"Qurban Hijau Kampung Merdeka Alfamidi” Idul Adha 2026, Kantong Daging Pakai Tas Eco

Kamis, Mei 28, 2026

MEDAN (patimpus.cm) - Dalam momen Iduladha 1447 H, Alfamidi Cabang Medan menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Qurban Hijau Kampung Merdeka Alfamidi” pada Rabu (27/5/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus masyarakat sekitar melalui pelaksanaan kurban dengan konsep minim sampah plastik.


Pada kegiatan tersebut, Alfamidi membagikan 300 tas eco bag kepada masyarakat sebagai pengganti kantong plastik dalam pembagian daging kurban. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi bersama Bank Sampah Puri Zahara 2 yang juga merupakan lokasi binaan Kampung Merdeka Alfamidi.


Program Kampung Merdeka Alfamidi sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada dukungan terhadap pelestarian lingkungan hidup, pengelolaan sampah, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. 


Berbagai kegiatan telah dilakukan dalam program ini, seperti edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, kegiatan bank sampah, penghijauan lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.


Branch Manager Alfamidi Medan, Robert Hary Andika, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program CSR yang tidak hanya bermanfaat secara sosial, namun juga berdampak positif terhadap lingkungan.


“Kami ingin momen Idul Adha tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada sesama, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui program Qurban Hijau ini, kami berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan wadah ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” kata Robert.


Sementara itu, Wakil Direktur Bank Sampah Puri Zahara 2, Imel, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan bersama Alfamidi dalam mendukung gerakan peduli lingkungan di tengah masyarakat.


“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan edukasi langsung kepada masyarakat bahwa pelaksanaan kurban juga bisa dilakukan dengan lebih ramah lingkungan. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas,” ungkap Imel.


Melalui kegiatan ini, Alfamidi berharap dapat terus menghadirkan program-program CSR yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (don)

Ketua IKA BKPRMI Medan Sembelih Hewan Kurban Idul Adha 1447 H

Kamis, Mei 28, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) - Ketua Ikatan Keluarga Alumni Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia Kota Medan, Muhammad Ichwan, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh masyarakat Kota Medan dan umat Islam di mana pun berada.

‎Dalam momentum Hari Raya Kurban tahun ini, Muhammad Ichwan, S.Ikom, melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi kemasyarakatan di Jalan Darussalam Gang Karya Bakti, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

‎Kegiatan tersebut turut dibantu oleh jajaran pengurus dan anggota DPC LPM Medan Petisah, di antaranya Sekretaris Ishak Ali Muda, Ketua Bunyamin Tanjung, Sekretaris Dharma Saputra Samosir, Ketua Caretaker PD PPM Sumut Deni Sugara, serta kader Pemuda Panca Marga lainnya.

‎Dalam keterangannya kepada awak media, Muhammad Ichwan menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat nilai keikhlasan, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dr. Mustafa Kamil Adam Sp.PD, yang telah turut menyumbangkan satu ekor sapi kurban dalam kegiatan tersebut.

‎“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Berkurban menjadi sarana mensyukuri limpahan rezeki dan nikmat dari Allah SWT, sekaligus bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar melalui pembagian sekitar 250 bungkus daging kurban,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Rabu (27/5/2026).

‎Muhammad Ichwan juga menambahkan bahwa keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

‎Menurutnya, IKA BKPRMI Kota Medan akan terus mendorong berbagai program sosial yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan distribusi daging kurban dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.

‎“Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan membangun masyarakat yang lebih peduli serta solid,” tutupnya.

‎Ucapan dan kegiatan sosial tersebut juga dibagikan melalui kanal media elektronik serta berbagai platform media sosial guna menjangkau masyarakat lebih luas.(Soni)

‎Warga Kampung Aur Sembelih 10 Ekor Lembu, 4 Ekor Kambing

Rabu, Mei 27, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) - Usai melaksanakan sholat Idul Adha, ratusan warga Aur Linkungan III, IV dan VIII berbondong-bondong datang ke halaman Masjid Jami' Aur untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan qurban, Rabu (27/5/2026).

‎Ratusan warga Kampung Aur terlihat antusias menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1447 H, dan memadati halaman depan Masjid Jami' Aur yang bertempat di Jalan Kampung Aur Lingkungan IV Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun.

‎Ketua Badan Kenaziran Masjid Jami' Aur (BKMJA), Majid menyampaikan rasa terimakasihnya dan mengapresiasi antusias warga Aur untuk menyemarakkan Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026 M.

‎"Alhamdulillah, kita tadi telah melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid, dan sama seperti tahun sebelumnya, hari ini didepan halaman masjid Jami' Aur kita akan menyembelih hewan qurban. Saya salut dan mengapresiasi antusias warga Kampung Aur dan juga semangat kerjasama Panitia Qurban tahun ini," ungkap Majid kepada awak media disela-sela penyembelihan hewan qurban.

‎Majid juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat terutama kepada peserta qurban, jika masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dari Panitia Qurban yang dipromotori oleh BKMJA.

‎Sementara itu, Ketua Panitia Qurban BKMJA 1447 H/2026 M, Atok Ayun mengatakan masyarakat Aur setiap tahunnya mempercayakan penyembelihan hewan qurban kepada Badan Kenaziran Masjid Jami' Aur melalui Bidang Qurban.

‎Atok Ayun juga menambahkan, sebanyak kurang lebih 74 peserta qurban yang merupakan warga Aur dari Lingkungan III, IV dan VIII dan jumlah hewan qurban yang disembelih pada tahun ini sebanyak 10 ekor lembu dan 4 ekor Kambing.

‎"Hari Raya Idul Adha ini kan penuh semangat berbagi, jadi dari 10 ekor lembu dan 4 ekor kambing yang disembelih, nantinya daging hewan qurban tersebut akan kita bagikan kembali untuk beberapa bagian ke 74 peserta, setelah hak peserta qurban kita bagi, baru kita bagikan juga kepada seluruh warga Aur di Lingkungan III, IV dan VIII," kata Atok Ayun.

‎Pantauan awak media dilokasi, ratusan warga Aur antusias terlihat antusias menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan qurban, mereka sibuk mengabadikan dalam foto dan video dan menguploadnya ke media sosial.

‎Tampak hadir juga di keramaian tersebut Kepala Lingkungan (Kepling) IV Adnan Buyung bersama personil Kepolisian yang ikut berjaga, mengawasi dan mengamankan prosesi penyembelihan hewan qurban di Kampung Aur tersebut. (Soni)

Dirut Perumda Tirtanadi Serahkan 13 Ekor Sapi Kurban

Selasa, Mei 26, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti kembali menyerahkan 13 ekor hewan kurban berupa sapi dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang akan dibagikan ke seluruh Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


Penyerahan hewan kurban tersebut secara simbolis diserahkan oleh Dirut Tirtanadi Ardian Surbakti kepada salah seorang perwakilan yang  dilaksanakan di Halaman Mesjid An Nazafah, Jalan Rumah Sumbul, Kecamatan Medan Kota, Selasa (26/5/2026).


"Kegiatan penyerahan hewan kurban sapi ini setiap tahun kita laksanakan," ujar Dirut Ardian Surbakti.


Dikatakan Ardian Surbakti  adapun anggaran pembelian hewan kurban tersebut menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR), diharapkannya masyarakat sekitar IPAM /IPAL dapat merasakan kebahagian pada Hari Raya Idul Adha bersama keluarga.


Selain itu kata Ardian Surbakti Perumda Tirtanadi selain mengelola air bersih dan perlimbahan program sosial untuk kemaslahatan masyarakat terus dilaksanakan dengan baik dan  berkesinambungan karena  menurut Ardian Surbakti momentum Idul Adha menjadi pengingat akan pentingnya nilai keikhlasan, kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.


"Semoga hewan kurban  yang kami salurkan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar  instalasi dan wilayah pelayanan Perumda Tirtanadi," ujar Ardian Surbakti.


Adapun hewan kurban tersebut, akan disalurkan ke Booster Pump Jln Gaharu 1, Mesjid An Nazafah Jln Rumah Sumbul, IPAM Martubung, IPAM Deli Tua, IPAM Sunggal, IPAM Hamparan Perak, IPAM Limau manis dan IPAL Cemara.


Sementara salah seorang penerima hewan kurban yang merupakan pengurus Mesjid An Nazafah sangat mengapresiasi kepada Perumda Tirtanadi atas pemberian hewan kurban pada setiap tahunnya,.


"Kami sangat berterima kasih sekali kepada Tirtanadi yang tiap tahun memberikan hewan sapi ini yang nantinya akan disembelih pada Haru Raya kurban sehingga kami dapat merasakan kebahagian bersama keluarga dan kami doakan semoga Tirtanadi semakin baik," ujarnya.


Hadir dalam acara tersebut, Kepala Bidang (kabid) publikasi dan komunikasi Lokot Parlindungan Siregar, beberapa orang Kepala Divisi (Kadiv), para staf, Badan Kemakmuran   Mesjid (BKM), dan warga sekitar. (don)

Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Selasa, Mei 26, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Industri kelapa sawit nasional menghadapi tekanan ganda dalam lima tahun terakhir. Di satu sisi, permintaan terhadap produk sawit berkelanjutan semakin ketat di pasar global. Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia justru cenderung stagnan.


Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan bahan baku sawit nasional, termasuk saat pemerintah tengah mempercepat hilirisasi dan meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis sawit menuju implementasi B50 pada 2026.


Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, stagnasi produksi menjadi tantangan paling mendesak yang kini dihadapi industri sawit nasional.


“Lima tahun terakhir produksi kita stagnan. Tahun 2025 memang naik sedikit. Produksi CPO sekitar 51,6 juta ton, total produksi 56,5 juta ton. Padahal seharusnya bisa lebih dari 60 juta ton,” sebut Eddy dalam diskusi industri sawit di Jakarta, baru-baru ini.


Menurut Eddy, salah satu penyebab utama stagnasi ialah lambatnya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Padahal, program tersebut dinilai strategis untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih produktif.


Selain persoalan produktivitas, sektor sawit nasional juga menghadapi tantangan sertifikasi dan keterlacakan rantai pasok. Tuntutan itu semakin menguat setelah Uni Eropa menerapkan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mewajibkan produk bebas deforestasi serta dapat ditelusuri hingga tingkat kebun.


Eddy menilai kesiapan petani rakyat dalam memenuhi standar tersebut masih rendah.


“Petani rakyat yang sudah ISPO belum sampai 5 persen. Padahal pasar sekarang menuntut sertifikasi dan traceability,” katanya.


Di tengah tantangan itu, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo terus menggesa program transformasi sawit rakyat melalui skema “BUMN untuk Sawit Rakyat”. Program yang difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun petani sekaligus penguatan tata kelola berkelanjutan.



Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, peningkatan produksi nasional tidak dapat dilepaskan dari perbaikan produktivitas kebun rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit Indonesia.


“Kalau bicara stagnasi produksi nasional, maka gap itu salah satunya dapat ditutup dari sawit rakyat. Karena itu PalmCo hadir melalui program plasma dan pendampingan terpadu agar produktivitas petani meningkat, mulai dari penggunaan bibit unggul, kultur teknis, pembinaan kelembagaan petani sampai kepastian penyerapan hasil produksi,” ujarnya.


Menurut Jatmiko, perusahaan tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga menjalankan pola pengelolaan terpadu melalui skema single management dan avalis produksi. Skema tersebut diterapkan untuk menjaga standar budidaya sekaligus memastikan produktivitas kebun petani tetap terukur.


PalmCo menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit dalam penyediaan bibit unggul bersertifikat. Melalui penerapan praktik budidaya yang lebih disiplin, produktivitas kebun rakyat binaan perusahaan disebut mampu mencapai rata-rata 20 ton tandan buah segar per hektare pada tanaman usia TM II Bahkan, pada sejumlah lokasi produktivitas mencapai 23,9 ton per hektare atau setara sekitar 4 ton CPO per hektare.


Angka tersebut berada di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini masih berkisar 2-3 ton CPO per hektare.


Jatmiko mengungkapkan, peningkatan produktivitas sawit rakyat ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kebutuhan pangan, energi, dan ekspor nasional di tengah meningkatnya konsumsi domestik untuk biodiesel.


Selain memperkuat sektor hulu, PalmCo juga mulai mendorong pemanfaatan biomassa dan limbah sawit sebagai sumber energi hijau untuk mendukung agenda transisi energi nasional.


Direktur Industri Kemurgi, Oleokimia, dan Pakan Kementerian Perindustrian Krisna Septiningrum menilai peningkatan produktivitas sawit rakyat harus ditopang penggunaan bibit unggul dan perawatan kebun yang baik agar tanaman lebih cepat menghasilkan.


Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha sekaligus peneliti sawit Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha menegaskan bahwa hilirisasi sawit nasional tidak akan optimal tanpa peningkatan produksi di tingkat petani.


Menurut dia, penguatan sawit rakyat menjadi semakin penting menjelang implementasi mandatori B50 pada tahun depan agar keseimbangan pasokan untuk pangan, energi, dan ekspor tetap terjaga. (don/rel)

Ekbis

Pendidikan

Hukum