Jabat Direktur RSJ Prof Ildrem, Sri Suriani Purnamawati Fokus Penanganan Bencana
| Minggu, Januari 11, 2026

By On Minggu, Januari 11, 2026


PATIMPUS.COM - Direktur UPTD Khusus Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr M Ildrem, Sri Suriani Purnamawati SSi Apt, telah menggambarkan beberapa target yang akan dilakukan diawal kepemimpinannya di tahun 2026.


“Target kami di tahun 2026 pada triwulan (TW) pertama terkait penanganan pasca bencana yang terjadi di wilayah Sumut,” ujarnya kepada Forwakes, Minggu (11/1/2026).


Lebih lanjut, Sri mengatakan pihaknya juga akan melakukan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan stakeholder lainnya untuk turut serta dalam kegiatan pemulihan pasca bencana dalam bentuk trauma healing.


Sri juga menegaskan, akan tetap menjaga keberlanjutan layanan di RSJ Prof Ildrem untuk, meningkatkan efisiensi pemanfaatan fasilitas yang telah tersedia.


“Kami juga memperkuat peran RSJ Prof Ildrem sebagai rujukan kesehatan jiwa dan adiksi ataupun kecanduan (suatu zat) di Sumatera Utara,” tuturnya.


Terkait target Pendapatan Asli Daerah (PAD), dikatakan Sri, akan mengupayakan pencapaian secara rasional dan bertahap, dengan tetap mengedepankan fungsi sosial rumah sakit dan mutu pelayanan kepada masyarakat. (don)

Pecah Rekor? Awal 2026 Sebanyak 1.127 Warga Medan Masuk IGD RSUD dr Pirngadi
| Rabu, Januari 07, 2026

By On Rabu, Januari 07, 2026


PATIMPUS.COM - Diawal tahun baru 2026, Instasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, dipenuhi warga Medan.


Jumlah kunjungan pasien yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari 1 Januari 2026 itu tercatat mencapai 1.127 orang.


Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, menyampaikan dari jumlah tersebut, 95 pasien tercatat menjalani rawat inap, 870 pasien memperoleh layanan rawat jalan, serta 162 pasien mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD).


Menurut Gibson, secara umum jumlah pasien yang datang berobat ke RSUD dr Pirngadi Medan pada awal tahun masih tergolong stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan. Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan hanya terlihat pada layanan rawat jalan, namun jumlahnya masih dalam batas wajar.


“Untuk rawat jalan memang ada kenaikan, tetapi hanya berkisar 50 hingga 100 pasien kunjungan, peningkatan ada, tapi tidak begitu signifikan,” jelasnya.


Ia menambahkan, data jumlah pasien ini menjadi salah satu indikator dalam melihat kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di awal tahun. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus melakukan pemantauan terhadap tingkat kunjungan pasien di setiap unit pelayanan.


Gibson juga menegaskan, RSUD dr. Pirngadi Medan tetap berupaya memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada seluruh pasien, baik rawat inap, rawat jalan, maupun IGD, sesuai dengan prosedur dan standar pelayanan yang berlaku. (don)

Sambut Nataru 2025, RSU Haji Medan Sesuaikan Jadwal Pelayanan
| Rabu, Desember 24, 2025

By On Rabu, Desember 24, 2025


PATIMPUS.COM - Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati SSi Apt, mengatakan bahwa, terdapat beberapa penyesuaian layanan kesehatan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.


Sri menegaskan bahwa, selama libur Nataru 2025/2026 pelayanan gawat darurat melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan layanan rawat inap tetap berjalan normal.


"Selama libur Nataru, layanan IGD RSU Haji Medan tetap buka 24 jam seperti biasa, untuk melayani pasien gawat darurat dan rawat inap," ujarnya kepada wartawan, Rabu (24/12/2025). 


Lebih lanjut, Sri mengatakan jika khusus pelayanan rawat jalan melalui poliklinik bagi para pasien, akan diliburkan selama beberapa hari kedepan. 


"Layanan rawat jalan, pada tanggal 25 dan 26 Desember 2025 sementara tidak beroperasi dan akan kembali buka pada tanggal 27 Desember 2025 sesuai jadwal normal," ucapnya. (don)

Jelang Libur Nataru, Layanan Kesehatan untuk  Peserta JKN Tetap
| Rabu, Desember 24, 2025

By On Rabu, Desember 24, 2025

foto : istimewa

PATIMPUS.COM - Memasuki masa libur Natal dan tahun  baru (Nataru), BPJS Kesehatan memastikan peserta Program Jaminan Kesehatan (JKN) tetap dapat mengakses layanan kesehatan yang diperlukan meski sedang berada di luar kota. 


Hal ini sesuai dengan prinsip portabilitas JKN yang memungkinkan pesertanya untuk memperoleh layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. 


“Peserta JKN bisa mengakses pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, tidak bergantung pada domisili  KTP yang bersangkutan. Jadi meski sedang di luar  kota, peserta tetap bisa mengakses layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) kota tersebut maksimal 3 kali. Yang  penting, pastikan status kepesertaan JKN Anda aktif dan ikuti prosedur berobat yang berlaku,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah pada Selasa (23/12). 


Rizzky juga menjelaskan  bahwa dalam situasi gawat darurat, peserta JKN dapat mengakses Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat  tanpa perlu surat rujukan,  baik yang telah bekerja sama maupun yang belum  bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.


Ia menjelaskan penilaian terhadap kondisi darurat ini dilakukan oleh dokter yang menangani pasien tersebut. Sesuai Peraturan  Presiden Nomor 82 Tahun  2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor  47 Tahun 2018, kondisi gawat darurat mencakup keadaan yang berisiko tinggi terhadap nyawa pasien, seperti gangguan pada jalan napas, pernapasan, sirkulasi, penurunan kesadaran, dan kondisi medis lainnya yang serupa. 


“Saat di luar kota, peserta  JKN juga bisa mengecek lokasi fasilitas kesehatan yang berada paling dekat dengan lokasinya saat itu melalui Aplikasi Mobile JKN pada menu Info Lokasi Faskes. Jika peserta perlu informasi atau mau  menyampaikan pengaduan, juga bisa dilakukan lewat aplikasi ini. Selain lewat Aplikasi Mobile JKN, peserta juga bisa mengakses layanan informasi, administrasi, dan pengaduan melalui chat Whatsapp PANDAWA  di nomor 08118165165 atau BPJS Kesehatan Care Center 165. 


"Harapan kami, kanal-kanal layanan ini bisa membantu peserta JKN, termasuk bagi yang sedang bepergian ke luar kota,” kata Rizzky. 


Di sisi lain, fasilitas kesehatan yang menjadi mitra BPJS Kesehatan juga turut bersiap memastikan peserta JKN dan masyarakat luas tetap  bisa mengakses layanan kesehatan yang diperlukan saat musim libur Nataru. 


Salah satunya disampaikan oleh Direktur RS Mitra Siaga Tegal, dr  Ahmad Shohibul Birry. Ia menuturkan bahwa pihaknya telah menyiagakan dokter di bagian IGD dan empat poli besar rumah sakit. 


“Seperti tahun-tahun yang lalu, kita siagakan dokter di IGD maupun di poli anak, kebidanan, bedah, dan penyakit dalam. Biasanya banyak pasien-pasien emergency di situ. Dokter tetap pasien  yang datang bisa tertangani dengan baik,” kata dr Birry. Ia menambahkan, pihaknya  dan rumah sakit sestandby, sehingga insya Allah Kabupaten Tegal juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat sebagai langkah antisipatif apabila terjadi ledakan pasien. Apalagi RS Mitra Siaga Tegal berada tak jauh dari jalur Pantura yang padat arus kendaraan saat libur Nataru. 


“Pengalaman-pengalaman  lalu, di  daerah dekat jalan  raya, biasanya rawan kecelakaan. Sudah kita siapkan IGD 24 jam nonstop. Insya Allah tidak ada satu rumah sakit yang penuh dengan pasien karena sudah dipersiapkan pembagian dan antisipasi distribusi pasiennya.


Bagi masyarakat yang  bepergian ke luar kota, tetap tenang di perjalanan, jangan stres dan tegang. Perhatikan asupan makan, jangan sampai terlambat makan. Selain itu juga sempatkan beristirahat di perjalanan supaya fisik tidak kelelahan,” ujarnya. (don)

Dinkes Sumut Lakukan Penanganan Intensif di 7 Kabupaten/Kota Terdampak Bencana
| Senin, Desember 22, 2025

By On Senin, Desember 22, 2025


PATIMPUS.COM - Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Hamid Rizal Lubis, menegaskan pihaknya terus memberikan pendampingan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 lalu.


Dari 17 kabupaten/kota terdampak, terdapat tujuh daerah yang membutuhkan penanganan intensif, yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Humbahas. 


"Sementara itu, 10 kabupaten/kota lainnya juga mengalami dampak, namun dengan skala lebih kecil dibandingkan dengan 7 kabupaten kota yang kami sebut di awal tadi,” ujar Hamid, Senin (22/12/2025) di dampingi Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Anas Yulfan Lubis, Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda, Dedi A Lubis dan Aalisis Gizi, Dedi Julhadi.


Hamid menjelaskan, dua tim kesehatan langsung diterjunkan pada hari kejadian. Tim pertama menuju Tapanuli Selatan dan mendirikan posko darurat kesehatan, sedangkan tim kedua yang hendak ke Tapanuli Tengah terhambat akses karena jembatan putus di perbatasan Sipirok. 


Tim tersebut akhirnya fokus melayani warga di Padangsidimpuan yang juga dilanda banjir.


“Sejak Jumat, Gubernur bersama Kepala Dinas Kesehatan turun langsung ke Sibolga dan Tapanuli Tengah melalui jalur utara, karena jalur barat tidak bisa ditembus," sebutnya.


Bencana sempat melumpuhkan sejumlah fasilitas Kesehatan. Di mana, kata Hamid, empat rumah sakit tidak beroperasi selama dua bulan, termasuk RS Tanjungpura dan RS Pertamina di Langkat, serta RSU di Medan.


Dua puskesmas pembantu hingga kini belum berfungsi, yakni Pustu Tolang di Tapanuli Selatan dan satu puskesmas di wilayah Garoga.


Meski demikian, sebagian besar rumah sakit kini sudah kembali beroperasi, meski dengan keterbatasan alat medis.


Untuk memperkuat layanan, Dinas Kesehatan Sumut mengoperasikan dua unit bus layanan kesehatan. Satu unit ditempatkan di Tapanuli Selatan, sementara satu unit lainnya baru tiba di Kecamatan Tukka. Ambulans juga dikerahkan untuk mendukung layanan di daerah yang sulit diakses.


Hamid menegaskan komitmen pihaknya untuk terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota. 


“Kami berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat tetap mendapat layanan kesehatan, sekaligus mencegah penyakit pasca bencana,” katanya. (don)


BPJS Kesehatan Buka Posko Layanan Kesehatan Gratis bagi Korban Bencana Aceh - Sumut
| Rabu, Desember 10, 2025

By On Rabu, Desember 10, 2025


PATIMPUS.COM - Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan pasca bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I bergerak cepat membuka Posko Kesehatan pada tanggal 08-11 Desember 2025 di beberapa titik terdampak. 


Posko Kesehatan ini merupakan kolaborasi antara BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah dan Fasilitas Kesehatan di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. 


Posko layanan kesehatan dibuka di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Lhoksukon di Provinsi Aceh, serta di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah di Provinsi Sumatera Utara. 


Seluruh posko memberikan pelayanan kesehatan gratis sekaligus konsultasi psikologi bagi masyarakat yang terdampak, mengingat banyaknya penyintas yang mengalami tekanan fisik dan emosional. Antusiasme Masyarakat untuk mendapatkan layanan sangat tinggi saat Posko mulai di buka.   


“Kami sampaikan bahwa  di tengah kondisi sarana kesehatan yang turut terdampak, BPJS Kesehatan memastikan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah sekitar zona bencana. Langkah ini dilakukan untuk menjaga agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal, terutama di faskes yang masih beroperasi. 


Sejumlah fasilitas kesehatan yang tidak terdampak dilaporkan mengalami lonjakan kunjungan pasien dari wilayah yang terdampak akibat bencana, hal ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat,” kata Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq, Selasa (09/12). 


Nuim menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan secara khusus juga memberi perhatian pada layanan kategori life saving, terutama Hemodialisis (HD). 


Untuk memastikan pasien HD tetap mendapatkan pelayanan, BPJS Kesehatan melakukan pemetaan kapasitas dan ketersediaan layanan HD di rumah sakit sekitar lokasi bencana. Pasien HD dari rumah sakit yang terdampak diarahkan ke rumah sakit lain yang masih mampu memberikan layanan. 


“Dalam situasi darurat ini, BPJS Kesehatan menegaskan bahwa peserta yang rutin menjalani HD tidak memerlukan dokumen tambahan, termasuk HD traveling, ketika harus berpindah sementara ke rumah sakit lain. Kami berkoordinasi dengan rumah sakit yang menerima rujukan pasien-pasien tersebut agar dapat menambah kapasitas pelayanan dengan membuka shift tambahan dari dua shift menjadi tiga shift per hari, untuk memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan terapi tepat waktu,” jelas Nuim. 


Nuim melanjutkan, RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur merupakan satu-satunya rumah sakit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Aceh Timur pasca terjadinya bencana. 


Beberapa pelayanan di poliklinik sudah mulai diaktifkan kembali diantaranya Poliklinik THT, Poliklinik Mata, Poliklinik Bedah, Poliklinik Anak, Poliklinik Gigi, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Saraf, dan Poliklinik Jiwa. 


“Pelayanan HD di RSUD dr. Zubir Mahmud mengalami peningkatan akibat adanya pengalihan pasien dari RSUD di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang yang belum berfungsi. Kami tetap berkoordinasi secara intens agar pelayanan bagi pasien di RSUD dr. Zubir Mahmud dapat berjalan dengan optimal,” kata Nuim.  


Lonjakan pasien HD ataupun non BPJS Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan  RSU Putri Bidadari di  Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera RSU  Putri Bidadari Langkat, dr Esti Aditya Utara menegaskan kesiapan  pihaknya satu rujukan  tambahan. 


“Bagi pasien dari wilayah Provinsi Aceh. Kami siap menerima pasien rujukan  dari Aceh, termasuk pasien HD. Plh Direktur sebagai salah maupun penyakit kronis lainnya.  Kami pastikan seluruh pasien yang datang akan dilayani seoptimal mungkin regulasi yang berlaku,” kata Esti. 


Sesuai diharapkan dengan  kolaborasi bersama antara BPJS Kesehatan, Pemerintah Daerah dan Fasilitas Kesehatan, akses layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan di daerah terdampak tetap dapat diberikan secara berkualitas dan optimal. (don)

Korban Banjir Di Sumut Alami Sakit Kulit dan ISPA
| Minggu, Desember 07, 2025

By On Minggu, Desember 07, 2025


PATIMPUS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) merilis perkembangan situasi kesehatan pascabencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor yang melanda 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut.


Data terbaru hingga Minggu, 7 Desember 2025 pukul 13.00 WIB menunjukkan dominasi penyakit berbasis lingkungan yang berpotensi berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak dilakukan intervensi cepat.


Sekretaris Dinkes Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyampaikan bahwa penyakit kulit (6.433 kasus) dan ISPA (5.151 kasus) menjadi penyakit tertinggi yang dilaporkan dari wilayah terdampak. Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang menurun, serta kepadatan dan kelembapan di lokasi pengungsian.


Selain itu, tercatat 1.065 kasus diare, 755 kasus Influenza Like Illness (ILI), serta 534 kasus suspek demam tifoid, yang menggambarkan tingginya penyakit saluran cerna dan infeksi akut pada periode pascabanjir. 


Sementara itu, laporan kasus dengue masih rendah (7 kasus), namun kewaspadaan tetap ditingkatkan karena peningkatan tempat perindukan nyamuk biasanya terjadi setelah air surut.


Dinkes juga menerima laporan 2 kasus suspek campak, masing-masing dari Kabupaten Deli Serdang dan Tapanuli Tengah. Untuk mencegah penularan lebih luas, petugas kesehatan diminta segera melakukan pelacakan dan pemeriksaan kontak di lokasi pengungsian maupun tempat tinggal korban.


Tidak ada laporan kasus leptospirosis, pertusis, maupun malaria hingga saat ini. Namun, Dinkes menegaskan perlunya pemantauan ketat karena penyakit-penyakit tersebut dapat meningkat dalam situasi krisis, terutama jika terjadi penurunan cakupan imunisasi atau peningkatan vektor.


Hamid Rijal menjelaskan bahwa dominasi penyakit kulit, ISPA, dan penyakit berbasis air menunjukkan bahwa faktor lingkungan menjadi penyebab utama. “Pola penyakit ini selaras dengan kondisi pascabanjir yang memengaruhi sanitasi, hunian sementara, dan akses air bersih,” ujarnya.


Secara demografis, kelompok usia di atas 5 tahun mendominasi kasus ISPA, penyakit kulit, suspek dengue, dan diare. Sementara balita paling rentan terhadap suspek campak, dipengaruhi kondisi fisiologis dan status imunisasi. Distribusi kasus antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang.


Dampak Bencana dan Kondisi di Lapangan


Bencana besar yang melanda Sumatera Utara menyebabkan dampak signifikan:


  1. 1.495.687 jiwa terdampak (402.776 KK)

  2. 327 orang meninggal

  3. 103 luka berat, 2.927 luka ringan

  4. 139 orang hilang

  5. 56.271 orang mengungsi



Di sisi lain, beberapa fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau tidak beroperasi, sehingga menghambat layanan medis bagi masyarakat terdampak.


Di Tapanuli Selatan, dua Pustu (Huta Godang dan Garoga) serta satu Polindes Sibara-bara tidak beroperasi. Sementara Pustu Tolang tetap beroperasi namun dipindahkan ke Posko Kesehatan Desa Tolang Julu.


Di Tapanuli Tengah, tiga puskesmas, Tukka, Kolang, dan Sorkam tidak beroperasi dan dialihkan menjadi layanan keliling ke posko-posko kesehatan. Satu Pustu di Bottot juga tidak beroperasi.


Di Langkat, RSUD Tanjung Pura tidak dapat beroperasi sehingga layanan dipindahkan ke RSU Putri Bidadari. Puskesmas Pantai Cermin juga tidak berfungsi dan sementara dipindahkan ke posko kesehatan setempat.


Dinkes Sumut menekankan pentingnya penguatan surveilans, peningkatan sanitasi pengungsian, penyediaan air bersih, serta deteksi dini kasus untuk mencegah terjadinya KLB. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat. (don)

RS Haji Medan Kirim Tim Medis Bantu Korban Bencana di Sibolga
| Kamis, Desember 04, 2025

By On Kamis, Desember 04, 2025


PATIMPUS.COM – Rumah Sakit Haji Medan menugaskan tim medis untuk membantu penanganan kesehatan di posko pengungsian Sibolga. 


Tim yang terdiri dari satu dokter umum dan dua perawat ini diberangkatkan pada 2 Desember 2025 dan akan bertugas hingga 10 Desember 2025.


Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Haji Medan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes, menjelaskan bahwa tim tersebut berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. 


“Kami fokus pada pelayanan kesehatan di posko pengungsian. Bantuan donasi tetap terpusat melalui posko utama di Kwarda Sumut, sementara kami berperan dalam pengobatan dan penanganan masalah kesehatan,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).


Menurut Anda—sapaan akrab drg. Fitrady Ulianda Siregar—, penyakit yang paling banyak ditemukan di lokasi pengungsian adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan penyakit kulit. 


"Kami berharap, kehadiran tim medis yang kami kirim ini dapat meringankan beban para pengungsi dengan memberikan pelayanan kesehatan langsung di lapangan," harapnya. (don)

Pasca Banjir, RS Haji dan RS Pirngadi Medan Alami Peningkatan Pasien
| Kamis, Desember 04, 2025

By On Kamis, Desember 04, 2025

foto : istimewa

PATIMPUS.COM - Pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah seperti RSU Haji Medan dan RSUD dr Pirngadi Medan, mengalami peningkatan pasca banjir pekan lalu.


Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, SSi Apt MKes memberitahukan, perkembangan pelayanan kesehatan pasien setelah bencana banjir di Kota Medan pada Kamis (27/11/2025).


"Alhamdulillah mulai hari Senin pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pelayanan rawat jalan dan rawat inap semuanya berjalan dengan lancar," ujarnya kepada Forwakes, Kamis (4/12/2025). 


Lebih lanjut, Sri mengatakan turut terjadi peningkatan kunjungan pasien di rumah sakit milik Pemerintah Sumatera Utara, khususnya di layanan poli rawat jalan. 


"Peningkatan terjadi mulai, Senin (1/12/2025) yaitu poli rawat jalan dari 391 orang menjadi 596 pasien, dan layanan rawat inap dari 159 pasien menjadi 204 pasien," tuturnya. 


Dirinya pun menyampaikan, kebanyakan pasien rawat jalan yang datang ke RSU Haji, tidak ada mengeluhkan masalah kesehatan setelah bencana banjir kemarin.


"Mereka (pasien) datang berobat mayoritas adalah kontrol ke layanan poli neurologi, jantung, endokrin serta untuk mendapatkan layanan fisioterapi," ucapnya. 


Terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang turut menyampaikan jika terdapat peningkatan pasien. 


"Peningkatan pasien ada, tapi tidak signifikan, adapun jumlah pasien pada, Senin (1/12/2025) ialah 380 pasien dan RSUD Pirngadi tetap siap melayani pasien," katanya. 


Rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan itu, dikatakan Gibson, melayani pasien dengan jenis penyakit yang datang untuk berobat adalah, pasien berulang yang rutin berobat jalan ke pirngadi seperti pasien hemodialisa dan fisiotherapi. (don)

RSU Haji Medan Rangkai Kegiatan Spesial Sambut HKN ke-61
| Senin, November 17, 2025

By On Senin, November 17, 2025


PATIMPUS.COM - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan menyusun serangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif yang berlangsung mulai 25 hingga 28 November 2025. 


Di bawah kepemimpinan Direktur RSU Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, S.Si., Apt., M.Kes., perayaan HKN tahun ini mengusung semangat kolaborasi dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.


Kegiatan dimulai pada 25 November 2025 dengan Edukasi Seputar Diabetes, yang akan dipandu oleh Nurmalina Marbun, S.Psi dan Irma Yeni, SKM, M.Kes.


Pada 26 November 2025, akan digelar Seminar Kesehatan Nefrologi Anak bersama drg. Afrida Arwi dan drg. Anda Siregar, M.Kes.


Selanjutnya, pada 26 hingga 27 November 2025, RSU Haji Medan mengadakan Donor Darah Keluarga Besar RSU Haji Medan Provsu, yang dikoordinasikan oleh dr. Sri Alinawati, M.Kes, Tenne Erika Napitupulu, SST, M.K.M, dan Rosdiana, S.Kep., Ns.


Sebagai penutup, pada 28 November 2025, akan diadakan Senam Jantung Sehat bersama SDM RSU Haji Medan dan Lucky Draw, dipandu kembali oleh Nurmalina Marbun, S.Psi dan Irma Yeni, SKM, M.Kes.


Direktur RSU Haji Medan, Sri Suriani Purnamawati, menegaskan bahwa HKN bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat sinergi antara rumah sakit dan masyarakat. 


“Kami ingin menjadikan HKN sebagai gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesadaran kesehatan,” ujarnya, Senin (17/11/2025). (don)


Gratis, BPJS Kesehatan dan LP USU Deteksi Dini Penyakit Ginjal Dengan Prolanis
| Selasa, November 11, 2025

By On Selasa, November 11, 2025


PATIMPUS.COM – Dalam upaya memperkuat sistem pencegahan penyakit kronis di Provinsi Sumatera Utara, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I bersama Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kolaborasi strategis untuk meningkatkan deteksi dini Penyakit Ginjal Kronis (PGK), khususnya melalui pelaksanaan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Kota Medan, Selasa (11/11). 


Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan partisipasi peserta dalam pemeriksaan Prolanis yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, mengingat penderita diabetes melitus dan hipertensi merupakan kelompok utama yang berisiko tinggi mengalami kerusakan ginjal. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang komprehensif, baik itu preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. 


Peneliti Universitas Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum Persatuan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI), Isti Ilmiati Fujiati menyampaikan bahwa pemeriksaan Prolanis dua kali dalam setahun memiliki dasar ilmiah yang kuat untuk memastikan ketepatan diagnosis dan intervensi dini terhadap gangguan fungsi ginjal.


“Hasil pemeriksaan pertama sering dipengaruhi oleh faktor sementara seperti dehidrasi, penggunaan obat tertentu, infeksi saluran kemih, atau fluktuasi tekanan darah dan gula darah. Oleh karena itu, pemeriksaan kedua setelah 3–6 bulan menjadi penentu utama untuk memverifikasi apakah terjadi gangguan fungsi ginjal yang persisten. Inilah alasan ilmiah mengapa Prolanis wajib dilaksanakan dua kali setahun,” ujar Isti. 


Isti juga menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek klinis, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan edukasi dan perubahan perilaku melalui inisiatif Prolanis Jempol yaitu sebuah model intervensi berbasis bukti yang dikembangkan oleh tim peneliti USU bersama peserta Prolanis dari sejumlah puskesmas dan klinik di Kota Medan. 


“Melalui Prolanis Jempol, kami memperkenalkan pendekatan 7 Keterampilan Perilaku Perawatan Diri (7 Skills Self-Care Behavior) yang melibatkan keluarga dalam proses pendampingan. Tujuh keterampilan tersebut meliputi: pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, pemantauan gula darah mandiri, kepatuhan minum obat, pemecahan masalah kesehatan, manajemen stres, serta upaya pengurangan risiko komplikasi,” jelas Isti. 


Hasil awal penelitian menunjukkan bahwa peserta yang aktif mengikuti kelas edukasi, menerapkan keterampilan perawatan diri, serta menjalani pemeriksaan berkala secara konsisten, mengalami stabilitas fungsi ginjal yang lebih baik, penurunan tekanan darah dan gula darah, serta perlambatan progresivitas kerusakan ginjal.



Deputi Direksi Wilayah I BPJS Kesehatan, Nuim Mubaraq menyampaikan bahwa Prolanis menjadi fondasi penting dalam upaya deteksi dini berbagai penyakit termasuk PGK. 


Program Prolanis sendiri menyediakan rangkaian layanan komprehensif yang mencakup pemeriksaan laboratorium (urine dan kimia darah), pemantauan parameter klinis (tekanan darah, gula darah), konsultasi dengan tenaga kesehatan, edukasi kesehatan, serta aktivitas fisik terstruktur seperti Senam Prolanis.


“Prolanis bukan sekadar rangkaian pemeriksaan rutin. Ini adalah intervensi menyeluruh yang dirancang untuk mencegah komplikasi berat, termasuk gagal ginjal stadium akhir yang memerlukan hemodialisis. Sayangnya, masih banyak peserta yang hadir pada pemeriksaan pertama, namun tidak kembali pada sesi lanjutan. Padahal, pemeriksaan kedualah yang memberikan gambaran klinis yang valid untuk pengambilan keputusan medis selanjutnya,” tegas Nuim. 


Lebih lanjut, Nuim menekankan bahwa seluruh biaya pemeriksaan Prolanis dijamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), tanpa beban tambahan bagi peserta. 


“BPJS Kesehatan memastikan akses layanan ini seluruh peserta JKN Lebih lanjut,” tambahnya.


Disampaikan juga ditanggung sepenuhnya tanpa biaya tambahan bagi bahwa kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang yang signifikan, antara lain: penurunan kejadian gagal ginjal terminal, peningkatan kualitas hidup penderita penyakit kronis, efisiensi belanja kesehatan nasional, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan berbasis deteksi dini.


“Kolaborasi antara penyelenggara JKN dan lembaga pendidikan tinggi menjadi salah satu bentuk sinergi dalam memperkuat fondasi sistem kesehatan kita. USU menyediakan keilmuan dan riset berbasis bukti, BPJS Kesehatan menyediakan akses dan pendanaan, sedangkan fasilitas kesehatan menjadi garda  terdepan dalam pelaksanaan di lapangan,” ujar Isti. 


Masyarakat Sumatera Utara, khususnya peserta JKN dengan diagnosis diabetes dan hipertensi, diimbau untuk  memanfaatkan fasilitas Prolanis secara aktif dan konsisten di FKTP tempat mereka terdaftar. BPJS Kesehatan telah menyediakan fasilitasnya, Penelitian USU  menyediakan  keilmuannya, masyarakat diharapkan menjadi pihak yang mengambil langkah nyata.


“Ginjal tidak pernah berhenti bekerja, tetapi seringkali kita lupa menjaganya. Pemeriksaan berkala adalah bentuk penghargaan kita terhadap organ yang bekerja tanpa henti untuk menyaring racun dari tubuh. Mari jadikan Prolanis sebagai benteng pertama dalam menjaga kesehatan jangka panjang,” pungkas Isti. (don)

Rico Waas Akan Perbaiki Sarana dan Prasarana RSUD dr Pirngadi Medan
| Selasa, November 11, 2025

By On Selasa, November 11, 2025


PATIMPUS.COM - Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan pentingnya pembenahan sistem secara menyeluruh di sektor kesehatan, khususnya di rumah sakit Dr Pirngadi Medan dan puskesmas mulai dari sarana dan prasarana, tenaga medis hingga pelayanan pasien. 


"Yang perlu kita perbaiki adalah sistemnya. Dimulai dari SDM, manajemen kesehatan hingga sarana dan prasarana. Untuk di rumah sakit Dr Pirngadi tahun depan kita akan melakukan perbaikan sarana dan prasarana. Tentunya ini juga harus diiringi perbaikan sistem kesehatannya agar rumah sakit milik Pemko Medan ini  kembali memiliki kualitas kesehatan yang baik," ujar Rico Waas saat menerima audiensi Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO) Sumatera Utara, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (10/11/2025).


Selain itu Rico Waas juga menginginkan perbaikan di puskesmas yang ada di Kota Medan. Dimulai dari tampilan bagian depan puskesmas yang menarik dan indah seperti klinik swasta, sehingga masyarakat yang datang berobat merasa lebih nyaman.


"Ini tentunya bukan hal yang sulit, hanya sentuhan yang sederhana bisa membuat puskesmas kita lebih menarik dan nyaman. Kami akan terus mendorong untuk mewujudkannya termasuk meminta bantuan dari IKKESINDO Sumut dengan membuat roadmapnya", jelas Rico Waas. 


Dalam kesempatan itu, 

Sebelumnya, Ketua IKKESINDO Sumut Azwan Hakmi Lubis yang hadir bersama pengurus  lainnya menyampaikan komitmen pihaknya untuk bersinergi dengan Pemko Medan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, baik di fasilitas pelayanan primer seperti puskesmas, maupun sekunder seperti rumah sakit daerah.


“Kami siap membantu agar RSUD Dr. Pirngadi dan RS Bachtiar Ja’far dapat memenuhi standar pelayanan kesehatan terbaik, baik dari sisi SDM, alat kesehatan, maupun sarana prasarana. Dua rumah sakit ini adalah kebanggaan Kota Medan, dan harus menjadi contoh pelayanan kesehatan berkualitas di daerah,” ungkap Azwan seraya juga akan membantu Pemko Medan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas. (don)

Forwakes Sumut dan RS Columbia Asia Gelar Seminar HAN Ke 61
| Senin, November 10, 2025

By On Senin, November 10, 2025


PATIMPUS.COM - Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara (Sumut) bersama Rumah Sakit Columbia Asia Medan, menggelar seminar Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dengan tema ‘Piring Makanku, Cermin Gizi Seimbang Keluarga Indonesia’.


Ketua Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis mengatakan, perayaan HKN bukan sekedar ritual tahunan, namun pengingat bahwa kesehatan merupakan pondasi penting, dalam membangun warga yang produktif, sejahtera dan berdaya saing.


“Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana tantangan pola makan, gaya hidup, serta rendahnya literasi soal gizi masih menjadi isu serius di tengah masyarakat,” ujarnya di Aula Tosca Room RS Columbia Asia Medan, Senin (10/11/2025).


Mahbubah menegaskan, jika pemahaman tentang gizi seimbang bukan hanya untuk mencegah stunting atau obesitas, tetapi memastikan kualitas hidup keluarga Indonesia tetap optimal baik dari fisik, mental dan maupun daya pikirnya.


Selain itu, Direktur RS Columbia Asia Medan, DR dr Beni Satria, M.Kes., S.H., M.H., FISQua turut menekankan, gizi bukan hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, tetapi juga akan berpengaruh terhadap otak.


“Otak kita tidak akan bisa mampu, menerima masukkan input ilmu, kalau memang dari kebutuhan gizi saja kita tidak terpenuhi. Gizi terlalu berlebihan tidak baik dan terlalu kurang juga tidak baik. Sehingga bagaimana kita bisa memiliki gizi yang seimbang itu,” ucapnya.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Aziz Rahman Muis, M.Ked(PD), Sp.Pd menyampaikan bahwa gizi seimbang, dikatakan seimbang kalau misalnya apa yang dikonsumsi, harus sama dengan aktivitas yang dilakukan.


“Kalau misalnya lebih banyak makanan atau gizi yang masuk ke tubuh kita dari pada yang keluar, berarti outputnya bisa menyebabkan masyarakat menjadi obesitas maupun kegendutan,” tuturnya.


Namun, dikatakannya, apabila misalnya gizi yang masuk sedikit, tapi aktivitas yang dilakukan masyarakat banyak, bisa menyebabkan kekurusan juga pada tubuhnya.


“Makanya saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kecukupan gizi kita itu, harus disesuaikan sama kebutuhan tubuh dan aktivitas  yang kita lakukan seharian,” katanya.


Seminar ini juga diisi oleh narasumber Fenti Adfrida Yanti Saragih, AMG selaku Pengelola Program Gizi Dinkes Kota Medan dan dr. Winra Pratita, M.Ked(Ped), SpA(K) anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumut.


Di sisi lain, Mahbubah juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada RS Columbia Asia Medan atas kolaborasi ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang dan perilaku hidup sehat.


"Terimakasih juga kami ucapkan kepada BPJS Kesehatan, Pemko Medan, dan Alfamidi atas dukungannya di seminar kali ini. Semoga ke depan kita dapat terus meningkatkan sinergi dalam menyebarluaskan edukasi kesehatan, khususnya kepada generasi muda," ujar Mahbubah.


Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga dan komunitas lokal.


"Kolaborasi seperti ini adalah fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing. Kami berharap semangat ini terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan yang inspiratif dan berdampak nyata," tutupnya. (don)


Dinkes Medan Gelar HKN Ke 61,   Forwakes Juara Lomba Tulis
| Sabtu, November 08, 2025

By On Sabtu, November 08, 2025



PATIMPUS.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun, dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan aksi donor darah kader posyandu se-Kota Medan di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota, Kecamatan Medan Barat. 


Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas turut hadir dan mengapresiasi, atas  terselenggaranya kegiatan CKG kader posyandu Kota Medan dan seluruh pihak yang berperan dalam kegiatan pada hari ini.


"Alhamdulillah, ini adalah wujud nyata dan sinergi antara Pemerintah Kota Medan dan masyarakat, dalam upaya mewujudkan Kota Medan yang sehat, energetik, dan produktif," ujarnya kepada Wartawan, Sabtu (8/11/2025). 


Peran kader posyandu, dijelaskan Rico,  penting dalam menjaga kesehatan masyarakat mulai dari tingkat paling kecil, khususnya dalam mengawasi tumbuh kembang anak, pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan bayi.


"Rekan kader posyandu adalah pejuang di masyarakat hingga tingkat terdalam yang ada di Kota Medan. Kita selalu mendambakan Kota Medan yang sehat, tumbuh kembangnya masyarakat dimulai dari anak-anak hingga sampai dewasa itu baik," tuturnya. 


Kader Partai Nasdem itu mengatakan, yang bisa menentukan bagaimana Kota Medan menjadi kota yang sehat, layak anak dan tumbuh kembangnya baik, tidak lagi ada stunting, ibu dan bayi lahir dalam keadaan sehat, salah satunya adalah rekan kader posyandu. 


Rico menegaskan harapannya agar Kota Medan bisa melindungi masyarakatnya dari segala penyakit. Sehingga ia minta kepada kader posyandu untuk tetap berjuang dan tetap semanga, dalam menjaga kesehatan masyarakat yang ada di kota Medan.


"Semoga upaya kita dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi seluruh warga Kota Medan dan ini adalah bukti bahwa, kesehatan merupakan dasar penting dalam membangun kota yang maju dan berkelanjutan," ucapnya. 


Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Irliyan Saputra Sp.OG mengatakan dalam rangka HKN ke-61, Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan beberapa kegiatan pada hari ini.


"Kita mengadakan CKG yang diikuti hampir 500 orang, kemudian launching Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas di Kota Medan dan pengumuman puskesmas pemenang Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari)," katanya.


Lomba Tulis


Sebelumnya Dinkes Medan menggelar lomba tulis bagi para jurnalis di bidang kesehatan terkait HAN Ke 61. Ada pun para pemenang adalah, Juara I Laila Azizah dari Sumut Pos denhan judul “Nayra dan Kenangan Pneumonia: Ketika Pilihan Imunisasi Menjadi Penyelamat”.


Juara II Yunan Siregar dari Metrojurnal, dengan Judul “Bu Taing Si Kader Posyandu, Jejak Kecil dengan Sejuta Makna”.


Dan Juara III, Mahjijah Ozy dari Analisadaily, dengan Judul “Proteksi Sejak Dini dari Serangan Virus dan Bakteri, Niken: Imunisasi Adalah Hak Anak dan Kewajiban Ibu”.


Semua pemenang dari Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut, dan masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam penghargaan. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis