Kamis, 18 Mei 2023

Hepatitis Meningkat, Dinkes Sumut Wajibkan Imunisasi Kepada Balita

    Kamis, Mei 18, 2023  


PATIMPUS.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan, sebanyak 35.757 bayi lahir dengan hepatitis B di Indonesia pada tahun 2022, yang penularan kasusnya secara umum didominasi langsung dari ibu ke anak.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) dr Alwi Mujahit Hasibuan menyampaikan, hepatitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis, baik B, C atau D. Penyebarannya, ditularkan melalui cairan tubuh.


"Sebagaimana disebutkan, penularan yang paling sering dan paling banyak terjadi adalah dari ibu ke bayi atau anaknya," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (18/5).


Kendati begitu, Alwi menjelaskan, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Karenanya, Alwi menegaskan, vaksin hepatitis wajib diberikan kepada balita. "Sekarang termasuk imunisasi wajib pada balita," jelasnya.


Alwi menyebutkan, penyakit hepatitis semakin tinggi, karena mudah ditularkan bila daya tahan tubuh sedang menurun. Misalnya, sambung dia, karena kelelahan dan pola makan yang tidak teratur.


"Biasanya dalam kelompok ini termasuk aktivis, wartawan dan lain-lain. Penyakit ini juga umum disebut sebagai sakit kuning," katanya.


Meski begitu, Alwi mengakui, bahwa sampai saat ini untuk hepatitis belum ada ditemukan obat yang spesifik untuk menyembuhkannya. Untuk itu dia kembali mengimbau kepada balita agar bisa mendapatkan vaksinasinya.


"Obat belum ada. Penyembuhan (harus) istirahat total (bed rest)," pungkasnya.


Terpisah, dalam keterangannya, Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril menyampaikan secara umum, penularan hepatitis B, C, dan D terjadi secara vertikal langsung dari ibu ke anak, dari cairan tubuh (air ludah, cairan sperma) dan aktivitas seksual tidak aman, menggunakan tindik atau tato, maupun penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba.


''Penularan Hepatitis B dari secara vertikal Ibu ke anak menyumbang sebesar 90-95% dari seluruh sumber penularan lainnya,'' ujarnya.


Bayi yang terinfeksi hepatitis B kemungkinan untuk menjadi kronis dan sirosis berpotensi hingga 80%. Karenanya, pemberian vaksin hepatitis B secara lengkap dan tepat dapat menurunkan prevalensi hepatitis B.


"Tetapi masih terdapat permasalahan yang harus dihadapi yaitu risiko untuk menjadi sirosis dan hepatoma serta belum ada pengobatan yang efektif,'' jelasnya.


Menurut data Kemenkes, sebanyak 7,1% atau 18 juta masyarakat indonesia terinfeksi hepatitis B. Dari jumlah tersebut 50% diantaranya berisiko menjadi kronis dan 900.000 dapat menjadi kanker hati.


Bahkan hepatitis B menjadi empat besar penyebab kematian di Indonesia, dengan perkiraan kematian setiap tahunnya sebesar 51.100 kematian.


Kemudian, sebanyak 50.744 Ibu hamil positif hepatitis B pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35.757 bayi lahir dari ibu yang positif hepatitis B.


Kendati sebagian besarnya sudah mendapatkan imunisasi Hb0 dan HBg kurang dari 24 jam. Namun masih didapati 135 bayi positif Hepatitis B pada usia 9-12 bulan. (don)


Previous
Next Post
Tidak ada komentar:
Write Berikan komentar anda
© 2023 patimpus.com.