Perumda Tirtanadi Sosialisasi Penyesuaian Tarif Air, Ardian Surbakti : Demi Pelayanan Air Minum yang Aman dan Layak
| Selasa, Desember 30, 2025

By On Selasa, Desember 30, 2025


PATIMPUS.COM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melakukan sosialisasi penyesuaian tarif air kepada masyarakat di Kantor Pusat Perumda Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja No 1 Medan, Selasa (30/12/2025).


Kegiatan ini dihadiri Kabiro Perekonomian Setdaprovsu, jajaran Direksi Perumda Tirtanadi, Dewan Pengawas, Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, Sekda Kota Medan, camat dan lurah se-Kota Medan, elemen mahasiswa, LSM, dan perwakilan tokoh masyarakat dari 21 kecamatan se-Kota Medan.


Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti mengatakan, penyesuaian tarif air ini sudah melakukan kajian mendalam. "Kebijakan ini demi keberlangsungan pelayanan air minum yang aman, layak, dan berkelanjutan," kata Ardian.


Dirut juga berharap masukan dari para pemangku kepentingan dan masyarakat guna mendukung peningkatan kualitas layanan Perumda Tirtanadi kepada masyarakat. “Masukan yang membangun sangat diperlukan agar Perumda Tirtanadi dapat terus berbenah dan pada akhirnya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.


Sementara Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Poppy Marulita Hutagalung menyampaikan, prinsipnya Pemprov Sumut memberikan perhatian serius terhadap rencana penyesuaian tarif air minum tersebut.


Menurut Poppy, Pemprov Sumut telah menyampaikan rekomendasi rentang tarif kepada Perumda Tirtanadi sejak Juni 2024, yakni mulai dari sekitar Rp4.885 hingga Rp13.000 per meter kubik, dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan keberlanjutan perusahaan. “Sebelumnya kita telah melakukan sosialisasi untuk zona 1, dan ke depan sosialisasi akan dilanjutkan ke zona 2 yang mencakup kabupaten dan kota,” jelasnya.


Ia juga menegaskan, ada dua sisi yang harus dipertimbangkan secara matang dalam penyesuaian tarif air ini. Pertama, jika tarif tidak disesuaikan, dapat berdampak pada kesehatan keuangan BUMD. Namun di sisi lain, kenaikan tarif juga berpotensi memengaruhi tingkat inflasi.


Poppy berharap, kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi ruang dialog yang produktif antara Perumda Tirtanadi, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat, sehingga kebijakan penyesuaian tarif air minum dapat diterapkan secara adil, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.


Sementara Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirtanadi Salman  Sihotang mengungkapkan, penyesuaian tarif air ini merupakan program Pemprov Sumut yang dituangkan dalam program Perumda Tirtanadi sebagai program sosial ke masyarakat, terutama membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yaitu dengan kategori rumah sangat sederhana sesuai ketentuan Permendagri Nomor 71 tahun 2020.


"Untuk membantu dan memudahkan masyarakat tersebut kami dalam setahun ini bersama tim ahli telah melakukan kajian dalam memutuskan perubahan tarif yang lebih rendah dibandingkan tarif sebelumnya," ujar Salman.


Dampak dari perubahan tarif ini, menurut Salman, tidak hanya berlaku kepada masyarakat berpenghasilan rendah, tapi juga pada tarif seluruh pelanggan, baik sosial, rumah tangga, niaga, dan industri, yang dikelompokkan dalam kelompok baru sesuai Permendagri dengan perubahan tarif lebih rendah pada kelompok kategori 1 dan 2. "Pada prinsipnya penyesuaian yang lebih rendah dibanding tarif tahun lalu terkhusus kepada masyarakat MBR. Disamping itu ada perubahan tarif untuk pengguna atau pelanggan yang  mengkonsumsi air di atas 20.000 kubik (diluar kebutuhan dasar air ) untuk pelanggan konsumtif dan komersial. Untuk itu dihimbau kepada pelanggan agar menggunakan air seperlunya,"ujar Salman.


Penyesuaian tarif yang berlaku mulai pemakaian Bulan Februari 2026 ini didasari blok-blok tarif dasar pelanggan. Yakni Kelompok 1 merupakan MBR dan sosial yang dikenakan tarif rendah atau subsidi. Kemudian pelanggan kelompok 2 merupakan rumah tangga, dikenakan tarif lebih tinggi dari tarif rendah. Kemudian kelompok 3 yang memanfaatkan air minum untuk mendukung kegiatan perekonomian, membayar dengan tarif minimum.


Adapun penetapan tarif disesuaikan dengan blok-blok tarif air yang telah ditetapkan. Pertama, Blok tarif 1 dengan konsumsi 0-10 meter kubik yakni pelanggan yang menggunakan air minum untuk memenuhi standar kebutuhan hidup sehari hari. 

Blok 2 merupakan pelanggan dengan konsumsi pemakaian 10-20 meter kubik yakni pelanggan menggunakan air minum tingkat atas atau standar. Kemudian Blok 3,  pemakaian 20-30 meter kubik, pelanggan menggunakan air minum dua tingkat di atas kebutuhan standar, dan terakhir Blok 4, pemakaian di atas 30 meter kubik dengan menggunakan air minum untuk mendukung kegiatan perekonomian dengan nilai tambah atau komersial.


Adapun tarif lama yang dipergunakan sejak 2017 hingga saat ini, dimana masih menggunakan 2 kategori blok tarif air yaitu di bawah 10 meter kubik sampai 10 meter kubik dan di atas 10 meter kubik. Dengan paling rendah tarif untuk sosial yakni 1,30 per liter per rupiah masih dibawah tarif batas atas 12,61 per liter per rupiah.


Sedangkan tarif baru yang akan digunakan tidak ada perubahan signifikan, hanya saja kategori blok tarif yang berubah dari dua blok tarif menjadi empat blok kategori tarif.


Salman mencontohkan, tarif baru yang akan diberlakukan untuk sosial umum dan sosial khusus, sebelumnya di angka 1,30 per liter per rupiah, pada tarif baru ini mengalami penurunan menjadi 0,15 per liter per rupiah. "Untuk tarif rumah tangga juga terjadi penurunan dari 1,30 ke 0,94 dan seterusnya," pungkasnya. (don)

Pasca Banjir, Dirut Perumda Tirtanadi Tegaskan Pelayanan Air Bersih Diutamakan
| Kamis, Desember 18, 2025

By On Kamis, Desember 18, 2025


PATIMPUS.COM - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (Perumda) Tirtanadi Ardian Surbakti menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat terlebih pasca banjir di Sumatera Utara.


Pihaknya juga sekaligus menurunkan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang saat ini masih tergolong tinggi mencapai 40 persen.


Upaya tersebut akan dilakukan melalui langkah teknis dan non-teknis serta didukung keterbukaan informasi kepada publik.


“Saat ini tantangan terbesar kami adalah tingginya tingkat kehilangan air. Di beberapa wilayah, angkanya bahkan mencapai sekitar 40 persen. Ini menjadi fokus utama kami untuk segera diturunkan,” ujar Direktur Utama Ardian Surbakti dalam pertemuan bersama Pengurus Forum Wartawan Tirtanadi di Aula Perumda Tirtanadi, Kamis 18 Desember 2025.


Ia menegaskan, seluruh jajaran direksi dan tim tengah menyiapkan berbagai langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut.


“Penanganan kehilangan air ini kami lakukan melalui pendekatan teknis maupun non-teknis. Semua sedang kami siapkan agar hasilnya bisa optimal,” katanya.


Selain pembenahan internal, Ardian juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.


“Kami sangat berharap bisa berkolaborasi dengan rekan-rekan wartawan. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan membangun,” ucapnya.


Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.


“Kami berkomitmen membuka ruang informasi seluas-luasnya agar masyarakat mendapatkan informasi yang tepat,” lanjut Ardian.


Terkait bencana banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah, Ardian Surbakti mengakui pelayanan air bersih sempat terganggu akibat terdampaknya beberapa instalasi pengolahan air yang terendam.


“Banjir kemarin sempat mengganggu pelayanan karena ada instalasi yang terdampak. Namun kami bergerak cepat agar pelayanan bisa kembali normal,” jelasnya.


Ke depan, Tirtanadi berupaya meningkatkan keandalan sistem pelayanan agar tetap berjalan meski di tengah kondisi cuaca ekstrem.


“Kami ingin memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan dan tidak terlambat,” pungkasnya. (don)

Buru Aksesoris Natal dan Tahun Baru, Toko Acai Jaya Ramai Pembeli
| Jumat, Desember 12, 2025

By On Jumat, Desember 12, 2025


PATIMPUS.COM - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Toko Acai Jaya yang terletak di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Medan, mulai ramai dikunjungi calon pembeli dari berbagai kalangan.


Menurut Aliansyah SHU, selaku pengelola Toko Acai Jaya, Jumat (12/12/2025), aksesoris atau pernak-pernik yang dipajang rata-rata sesuai kebutuhan untuk natal dan tahun baru.


"Dari tahun sebelumnya, permintaan pernak-pernik natal dan tahun baru mulai mengalami peningkatan," ujar pria yang kerap disapa Bang Acai ini.


Mantan pengurus Karang Taruna Medan ini menerangkan, Toko Acai Jaya menyediakan berbagai jenis aksesoris, antara lain Pohon Natal berbagai ukuran, dari kecil hingga 5 meter, Slinger, Bola-bola dekorasi, Pucuk bintang, Lilin, Pita, Kotak hampers, Aneka plastik dan kebutuhan pembungkus, Snack, Lampu tirai, Lampu LED, Topi dan bando tematik, Sarung bantal, Keset kaki, Senter kecil, Boneka Santa mulai ukuran UKM hingga 1,8 meter.


Aliansyah SHU, juga mengakui adanya peningkatan jumlah pembeli menjelang perayaan natal dan pergantian tahun 2025 ini. 


"Saya perkirakan keramaian pengunjung akan terus meningkat hingga satu pekan ke depan menjelang hari-H perayaan," pungkasnya.


Bang Acai membeberkan Toko Acai Jaya juga melayani kebutuhan konsumen pada momen hari besar lainnya seperti Idul Fitri, Imlek, 17 Agustus, Halloween, dan perayaan lainnya dengan menyediakan aksesoris yang lengkap.


Pantauan Patimpus.com, sejumlah konsumen terlihat memilih aksesoris yang telah dipajang di etalase toko, untuk hiasan rumahnya dalam menyambut natal dan tahun baru.


"Kami sudah berlangganan sejak lama. Toko ini selalu menjual pernak pernik natal yang terbaru dengan kualitas baik. Cocok untuk merayakan natal bersama keluarga," ujar Richard, warga, Padang Bulan, Medan.


Menurut Richard, dirinya kerap membeli pernak-pernik natal dan tahun baru di Toko Acai Jaya karena harganya terjangkau dan kualitasnya tidak murahan.


"Tempatnya pun strategis karena berada di dekat Istana Maimun dan tengah kota," ujarnya sembari mengatakan pelayanan Tolo Acai Jaya sangat ramah dan murah senyum sehingga betah berbelanja di tempat tersebut. (doni)




Jaga Kualitas Air Perumda Tirtanadi Cuci Reservoir 2 IPAM Sunggal
| Jumat, Desember 12, 2025

By On Jumat, Desember 12, 2025


PATIMPUS.COM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi terus menjaga kualitas air minumnya yang disalurkan ke masyarakat pelanggan, dengan melaksanakan pencucian reservoir 2 di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM)  Sunggal.


"Pelaksanaan pencucian reservoir itu dilaksanakan sejak tanggal 13 s/d 14 Desember 2025 (Sabtu mulai pukul 20.00 WIB s/d Minggu Pukul 03.00 WIB)," kata Kepala Bidang (Kabid) Komunikasi dan Publikasi Perumda Tirtanadi Lokot Parlindungan Siregar, Jumat (12/12/2025).


Dikatakan Lokot Parlindungan Siregar, pelaksanaan pencucian reservoir ini selain untuk menjaga kualitas air juga untuk mengangkat endapan lumpur maupun kotoran yang ada pada bak penampungan air di IPAM Sunggal. 


Untuk itu lanjut Lokot Parlindungan Siregar akibat dari pencucian reservoir ini mengakibatkan air menjadi mati/kecil dan keruh, adapun wilayah yang terdampak seperti Cabang Sunggal, Cabang Padang Bulan dan Cabang Diski yaitu di Jl Setiabudi, Jl Perjuangan, Jl Dr. Mansyur, Jl Sei Serayu, Jl. Sudirman, Jl Abdullah Lubis, Jl Sri Gunting, Jl Suka Maju dan Booster Pump Pasar IV Padang Bulan. 


Lebih jauh Lokot Parlindungan Siregar mengatakan atas nama Manajemen mohon maaf atas ketidaknyamanan ini , dan Perumda Tirtanadi akan menyiapkan mobil tangki air untuk masyarakat pelanggan dengan menghubungi call center 1500-922.


"Kami mohon maaf kepada masyarakat pelanggan yang terdampak dan mohon doanya kiranya petugas yang bekerja dalam mencuci reservoir tersebut dapat bekerja sesuai waktu dan tanpa ada halangan apapun dan disarankan untuk menampung air pada tandon-tandon atau bak air yang ada di rumah masing-masing," ujar Lokot Parlindungan Siregar. (don)

PalmCo Salurkan 500 Ton Minyak Goreng untuk Korban Banjir Sumatera
| Kamis, Desember 04, 2025

By On Kamis, Desember 04, 2025


PATIMPUS.COM - Pemerintah mempercepat operasi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra. Sebanyak 207 truk logistik berisi kebutuhan pokok—mulai dari telur, minyak goreng, gula, susu, mie instan, air mineral, hingga beras—diberangkatkan menuju Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Nilai bantuan mencapai Rp34,8 miliar.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pasokan pangan untuk masyarakat di wilayah bencana dipastikan aman. Pemerintah, kata dia, menyiapkan cadangan beras hingga tiga kali lipat dari kebutuhan provinsi terdampak.


“Kita ingin tidak satu orang pun kekurangan beras. Cadangan kita besar,” ujar Mentan.


Dalam kesempatan itu, ia juga memberi apresiasi kepada Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo yang dinilai berperan besar mendukung stabilitas pasokan minyak goreng di lapangan.


“Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Dirut PTPN IV PalmCo. Partisipasinya luar biasa, terutama dalam membantu menjaga ketersediaan minyak goreng. Pengiriman terus dilakukan untuk masyarakat kita di wilayah bencana,” kata Amran.


Komitmen 500 Ton Minyak Goreng


PTPN IV PalmCo menjadi salah satu BUMN dengan kontribusi signifikan dalam operasi bantuan ini. Direktur Utama Jatmiko K. Santosa menyampaikan bahwa selain 26 ton minyak goreng yang disalurkan melalui program Kementan Peduli, perusahaan juga telah menyediakan dan siap untuk menyalurkan total 470 ton lainnya sehingga total 500 ton minyak goreng akan disalurkan di tiga provinsi terdampak. Bantuan kni memiliki nilai sekitar Rp9,3 miliar.


“Pagi ini kami bersama Pak Menteri dan jajaran BUMN melepas lebih dari 200 truk bantuan ke Sumatra. Untuk PalmCo, kami mengirimkan 26 ton minyak goreng beserta kebutuhan pokok lainnya,” ujar Jatmiko.


Selain bantuan pangan, unit-unit regional PalmCo juga mengerahkan peralatan dan tenaga untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah banjir.


“Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” ujarnya.


*Kolaborasi Pemerintah dan BUMN*

Sinergi pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi langkah penting memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat. Selain memperkuat operasi kemanusiaan, kontribusi PalmCo membantu menjaga stabilitas pasokan minyak goreng di Sumatra, terutama di tengah terganggunya distribusi akibat banjir.


Upaya bersama ini diharapkan mempercepat pemulihan wilayah terdampak, sekaligus memberi kepastian bagi masyarakat bahwa pasokan pangan tetap terjaga selama masa tanggap darurat. (don)

Pasca Banjir, Perumda Tirtanadi Berjibaku Pulihkan Sistem Penyediaan Air Minum - SPAM
| Senin, Desember 01, 2025

By On Senin, Desember 01, 2025


PATIMPUS.COM - Hujan deras yang terus menerus sajak 25 sampai 27 Nopember 2025 mengakibatkan banjir hampir di seluruh Kota Medan dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa.


Terjadinya banjir tersebut mengakibatkan terendamnya seluruh pompa yang ada di Instalasi Pengolahan Air (IPA), petugas Tirtanadi masih berjibaku secara ekstra melakukan recovery Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terhadap seluruh kerusakan pompa akibat terendam banjir yang ada di IPA maupun Booster Pump dan pipa distribusi.


"Perbaikan kerusakan yang ada di IPA dan Booster Pump serta pipa distribusi akibat  banjir di Kota Medan sudah 90 %," ujar Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti, Senin (1/12/2025).


Dikatakan Ardian hanya 1 Water Treatment Plant (WTP) yang belum beroperasi secara maksimal yaitu di IPA Martubung.


"Hanya di IPA Martubung yang pompa transmisinya masih diperbaiki," ucap Ardian Surbakti.


Lebih jauh Ardian Surbakti mengatakan untuk menunggu pemadatan air yang di jalur pipa distribusi yang sempat kosong setelah perbaikan pompa Perumda Tirtanadi menyiapkan mobil tangki air bagi masyarakat pelanggan yang air di rumahnya masih kecil ataupun mati.


Progres Perbaikan di Tapanuli Selatan 


Selain progres perbaikan jalur distribusi air pelanggan di Kota Medan, Ardian Surbakti mengatakan untuk pelayanan air bersih di  Kota Padang Sidempuan masih sekitar 30 % hal ini disebabkan sulitnya lokasi "medan" yang dilalui maupun menuju lokasi kerusakan karena banyak material kayu dan lumpur.


"Lokasi menuju perbaikan pipa banyak material kayu dan lumpur juga akibat terjadinya longsor  sehingga petugas kami kesulitan dalam memperbaiki pipa," ujar Ardian Surbakti.


Ardian Surbakti menyampaikan titik lokasi pipa yang putus seperti di Desa Sihopur dan Desa Sisundung terdapat pipa yang harus diperbaiki sepanjang 100 meter.


"Di Kota Sidempuan kondisi pipa yang akan diperbaiki sudah berada di tepi tebing yang curam sehingga petugas kami hanya siang hari dapat memperbaiki pipa tersebut," ucapnya.


Untuk itu Ardian Surbakti memohon maaf kepada seluruh masyarakat pelanggan atas ketidaknyamanan ini dan memohon do'a kiranya petugas secepatnya dapat memperbaiki pipa yang rusak tanpa ada halangan. (don)

Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti Terima Audiensi Forwadi Bahas Silaturahmi Akhir Tahun
| Rabu, November 19, 2025

By On Rabu, November 19, 2025


PATIMPUS.COM - Direktur Utama Perumda Tirtanadi Sumatera Utara, Ardian Surbakti, menerima audiensi Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025) sore.


Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, membahas rencana kegiatan silaturahmi akhir tahun antara jajaran Direksi Tirtanadi dan para wartawan yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan.


Dalam kesempatan itu, Ardian Surbakti didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan (Ka.Sekper) Perumda Tirtanadi Nurlin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Forwadi. Ia menegaskan pentingnya hubungan kemitraan yang sehat antara Tirtanadi dan insan pers, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun kepada masyarakat. “Sinergi dengan teman-teman wartawan sangat penting bagi kami. Informasi mengenai pelayanan air bersih harus sampai ke publik secara tepat,” ujarnya.


Ardian juga menilai kegiatan silaturahmi akhir tahun merupakan momen strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara perusahaan dan media. Menurutnya, kebersamaan seperti itu menjadi ruang untuk saling bertukar pandangan serta mengevaluasi sepanjang tahun tentang pelayanan Tirtanadi untuk dapat terus ditingkatkan.


Sementara itu, Ketua Forwadi Ahmad Rivai Parinduri  didampingi Sekretaris Forwadi Adi Siswoyo Wasgo dan Bendahara Forwadi Hj Laswiyati Wakid menyampaikan terima kasih kepada Dirut Perumda Tirtanadi Ardian atas sambutan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa Forwadi siap terus mendukung penyampaian informasi publik yang berimbang, terutama terkait program-program pelayanan air bersih dan sanitasi kepada masyarakat Sumut.


Dalam audiensi tersebut, Forwadi juga memaparkan beberapa gagasan terkait format kegiatan silaturahmi akhir tahun. Usulan tersebut meliputi dialog terbuka antara Direksi dan wartawan, penyampaian evaluasi program, serta diskusi interaktif mengenai tantangan pelayanan air bersih ke depan. Usulan itu disambut positif oleh pihak Tirtanadi.


Ardian menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dengan media. Ia menilai bahwa kehadiran wartawan bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra evaluasi yang membantu perusahaan memperbaiki pelayanan. “Kritik yang membangun dari kawan-kawan wartawan juga menjadi bagian penting dalam upaya kami meningkatkan kualitas layanan,” katanya.


Pertemuan audiensi tersebut ditutup dengan foto bersama serta kesepakatan untuk menindaklanjuti rencana kegiatan silaturahmi akhir tahun dalam waktu dekat. Baik Tirtanadi maupun Forwadi berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi dan memberikan manfaat besar bagi publik, khususnya pelanggan Perumda Tirtanadi di  Sumatera Utara. (don)

Perumda Tirtanadi Fokus Peningkatan Pelayanan, Kadiv Umum : Tidak Ada Monopoli Pelaksanaan Pekerjaan
| Jumat, November 14, 2025

By On Jumat, November 14, 2025


PATIMPUS.COM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi saat ini memiliki 20 cabang pelayanan yang terdiri dari zona 1 dengan 14 cabang pelayanan di Kota Medan termasuk Sibolangit dan Berastagi.


Ditambah zona 2 dengan 6 cabang pelayanan di Kabupaten Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Nias Selatan dan Utara serta Padang Lawas Utara (Paluta).


Sementara pengolahan airnya dari zona 1 dan 2 per September 2025 menghasilkan 8.091 liter/detik, sedangkan total pendapatan s/d September 2025 sebesar Rp 669 Miliar lebih dengan pengeluaran untuk biaya operasional sebesar Rp. 582 Miliar lebih, sedangkan laba hingga triwulan III 2025 tercatat sebesar +/- Rp. 87 Miliar lebih (sebelum  pajak).


"Pada Tahun 2024 Perumda Tirtanadi berdasarkan hasil audit membukukan Pendapatan sebesar Rp. 879 Miliar, Biaya Operasional Rp. 790 Miliar, Pajak Penghasilan Badan Rp. 21 Miliar, dan Laba Bersih Rp. 67 Miliar dan telah memberikan konstribusi kepada Pemprovsu melalui setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 35 Miliar," ujar Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti beberapa waktu lalu.


Sementara program kerja layanan Perumda Tirtanadi kepada pelanggan yang berjumlah 524.283 per September 2025 dari kedua zona tersebut, adalah dengan meningkatkan layanan yang cepat dan sigap kepada pelanggan.


"Saat ini layanan Tirtanadi cepat buktinya kemaren bocor pipa dirumahku setelah kutelpon ke Kantor Cabang Labuhan langsung datang petugasnya,"ujar Lista penduduk Medan Marelan Komplek Mediterania.


Selain itu Perumda Tirtanadi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pelanggan dalam membayar tagihan air sangat mudah melalui fasilitas m-banking, Kantor Pos, Indomaret, Alfamart, maupun shopee.


Tidak ada monopoli pelaksanaan  pekerjaan


Sementara Kepala Divisi (Kadiv) Umum Perumda Tirtanadi Haslinda Nasution mengatakan bahwa di Perumda Tirtanadi tidak pernah ada monopoli pelaksanaan pekerjaan."Tidak ada monopoli pelaksanaan pekerjaan,"ujar Haslinda Nasution Kamis (13/11/2025) sore, hal ini dikatakannya  terkait adanya pemberitaan di media beberapa waktu lalu.


Menurut Haslinda semua pekerjaan yang diterima oleh rekanan sudah sesuai pada Daftar Rekanan Terseleksi (DRT) yang dikeluarkan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP).



Dijelaskan Haslinda bahwa seluruh penerima pekerjaan adalah yang dinyatakan terdaftar dalam DRT dan hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku.


Di tempat terpisah Ketua Ikatan Kekeluargaan Antar Rekanan (IKRAR) Perumda Tirtanadi  Harist Lubis SE mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa di Perumda Tirtanadi hingga saat ini sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Kami melihat hingga saat ini pengadaan barang dan jasa di Tirtanadi sudah sesuai ketentuan yang berlaku,"ujar Harist  Lubis, ketika ditemui di Halaman Mesjid Ma'ulhayah Perumda Tirtanadi. (don)

Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti "Kebut" Pendapatan dengan Tekan Losses
| Sabtu, November 01, 2025

By On Sabtu, November 01, 2025


PATIMPUS.COM - Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Ardian Surbakti "mengebut" pendapatan perusahaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  (Pemprovsu) itu dengan "menekan" losses (kehilangan air).


"Kehilangan air  yang sekitar 38% ini harus kita perkecil," ujar Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti, Jumat (31/10/2025).


Lebih jauh Ardian Surbakti mengatakan untuk meminimalkan tingkat kehilangan air adalah dengan melakukan rehab pipa dinas yang sudah rawan kebocoran terutama pada daerah yang kondisi pipa dinasnya selalu tergenang air parit sehinga kebocoran tidak terlihat dan demi menjaga kualitas air ke pelanggan.


Selain itu dikatakannya kepada seluruh cabang pemasaran dan Kabag Jaringan dan Divisi Penanggulangan Kehilangan Air (PKA)  diharapkan lebih giat lagi dalam mencari dan menanggulangi kebocoran fisik maupun non fisik.


Dikatakannya untuk "menekan" losses dapat juga dilakukan dengan meningkatkan penggantian meter bermasalah dengan memberdayakan bagian pengawasan yang tugasnya melakukan kontrol dan monitoring dengan secara data dan faktanya di lapangan, dengan menindaklanjuti permasalahan yang dijumpai.


Kata Ardian Surbakti selain mengganti meter bermasalah  untuk "menekan" losess juga dilakukan mengganti ataupun merehab pipa dan melakukan verifikasi meter produksi selain itu senantiasa melakukan patroli pipa bocor dan evaluasi meter air yang kadaluarsa.


Selanjutnya dikatakan kerja tim cek ulang pemakaian air pelanggan perlu dimaksimalkan dengan melibatkan tim PKA cabang.


Menurut Ardian Surbakti tingkat losses kehilangan air per Agustus 2025 sekitar 38% itu akan diupayakan secara terus menerus untuk dilakukan penurunan secara serius. "Semoga ini dapat "ditekan" terus sehingga losses menurun setiap tahunnya," ujar Ardian Surbakti.


Diuraikan Ardian Surbakti tidak dipungkiri penyebab terjadinya losses diantaranya adanya sambungan liar (illegal connection) langsung dari pipa distribusi ke rumah pelanggan langsung tanpa melalui meter (by pass), oleh karena itu kata Ardian Tirtanadi saat ini sedang gencar "menekan" losses dari sambungan illegal melalui tim cabang - cabang.


"Jika kedapatan nanti dan terbukti pelanggan melakukan sambungan pipa secara illegal maka kami terpaksa membawa ke jalur hukum," ungkap Ardian Surbakti.


Dijelaskannya saat ini Perumda Tirtanadi memiliki 20 cabang pelayanan terdiri dari zona 1 dengan 14 cabang pelayanan di Kota Medan termasuk Sibolangit dan Berastagi, kemudian zona 2 dengan 6 cabang pelayanan di beberapa Kabupaten Sumatera Utara, dengan jumlah pelanggan kedua zona tersebut per September 2025 berjumlah 524.283 pelanggan.


Sampai dengan Triwulan III 2025 jumlah produksi kata Ardian Surbakti dari 22 Instalasi Pengolahan Air (IPA) keseluruhan zona 1 dan 2 pada bulan September produksi air yang dihasilkan adalah sebesar 20.817.666 m³ (8.091 liter/detik), dengan total pendapatan s/d September 2025 sebesar Rp 669 Miliar lebih dengan pengeluaran untuk biaya operasional sebesar Rp. 582 Miliar lebih, dengan demikian sampai dengan Triwulan III 2025 ini Perumda Tirtanadi telah mencatatkan Laba sebesar +/- Rp. 87 Miliar lebih (sebelum pajak).


" Tirtanadi telah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemprovsu pada Tahun 2024 sebesar Rp 35 Miliar,"ujar Ardian Surbakti yang juga Ketua Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD. Perpamsi) Sumut.


Ardian Surbakti juga menyampaikan bahwa Perumda Tirtanadi dalam mengelola perusahaan tetap menjalankan fungsi sosial seperti adanya kategori tarif yang  disubsidi oleh Tirtanadi.


Di tempat terpisah  Dewan Pengawas Perumda Tirtanadi Andi Atmoko Panggabean menyambut baik rencana Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti dalam upaya "menekan" losses (kehilangan air) agar menambah PAD Pemprovsu.


"Rencana Dirut dalam menekan losses sangat baik sehingga bisa menambah peningkatan  PAD ke Pemprovsu," ujar Andi Atmoko Panggabean, Sabtu (1/11/2025).


 Andi Atmoko sangat mengapresiasi upaya manajemen (Direksi) Perumda Tirtanadi dalam menekan angka kehilangan air / losses dengan berbagai upaya baik dari segi teknis maupun non teknis/administrasi. (rel/don)

Perumda Tirtanadi Jalin MoU dengan Kejari Medan
| Jumat, Oktober 24, 2025

By On Jumat, Oktober 24, 2025


PATIMPUS.COM - Direktur Utama Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti selaku pihak pertama dari Perumda Tirtanadi jalin Memorandum of Understanding (MoU) nota kesepahaman (perjanjian kerjasama) dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Fajar Syah Putra SH MH selaku pihak kedua di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan Jln Adi Negoro No 5 Medan Kamis (23/10/2025).


Penandatanganan MoU tersebut, yang berlangsung khidmat bertujuan untuk penanganan/penyelesaian kasus hukum perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) yang dihadapi Tirtanadi. 


"MoU ini akan berlangsung selama 2 tahun,"ujar Direktur Utama Ardian Surbakti didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan (Ka.Sekper) Nurlin, Kabid Kerjasama Bebby Hendriany beserta staf bidang hukum Ghita Ghassani.


Dikatakan Ardian Surbakti diharapkan dari MoU ini pihak Kejari Medan akan memberikan masukan - masukan kepada Tirtanadi terkait kebijakan - kebijakan yang dilakukan Tirtanadi agar tidak melanggar hukum.


"Diharapkan MoU ini nantinya pihak Kejari Medan dapat memberikan masukan secara TUN maupun perdata kepada Tirtanadi agar kegiatan di Tirtanadi tidak melanggar hukum," ungkap Ardian Surbakti.


Selain itu dikatakannya ke depan Perumda Tirtanadi sangat memerlukan masukan - masukan secara TUN perihal kerjasama dengan pihak ketiga.


Sementara Anggota Dewan Pengawas Tirtanadi Andi Atmoko Panggabean sangat mengapresiasi MoU Tirtanadi dengan Kejari Medan ia berharap kedepannya Tirtanadi dalam bekerja tidak ada yang melanggar hukum secara perdata maupun TUN, sehingga seluruh keputusan yang dibuat sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Kami sangat apresiasi MoU ini semoga kedepan nantinya Tirtanadi dalam mengambil keputusan secara perdata maupun TUN sudah sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku sehingga para pegawai tidak merasa khawatir dengan keputusan yang diambilnya,"ujar Andi Atmoko melalui telepon selularnya Jumat (24/10/2025). (don)

Batik dan Jalan Panjang UMKM Binaan PalmCo Menembus Pasar Modern
| Kamis, Oktober 02, 2025

By On Kamis, Oktober 02, 2025



"Dibalik motif yang kaya makna, ada upaya panjang melestarikan warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan"



HARI ITU, di sebuah sudut pameran di Jakarta, tampak deretan kain batik dengan motif yang tidak biasa. Ada motif khas Deli Serdang yang menampilkan tumbuhan rawa dalam warna-warna lembut, ada pula motif Jambi yang dipadukan dengan sentuhan kontemporer. Di balik ragam kain itu berdiri para pelaku UMKM yang tidak hanya piawai membatik, tetapi juga kini mulai fasih bicara soal strategi digital, branding, dan pasar ekspor.


Batik—lebih dari sekadar kain bergambar—adalah narasi panjang tentang identitas, ketekunan, dan transformasi sosial. Dan di balik transformasi itu, ada peran PTPN IV PalmCo, sub Holding PTPN III (Persero) sebuah entitas yang selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan di sektor perkebunan sawit, namun kini tampil sebagai salah satu aktor pelestari budaya melalui pemberdayaan UMKM batik di berbagai wilayah Indonesia.


Dalam peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober ini, PalmCo menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi UMKM batik binaan. Tidak hanya lewat dukungan modal, tetapi juga pelatihan kreatif, penguatan kapasitas produksi, hingga akses ke pasar digital dan internasional.


"Batik adalah bagian dari jati diri Indonesia. Melestarikannya bukan hanya menjaga budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ucap Jatmiko K. Santosa, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Kamis (02/10/2025).



Dari Kebun ke Panggung Budaya


PTPN IV PalmCo bukan pendatang baru dalam urusan pemberdayaan masyarakat. Namun langkah mereka menyentuh sektor batik menjadi menarik karena menunjukkan transformasi peran BUMN—dari entitas ekonomi menjadi agen kebudayaan.


Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), PalmCo membina sejumlah UMKM batik di Sumatera Utara, Riau, hingga Jambi. Para pelaku usaha ini mendapatkan pelatihan dari lembaga profesional seperti La Salle College Jakarta, terutama dalam hal desain kontemporer, teknik pewarnaan alami, hingga penguasaan platform digital untuk pemasaran.


“PalmCo tidak hanya membantu dari sisi modal, tapi juga memberi kami arah dalam mengembangkan motif dan menyesuaikan produk dengan selera pasar,” kata Hijrah Saputra, pelaku usaha batik asal Tebing Tinggi yang mengusung merek Tebing Batik Collection.


Hijrah kini telah memasarkan produknya melalui berbagai kanal daring dan aktif mengikuti pameran-pameran di tingkat nasional. Sejumlah produknya bahkan diminati pembeli dari Malaysia dan Singapura.


Batik, Identitas Sekaligus Peluang


Batik adalah kekayaan budaya yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2009. Namun dalam realitas keseharian, banyak perajin batik yang masih berjuang menghidupi usahanya di tengah gempuran produk tekstil massal.


Inilah yang menjadi salah satu latar belakang program PalmCo. Di Jambi, misalnya, Batik Maryana milik Citra Amelia Futriana, yang sebelumnya hanya berproduksi untuk pesanan lokal, kini mulai dikenal di kancah nasional.


“Dulu, kami hanya menjual lewat mulut ke mulut. Sekarang, kami bisa ikut pameran, punya media sosial aktif, dan mulai punya pelanggan tetap dari luar daerah,” ujar Citra.


Dengan pendampingan dari PalmCo, para pembatik lokal seperti Citra tak lagi sekadar mempertahankan tradisi, tetapi juga memodernisasinya tanpa kehilangan nilai-nilai luhur. Pewarna alami dari tumbuhan lokal tetap digunakan, namun dipadukan dengan motif dan produk turunan yang sesuai selera pasar milenial—dari tas tangan hingga aksesori.


Strategi Jangka Panjang


Model pemberdayaan yang diterapkan PalmCo mencakup tiga pilar: pelatihan keterampilan, pembiayaan, dan pemasaran. Ketiganya dijalankan secara simultan dan berkelanjutan agar UMKM tidak hanya tumbuh sesaat, tetapi mampu bertahan dalam jangka panjang.


Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar perusahaan pelat merah tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada social impact yang terukur.


PalmCo bahkan mendorong internalisasi nilai batik dalam budaya perusahaan, dengan mengajak seluruh karyawan mengenakan batik dalam kegiatan resmi maupun sehari-hari. Hal ini menjadi simbol keterlibatan seluruh elemen perusahaan dalam upaya pelestarian budaya nasional.


Batik sebagai Gaya Hidup Modern


Dalam dunia yang serba cepat dan digital, batik tetap punya tempat. Bukan hanya sebagai pakaian formal saat upacara atau pertemuan resmi, tetapi juga sebagai gaya hidup yang menunjukkan kecintaan terhadap budaya lokal.


PalmCo memfasilitasi agar batik dapat menjangkau segmen ini. Melalui pelatihan desain dan rebranding, batik dari daerah-daerah seperti Asahan, Labuhanbatu, dan Muaro Jambi mulai tampil dengan warna dan motif yang lebih berani—tanpa meninggalkan akar tradisi.


“Batik tidak boleh hanya dikenang, tapi harus hidup dan berkembang,” ujar Nurul Huda Nasution dari Batik Mardiyah, salah satu mitra binaan PalmCo. “Dukungan seperti ini membuat kami merasa tidak berjalan sendiri.”


Jalan Panjang yang Tidak Sendiri


Perjalanan batik dan UMKM pembatik adalah perjalanan panjang yang penuh liku. Namun dengan kehadiran institusi seperti PalmCo, jalan itu menjadi lebih terang.


Melestarikan batik bukan hanya tentang mempertahankan kain bercorak, tetapi juga menjaga mata pencaharian, mengangkat kearifan lokal, dan memberi ruang bagi budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.


Sebagaimana disebutkan Jatmiko, Batik adalah jati diri kita. Dan tugas kita bersama menjadikannya tetap hidup, bernilai, dan membanggakan. (rel/don)

Dit Pamobvit Polda Sumut Gelar Anev Sistem Pengamanan di Perkebunan Tanjung Garbus Pagar Merbau
| Rabu, September 17, 2025

By On Rabu, September 17, 2025

Photo : istimewa
Kegiatan Anev Direktorat Pengamanan objek Vital (Dit Pamobvit) di Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau


PATIMPUS.COM - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Kepolisian Daerah Sumatera Utara melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka analisa dan evaluasi (Anev) secara lebih mendalam terhadap sistem manajemen pengamanan di Perkebunan Tanjung Garbus Pagar Merbau yang merupakan KSO PTPN IV Regional II, Kecamatan Pagar Merbau, pada Jumat (12/9/2025).


Kegiatan dipimpin Kasubdit Waster Dit Pamobvit, AKBP Dr Samsul Bahri Siregar SH MH, didampingi Kanit Audit 1 Kompol Tenang Krisna SE SIk MM, bersama sejumlah anggota Dit Pamobvit.


Kehadiran tim disambut Manajer Unit Tanjung Garbus Pagar Merbau Edi Marlon Doloksaribu dan seluruh manajemen kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau serta Sukaraito selaku Korkam (Koordinator Keamanan).


Sebelumnya Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pamobvit) Kepolisian Daerah Sumatera Utara juga sudah melaksanakan kunjungan lapangan selama 2 (dua) hari ke Kebun Pagar Merbau  pada Rabu s.d Kamis (20-21/8/2025).


Fokus Anev dan Survei Lapangan dengan agenda pembahasan sistem manajemen pengamanan serta identifikasi persoalan keamanan di areal perkebunan khususnya terkait dengan terjadinya kehilangan Produksi Tandan Buah Segar (TBS) akibat pencurian di kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau.


Selain itu tim melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik rawan pencurian tandan buah segar (TBS) dan gangguan keamanan lainnya.


Kemudian tim Dit Pamobvit Polda Sumut juga melakukan kunjungan dan koordinasi ke Polsek Pagar Merbau dan ke Desa sekitar untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait dengan kondisi keamanan Kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau baik dari sisi internal maupun eksternal.


Saran dan Rekomendasi pasca kunjungan lapangan oleh Kasubdit Waster Dit Pamobvit, AKBP Dr. Samsul Bahri Siregar, menegaskan perlunya peningkatan sistem pengamanan. 


“Hasil temuan ini akan ditindaklanjuti bersama pihak perkebunan, termasuk membangun pos pengamanan, menertibkan ternak yang diumbar, serta memperketat patroli di titik rawan ,” ujarnya.


Perlunya menjalin koordinasi dan kolaborasi aktif dengan seluruh stakeholder yang ada disekitar kebun yang mencakup pihak kepolisian, TNI, aparat desa, tokoh-tokoh masyarakat serta pihak terkait lainnya dan mengajak masyarakat dalam menjaga dan turut membantu keamanan produksi yang juga sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden untuk sama-sama menjaga sawit negara sehingga terciptanya kondisi yang saling mendukung dalam pelaksanaan program perusahaan dan ekosisten keamanan kebun yang kuat.


Manajemen PTPN IV khususnya Pihak kebun Tanjung Garbus Pagar Merbau menyatakan siap mendukung serta melaksanakan saran dan rekomendasi Dit Pamobvit demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di seluruh areal Tanjung Garbus Pagar Merbau. (rel/don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis