Tampilkan postingan dengan label Jajanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jajanan. Tampilkan semua postingan

Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari

Sabtu, September 12, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan kuliner yang beragam. Mulai dari makanan khas seperti lontong Medan, soto Medan, hingga berbagai pilihan kuliner kekinian, masyarakat maupun wisatawan dapat menemukan beragam pilihan makanan di berbagai sudut kota.

Bagi pecinta kuliner, menjelajahi lebih dari satu tempat dalam satu hari tentu menjadi pengalaman yang menarik. Namun, berpindah dari satu spot kuliner ke lokasi lainnya juga membutuhkan mobilitas yang fleksibel agar aktivitas kulineran tetap nyaman dan menyenangkan.

Untuk mendukung pengalaman tersebut, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan saat berburu kuliner di Medan bersama inDrive

1. Susun Rute Kuliner Sesuai Spot yang Ingin Dikunjungi

Sebelum memulai perjalanan, tentukan terlebih dahulu beberapa tempat makan yang ingin dikunjungi. Dengan membuat rute sederhana, pengguna dapat menyesuaikan perjalanan berdasarkan lokasi dan waktu yang tersedia.

Mobilitas yang fleksibel juga memudahkan pengguna untuk berpindah dari satu tempat makan ke tempat lainnya tanpa harus terpaku pada satu lokasi.

2. Memanfaatkan Fleksibilitas dalam Menentukan Perjalanan

Kulineran terkadang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bisa saja menemukan rekomendasi tempat makan baru dari teman atau melihat spot kuliner menarik saat sedang berada di perjalanan.

inDrive memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk menentukan perjalanan sesuai kebutuhan. Dengan begitu, pengguna dapat lebih leluasa menyesuaikan tujuan perjalanan selama menjelajahi berbagai pilihan kuliner di Medan.

3. Tentukan Harga Perjalanan melalui Fitur Negosiasi

Salah satu fitur yang menjadi bagian dari pengalaman menggunakan inDrive adalah kesempatan bagi pengguna dan pengemudi untuk menentukan harga perjalanan melalui proses negosiasi.

Fitur ini memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mengajukan harga perjalanan sesuai kebutuhan sebelum memilih pengemudi yang paling sesuai.

4. Pesan Perjalanan dengan Mudah Saat Ingin Berpindah Lokasi

Setelah selesai menikmati satu kuliner, perjalanan bisa dilanjutkan ke destinasi berikutnya. Kemudahan dalam melakukan pemesanan perjalanan membantu pengguna berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan lebih praktis.

Hal ini membuat inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk berbagai aktivitas, termasuk ketika ingin mengeksplorasi lebih banyak kuliner di Medan dalam satu hari.

5. Jadikan Perjalanan sebagai Bagian dari Pengalaman Kulineran

Kulineran bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang pengalaman menjelajahi berbagai tempat dan menemukan hal-hal baru di sepanjang perjalanan.

“Medan memiliki karakter yang kuat sebagai kota kuliner dengan banyak pilihan yang bisa dieksplorasi. Kami ingin inDrive dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan memberikan pilihan mobilitas yang fleksibel, baik ketika mereka ingin kulineran, bekerja, bertemu keluarga dan teman, maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya,” ujar Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia.

Dengan fleksibilitas dalam menentukan perjalanan, fitur negosiasi harga, serta kemudahan pemesanan, inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat di Medan.

Temukan Lebih Banyak Pengalaman Bersama inDrive

Tidak hanya untuk berburu kuliner, inDrive dapat menjadi pilihan mobilitas untuk menemani berbagai kegiatan sehari-hari. Mulai dari pergi bekerja, bertemu teman dan keluarga, berbelanja, hingga menjelajahi berbagai destinasi di kota.

Apa pun kegiatannya, pilih perjalanan yang sesuai dengan kebutuhanmu bersama inDrive. Download dan gunakan inDrive untuk menemani setiap perjalananmu! (don)

Hujan-Hujan Makan Gurame Bakar di Ikan Bakar Pandu Raya

Rabu, September 09, 2026

MEDAN (patimpus.com) - Hujan deras yang melanda Kota Medan sejak sore tadi membuat perut berontak ingin melahap apa saja. Tentu saja, sudahlah cuacanya dingin ditambah kelaparan lagi.


Dengan memacu sepeda motor, aku menembus curahan hujan mencari lapak makanan sesuai seleraku malam ini. Awalnya aku berhenti di lapak penjual Sate Padang di Jalan Syahbandar di Kampung Aur, Medan Maimun. 



Habis satu porsi ternyata tak membuat perutku kenyang. Aku pun kembali bergerilya ke arah Kampung Baru. Kali ini makanannya harus yang berat-berat.


Mataku tertuju oleh sebuah lapak bernama Ikan Bakar Pandu Raya, yang terletak di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. 



Namanya tidak asing, seperti nama sebuah jajanan malam yang terkenal di era tahun 80 sampai 90an di Jalan Pandu Medan, tapi tidak menjual ikan bakar.


Saat duduk di meja makan, pegawai menyodorkan daftar menu. Karena anggaran pas-pasan saja, aku pun memesan Kerapu Sedang seharga Rp 60.000 plus dengan nasi putih dan segelas Teh Manis Panas.



Dari daftar menu yang kulihat, ada beberapa jenis ikan bakar yang mereka sajikan. Dimulai dari yang tertinggi hingga yang terendah.


Seperti ikan Kakap Merah dan Siakap harganya sama-sama mahal. Untuk ukuran besar harganya Rp 110.000 perekor, sedang Rp 90.000 dan kecil Rp 70.000-80.000.


Lalu ada yang termurah yakni ikan Lele, perekor hanya Rp 13.000. Untuk harga ikan bakar lengkapnya silahkan melihat menu.


Tak hanya ikan bakar, usaha pinggir jalan milik Syahrul Tanjung ini juga menjual ayam bakar seharga Rp17.000 sampai 15.000 perporsi. Kemudian ada sayuran Kangkung, Capcai dan Terong Goreng, berikut dengan aneka minumannya.



Lapak ini setiap hari ramai pembeli karena berlokasi di Jalan Brigjend Katamso yang memanfaatkan halaman sebuah rumah toko empat pintu.


Menurut Syahrul Tanjung, usaha yang dia rintis ini sudah berlangsung selama 5 tahun lebih. Awalnya dia membuka usaha Nasi Goreng Pandu Raya, yang berlokasi sekitar 30 meter dari usaha ikan bakar. Karena banyaknya peminat ikan bakar, maka dia pun membuka usaha ikan bakar.


“Usaha ikan ini melihat situasi juga. Jika cuaca bagus ikan akan melimpah, tetapi jika cuaca buruk ikan akan langka karena nelayan tidak berani melaut,” ungkap pemuda perantau dari Sumatera Barat yang beristrikan seorang gadis asal Aceh, Selasa (8/9/2026) malam.


Ayah tiga anak laki-laki semua ini juga berencana mengembangkan usahanya di beberapa daerah termasuk di Kota Binjai Sumatera Utara hingga Kota Padang Sumatera Barat. (don)

Nasi Goreng Pemuda Sekali Masak 100 Porsi, Dinikmati Pejabat, Atlet, Artis Hingga Bule Mancanegara

Kamis, Juli 30, 2026
Teh Santy Cagur saat syuting Bikin Laper Trans7


MEDAN (patimpus.com) - Berdiri sejak 18 Agustus 2002, Nasi Goreng Pemuda, sudah sangat terkenal dari Medan hingga ke Papua dan sampai ke Skotlandia.


“Saya dari Skotlandia, tahu Nasi Goreng Pemuda dari media sosial terutama Youtube. Makanannya terkenal enak. Memang agak asing bagi lidah orang Eropa, tetapi enak,” ujar William Tien, yang datang menikmati makan malam bersama istrinya dari Samosir, Sumut.


Selain enak, ujar William, harga makanan dan minumannya juga murah. Pelayanannya juga sangat ramah dan cepat merespon tamu. Apalagi lokasinya yang strategis yang terletak di Jalan Pemuda, Kota Medan dan mudah dijangkau karena berada di tengah kota.


Tak hanya William saja orang asing yang menikmati santapan malam pinggir jalan ini, sejumlah turis asing juga kerap mengunjungi Nasi Goreng Pemuda yang dikelola oleh Nafrizal Salihamizi, pemuda berdarah Minangkabau yang lahir di Kota Medan.


“Selain turis asing, ada juga artis ibukota yang singgah. Seperti Sultan Jorgi, Ita Purnama Sari, Rizal Armada Band, Paus Mini, Kiwil, Markus Ririhina, dan banyak lagi,” pungkas Rizal.

Sepasang bule asal Newcastle Inggris

Selain artis ada juga pejabat daerah dan pusat yang datang. Bahkan Gubernur Sumut Bobby Nasution juga terlihat beberapa kali makan di Nasi Goreng Pemuda, bersama istrinya Kahiyang Ayu, dan adik iparnya Gibran Rakabuming Raka, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden RI.


Saat pergelaran PON XXI Sumut - Aceh 2024, Nasi Goreng Pemuda direkomendasi sebagai tempat jajanan malam bagi atlet Papua, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Bahkan, rombongan Pemko Samarinda memboking seluruh meja makan saat pergelaran Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang dilaksanakan oleh Pemko Medan, Juni 2026 lalu.


Walau membawa rombongan hampir 50 orang, semuanya dapat terlayani dengan baik karena kecepatan menyajikan hidangan makanan dan minuman sudah menjadi prioritas bagi karyawan Nasi Goreng Pemuda yang berjumlah 15 orang.


“Sekali masak nasi goreng 100 porsi dan harus selesai dalam 10-15 menit,” sebut Rizal, warga Marendal, selaku cheff yang sudah bekerja lebih dari satu tahun.


Ketika ditanya, kenapa nasi goreng yang dimasaknya bisa begitu enak? Rizal mengatakan bahwa racikan bumbunya sudah ditakar sesuai porsinya.


“Untuk satu kuali besar ini kita sudah tahu berapa banyak bumbu yang dibutuhkan untuk 100 porsi nasi goreng. Jadi sudah terbiasa dan tak boleh meleset takarannya,” ungkap Rizal yang sebelumnya berdagang rujak keliling.


Rizal, salah satu cheff andalan Nasi Goreng Pemuda

Untuk harga satu porsi nasi goreng sendiri tergantung dari toppingnya. Jika toppingnya daging sapi dan ayam maka seporsi harganya Rp 21.000, sedangkan toppingnya daging kambing seporsi 24.000. Lain lagi dengan ekstra jumbo atau nasi tambah dihargai Rp 5000.


Sedangkan untuk aneka minuman, yang paling murah adalah teh tawar kosong (tehtong) Rp 2000 - Rp 3000. Aneka Jus Rp 12.000 dan Teh Susu Telur (TST) Rp 15.000. Sementara untuk minuman Air Putih Hangat (APH) digratiskan.


“Ada juga minuman botol seperti Badak, Sosro, Fruiti dan mineral water,” ungkap Riki, yang bertugas di bagian minuman.


Dengan harga makanan dan minuman yang murah tak bikin kantong bolong itu, Nasi Goreng Pemuda yang berusia 24 tahun ini selalu ramai pembeli. Terlebih jika menjelang weekend Sabtu Minggu, selalu ramai. 


Apalagi jika dihari-hari spesial seperti Natal, Tahun Baru dan Lebaran, nyaris tak ada meja dan bangku yang kosong. Bahkan, pembeli yang datang dari jauh rela menunggu untuk mendapatkan meja kosong.


“Alhamdulillah, semuanya dapat kita layani dengan baik,” sebut Tito, yang mengatakan Nasi Goreng Pemuda buka setiap hari dari pukul 17.00 wib sampai 03.30 wib dinihari. (don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa