Nasi Goreng Pemuda Sekali Masak 100 Porsi, Dinikmati Pejabat, Atlet, Artis Hingga Bule Mancanegara

Kamis, Juli 30, 2026
Teh Santy Cagur saat syuting Bikin Laper Trans7


MEDAN (patimpus.com) - Berdiri sejak 18 Agustus 2002, Nasi Goreng Pemuda, sudah sangat terkenal dari Medan hingga ke Papua dan sampai ke Skotlandia.


“Saya dari Skotlandia, tahu Nasi Goreng Pemuda dari media sosial terutama Youtube. Makanannya terkenal enak. Memang agak asing bagi lidah orang Eropa, tetapi enak,” ujar William Tien, yang datang menikmati makan malam bersama istrinya dari Samosir, Sumut.


Selain enak, ujar William, harga makanan dan minumannya juga murah. Pelayanannya juga sangat ramah dan cepat merespon tamu. Apalagi lokasinya yang strategis yang terletak di Jalan Pemuda, Kota Medan dan mudah dijangkau karena berada di tengah kota.


Tak hanya William saja orang asing yang menikmati santapan malam pinggir jalan ini, sejumlah turis asing juga kerap mengunjungi Nasi Goreng Pemuda yang dikelola oleh Nafrizal Salihamizi, pemuda berdarah Minangkabau yang lahir di Kota Medan.


“Selain turis asing, ada juga artis ibukota yang singgah. Seperti Sultan Jorgi, Ita Purnama Sari, Rizal Armada Band, Paus Mini, Kiwil, Markus Ririhina, dan banyak lagi,” pungkas Rizal.

Sepasang bule asal Newcastle Inggris

Selain artis ada juga pejabat daerah dan pusat yang datang. Bahkan Gubernur Sumut Bobby Nasution juga terlihat beberapa kali makan di Nasi Goreng Pemuda, bersama istrinya Kahiyang Ayu, dan adik iparnya Gibran Rakabuming Raka, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden RI.


Saat pergelaran PON XXI Sumut - Aceh 2024, Nasi Goreng Pemuda direkomendasi sebagai tempat jajanan malam bagi atlet Papua, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Bahkan, rombongan Pemko Samarinda memboking seluruh meja makan saat pergelaran Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang dilaksanakan oleh Pemko Medan, Juni 2026 lalu.


Walau membawa rombongan hampir 50 orang, semuanya dapat terlayani dengan baik karena kecepatan menyajikan hidangan makanan dan minuman sudah menjadi prioritas bagi karyawan Nasi Goreng Pemuda yang berjumlah 15 orang.


“Sekali masak nasi goreng 100 porsi dan harus selesai dalam 10-15 menit,” sebut Rizal, warga Marendal, selaku cheff yang sudah bekerja lebih dari satu tahun.


Ketika ditanya, kenapa nasi goreng yang dimasaknya bisa begitu enak? Rizal mengatakan bahwa racikan bumbunya sudah ditakar sesuai porsinya.


“Untuk satu kuali besar ini kita sudah tahu berapa banyak bumbu yang dibutuhkan untuk 100 porsi nasi goreng. Jadi sudah terbiasa dan tak boleh meleset takarannya,” ungkap Rizal yang sebelumnya berdagang rujak keliling.


Rizal, salah satu cheff andalan Nasi Goreng Pemuda

Untuk harga satu porsi nasi goreng sendiri tergantung dari toppingnya. Jika toppingnya daging sapi dan ayam maka seporsi harganya Rp 21.000, sedangkan toppingnya daging kambing seporsi 24.000. Lain lagi dengan ekstra jumbo atau nasi tambah dihargai Rp 5000.


Sedangkan untuk aneka minuman, yang paling murah adalah teh tawar kosong (tehtong) Rp 2000 - Rp 3000. Aneka Jus Rp 12.000 dan Teh Susu Telur (TST) Rp 15.000. Sementara untuk minuman Air Putih Hangat (APH) digratiskan.


“Ada juga minuman botol seperti Badak, Sosro, Fruiti dan mineral water,” ungkap Riki, yang bertugas di bagian minuman.


Dengan harga makanan dan minuman yang murah tak bikin kantong bolong itu, Nasi Goreng Pemuda yang berusia 24 tahun ini selalu ramai pembeli. Terlebih jika menjelang weekend Sabtu Minggu, selalu ramai. 


Apalagi jika dihari-hari spesial seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran, nyaris tak ada meja dan bangku yang kosong. Bahkan, pembeli yang datang dari jauh rela menunggu untuk mendapatkan meja kosong.


“Alhamdulillah, semuanya dapat kita layani dengan baik,” sebut Tito, yang mengatakan Nasi Goreng Pemuda buka setiap hari dari pukul 17.00 wib sampai 03.30 wib dinihari. (don)

Wabup Tanah Datar ‎Buka Pameran Foto Prahara Pulau Emas, Minta Masyarakat Belajar Dari Bencana

Senin, Juli 27, 2026


SUMATERA BARAT (p‎atimpus.com) - Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, membuka secara resmi pameran foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas di Istana Baso Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (27/07/2026). 

‎Pameran ini terselenggara berkat kolaborasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, PT PLN (Persero) dan Pemkab Tanah Datar. 

‎Pameran foto jurnalistik tersebut menampilkan dokumentasi visual bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar pada penghujung 2025.

‎Fadly mengakui foto-foto yang ditampilkan pada pameran sangat membuat hati terenyuh. Melalui foto-foto yang ditampilkan,  pengunjung bisa melihat secara detail dan merasakan bagimana dampak dari bencana yang melanda. 

‎"Tentu hal ini menimbulkan empati sangat dalam buat kita. Membuat kita lebih sadar lagi menjaga alam ini, baik kita di pemerintahan, swasta dan masyarakat luas," ujar Fadly dalam keteranganya. 

‎Melalui pameran foto ini, kata Fadly lagi,  menyadarkan semua pihak bagaimana pentingnya menjaga alam. Dan juga, memperlihatkan bagaimana semangat gotongroyong terbangun dalam situasi yang sulit.  

‎"Kalau kita menjaga alam, alam itu juga menjaga kita. Mudah-mudahan dengan melalui pameran foto ini membuat kesadaran bagi kita supaya kita lebih aware lagi mencintai lingkungan. Dan dalam pameran foto ini juga menampilkan semangat gotongroyong, masyarakat saling bantu membantu," ucapnya. 

‎Fadly mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada PFI yang telah menggelar pameran foto tersebut. Apalagi, dipilihnya Tanah Datar sebagai lokasi kegiatan. 

‎"Kami patut berbangga karena pameran ini pertama kali dilaksanakan di Sumbar, terutama di Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di Istana Baso Pagaruyung kebanggan kita," kata dia. 

‎Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ke depan akan siap berkolaborasi dengan PFI. Salah satunya, upaya meningkatkan pariwisata. 

‎"Melalui pameran foto tentunya bisa menampilkan hal yang indah di wilayah kami, membuat orang berkunjung di Tanah Datar," tuturnya.

‎Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran foto ini bagian dari roadshow pameran karya fotografi jurnalistrik di tiga provinsi yang terdampak bencana. 

‎"Kami berharap dengan adanya pameran ini mengingatkan kepada kita, kepada generasi kita bahwa besok lusa mereka akan melihat Sumatra pernah hancur seperti ini," kata Hendra.

‎"Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga atau pun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita," sambungnya. 

‎Hendra menambahkan, pameran foto ini menyajikan peristiwa bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut beserta upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana. 

‎"Kami menampilkan 68 karya foto dari 38 pewarta foto di Indonesia yang saat peristiwa bencana alam turun langsung mendokumentasikan," jelasnya. 

‎Sementara itu, Ketua PFI Padang Arif Pribadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah mendukung terselenggaranya pameran foto tersebut. (Soni)

‎Tingkatkan Kualitas Guru, PW PERSIS Sumut Gelar Daurah Asatidz

Jumat, Juli 24, 2026

‎HAMPARANPERAK (patimpus.com) -  Mengawali pelaksanaan Tahun Ajaran 2026/2027, Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (PERSIS) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Daurah Asatidz Kurikulum PERSIS 2026.

‎Kegiatan yang digelar selama dua hari, 24–25 Juli 2026 ini mengusung moto "Beradab, Berdakwah, dan Berpikir Kritis" berlangsung khidmat di Pesantren As Shidiqin Hamparan Perak.

‎Kegiatan Daurah Asatidz yang bertujuan sebagai upaya meningkatkan kualitas guru dan pengajar di lingkungan PERSIS Sumatera Utara tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua PW PERSIS Sumatera Utara, KH Muhammad Nuh MSP. 

‎Dalam sambutannya, M Nuh menegaskan bahwa guru PERSIS memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi Islam yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.

‎"Guru bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi menjadi teladan dalam adab, penggerak dakwah, dan pembentuk cara berpikir kritis peserta didik. Kurikulum PERSIS harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akidah, dan siap memberikan kontribusi bagi bangsa," ujar KH Muhammad Nuh MSP.

‎Daurah Asatidz merupakan bagian dari program pembinaan guru dan pengajar atau Training of Trainer (ToT) yang selama ini diselenggarakan secara terpusat oleh Pimpinan Pusat (PP) PERSIS melalui Bidang Tarbiyah. 

‎Program tersebut kemudian diteruskan kepada jajaran Pimpinan Wilayah agar dapat diimplementasikan secara optimal di seluruh satuan pendidikan PERSIS.

‎Hadir sebagai narasumber dari Bidang Pendidikan PP PERSIS, Dr Cepi Triatna dan Dr Acep Saefuddin, Dr Tiar Anwar Bachtiar, Dr Darwis, dan lainnya, memberikan pembekalan mengenai implementasi Kurikulum PERSIS 2026, metodologi pembelajaran, strategi pengajaran yang efektif, serta pendalaman ilmu syariat sebagai karakter utama pendidikan PERSIS.

‎Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi utama, mulai dari penguatan kurikulum khas PERSIS, metode pembelajaran yang inovatif, pengembangan kompetensi pendidik, hingga penguatan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan PERSIS.

‎Melalui kegiatan ini, PW PERSIS Sumatera Utara berharap seluruh guru dan asatidz mampu menjadi pendidik yang profesional, berintegritas, serta mampu mengimplementasikan Kurikulum PERSIS 2026 secara utuh sehingga melahirkan generasi yang beradab, berdakwah, dan berpikir kritis, sesuai dengan visi besar pendidikan Persatuan Islam. (Soni)

Dorong Perluasan Pasar UMKM, Walikota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal

Jumat, Juli 24, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak Indomaret untuk berkolaborasi memberi porsi lebih besar bagi produk UMKM unggulan lokal Medan masuk di gerai-gerainya.


Langkah ini diambil Rico Waas guna memperluas pasar usaha lokal sekaligus membanggakan identitas Kota Medan di kancah ritel modern.


Ajakan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi dari manajemen Indomaret, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Kamis (23/7/2026). 


Audiensi ini juga sekaligus mengundang Wali Kota Medan untuk dapat hadir dalam acara Indomaret Fun Run 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada 2 Agustus mendatang di Lapangan Benteng Medan.


Dalam audiensi itu, Rico Waas mencatat, saat ini porsi produk UMKM Kota Medan yang berhasil masuk di rak-rak Indomaret baru berkisar antara 10 -15 %. Ia berharap angka tersebut bisa meningkat signifikan.


"Kalau bisa ditingkatkan menjadi sekitar 20%. UMKM itu adalah karakter dan identitas kota ini. Kami tentu bangga sekali jika produk-produk UMKM lokal Medan dipajang dan dipasarkan di gerai Indomaret," kata Rico Waas.


Kendati demikian, Rico Waas menegaskan bahwa kuantitas harus berjalan seiring dengan kualitas. Pemko Medan telah berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi para pelaku UMKM agar produk lokal memenuhi standar ritel modern. 


"Artinya produk yang masuk harus lolos kurasi ketat, terjamin kualitasnya, serta mengantongi izin resmi seperti BPOM dan sertifikasi halal," ujar Rico Waas menambahkan.


Selain menyoroti potensi ekonomi lokal, Wali Kota Medan juga memberikan dukungan penuh terhadap gelaran Indomaret Fun Run 2026 yang akan menempuh rute sepanjang 4,8 kilometer.


Mengetahui antusiasme warga yang begitu tinggi, di mana seluruh kuota 6.000 peserta telah ludes terjual dalam waktu kurang dari sepekan, Rico Waas mewanti-wanti panitia untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan dan kesehatan para pelari.


"Ambulans harus tetap siaga. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar dan masyarakat merasa senang mengikutinya," Harap Rico Waas.


Sebagai bentuk dukungan konkret, Rico Waas juga memerintahkan Dinas Kesehatan agar menurunkan tim medis serta menyiagakan ambulans di sepanjang jalur lari dan lokasi acara.


Sementara itu, Branch Manager Indomaret Yonanta Kusuma menyampaikan bahwa ajang olahraga ini tidak hanya menghadirkan kegiatan lari santai, tetapi juga akan diramaikan dengan berbagai hiburan, seperti pembagian lucky draw, serta menghadirkan stan-stan UMKM lokal untuk menyemarakkan suasana. (rel/don)

Dukung Haul Syekh Abdul Latif Deli, Rico Waas Tegaskan Komitmen Perkuat Kehidupan Beragama

Kamis, Juli 23, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Menyambut Haul ke 9 Syekh Abdul Latif Deli yang dirangkaikan dengan Zikir Akbar dan santunan kaum duafa, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk terus menyokong kegiatan keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keselamatan bangsa.


Demikian hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) TQN Nurul Yakin di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (23/7/2026).


Hadir Nazir Masjid TQN Nurul Yakin, Buya Rasyidin Abdul Latif dan rombongan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Adlan dan Kabag Kesra Agus Maryono.


Dijelaskan Rico Waas, di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga moral, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa. 


"Kemajuan zaman harus diimbangi dengan pembinaan spiritual agar masyarakat, terutama generasi muda, tetap memiliki karakter yang kuat serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” jelas Rico Waas. 


Dalam pertemuan itu Rico Waas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan. Menurutnya, Pemerintah Kota Medan akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat.


"Terima kasih atas kehadirannya. Ini menjadi penguatan bagi pemerintah. Kami akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif dalam keberagaman dan kehidupan keagamaan di Kota Medan," kata Rico Waas.


Rico Waas menilai, perkembangan teknologi yang begitu cepat saat ini harus diimbangi dengan penguatan pemahaman agama. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengikuti kemajuan zaman, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat sehingga tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.


Menurut Rico Waas, kegiatan keagamaan yang mampu merangkul masyarakat perlu terus diperkuat. Selain membentuk karakter, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kecintaan kepada bangsa dan negara.


"Kalau seseorang mencintai agamanya, tentu ia juga akan mencintai negaranya. Agama mengajarkan kita menjaga keutuhan bangsa, negara, dan lingkungan tempat kita hidup," ujarnya.



Sementara itu, Nazir Masjid TQN Nurul Yakin, Buya Rasyidin Abdul Latif, menjelaskan bahwa pihaknya mengundang Wali Kota Medan untuk menghadiri Haul ke-9 Syekh Abdul Latif Deli (Wakil Talqin TQN Suryalaya Korwil Medan) yang akan dirangkaikan dengan Zikir Akbar dan Doa Bersama Keselamatan Bangsa pada 17 Desember 2026.



“Kegiatan tersebut juga akan diisi dengan pemberian santunan kepada sekitar 200 hingga 300 kaum duafa dan fakir miskin dalam bentuk beras. Untuk itu, kami berharap melalui audiensi tersebut, pihaknya berharap memperoleh arahan dan dukungan dari Wali Kota Medan agar pelaksanaan acara berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan keselamatan bangsa,” ungkapnya. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan