Selasa, 04 Januari 2022

Status Covid-19 Diperpanjang, Kota Medan Naik Level 2

    Selasa, Januari 04, 2022  


PATIMPUS.COM - Status Covid-19 di Kota Medan naik menjadi level 2. Hal ini disebabkan pemerintah masih memperpanjang status pandemi virus asal China tersebut, meski pun penularannya mulai rendah.

Dilansir diberbagai media Presiden Joko Widodo resmi memperpanjang status pandemi Covid-19 di Indonesia melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2021 yang diteken pada 31 Desember 2021.

Penetapan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang merupakan global pandemic sesuai pernyataan World Health Organization secara faktual masih terjadi dan belum berakhir di Indonesia.

Perpanjangan status  pandemi ini juga dinyatakan sejumlah daerah mengalami kenaikan level PPKM. Seperti Medan sebelumnya berada di level 1 kini kembali naik ke level 2 PPKM. 


"Kita naik ke level 2 PPKM  pada perpanjangan status pandemi ini. Belum tercapainya cakupan vaksinasi lansia dan adanya kasus Omicron menjadi penyebabnya," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Dr Taufik Ririansyah didampingi dua kabidnya yaitu Dr Muthia Nimphar MARS selaku Kabid P2P Dinkes kota Medan dan juga Kasi PTM dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Pocut Fatimah Fitri, MARS di ruang kerjanya pada Selasa (4/1/2022).

Katanya, kalau melihat trend, kasus Covid-19 di Kota Medan memang mengalami penurunan namun sebutnya karena kemarin ada kasus Omicron jadi untuk antisipasi jadi levelnya dinaikkan lagi.

Meski sebutnya juga kasus Omicron di Medan hanya suspeck dan setelah di tracing ke orang yang kontak erat hasilnya dikatakan negatif. Kendati demikian pihaknya tetap mengirimkan sampelnya ke Jakarta. 

"Semua hasilnya negatif, namun tetap kita kirimkan ke Jakarta. Mudah-mudahan hasilnya negatif juga," ucapnya kepada Waspada.

Katanya vaksinasi lansia masih 53 persen. Penyebabnya ia mengaku sudah berusaha mencari dan menyisir lansia. Masih minimnya vakisinasi lansia ini kebanyakan karena ada yang tidak mau, takut, dan termakan hoaks. Apalagi sebutnya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada vaksinasi lansia hanya kecil itu pun KIPI ringan. 

"Ini  kita terus menyisir. Kita juga dibantu oleh BIN dengan memberi bantuan sembako agar para lansia mau divaksin," ujarnya.

Untuk mengejar target ini pihaknya akan gencar melanjutkan vaksinasi di faskes -faskes.

"Karena dengan vaksinasi akan lebih aman kesehatannya di pandemi ini, ada 4 jenis vaksin di faskes yaitu Sinovac, astrazeneka, prifizer, moderna dan untuk  stok vaksin cukup," tandasnya. (*)

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write Berikan komentar anda
© 2023 patimpus.com.