Yapim Medan Gelar ‎Purnawiyata, Orangtua Siswa Ajak Masyarakat Daftarkan Anaknya

Senin, Mei 11, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) - Setelah menjalani pendidikan selama 3 tahun, secara resmi Yapim Taruna Medan menggelar Purnawiyata Angkatan 27 untuk melepas 251 siswa-siswi kelas XII tahun ajaran 2025-2026 dari Sekolah Menengah Atas (SMA) IPA-IPS, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer Jaringan, Akuntansi Keuangan, Manajemen Perkantoran, dan Perhotelan.

‎Hal itu diungkapkan Tongam Sitanggang SPd, Kepala SMK 1 sekaligus mewakili Yayasan Yapim Taruna Medan di acara Purnawiyata Yapim Medan Jalan Darussalam, Hotel Grand Kanaya Medan,  pada Senin (11/5/2026).

‎Tongam Sitanggang menyampaikan rasa syukurnya dan mengapresiasi suksesnya acara Purnawiyata yang dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Yapim Taruna Sumut-Riau, Dra. Asnawati Situngkir, Staf, Pegawai dan guru Yapim Taruna Medan serta seluruh orang wali murid.

‎"Kita bersyukur suksesnya acara ini, jadi Yayasan Yapim Taruna Medan mengapresiasi suksesnya acara Purnawiyata, dan menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah mensukseskan acara ini," ungkap Tongam.

‎Tongam Sitanggang juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh orang tua wali murid yang telah bersedia hadir diacara tersebut dan memohon maaf jika ada penyambutan yang kurang berkenan.

‎"Kami Yayasan Yapim Medan, Kepala Sekolah SMA, SMK 1, SMK 2, para guru, dan seluruh staf pegawai mengucapkan ribuan terimakasih kepada bapak ibu orang tua murid yang telah berhadir dan mempercayakan anak-anaknya untuk kami didik selama 3 tahun di Yapim Medan ini, dan Jika ada kekurangan, tutur kata dan penyambutan kurang berkenan di hati bapak ibu Kami mohon maaf," ungkap Tongam.

‎Diakhir sambutannya, Tongam Sitanggang juga berpesan kepada seluruh siswa-siswi setelah tamat dari Yapim Medan menjaga nama baik almamater, karakter dan integritas, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

‎"Di akhir sambutan saya ini, saya berharap siswa-siswi Yapim Taruna Medan baik SMK 1, SMK 2, maupun SMA tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga karakter dan integritas yang telah ditempa di sekolah ini. Teruslah bermimpi besar, jadilah pembelajar sepanjang hayat, dan ingatlah bahwa kesuksesan sejati adalah saat kehadiranmu memberi manfaat bagi sesama. Jaga nama baik almamater di mana pun kalian melangkah," tutup Tongam Sitanggang.

‎Sementara itu, Kepala SMA dan SMK 2 Yapim Taruna Medan Vera Panjaitan, S.Pd, M.Pd. berharap seluruh siswa-siswi yang telah menyelesaikan pendidikan di Yapim Medan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan mampu bersaing didunia usaha serta industri dengan modal pengetahuan, ketrampilan, disiplin serta kejujuran.

‎"Saya berharap semoga Siswa-siswi kami semua dapat melanjutkan pendidikan ke Jenjang yang lebih tinggi dan siap bersaing dalam Dunia Usaha dan Industri bermodalkan pengetahuan, ketrampilan, disiplin dan jujur yang telah didapat di Yapim Taruna Medan selama 3 tahun ini," ungkap Vera Panjaitan.

‎Ketua Panitia Purnawiyata Angkatan 27 tahun ajaran 2025-2026, Hartati Swasta Tambunan, S.Pd dalam laporannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melepas secara resmi siswa-siswi kelas XII SMA/SMK-1/ SMK-2 YAPIM Medan yang telah menyelesaikan masa studi dan mengembalikan tanggung jawab pendidikan siswa-siswi kepada orang tua wali murid.

‎Selain itu juga, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga sekolah dan orang tua siswa serta sebagai ajang kreativitas seni siswa-siswi, seperti menampilkan seni vokal, tari maupun drama.

‎"Kami laporkan, secara umum peserta didik telah menyelesaikan Ujian Akhir Sekolah dan Uji Kompetensi Keahlian (UKK), adapun jumlah siswa kelas XII yang dilepas pada tahun pelajaran 2025/ 2026 ini adalah sebanyak kurang lebih 251 siswa, diantaranya SMA sebanyak 95 Siswa, jurusan IPA 33 siswa, jurusan IPS: 62 siswa, SMK-1 sebanyak 90 siswa, jurusan TKRO berjumlah 41 siswa, TKJ 49 siswa. SMK-2  sebanyak 64 siswa, yakni jurusan Akutansi 10 Siswa, jurusan Perkantoran 19 siswa dan jurusan Akomodasi Perhotelan 35 siswa," ungkap Hartati.

‎Salah satu perwakilan orang tua siswa,  dari kelas XII, Bapak Valeria dalam sambutannya juga menyampaikan rasa syukurnya dan terimakasih kepada seluruh guru Yapim Medan.

‎"Selama 3 tahun anak-anak kami ini kami titip dan percayakan ke bapak ibu guru Yapim Medan. Kami sebagai orang tua yakin dan percaya bahwa ilmu yang bapak ibu guru ajarkan sudah tersampaikan semua kepada anak-anak kami, mudah-mudahan semua ilmu yang diajarkan itu dapat bermanfaat bagi anak-anak kami dimasa mendatang, untuk itu Kami sebagai orang tua menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua guru Yapim Medan karena telah mendidik dan mengajarkan anak-anak kami menjadi anak yang berbudi, anak yang berakhlak, dan menjadi pemimpin," ungkap Valeria salah satu orang tua siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

‎Valeria juga menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh guru Yapim Medan dan dengan bangga mengapresiasi 'Yapim Medan is the best' serta mengajak orang tua siswa lainnya agar mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah Yapim Medan.

‎"Mungkin selama 3 tahun ini, anak-anak Kami ada berbuat salah yang melukai hati bapak ibu guru, mungkin selama mendidik anak-anak kami, anak kami ada membuat bapak ibu marah, tapi bapak ibu guru tetap sabar mendidik anak kami, maka dari itu Kami sebagai orang tua memohon maaf yang sebesar-besarnya," ucap Valeria.

‎"Kami orang tua siswa yakin dan percaya semua dedikasi, kesabaran bapak ibu dalam mendidik anak kami semua itu demi menjadikan anak kami menjadi anak-anak yang berbudi, berakhlak dan menjadi pemimpin yang baik, sekali lagi kami sebagai orang tua siswa mengucapkan terimakasih, dan Kami dengan bangga mengatakan 'Yapim Medan is the best', Jadi mari Bapak ibu orang tua murid semuanya, mari kita ajak tetangga, dan anak-anak kita untuk kita daftarkan sekolah ke Yapim Medan," tambah Valeria.

‎Informasi yang didapat awak media, Yapim Taruna Medan telah membuka pendaftaran penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026-2027 beralamat dijalan Air Bersih nomor 59 Medan. 

‎Yapim Taruna Medan sendiri terdiri dari Unit SMP, SMA yakni IPA-IPS, dan SMK 1 dengan pilihan jurusan Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Komputer Jaringan, serta unit SMK 2 terdiri dari jurusan Akuntansi Keuangan, Manajemen Perkantoran, dan Perhotelan. (Soni)

Perlindungan Jemaah Haji Khusus Sumut Diperkuat Melalui Program JKN

Minggu, Mei 10, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Pemerintah memandang penyelenggara perjalanan ibadah haji khusus sebagai mitra strategis dalam  ekosistem layanan haji. Peran tersebut penting, terutama dalam memastikan jemaah memperoleh edukasi kesehatan, kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kenyamanan jemaah. 


Hal tersebut disampaikan,  serta  pendampingan layanan yang mendukung keselamatan dan Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Warsito pada kegiatan, Supervisi Implementasi Program JKN Dalam Penyelenggaraan Haji Khusus Tahun 2026, pada Kamis (07/05/2026) di Medan. 


Warsito menjelaskan, pemerintah melalui Kemenko PMK terus memperkuat fungsi koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian dari prioritas pembangunan nasional. 


Sinergi ini diarahkan untuk mewujudkan tata kelola haji yang lebih terpadu, responsif, dan berorientasi pada perlindungan serta kualitas pelayanan jemaah.


“Perlindungan terhadap jemaah haji terus diperkuat melalui integrasi sistem jaminan sosial, termasuk optimalisasi peran BPJS Kesehatan. Upaya ini diharapkan mampu memberikan kepastian perlindungan layanan kesehatan bagi jemaah sejak tahap persiapan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke tanah air. Kedepannya, kami juga berharap perlindungan JKN berlaku bagi Jemaah Umrah,” kata Warsito.


Deputi Direksi  Bidang Perluasan dan Kepatuhan  Peserta BPJS Kesehatan, Mangisi Raja Simarmata menyampaikan bahwa Penyelenggaraan ibadah haji bukan hanya persoalan perjalanan spiritual, tetapi juga menyangkut kesiapan kesehatan jemaah secara  menyeluruh.


Dalam konteks ini, Program JKN memiliki peran yang sangat strategis dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi jemaah, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kembali ke tanah  air.


“Saat ini dari total nasional lebih kurang 17 ribu jemaah haji di tahun 2026, sebanyak 90,75 persen jemaah haji khusus merupakan Peserta JKN aktif. Untuk wilayah Provinsi Sumatera Utara, dari sekitar 105 Jemaah, sebanyak 98  jiwa atau 93,3 persen telah terlindungi JKN aktif,” jelas Mangisi. 


Lebih lanjut, Mangisi menyampaikan bahwa data pemanfaatan layanan kesehatan menunjukkan kebutuhan pelayanan kesehatan jemaah tetap tinggi, baik sebelum keberangkatan maupun setelah kepulangan, dengan total pembiayaan yang signifikan. 


Hal ini menegaskan bahwa Program JKN bukan sekadar program pendukung, tetapi merupakan instrumen utama dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan jemaah haji. 


“BPJS Kesehatan meyakini bahwa dengan sinergi yang kuat, kita dapat memastikan setiap jemaah haji Indonesia memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” kata Mangisi. 


Sementara itu, Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Kementerian Haji dan Umrah, Muhammad Syarif mengatakan bahwa Menteri Haji dan Umrah telah menetapkan syarat kepesertaan Program JKN aktif dalam pelunasan biaya haji khusus melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah RI Nomor 31 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pengisian Kuota Haji Khusus Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. 


Hal ini diharapkan dapat membantu jemaah dalam mendapatkan jaminan kesehatan selama pelaksaaan haji di dalam negeri, khususnya saat akan berangkat ke tanah suci dan ketika kembali ke tanah air.


“Kewajiban kepesertaan aktif JKN dalam proses pelunasan haji merupakan bentuk implementasi amanat regulasi nasional terkait jaminan kesehatan. Sinkronisasi data antar sistem menjadi isu penting sehingga diperlukan koordinasi aktif dengan travel dan BPJS Kesehatan untuk memastikan validitas data Jemaah,” jelas Syarif.


Pada kesempatan yang sama, Direktur I PT Siar Tour, Alamria Asmardi sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) menilai bahwa keterlibatan BPJS Kesehatan sangat penting dalam memastikan kesiapan kesehatan jemaah sebelum keberangkatan. Pihaknya berharap terdapat mekanisme pengecekan status kepesertaan yang lebih dini sehingga potensi kendala administratif dapat diantisipasi sebelum masa keberangkatan.


“Disini kami ingin menyampaikan juga aspirasi masyarakat terkait kemungkinan perluasan perlindungan Program JKN, termasuk pada penyelenggaraan umrah yang frekuensi keberangkatannya jauh lebih tinggi dibanding haji,” ujar Alamria. (rel/don)

BPJS Kesehatan Pastikan Kesiapan Perlindungan Jemaah Haji di Sumut

Sabtu, Mei 09, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Perlindungan terhadap jemaah asal Indonesia yang akan melaksanakan terus diperkuat  melalui integrasi sistem jaminan sosial, termasuk optimalisasi peran BPJS Kesehatan. 


Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Warsito pada kegiatan Supervisi Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Penyelenggaraan Haji Reguler Tahun 2026 di Medan, Kamis (07/05/2026). 


Menurut Warsito, optimalisasi peranan BPJS Kesehatan dalam menyelenggarakan Program JKN diharapkan mampu memberikan kepastian perlindungan layanan kesehatan bagi jemaah sejak tahap persiapan, pelaksanaan ibadah, hingga kepulangan ke tanah air. 


“Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  (Kemenko PMK) terus memperkuat fungsi koordinasi lintas kementerian dan lembaga  dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai bagian  dari prioritas pembangunan nasional. Sinergi ini diarahkan untuk mewujudkan tata kelola haji yang lebih terpadu, responsif, dan berorientasi pada perlindungan serta kualitas pelayanan jemaah,” kata Warsito.


Lebih lanjut, Warsito menyampaikan bahwa pemerintah mendorong perubahan perspektif dalam proses pemberangkatan calon jemaah haji dengan menempatkan aspek kesehatan.

“Sebagai tahapan utama sebelum pelunasan biaya haji. Istithaah Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap calon jemaah memiliki kesiapan kesehatan, kemampuan fisik, mental, dan finansial sehingga dapat menjalankan ibadah haji secara aman dan optimal,”  jelas Warsito. 


Deputi Direksi Bidang Perluasan dan Kepatuhan  Peserta BPJS Kesehatan, Mangisi Raja Simarmata menyampaikan menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada  Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atas dukungan dan sinerginya selama ini dalam upaya optimalisasi Program JKN dalam penyelenggaraan Haji. 


“Program JKN tidak hanya menjamin pelayanan kesehatan jemaah, tetapi juga memberikan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, melalui pemanfaatan layanan kesehatan berjenjang dan dukungan data riwayat kesehatan, kita dapat memastikan bahwa jemaah memiliki kesiapan kesehatan yang optimal dalam menjalankan ibadah di tanah suci,” terang Mangisi. 


Mangisi melanjutkan, dari total lebih kurang 202 ribu jemaah haji secara nasional di tahun 2026, sebanyak 77,91 persen jemaah haji reguler merupakan peserta aktif Program JKN. Di wilayah Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 5.094 jiwa atau 84,7 persen dari total sekitar enam ribu Jemaah Haji Reguler telah terlindungi Program JKN aktif. 


“Jemaah yang belum terlindungi JKN aktif perlu menjadi perhatian kita bersama, karena jemaah yang belum aktif JKN berpotensi tidak mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan pada masa krusial, yaitu menjelang keberangkatan dan pasca kepulangan,” ujar Mangisi. 


Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus menerangkan bahwa implementasi Program JKN dalam penyelenggaraan haji di wilayah Provinsi Sumatera Utara sudah baik dalam hal penjaminan jemaah saat di embarkasi keberangkatan.  


“Upaya yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi kepada masyarakat tentang syarat kepesertaan JKN aktif sebagai salah satu syarat pelunasan biaya haji sehingga jauh hari sebelum jadwal pelunasan, calon Jemaah haji telah memastikan keaktifan JKN-nya,” kata Zulkifli. (rel/don)

Nyaris Seribu Kantong Darah Terkumpul, Solidaritas Karyawan PTPN IV PalmCo Mengalir ke Berbagai Daerah

Sabtu, Mei 09, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Kesadaran akan pentingnya ketersediaan darah bagi layanan kesehatan mendorong PTPN IV PalmCo terus menggencarkan aksi donor darah di berbagai wilayah operasional perusahaan.


Sepanjang 2026, perusahaan perkebunan tersebut berhasil menghimpun 883 kantong darah melalui rangkaian kegiatan donor darah yang digelar di sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Banten, hingga Sulawesi.


Program donor darah itu dilaksanakan bekerja sama dengan sejumlah unit Palang Merah Indonesia (PMI) dan fasilitas kesehatan daerah. Sejumlah cabang PMI yang terlibat antara lain PMI Kota Sukabumi, PMI Kota Bandar Lampung, PMI Kota Palembang, PMI Kota Medan, PMI Kabupaten Deli Serdang, hingga PMI Kota Tebing Tinggi.


Puncak kegiatan donor darah digelar di Kantor Pusat PTPN IV PalmCo, Jakarta, Kamis (7/5/2026) lalu. Sejak pagi, ratusan karyawan tampak memadati area registrasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah.


Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan donor darah telah menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang sehat sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan perusahaan.


“Donor darah bukan sekadar kegiatan rutin. Ada nilai kemanusiaan dan keberlanjutan yang ingin terus dibangun. Kesehatan menjadi aset penting, baik bagi perusahaan maupun masyarakat,” ucap Ugun dalam sambutannya.


Ia juga menyinggung sejarah perkembangan transfusi darah yang menurutnya menjadi pengingat penting tentang peran ilmu pengetahuan dalam menyelamatkan nyawa manusia. Penemuan sistem golongan darah ABO oleh ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, disebutnya membuka jalan bagi transfusi darah yang aman hingga saat ini.


“Melalui donor darah, kita bisa saling membantu dengan cara yang sederhana, tetapi berdampak besar,” katanya.


Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam kegiatan tersebut. Dari sekitar 215 pendaftar, sebanyak 175 orang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan berhasil mendonorkan darah.


Perwakilan PMI Kota Sukabumi, Khairil Nafis, mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam mendukung pemenuhan stok darah di daerah.


“Pasokan darah sangat penting untuk menjaga kebutuhan rumah sakit dan pasien. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala,” ujarnya.


Di tengah padatnya aktivitas operasional perusahaan, sejumlah karyawan mengaku tetap antusias mengikuti donor darah. Arlan, salah satu peserta, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kerja.


Hal senada disampaikan Teddy Bakyard yang mengaku bangga dapat ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Sementara itu, karyawan lainnya, Andrifan, berharap darah yang didonorkannya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.


“Walaupun hanya satu kantong, mudah-mudahan bisa sangat berarti bagi orang lain,” katanya.


Bagi Anastasya Indriani, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga simbol harapan bagi sesama. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi agenda rutin perusahaan.


Melalui rangkaian donor darah yang digelar di berbagai daerah, PTPN IV PalmCo tidak hanya berupaya memperkuat budaya sehat di lingkungan kerja, tetapi juga berkontribusi menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan darah yang kerap meningkat, keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi salah satu penopang penting bagi keberlangsungan layanan kesehatan. (rel/don)

‎Tinjau Embarkasi Medan, Wamenhaj RI Apresiasi Kesiapan Sumut Tangani Jemaah Transit dan Technical Landing

Jumat, Mei 08, 2026

‎MEDAN (patimpus.com) -  Wakil Menteri  Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia (RI), Dahnil Anzar Simanjuntak, meninjau langsung pelayanan jemaah haji di Asrama Haji Medan, Jumat (8/5/2026). 

‎Dalam kunjungan tersebut, Wamenhaj menegaskan pentingnya kesiapan Sumatera Utara sebagai daerah strategis penyangga operasional haji nasional, khususnya dalam menangani jemaah transit dan pesawat yang mengalami technical landing.

‎Kunjungan itu turut didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Dr. Zulkifli Sitorus, Plt Kepala Asrama Haji Medan Akmalsyah, Kabid Bina Haji dan Umrah Dr. Torang Rambe, serta Kasubbag TU Asrama Haji Medan.

‎Dalam peninjauan tersebut, Dahnil menyapa dan berdialog langsung dengan sejumlah jemaah, termasuk jemaah asal Kalimantan yang mengalami demensia sehingga tertunda keberangkatannya akibat technical landing. Wamenhaj juga menyempatkan diri berbincang dengan keluarga jemaah dan memastikan kondisi jemaah mendapat perhatian petugas.

‎Selain itu, Dahnil turut menemui jemaah asal Kabupaten Labuhanbatu Utara yang sempat gagal berangkat akibat kadar hemoglobin (Hb) rendah. Kepada jemaah yang sedang menjalani pemulihan kesehatan, ia meminta agar tidak memaksakan diri sebelum benar-benar dinyatakan fit untuk berangkat ke Tanah Suci.

‎“Yang penting sehat. Jangan dipaksakan. Kalau sudah benar-benar fit, insyaallah nanti berangkat dengan lancar,” ujarnya memberi semangat kepada jemaah.

‎Selain meninjau kondisi jemaah, Wamenhaj juga melihat langsung stan perbaikan tas paspor milik koperasi Asrama Haji Medan. Layanan tersebut membantu memperbaiki tas jemaah yang rusak dengan biaya terjangkau dan tergantung tingkat kerusakan.

‎Menurut Dahnil, inovasi sederhana tersebut merupakan bentuk pelayanan responsif yang patut dikembangkan di embarkasi lain.

‎“Ini bagus dan bisa menjadi contoh bagi asrama haji lain,” katanya.

‎Dalam arahannya kepada jemaah, Wamenhaj juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji serta menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

‎“Bapak dan Ibu, jaga kesehatan dan kurangi berbelanja, terutama untuk hal-hal yang tidak penting,” pesannya.

‎Saat diwawancarai Humas Kanwil Kemenhaj Sumut, Dahnil menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki posisi penting dalam operasional haji tahun ini karena menjadi titik transit sekaligus lokasi mitigasi apabila terjadi kendala penerbangan maupun kondisi kesehatan jemaah.

‎“Sumut ini menjadi buffer zone. Artinya, Sumatera Utara harus siap melakukan mitigasi dan pelayanan terhadap jemaah yang terpaksa tidak bisa berangkat karena sakit maupun akibat technical landing pesawat,” jelasnya.

‎Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan pelayanan tambahan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga koordinasi cepat dengan maskapai dan pihak syarikah.

‎“Beberapa hari lalu ada pesawat yang harus landing di sini dan dilakukan pergantian pesawat. Maka pelayanan harus cepat, termasuk hotel, konsumsi, dan kebutuhan jemaah lainnya,” ujarnya.

‎Dahnil menyebut secara umum pelayanan di Embarkasi Medan berjalan baik dan mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia mengapresiasi kesiapan petugas dalam melayani jemaah reguler maupun jemaah transit.

‎“Alhamdulillah, konsumsi tidak ada masalah, akomodasi lancar, dan pelayanan terhadap jemaah transit maupun technical landing juga berjalan baik,” katanya.

‎Meski demikian, ia menegaskan evaluasi harus terus dilakukan, termasuk terhadap berbagai keluhan jemaah seperti kerusakan tas bawaan.

‎“Kalau ada kekurangan, harus langsung ada perbaikan dan evaluasi. Cara-cara seperti ini harus terus dilakukan,” tegasnya.

‎Wamenhaj juga meminta agar kegiatan seremonial keberangkatan tidak dilakukan secara berlebihan agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup, terutama bagi jemaah gelombang kedua yang langsung mengenakan pakaian ihram dan melaksanakan umrah wajib setibanya di Arab Saudi.

‎“Mereka membutuhkan energi yang besar. Jadi harus banyak istirahat, termasuk selama di pesawat,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Dr. Zulkifli Sitorus, menyampaikan bahwa kunjungan Wamenhaj menjadi motivasi sekaligus penguatan bagi seluruh petugas embarkasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah.

‎“Alhamdulillah, kunjungan Bapak Wakil Menteri Haji dan Umrah RI menjadi motivasi bagi seluruh jajaran petugas di Embarkasi Medan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Berbagai arahan yang disampaikan akan menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menghadapi dinamika operasional haji seperti technical landing maupun penanganan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus,” ujarnya.

‎Menurut Zulkifli, Embarkasi Medan tidak hanya melayani keberangkatan jemaah reguler, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung kelancaran operasional haji nasional.

‎“Embarkasi Medan harus siap menghadapi berbagai situasi, termasuk kondisi darurat dan transit penerbangan. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus kami perkuat demi memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya. (rel/soni)

Ekbis

Pendidikan