Kamis, 07 April 2022

Sidak Supermarket, BPOM Temukan Barang Rusak dan Penyot

    Kamis, April 07, 2022  


PATIMPUS.COM - Balai Besar Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan menemukan  menemukan barang-barang yang penyot dan rusak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah supermarket di Medan.

"Kita mengecek apakah ada barang-barang kadaluwarsa, yang ilegal dan tidak terdaftar atau barang barang rusak atau penyot.  Hari ini kita sudah menjalani supermarket yang sangat besar yaitu supermarket S dan supermarket I," kata Ka BBPOM di Medan Drs Martin Suhendri Apt M Farm, usai sidak di Swalayan Suzuya Jalan Brigjend Katamso, Irian Supermarket Jalan Pasar Merah dan pengambilan sample takjil buka puasa di Jalan Amaliun, Kamis (7/4).

Martin Suhendri mengatakan BBPOM di Medan sudah mengembalukan barang rusak dan penyot tersebut ke pemilik. Sementara  di supermarket Irian, ditemukan nugget yang sudah dibuka dan dijadikan pajangan biasa. 

"Saya meminta batasan expire datenya mereka pantau.  Saya minta juga mereka memantau penataan di gudangnya agar lebih tertib lagi, agar facecontrol tikus bisa mereka tingkatkan. Kita harapkan semua meningkatkan keselamatan dari konsumen kita," ujar Martin Suhendri. 

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga memeriksa distributor-distributor bahan baku pembuatan kue atau bahan pangan lainnya, gula, tepung dan lain lain. 

"Karena kita tahu meningkatnya barang-barang pangan di bulan puasa ini. Kita khawatirkan akan ada oknum tertentu yang kita waspadai, harus kita periksa lebih tuntas. Kita memang rutin melakukan cuman bulan puasa kita lebih intensif lagi," katanya.

Dalam pengecekan di swalayan dan supermarket itu, BBPOM juga membuka kemasan parcel. Hal ini, jelas Ka BBPOM, untuk melihat apakah ada produk ilegal di dalamnya ataupun produk kedaluwarsa.

"Alhamdulillah kedua supermarket tidak ada temuan berarti dan satu lagi pengawasan minyak goreng sawit. Ini kita lebih intensif lagi karena kita tahu kemarin ada kelangkaaan minyak, kita khawatirkan sesuai arahan bahwa minyak goreng itu kita sampling, merek-merek baru yang kita curigai kemungkinan minyak yang dioplos dari minyak curah itu yang kita periksa apakah sesuai dengan standar Indonesia.  Kita juga memeriksa takjil, kita periksa apakah mengandung rodamin. Sampai saat ini belum kita temukan mengandung rodamin, borak, pengawet, formalin, dan pemanis buatan," terang Martin Suhendri. 

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan Emilia Lubis mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengambil sampling minyak goreng curah yang dibuatnya kemasan, ternyata tidak ditemukan.

"Kemudian bersama BNPM kita melihat barang yang kedaluwarsa, bagaimana penyimpanan dan pengemasannya. Kalau ada ditemukan, ada sanksi tertulis," kata Emilia. (don)

Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write Berikan komentar anda
© 2023 patimpus.com.