‎FOZ Sumut Ajak Lembaga Zakat Untuk Program Beasiswa 70 Anak Dan Rumah Singgah Pasien ‎

Rabu, September 16, 2026


‎MEDAN (Patimpus.com) - Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara mengajak 20 lembaga zakat untuk memperkuat kolaborasi dalam program beasiswa bagi 70 anak dan pembangunan Rumah Singgah Pasien. 

‎Kedua program tersebut menjadi pembahasan utama dalam Rapat Kolaborasi FOZ Sumut bertemakan 'Bersinergi Menguatkan Gerakan Zakat, Mewujudkan Dampak yang Berkelanjutan' di Aula Yayasan Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi, Medan, Selasa (15/9/2026).

‎Ketua FOZ Sumatera Utara, Sulaiman SHI MH, mengatakan kolaborasi antarlembaga zakat diperlukan agar potensi zakat dapat dikelola secara lebih optimal dan diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎“Kolaborasi menjadi penting agar potensi zakat yang ada dapat kita kelola bersama secara lebih optimal. Dengan bersinergi, program yang dijalankan diharapkan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Sulaiman dalam pembukaan kegiatan.

‎Salah satu program yang ditawarkan dalam rapat tersebut adalah penyelamatan pendidikan 70 anak di Yayasan Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi. 

‎Hadir langsung, Direktur Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi, Ikhsan Ibrahim Pohan, SKM., M.Kes., memaparkan program beasiswa tersebut sekaligus mengajak lembaga zakat untuk turut mendukung keberlanjutan pendidikan para penerima manfaat.

‎Menurut Ikhsan, dukungan melalui program beasiswa diharapkan dapat memastikan 70 anak tetap memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.

‎“Program ini merupakan ikhtiar untuk memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan. Kami mengajak lembaga zakat untuk bersama-sama membantu mereka agar kesempatan belajar dan mengembangkan potensi tidak terhenti,” katanya.

‎Selain program pendidikan, FOZ Sumut juga mendorong kolaborasi dalam Program Rumah Singgah Pasien. Program ini dipaparkan oleh Ketua Program Bidang III FOZ Sumut Bidang Sinergi dan Kolaborasi, Koko.

‎Rumah Singgah Pasien ditujukan bagi pasien maupun keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan. 

‎Kehadiran rumah singgah diharapkan dapat membantu meringankan beban pasien dan keluarga, terutama mereka yang harus menjalani perawatan jauh dari tempat tinggal.

‎Koko mengatakan program tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan bersama dari lembaga-lembaga zakat agar dapat berjalan secara optimal.

‎“Rumah Singgah Pasien merupakan bentuk kepedulian kita kepada pasien dan keluarga yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan rujukan seperti di RS Adam Malik. Karena itu, kami mengajak lembaga zakat untuk berkolaborasi agar program ini dapat diwujudkan dan memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat,” ujar Koko.

‎Rapat kolaborasi tersebut turut mendapat dukungan dari Ketua Yayasan Politeknik Kesehatan YRSU Dr. Rusdi, Dra. Hj. Marlina Rusdi Nasution, M.Fis. 

‎Ia mengapresiasi pertemuan yang mempertemukan berbagai lembaga zakat dalam satu forum untuk membahas program sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

‎“Kolaborasi seperti ini penting karena mempertemukan berbagai potensi untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

‎Rapat yang dihadiri 20 lembaga zakat tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen dari masing-masing lembaga sembari menindaklanjuti program yang telah dibahas sebelumnya. (Soni)

Berlanjut ke Tahap Ketiga, Alfamidi Salurkan Total 5.400 Butir Telur untuk Cegah Stunting di Asahan

Selasa, September 15, 2026


ASAHAN (patimpus.com) - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Protein Cegah Stunting. Memasuki penyaluran tahap ketiga, Alfamidi kembali mendistribusikan bantuan berupa 1.800 butir telur kepada anak-anak penerima manfaat di Alfamidi Diponegoro Kisaran, Jalan Diponegoro, Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, pada Jumat (11/9/2026).

Penyaluran tahap ketiga ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak Juni 2026. Sebelumnya, Alfamidi telah menyalurkan masing-masing 1.800 butir telur pada tahap pertama dan tahap kedua. Dengan penyaluran tahap ketiga ini, total sebanyak 5.400 butir telur telah diberikan kepada para penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan protein dan gizi anak.

Program Protein Cegah Stunting berlangsung selama enam bulan, mulai Juni hingga November 2026. Sebanyak 30 anak penerima manfaat mendapatkan 60 butir telur setiap bulan sebagai tambahan asupan protein untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi selama masa pertumbuhan.

Branch Manager Alfamidi Cabang Medan, Robert Hary Andika, mengatakan keberlanjutan program ini merupakan bentuk komitmen Alfamidi untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak.

"Penyaluran tahap ketiga ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mendukung kebutuhan gizi anak-anak penerima manfaat. Kami berharap bantuan yang diberikan secara rutin dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus mendukung upaya bersama dalam mencegah stunting," kata Robert.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas P2KBP3A Kabupaten Asahan, Dr. Hj. Emi Juniarita Br. Barus, M.K.M, mengapresiasi konsistensi Alfamidi dalam melaksanakan program yang mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.

"Kami mengapresiasi Alfamidi yang secara konsisten melanjutkan program pemberian bantuan protein bagi anak-anak penerima manfaat. Bantuan seperti ini sangat berarti dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat terus berjalan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya.


Salah seorang orang tua penerima manfaat, Putri, juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang kembali diterima.

"Alhamdulillah, kami kembali menerima bantuan telur dari Alfamidi. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan protein anak. Terima kasih kepada Alfamidi yang sudah memberikan bantuan secara rutin. Semoga program ini terus berjalan dan memberikan manfaat bagi anak-anak penerima manfaat," tuturnya.

Melalui program CSR Protein Cegah Stunting, Alfamidi terus berupaya memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pemenuhan gizi anak. Penyaluran bantuan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan protein anak sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Asahan. (rel/don)

PFI Medan Gelar Doa Dan Zikir Untuk ‎Lima Pewarta Foto Hilang Kontak Di Selat Sunda

Selasa, September 15, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Sebagai bentuk solidaritas dan wujud empati terhadap lima pewarta foto yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026 lalu. 

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, bersama sejumlah jurnalis di Kota Medan menggelar serangkaian aksi kegiatan yang dimulai dengan zikir dan doa bersama di Mushola Jurnalis dilanjutkan pemasangan lilin serta menyuarakan harapan melalui selebaran foto di Bundaran Air Mancur jalan Sudirman. Senin (14/9/2026) Malam.

‎Zikir dan do'a yang dipanjatkan dalam aksi solidaritas dan dukungan moril ini, 

‎selain memanjatkan doa keselamatan untuk kelima Jurnalis, PFI Medan bersama sejumlah jurnalis di Kota Medan juga menghaturkan doa terbaik bagi sesama rekan jurnalis khususnya yang ada di Kota Medan agar diberikan kesehatan dan keselamatan saat melakukan tugas liputan jurnalistik.

‎Hal tersebut dikatakan Ketua PFI Medan disela aksi pemasangan lilin di Bundaran Air Mancur jalan Sudirman, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

‎"Hari ini, kami Pewarta Foto Indonesia Medan bersama kawan-kawan jurnalis se-Kota Medan, mengadakan doa, tahlil, dan zikir bersama untuk rekan-rekan kita lima orang yang saat ini masih dinyatakan hilang di Perairan Banten saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Lalu dilanjutkan dengan menyalakan lilin bersama," ujar Ketua PFI Kota Medan, Riski Cahyadi.

‎Sejak dinyatakan hilang kontak, sejauh ini sudah tujuh hari lima pewarta foto yakni M. Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews.id), Firman Daus (Anadolu Agency), Donal Husni (Freelance) masih belum ditemukan. Melalui kegiatan ini, dirinya mengatakan jurnalis di Kota Medan menaruh harapan besar kepada semua tim yang melakukan pencarian bisa membuahkan hasil maksimal. 

‎Di Bundaran Air Mancur, cahaya lilin yang menerangi foto dan berbagai selebaran bertuliskan secercah harapan agar seluruh rekan jurnalis yang hilang kontak tersebut dapat segera ditemukan.

‎"Harapannya kita sama-sama segeralah ditemukan lima rekan kita bersama tiga kru kapal boat dalam keadaan sehat walafiat," kata Riski Cahyadi.

‎Riski juga mengatakan lagi, sebagai dukungan dan solidaritas, tentunya melalui doa bersama ini termasuk juga merupakan salah satu langkah usaha yang dilakukan oleh sesama rekan jurnalis yang ada di Kota Medan. 

‎Proses pencarian memang merupakan wewenang dari pihak terkait, namun Riski berharap agar proses pencarian dilakukan dengan kekuatan penuh untuk menemukan dan melakukan pencarian terhadap semua korban.

‎"Harapannya itu sampai ketemulah, dalam kondisi apapun gitu. Ya, harapannya dalam keadaan sehatlah. mereka, kawan-kawan kita," ungkap Riski. (Soni)

Bukan Sekadar Mutu, PalmCo Mampu Pastikan Asal-usul CPO

Minggu, September 13, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Persaingan industri kelapa sawit tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kemampuan menghasilkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam jumlah besar.

Kepastian pasokan, konsistensi mutu, hingga asal-usul bahan baku kini semakin menjadi pertimbangan pembeli, terutama di pasar global.

Perubahan tuntutan tersebut mendorong produsen sawit untuk memperkuat pengelolaan dari kebun hingga pabrik. Selain menjaga produktivitas, perusahaan dituntut mampu menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan berasal dari rantai pasok yang dikelola dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Kondisi itu menjadi perhatian sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo. Perusahaan menyatakan terus memperkuat konsistensi produksi sekaligus memperluas cakupan sertifikasi keberlanjutan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan mitra bisnis.

Pada semester I-2026, PalmCo mencatat produksi CPO lebih dari 1,2 juta ton. Pada periode yang sama, tingkat rendemen CPO tercatat 23,47 persen, sedangkan rata-rata produktivitas CPO berada pada 2,18 ton per hektar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan konsistensi mutu dan keandalan pasokan menjadi bagian penting dari hubungan perusahaan dengan pelanggan, yang mayoritas berasal dari segmen business to business (B2B).

"Pelanggan di sektor industri membutuhkan jaminan bahwa bahan baku yang mereka serap diproduksi melalui tata kelola agronomi dan pabrik yang efisien," kata Jatmiko, Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, capaian produksi dan rendemen pada paruh pertama tahun ini menjadi salah satu indikator kinerja operasional perusahaan. Stabilitas tersebut dinilai penting bagi industri pengguna CPO yang membutuhkan kepastian volume sekaligus spesifikasi bahan baku.

Namun, ukuran kualitas produk sawit kini berkembang. Bagi pembeli, khususnya yang terhubung dengan pasar ekspor, produk yang memenuhi spesifikasi teknis belum selalu cukup. Informasi mengenai sumber bahan baku dan bagaimana komoditas tersebut diproduksi semakin menjadi bagian dari persyaratan rantai pasok.

Ketertelusuran Menjadi Tuntutan

Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo Rury C Baskoro mengatakan perusahaan melihat transparansi dan ketertelusuran atau traceability sebagai bagian yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan pembeli.

"Transparansi dan ketertelusuran adalah hak pelanggan yang wajib kami penuhi," ujar Rury.

Hingga semester I-2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun yang dikelola PalmCo telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sertifikasi tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan pelaku industri untuk menunjukkan penerapan standar produksi sawit berkelanjutan.

Aspek yang diperhatikan antara lain pengelolaan lingkungan, kondisi kerja, serta hubungan dengan masyarakat di sekitar kegiatan perkebunan.

Bagi produsen sawit, penguatan aspek tersebut semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Rury mengatakan cakupan sertifikasi yang dimiliki perusahaan diharapkan dapat memperkuat posisi produk PalmCo ketika berhadapan dengan pembeli yang menerapkan persyaratan keberlanjutan dalam rantai pasoknya.

Dengan demikian, persaingan produsen sawit tidak hanya berlangsung pada persoalan berapa banyak CPO yang dapat diproduksi. Kemampuan menjaga mutu, menjamin pasokan, serta menjelaskan asal-usul dan proses produksi komoditas tersebut menjadi bagian yang semakin menentukan dalam mempertahankan akses ke pasar.

Momentum Hari Pelanggan Nasional pada September ini pun menjadi pengingat bagi industri bahwa kebutuhan pelanggan telah berkembang.

Bagi produsen sawit, pelayanan kepada pelanggan tidak berhenti ketika CPO dikirimkan, tetapi juga mencakup kemampuan memastikan produk tersebut memenuhi standar yang semakin kompleks dari pasar. (don)

Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari

Sabtu, September 12, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan kuliner yang beragam. Mulai dari makanan khas seperti lontong Medan, soto Medan, hingga berbagai pilihan kuliner kekinian, masyarakat maupun wisatawan dapat menemukan beragam pilihan makanan di berbagai sudut kota.

Bagi pecinta kuliner, menjelajahi lebih dari satu tempat dalam satu hari tentu menjadi pengalaman yang menarik. Namun, berpindah dari satu spot kuliner ke lokasi lainnya juga membutuhkan mobilitas yang fleksibel agar aktivitas kulineran tetap nyaman dan menyenangkan.

Untuk mendukung pengalaman tersebut, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat berburu kuliner di Medan bersama inDrive

1. Susun Rute Kuliner Sesuai Spot yang Ingin Dikunjungi

Sebelum memulai perjalanan, tentukan terlebih dahulu beberapa tempat makan yang ingin dikunjungi. Dengan membuat rute sederhana, pengguna dapat menyesuaikan perjalanan berdasarkan lokasi dan waktu yang tersedia.

Mobilitas yang fleksibel juga memudahkan pengguna untuk berpindah dari satu tempat makan ke tempat lainnya tanpa harus terpaku pada satu lokasi.

2. Memanfaatkan Fleksibilitas dalam Menentukan Perjalanan

Kulineran terkadang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bisa saja menemukan rekomendasi tempat makan baru dari teman atau melihat spot kuliner menarik saat sedang berada di perjalanan.

inDrive memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menentukan perjalanan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, pengguna dapat lebih leluasa menyesuaikan tujuan perjalanan selama menjelajahi berbagai pilihan kuliner di Medan.

3. Tentukan Harga Perjalanan melalui Fitur Negosiasi

Salah satu fitur yang menjadi bagian dari pengalaman menggunakan inDrive adalah kesempatan bagi pengguna dan pengemudi untuk menentukan harga perjalanan melalui proses negosiasi.

Fitur ini memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mengajukan harga perjalanan sesuai kebutuhan sebelum memilih pengemudi yang paling sesuai.

4. Pesan Perjalanan dengan Mudah Saat Ingin Berpindah Lokasi

Setelah selesai menikmati satu kuliner, perjalanan bisa dilanjutkan ke destinasi berikutnya. Kemudahan dalam melakukan pemesanan perjalanan membantu pengguna berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan lebih praktis.

Hal ini membuat inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk berbagai aktivitas, termasuk ketika ingin mengeksplorasi lebih banyak kuliner di Medan dalam satu hari.

5. Jadikan Perjalanan sebagai Bagian dari Pengalaman Kulineran

Kulineran bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman menjelajahi berbagai tempat dan menemukan hal-hal baru di sepanjang perjalanan.

“Medan memiliki karakter yang kuat sebagai kota kuliner dengan banyak pilihan yang bisa dieksplorasi. Kami ingin inDrive dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan memberikan pilihan mobilitas yang fleksibel, baik ketika mereka ingin kulineran, bekerja, bertemu keluarga dan teman, maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya,” ujar Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia.

Dengan fleksibilitas dalam menentukan perjalanan, fitur negosiasi harga, serta kemudahan pemesanan, inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat di Medan.

Temukan Lebih Banyak Pengalaman Bersama inDrive

Tidak hanya untuk berburu kuliner, inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk menemani berbagai kegiatan sehari-hari. Mulai dari pergi bekerja, bertemu teman dan keluarga, berbelanja, hingga menjelajahi berbagai destinasi di kota.

Apa pun kegiatannya, pilih perjalanan yang sesuai dengan kebutuhanmu bersama inDrive. Download dan gunakan inDrive untuk menemani setiap perjalananmu! (don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa