Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

RSU Muhammadiyah Medan Ungkap Dugaan Malapraktek Pasien Miom

Rabu, April 22, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Dugaan malapraktek terhadap pasien Mimi Maisyarah (48) terungkap setelah pihak RSU Muhammadiyah Medan membeberkan kronologis diagnosis hingga operasi.


Manajemen rumah sakit menegaskan seluruh tindakan medis telah melalui proses edukasi, persetujuan, serta tahapan sesuai prosedur.


Kepala Bagian Umum dan SDM RSU Muhammadiyah Medan, Ibrahim Nainggolan, menjelaskan pasien pertama kali datang pada Januari 2026 dengan keluhan yang mengarah pada miom. Saat itu, pasien disebut telah menyampaikan dugaan penyakitnya sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter.


“Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, dokter menjelaskan bahwa kondisi pasien merupakan miom dengan tingkat tertentu yang memerlukan tindakan operasi, termasuk kemungkinan pengangkatan rahim,” ujarnya, Rabu (22/4).


Pada kunjungan awal tersebut, pasien dan keluarga belum bersedia menjalani operasi dan memilih pulang untuk berdiskusi lebih lanjut.


Sekitar satu bulan kemudian, pasien kembali dengan keluhan yang semakin memburuk. Setelah pemeriksaan ulang dan penjelasan kembali dari tim medis, pasien dan keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi.


“Persetujuan tindakan medis ditandatangani oleh pihak keluarga setelah melalui proses pertimbangan. Operasi kemudian dijadwalkan dan dipersiapkan pada Februari,” jelas Ibrahim.


Ia menegaskan, keputusan tindakan medis tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui rentang waktu yang cukup panjang agar keluarga dapat memahami dan mempertimbangkan langkah yang diambil.


“Tindakan ini bukan seketika. Dari awal sudah dijelaskan, namun sempat ditolak. Setelah satu bulan, barulah keluarga menyetujui dan menandatangani persetujuan,” tambahnya.


Menanggapi isu kurangnya edukasi kepada pasien, pihak rumah sakit membantah tudingan tersebut. Menurut Ibrahim, informasi mengenai kondisi miom, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap rahim, telah disampaikan sejak awal.


Ia juga menjelaskan bahwa secara medis terdapat berbagai kondisi miom, mulai dari yang berdiri sendiri hingga yang telah memengaruhi dinding rahim. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat memerlukan tindakan pengangkatan rahim.


Selain itu, ia mengungkapkan adanya dinamika dalam penanganan pasien. Pada suatu kesempatan, pasien sempat dibawa kembali ke rumah sakit dalam kondisi yang disebut membutuhkan penanganan segera. Namun, tindakan medis tidak dapat dilakukan karena adanya penolakan dari pihak keluarga.


“Kami sudah siapkan penanganan di UGD, tetapi keluarga menolak dilakukan tindakan medis, sehingga pasien dibawa pulang,” jelasnya.


RSU Muhammadiyah Medan juga menyatakan telah membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien, termasuk melalui pertemuan yang melibatkan kuasa hukum dan pihak kepolisian guna menjaga kondusifitas pelayanan.


Terkait somasi yang dilayangkan pihak keluarga, manajemen rumah sakit menyatakan masih mempelajari isi dan substansinya sebelum memberikan tanggapan resmi.


“Yang utama bagi kami adalah memastikan kondisi pasien. Untuk somasi, tentu kami butuh waktu untuk memahami secara utuh sebelum memberikan jawaban,” tegasnya.


Dalam hal rujukan, pihak rumah sakit mengaku telah menyarankan pasien dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RS Murni Teguh dan RSUP Adam Malik. Namun, keluarga disebut memilih untuk dirujuk ke RSU Haji Medan dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat.


Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebelumnya sudah  menurunkan tim untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait dugaan malpraktik tersebut begitu juga dengan Dinkes Medan serta Organisasi Profesi Kesehatan salah satunya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).


Kasus ini hingga kini masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait dimana RS masih mengumpulkan informasi atas apa yang telah terjadi. (don)

Kemendukbangga/BKKBN Sumut Bersama Ombudsman Sumut Perkuat Pengawasan Transparansi

Selasa, April 21, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Dalam rangka menindaklanjuti Nota Dinas Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN terkait Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik, Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara melaksanakan audiensi bersama Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara.


Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas layanan publik yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Audiensi ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng dan tim kerja Kemendukbangga/BKKBN Sumut. Dalam audiensi yang dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Herdensi, S.Sos., M.SP ini, kedua belah pihak berdiskusi mengenai berbagai aspek pengawasan pelayanan publik, termasuk upaya pencegahan maladministrasi, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan sistem pengaduan masyarakat. Selain itu, dibahas pula pentingnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap lini pelayanan.


Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antara Kemendukbangga/BKKBN Sumut dan Ombudsman RI Perwakilan Sumut, khususnya dalam mendukung terciptanya pelayanan publik yang prima dan berintegritas. Kemendukbangga/BKKBN Sumut berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan. (don)

Komisi II DPRD Medan Tegaskan Direktur RS Pirngadi Naikkan Honor Dokter Spesialis

Kamis, April 16, 2026


PATIMPUS.COM - Karena sudah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) bukan UPT Dinas Kesehatan, RSUD dr Pirngadi Medan harua mandiri mengelola keuangan sediri.


Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung kepada  Plt Direktur Rumah Sakit (RS) Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan.


"Kalau sudah BLUD harus bisa mandiri menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Jangan berharap lagi bantuan dari APBD menutupi biaya belanja," ujar Henry Jhon Hutagalung, saat rapat evaluasi triwulan I TA 2026 realisasi capaian kerja pihak RS Pirngadi Medan bersama Komisi II selaku konterpart di gedung DPRD Medan, Selasa (15/4/2026). 


Rapat dipimpin Ketua Komisi Kasman bin Marasakti bersama Wakil Ketua Komisi Modesta Marpaung, didampingi anggota komisi Henry Jhon Hutagalung, Lily MBA, Binsar Simarmata dan dr Ade Taufiq.


Sebelumnya, diawal rapat, Plt Dirut RS Pirngadi Medan Mardohar Tambunan, telah memaparkan  kondisi RS yang belum mampu bersaing dengan beberapa pihak RS swasta di Kota Medan. Bahkan pendapatan asli belum mampu menutupi belanja. Sehingga terjadi besaran belanja dengan selisih pendapatan sebesar Rp 5 Miliar.


Mendapat keterangan itu, pantas saja salah satu anggota komisi Henry Jhon mempertanyakan hal kejanggalan dimaksud. "Kalau seperti itu keadaannya, lalu dari mana pihak manajemen menutupi selisih besaran belanja kekurangan Rp 5 Miliar," tanya Henry.


Mendengar pertanyaan Henry Jhon, paparan Mardohar berhenti sejenak  dan melanjutkan kembali. Dengan penuh kehati hatian, Mardohar melanjutkan paparan dengan menjawab, bahwa kekurangan Rp 5 M ditutupi dari APBD Pemko Medan. 


Mendapat jawaban itu, tentu saja Henry Jhon sedikit kaget. "Nah, ini yang menjadi masalah, kalau sudah status BLUD harus bisa mandiri kelola keuangan dan patut dipertanyakan apa sudah benar aliran dananya dan melalui audit," ungkapnya.


Dari paparan Mardohar, terungkap pemakaian  BOR dari sekitar 500 bed hanya mencapai 50 persen. "Kondisi ini patut kita prihatin. Dimana, saat ini seluruh RS swasta selalu kamar penoh. Konon RS Pirngadi kekurangan pasien. Maka harus disikapi serius untuk pembenahan," terangnya. 


Untuk itu Henry Jhon mendesak Dirut RS Pirngadi Mardohar Tambunan harus memperbaiki total kinerjanya dengan profesional. Begitu juga soal rujukan pasen dari Puskesmas diwajibkan prioritas ke RS milik Pemko Medan yakni Pirngadi dan Bachtiar Djafar. 


Selain itu, Henry Jhon menyarankan kepada Walikota Medan supaya meningkatkan gaji dokter spesialis yang ada di RS Pirngadi Medan. Hal itu perlu dilakukan guna merangsang minat para dokter betah mengabdi dan menjalankan tugas kamanusiaan di  Pirngadi. (don)

Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan

Rabu, April 15, 2026


PATIMPUS.COM – Kebutuhan peserta Program JKN untuk mendapat respons yang cepat dan solutif saat mengalami kendala di lapangan, mendapat perhatian khusus dari jajaran Direksi BPJS Kesehatan periode 2026-2031. 


Komitmen ini dibuktikan dengan diluncurkannya 8 Program Quick Wins yang ditargetkan tuntas terlaksana dalam 100 hari kerja pertama Direksi BPJS Kesehatan baru. 


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menjelaskan bahwa Quick Wins ini terdiri atas 4 Program Customer Centric dan 4 Program Collaborative.  


“Program Customer Centric kami kembangkan secara khusus untuk mengakomodir kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat. Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif apabila mereka menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan. Secara paralel, Program Collaborative juga dijalankan untuk memperluas jangkauan layanan terintegrasi, sehingga melibatkan sinergi dengan berbagai stakeholders dalam implementasinya,” jelas Pujo pada Rabu (15/04). 


Adapun 4 Program Customer Centric tersebut meliputi 1) Respons Cepat Solutif, 2) Iuran Kuat, 3) Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda, dan 4) Eliminasi Inefisiensi. 


Langkah Respon Cepat Solutif difokuskan untuk menangani keluhan peserta JKN terhadap pelayanan BPJS Kesehatan atau mitranya, sekaligus meningkatkan jangkauan komunikasi hingga ke pedesaan.  


“Quick Wins ini juga merupakan wujud komitmen kami dalam mendukung salah satu poin asta cita Presiden Prabowo, yakni memperkuat pembangunan SDM yang salah satunya melalui kesehatan. Program JKN sudah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia, ada banyak orang yang sudah merasakan manfaat kehadirannya. Oleh karena itu, kami mohon dukungan segenap pihak untuk bersama-sama mengawal Program JKN ini supaya bisa berjalan semakin baik lagi,” ujar Pujo usai acara Launcing PANDAWA 24 Jam dan Quick Wins 100 Hari Kerja Pertama tersebut. 


Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto menambahkan bahwa salah satu inovasi yang dikembangkan dalam Quick Wins Respons Cepat Solutif adalah Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) 24 jam. 


Jika dahulu peserta JKN hanya bisa mengakses PANDAWA pada 08.00 -17.00 waktu setempat, maka kini masyarakat bisa mengakses PANDAWA dengan chat ke nomor Whatsapp 08118165165 selama 24 jam penuh. 


“Di samping layanan PANDAWA 24 jam, kami juga berkomitmen menghadirkan layanan prioritas dengan standar waktu layanan kurang dari 5 menit. Kami menjamin untuk layanan-layanan prioritas ini akan direspons dalam waktu kurang dari 5 menit oleh petugas PANDAWA. Ini adalah standar baru layanan cepat yang kami persembahkan bagi peserta JKN,” ungkap Akmal. 


Layanan prioritas yang dimaksud mencakup tiga hal. Pertama, penambahan anggota keluarga bagi peserta bayi baru lahir PBI JK, pegawai swasta/BUMN/BUMD, PNS/TNI/POLRI dan pensiunan/veteran. 


Kedua, pengaktifan kembali status kepesertaan JKN bagi anak usia di atas 21 tahun yang masih kuliah, peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) non aktif yang berpindah segmen menjadi peserta mandiri, dan WNI yang kembali dari luar negeri. 


Ketiga, perubahan atau perbaikan data berupa golongan dan gaji PNS/TNI/POLRI, nomor handphone, dan perubahan identitas (NIK, KK, tanggal lahir, dan alamat). 


“Indonesia sudah masuk ke arah digital welfare state. Artinya layanan publik ke depan bisa bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Layanan publik yang cepat dan solutif menjadi yang utama, digitalisasi membantu kita melawan inefisiensi waktu. PANDAWA 24 jam merupakan arah besar transformasi digital nasional,” kata Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid yang hadir dalam acara tersebut. 


Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengatakan bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dan responsif merupakan fondasi utama membangun kualitas SDM. Ia pun mengapresiasi PANDAWA 24 jam dan Quick Wins BPJS Kesehatan yang dinilainya merupakan terobosan besar untuk menjawab kebutuhan masyarakat. 


“Inovasi PANDAWA 24 jam merupakan langkah progresif yangs sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. BPJS Kesehatan membuktikan bahwa negara hadir memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat tanpa terikat ruang dan waktu,” jelas Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi. 


Adapun Program Customer Centric lainnya adalah Iuran Kuat, yakni optimalisasi penerimaan iuran dengan melibatkan kolaborasi stakeholders JKN, misalnya dalam bentuk donasi corporate social responsibility (CSR), serta cicilan iuran secara harian dan mingguan (pengembangan Program REHAB). 


Di sisi lain, ada pula Program Prolanis Muda yang diperuntukkan bagi peserta penderita diabetes melitus dan hipertensi di bawah usia 45 tahun. Di samping itu, juga dilakukan Eliminasi Inefisiensi melalui optimalisasi pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi (termasuk fraud) dan pemanfaatan ‘Intelligence Claim’ berbasis artificial intelligence (AI) untuk membantu proses verifikasi klaim. 


Di sisi lain, 4 Program Collaborative meliputi: 1) P-Care MBG untuk memantau tumbuh kembang siswa penerima MBG di 3 sekolah, serta status kesehatan dan kepesertaan JKN petugas SPPG di 3 lokasi SPPG; 2) Siswa Sehat Sekolah Rakyat, yaitu pemeriksaan kesehatan berkala siswa di 3 sekolah rakyat; 3) Desa Sehat JKN, yang melibatkan kerja sama dengan Koperasi Merah Putih (KDMP) dalam uji coba penyelenggaraan jaminan kesehatan dengan KDMP sebagai agen fasilitator; serta 4) JKN 3T, yakni kerja sama dengan kapal bantu rumah sakit TNI AL ke daerah 3T, serta pengiriman tenaga kesehatan ke daerah 3T. (don)

RSU Haji Medan Raih Golden Trophy dan BLUD Bintang 5 di TOP BUMD Awards 2026

Selasa, April 14, 2026


PATIMPUS.COM - UPTD Khusus RSU Haji Medan Provinsi Sumatera Utara kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Golden Trophy dan predikat BLUD Bintang 5 pada ajang TOP BUMD Awards 2026.


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unggul, inovasi, serta kontribusi RSU Haji Medan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Penghargaan ini diterima langsung oleh Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution, MKes dari TOP BUMD Award 2026 ddi Hotel Raffles Jakarta, tepatnya di Dian Ballroom, Ciputra World, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026). 


Direktur RSU Haji Medan, dr. Yulinda Elvi Nasution, MKes menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran rumah sakit serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.


“Dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati, kami menyampaikan terima kasih atas penghargaan Golden Trophy dan BLUD Bintang 5 yang kami terima. Ini adalah buah dari kolaborasi seluruh insan RSU Haji Medan serta dukungan luar biasa dari pemerintah daerah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/4/2026). 


Secara khusus, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, Wakil Gubernur Surya, serta Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulaiman Harahap, yang dinilai terus memberikan arahan dan dukungan dalam penguatan layanan kesehatan.


"Secara khusus, kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Mhd. Bobby Afif Nasution, SE, MM, Gubernur Sumatera Utara, Bapak Surya, B.Sc, Wakil Gubernur, Bapak Sulaiman Harahap, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi, serta seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa memberikan arahan, kepercayaan, dan dukungan bagi penguatan layanan kesehatan yang kami selenggarakan,' imbuhnya. 


Menurutnya, penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, serta akuntabilitas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).


“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan, khususnya di Sumatera Utara dan Indonesia,” tambahnya.


Ajang TOP BUMD Awards sendiri merupakan salah satu penghargaan nasional bergengsi yang menilai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan BLUD berdasarkan aspek pencapaian, perbaikan, serta kontribusi terhadap pembangunan daerah dan perekonomian nasional.


Dengan raihan ini, RSU Haji Medan diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai institusi layanan kesehatan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (don)

Fraksi PAN - Perindo Soroti RS Bachtiar Djafar Minim Dokter Spesialis

Selasa, April 07, 2026


PATIMPUS.COM - Fraksi PAN - Perindo DPRD Kota Medan mendorong reformasi sistem pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas, dalam pembahasan Ranperda perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan.


Pandangan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan yang digelar pada Senin, 6 April 2026, di Gedung DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No. 1.


Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Drs Wong Cun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, S.Pd.I, Zulkarnaen SKM, dan Hadi Suhendra serta para anggota DPRD lainnya.


Turut hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan.


Pandangan Fraksi PAN–Perindo disampaikan oleh juru bicara, T. Bahrumsyah, S.H., M.H., dalam agenda jawaban fraksi terhadap tanggapan kepala daerah.


Fraksi PAN–Perindo menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan puskesmas dari yang selama ini berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi promotif dan preventif.


“Puskesmas harus lebih mengutamakan upaya pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, bukan hanya menunggu pasien datang berobat,” ujar Bahrumsyah.


Selain itu, fraksi menilai penghapusan ketentuan mandatory spending anggaran kesehatan sebesar 10 persen memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyusun anggaran yang lebih fleksibel berbasis kebutuhan masyarakat.


Fraksi PAN–Perindo juga mendorong agar seluruh puskesmas di Kota Medan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan dan peningkatan pelayanan.


Tak hanya itu, fraksi meminta evaluasi terhadap tarif retribusi pelayanan kesehatan agar tetap sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.


Sorotan tajam juga diarahkan pada Rumah Sakit Bachtiar Djafar yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan.

Fraksi mengungkapkan bahwa dari sekitar 100 tempat tidur yang tersedia, baru 10 hingga 20 persen yang dapat dimanfaatkan akibat kekurangan dokter spesialis.


“Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu langkah konkret, termasuk pemberian insentif tambahan untuk menarik dokter spesialis,” tegasnya.


Di akhir pandangannya, Fraksi PAN–Perindo menyatakan setuju agar Ranperda perubahan sistem kesehatan tersebut dilanjutkan pembahasannya ke tahap berikutnya.(don)

Lewat TikTok Live, BPJS Kesehatan On Air Buka Ruang Tanya Jawab Keluhan Peserta

Selasa, April 07, 2026


PATIMPUS.COM - BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui program “BPJS Kesehatan On Air”, yakni siaran langsung (live) di platform TikTok yang menghadirkan edukasi sekaligus ruang interaksi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Iwan Adriady selaku Asisten deputi bidang SDMUK, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I menjelaskan, program ini mulai dilaksanakan sejak September 2025 sebagai bagian dari strategi komunikasi digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.


“BPJS Kesehatan On Air merupakan sarana sosialisasi, edukasi, sekaligus penyelesaian permasalahan atau keluhan masyarakat terkait program JKN,” ujar Iwan, Sabtu (3/4/2026). 


Ia menambahkan, program ini menyasar seluruh peserta BPJS Kesehatan, khususnya pengguna media sosial TikTok yang saat ini menjadi salah satu platform paling populer di Indonesia.


Program ini dilaksanakan secara rutin oleh seluruh unit kerja BPJS Kesehatan, mulai dari kantor pusat, 12 kantor wilayah, hingga 127 kantor cabang di seluruh Indonesia. Setiap unit kerja diwajibkan menggelar siaran langsung minimal satu kali dalam seminggu dengan durasi sekurang-kurangnya 60 menit.


Dalam setiap sesi, narasumber yang dihadirkan berasal dari internal BPJS Kesehatan, namun tidak menutup kemungkinan juga melibatkan pihak eksternal sesuai kebutuhan topik yang dibahas.


Iwan juga mengungkapkan, sejak diluncurkan, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Partisipasi penonton terus meningkat signifikan. Pada awal pelaksanaan, jumlah penonton berkisar antara 500 hingga 3.000 orang per sesi. Namun kini, di beberapa unit kerja, jumlah penonton bahkan telah menembus angka lebih dari 20.000.


“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat dengan menginformasikan jadwal live sebelumnya, sehingga masyarakat dapat ikut serta dan memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.


Untuk wilayah Kedeputian Wilayah I melalui akun @bpjswilayah1, rata-rata jumlah penonton dalam tiga sesi terakhir mencapai sekitar 3.500 orang.


Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama siaran berlangsung. Bahkan setelah sesi berakhir, masyarakat masih dapat menyampaikan pertanyaan melalui pesan langsung (direct message) atau formulir yang disediakan.


Adapun topik yang paling sering ditanyakan bersifat dinamis, mengikuti isu yang berkembang. Misalnya, pada Februari 2026 lalu, banyak masyarakat yang menanyakan terkait penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan dan solusi untuk mengaktifkannya kembali. Selain itu, pertanyaan seputar program UHC Sumatera Utara dan Probis Sumut Berkah juga kerap muncul.


Untuk menarik minat masyarakat, BPJS Kesehatan melakukan berbagai persiapan sebelum siaran, mulai dari publikasi jadwal di berbagai platform media sosial, penyiapan materi dan narasumber, hingga pengaturan tampilan visual yang menarik.


Melalui program ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi yang akurat sekaligus memperoleh solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam mengakses layanan JKN. (don)


BKKBN Sumut Gelar Pra Rakorda Untuk Hasilkan Rumusan Strategis Program Bangga Kencana

Senin, April 06, 2026


PATIMPUS.COM - Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga) Perwakilan BKKBN Sumatera Utara menggelar Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra Rakorda) Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera, Senin (6/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sumut, Jalan Krakatau Medan tersebut dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr Fatmawati ST MEng, yang dihadiri Kesdam I/BB, dr Igusti Nugrahah Gede Kartika Sp An, dari Polda Sumut, dr Venny Ria Pratiwi, yang sekaligus sebagai nara sumber yang dipandu Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara SSos MM.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr Fatmawati ST MEng, dalam sambutannya menyampaikan, rakorda ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pra rakorda berjalan optimal, mulai dari kesiapan materi, teknis pelaksanaan, hingga koordinasi lintas tim.


Dalam arahannya, Kaper menekankan pentingnya sinergi, ketepatan waktu, dan kualitas pelaksanaan agar pra rakorda dapat menghasilkan rumusan strategis yang berdampak nyata bagi program Bangga Kencana di Sumatera Utara.


“Melalui persiapan yang matang, diharapkan Pra Rakorda ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam percepatan pencapaian program prioritas serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dihadapan para BKKBN Kabupaten Kota Se Sumut yang berhadir seraya mengatakan untuk mematangkan Pra Rakorda sengaja menghadir nara sumber dari Pangdam I/BB dan Polda Sumut untuk memberikan masukan sekalgus dukungan suksesnya program BKKBN Sumut.


“Suksesnya program Perwakilan BKKBN tak terlepas dukungan kemitraan yang sudah dan akan terjalin sebagai kolaborasi dan sinergitas selama ini,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih pada Pangdam I/BB dan Poldasu.


Program Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN), berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga, mendukung Indonesia Emas 2045. 


Lima inisiatif strategis (Quick Wins) yang diusung meliputi Genting, Tamasya, Gati, Sidaya, dan Super Apps Keluarga Indonesia.


GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Program pendampingan dan pemenuhan gizi untuk anak stunting. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan fasilitas pengasuhan anak yang berkualitas. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak. SIDAYA (Lansia Berdaya): Program pemberdayaan lansia agar tetap produktif dan sehat dan Super Apps Keluarga Indonesia: Aplikasi berbasis AI untuk layanan konsultasi keluarga.


Sementara Kesdam I/BB, dr Igusti Nugrahah Gede Kartika Sp An dalam pemaparannya menyampaikan, sinergitas dengan Perwakilan BKKBN Sumut  sepenuhnya didukung dan siap berlaborasi mewujudkan percepatan program di tengah-tengah masyarakat.


“Kami akan berperan dengan BKKB Sumut, tantangan kami dengan TNI ingin berperan dengan BKKBN, kami memiliki SDM dari pusat sampai ke desa menuju keluraga dan penduduk berkualitas dengan memberikan edukasi, fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit yang ada di jajarannya dan pendampingan bagi keluaraga,” ujarnya.


Oleh karena itu, harapnya, jika ada pelatihan yang diselenggarakan BKKBN Sumut bisa dilibatkan Kodim-Kodim yang ada di jajaran Pangdam I/BB.


“Kami senang bersinergi dengan pihak BKKBN Sumut, karena kami juga punya keluarga,” tuturnya mengakhiri.


Hal yang sama juga dr Venny Ria Pratiwi dari Poldasu, sangat mendukung seperti menurunkan stunting telah dilakukan. Demikian juga keluarga sehat seperti pendampingan para nikah dan ibu hamil. Pertemuan berakhir dengan dengan dialog terhadap nara sumber yang dipandu Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara SSos MM. (don)

Zakiyuddin Harahap Optimistis RSUD dr Pirngadi Kembali Bangkit

Rabu, April 01, 2026


PATIMPUS.COM - Wakil Walikota Medan, H Zakiyuddin Harahap, menegaskan komitmen kuatnya untuk mengembalikan kejayaan RSUD dr Pirngadi Medan sebagai pusat pelayanan kesehatan utama di Kota Medan.


Dalam upaya tersebut, Zakiyuddin menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD dr Pirngadi Medan.

 


Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap dalam acara Silaturahmi dan Sosialisasi Penguatan Kinerja Pelayanan RSUD dr. Pirngadi yang dihadiri oleh jajaran direksi, dokter spesialis, dan tenaga medis di ruang rapat II, RSUD dr Pirngadi, Rabu (1/4/26).


Kehadiran Wakil Wali Kota Medan didampingi Istri Ny Martinijal Zakiyuddin Harahap disambut hangat jajaran manajemen dan dokter termasuk Plt Dirut RSUD dr Pirngadi Mardohar Tambunan dan Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra Pulungan.


Dijelaskan Zakiyuddin bahwa peran dokter dan tenaga medis merupakan ujung tombak dalam sistem pelayanan kesehatan. Dirinya menilai, keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang baik tidak akan optimal tanpa didukung oleh kualitas pelayanan dari tenaga medis.


“Tanpa dokter, sehebat apa pun rumah sakit, tidak akan berarti. Kunci utama pelayanan kesehatan itu ada pada dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis,” kata Zakiyuddin Harahap.


Zakiyuddin juga menekankan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu indikator utama kemajuan suatu daerah. Oleh karena itu, Pemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan, termasuk melalui peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD dr Pirngadi.


Diakui Zakiyuddin bahwa dalam beberapa tahun terakhir, RSUD dr Pirngadi menghadapi tantangan, terutama sejak diberlakukannya sistem BPJS Kesehatan yang memungkinkan masyarakat berobat ke berbagai rumah sakit, termasuk swasta. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya daya saing rumah sakit pemerintah.


Meski demikian, menurut Zakiyuddin Pemko Medan terus melakukan berbagai upaya pembenahan. Salah satunya adalah rencana pembangunan gedung baru RSUD dr Pirngadi dengan dukungan pemerintah pusat, serta peningkatan sarana dan prasarana medis.


"Saya sudah mengurus ini ke pusat, bertemu langsung dengan Menteri Kesehatan dan Menteri PU. Insyaallah disetujui anggaran sekitar Rp600 miliar untuk membangun gedung baru. Saya meminta pusat yang membangun langsung agar hasilnya lebih rapi, bagus, dan berkualitas tanpa kendala teknis di masa depan," ujar Zakiyuddin.


Selain rumah sakit, Zakiyuddin juga menyampaikan bahwa tahun ini Pemko Medan akan merenovasi 41 Puskesmas di seluruh pelosok kecamatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dari tingkat dasar.


Kemudian Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kebersihan rumah sakit sebagai faktor utama dalam menarik kembali minat masyarakat.


“Pelayanan dan kebersihan adalah kunci. Gedung bagus saja tidak cukup kalau pelayanannya tidak baik,” tegas Zakiyuddin 


Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin turut mengajak seluruh dokter, khususnya dokter spesialis, untuk berperan aktif dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat agar tidak lagi berobat ke luar negeri, seperti ke Malaysia.


Menurut Zakiyuddin fenomena masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri menjadi tantangan serius bagi layanan kesehatan di daerah. Ia menilai, dari sisi kompetensi tenaga medis, Kota Medan tidak kalah, namun masih perlu meningkatkan kepercayaan publik.


“Kita harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa berobat di Medan, khususnya di RSUD dr Pirngadi, tidak kalah dengan di luar negeri. Ini tugas kita bersama,” jelas Zakiyuddin.


Lebih lanjut, Zakiyuddin berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan tenaga medis dalam meningkatkan mutu layanan, termasuk memberikan masukan terkait kebutuhan rumah sakit, baik dari sisi alat kesehatan maupun sistem pelayanan.


Melalui kegiatan ini, Pemko Medan menargetkan RSUD dr Pirngadi dapat kembali menjadi rumah sakit rujukan utama yang dipercaya masyarakat, sekaligus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta maupun layanan kesehatan di luar negeri. (don)

Temani Pemudik di Stasiun KA Medan, BKKBN Sumut Hadirkan Layanan Kesehatan dan Konseling

Selasa, Maret 17, 2026


PATIMPUS.COM - Di tengah meningkatnya arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menghadirkan Posko Layanan Mudik di Stasiun Kereta Api Medan, Senin (16/3/2026). 


Posko ini menjadi ruang pelayanan bagi para pemudik untuk beristirahat sejenak sekaligus memanfaatkan berbagai layanan kesehatan dan keluarga.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, meninjau langsung pelaksanaan posko tersebut dan menyapa para pemudik yang tengah menunggu keberangkatan kereta. Menurutnya, kehadiran posko ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap terlayani selama perjalanan mudik.


“Kami dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ingin hadir bersama keluarga yang mudik. Negara harus hadir di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman,” ujar Fatmawati.


Melalui posko tersebut, BKKBN Sumatera Utara menyediakan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan para pemudik, mulai dari pelayanan keluarga berencana (KB) gratis berupa pil KB, pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah dan asam urat, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat.


Bagi pemudik yang membutuhkan ruang berbagi dan konsultasi, tersedia pula layanan konseling keluarga melalui Satyagatra Andaliman, pusat pelayanan keluarga sejahtera yang memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan keluarga.


Selain layanan kesehatan dan konseling, suasana posko juga dihangatkan dengan pembagian bingkisan, parcel, serta takjil gratis bagi para pemudik yang melintas di Stasiun Kereta Api Medan. Layanan ini diharapkan dapat menambah kenyamanan masyarakat yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut juga turut menghadiri kegiatan pelepasan peserta program Mudik Gratis bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM, yang dilaksanakan di lokasi yang sama. Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati menyapa para pemudik sekaligus memberikan semangat agar perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di kampung halaman.


Fatmawati menegaskan bahwa pelayanan kepada pemudik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga yang sehat dan kuat merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa.


“Kami berharap para pemudik tetap menjaga kesehatan selama perjalanan dan dapat merasakan kebahagiaan saat berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman,” tutupnya. (don)

RSUD Pirngadi Siaga Selama Libur Lebaran, IGD Tetap Buka 24 Jam

Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa libur dan cuti bersama.


Hal ini disampaikan Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026), terkait kesiapan rumah sakit dalam menghadapi  kebutuhan layanan kesehatan pada masa libur dan cuti bersama.


Gibson mengatakan, RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat selama masa libur dan cuti bersama.


Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap melayani masyarakat selama 24 jam dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten,” ujar Gibson.


Ia menjelaskan, pihak rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, ruang rawat inap, layanan penunjang serta ambulans tetap dalam kondisi siaga untuk melayani pasien gawat darurat maupun rujukan.


Selain itu, Gibson menyampaikan bahwa pelayanan Poliklinik Rawat Jalan akan tutup sementara mulai 18 Maret hingga 24 Maret dalam rangka libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026.


Namun demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan selama masa libur dan cuti bersama tetap dapat datang ke IGD. “Pasien yang membutuhkan pelayanan selama libur dan cuti bersama, khususnya yang memerlukan pelayanan gawat darurat, dapat dilayani di IGD yang tetap buka selama 24 jam,” jelasnya.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, RSUD Pirngadi juga menyiagakan sejumlah tenaga medis, termasuk dokter jaga di IGD.


“RSUD Dr. Pirngadi tetap menyiapkan dokter jaga IGD. Selain itu, kami juga menyiagakan dokter spesialis empat besar yaitu penyakit dalam, bedah, anak, dan obstetri ginekologi (obgyn). Dokter spesialis lainnya juga siap menerima konsultasi perawatan dengan sistem "on call" apabila diperlukan,” ungkap Gibson.


Terkait ketersediaan obat-obatan, RSUD Pirngadi juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan obat tetap tersedia sesuai dengan formularium yang telah ditetapkan.


“RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen memastikan ketersediaan obat-obatan sesuai dengan formularium yang ditetapkan,” katanya.


Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan, menjelaskan, pasien dengan penyakit kronis tetap dapat melanjutkan pengobatan selama masa libur dan cuti bersama melalui sistem Iterasi obat tanpa harus bertemu langsung dengan dokter.


“Pasien penyakit kronis tetap dapat dilayani untuk melanjutkan obat melalui sistem Iterasi obat, yaitu tanpa harus bertemu dokter dan langsung ke farmasi. Hal ini dapat dilakukan mulai tanggal 18 Maret 2026 di Farmasi Rawat Jalan. Sementara pasien yang tidak datang pada tanggal tersebut dapat mengambil obatnya di Farmasi IGD,” jelasnya.


Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah diinformasikan kepada para pasien sebelumnya agar tetap dapat melanjutkan pengobatan secara rutin selama masa libur dan cuti bersama.


Selain itu, RSUD Pirngadi juga tetap membuka layanan tertentu selama libur dan cuti bersama. “Khusus untuk Poliklinik Klinis dan Medico Legal tetap buka, dengan pendaftaran pasien dilakukan di pelayanan pendaftaran pasien (PPP) IGD,” ujarnya.


Di sisi lain, pihak rumah sakit juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan kesehatan selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diharapkan menggunakan layanan IGD untuk kondisi darurat atau kegawatdaruratan medis.


“Untuk keluhan ringan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap membawa identitas diri dan kartu BPJS atau KIS apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Mardohar.


RSUD Pirngadi juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus selama masa libur dan cuti bersama.


“Rumah sakit telah menyiapkan tim medis dan tenaga kesehatan untuk tetap siaga. Kami juga memastikan kesiapan dan ketersediaan ruang rawat inap serta ruang perawatan intensif, termasuk ketersediaan alat medis dan obat-obatan. Selain itu, koordinasi dengan ambulans dan fasilitas rujukan juga terus diperkuat,” jelasnya.


Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.


Masyarakat diminta mengatur pola makan agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan santan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap cukup beristirahat, terutama bagi yang melakukan perjalanan mudik.


“Menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air putih juga penting, serta berhati-hati saat berkendara dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.


Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung, diimbau untuk tetap rutin mengonsumsi obat dan melakukan kontrol terhadap kondisi kesehatannya. (don)

Ekbis

Pendidikan