Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Bukan Sekadar Mutu, PalmCo Mampu Pastikan Asal-usul CPO

Minggu, September 13, 2026

JAKARTA (patimpus.com) - Persaingan industri kelapa sawit tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kemampuan menghasilkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam jumlah besar.

Kepastian pasokan, konsistensi mutu, hingga asal-usul bahan baku kini semakin menjadi pertimbangan pembeli, terutama di pasar global.

Perubahan tuntutan tersebut mendorong produsen sawit untuk memperkuat pengelolaan dari kebun hingga pabrik. Selain menjaga produktivitas, perusahaan dituntut mampu menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan berasal dari rantai pasok yang dikelola dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Kondisi itu menjadi perhatian sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo. Perusahaan menyatakan terus memperkuat konsistensi produksi sekaligus memperluas cakupan sertifikasi keberlanjutan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan mitra bisnis.

Pada semester I-2026, PalmCo mencatat produksi CPO lebih dari 1,2 juta ton. Pada periode yang sama, tingkat rendemen CPO tercatat 23,47 persen, sedangkan rata-rata produktivitas CPO berada pada 2,18 ton per hektar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan konsistensi mutu dan keandalan pasokan menjadi bagian penting dari hubungan perusahaan dengan pelanggan, yang mayoritas berasal dari segmen business to business (B2B).

"Pelanggan di sektor industri membutuhkan jaminan bahwa bahan baku yang mereka serap diproduksi melalui tata kelola agronomi dan pabrik yang efisien," kata Jatmiko, Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, capaian produksi dan rendemen pada paruh pertama tahun ini menjadi salah satu indikator kinerja operasional perusahaan. Stabilitas tersebut dinilai penting bagi industri pengguna CPO yang membutuhkan kepastian volume sekaligus spesifikasi bahan baku.

Namun, ukuran kualitas produk sawit kini berkembang. Bagi pembeli, khususnya yang terhubung dengan pasar ekspor, produk yang memenuhi spesifikasi teknis belum selalu cukup. Informasi mengenai sumber bahan baku dan bagaimana komoditas tersebut diproduksi semakin menjadi bagian dari persyaratan rantai pasok.

Ketertelusuran Menjadi Tuntutan

Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo Rury C Baskoro mengatakan perusahaan melihat transparansi dan ketertelusuran atau traceability sebagai bagian yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan pembeli.

"Transparansi dan ketertelusuran adalah hak pelanggan yang wajib kami penuhi," ujar Rury.

Hingga semester I-2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun yang dikelola PalmCo telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sertifikasi tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan pelaku industri untuk menunjukkan penerapan standar produksi sawit berkelanjutan.

Aspek yang diperhatikan antara lain pengelolaan lingkungan, kondisi kerja, serta hubungan dengan masyarakat di sekitar kegiatan perkebunan.

Bagi produsen sawit, penguatan aspek tersebut semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Rury mengatakan cakupan sertifikasi yang dimiliki perusahaan diharapkan dapat memperkuat posisi produk PalmCo ketika berhadapan dengan pembeli yang menerapkan persyaratan keberlanjutan dalam rantai pasoknya.

Dengan demikian, persaingan produsen sawit tidak hanya berlangsung pada persoalan berapa banyak CPO yang dapat diproduksi. Kemampuan menjaga mutu, menjamin pasokan, serta menjelaskan asal-usul dan proses produksi komoditas tersebut menjadi bagian yang semakin menentukan dalam mempertahankan akses ke pasar.

Momentum Hari Pelanggan Nasional pada September ini pun menjadi pengingat bagi industri bahwa kebutuhan pelanggan telah berkembang.

Bagi produsen sawit, pelayanan kepada pelanggan tidak berhenti ketika CPO dikirimkan, tetapi juga mencakup kemampuan memastikan produk tersebut memenuhi standar yang semakin kompleks dari pasar. (don)

Mau Dapat Bansos, Seluruh Warga Diminta Buka Rekening BRI dan BSI

Selasa, September 08, 2026

Screenshot Youtube

JAKARTA (patimpus.com) - Seluruh masyarakat Indonesia wajib memiliki rekening PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) jika ingin mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah.

Dikutip dari Tirto.id, Pembukaan rekening perbankan untuk seluruh masyarakat Indonesia itu diminta langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian daripada memperluas inklusi keuangan. 

"Tadi Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia itu mempunyai rekening koran. Jadi tentu diminta untuk BRI dan juga Bank Syariah Indonesia itu mempersiapkan rekening untuk masyarakat," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan pers, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, BRI dan BSI akan menggunakan data masyarakat yang direkam oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri).

Tidak langsung menggunakan data yang tersedia, data masyarakat yang ada di Dukcapil tersebut nantinya akan terlebih dulu dipadankan dengan sistem yang ada di Bank Indonesia (BI).

Artinya, pencocokan data identitas penduduk akan dilakukan dengan data atau sistem pembayaran yang dimiliki atau dikelola BI, sehingga satu orang dapat dikenali secara konsisten dalam ekosistem pembayaran.

"Pertama, untuk payment system-nya dan yang kedua untuk gateway system-nya," sambung Airlangga.

Dengan kepemilikan rekening bank berbasis data kependudukan ini, nantinya bantuan sosial (bansos) atau program pemerintah lainnya dapat disalurkan secara langsung kepada penerima manfaat. Oleh karena itu, rekening masyarakat juga akan terhubung dengan sistem pembayaran QRIS.

Melalui pembuatan rekening ini pula, pemerintah berharap tingkat inklusi keuangan Indonesia dapat terkerek naik.

"Nah, ini yang disiapkan agar literasi dan juga inklusi keuangan kita bisa mencapai seoptimal, mungkin lebih tinggi dari yang sudah kita capai. Nah, tentu kedepannya berbagai program nanti akan dikirimkan kepada rekening-rekening yang disiapkan untuk warga negara tersebut," jelas Airlangga.

Sementara itu, berdasarkan hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan sebesar 69,57 persen.

Airlangga menyebut capaian literasi keuangan Indonesia bahkan telah melampaui standar yang digunakan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yakni sekitar 63 persen.

“Angka ini relatif baik. Kalau dibandingkan dengan OECD, standar literasi keuangannya sekitar 63 persen, sedangkan survei kita mencapai 69,57 persen,” ujarnya. (tirto/don)

Menteri Lingkungan Hidup-PTPN IV PalmCo Luncurkan Gerakan Tanam 1,5 Juta Pohon

Sabtu, Agustus 22, 2026


PEKANBARU (patimpus.com) - Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat bersama sub Holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo meluncurkan gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah operasional, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi.


Gerakan yang dipusatkan dari PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Riau, Jumat (21/8) itu menjadi bagian dari dukungan PTPN IV PalmCo terhadap program penanaman 2 miliar pohon yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat pemulihan dan pelestarian lingkungan.


Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi langkah PalmCo yang menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan bersama dengan cakupan wilayah yang luas.


"Saya berterima kasih bahwa ada inisiatif dari perusahaan negara yang begitu membanggakan karena ikut memastikan keberlanjutan lingkungan," kata Menteri Jumhur kepada wartawan di Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).


Ia pun berharap program yang dilangsungkan oleh PTPN IV dan tercatat sebagai perusahaan perkebunan pertama di Indonesia yang berkomitmen mendukung upaya penguatan vegetasi serta sejalan dengan program 2 miliar pohon oleh KLH tersebut dapat dijadikan contoh oleh perusahaan-perusahaan lainnya. 


"Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh oleh (perusahaan perkebunan) swasta untuk mencontoh BUMN," ujarnya. 


Lebih jauh, ia turut mengapresiasi inisiatif PTPN yang melangsungkan program tersebut pada wilayah yang teridentifikasi sebagai high conservation value (HCV), termasuk kawasan sempadan sungai. Langkah itu, kata dia, tidak hanya menjaga lingkungan, namun turut memberikan kebaikan kepada masyarakat sekitar. 


"Program yang diusung PTPN IV ini sebenarnya tidak menghentikan kegiatan ekonomi, namun justru growth through environmental," tuturnya. 


Gerakan penanaman 1,5 juta pohon sendiri dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah operasional PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari komitmen perusahaan perkebunan negara dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas usaha dan kelestarian lingkungan.


Direktur Aset Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Agung Setya Imam Effendi menyambut baik gerakan penanaman  1,5 juta bibit pohon yang diinisiasi PTPN IV PalmCo itu. Ia mengatakan bahwa inisiatif tersebut sebagai tindak lanjut arahan transformasi Danantara yang dilangsungkan PTPN grup.


"Sejujurnya kami sangat antusiasi ketika kemarin Pak Jatmiko menyampaikan gagasan untuk menggerakkan penanaman pohon secara masif di seluruh wilayah operasional. Dan gerakan ini juga merupakan bagian dari mendukung inisiatif 2 miliar tanam pohon Pak Menteri. Tentu Ini adalah sebuah langkah yang sangat relevan dengan arah transformasi Danantara," kata Agung. 


Untuk itu dirinya ingin mereplikasi inisiatif ini agar semakin luas. “Kita akan dorong PTPN grup agar menjalankan hal serupa secara terstruktur dan berkelanjutan,” tambahnya.


Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menjelaskan gerakan  1,5 juta pohon ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun ke depan. 


“Yang kami lakukan sekarang adalah menyatukan berbagai upaya tersebut dalam satu gerakan yang lebih besar. Hari ini kita mulai dengan 1,5 juta pohon. Besok dan tahun-tahun berikutnya, kita rawat dan kita lanjutkan,” katanya.


Ia menjelaskan PTPN IV PalmCo mendapat amanah dari pemerintah untuk mengelola sekitar 648 ribu hektare perkebunan negara yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi.


Dari luasan tersebut, sebanyak 27.057 hektare teridentifikasi sebagai kawasan dengan nilai konservasi tinggi atau high conservation value (HCV), termasuk di dalamnya kawasan sempadan dan riparian sungai.


Menurut Jatmiko, program penghijauan dan revegetasi bukan merupakan kegiatan baru bagi PTPN IV PalmCo. Seluruh regional telah menjalankan penanaman pohon, pemulihan kawasan konservasi, serta revegetasi di sekitar sempadan sungai dalam beberapa tahun terakhir.


Sejak dibentuk pada Desember 2023 lalu, PTPN IV PalmCo telah melakukan penanaman 211 ribu pohon dengan cakupan areal mencapai sekitar 2.116 hektare.


“Dan yang kami lakukan sekarang adalah menyatukan berbagai upaya tersebut dalam satu gerakan yang lebih besar,” ujarnya.


Kegiatan peluncuran tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Jatmiko mengatakan keterlibatan berbagai pihak menjadi penting karena upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan perusahaan secara parsial. 


“Bagi kami, menjaga lingkungan bukan pekerjaan tambahan. Ini bagian dari cara kami menjalankan usaha,” tuturnya.


Ia menyebut lingkungan di sekitar perkebunan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari aktivitas perusahaan, mulai dari sungai, hutan, tanah, masyarakat hingga keanekaragaman hayati.


Karena itu, gerakan penanaman 1,5 juta pohon diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan perawatan bersama sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.


“Bersama pak menteri kita memulai. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian dari upaya bersama yang lebih besar dalam menjaga lingkungan Indonesia,” demikian Jatmiko. (don)

Makin Sat-Set, Blibli Hadirkan Tukar Tambah Online dan Pickup di Toko

Selasa, Agustus 11, 2026


JAKARTA (patimpus.com) - Saat ingin upgrade gadget, konsumen kerap dihadapkan pada pilihan dilematis seperti: gadget lama mau dikemanakan.


Khawatir harus menunggu pengiriman saat belanja online, atau datang langsung ke toko fisik tapi kehabisan stok, Blibli akhirnya merilis inovasi solusi untuk tantangan tersebut melalui fitur Tukar Tambah Online dengan Pickup di Toko. 


Mengapa inovasi fitur itu penting? Pendekatan belanja omnichannel kini telah menjadi standar baru bagi konsumen elektronik. Temuan PwC Voice of the Consumer Survey 2024 menunjukkan bahwa 46% konsumen di Asia Pasifik memilih berbelanja di toko fisik dan 45% memanfaatkan smartphone. Blibli merespons tren ini dengan menghubungkan kepastian transaksi digital dan kenyamanan layanan tatap muka.


“Di Blibli, kami memahami bahwa pelanggan tidak hanya mencari penawaran terbaik, tetapi juga efisiensi waktu dalam memastikan ketersediaan barang serta kemudahan upgrade gadget. Oleh karena itu, kami menghadirkan Fitur Click & Collect untuk Tukar Tambah Gadget di Blibli Store dan hello Store. Melalui fitur ini, pelanggan dapat bertransaksi via aplikasi atau situs website Blibli untuk mengamankan alokasi produk, lalu mengambilnya langsung di toko fisik pilihan. Pendampingan dari Sales Assistant saat proses tukar tambah pun memastikan pengalaman upgrade gadget omnichannel yang lebih praktis, terencana, dan seamless.” ujar Edward Kilian S, Group Head Emerging Business, Blibli.


Satu Proses Terintegrasi


Inovasi terbaru ini menghadirkan pengalaman omnichannel yang lebih mulus.


Stok terjamin. Pelanggan dapat memastikan ketersediaan stok serta menyelesaikan transaksi terlebih dahulu secara online, lalu cukup datang ke Blibli Store atau hello Store yang telah dipilih untuk menyerahkan perangkat lama dan membawa pulang gadget baru.


Pendampingan penuh. Di toko, Sales Assistant siap mendampingi seluruh proses purnajual, mulai dari verifikasi unit, transfer data, aktivasi perangkat, hingga factory reset pada perangkat lama. Dengan begitu, proses upgrade gadget menjadi jauh lebih praktis, terencana, dan nyaman dari awal hingga siap digunakan.


Ada di berbagai kota di Indonesia. Didukung lebih dari 167 Blibli Store dan 159 hello Store, pelanggan kini bisa memilih toko yang paling dekat dengan lokasi mereka tanpa perlu khawatir soal ketersediaan stok. Semua sudah dipastikan sejak transaksi dilakukan secara online, sehingga waktu di toko bisa digunakan untuk menyelesaikan proses trade-in dan langsung membawa pulang perangkat baru.


Hemat waktu. Pada akhirnya, membeli gadget baru bukan hanya soal mendapatkan perangkat terbaru. Yang tak kalah penting adalah bagaimana seluruh prosesnya terasa mudah, nyaman, dan membuat pelanggan lebih tenang. 


Promo Khusus. Pelanggan dapat memanfaatkan penawaran diskon tukar tambah hingga Rp1 juta selama periode 1–31 Agustus 2026. 




Cara Tukar Tambah Online dengan Pickup di Toko


  1. Pilih gadget yang ingin dibeli melalui aplikasi atau website Blibli.

  2. Pada halaman perangkat, pilih lokasi toko melalui menu Pickup di Store/Ambil di Toko, lalu pilih opsi Tukar Tambah.

  3. Isi informasi detail perangkat lama dan lengkapi survei kondisi perangkat.

  4. Selesaikan pembayaran dengan memanfaatkan voucher yang tersedia.

  5. Datang ke toko Blibli Store dan hello Store yang dipilih untuk mengambil perangkat baru, menyerahkan perangkat lama,  sekaligus mendapatkan bantuan aktivasi, transfer data dari sales assistant.


Dengan layanan ini, pelanggan dapat menikmati proses upgrade gadget yang lebih praktis dari transaksi online hingga perangkat baru siap digunakan. (rel/don)

Wabup Tanah Datar ‎Buka Pameran Foto Prahara Pulau Emas, Minta Masyarakat Belajar Dari Bencana

Senin, Juli 27, 2026


SUMATERA BARAT (p‎atimpus.com) - Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, membuka secara resmi pameran foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas di Istana Baso Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (27/07/2026). 

‎Pameran ini terselenggara berkat kolaborasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Matawaktu, PT PLN (Persero) dan Pemkab Tanah Datar. 

‎Pameran foto jurnalistik tersebut menampilkan dokumentasi visual bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumbar pada penghujung 2025.

‎Fadly mengakui foto-foto yang ditampilkan pada pameran sangat membuat hati terenyuh. Melalui foto-foto yang ditampilkan,  pengunjung bisa melihat secara detail dan merasakan bagimana dampak dari bencana yang melanda. 

‎"Tentu hal ini menimbulkan empati sangat dalam buat kita. Membuat kita lebih sadar lagi menjaga alam ini, baik kita di pemerintahan, swasta dan masyarakat luas," ujar Fadly dalam keteranganya. 

‎Melalui pameran foto ini, kata Fadly lagi,  menyadarkan semua pihak bagaimana pentingnya menjaga alam. Dan juga, memperlihatkan bagaimana semangat gotongroyong terbangun dalam situasi yang sulit.  

‎"Kalau kita menjaga alam, alam itu juga menjaga kita. Mudah-mudahan dengan melalui pameran foto ini membuat kesadaran bagi kita supaya kita lebih aware lagi mencintai lingkungan. Dan dalam pameran foto ini juga menampilkan semangat gotongroyong, masyarakat saling bantu membantu," ucapnya. 

‎Fadly mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi sebesar-besarnya kepada PFI yang telah menggelar pameran foto tersebut. Apalagi, dipilihnya Tanah Datar sebagai lokasi kegiatan. 

‎"Kami patut berbangga karena pameran ini pertama kali dilaksanakan di Sumbar, terutama di Kabupaten Tanah Datar yang berlokasi di Istana Baso Pagaruyung kebanggan kita," kata dia. 

‎Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ke depan akan siap berkolaborasi dengan PFI. Salah satunya, upaya meningkatkan pariwisata. 

‎"Melalui pameran foto tentunya bisa menampilkan hal yang indah di wilayah kami, membuat orang berkunjung di Tanah Datar," tuturnya.

‎Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran foto ini bagian dari roadshow pameran karya fotografi jurnalistrik di tiga provinsi yang terdampak bencana. 

‎"Kami berharap dengan adanya pameran ini mengingatkan kepada kita, kepada generasi kita bahwa besok lusa mereka akan melihat Sumatra pernah hancur seperti ini," kata Hendra.

‎"Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga atau pun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita," sambungnya. 

‎Hendra menambahkan, pameran foto ini menyajikan peristiwa bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut beserta upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana. 

‎"Kami menampilkan 68 karya foto dari 38 pewarta foto di Indonesia yang saat peristiwa bencana alam turun langsung mendokumentasikan," jelasnya. 

‎Sementara itu, Ketua PFI Padang Arif Pribadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah mendukung terselenggaranya pameran foto tersebut. (Soni)

Ekobis

Pendidikan

Hukum

Kesehatan

Komunitas

Jajanan

Peristiwa