Headline News

Mardohar Tambunan Pimpin Sementara RS Pirngadi Medan

PATIMPUS.COM - Mardohar Tambunan resmi ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Pirngadi Medan. Penunjukan itu diketahui lewat S...

Mardohar Tambunan Pimpin Sementara RS Pirngadi Medan
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026


PATIMPUS.COM - Mardohar Tambunan resmi ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Pirngadi Medan. Penunjukan itu diketahui lewat Surat Perintah Pelaksana Tugas No.800.1.11.1/156 yang ditandatangani Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, pada 2 Februari 2026.


"Benar, saya telah ditunjuk sebagai Plt Dirut RUSD Pirngadi Medan," jawab Mardohar, Kamis (5/2/2026).


Dikatakannya, begitu ditunjuk sebagai Plt Dirut RSUD Pirngadi, dirinya langsung menggelar rapat bersama para wakil direktur dan jajaran lainnya guna membahas berbagai upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di RS tipe B milik Pemko Medan tersebut.


"Tadi kita baru saja menggelar rapat, ada cukup banyak yang dibahas. Sesuai arahan dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, pelayanan di RS Pirngadi harus meningkat dan jauh lebih baik dari sebelumnya," katanya.


Mardohar menyebut, dirinya tengah menyusun SOP agar pelayanan di RS Pirngadi Medan dapat berjalan dengan lebih cepat dan terstruktur.


"Agar hal itu bisa terealisasi, tentunya harus ada pembenahan SDM, ini yang akan kita fokuskan. Alhamdulillah, Bapak Wakil Wali Kota Medan juga berkantor di RS Pirngadi ini. Beliau sangat fokus pada hal ini, sehingga pembenahan SDM diharapkan bisa berjalan dengan lebih cepat. Target kita seluruh SDM harus melayani dengan cepat dan ramah," sebutnya.


Ke depan, Mardohar juga akan berfokus pada ketersediaan obat di RSUD Pirngadi Medan.


"SOP terkait ketersediaan obat di RSUD Pirngadi juga akan kita atur, bagaimana agar obat selalu tersedia. Kita ingin RS Pirngadi tidak boleh kehabisan obat," pungkasnya.


Seperti diketahui, dr Mardohar Tambunan ditunjuk sebagai Plt Dirut RSUD Pirngadi Medan untuk menggantikan dr Suhartono SpPD yang mengundurkan diri pada akhir Januari 2026 lalu. (don)

Gegara Ini, Direktur dan Wadir RS Pirngadi Pilih Mundur
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026


PATIMPUS.COM - Kabar pengunduran diri Direktur dan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan Medis RSUD Dr Pirngadi Medan mencuat di lingkungan rumah sakit dan Pemerintah Kota Medan.


Namun, hingga kini, proses administrasi pengajuan tersebut masih berjalan dan belum mendapat persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD).


Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Surya Syaputra Pulungan MKes membenarkan adanya pengajuan pengunduran diri dari dua pejabat tersebut.


“Informasinya ada dua, Direktur dan Wadir Pelayanan. Tapi ini masih proses pengajuan secara kepegawaian. Suratnya sedang diproses di BKD,” ujar Surya saat dikonfirmasi Forwakes, Rabu (4/2/2026).


Surya menjelaskan, alasan pengunduran diri keduanya berbeda. Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan disebut ingin lebih dekat dengan keluarga karena anaknya sedang menempuh pendidikan spesialis di luar daerah.


Sementara itu, Wadir Pelayanan dikabarkan ingin melanjutkan pendalaman spesialisasi di bidang kedokteran gigi. 


“Surat pengunduran diri itu masih proses secara kepegawaian. Kewenangannya ada di BKD dan Pemko,” katanya.


Terkait pengganti, Surya menyebut hingga kini belum ada penunjukan pelaksana harian (Plh) maupun pejabat definitif karena pengajuan pengunduran diri belum disetujui. “Selama belum ada keputusan resmi, yang bersangkutan masih menjalankan tugas,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Tim Humas dan Hukum RSUD Dr Pirngadi Medan Gibson Girsang SKep mengaku pihaknya belum menerima surat resmi terkait pengunduran diri tersebut.


“Secara resmi kami belum ada menerima surat dari BKD atau Pemko. Yang kami dengar hanya isu, katanya direktur pensiun dini. Tapi suratnya kami tidak pernah lihat,” ujar Gibson.


Ia menyebut, di internal rumah sakit beredar informasi bahwa yang mengajukan pengunduran diri adalah Direktur dan Wadir Pelayanan Medis.


“Kemarin saya lihat beres-beres barang, sekitar dua hari lalu. Tapi secara administrasi kami belum dapat apa-apa,” katanya.


Gibson menegaskan, hingga saat ini Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan masih aktif masuk kerja dan belum ada pejabat pengganti yang ditunjuk. “Belum ada surat resmi, jadi beliau masih menjabat,” ucapnya.


Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Suhartono belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan sambungan telepon seluler belum mendapat respons. (don)

TFR Sibolga Sudah On Track, BKKBN Sumut Fokus Genjot mCPR
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026



PATIMPUS.COM - Komitmen memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tenaga lini lapangan kembali ditegaskan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara. Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut, Dr Fatmawati ST MEng, turun langsung ke Kota Sibolga untuk menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pembinaan terhadap Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Selasa (3/2/2026).


Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Sibolga tersebut, bantuan dari Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN diserahkan kepada PKB Kota Sibolga yang terdampak bencana Sumatera.


Selain itu, bantuan juga disalurkan secara virtual kepada PKB Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tak hanya menyerahkan bantuan, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kapasitas dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan. 


Dalam arahannya, Dr. Fatmawati menyoroti capaian indikator program di Kota Sibolga yang menunjukkan progres positif, namun tetap memerlukan penguatan strategi pelaksanaan.


Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kota Sibolga telah berada pada angka 2,3, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Utara yang berada pada angka 2,39. 


Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa pelaksanaan program keluarga berencana di Kota Sibolga telah berjalan pada jalur yang tepat.


“Capaian TFR Kota Sibolga sudah menunjukkan hasil yang baik dan berada di bawah rata-rata provinsi. Ini menandakan program yang dijalankan sudah on track dan perlu terus dipertahankan,” ujar Dr. Fatmawati.


Meski demikian, ia menekankan masih adanya tantangan dalam peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kota Sibolga yang saat ini berada di angka 45,6 persen. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan karena turut memengaruhi capaian provinsi yang berada di angka 50,5 persen.


“Kita perlu memperkuat strategi pendekatan kepada masyarakat agar penggunaan kontrasepsi modern dapat meningkat. Peran PKB sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan sangat menentukan keberhasilan program ini,” tambahnya.


Lebih lanjut, Dr. Fatmawati juga mendorong PKB Kota Sibolga untuk terus meningkatkan kualitas kinerja sehingga pelaksanaan Program Bangga Kencana dan program Quick Win dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga dan kependudukan di daerah.


“Kami berharap kolaborasi antara PKB, pemerintah daerah, serta mitra kerja lainnya terus diperkuat agar target program dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan,” katanya.


Melalui pembinaan yang dilakukan serta dukungan berbagai pihak, diharapkan capaian program kependudukan dan keluarga berencana di Kota Sibolga dapat terus meningkat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat yang sejahtera. (don)

TFR Tapteng Masih Tinggi, BKKBN Sumut Dorong Penguatan Peran PKB
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026


PATIMPUS.COM - Upaya penguatan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Tapanuli Tengah terus didorong melalui pembinaan langsung oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng.


Dalam kunjungannya 

pada 3 Februari 2026, Kaper tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis dari Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN kepada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang terdampak bencana, tetapi juga menegaskan pentingnya peningkatan kinerja program di lapangan.


Kegiatan pembinaan yang digelar di Matahari Mangga Dua Pandan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan strategi pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di daerah.


Dalam arahannya, Dr. Fatmawati menyoroti sejumlah indikator program yang masih perlu mendapat perhatian serius.


Berdasarkan data, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2025 masih berada pada angka 2,79, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,39.


“TFR Tapanuli Tengah masih cukup tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera ditangani melalui penguatan edukasi dan pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat,” ujar Dr. Fatmawati.




Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Tapanuli Tengah yang berada di angka 47,6 persen juga dinilai masih perlu ditingkatkan karena turut memengaruhi capaian provinsi yang saat ini berada pada angka 50,5 persen.


“Kita perlu strategi yang lebih inovatif dan pendekatan yang lebih efektif agar penggunaan kontrasepsi modern dapat meningkat. Peran PKB di lapangan menjadi sangat penting dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.


Dr. Fatmawati juga mendorong PKB Tapanuli Tengah untuk terus meningkatkan kinerja agar pelaksanaan Program Bangga Kencana dan program Quick Win dapat berjalan maksimal. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini telah terjalin dengan baik.


“Kami berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Kaper juga mengingatkan PKB agar selalu bekerja sesuai tugas dan fungsi serta menjalankan kewajiban secara profesional dan bertanggung jawab.


Melalui semangat kolaborasi dan kerja nyata seluruh pihak, diharapkan capaian Program Bangga Kencana di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan. (don)

Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
| Selasa, Februari 03, 2026

By On Selasa, Februari 03, 2026


PATIMPUS.COM - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Senin (2/2/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non PAUD di wilayah Kecamatan Balige.


Dalam kegiatan tersebut, Dr. Fatmawati meninjau langsung proses distribusi MBG di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba sekaligus memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara dengan SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.


Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa pelaksanaan Program MBG 3B merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, yang menekankan pentingnya pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.


Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Tim Pendamping Keluarga (TPK) ditugaskan untuk turut mendampingi proses distribusi MBG kepada sasaran 3B. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyuluhan kepada keluarga.


“Program MBG 3B tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi momentum bagi TPK untuk memberikan pendampingan, edukasi pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita,” ujar Dr. Fatmawati.


Menurutnya, pendekatan distribusi yang disertai pendampingan akan memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.


Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.


Melalui kegiatan monitoring ini, BKKBN Sumatera Utara berharap pelaksanaan Program MBG 3B di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dapat semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (don)

Genjot Penggunaan KB Modern, BKKBN Sumut Perkuat Peran PKB di Toba
| Selasa, Februari 03, 2026

By On Selasa, Februari 03, 2026


PATIMPUS.COM - Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara terus mendorong peningkatan penggunaan kontrasepsi modern dan penurunan angka kelahiran di Kabupaten Toba.


Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige, Senin (2/2).


Pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa PKB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).



Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa Kabupaten Toba masih menghadapi tantangan dalam pencapaian indikator kependudukan. Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Toba tercatat sebesar 2,85 dan masih berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,39.

Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kabupaten Toba juga masih relatif rendah, yakni sekitar 39,3 persen. Kondisi tersebut turut memengaruhi capaian mCPR Provinsi Sumatera Utara yang pada tahun 2025 berada di angka 50,5 persen.


“PKB memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga. Diperlukan langkah inovatif, pendekatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” ujar Dr. Fatmawati.


Ia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan data serta peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mCPR sekaligus menurunkan angka TFR di Kabupaten Toba pada tahun 2026.


Melalui kegiatan pembinaan ini, PKB Kabupaten Toba dapat meningkatkan kinerja di lapangan serta menghadirkan inovasi pelayanan dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta mempercepat pembangunan kependudukan di Kabupaten Toba. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis