Fraksi PAN - Perindo Soroti RS Bachtiar Djafar Minim Dokter Spesialis
| Selasa, April 07, 2026

By On Selasa, April 07, 2026


PATIMPUS.COM - Fraksi PAN - Perindo DPRD Kota Medan mendorong reformasi sistem pelayanan kesehatan, khususnya di tingkat puskesmas, dalam pembahasan Ranperda perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan.


Pandangan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Medan yang digelar pada Senin, 6 April 2026, di Gedung DPRD Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis No. 1.


Rapat dipimpin Ketua DPRD Medan Drs Wong Cun Sen didampingi Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, S.Pd.I, Zulkarnaen SKM, dan Hadi Suhendra serta para anggota DPRD lainnya.


Turut hadir Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Medan.


Pandangan Fraksi PAN–Perindo disampaikan oleh juru bicara, T. Bahrumsyah, S.H., M.H., dalam agenda jawaban fraksi terhadap tanggapan kepala daerah.


Fraksi PAN–Perindo menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan puskesmas dari yang selama ini berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi promotif dan preventif.


“Puskesmas harus lebih mengutamakan upaya pencegahan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, bukan hanya menunggu pasien datang berobat,” ujar Bahrumsyah.


Selain itu, fraksi menilai penghapusan ketentuan mandatory spending anggaran kesehatan sebesar 10 persen memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk menyusun anggaran yang lebih fleksibel berbasis kebutuhan masyarakat.


Fraksi PAN–Perindo juga mendorong agar seluruh puskesmas di Kota Medan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar lebih fleksibel dalam pengelolaan keuangan dan peningkatan pelayanan.


Tak hanya itu, fraksi meminta evaluasi terhadap tarif retribusi pelayanan kesehatan agar tetap sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.


Sorotan tajam juga diarahkan pada Rumah Sakit Bachtiar Djafar yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan.

Fraksi mengungkapkan bahwa dari sekitar 100 tempat tidur yang tersedia, baru 10 hingga 20 persen yang dapat dimanfaatkan akibat kekurangan dokter spesialis.


“Kondisi ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu langkah konkret, termasuk pemberian insentif tambahan untuk menarik dokter spesialis,” tegasnya.


Di akhir pandangannya, Fraksi PAN–Perindo menyatakan setuju agar Ranperda perubahan sistem kesehatan tersebut dilanjutkan pembahasannya ke tahap berikutnya.(don)

Lewat TikTok Live, BPJS Kesehatan On Air Buka Ruang Tanya Jawab Keluhan Peserta
| Selasa, April 07, 2026

By On Selasa, April 07, 2026


PATIMPUS.COM - BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui program “BPJS Kesehatan On Air”, yakni siaran langsung (live) di platform TikTok yang menghadirkan edukasi sekaligus ruang interaksi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).


Iwan Adriady selaku Asisten deputi bidang SDMUK, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I menjelaskan, program ini mulai dilaksanakan sejak September 2025 sebagai bagian dari strategi komunikasi digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas.


“BPJS Kesehatan On Air merupakan sarana sosialisasi, edukasi, sekaligus penyelesaian permasalahan atau keluhan masyarakat terkait program JKN,” ujar Iwan, Sabtu (3/4/2026). 


Ia menambahkan, program ini menyasar seluruh peserta BPJS Kesehatan, khususnya pengguna media sosial TikTok yang saat ini menjadi salah satu platform paling populer di Indonesia.


Program ini dilaksanakan secara rutin oleh seluruh unit kerja BPJS Kesehatan, mulai dari kantor pusat, 12 kantor wilayah, hingga 127 kantor cabang di seluruh Indonesia. Setiap unit kerja diwajibkan menggelar siaran langsung minimal satu kali dalam seminggu dengan durasi sekurang-kurangnya 60 menit.


Dalam setiap sesi, narasumber yang dihadirkan berasal dari internal BPJS Kesehatan, namun tidak menutup kemungkinan juga melibatkan pihak eksternal sesuai kebutuhan topik yang dibahas.


Iwan juga mengungkapkan, sejak diluncurkan, program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Partisipasi penonton terus meningkat signifikan. Pada awal pelaksanaan, jumlah penonton berkisar antara 500 hingga 3.000 orang per sesi. Namun kini, di beberapa unit kerja, jumlah penonton bahkan telah menembus angka lebih dari 20.000.


“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat dengan menginformasikan jadwal live sebelumnya, sehingga masyarakat dapat ikut serta dan memanfaatkan layanan ini,” jelasnya.


Untuk wilayah Kedeputian Wilayah I melalui akun @bpjswilayah1, rata-rata jumlah penonton dalam tiga sesi terakhir mencapai sekitar 3.500 orang.


Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama siaran berlangsung. Bahkan setelah sesi berakhir, masyarakat masih dapat menyampaikan pertanyaan melalui pesan langsung (direct message) atau formulir yang disediakan.


Adapun topik yang paling sering ditanyakan bersifat dinamis, mengikuti isu yang berkembang. Misalnya, pada Februari 2026 lalu, banyak masyarakat yang menanyakan terkait penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan dan solusi untuk mengaktifkannya kembali. Selain itu, pertanyaan seputar program UHC Sumatera Utara dan Probis Sumut Berkah juga kerap muncul.


Untuk menarik minat masyarakat, BPJS Kesehatan melakukan berbagai persiapan sebelum siaran, mulai dari publikasi jadwal di berbagai platform media sosial, penyiapan materi dan narasumber, hingga pengaturan tampilan visual yang menarik.


Melalui program ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi yang akurat sekaligus memperoleh solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam mengakses layanan JKN. (don)


BKKBN Sumut Gelar Pra Rakorda Untuk Hasilkan Rumusan Strategis Program Bangga Kencana
| Senin, April 06, 2026

By On Senin, April 06, 2026


PATIMPUS.COM - Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga) Perwakilan BKKBN Sumatera Utara menggelar Pra Rapat Koordinasi Daerah (Pra Rakorda) Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera, Senin (6/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sumut, Jalan Krakatau Medan tersebut dipimpin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr Fatmawati ST MEng, yang dihadiri Kesdam I/BB, dr Igusti Nugrahah Gede Kartika Sp An, dari Polda Sumut, dr Venny Ria Pratiwi, yang sekaligus sebagai nara sumber yang dipandu Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara SSos MM.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara Dr Fatmawati ST MEng, dalam sambutannya menyampaikan, rakorda ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pra rakorda berjalan optimal, mulai dari kesiapan materi, teknis pelaksanaan, hingga koordinasi lintas tim.


Dalam arahannya, Kaper menekankan pentingnya sinergi, ketepatan waktu, dan kualitas pelaksanaan agar pra rakorda dapat menghasilkan rumusan strategis yang berdampak nyata bagi program Bangga Kencana di Sumatera Utara.


“Melalui persiapan yang matang, diharapkan Pra Rakorda ini mampu memperkuat komitmen bersama dalam percepatan pencapaian program prioritas serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya dihadapan para BKKBN Kabupaten Kota Se Sumut yang berhadir seraya mengatakan untuk mematangkan Pra Rakorda sengaja menghadir nara sumber dari Pangdam I/BB dan Polda Sumut untuk memberikan masukan sekalgus dukungan suksesnya program BKKBN Sumut.


“Suksesnya program Perwakilan BKKBN tak terlepas dukungan kemitraan yang sudah dan akan terjalin sebagai kolaborasi dan sinergitas selama ini,” ujarnya seraya mengucapkan terima kasih pada Pangdam I/BB dan Poldasu.


Program Kemendukbangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN), berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga, mendukung Indonesia Emas 2045. 


Lima inisiatif strategis (Quick Wins) yang diusung meliputi Genting, Tamasya, Gati, Sidaya, dan Super Apps Keluarga Indonesia.


GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Program pendampingan dan pemenuhan gizi untuk anak stunting. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Penyediaan fasilitas pengasuhan anak yang berkualitas. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan anak. SIDAYA (Lansia Berdaya): Program pemberdayaan lansia agar tetap produktif dan sehat dan Super Apps Keluarga Indonesia: Aplikasi berbasis AI untuk layanan konsultasi keluarga.


Sementara Kesdam I/BB, dr Igusti Nugrahah Gede Kartika Sp An dalam pemaparannya menyampaikan, sinergitas dengan Perwakilan BKKBN Sumut  sepenuhnya didukung dan siap berlaborasi mewujudkan percepatan program di tengah-tengah masyarakat.


“Kami akan berperan dengan BKKB Sumut, tantangan kami dengan TNI ingin berperan dengan BKKBN, kami memiliki SDM dari pusat sampai ke desa menuju keluraga dan penduduk berkualitas dengan memberikan edukasi, fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit yang ada di jajarannya dan pendampingan bagi keluaraga,” ujarnya.


Oleh karena itu, harapnya, jika ada pelatihan yang diselenggarakan BKKBN Sumut bisa dilibatkan Kodim-Kodim yang ada di jajaran Pangdam I/BB.


“Kami senang bersinergi dengan pihak BKKBN Sumut, karena kami juga punya keluarga,” tuturnya mengakhiri.


Hal yang sama juga dr Venny Ria Pratiwi dari Poldasu, sangat mendukung seperti menurunkan stunting telah dilakukan. Demikian juga keluarga sehat seperti pendampingan para nikah dan ibu hamil. Pertemuan berakhir dengan dengan dialog terhadap nara sumber yang dipandu Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Yusrizal Batubara SSos MM. (don)

Zakiyuddin Harahap Optimistis RSUD dr Pirngadi Kembali Bangkit
| Rabu, April 01, 2026

By On Rabu, April 01, 2026


PATIMPUS.COM - Wakil Walikota Medan, H Zakiyuddin Harahap, menegaskan komitmen kuatnya untuk mengembalikan kejayaan RSUD dr Pirngadi Medan sebagai pusat pelayanan kesehatan utama di Kota Medan.


Dalam upaya tersebut, Zakiyuddin menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD dr Pirngadi Medan.

 


Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap dalam acara Silaturahmi dan Sosialisasi Penguatan Kinerja Pelayanan RSUD dr. Pirngadi yang dihadiri oleh jajaran direksi, dokter spesialis, dan tenaga medis di ruang rapat II, RSUD dr Pirngadi, Rabu (1/4/26).


Kehadiran Wakil Wali Kota Medan didampingi Istri Ny Martinijal Zakiyuddin Harahap disambut hangat jajaran manajemen dan dokter termasuk Plt Dirut RSUD dr Pirngadi Mardohar Tambunan dan Plt Kadis Kesehatan Surya Syahputra Pulungan.


Dijelaskan Zakiyuddin bahwa peran dokter dan tenaga medis merupakan ujung tombak dalam sistem pelayanan kesehatan. Dirinya menilai, keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang baik tidak akan optimal tanpa didukung oleh kualitas pelayanan dari tenaga medis.


“Tanpa dokter, sehebat apa pun rumah sakit, tidak akan berarti. Kunci utama pelayanan kesehatan itu ada pada dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis,” kata Zakiyuddin Harahap.


Zakiyuddin juga menekankan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu indikator utama kemajuan suatu daerah. Oleh karena itu, Pemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat layanan kesehatan, termasuk melalui peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD dr Pirngadi.


Diakui Zakiyuddin bahwa dalam beberapa tahun terakhir, RSUD dr Pirngadi menghadapi tantangan, terutama sejak diberlakukannya sistem BPJS Kesehatan yang memungkinkan masyarakat berobat ke berbagai rumah sakit, termasuk swasta. Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya daya saing rumah sakit pemerintah.


Meski demikian, menurut Zakiyuddin Pemko Medan terus melakukan berbagai upaya pembenahan. Salah satunya adalah rencana pembangunan gedung baru RSUD dr Pirngadi dengan dukungan pemerintah pusat, serta peningkatan sarana dan prasarana medis.


"Saya sudah mengurus ini ke pusat, bertemu langsung dengan Menteri Kesehatan dan Menteri PU. Insyaallah disetujui anggaran sekitar Rp600 miliar untuk membangun gedung baru. Saya meminta pusat yang membangun langsung agar hasilnya lebih rapi, bagus, dan berkualitas tanpa kendala teknis di masa depan," ujar Zakiyuddin.


Selain rumah sakit, Zakiyuddin juga menyampaikan bahwa tahun ini Pemko Medan akan merenovasi 41 Puskesmas di seluruh pelosok kecamatan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dari tingkat dasar.


Kemudian Zakiyuddin juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan kebersihan rumah sakit sebagai faktor utama dalam menarik kembali minat masyarakat.


“Pelayanan dan kebersihan adalah kunci. Gedung bagus saja tidak cukup kalau pelayanannya tidak baik,” tegas Zakiyuddin 


Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin turut mengajak seluruh dokter, khususnya dokter spesialis, untuk berperan aktif dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat agar tidak lagi berobat ke luar negeri, seperti ke Malaysia.


Menurut Zakiyuddin fenomena masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri menjadi tantangan serius bagi layanan kesehatan di daerah. Ia menilai, dari sisi kompetensi tenaga medis, Kota Medan tidak kalah, namun masih perlu meningkatkan kepercayaan publik.


“Kita harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa berobat di Medan, khususnya di RSUD dr Pirngadi, tidak kalah dengan di luar negeri. Ini tugas kita bersama,” jelas Zakiyuddin.


Lebih lanjut, Zakiyuddin berharap adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan tenaga medis dalam meningkatkan mutu layanan, termasuk memberikan masukan terkait kebutuhan rumah sakit, baik dari sisi alat kesehatan maupun sistem pelayanan.


Melalui kegiatan ini, Pemko Medan menargetkan RSUD dr Pirngadi dapat kembali menjadi rumah sakit rujukan utama yang dipercaya masyarakat, sekaligus mampu bersaing dengan rumah sakit swasta maupun layanan kesehatan di luar negeri. (don)

Temani Pemudik di Stasiun KA Medan, BKKBN Sumut Hadirkan Layanan Kesehatan dan Konseling
| Selasa, Maret 17, 2026

By On Selasa, Maret 17, 2026


PATIMPUS.COM - Di tengah meningkatnya arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara menghadirkan Posko Layanan Mudik di Stasiun Kereta Api Medan, Senin (16/3/2026). 


Posko ini menjadi ruang pelayanan bagi para pemudik untuk beristirahat sejenak sekaligus memanfaatkan berbagai layanan kesehatan dan keluarga.


Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, meninjau langsung pelaksanaan posko tersebut dan menyapa para pemudik yang tengah menunggu keberangkatan kereta. Menurutnya, kehadiran posko ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap terlayani selama perjalanan mudik.


“Kami dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ingin hadir bersama keluarga yang mudik. Negara harus hadir di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman,” ujar Fatmawati.


Melalui posko tersebut, BKKBN Sumatera Utara menyediakan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan para pemudik, mulai dari pelayanan keluarga berencana (KB) gratis berupa pil KB, pemeriksaan kesehatan seperti cek gula darah dan asam urat, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat.


Bagi pemudik yang membutuhkan ruang berbagi dan konsultasi, tersedia pula layanan konseling keluarga melalui Satyagatra Andaliman, pusat pelayanan keluarga sejahtera yang memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan keluarga.


Selain layanan kesehatan dan konseling, suasana posko juga dihangatkan dengan pembagian bingkisan, parcel, serta takjil gratis bagi para pemudik yang melintas di Stasiun Kereta Api Medan. Layanan ini diharapkan dapat menambah kenyamanan masyarakat yang sedang menempuh perjalanan panjang menuju kampung halaman.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut juga turut menghadiri kegiatan pelepasan peserta program Mudik Gratis bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM, yang dilaksanakan di lokasi yang sama. Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati menyapa para pemudik sekaligus memberikan semangat agar perjalanan mereka berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di kampung halaman.


Fatmawati menegaskan bahwa pelayanan kepada pemudik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga yang sehat dan kuat merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan bangsa.


“Kami berharap para pemudik tetap menjaga kesehatan selama perjalanan dan dapat merasakan kebahagiaan saat berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman,” tutupnya. (don)

RSUD Pirngadi Siaga Selama Libur Lebaran, IGD Tetap Buka 24 Jam
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa libur dan cuti bersama.


Hal ini disampaikan Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026), terkait kesiapan rumah sakit dalam menghadapi  kebutuhan layanan kesehatan pada masa libur dan cuti bersama.


Gibson mengatakan, RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat selama masa libur dan cuti bersama.


Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap melayani masyarakat selama 24 jam dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten,” ujar Gibson.


Ia menjelaskan, pihak rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, ruang rawat inap, layanan penunjang serta ambulans tetap dalam kondisi siaga untuk melayani pasien gawat darurat maupun rujukan.


Selain itu, Gibson menyampaikan bahwa pelayanan Poliklinik Rawat Jalan akan tutup sementara mulai 18 Maret hingga 24 Maret dalam rangka libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026.


Namun demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan selama masa libur dan cuti bersama tetap dapat datang ke IGD. “Pasien yang membutuhkan pelayanan selama libur dan cuti bersama, khususnya yang memerlukan pelayanan gawat darurat, dapat dilayani di IGD yang tetap buka selama 24 jam,” jelasnya.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, RSUD Pirngadi juga menyiagakan sejumlah tenaga medis, termasuk dokter jaga di IGD.


“RSUD Dr. Pirngadi tetap menyiapkan dokter jaga IGD. Selain itu, kami juga menyiagakan dokter spesialis empat besar yaitu penyakit dalam, bedah, anak, dan obstetri ginekologi (obgyn). Dokter spesialis lainnya juga siap menerima konsultasi perawatan dengan sistem "on call" apabila diperlukan,” ungkap Gibson.


Terkait ketersediaan obat-obatan, RSUD Pirngadi juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan obat tetap tersedia sesuai dengan formularium yang telah ditetapkan.


“RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen memastikan ketersediaan obat-obatan sesuai dengan formularium yang ditetapkan,” katanya.


Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan, menjelaskan, pasien dengan penyakit kronis tetap dapat melanjutkan pengobatan selama masa libur dan cuti bersama melalui sistem Iterasi obat tanpa harus bertemu langsung dengan dokter.


“Pasien penyakit kronis tetap dapat dilayani untuk melanjutkan obat melalui sistem Iterasi obat, yaitu tanpa harus bertemu dokter dan langsung ke farmasi. Hal ini dapat dilakukan mulai tanggal 18 Maret 2026 di Farmasi Rawat Jalan. Sementara pasien yang tidak datang pada tanggal tersebut dapat mengambil obatnya di Farmasi IGD,” jelasnya.


Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah diinformasikan kepada para pasien sebelumnya agar tetap dapat melanjutkan pengobatan secara rutin selama masa libur dan cuti bersama.


Selain itu, RSUD Pirngadi juga tetap membuka layanan tertentu selama libur dan cuti bersama. “Khusus untuk Poliklinik Klinis dan Medico Legal tetap buka, dengan pendaftaran pasien dilakukan di pelayanan pendaftaran pasien (PPP) IGD,” ujarnya.


Di sisi lain, pihak rumah sakit juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan kesehatan selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diharapkan menggunakan layanan IGD untuk kondisi darurat atau kegawatdaruratan medis.


“Untuk keluhan ringan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap membawa identitas diri dan kartu BPJS atau KIS apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Mardohar.


RSUD Pirngadi juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus selama masa libur dan cuti bersama.


“Rumah sakit telah menyiapkan tim medis dan tenaga kesehatan untuk tetap siaga. Kami juga memastikan kesiapan dan ketersediaan ruang rawat inap serta ruang perawatan intensif, termasuk ketersediaan alat medis dan obat-obatan. Selain itu, koordinasi dengan ambulans dan fasilitas rujukan juga terus diperkuat,” jelasnya.


Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.


Masyarakat diminta mengatur pola makan agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan santan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap cukup beristirahat, terutama bagi yang melakukan perjalanan mudik.


“Menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air putih juga penting, serta berhati-hati saat berkendara dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.


Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung, diimbau untuk tetap rutin mengonsumsi obat dan melakukan kontrol terhadap kondisi kesehatannya. (don)

Antisipasi RS Penuh, Dinkes Sumut Kembangkan Puskesmas Rawat Inap Plus
| Jumat, Maret 13, 2026

By On Jumat, Maret 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berencana mengembangkan konsep Puskesmas Rawat Inap Plus sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.


Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis SKM MKes, menjelaskan pengembangan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan lanjutan di rumah sakit, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.


“Masih banyak masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Sehingga masyarakat membutuhkan upaya lebih untuk mengakses layanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjut atau rumah sakit,” ujar Hamid Lubis didampingi Kabid Yankes dr Silvi Agustina Hasibuan SpKJ dan Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).


Selain faktor geografis, Dinkes Sumut juga mencermati fenomena penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit. Bahkan, di beberapa rumah sakit tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) sudah melampaui 80 persen.


“Ini tentu menjadi perhatian pimpinan kita Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Karena itu Puskesmas kita dorong untuk dikembangkan agar dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit,” katanya.


Menurut Hamid, meskipun layanan kesehatan saat ini dapat diakses secara gratis hanya dengan menggunakan KTP, masyarakat masih harus menanggung biaya tambahan ketika berobat ke rumah sakit, seperti biaya transportasi dan kebutuhan lain.


“Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena kendala biaya transportasi dan biaya kebutuhan lainnya. Maka Puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat perlu diperkuat layanannya,” jelasnya.


Kabid Yankes Dinkes Sumut dr. Silvi Agustina Hasibuan menambahkan, biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan pasien sering menjadi pertimbangan keluarga saat harus dirujuk ke rumah sakit.


“Memang biaya berobat bisa ditanggung program jaminan kesehatan. Tapi keluarga pasien tetap harus memikirkan biaya makan selama di rumah sakit, biaya transportasi, apalagi kalau pasien datang bersama anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Tentu ada tambahan pengeluaran yang harus dipikirkan,” ujarnya.


Dalam konsep Puskesmas Rawat Inap Plus, fungsi utama Puskesmas sebagai layanan promotif dan preventif tetap menjadi fokus utama, termasuk dalam pelaksanaan integrasi layanan primer serta program cek kesehatan gratis.


Namun sebagai nilai tambah, Puskesmas tersebut juga akan dilengkapi dengan layanan dokter spesialis yang hadir secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan tren penyakit di wilayah tersebut.


“Misalnya jika di suatu wilayah angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi, maka akan dihadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi secara terjadwal di Puskesmas tersebut,” ungkap Hamid.


Selain itu, Puskesmas Rawat Inap Plus juga akan menyediakan maksimal 10 tempat tidur rawat inap, layanan rujuk balik bagi pasien yang sudah stabil, serta layanan penjangkauan kesehatan bagi masyarakat yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.


Tak hanya itu, layanan juga akan didukung dengan teknologi informasi, seperti telekonsultasi dan telemedicine untuk memudahkan akses layanan kesehatan.


Hamid menambahkan, pengembangan Puskesmas Rawat Inap Plus memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.


“Kementerian Kesehatan diharapkan mendukung pengadaan alat kesehatan dan kebutuhan lainnya. Pemerintah provinsi akan membantu pengembangan sarana fisik dan dukungan apresiasi dan penghargaan bagi dokter spesialis yang melakukan praktek terjadwal di rumah sakit tersebut, sedangkan kabupaten/kota bertanggung jawab memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas,” jelasnya.


Ia menegaskan, setiap Puskesmas minimal harus memiliki 13 jenis tenaga kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga tenaga kesehatan lainnya.


Dengan konsep ini, Dinkes Sumut berharap Puskesmas Rawat Inap Plus dapat menjadi model layanan kesehatan primer yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban rumah sakit di Sumatera Utara.


Untuk tahap awal, sambung Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, ada 52 Puskesmas yang direncanakan dikembangkan menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Nias yang menjadi prioritas.


“Rencana pengembangannya ditargetkan mulai dilakukan tahun depan. Namun saat ini data masih terus bergerak karena masih dalam proses pemetaan dan penyesuaian kebutuhan di daerah,” kata Riswandi. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis