Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah, Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran

Kamis, Juni 18, 2026

COT GIREK (patimpus.com) - Ribuan pekerja dan keluarganya di salah satu kebun milik BUMN di Cot Girek, Aceh, kini harus menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan.


Lebih dari 6 bulan terakhir, pendapatan mereka berkurang drastis akibat okupasi dan penjarahan. Tidak hanya itu, kebun negara tersebut juga merugi hingga miliaran rupiah.


Adalah Kebun Cot Girek PTPN IV Regional 6, yang kerap diokupasi paksa dan dijarah oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai warga setempat. Kegiatan ini muncul akibat kebun negara tersebut akan segera berakhir masa HGU.


Penjarahan disertai kekerasan yang telah berlangsung sejak September 2025 tersebut memberikan dampak langsung kepada pendapatan 2.400 orang pekerja berserta keluarganya yang selama ini menggantungkan hidup disana.


Penjarahan Tandan Buah Segar itu tidak hanya menghilangkan hasil panen kebun, tetapi juga secara langsung mempengaruhi pendapatan mereka yang menggantungkan penghasilan pada produksinya.


Rusli Cut Ali, salah seorang pekerja kebun mengaku kepada awak media bahwa kondisi tersebut telah memberikan dampak yang sangat berat bagi keluarganya.


"Dulu insentif panen, yang kami sebut premi, menjadi harapan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Nilainya Rp 2-5 juta perbulan. Sekarang sudah dari akhir tahun lalu kami tidak mendapatkannya,” ungkap Rusli, Kamis (18/06/2026).


Menurutnya hal ini sangat mengganggu. “Sedangkan anak-anak tetap harus sekolah, periuk nasi harus diisi, sementara penghasilan yang biasa kami andalkan sudah tidak ada lagi. Kami hanya berharap penjarahan ini segera berakhir agar kehidupan kami bisa kembali normal,” pintanya.


Bagi para pekerja PTPN, selain gaji, premi menjadi bagian penting dari pendapatan bulanan mereka. Ketika produksi terganggu akibat pencurian dan penjarahan, premi yang biasanya diterima ikut tergerus  bahkan nihil.


Region Head PTPN IV Regional 6, Yudi Cahyadi menyatakan pihaknya telah berupaya maksimal untuk mencegah penjarahan termasuk dalam  menyelesaikan proses pengurusan perpanjangan HGU yang menjadi akar permasalahan. 


“Upaya-upaya pengamanan dan koordinasi dengan aparat terkait telah kami lakukan. Laporan ke Polisi juga sudah berulang kali. Kita juga sudah mengadu ke pemerintah hingga DPR. Upaya pengurusan perpanjangan HGU juga sudah dilakukan sesuai aturan. Namun aksi penjarahan di Kebun Cot Girek oleh warga pendatang ini malah terus berlarut-larut,” ungkapnya.


Yudi juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami pekerja bersama keluarga serta masyarakat sekitar yang sebagian besar menggantungkan hidup dari perkebunan sawit BUMN di negeri serambi Mekah tersebut.


"Kita tentu sangat prihatin. Sekali lagi, kita berharap konflik sosial antara pekerja yang merupakan warga cot girek selama puluhan tahun, dengan warga pendatang yang menjarah ini tidak sampai terjadi” ujar Yudi.


Untuk itu pihaknya terus berharap negara melalui seluruh pihak terkait dapat membantu penyelesaian atas tindakan kriminal yang telah berdampak signifikan tidak hanya bagi pekerja, namun juga menimbulkan kerugian bagi negara tersebut.


⁠Diutarakannya, luas areal yang diokupasi dan dijarah mencapai sekitar 3.200 Ha. Ini mendatangkan kerugian  akibat kehilangan produksi hingga puluhan milyar.


“Sampai awal Juni ini, perhitungan kerugian mencapai Rp 62,6 Milyar. Itu diluar kerusakan tanaman yang nilainya hampir Rp 1 milyar,” terang Yudi.


“Untuk itu kami sangat memohon bantuan seluruh pihak untuk menyelesaikan pernasalahan ini. Semakin banyak hasil panen yang hilang, semakin besar kerugian negara dan yang terutama, semakin besar pula dampaknya terhadap pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada aktivitas perkebunan," tukasnya.


Yudi juga menambahkan manajemen PTPN akan terus berupaya guna memperjuangkan aset negara, hak-hak para pekerja sawit dan masyarakat yang bergantung di dalamnya.


"Kebijakan manajemen akan selalu tegak lurus dengan harapan seluruh pekerja dan masyarakat, yaitu permasalahan ini bisa diselesaikan. Tidak perlu ada konflik fisik yang terjadi dan negara tidak perlu lagi menanggung rugi. Kita ingin kebun yang aman, produksi yang kembali normal, sebab di balik setiap tandan buah sawit yang hilang, terdapat hak dan kesejahteraan masyarakat yang ikut terampas," tutupnya. (don)

Siap-Siap Upgrade Gadget Impianmu! Blibli XPO 2026 Hadir di Grand Indonesia, Banjir Promo dan Gratis Perlindungan s.d. 36 Bulan

Jumat, Mei 29, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Momentum belanja tengah tahun akhirnya tiba!  Bagi kamu yang menantikan waktu terbaik untuk upgrade smartphone, laptop, smartwatch, dan wearable device kekinian, Blibli XPO 2026 resmi hadir mulai 27-31 Mei 2026 di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Level 1.


Diselenggarakan oleh PT Global Digital Niaga Tbk melalui entitas anak PT Global Teknologi Niaga (GTNi), Blibli XPO 2026 dirancang sebagai trusted go-to destination untuk memenuhi seluruh kebutuhan digital essentials pelanggan. 


Acara ini menawarkan pengalaman belanja offline yang lebih interaktif dan seamless, dimana pengunjung bisa mencoba langsung gadget keluaran terbaru  dari brand ternama sekaligus berburu beragam promo spesial. 


“Blibli XPO 2026 menjadi destinasi wajib bagi tech-savvy dan pelanggan yang ingin berbelanja dengan jaminan untung maksimal. Untuk itu, kami berikan deretan promo terbaik agar upgrade gadget menjadi lebih praktis, aman, dan menguntungkan,” ujar Wisnu Iskandar, CEO PT Global Teknologi Niaga (GTNi).



Keuntungan Ekslusif Pengunjung Blibli XPO 2026

  1. Potongan device ekstra: dapatkan potongan harga perangkat hingga Rp5 juta. 

  2. Trade-in makin mudah: Tukar tambah gadget lama dan nikmati potongan tambahan hingga Rp3 juta. 

  3. Diskon kartu kredit: dapatkan potongan ekstra hingga Rp1,5 juta dari kartu kredit. Serta promo spesial gratis 1x cicilan khusus untuk pengguna kartu kredit BCA (kuota terbatas dan selama persediaan masih ada). 

  4. Cicilan Triple Zero 0%: bawa pulang gadget impian dengan cicilan 0%, provisi 0%, dan admin Rp0. 

  5. Ketenangan maksimal: kamu bisa dapat benefit unggulan, Gratis Perlindungan Lengkap hingga 36 bulan untuk melindungi gadget baru dari berbagai risiko tak terduga sejak hari pertama pembelian dan setelah melakukan aktivasi.

  6. Aksesoris digital murah meriah: lengkapi gadget dengan diskon aksesoris hingga 80%. 

  7. Talk show interaktif


Jajal Langsung Gadget Paling Hype Tahun Ini

Masih bingung menentukan pilihan? Di Blibli XPO 2026, pengunjung tidak hanya melihat produknya langsung, tersedia juga deretan gadget teranyar yang siap dijajal performanya, mulai dari MacBook Neo, Huawei Fit5 Series hingga OPPO Find X9. 


Selain itu, tersedia smartphone, laptop, tablet, wearable device, audio gadget premium, hingga berbagai aksesori digital. 

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat berinteraksi langsung dengan para expert untuk berkonsultasi, membandingkan perangkat, hingga mengikuti talk show interaktif yang seru.


Tunggu Apa Lagi? Jangan sampai terlewat! Segera kunjungi Blibli XPO 2026 di Main Atrium Grand Indonesia East Mall, Level 1, dan nikmati perpaduan sempurna antara produk teknologi terbaru, promo luar biasa, serta pengalaman omnichannel yang lancar.


Untuk informasi terbaru dan berbagai kejutan menarik lainnya, pantau terus Instagram resmi kami di @Bliblistore.id. (rel/doni)

Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Selasa, Mei 26, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Industri kelapa sawit nasional menghadapi tekanan ganda dalam lima tahun terakhir. Di satu sisi, permintaan terhadap produk sawit berkelanjutan semakin ketat di pasar global. Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia justru cenderung stagnan.


Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan bahan baku sawit nasional, termasuk saat pemerintah tengah mempercepat hilirisasi dan meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis sawit menuju implementasi B50 pada 2026.


Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono mengatakan, stagnasi produksi menjadi tantangan paling mendesak yang kini dihadapi industri sawit nasional.


“Lima tahun terakhir produksi kita stagnan. Tahun 2025 memang naik sedikit. Produksi CPO sekitar 51,6 juta ton, total produksi 56,5 juta ton. Padahal seharusnya bisa lebih dari 60 juta ton,” sebut Eddy dalam diskusi industri sawit di Jakarta, baru-baru ini.


Menurut Eddy, salah satu penyebab utama stagnasi ialah lambatnya program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Padahal, program tersebut dinilai strategis untuk mengganti tanaman tua dengan bibit unggul yang lebih produktif.


Selain persoalan produktivitas, sektor sawit nasional juga menghadapi tantangan sertifikasi dan keterlacakan rantai pasok. Tuntutan itu semakin menguat setelah Uni Eropa menerapkan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mewajibkan produk bebas deforestasi serta dapat ditelusuri hingga tingkat kebun.


Eddy menilai kesiapan petani rakyat dalam memenuhi standar tersebut masih rendah.


“Petani rakyat yang sudah ISPO belum sampai 5 persen. Padahal pasar sekarang menuntut sertifikasi dan traceability,” katanya.


Di tengah tantangan itu, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo terus menggesa program transformasi sawit rakyat melalui skema “BUMN untuk Sawit Rakyat”. Program yang difokuskan pada peningkatan produktivitas kebun petani sekaligus penguatan tata kelola berkelanjutan.



Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, peningkatan produksi nasional tidak dapat dilepaskan dari perbaikan produktivitas kebun rakyat yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit Indonesia.


“Kalau bicara stagnasi produksi nasional, maka gap itu salah satunya dapat ditutup dari sawit rakyat. Karena itu PalmCo hadir melalui program plasma dan pendampingan terpadu agar produktivitas petani meningkat, mulai dari penggunaan bibit unggul, kultur teknis, pembinaan kelembagaan petani sampai kepastian penyerapan hasil produksi,” ujarnya.


Menurut Jatmiko, perusahaan tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga menjalankan pola pengelolaan terpadu melalui skema single management dan avalis produksi. Skema tersebut diterapkan untuk menjaga standar budidaya sekaligus memastikan produktivitas kebun petani tetap terukur.


PalmCo menggandeng Pusat Penelitian Kelapa Sawit dalam penyediaan bibit unggul bersertifikat. Melalui penerapan praktik budidaya yang lebih disiplin, produktivitas kebun rakyat binaan perusahaan disebut mampu mencapai rata-rata 20 ton tandan buah segar per hektare pada tanaman usia TM II Bahkan, pada sejumlah lokasi produktivitas mencapai 23,9 ton per hektare atau setara sekitar 4 ton CPO per hektare.


Angka tersebut berada di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini masih berkisar 2-3 ton CPO per hektare.


Jatmiko mengungkapkan, peningkatan produktivitas sawit rakyat ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kebutuhan pangan, energi, dan ekspor nasional di tengah meningkatnya konsumsi domestik untuk biodiesel.


Selain memperkuat sektor hulu, PalmCo juga mulai mendorong pemanfaatan biomassa dan limbah sawit sebagai sumber energi hijau untuk mendukung agenda transisi energi nasional.


Direktur Industri Kemurgi, Oleokimia, dan Pakan Kementerian Perindustrian Krisna Septiningrum menilai peningkatan produktivitas sawit rakyat harus ditopang penggunaan bibit unggul dan perawatan kebun yang baik agar tanaman lebih cepat menghasilkan.


Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha sekaligus peneliti sawit Universitas Indonesia Eugenia Mardanugraha menegaskan bahwa hilirisasi sawit nasional tidak akan optimal tanpa peningkatan produksi di tingkat petani.


Menurut dia, penguatan sawit rakyat menjadi semakin penting menjelang implementasi mandatori B50 pada tahun depan agar keseimbangan pasokan untuk pangan, energi, dan ekspor tetap terjaga. (don/rel)

Nyaris Seribu Kantong Darah Terkumpul, Solidaritas Karyawan PTPN IV PalmCo Mengalir ke Berbagai Daerah

Sabtu, Mei 09, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Kesadaran akan pentingnya ketersediaan darah bagi layanan kesehatan mendorong PTPN IV PalmCo terus menggencarkan aksi donor darah di berbagai wilayah operasional perusahaan.


Sepanjang 2026, perusahaan perkebunan tersebut berhasil menghimpun 883 kantong darah melalui rangkaian kegiatan donor darah yang digelar di sejumlah daerah di Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Banten, hingga Sulawesi.


Program donor darah itu dilaksanakan bekerja sama dengan sejumlah unit Palang Merah Indonesia (PMI) dan fasilitas kesehatan daerah. Sejumlah cabang PMI yang terlibat antara lain PMI Kota Sukabumi, PMI Kota Bandar Lampung, PMI Kota Palembang, PMI Kota Medan, PMI Kabupaten Deli Serdang, hingga PMI Kota Tebing Tinggi.


Puncak kegiatan donor darah digelar di Kantor Pusat PTPN IV PalmCo, Jakarta, Kamis (7/5/2026) lalu. Sejak pagi, ratusan karyawan tampak memadati area registrasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum mendonorkan darah.


Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan donor darah telah menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang sehat sekaligus memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan perusahaan.


“Donor darah bukan sekadar kegiatan rutin. Ada nilai kemanusiaan dan keberlanjutan yang ingin terus dibangun. Kesehatan menjadi aset penting, baik bagi perusahaan maupun masyarakat,” ucap Ugun dalam sambutannya.


Ia juga menyinggung sejarah perkembangan transfusi darah yang menurutnya menjadi pengingat penting tentang peran ilmu pengetahuan dalam menyelamatkan nyawa manusia. Penemuan sistem golongan darah ABO oleh ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, disebutnya membuka jalan bagi transfusi darah yang aman hingga saat ini.


“Melalui donor darah, kita bisa saling membantu dengan cara yang sederhana, tetapi berdampak besar,” katanya.


Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam kegiatan tersebut. Dari sekitar 215 pendaftar, sebanyak 175 orang dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan berhasil mendonorkan darah.


Perwakilan PMI Kota Sukabumi, Khairil Nafis, mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam mendukung pemenuhan stok darah di daerah.


“Pasokan darah sangat penting untuk menjaga kebutuhan rumah sakit dan pasien. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara berkala,” ujarnya.


Di tengah padatnya aktivitas operasional perusahaan, sejumlah karyawan mengaku tetap antusias mengikuti donor darah. Arlan, salah satu peserta, menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kerja.


Hal senada disampaikan Teddy Bakyard yang mengaku bangga dapat ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut. Sementara itu, karyawan lainnya, Andrifan, berharap darah yang didonorkannya dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.


“Walaupun hanya satu kantong, mudah-mudahan bisa sangat berarti bagi orang lain,” katanya.


Bagi Anastasya Indriani, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga simbol harapan bagi sesama. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi agenda rutin perusahaan.


Melalui rangkaian donor darah yang digelar di berbagai daerah, PTPN IV PalmCo tidak hanya berupaya memperkuat budaya sehat di lingkungan kerja, tetapi juga berkontribusi menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat. Di tengah kebutuhan darah yang kerap meningkat, keterlibatan dunia usaha dinilai menjadi salah satu penopang penting bagi keberlangsungan layanan kesehatan. (rel/don)

Pabrik Sawit PTPN IV PalmCo Raih PROPER Hijau, Dorong Transisi Energi dan Efisiensi

Selasa, Mei 05, 2026


JAKARTA (patimpus.com) - Upaya penguatan praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit kembali mendapat pengakuan. Dua unit pabrik milik Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, yakni Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi, meraih peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.


Penghargaan tersebut diumumkan dalam seremoni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Peringkat Hijau dalam PROPER menunjukkan bahwa perusahaan dinilai telah melampaui standar kepatuhan dasar pengelolaan lingkungan atau beyond compliance.


Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan capaian ini mencerminkan arah transformasi perusahaan yang semakin menitikberatkan pada efisiensi energi dan penurunan emisi.


“Kami berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan serta menekan emisi di area produksi. Ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan,” ujar Jatmiko kepada media, Selasa (05/05/2026).


Salah satu inovasi diterapkan di PKS Sei Mangkei yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Pabrik ini mengoperasikan fasilitas methane capture yang menangkap gas metana dari limbah cair kelapa sawit (POME) untuk diolah menjadi energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg). Pemanfaatan ini dinilai mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan efisiensi energi internal pabrik.


Sementara itu, PKS Bah Jambi melakukan sejumlah langkah efisiensi operasional, antara lain konversi pompa air berbahan bakar solar menjadi pompa listrik. Berdasarkan data perusahaan, langkah ini menurunkan konsumsi solar secara signifikan, dari 3.695 liter pada 2023 menjadi 2.364,7 liter pada 2024. Selain itu, otomatisasi pada tangki air panas juga diterapkan untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.


Dalam pengelolaan limbah padat, kedua pabrik memanfaatkan serat kelapa sawit sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik dan produksi uap. Adapun limbah tandan kosong (jangkos) dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Khusus di Bah Jambi, limbah tersebut juga dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar sebagai media tanam jamur.


Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan perusahaan menargetkan peningkatan kinerja lingkungan di seluruh unit operasional. Saat ini, manajemen menetapkan standar minimal peringkat Biru untuk seluruh pabrik dan kebun.


“Kami mendorong lebih banyak unit untuk naik ke peringkat Hijau pada periode berikutnya, bahkan dalam jangka panjang menuju PROPER Emas,” kata Ugun.


Berdasarkan data Rapor Final PROPER 2024–2025, sejumlah unit usaha lainnya di lingkungan PTPN IV PalmCo telah memenuhi standar kepatuhan lingkungan dan meraih peringkat Biru.


Capaian ini menjadi bagian dari upaya industri sawit nasional untuk menjawab tantangan keberlanjutan, di tengah tuntutan global terhadap praktik produksi yang lebih ramah lingkungan. (rel/don)

Ekobis

Pendidikan

Hukum