Temani Pemudik di Stasiun KA Medan, BKKBN Sumut Hadirkan Layanan Kesehatan dan Konseling
| Selasa, Maret 17, 2026

By On Selasa, Maret 17, 2026


PATIMPUS.COM - Di tengah meningkatnya arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menghadirkan Posko Layanan Mudik di Stasiun Kereta Api Medan, Senin (16/3/2026). 


Posko ini menjadi ruang pelayanan bagi para pemudik untuk beristirahat sejenak sekaligus memanfaatkan berbagai layanan kesehatan dan keluarga.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, meninjau langsung pelaksanaan posko tersebut dan menyapa para pemudik yang tengah menunggu keberangkatan kereta. Menurutnya, kehadiran posko ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap terlayani selama perjalanan mudik.


“Kami dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ingin hadir bersama keluarga yang mudik. Negara harus hadir di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman,” ujar Fatmawati.


Melalui posko tersebut, BKKBN Sumatera Utara menyediakan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan para pemudik, mulai dari pelayanan keluarga berencana (KB) gratis berupa pil KB, pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah dan asam urat, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat.


Bagi pemudik yang membutuhkan ruang berbagi dan konsultasi, tersedia pula layanan konseling keluarga melalui Satyagatra Andaliman, pusat pelayanan keluarga sejahtera yang memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan keluarga.


Selain layanan kesehatan dan konseling, suasana posko juga dihangatkan dengan pembagian bingkisan, parcel, serta takjil gratis bagi para pemudik yang melintas di Stasiun Kereta Api Medan. Layanan ini diharapkan dapat menambah kenyamanan masyarakat yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut juga turut menghadiri kegiatan pelepasan peserta program Mudik Gratis bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM, yang dilaksanakan di lokasi yang sama. Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati menyapa para pemudik sekaligus memberikan semangat agar perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di kampung halaman.


Fatmawati menegaskan bahwa pelayanan kepada pemudik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga yang sehat dan kuat merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa.


“Kami berharap para pemudik tetap menjaga kesehatan selama perjalanan dan dapat merasakan kebahagiaan saat berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman,” tutupnya. (don)

RSUD Pirngadi Siaga Selama Libur Lebaran, IGD Tetap Buka 24 Jam
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa libur dan cuti bersama.


Hal ini disampaikan Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026), terkait kesiapan rumah sakit dalam menghadapi  kebutuhan layanan kesehatan pada masa libur dan cuti bersama.


Gibson mengatakan, RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat selama masa libur dan cuti bersama.


Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap melayani masyarakat selama 24 jam dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten,” ujar Gibson.


Ia menjelaskan, pihak rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, ruang rawat inap, layanan penunjang serta ambulans tetap dalam kondisi siaga untuk melayani pasien gawat darurat maupun rujukan.


Selain itu, Gibson menyampaikan bahwa pelayanan Poliklinik Rawat Jalan akan tutup sementara mulai 18 Maret hingga 24 Maret dalam rangka libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026.


Namun demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan selama masa libur dan cuti bersama tetap dapat datang ke IGD. “Pasien yang membutuhkan pelayanan selama libur dan cuti bersama, khususnya yang memerlukan pelayanan gawat darurat, dapat dilayani di IGD yang tetap buka selama 24 jam,” jelasnya.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, RSUD Pirngadi juga menyiagakan sejumlah tenaga medis, termasuk dokter jaga di IGD.


“RSUD Dr. Pirngadi tetap menyiapkan dokter jaga IGD. Selain itu, kami juga menyiagakan dokter spesialis empat besar yaitu penyakit dalam, bedah, anak, dan obstetri ginekologi (obgyn). Dokter spesialis lainnya juga siap menerima konsultasi perawatan dengan sistem "on call" apabila diperlukan,” ungkap Gibson.


Terkait ketersediaan obat-obatan, RSUD Pirngadi juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan obat tetap tersedia sesuai dengan formularium yang telah ditetapkan.


“RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen memastikan ketersediaan obat-obatan sesuai dengan formularium yang ditetapkan,” katanya.


Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan, menjelaskan, pasien dengan penyakit kronis tetap dapat melanjutkan pengobatan selama masa libur dan cuti bersama melalui sistem Iterasi obat tanpa harus bertemu langsung dengan dokter.


“Pasien penyakit kronis tetap dapat dilayani untuk melanjutkan obat melalui sistem Iterasi obat, yaitu tanpa harus bertemu dokter dan langsung ke farmasi. Hal ini dapat dilakukan mulai tanggal 18 Maret 2026 di Farmasi Rawat Jalan. Sementara pasien yang tidak datang pada tanggal tersebut dapat mengambil obatnya di Farmasi IGD,” jelasnya.


Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah diinformasikan kepada para pasien sebelumnya agar tetap dapat melanjutkan pengobatan secara rutin selama masa libur dan cuti bersama.


Selain itu, RSUD Pirngadi juga tetap membuka layanan tertentu selama libur dan cuti bersama. “Khusus untuk Poliklinik Klinis dan Medico Legal tetap buka, dengan pendaftaran pasien dilakukan di pelayanan pendaftaran pasien (PPP) IGD,” ujarnya.


Di sisi lain, pihak rumah sakit juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan kesehatan selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diharapkan menggunakan layanan IGD untuk kondisi darurat atau kegawatdaruratan medis.


“Untuk keluhan ringan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap membawa identitas diri dan kartu BPJS atau KIS apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Mardohar.


RSUD Pirngadi juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus selama masa libur dan cuti bersama.


“Rumah sakit telah menyiapkan tim medis dan tenaga kesehatan untuk tetap siaga. Kami juga memastikan kesiapan dan ketersediaan ruang rawat inap serta ruang perawatan intensif, termasuk ketersediaan alat medis dan obat-obatan. Selain itu, koordinasi dengan ambulans dan fasilitas rujukan juga terus diperkuat,” jelasnya.


Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.


Masyarakat diminta mengatur pola makan agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan santan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap cukup beristirahat, terutama bagi yang melakukan perjalanan mudik.


“Menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air putih juga penting, serta berhati-hati saat berkendara dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.


Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung, diimbau untuk tetap rutin mengonsumsi obat dan melakukan kontrol terhadap kondisi kesehatannya. (don)

Antisipasi RS Penuh, Dinkes Sumut Kembangkan Puskesmas Rawat Inap Plus
| Jumat, Maret 13, 2026

By On Jumat, Maret 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berencana mengembangkan konsep Puskesmas Rawat Inap Plus sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.


Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis SKM MKes, menjelaskan pengembangan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan lanjutan di rumah sakit, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.


“Masih banyak masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Sehingga masyarakat membutuhkan upaya lebih untuk mengakses layanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjut atau rumah sakit,” ujar Hamid Lubis didampingi Kabid Yankes dr Silvi Agustina Hasibuan SpKJ dan Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).


Selain faktor geografis, Dinkes Sumut juga mencermati fenomena penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit. Bahkan, di beberapa rumah sakit tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) sudah melampaui 80 persen.


“Ini tentu menjadi perhatian pimpinan kita Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Karena itu Puskesmas kita dorong untuk dikembangkan agar dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit,” katanya.


Menurut Hamid, meskipun layanan kesehatan saat ini dapat diakses secara gratis hanya dengan menggunakan KTP, masyarakat masih harus menanggung biaya tambahan ketika berobat ke rumah sakit, seperti biaya transportasi dan kebutuhan lain.


“Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena kendala biaya transportasi dan biaya kebutuhan lainnya. Maka Puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat perlu diperkuat layanannya,” jelasnya.


Kabid Yankes Dinkes Sumut dr. Silvi Agustina Hasibuan menambahkan, biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan pasien sering menjadi pertimbangan keluarga saat harus dirujuk ke rumah sakit.


“Memang biaya berobat bisa ditanggung program jaminan kesehatan. Tapi keluarga pasien tetap harus memikirkan biaya makan selama di rumah sakit, biaya transportasi, apalagi kalau pasien datang bersama anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Tentu ada tambahan pengeluaran yang harus dipikirkan,” ujarnya.


Dalam konsep Puskesmas Rawat Inap Plus, fungsi utama Puskesmas sebagai layanan promotif dan preventif tetap menjadi fokus utama, termasuk dalam pelaksanaan integrasi layanan primer serta program cek kesehatan gratis.


Namun sebagai nilai tambah, Puskesmas tersebut juga akan dilengkapi dengan layanan dokter spesialis yang hadir secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan tren penyakit di wilayah tersebut.


“Misalnya jika di suatu wilayah angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi, maka akan dihadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi secara terjadwal di Puskesmas tersebut,” ungkap Hamid.


Selain itu, Puskesmas Rawat Inap Plus juga akan menyediakan maksimal 10 tempat tidur rawat inap, layanan rujuk balik bagi pasien yang sudah stabil, serta layanan penjangkauan kesehatan bagi masyarakat yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.


Tak hanya itu, layanan juga akan didukung dengan teknologi informasi, seperti telekonsultasi dan telemedicine untuk memudahkan akses layanan kesehatan.


Hamid menambahkan, pengembangan Puskesmas Rawat Inap Plus memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.


“Kementerian Kesehatan diharapkan mendukung pengadaan alat kesehatan dan kebutuhan lainnya. Pemerintah provinsi akan membantu pengembangan sarana fisik dan dukungan apresiasi dan penghargaan bagi dokter spesialis yang melakukan praktek terjadwal di rumah sakit tersebut, sedangkan kabupaten/kota bertanggung jawab memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas,” jelasnya.


Ia menegaskan, setiap Puskesmas minimal harus memiliki 13 jenis tenaga kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga tenaga kesehatan lainnya.


Dengan konsep ini, Dinkes Sumut berharap Puskesmas Rawat Inap Plus dapat menjadi model layanan kesehatan primer yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban rumah sakit di Sumatera Utara.


Untuk tahap awal, sambung Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, ada 52 Puskesmas yang direncanakan dikembangkan menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Nias yang menjadi prioritas.


“Rencana pengembangannya ditargetkan mulai dilakukan tahun depan. Namun saat ini data masih terus bergerak karena masih dalam proses pemetaan dan penyesuaian kebutuhan di daerah,” kata Riswandi. (don)

BPJS Kesehatan Pastikan  Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
| Senin, Maret 09, 2026

By On Senin, Maret 09, 2026


PATIMPUS.COM - BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026.


Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan oleh masyarakat kapan pun dan dapat diakses di seluruh Indonesia, termasuk saat momentum mudik Lebaran yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia.


Untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi secara tatap muka, BPJS Kesehatan membuka layanan di kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.


“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah, sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ujar Pujo, Senin (09/03).


Sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan layanan selama masa mudik, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik BPJS Kesehatan di sejumlah titik strategis. Pujo mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan layanan bagi peserta Program JKN yang membutuhkan selama perjalanan.


"Posko  Mudik  BPJS Kesehatan hadir mulai  tanggal 13-16 Maret 2026 di Pelabuhan Merak, Banten; Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur; Rest Area Tol 88A Cipularang di Purwakarta; Rest Area Tol 166A Cipali di Majalengka; Rest Area Tol 429A Ungaran di Semarang; Rest Area Tol  519A Masaran di Sragen; Terminal Purabaya di Sidoarjo; serta Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar. Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mempermudah peserta memperoleh informasi terkait layanan Program JKN selama perjalanan," terang Pujo.



Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan terdapat beragam kemudahan akses layanan administrasi kepesertaan selama periode libur Lebaran. 


Peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai layanan administrasi kepesertaan secara mandiri, mulai dari perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.


Akmal menambahkan, untuk mengecek status keaktifan kepesertaan, peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, dan Care Center 165. Dengan demikian peserta dapat memastikan kepesertaannya tetap aktif  sebelum melakukan perjalanan mudik.


“Kami mengimbau peserta untuk  memastikan status kepesertaannya aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan, sehingga kepesertaan tetap aktif dan layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan,” jelas Akmal. 


Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi  Kurniawan  Purba, menyampaikan bahwa peserta Program JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun sedang berada di luar daerah domisili. Apabila Puskesmas, klinik, dan dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di FKTP mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.


"Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan (Aplicares), sehingga peserta dapat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat yang dapat memberikan pelayanan kesehatan," jelas Abdi.


BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB). Abdi menuturkan, peserta dapat memperoleh obat kronis di rumah sakit maupun obat bagi peserta PRB di FKTP sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga terapi yang dijalani tetap dapat berjalan tanpa hambatan selama periode libur Lebaran. 


"Selain itu, BPJS Kesehatan juga tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai dengan  ketentuan yang berlaku. Dalam hal terjadi kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama kali akan dijamin oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta. Apabila biaya pelayanan kesehatan melebihi nilai tersebut, maka selisihnya dapat dijamin oleh BPJS  Kesehatan sesuai dengan  ketentuan yang berlaku," tutup Abdi.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan pelayanan bagi peserta  JKN, dan memastikan memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan selama libur lebaran. Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam  dengan memastikan layanan kepada peserta JKN tetap berjalan optimal. 


“Rumah sakit tetap menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan maupun layanan untuk cuci darah juga tetap berjalan selama periode libur Lebaran. Melalui Posko Mudik BPJS Kesehatan, tentunya hal ini juga meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujar  Bambang. 


Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menilai bahwa momentum Lebaran memang membutuhkan upaya ekstra dari berbagai pihak, termasuk  dalam penyelenggaraan layanan kesehatan melalui Program JKN. 


Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan peserta tidak  mengalami kendala administratif ketika membutuhkan layanan kesehatan.


“Kami tentu tidak ingin ada peserta yang tertolak secara administratif ketika mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Karena itu masyarakat juga perlu memastikan status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif sebelum melakukan perjalanan mudik,” kata Tulus. 


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan  selama perjalanan mudik, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Baginya, perjalanan mudik sering kali melelahkan. 


“Karena itu masyarakat perlu menjaga  kondisi  tubuh dengan baik, beristirahat cukup, serta memperhatikan kesehatan mental agar tetap prima selama perjalanan. Kelelahan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan,” tambahnya.


Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sandhi Wiedyanoe, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang periode libur Lebaran tahun 2026. Analisis tersebut dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik maupun arus balik.


“Korlantas Polri telah melakukan analisis lalu lintas untuk periode libur Lebaran 2026 guna  mengetahui peluang terjadinya kecelakaan lalu  lintas. Dari berbagai kajian yang dilakukan, faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum  melakukan perjalanan jauh saat mudik,” jelas Sandhi. (don)

RSU Haji Medan Siap Layani Masyarakat Saat Libur Lebaran, IGD Tetap Buka 24 Jam
| Senin, Maret 09, 2026

By On Senin, Maret 09, 2026


PATIMPUS.COM - RSU Haji Medan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan selama masa libur Hari Raya Idulfitri.


Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut telah menyiapkan tenaga medis serta sistem pelayanan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama libur Lebaran.


Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes, mengatakan pada prinsipnya pihak rumah sakit siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa libur.


“RSU Haji Medan pada prinsipnya siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa libur Idulfitri. Seluruh tenaga kesehatan sudah diatur jadwal piketnya sehingga pelayanan tetap berjalan, khususnya pada layanan kegawatdaruratan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pelayanan poli rawat jalan akan ditutup sementara selama libur Lebaran, mulai 18 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026.


Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tetap bisa datang ke rumah sakit melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).


“Selama poli rawat jalan tutup, pasien yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis dapat langsung datang ke IGD untuk mendapatkan pelayanan,” jelasnya.


Fitrady menegaskan, layanan IGD RSU Haji Medan akan tetap beroperasi 24 jam selama masa libur Lebaran seperti biasa.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, pihak rumah sakit juga menyiagakan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dengan sistem jadwal piket.


“Seluruh tenaga medis termasuk dokter spesialis tetap disiagakan dengan sistem jadwal piket untuk mendukung pelayanan di IGD selama masa libur,” katanya.


Selain tenaga medis, RSU Haji Medan juga memastikan ketersediaan obat-obatan dalam kondisi aman dan mencukupi guna menunjang pelayanan kepada pasien selama periode libur Lebaran.


Bagi pasien yang rutin menjalani pengobatan atau kontrol di poli rawat jalan, pemberian obat tetap mengikuti ketentuan resep dokter. Dalam beberapa kasus, jumlah obat dapat disesuaikan sebelum masa libur agar pengobatan pasien tetap berjalan.


“Pemberian obat kepada pasien tetap mengikuti ketentuan dan resep dokter yang berlaku. Pada beberapa kasus, jumlah obat dapat disesuaikan sebelum masa libur agar pengobatan pasien tetap berjalan,” ujarnya.


Ia juga menambahkan, informasi terkait pelayanan rumah sakit selama libur Lebaran akan disampaikan kepada masyarakat melalui media sosial resmi RSU Haji Medan.


Fitrady mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Idulfitri.


“Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, mengatur pola makan dengan baik, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan,” pungkasnya. (don)

Keceriaan Anak Panti Asuhan Al Kahfi Medan Buka Puasa Bersama Forwakes Sumut
| Jumat, Maret 06, 2026

By On Jumat, Maret 06, 2026


PATIMPUS.COM - Anak-anak yatim piatu Yayasan Al Kahfi, Jalan Arifin, Sitirejo II, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, bersuka cita menyambut gelaran buka puasa bersama Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumatera Utara, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan berbuka puasa bersama anak yatim piatu bertema “Forwakes Peduli Ramadan Menginspirasi” dihadiri sekitar 172 anak-anak yatim piatu yang dibina oleh Yayasan Al Kahfi Medan, serta para donatur kegiatan dan mantan pengurus Forwakes Sumut.


Ketua Forwakes, Mahbubah Lubis, menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum untuk menumbuhkan kepedulian, empati, dan semangat berbagi. 


“Sebagai wartawan yang fokus pada isu kesehatan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menyebarkan informasi yang benar dan bermanfaat. Namun di sisi lain, kami juga ingin memastikan semangat kemanusiaan dan solidaritas tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi ini,” ujarnya. 


Wanita yang akrab disapa Budi ini juga berterima kasih kepada para donatur dan mitra yang mendukung acara tersebut.


"Terimakasih juga kami ucapkan terimakasih kepada para donatur seperti BPJS Kesehatan, RS Regina Maris, Pertamina, Rumah Zakat, Tirtanadi, RS Pirngadi Medan, RS Murni Teguh, Macan Asia Indonesia dan para donatur lainnya. Semoga kita bisa berkolaborasi di tahun-tahun mendatang," ucapnya.


Sementara itu, pengurus Yayasan Al Kahfi, Ustad Sunan, mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian Forwakes.


“Alhamdulillah, saat ini yayasan menyantuni 172 anak yatim dan 70 lansia. Semua ini berkat dukungan para dermawan. Tahun ini juga bertepatan dengan usia Yayasan Al Kahfi yang genap 17 tahun. Semoga semakin bertumbuh dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.


Ketua panitia, Donny, menambahkan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini rutin dilakukan setiap tahun dengan lokasi yang berganti-ganti. 


“Persiapan tahun ini cukup singkat, sekitar tiga minggu. Kami bersyukur banyak donatur yang menyalurkan bantuan melalui Forwakes. Insya Allah tahun depan kita akan kembali melaksanakan kegiatan serupa,” jelasnya.




Donny juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas Ramadan, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk terus menebarkan kepedulian sepanjang tahun.


Pendiri Forwakes, M Yunan Siregar, turut hadir memberikan dukungan moral. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi berbagi dan kepedulian sosial sebagai bagian dari perjalanan organisasi dan masyarakat.


Acara berbuka puasa bersama ini berlangsung penuh keceriaan, kehangatan, diwarnai doa bersama, pemberian santunan, serta semangat kebersamaan. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis