Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Breaking News! Satu Rumah Ludes Terbakar Di Jalan Kongsi Marendal

Rabu, September 02, 2026


DELISERDANG (patimpus.com) - Satu unit rumah di Jalan Kongsi Gang Tiga, Kecamatan Marendal, Kabupaten Deliserdang, ludes dilahap Si Jago Merah, Rabu (2/9/2026) sekira jam 14.30 WIB.


Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, asap hitam terlihat mengepul ke langit dari sebuah rumah milik Wak Isam. Dengan cepat api membakar bagian dapur rumah korban yang terbuat dari papan.


Warga yang mengetahui adanya kebakaran segera melakukan pertolongan dengan menyiramkan air ke arah api. Namun tindakan tersebut tidak membuahkan hasil, karena api semakin marak dan membesar hingga merambet ke ruang tengah.


Sementara keluarga korban berusaha menyelamatkan barang yang bisa diselamatkan. Dalam hitungan menit, api sudah membakar bagian depan rumah yang dijadikan tempat usaha menjahit korban.


Hingga berita ini dibuat, api belum berhasil dipadamkan sedangkan petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Deliserdang belum datang ke lokasi kejadian, begitu juga dengan aparat kepolisian belum ada di lokasi untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi. (don)

Roda Belakang Truk Tangki CPO Lepas Nyaris Hantam Rumah Warga

Sabtu, Agustus 29, 2026


MEDAN (patimpus.com) - Duarrr…!? Suara keras tiba-tiba mengejutkan warga yang tengah berkumpul di dalam rumah di Jalan Kesehatan Gang Dahlia Ujung, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (29/08/2026) Siang.


Saat dilihat, ternyata sebuah roda belakang berukuran besar menghantam pagat beton hingga hancur dan nyaris menghantam rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah penghuni rumah sempat mengalami trauma.


“Saat kejadian itu kami sedang berkumpul di ruang tamu. Ada anak-anak dan perempuan. Tiba-tiba terdengar suara keras. Kami menyangka itu suara tabrakan mobil di tol. Tapi ternyata sebuah roda besar menghantam pagat dan nyaris menghantam kami,” ungkap Doni, yang saat itu dirinya sedang duduk di dekat jendela rumah.


Disebutkannya, roda tersebut milik truk tangki pengangkut CPO warna kuning BK 8107 AC yang mengalami patah as sehingga menggelinding dan menghantam pagar beton di Jalan Tol Belmera KM 24. Sedangkan truk tangki tersebut langsung berhenti di pinggir tol.


Menurut driver truk, dia datang dari Tanjung Morawa hendak menuju Marelan melalui Jalan Tol Belmera, namun saat melintas di Km 24, tiba-tiba roda belakangnya lepas dan menggelinding ke pinggir lalu menghantam pagar hingga hancur.


Akibat pagar tol tersebut hancur, warga pun menjadi tidak nyaman dan aman. Karena apabila tidak segera diperbaiki, rumah warga akan jadi sasaran empuk maling yang datang dari jalan tol.


“Pagar tol ini saja masih bisa dipanjat maling itu, makanya kami tambah pagar seng biar tinggi,” sebit Zul, penjaga malam.


Warga pun minta pertanggungjawaban pihak driver truk, namun dengan enteng dia mengatakan pagar tersebut akan diperbaiki oleh pihak tol karena pagar itu milik tol. Namun warga keberatan karena selain pagar tol yang rusak, pagar seng yang dibuat warga dan jemuran juga ikut rusak.


Hingga berita ini dibuat, pihak truk tangki tersebut masih menunggu rekannya untuk memperbaiki roda truk yang patah. Sementara pihak Jasa Marga belum tiba di lokasi kejadian.


Untuk menjaga hal-hal tak diinginkan terjadi seperti kemalingan, warga terpaksa menutup sementara pagar tol tersebut dengan seng. (don)

Pagi-Pagi Beraksi, Maling Kereta Nyaris Pindah Alam, Untung Ada Polisi

Selasa, Januari 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dua maling kereta (sepeda motor) nyaris pindah alam setelah aksinya berhasil digagalkan warga di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, Kota Medan, Selasa (13/01/2026) pagi.


Beruntung keduanya langsung diamankan petugas polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dari amukan warga.



Menurut Muas, seorang guru yang mengajar di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyebutkan, kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu sedang menjalankan aksinya di Gang Merdeka, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun.


Seorang pelaku mencoba membawa kereta jenis Trail yang terparkir di depan toko, sedangkan pelaku lainnya standby di atas keretanya. 


Naas, aksi pelaku diketahui pemiliknya dan langsung mengejar pelaku sambil berteriak maling. 


Pelaku yang sempat membawa kereta trail itu ke arah Jalan Pelangi terjebak macat di depan Jalan Balai Desa, dekat kantor Lurah Sei Mati. Alhasil, pelaku pun berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan warga.


Sedangkan seorang pelaku lainnya yang berusaha kabur, juga berhasil ditangkap warga di depan kuburan dekat simpang Jalan Pelangi.


"Ada maling kereta. Kereta Trail itu yang diambilnya dari Gang Merdeka. Dikejar warga, dapat satu. Satu lagi lari ke arah Jalan Pelangi," sebut Muas.


Warga yang emosi langsung menghajar keduanya secara terpisah. Beruntung petugas Polantas yang berjaga di sekitar lokasi mengamankan keduanya dari amuk massa. Keduanya pun diboyong ke Polsek Medan Kota.


"Untung ada polisi kalau gak lewat kau," ujar warga yang berusaha memukul pelaku.


"Jangan, kalau mati kau yang dijemput," ujar polisi yang melindungi pelaku. (don)


Hanyut Pas Tolong Teman, Mayat Eko Belum Ditemukan

Jumat, November 29, 2024


PATIMPUS.COM - Musibah banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kota Medan saat hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 meninggalkan duka mendalam bagi Sumatera Utara khususnya Kota Medan.


Mendapat informasi adanya 2 orang warga Perumnas Mandala yang hanyut terseret arus sungai, awak media mencoba menelusuri nya. Diketahui kedua korban hanyut itu bernama Taufiq pedagang mie balap merupakan warga Perumnas Mandala, dan satu lagi Eko Handoko Wijoyo (30) warga jalan Pipit 8 Perumnas Mandala.


Menurut keterangan salah satu keluarga Eko Handoko Wijoyo bernama Rahmadona, sepupunya, Eko panggilan akrab Eko Handoko Wijoyo, saat kejadian bersama temannya ingin melihat anak-anak mandi banjir di sungai Denai, Medan Denai.


Naas pun terjadi teman Eko yakni Taufiq terpleset jatuh ke sungai, melihat temannya hanyut terseret Eko bermaksud menolong, karena arus sungai deras sehingga kedua korban hanyut, Mayat Taufiq ditemukan tetapi mayat Eko hingga saat ini belum ditemukan.


"Saat kejadian, 27 November 2024 Eko dan kawan nya Taufiq ingin melihat banjir di sungai Denai, liat anak-anak mandi di sungai itu. Kemudian temannya si Taufiq kepleset jatuh ke sungai dan Eko niat nolong kawan nya itu, Eko lompat ingin menyelamatkan Taufiq, karena arus terlalu besar mereka terbawa arus," Kata Rahmadona kepada awak media saat di hub via whatsapp, Jumat (29/11/2024).


Dona sapaan akrab Rahmadona dan istri Eko serta keluarga, sudah melaporkan kepada Kepling setempat dan tim Basarnas yang berada di lokasi. Hingga saat ini masih dilakukan pencarian, mayat Taufiq sudah ditemukan, sementara mayat Eko belum ketemu sampai sekarang.


"Sudah kami lapor ke Kepling setempat bang, dan juga Basarnas yang berada di lokasi Sungai Denai. hingga saat ini, tim Basarnas sudah melakukan pencarian, mayat Taufiq sudah ketemu, tapi Eko kami belum ketemu sampai sekarang," ungkap Dona.


Dona, istri Eko beserta keluarga berharap tim Basarnas terus melakukan pencarian hingga jasad Eko di temukan, Ia menambahkan bagi warga Medan yang berada di sepanjang daerah aliran Sungai Denai jika menemukan jasad sepupunya Eko dengan ciri-ciri terakhir menggunakan pakaian putih lengan pendek dengan corak biru hijau celana ponggol warna coklat kotak-kotak, agar dapat menghubungi dirinya di nomor Hp : 082164535087 dan 0852-7557-4424 atas nama Nuri Istri Eko, atau dapat mengantar jenazahnya ke jalan Pipit 8 Perumnas Mandala.


" Kami berharap dan minta tolong kepada tim Basarnas untuk terus melakukan pencarian hingga jasad Eko bisa ditemukan," harap Dona. (Soni).


Pulang Dugem, Pria Mabuk Tabrak Palang Parkir dan Median Jalan

Selasa, November 19, 2024


PATIMPUS.COM - Warga dan pengendara di Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun dihebohkan dengan Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas).


Satu unit mobil pajero sport putih nomor polisi BK 1987 VEM  menyeruduk hingga naik ke atas trotoar dan menghantam pot tanaman pada Senin (18/11/2024) malam.


Menurut salah satu security dan penjaga palang pintu parkir otomatis (Barrier Gate) Centrium Square Jalan Brigjend Katamso Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun yang sedang bertugas mengatakan, kejadian berawal ketika seorang pengemudi pajero sport putih nomor polisi BK 1987 VEM hendak keluar dari area Centrium Square.


Sebelum pemeriksaan checkout, pengemudi yang merupakan tamu Komplek Centrium Square yang diduga mabuk, tiba-tiba menabrak palang pintu barrier gate dan menghantam sejumlah plang rambu-rambu di sekitar area tersebut hingga patah dan  rusak.


Akibat sejumlah plang rambu-rambu yang rusak dan pengemudi bukannya berhenti tapi terus melajukan mobilnya. Melihat hal itu penjaga barrier gate dan security yang sedang bertugas mengejar mobil tersebut ke arah Jalan Brigjend Katamso menuju Istana Maimun.


Tepatnya di daerah Kampung Pantai Burung, pengemudi kehilangan kendali hingga mobil naik ke trotoar dan menghantam pot bunga hingga pecah.


"Pengemudi tersebut sepertinya tamu Komplek Centrium. Dia mau keluar, jadi pas di palang pintu, dia tiba-tiba nabrak palang dan sejumlah rambu-rambu di area ini, jadi palang pintu yang terdorong ke depan, kawan-kawan lain menarik kembali palang pintu, kami kejar itu mobil, bermaksud mempertanyakan ganti rugi kerusakan rambu-rambu disini. Eh... tiba depan sana dia berhenti menabrak pinggir trotoar dan akhirnya mobil itu naik ke atas trotoar dihantamnya pot besar itu, dan akhirnya polisi datang mengamankan," kata saksi mata.


Pantauan awak media di lokasi, warga dan pengguna jalan di sekitar memadati area sekitar mobil yang berhenti di atas trotoar, dan sejumlah petugas kepolisian mencoba mengamankan lokasi kejadian dan mengatur arus lalu lintas yang sempat macet karena keramaian.


Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, pengemudi Pajero Sport putih itu diamankan dipapah keluar dari mobil dalam keadaan sempoyongan.


Hingga berita ini dinaikkan terlihat sejumlah petugas dari Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Medan terus berdatangan dan mengamankan mobil Pajero sport putih nomor polisi BK 1987 VEM beserta pengemudinya di lokasi kejadian.


Mobil pajero sport putih berhasil dievakuasi petugas keluar dari trotoar diparkirkan sementara ke pinggir jalan dan kejadian tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polrestabes Medan. (Soni)


Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa

Tradisi