Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Medan. Tampilkan semua postingan

Kaper BKKBN Sumut Kukuhkan Walikota Medan Jadi Duta Penggerak Ayah Teladan

Rabu, Agustus 05, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi dikukuhkan sebagai Duta Penggerak Ayah Teladan Kota Medan oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Mahyuzar. 


Pengukuhan ini ditandai dengan penyematan selempang dan penyerahan piagam atas peran aktif Rico Waas dalam mendukung seluruh program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), di Balaikota, Rabu (5/8/2026).


Usai dikukuhkan, ditempat yang sama Rico Waas juga langsung mengukuhkan para Camat se Kota Medan untuk menjadi Duta Penggerak Ayah Teladan tingkat Kecamatan.


Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa menjadi seorang ayah adalah predikat tertinggi yang melampaui segala bentuk jabatan duniawi.


"Jabatan tertinggi apa yang dimiliki seorang pria? kalau dipahami tentu menjadi seorang Ayah, menjadi seorang suami, pemimpin dalam keluarga. Jabatan lain punya masa waktu dan bisa berhenti kapan saja, tapi jabatan sebagai Ayah dibawa hingga akhir hayat," tegas Rico Waas.


Rico Waas juga mengingatkan seluruh pimpinan wilayah agar tidak menjadikan penyematan selempang ini sebagai formalitas semata. Keharmonisan dan keberhasilan dalam memimpin keluarga harus menjadi contoh nyata sebelum membenahi masyarakat luas.


"Aneh rasanya jika kita berprestasi di wilayah, tapi anak atau istri sendiri tidak bahagia. Pembenahan harus dimulai dari rumah, bagaimana hubungan dengan istri, keharmonisan dalam keluarga, dan memastikan anak merasa aman serta nyaman. Jika keluarga kita berhasil, kinerja di wilayah pasti jauh lebih maksimal," tambahnya.


Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Mahyuzar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari Menteri kepada Walikota Medan atas komitmennya menggerakkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).


Menurut Mahyuzar, pengasuhan dan pendidikan anak tidak boleh lagi dibebankan sepenuhnya kepada sosok ibu. Peran ayah yang hadir secara emosional, aktif, dan setara merupakan fondasi utama lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.


"Melalui pengukuhan ini, saya berharap budaya ayah hadir, ayah terlibat, dan ayah peduli tidak hanya berhenti di tingkat Balai Kota dan Kecamatan, tetapi menular hingga ke tingkat kelurahan, lingkungan sekolah, dan seluruh lapisan masyarakat Kota Medan," harap Mahyuzar.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemko Medan sebagai instansi pemerintah yang memberikan kelonggaran waktu bagi para ASN dan pejabat daerah untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah maupun saat pengambilan rapor di jam kerja.


Dalam pengukuhan tersebut turut hadir Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, Plh Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi serta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan. (rel/don)

Komisi I DPRD Medan Dukung Penuh Polisi Razia Narkoba di THM

Senin, Agustus 03, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Komisi I DPRD Medan mendukung penuh langkah tegas Aparat Penegak Hukum (APH) terkhusus Polrestabes Medan memberantas Narkoba.


Seperti halnya pemberantasan Vape Narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM) HW Helen’s Night Mart Jalan Setia Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, kemarin.


“Kita mendukung penuh pemberantasan Narkoba oleh pihak Kepolisian hingga tuntas. Jika terbukti ada peredaran Narkoba agar pengguna dan usaha THM ditindak tegas,” ujar Ketua Komisi I DPRD Medan Reza Pahlevi Lubis S Kom didampingi anggota Komisi 1 Saiful Bahri, Fauzi dan Andres Pandapotan Purba kepada wartawan di Sibolangit disela sela Raker DPRD Medan, Minggu (2/8/2026) sore.


Namun kata Reza Pahlevi Lubis, hendaknya hasil razia disampaikan secara transparan kepada masyarakat umum.


“Terkhusus kepada pemilik usaha THM, jika benar memfasilitasi pengguna Narkoba supaya diberikan sanksi tegas. Pemko Medan supaya mencabut izin usaha HW Helen’s Night Mart,” tegas Reza asal politisi Golkar itu.


Menurut Reza, tindakan tegas kepada pemilik usaha dinilai sangat perlu guna memberi efek jera. Sama halnya dengan razia yang sama supaya dilakukan kepada THM yang lain. “Kita mendoromg supaya razia yang sama dilakukan kepada THM yang lain,” tandasnya.


Sama halnya dengan pendapat anggota Komisi I DPRD Medan Fauzi menyampaikan dukungannya kepada Polrestabes Medan agar tetap melakukan razia pemberantasan di Kota Medan.


Apalagi kata Fauzi, saat ini peredaran Narkoba di Kota Medan sudah sangat meresahkan masyarakat. Dimana sasaran pengguna Narkoba sudah semua golongan termasuk generasi muda dan anak anak.


Untuk itu kata Fauzi asal politisi Partai Gerindra itu, berharap dalam pemberantasan Narkoba, pihak Kepolisian hendaknya bekerjasama dengan melibatkan pihak Eksekutif dam Legislatif.


“Kerjasama dengan melibatkan eksekutif, legislatif dan semua elemen masyarakat sangat perlu guna memaksimalkan hasil kerja,” ungkapnya. (rel/don)

Faisal Arbie Tagih Janji Rico Waas Terkait Tindaklanjuti Aspirasi Warga Lewat WA Anggota DPRD Medan

Senin, Agustus 03, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Anggota DPRD Medan dr Faisal Arbie M Biomed mengapresiasi pernyataan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas untuk sikap responsif menyikapi dan menindaklanjuti aspirasi dan keluhan warga Kota Medan. Apalagi, aspirasi dan keluhan itu diterima lewat WhatsApp (WA) anggota DPRD Medan.


“Kita tagih janji Walikota Medan, menyebut kesediaannya akan segera menindaklanjuti segala aspirasi masyarakat Kota Medan. Baik secara langsung maupun lewat pesan WA,” ujar dr Faisal Arbie asal politisi Nasdem menyikapi pernyataan Rico Waas saat Raker, Minggu (2/8/2026).


Menurut Faisal, sikap keterbukaan Walikota Medan Rico Waas bahkan membuka ruang komunikasi langsung dengan anggota DPRD Medan terkait aspirasi masyarakat yang mereka terima dari daerah pemilihan masing-masing dalam upaya perbaikan pelayanan publik patut didorong.


Karena hal itu sangat dibutuhkan untuk peningkatan pembangunan Kota Medan demi kesejahteraan warga Medan.


Sebagaimana diketahui, pada saat pidatonya diacara Raker DPRD Medan, Minggu 2 Agustus 2026 di Sibolangit, Rico Waas menyebut bila ada masalah di tengah masyarakat dan disampaikan anggota DPRD Medan ke WA pribadinya terkait pelayanan publik akan segera ditindaklanjuti skala prioritas.


“Jika ada masalah atau aspirasi masyarakat yang diterima di dapil (Red-daerah pemilihan) masing masing, WA saja saya. Akan kami kami bantu tindaklanjuti segera,” Bapak/Ibu anggota dewan adalah bagian dari rakyat yang dipercaya oleh rakyat untuk membantu pembangunan di Kota Medan wajib kami sikapi,” ujar Rico Waas dihadapan para anggota dewan.


Pada kesempatan itu juga, Rico Waas mengajak DPRD Medan bersama-sama merancang langkah konkret untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kota Medan. Di saat yang sama, kolaborasi tersebut harus diarahkan untuk menjawab persoalan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.


“Mari kita maksimalkan semua potensi. Sama-sama kita berkontribusi mengatasi segala masalah terkait kemiskinan, pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.


Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sinergi Pemko Medan dengan DPRD dalam merancang strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat.


Menurut Rico Waas, pola kerja pemerintahan ke depan tidak cukup hanya berjalan baik, tetapi harus semakin responsif, dekat dengan masyarakat, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. (rel/don)

Rico Waas Dorong Penguatan Sinergi Pemko - DPRD Medan

Senin, Agustus 03, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong penguatan sinergi Pemko Medan dengan DPRD dalam merancang strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi sekaligus menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat.


Menurut Rico Waas, pola kerja pemerintahan ke depan tidak cukup hanya berjalan baik, tetapi harus semakin responsif, dekat dengan masyarakat, serta mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.


“Perlu adanya pola kerja pemerintah semakin baik,” kata Rico Waas, saat membuka Rapat Kerja (Raker) DPRD Medan dalam rangka penyusunan program kerja 2027 di The Hill Hotel Resort Sibolangit, Minggu (2/8/2026) petang.


Ia menekankan, peningkatan pertumbuhan ekonomi harus menjadi salah satu barometer capaian pembangunan. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kerja sama bukan hanya antara DPRD dan Pemko Medan, tetapi juga dengan masyarakat, termasuk melalui pengembangan investasi.


“Yang penting menjadi barometer perlu adanya capaian target terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi. Butuh ditingkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu perlu kerja sama, bukan hanya DPRD dengan Pemko Medan, tetapi dengan masyarakat. Dan sangat penting pengembangan investasi,” ujarnya.


Rico Waas mengajak DPRD Medan bersama-sama merancang langkah konkret untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kota Medan. Di saat yang sama, kolaborasi tersebut harus diarahkan untuk menjawab persoalan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.


“Mari kita maksimalkan semua potensi. Sama-sama kita berkontribusi mengatasi segala masalah terkait kemiskinan, pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.


Rico Waas bahkan membuka ruang komunikasi langsung dengan anggota DPRD Medan terkait aspirasi masyarakat yang mereka terima dari daerah pemilihan masing-masing.


“Jika ada masalah atau aspirasi masyarakat yang diterima di dapil masing-masing, WA saya langsung, akan kami bantu tindaklanjuti segera. Bapak/Ibu bagian dari rakyat yang dipercaya oleh rakyat untuk produk Perda dan pengawasan penggunaan anggaran, patut kita respons,” tegasnya.


Ia juga meminta hubungan kerja DPRD dan Pemko Medan terus diperkuat dengan keterbukaan. Menurutnya, tantangan pembangunan membutuhkan kontribusi dan strategi besar sehingga pola kerja sama yang efektif dan efisien harus menjadi perhatian bersama.


“Peran kita butuh kontribusi dan strategi besar untuk bangsa ini. Kerja sama yang efektif dan efisien perlu menjadi perhatian,” ujarnya.


Sejalan, Ketua DPRD Medan Wong Cun Sen mengajak seluruh anggota dewan mengoptimalkan fungsi alat kelengkapan dewan dalam mengawal pembangunan Kota Medan. Ia mendorong DPRD meninggalkan pola kerja lama dengan mengedepankan pemikiran yang inovatif, kritis, adaptif, serta berbasis teknologi.


“Mari berperan aktif dengan pemikiran yang disruptif, inovatif, dan kritis,” ajaknya.


Wong Cun Sen juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih terbuka, termasuk melalui akses pengaduan warga secara real-time dan transparan. DPRD Medan, menurutnya, perlu mendorong lahirnya Perda yang responsif terhadap perkembangan teknologi, mendukung investasi lokal, serta berbasis data dan riset dengan mengedepankan transparansi dan konsultasi publik.


“Memastikan Perda yang telah disahkan dapat diimplementasikan secara efektif oleh Pemko Medan melalui Peraturan Wali Kota,” sebutnya.


Ia menegaskan transformasi tersebut harus membuat DPRD menjadi lembaga legislatif yang lincah, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Trifungsi DPRD, katanya, harus mampu menjadi mesin penggerak pembangunan yang tidak hanya mengejar kemajuan fisik, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran, merangkul kelompok rentan, serta menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat.


Sebelumnya, Plt. Sekretaris DPRD Medan Erisdan melaporkan, raker digelar untuk menyusun dan menyelaraskan program kerja DPRD melalui alat kelengkapan dewan, sekaligus merumuskan kegiatan prioritas untuk 2027.


Raker juga diarahkan untuk mengoptimalkan trifungsi DPRD dengan memperkuat peran lembaga legislatif dalam pembentukan Perda, penganggaran, serta pengawasan terhadap kinerja Pemko Medan. Sinergi DPRD dan Pemko Medan diharapkan semakin kuat untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. (rel/don)

Hadiri CFD Pertama di Medan Belawan, Rico Waas Sebut Bahagia dan Sehat Harus Menjangkau Seluruh Sudut Kota Medan

Senin, Agustus 03, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Suasana di kawasan jalan Sumatera, Medan Belawan mendadak riuh dan penuh semangat. Untuk pertama kalinya, kegiatan Car Free Day (CFD) resmi menyapa masyarakat pesisir di wilayah utara Kota Medan, Minggu (2/8/2026).


Kegiatan yang diinisiasi bersama oleh Kodaeral I Belawan dan Pemko Medan, serta didukung penuh oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) itu, berhasil menyedot antusiasme ribuan masyarakat.


Selain mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat, CFD perdana ini juga digelar dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81, serta memperingati HUT Kodaeral ke-1 dan HUT Jalasenastri ke-80.


Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kreatif ini. Rico Waas menegaskan bahwa pemerataan kebahagiaan dan kesehatan harus menjangkau seluruh sudut Kota Medan.


"Hari ini tentu menjadi kebahagiaan untuk kita semuanya. CFD yang biasa kita laksanakan hanya di inti kota Medan, namun hari ini dilaksanakan juga di Medan Belawan. Saya ucapkan terimakasih kepada Kodaeral I Belawan dan seluruh Stakeholder yang telah menggagas ide kreatif ini," kata Rico Waas.


Melalui kegiatan CFD ini, Rico Waas berharap dapat menumbuhkan pola hidup sehat di masyarakat serta menggerakan roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Medan Belawan.


"Harapannya kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, tetapi terus berlanjut, karena memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Medan Belawan," harap Rico Waas.


Sementara itu, Dankodaeral I Belawan Laksamana Muda TNI Deny Septiana mengungkapkan rasa bangganya atas tingginya antusiasme warga yang hadir. Menurutnya, kesuksesan CFD perdana ini menjadi bukti nyata transformasi positif di wilayah Belawan.


"Ini adalah kegiatan pertama kita, dengan harapan kota Belawan menjadi titik tolak kemajuan masa depan. Kehadiran masyarakat hari ini memberikan harapan baru bahwa Belawan yang dulu dikesankan mencekam, sekarang tidak lagi," Tegas Deny Septiana.


Ia juga menambahkan bahwa para pemangku kepentingan juga telah sepakat untuk menjadikan CFD di Belawan sebagai agenda rutin. 


Rencananya, kegiatan ini akan diagendakan sebulan sekali hingga ditingkatkan menjadi dua minggu sekali secara berkala.


"Melalui kolaborasi manis antara Pemko Medan, Kodaeral I Belawan, Kepolisian, dan masyarakat, Belawan kini siap bersolek menjadi kawasan yang lebih ramah, sehat, produktif, dan aman bagi siapa saja," pungkasnya.


Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang itu, diisi dengan olahraga bersama, Bakti Kesehatan, serta Bazar UMKM. (rel/don)

DPRD Medan Gelar Raker, Mengakselerasi Fungsi Pengawasan untuk Peningkatan Pembangunan Kota Medan

Minggu, Agustus 02, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Dalam rangka penyusunan program kerja tahun 2027, DPRD Medan menggelar Rapat kerja (Raker) DPRD Medan di The Hill Hotel Resort Sibolangit, Minggu (2/8/2026). 


Diharapkan kedepan anggota DPRD Medan dapat mengakselerasi fungsi alat kelengkapan dewan lebih ditingkatkan.


Seperti dalam sambutan Ketua DPRD Medan Drs Wong Cun Sen, di acara pembukaan Raker mengajak seluruh Anggota DPRD Medan berperan aktif mengoptimalkan setiap fungsi alat kelengkapan dewan. 


“Mari berperan aktif dengan pemikiran yang disruptif, inovatif, dan kritis,” ajak Wong Cun Sen.


Ditambahkan Wong Cun Sen, dengan mengoptimalkan setiap fungsi alat kelengkapan, baik dalam mengawal anggaran, mengakselerasi fungsi pengawasan dengan membuka akses pengaduan warga secara real-time dan transparan.


Wong Cun Sen juga mendorong lahirnya Peraturan Daerah yang responsif terhadap perkembangan teknologi, investasi lokal, berbasis data dan riset dengan mengutamakan asas transparansi dan konsultasi publik.


“Memastikan Perda yang telah disahkan dapat diimplementasikan secara efektif oleh Pemko Medan melalui Peraturan Walikota,” sebutnya.


Selanjutnya, tambah Wong Cun Sen, hasil dari raker nantinya akan menjadi bahan masukan utama dan pedoman fasilitasi yang wajib diintegrasikan ke dalam program kerja sekretariat DPRD Medan, guna mendukung optimalisasi pelaksanaan trifungsi DPRD.


Ditambahkan Wong Cun Sen, kedepan saatnya DPRD Medan berkomitmen dalam akuntabilitas dan transparansi publik, meninggalkan cara cara lama dan bertransisi dengan ekosistem kerja digital yang inovatif. Sehingga DPRD menjadi lembaga Legislatif yang lincah, adaptif, serta berorientasi pada hasil.


“Melalui transformasi ini, kita ingin memastikan bahwa trifungsi dewan yang kita jalankan, mampu menjadi mesin penggerak yang mengakselerasi laju pembangunan Kota Medan, yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga menyentuh, menjangkau wilayah pinggiran, merangkul kelompok rentan (lansia, disabilitas, anak-anak), serta menyelesaikan masalah mendasar tanpa ada yang terabaikan. Kita ingin kota Medan tumbuh menjadi Kota megapolitan yang modern, namun tetap memiliki generasi penerus yang sehat, cerdas,” pungkasnya.


Sementara itu dalam sambutan Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam sambutannya sekaligus membuka Raker DPRD Medan menyampaikan, melalui pelaksanaan Raker diharapkan dapat menghasilkan produk kerja yang lebih baik.


“Perlu adanya pola kerja pemerintah semakin baik,” sebutnya.


Saat ini kata Walikota, sangat perlu ada pola kerja yang semakin baik. Jangan hanya sekedar baik baik saja, tetapi perlu kinerja yang responsif lebih dekat dengan masyarakat menyesuaikan perkembangan teknologi.


Dan hal yang penting menjadi barometer perluanya capaian target terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi. 


“Butuh ditingkatkan pertumbuhan ekonomi. Untuk itu perlu kerjasama, bukan hanya DPRD dengan Pemko Medan tetapi dengan masyarakat. Dan sangan penting pengembangan investasi,” ungkap Rico.


Pada kesempatan itu juga, Rico Waas mengajak DPRD Medan agar bersama sama merancang terkait peningkatan pertumbuhan ekonomi. “Mari kita maksimalkan semua potensi. Sama sama kita berkontribusi mengatasi segala masalah tetkait kemiskinan pendidikan dan kesehatan,” ucapnya.


Rico Waas juga secara terang terangan mengajak DPRD Medan kerjasama menyelesaikan segala masalah. “Jika ada masalah atau aspirasi masyarakat yang diterima di dapil masing masing, WA saya langsung akan kami bantu tindaklanjuti segera. Bapak/Ibu bagian dari rakyat yang dipercaya oleh rakyat untuk produk Perda dan pengawasan penggunaan anggaran patut kita respon,” imbuhnya.


Selanjutnya, Rico Waas mengajak DPRD agar hubungan kerjasama supaya diperkuat dengan keterbukaan. “Peran kita butuh kontribusi dan strategi besar untuk bangsa ini. Kerjasama yang efektif dan efisien perlu menjadi perhatian,” ujarnya.


Sebelumnya, Plt Sekwan DPRD Medan Erisda SE dalam kata sambutannya menyampaikan adapun digelarnya Reker untuk menyusun dan penyelarasan program, dengan mengintegrasikan dan merumuskan program kerja DPRD melalui alat kelengkapan dewan dan kegiatan prioritas tahun 2027.


Kemudian lanjut Erisda, untuk mengoptimalisasi tri fungsi dewan, dengan memperkuat peran DPRD Kota Medan dalam pembentukan Perda, penganggaran, dan pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Kota. Sinergi kebijakan dengan meningkatkan koordinasi dan kemitraan strategis antara DORD dan Pemko Medan agar Pemko guna mempercepat penyelesaian permasalahan Pembangunan.


Masih menurut Erisda, kegiatan Raker untuk penguatan kapasitas kelembagaan. Meningkatkan kompetensi, kapabilitas, profesionalisme, serta Integritas DPRD Kota Medan. Dengan optimalnya peran dan fungsi DPRD Kota Medan melalui transformasi penguatan inovasi dan digitalisasi guna mengawal akselerasi pembangunan Kota Medan yang maju dan inklusif. (rel/don)



DPRD Medan Akan Buat Ranperda, Denda 10 Persen Jika Tidak Memiliki PBG Dari Nilai Bangunan

Sabtu, Agustus 01, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Sulit dan mahalnya urusan dokumen Pendirian Bangunan Gedung (PBG) sehingga banyak ditemukan bangunan tanpa izin di lapangan menjadi perhatian serius Komisi 4 DPRD Medan.


Apalagi, akibat banyaknya bangunan tidak memiliki izin telah berdampak kebocoran PAD yang cukup besar. 


Atas dasar itu, Komisi 4 DPRD Medan yang membidangi pembangunan sepakat mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) PBG. 


"Sebagai hak inisiatif DPRD Medan. Kami mengajukan Ranperda PBG ke Bapemperda DPRD Medan. Kita harapkan tahun 2027 telah masuk menjadi Prolegda," ujar anggota DPRD Medan Lailatul Badri kepada wartawan 


Dikatakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang disapa Lela, hal itu sudah kesepakatan mereka dan akan menjadi agenda kerja komisi 4. 


Menurut Lela, hal yang paling penting dalam Ranperda nanti terkait mahalnya biaya konsultan bangunan dan arsitek. 


"Hal itu perlu dievaluasi sekaligus membenahi sistem PBG. Tentu sekaligus memangkas birokrasi hambatan perizinan dan memutus praktik pungli. Dan tentu dengan demikian akan mengoptimalkan PAD," ujar Lela.


Menurut Lela, banyak pemilik bangunan enggan mengurus PBG karena mahalnya biaya konsultan. 


"Bayangkan saja, biaya konsultan bisa lima kali lipat dari besarnya biaya retribusi PBG. Ini kan aneh, maka pemilik bangunan malas mengurus PBG," kata Lela.


Untuk itu, sambung Lela perlu diselaraskan agar masayarakat tidak terlalu terbebani. 


"Kedepan, semua bangunan harus memiliki PBG, sehingga penataan kota terjaga dan PAD meningkat terhindar dari kebocoran retribusi," ungkap Lela.


Pada kesempatan itu, Lela berharap kepada Dinas Perkimcikataru Kota Medan agar proaktif terkait usulan inisiatif DPRD Medan tentang Ranperda PBG. Sehingga ke depannya pihak Perkimcikataru dapat bekerja profesional dan tidak menghambat proses perizinan demi keuntungan pribadi.


Ditambahkan Lela, dalam penggodokan Ranperda nanti akan melibatkan banyak elemen masyarakat. 


"Intinya jangan sampai menyukitkan satu pihak. Tetap sama sama diuntungkan dan tetap berpedoman sesuai aturan," katanya.


Ia juga mengatakan pihaknya akan membuat satu draf usulan yang berpedoman kepada UU Cipta kerja.


"Karena di Undang-undang Cipta Kerja ada beberapa sanksi bagia siapa pun yang tidak memiliki PBG baik sanksi tertulis hjngga pembongkaran bangunan. Dan akan kita usulkan denda 10 persen dari nilai bangunan bila tidak ada PBG sebagaimana diatur pada Pasal 24 Undang-undang Cipta Kerja," pungkasnya. (rel/don)

Kritik Sistem Regsosek, Sri Rezeki Minta Indikator Desil Tidak Dijadikan Tolak Ukur Tunggal Bansos

Jumat, Juli 31, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Penerapan indikator Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) memicu gelombang protes keras dari masyarakat Kota Medan karena dinilai tidak akurat, tidak adil, dan mengabaikan kondisi riil ekonomi warga di lapangan.


Kritikan ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Medan, Hj Sri Rezeki. Politisi Partai Keadilan Sjahtera (PKS) ini mengungkapkan bahwa dirinya menerima banjir keluhan terkait bantuan social (bansos) dari masyarakat, baik saat menyerap aspirasi maupun melalui aduan personal warga.


Menurut Sri Rezeki, permasalahan utama yang paling krusial adalah adanya perubahan status desil keluarga yang melonjak naik secara tiba-tiba ke kategori mampu (Desil 5–10) di dalam sistem secara sepihak tanpa adanya verifikasi lapangan yang valid.


"Banyak warga mengeluhkan status desil keluarga mereka tiba-tiba naik ke kategori mampu di sistem, padahal kondisi riil ekonomi dan pendapatan mereka di lapangan tidak mengalami perubahan sama sekali," ujar legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kota Medan tersebut, Sabtu (1/8/2026).


Bahkan, ada warga yang melaporkan status desilnya berada di angka 0. Hal tersebut mengindikasikan bahwa data warga belum terdaftar, belum dipetakan, atau status peringkat kesejahteraannya belum selesai diproses di dalam sistem, mengingat sistem desil resmi hanya mengenal kelompok dari 1 sampai 10.


Dampak dari error sistem ini dinilai sangat fatal. Banyak siswa dari keluarga miskin yang benar-benar membutuhkan bantuan justru kehilangan hak akses secara mendadak pada program bansos pendidikan, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, dan Bantuan Siswa Miskin (BSM).


Tak hanya sektor pendidikan, ketidakakuratan indikator aset dalam sistem desil juga memukul kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia). 


Sri Rezeki menemukan banyak kasus di mana lansia yang hidup serba kekurangan justru dimasukkan ke dalam kategori Desil 5 ke atas. Akibatnya, secara otomatis sistem mencoret nama mereka dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) Lansia maupun program bantuan kesejahteraan dari pemerintah daerah.


Kondisi ini diperparah oleh alur birokrasi yang rumit dan kendala administratif di tingkat bawah yang semakin mempersulit warga miskin untuk memulihkan hak mereka.


Melihat karut-marut penyaluran bansos ini, Sri Rezeki mendesak Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi dan merevisi kebijakan operasional di lapangan. 


Ia menegaskan bahwa indikator desil tidak perlu dihapus total, melainkan harus disesuaikan agar adaptif terhadap dinamika ekonomi masyarakat yang sesungguhnya.


"Sistem ini terkadang menciptakan ketidakadilan. Kami mengusulkan agar indikator desil tidak lagi dijadikan sebagai tolok ukur tunggal dalam penyaluran bantuan sosial," tegasnya menutup pernyataan. (rel/don)


Dorong Perluasan Pasar UMKM, Walikota Medan Minta Indomaret Tambah Kuota Produk Lokal

Jumat, Juli 24, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak Indomaret untuk berkolaborasi memberi porsi lebih besar bagi produk UMKM unggulan lokal Medan masuk di gerai-gerainya.


Langkah ini diambil Rico Waas guna memperluas pasar usaha lokal sekaligus membanggakan identitas Kota Medan di kancah ritel modern.


Ajakan tersebut disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi dari manajemen Indomaret, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Kamis (23/7/2026). 


Audiensi ini juga sekaligus mengundang Wali Kota Medan untuk dapat hadir dalam acara Indomaret Fun Run 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung pada 2 Agustus mendatang di Lapangan Benteng Medan.


Dalam audiensi itu, Rico Waas mencatat, saat ini porsi produk UMKM Kota Medan yang berhasil masuk di rak-rak Indomaret baru berkisar antara 10 -15 %. Ia berharap angka tersebut bisa meningkat signifikan.


"Kalau bisa ditingkatkan menjadi sekitar 20%. UMKM itu adalah karakter dan identitas kota ini. Kami tentu bangga sekali jika produk-produk UMKM lokal Medan dipajang dan dipasarkan di gerai Indomaret," kata Rico Waas.


Kendati demikian, Rico Waas menegaskan bahwa kuantitas harus berjalan seiring dengan kualitas. Pemko Medan telah berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi para pelaku UMKM agar produk lokal memenuhi standar ritel modern. 


"Artinya produk yang masuk harus lolos kurasi ketat, terjamin kualitasnya, serta mengantongi izin resmi seperti BPOM dan sertifikasi halal," ujar Rico Waas menambahkan.


Selain menyoroti potensi ekonomi lokal, Wali Kota Medan juga memberikan dukungan penuh terhadap gelaran Indomaret Fun Run 2026 yang akan menempuh rute sepanjang 4,8 kilometer.


Mengetahui antusiasme warga yang begitu tinggi, di mana seluruh kuota 6.000 peserta telah ludes terjual dalam waktu kurang dari sepekan, Rico Waas mewanti-wanti panitia untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan dan kesehatan para pelari.


"Ambulans harus tetap siaga. Mudah-mudahan acaranya berjalan lancar dan masyarakat merasa senang mengikutinya," Harap Rico Waas.


Sebagai bentuk dukungan konkret, Rico Waas juga memerintahkan Dinas Kesehatan agar menurunkan tim medis serta menyiagakan ambulans di sepanjang jalur lari dan lokasi acara.


Sementara itu, Branch Manager Indomaret Yonanta Kusuma menyampaikan bahwa ajang olahraga ini tidak hanya menghadirkan kegiatan lari santai, tetapi juga akan diramaikan dengan berbagai hiburan, seperti pembagian lucky draw, serta menghadirkan stan-stan UMKM lokal untuk menyemarakkan suasana. (rel/don)

Dukung Haul Syekh Abdul Latif Deli, Rico Waas Tegaskan Komitmen Perkuat Kehidupan Beragama

Kamis, Juli 23, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Menyambut Haul ke 9 Syekh Abdul Latif Deli yang dirangkaikan dengan Zikir Akbar dan santunan kaum duafa, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk terus menyokong kegiatan keagamaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keselamatan bangsa.


Demikian hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) TQN Nurul Yakin di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (23/7/2026).


Hadir Nazir Masjid TQN Nurul Yakin, Buya Rasyidin Abdul Latif dan rombongan, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Adlan dan Kabag Kesra Agus Maryono.


Dijelaskan Rico Waas, di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat, penguatan nilai-nilai keagamaan dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga moral, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa. 


"Kemajuan zaman harus diimbangi dengan pembinaan spiritual agar masyarakat, terutama generasi muda, tetap memiliki karakter yang kuat serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” jelas Rico Waas. 


Dalam pertemuan itu Rico Waas menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang tidak hanya memperkuat syiar Islam, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan dan semangat kebangsaan. Menurutnya, Pemerintah Kota Medan akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat.


"Terima kasih atas kehadirannya. Ini menjadi penguatan bagi pemerintah. Kami akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan positif dalam keberagaman dan kehidupan keagamaan di Kota Medan," kata Rico Waas.


Rico Waas menilai, perkembangan teknologi yang begitu cepat saat ini harus diimbangi dengan penguatan pemahaman agama. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengikuti kemajuan zaman, tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kuat sehingga tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.


Menurut Rico Waas, kegiatan keagamaan yang mampu merangkul masyarakat perlu terus diperkuat. Selain membentuk karakter, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan kecintaan kepada bangsa dan negara.


"Kalau seseorang mencintai agamanya, tentu ia juga akan mencintai negaranya. Agama mengajarkan kita menjaga keutuhan bangsa, negara, dan lingkungan tempat kita hidup," ujarnya.



Sementara itu, Nazir Masjid TQN Nurul Yakin, Buya Rasyidin Abdul Latif, menjelaskan bahwa pihaknya mengundang Wali Kota Medan untuk menghadiri Haul ke-9 Syekh Abdul Latif Deli (Wakil Talqin TQN Suryalaya Korwil Medan) yang akan dirangkaikan dengan Zikir Akbar dan Doa Bersama Keselamatan Bangsa pada 17 Desember 2026.



“Kegiatan tersebut juga akan diisi dengan pemberian santunan kepada sekitar 200 hingga 300 kaum duafa dan fakir miskin dalam bentuk beras. Untuk itu, kami berharap melalui audiensi tersebut, pihaknya berharap memperoleh arahan dan dukungan dari Wali Kota Medan agar pelaksanaan acara berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan keselamatan bangsa,” ungkapnya. (rel/don)

Warga Minta Polsek Medan Labuhan Tindak Tegas Geng Kereta

Sabtu, Juli 18, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Warga Kecamatan Medan Labuhan meminta Polsek Medan Labuhan meningkatkan patroli rutin, terkait semakin kerapnya terjadi tawuran dan konvoi kawanan geng kereta (motor) di kawasan Kelurahan Sei Mati sekitarnya, pada larut malam.


Menurut warga, ulah kawanan geng motor tersebut sangat mengganggu kenyamanan warga, karena bukan sekedar melintas, juga melakukan pengrusakan dengan melempar rumah warga dengan benda keras.


Hal tersebut diungkapkan Janses Simbolon, di Lapangan Parkir Futsal, Pajak Rambe, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (18/7) Sore.


Menurut warga permintaan tersebut mengacuh pada Perda Kota Medan tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum yang menyebutkan: Setiap orang atau badan memilik hak untuk merasakan dan menikmati ketenteraman dan ketertiban umum, yang bebas dari segala bentuk gangguan dan hambatan, sehingga dapat menjalankan kegiatan sesuai dengan norma-norma yang berkembang dalan kehidupan masyarakat".


"Kami meminta pihak kepolisian meningkatkan patroli, dan menindak tegas para pelaku, karena ulah kawanan geng motor sudah sangat meresahkan, menimbulkan ketakutan, terutama warga yang pulang kerja larut malam," ujar salah seorang peserta sosialisasi.


Menyikapi keluhan dan permintaan tersebut, Bhabinkamtibmas Aipda DJ Mataniari mengatakan, akan menyampaikan keluhan warga itu kepada atasannya, dan menurutnya terkait dengan semakin kerapnya terjadi akai konvoi kawanan geng motor, pihak kepolisian juga telah meningkatkan patroli, terutama pada jam rawan.


Menurutnya, untuk mencegah terjadi hal - hal yang tidak diinginkan di lingkungan pemukiman penduduk, warga juga diharapkan dapat mengaktifkan Pos Keamanan Lingkungan.


Sebelumnya, anggota DPRD Medan, Janses Simbolon mengatakan, selain memiliki hak untuk merasakan dan menikmati ketenteraman dan ketertiban umum, warga maupun badan, juga memiliki kewajiban menciptakan, memilihara dan melestarikan, serta mencegah terjadinya gangguan ketenteraman dan ketertiban umum. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan