat akan dilaksanakan, antara lain: Penyuluhan kesehatan anak kepada masyarakat, Skrining penyakit jantung pada anak, Skrining tumbuh kembang dan perkembangan anak, Edukasi pencegahan stunting, dan Pelayanan kesehatan spesialis dan subspesialis anak secara langsung kepada masyarakat.  


Selain kegiatan pelayanan kesehatan, acara puncak juga akan dimeriahkan dengan senam sehat, penampilan anak-anak Samosir, pembagian hadiah perlombaan, serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat dan keluarga sebagai bagian dari kampanye pemenuhan hak dan perlindungan anak. 


Gubernur Sumatera Utara menyambut baik rencana pelaksanaan Hari Anak Nasional di Samosir dan mengapresiasi inisiatif IDAI Sumatera Utara yang menggabungkan kegiatan ilmiah, pelayanan kesehatan, dan promosi pariwisata daerah. Pelaksanaan kegiatan di kawasan Danau Toba diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sekaligus memperkenalkan potensi wisata Sumatera Utara kepada peserta dari seluruh Indonesia. 


Melalui kegiatan ini, IDAI Sumatera Utara berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan anak semakin meningkat, akses terhadap layanan kesehatan spesialis semakin luas, serta terbangun komitmen bersama dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (don)

‎Gelar Wisuda Akbar Ke-X, Jabal Noor Cetak 260 Penghafal Al-Qur'an ‎

Sabtu, Mei 30, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) -  Sekolah Islam Terpadu (SIT) Jabal Noor bersama Pondok Pesantren (Ponpes) Qur'an Jabal Noor sukses menggelar acara Wisuda Akbar Tahfidz Al-Qur'an yang ke-X hari ini, Sabtu (30/5/2026). 

‎Dalam momentum acara yang menjadi sejarah terindah itu, sebanyak 260 santri dan santriwati dari berbagai jenjang pendidikan resmi diwisuda setelah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an.

‎Acara monumental tersebut disaksikan langsung oleh sekitar 1.100 tamu undangan ini dan berlangsung dengan khidmat dan meriah di Griya Benn Convention Hall, Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan.

‎Wisuda Akbar dihadiri langsung oleh pimpinan pondok pesantren, KH Zulfiqar Hajar Lc, beserta keluarga besar yang turut berhadir mendampingi, terlihat di antaranya Ustadz Hasanul Arifin, Ustadz Amar Zulfiqar, serta Ustadz Khalid Zulfiqar yang hadir bersama istri dan anak-anak.

‎Kehadiran sejumlah tokoh lintas sektor, akademisi senior, dan pejabat pemerintahan juga turut menambah kekhidmatan acara. Selain itu, tampak hadir juga memberikan dukungan penuh, perwakilan resmi dari Walikota Medan serta perwakilan dari Kapolrestabes Medan.

‎Selain itu, hadir pula para tokoh masyarakat dan akademisi terkemuka seperti Prof Dr H Mohammad Hatta, Prof Dr H Amiruddin MS, Dr H Amhar Nasution, serta Ibu Hj Inong. 

‎Turut hadir juga Bapak H. Erwin selaku panitia pembangunan Pondok Pesantren Jabal Noor, yang selama ini ikut mengawal pengembangan sarana pendidikan bagi para santri.

‎Selain prosesi wisuda yang sakral, Para hadirin disuguhkan berbagai penampilan seni islami yang dibawakan oleh siswa-siswi SIT Jabal Noor, seperti musikalisasi puisi yang penuh penghayatan, serta lantunan sholawat dan lagu-lagu religi melalui kesenian Hadroh dan Qosidah yang dibawakan secara apik dan memukau.

‎Direktur SIT Jabal Noor, Ustadz Chandradika Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa para santri. Beliau menekankan pentingnya menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

‎"Kami sangat bersyukur dan bangga melihat kegigihan anak-anak kita hingga bisa berdiri di panggung wisuda hari ini. Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi mereka untuk menjadi agen perubahan yang membawa syiar Islam. Kami berharap nilai-nilai Al-Qur'an ini melekat dalam karakter mereka dan menjadi fondasi untuk meraih masa depan yang gemilang," tutur Ustadz Chandradika Setiawan.

‎Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren, KH Zulfiqar Hajar Lc, juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran acara ini. Beliau menyampaikan bahwa wisuda akbar tahun ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur'ani yang tangguh dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

‎"Harapan kami, para lulusan dari SIT Jabal Noor dan Pondok Pesantren Jabal Noor ini dapat menjadi generasi yang bermanfaat, saleh dan saleha, berbakti kepada orang tua, serta mampu mengharumkan nama baik keluarga, masyarakat, dan negara, baik di tingkat nasional maupun internasional," ungkap KH Zulfiqar Hajar Lc. dalam sambutannya.

‎Geliat dukungan dan apresiasi dari berbagai pihak juga terlihat dari banyaknya karangan bunga ucapan selamat yang memenuhi area convention hall sejak Jumat malam, menandakan besarnya dukungan masyarakat terhadap pendidikan berbasis Al-Qur'an di Sumatera Utara.

‎Melalui momentum Wisuda Akbar ke-X ini, SIT dan Ponpes Qur'an Jabal Noor menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak kader-kader bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak dan spiritual yang bersumber dari Al-Qur'an. (Soni)

"Qurban Hijau Kampung Merdeka Alfamidi” Idul Adha 2026, Kantong Daging Pakai Tas Eco

Kamis, Mei 28, 2026

MEDAN (patimpus.cm) - Dalam momen Iduladha 1447 H, Alfamidi Cabang Medan menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Qurban Hijau Kampung Merdeka Alfamidi” pada Rabu (27/5/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus masyarakat sekitar melalui pelaksanaan kurban dengan konsep minim sampah plastik.


Pada kegiatan tersebut, Alfamidi membagikan 300 tas eco bag kepada masyarakat sebagai pengganti kantong plastik dalam pembagian daging kurban. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Bank Sampah Puri Zahara 2 yang juga merupakan lokasi binaan Kampung Merdeka Alfamidi.


Program Kampung Merdeka Alfamidi sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. 


Berbagai kegiatan telah dilakukan dalam program ini, seperti edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan bank sampah, penghijauan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.


Branch Manager Alfamidi Medan, Robert Hary Andika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program CSR yang tidak hanya bermanfaat secara sosial, namun juga berdampak positif terhadap lingkungan.


“Kami ingin momen Idul Adha tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada sesama, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program Qurban Hijau ini, kami berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan wadah ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” kata Robert.


Sementara itu, Wakil Direktur Bank Sampah Puri Zahara 2, Imel, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama Alfamidi dalam mendukung gerakan peduli lingkungan di tengah masyarakat.


“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa pelaksanaan kurban juga bisa dilakukan dengan lebih ramah lingkungan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas,” ungkap Imel.


Melalui kegiatan ini, Alfamidi berharap dapat terus menghadirkan program-program CSR yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (don)

Ekbis

Pendidikan

Hukum