Warga Pergudangan Tolak Kenaikan IPL, Pengelola: Tanya ke Pusat
| Jumat, Januari 30, 2026

By On Jumat, Januari 30, 2026


PATIMPUS.COM - Sejumlah warga di kawasan pergudangan di Komplek Medan Mas Karimun (MMK) menyampaikan keberatan terkait kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) sebesar Rp5.000. Selain itu, warga juga menyoroti kebijakan pemutusan aliran air.


Dalam percakapan dengan awak media, perwakilan pengelola yang disebut-sebut bernama Achung menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melaksanakan kebijakan di lapangan. 


“Kalau tidak bayar, ya diputus. Soal masalah IPL, tanya ke pusat Jakarta saja. Kita sini hanya pelaksanaan tanah saja,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).


Terkait alasan kenaikan IPL, pihak pengelola menyebut hal itu untuk mendukung biaya kebersihan dan perbaikan fasilitas.


“Kenaikannya biasa lho untuk perbaikan, kebersihan, jalan," akunya.


Selain IPL, warga turut menyinggung soal parkir kendaraan yang masuk ke kawasan pergudangan. Menurut pengelola, hal tersebut diperlukan untuk menutup biaya perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan besar. 


“Kalau masuk, itu kan pergudangan, jadi kalau masuk harus bayar karena itu mobil berat, truk, itu untuk perbaikan jalan,” ungkapnya.  


Sebelumnya, puluhan warga komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), KIM II Jalan Pulau Karimun menyampaikan protes keras atas kebijakan pengelola yang menaikkan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) secara sepihak sejak Mei 2025. Kenaikan hingga Rp5.000 per meter persegi dinilai memberatkan dan tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur yang rusak serta pelayanan yang buruk.


Salah seorang warga komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, jalan dan fasilitas umum di kawasan pergudangan tidak pernah diperbaiki.


"IPL sebelumnya Rp3.000 per luas bangunan, kini berubah menjadi Rp5.000 per luas tanah, sehingga beban pembayaran meningkat dua kali lipat," ujarnya didampingi 2 warga pergudangan lainnya, kepada awak media, Kamis (29/1/2026).


Tak hanya itu, kata dia, warga yang menolak membayar IPL diputus akses air bersih, karena biaya IPL digabung dengan pembayaran air dan keamanan.


Apalagi, sambungnya, kenaikan retribusi ini tidak pernah disosialisasikan sebelumnya.


"Sebelum naik menjadi Rp5.000 meter persegi, IPL kita sebelumnya naik ke Rp3.000, sebenarnya di sini kita mau protes juga. Tapi ya sudah lah tidak apa-apa. Tapi yang Rp5.000 ini kita jelas protes, kalau tidak protes ini bakalan naik lagi," cetusnya.


Bahkan, kata warga lainnya, dia terpaksa menampung hujan untuk ketersediaan air bersih pasca pemutusan air bersih di wilayah komplek.


"Kita mau bawa air dari luar itu tidak dikasih masuk. Karena sejak pemberlakuan kenaikan IPL, mereka langsung membuat portal di komplek. Kita yang punya tempat aja masuk harus bayar, apalagi mobil nginap. Padahal kita masukkan ke dalam gudang kita sendiri. Kena cas Rp100.000 per malam," kesalnya.


Menurut mereka, kondisi ini sudah pernah mereka laporkan kepada pengelola dan pihak KIM, namun tak ada jalan keluar.


"Kita sudah melayangkan surat keberatan dan somasi, namun tidak mendapat respon. Bahkan kita juga sudah melakukan aksi protes unjuk rasa, tapi tak ada tanggapan juga," terangnya.


Ironisnya, beberapa bulan setelah dilakukan somasi, pengelola langsung mengganti nama perusahaan mereka.


"Kita berharap PT KIM mengambil alih pengelolaan kawasan dan mengganti pihak swasta yang dianggap tidak profesional. Kita juga menuntut agar biaya IPL disesuaikan dengan standar kawasan lain serta diiringi dengan perbaikan infrastruktur," tandasnya.


Di sisi lain, warga mengungkapkan, pihak pengelola juga mempersulit pengambilan surat rekomendasi untuk penyambungan sertifikat HGB yang harus diajukan ke pihak KIM. Dalam hal ini diperintahkan langsung oleh pihak KIM wajib untuk meminta rekomendasi dari pihak pengelola komplek pergudangan MMK.


"Dan IPL tersebut, terlepas dari nilai nominalnya, wajib dibayarkan oleh pemilik gudang. Apabila tidak dilunasi, maka PT KIM tidak akan memproses surat-surat yang dibutuhkan, termasuk surat rekomendasi untuk perpanjangan HGB serta surat-surat administratif lainnya, karena seluruh proses tersebut mensyaratkan adanya konfirmasi pelunasan IPL dari pihak pengelola," ungkapnya. (don)

Pagi-Pagi Beraksi, Maling Kereta Nyaris Pindah Alam, Untung Ada Polisi
| Selasa, Januari 13, 2026

By On Selasa, Januari 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dua maling kereta (sepeda motor) nyaris pindah alam setelah aksinya berhasil digagalkan warga di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, Kota Medan, Selasa (13/01/2026) pagi.


Beruntung keduanya langsung diamankan petugas polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dari amukan warga.



Menurut Muas, seorang guru yang mengajar di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyebutkan, kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu sedang menjalankan aksinya di Gang Merdeka, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun.


Seorang pelaku mencoba membawa kereta jenis Trail yang terparkir di depan toko, sedangkan pelaku lainnya standby di atas keretanya. 


Naas, aksi pelaku diketahui pemiliknya dan langsung mengejar pelaku sambil berteriak maling. 


Pelaku yang sempat membawa kereta trail itu ke arah Jalan Pelangi terjebak macat di depan Jalan Balai Desa, dekat kantor Lurah Sei Mati. Alhasil, pelaku pun berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan warga.


Sedangkan seorang pelaku lainnya yang berusaha kabur, juga berhasil ditangkap warga di depan kuburan dekat simpang Jalan Pelangi.


"Ada maling kereta. Kereta Trail itu yang diambilnya dari Gang Merdeka. Dikejar warga, dapat satu. Satu lagi lari ke arah Jalan Pelangi," sebut Muas.


Warga yang emosi langsung menghajar keduanya secara terpisah. Beruntung petugas Polantas yang berjaga di sekitar lokasi mengamankan keduanya dari amuk massa. Keduanya pun diboyong ke Polsek Medan Kota.


"Untung ada polisi kalau gak lewat kau," ujar warga yang berusaha memukul pelaku.


"Jangan, kalau mati kau yang dijemput," ujar polisi yang melindungi pelaku. (don)


‎M Arif Tanjung Salurkan Donasi Untuk Korban   ‎Banjir
| Rabu, Desember 10, 2025

By On Rabu, Desember 10, 2025


PATIMPUS.COM - Bencana alam yang menghantam 11 wilayah Sumatera Utara pada 27 November 2025 lalu meninggalkan duka dan prihatin dari berbagai kalangan.

‎Selain itu juga banyak menumbuhkan kesolehan sosial yang sering membangkitkan empati serta solidaritas terhadap sesama.

‎Di Kota Medan sendiri, Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah banjir tersebut menggerakkan hati M. Arif Tanjung, salah seorang tokoh masyarakat dan pemerhati sosial Sumatera Utara (Sumut). 

‎Tanpa kepentingan citra politik, Arif Tanjung bergerak dari nawaitu (niat) tulus menggalang donasi selama sepekan terakhir, karena sadar dirinya berstatus abdi yang wajib mengatasi masalah sosial dan ekonomi dalam masyarakat. 

‎"Selain bantuan dari negara, saya terharu melihat solidaritas warga yang menyalurkan donasi dan aparat saling bahu-membahu mengatasi banjir kali ini," tutur Arif Tanjung kepada wartawan yang menemuinya usai menyalurkan bantuan untuk korban bencana pada Rabu, (10/12/2025). 

‎Menurut Arif Tanjung, salah satu hikmah hebat dibalik musibah dahsyat adalah munculnya gerakan kesalehan sosial yang akan menjadi kekuatan mendatangkan keberkahan hidup masyarakat se-Tanah Air.

‎"Sesuai anjuran agama saya, yang pertama dibantu adalah korban (bencana) yang (lokasinya) dekat dulu, baru kemudian (membantu) yang jauh," jelasnya soal alasan bantuan diproritaskan untuk korban banjir di Medan. 

‎Arif Tanjung menjelaskan lagi, untuk wilayah Kota Medan sendiri kurang lebih ada sebanyak 46.587 jiwa dari 15.753 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di 14 wilayah kecamatan menjadi korban terdampak musibah banjir dan untuk sementara telah merenggut lebih kurang 12 nyawa. 

‎Dari donasi yang terkumpul M. Arif Tanjung pun menyalurkan bantuan berupa paket sejumlah kebutuhan mandi-cuci plus makanan ringan yang akan dibagikan kepada puluhan abang becak bermotor yang terdampak banjir diberbagai domisili yang berbeda dan titik pembagian tali asih penyaluran jalan air bersih Lingkungan XI Kelurahan Sudirejo I Kecamatan Medan Kota dan turut dihadiri oleh Kepling Lingkungan XI Kelurahan Sudirejo I Ibu Berlian.

‎Petaka terparah sepanjang sejarah Kota Medan tahun ke tahun yang disambangi banjir kontan membuat ibukota Sumut itu ditetapkan sebagai wilayah darurat bencana dan Status 'darurat' berakhir pada Kamis (11/12/2025) mendatang.   

‎Seiring menyalurkan donasi, Arif Tanjung meminta warga Medan mengulang tradisi kakek buyut tercintanya yang merawat alam beratus-ratus tahun lewat. 

‎"Sebagai penghuni kota yang secara geografis rendah, menurutnya sikap itu mutlak dan publik pun mendesak Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan cepat menemukan cara jitu pasca bangunan kanal senilai Rp 240 miliar di Titi Kuning terbukti tidak mampu menangkal banjir yang dramatis," ujar Arif Tanjung.

‎Dalam perspektif metropolis, Arif menilai Medan seharusnya tak pernah terendam jalanan yang merata. Soalnya, kota itu dikenal sebagai etalase Indonesia bagian barat. Di situ diletak martabat bangsa. 

‎"Mari bersama kerja keras, all-out untuk menciptakan Medan sebagai kota yang aman dan nyaman. Tak lupa juga buat kawan dan sahabat yang berpartisipasi untuk berdonasi, semoga Amal Jariyah… Aamiin," tutup Arif Tanjung. (Soni)

‎Sosper Tentang Sistem Kesehatan, Firdaus Fadwa Berharap Bisa Direalisasikan Dan Dirasakan Masyarakat Sumut
| Selasa, Desember 09, 2025

By On Selasa, Desember 09, 2025


PATIMPUS.COM - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi PKS H. Salman Alfarisi, Lc., М.А. menggelar kegiatan Sosialisasi Rancangan Peraturan Perundang-Undangan Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sosper) Tahun Anggaran 2025 di Toko Halal Network Internasional (HNI) Medan 1 jalan Gaperta Ujung, Medan. Selasa (9/12/2025).

‎Dalam Sosper tersebut, Salman Alfarisi memaparkan pentingnya Sosper sebagai edukasi pemahaman kepada masyarakat terkait peran dan fungsi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah diantaranya fungsi legislatif Anggota DPRD bersama dengan Pemerintah Daerah Membentuk Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan hukum di daerah untuk mengatur pemerintahan dan kehidupan masyarakat.

‎Fungsi Anggaran, membahas dan menyetujui Rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah serta menentukan penggunaan anggaran daerah agar sesuai kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

‎Fungsi Pengawasan, mengawasi jalannya pemerintahan daerah dan pelaksanaan Perda serta APBD yang telah disepakati serta menggunakan hak-hak seperti interpelasi, angket, dan menyatakan pendapat untuk mengontrol kebijakan pemerintah daerah. 

‎Salman Alfarisi juga menekankan, perlunya disusun peraturan daerah terkait kesehatan. Ia juga memaparkan terkait program UHC dan memberikan tips penting untuk menjaga kesehatan.

‎Sementara itu, kegiatan Sosper Tentang Sistem Kesehatan Provinsi Sumatera Utara disambut baik oleh Ketua Koordinator Acara Firdaus Fadwa yang juga merupakan Owner Toko Halalmart HNI Medan 1.

‎Menurut Firdaus Fadwa, HNI merupakan perusahaan Indonesia yang sudah lama bergerak dibidang kesehatan, makanan, obat-obatan dan kebutuhan masyarakat tentunya mendukung rancangan Perundang-Undangan terkait Kesehatan yang dibuat DPRD bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

‎"Kebetulan sekali, apa yang disampaikan tadi adalah sistem kesehatan provinsi Sumatera utara dan kami yang  selama ini bergerak dibidang kesehatan sangat mendukung apa yang telah dirancang maupun yang belum dirancang oleh Dewan Perwakilan Rakyat maupun nanti yang akan dilaksanakan oleh pemerintahan provinsi Sumatera Utara," ucap Firdaus Fadwa kepada awak media.

‎Firdaus Fadwa menegaskan lagi, bahwa kebutuhan dasar masyarakat adalah kesehatan yang juga sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.

‎" Memang kebutuhan dasar masyarakat itu adalah salah satunya tentang kesehatan. Jadi catatan dari kami ya kedepannya kesehatan itu harus ya.. dibuat murah atau paling tidak pemerintahan Sumatera Utara bisa memberikan fasilitas kesehatan gratis.  Selain itu juga diberikan pelayanan ramah, pelayanan murah dan gratis, pelayanan cepat, tepat ya mungkin bisa dilakukan dirumah-rumah sakit ya agar masyarakat kita semuanya terbebas dari penyakit. Kalau masyarakat kita sehat, sangat berdampak kepada nantinya terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera utara," ungkap Firdaus Fadwa.

‎Firdaus Fadwa juga menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga diri agar terhindar dari penyakit.

‎"jadi kami sekali lagi sangat mendukung kegiatan seperti ini, dan berharap agar rancangan Perundang-Undangan yang sudah disepakati Dewan Perwakilan Rakyat dengan Pemerintah Sumatera Utara terkait sistem kesehatan di Sumut pelayanannya dapat segera direalisasikan dan dirasakan oleh masyarakat luas," tutup Firdaus Fadwa. (Soni)

Pimpinan DPRD Medan Apresiasi Polrestabes Bentuk Tim JCS
| Senin, Desember 08, 2025

By On Senin, Desember 08, 2025


PATIMPUS.COM - Pimpinan DPRD Kota Medan, H Zulkarnaen SKM, memberikan apresiasi kepada Kapolrestabes Kota Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak yang telah membentuk Timsus JCS (Jaga, Cegah, Sigap).


Zulkarnaen yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra itu menilai, pembentukan Timsus JCS merupakan bentuk keseriusan Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak dalam menciptakan kondusifitas di Kota Medan.


"Alhamdulillah, saya hadir langsung dalam kegiatan pengukuhan Tim JCS Polrestabes Medan pada Sabtu (6/12) kemarin. Saya menilai, Tim JCS ini merupakan langkah tepat yang dilakukan Kapolrestabes Medan dalam menjaga keamanan aman di Kota Medan," ucap Zulkarnaen kepada wartawan, Senin (8/12/2026).


Dikatakan Zulkarnaen, Polrestabes Medan memang perlu membentuk sebuah tim khusus yang bekerja dalam memberantas aksi-aksi kriminalitas yang sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Medan.


"Misalnya seperti begal, rampok, geng motor, dan aksi kriminalitas jalanan lainnya. Aksi kriminalitas di Kota Medan sudah sangat tinggi, masyarakat resah karenanya. Kepolisian tentunya butuh tim khusus untuk menangani masalah ini, sebab dibutuhkan penanganan dan aksi yang lebih serius," ujarnya.


Zulkarnaen berharap Tim JCS Polrestabes Medan dapat bekerja keras dan bergerak cepat dalam menekan angka kriminalitas di Kota Medan. Dengan ada Tim JCS Polrestabes Medan, angka kejahatan di Kota Medan diharapkan dapat menurun secara signifikan.


"Saya berharap, kegiatan patroli dan tindakan-tindakan preventif dapat lebih ditekankan. Kita ingin Kota Medan kembali aman, masyarakat merasa tenang, dan seluruh aktivitas tidak lagi terganggu dengan tingginya aksi kriminalitas," pungkasnya.

(rel)

DPRD Medan Apreasi Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak
| Senin, Oktober 27, 2025

By On Senin, Oktober 27, 2025


PATIMPUS.COM - Ketua DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen Tarigan, MPd.B, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polrestabes Medan, khususnya kepada Kapolrestabes Medan yang baru, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak SIK. 


Apresiasi tersebut disampaikan usai pertemuan silaturahmi antara pimpinan DPRD Kota Medan dengan Kapolrestabes Medan di Gedung DPRD Medan, Senin (27/10/25).


Wong Chun Sen menyambut baik kehadiran Kapolrestabes yang baru dan berharap di bawah kepemimpinannya, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Medan dapat terus terjaga dengan baik.


Politisi PDI Perjuangan itu  menilai, kehadiran sosok pemimpin baru di tubuh kepolisian diharapkan membawa semangat baru dalam meningkatkan pelayanan dan rasa aman di tengah masyarakat.


“Kami dari DPRD Kota Medan mengapresiasi jajaran Polrestabes Medan, terutama kepada Kapolrestabes yang baru, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Semoga dalam pelaksanaan tugasnya dapat menciptakan suasana Kota Medan yang kondusif, sehingga masyarakat dapat merasakan kenyamanan dan keamanan dalam beraktivitas,” ujar Wong Chun Sen.


Menurutnya, sinergi antara DPRD dan Polrestabes sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di daerah. 


Dalam hal ini, Wong Chun Sen menegaskan bahwa DPRD Medan siap bekerja sama dengan kepolisian dalam mendukung berbagai program yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


“Kerja sama lintas lembaga harus terus ditingkatkan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik antara DPRD dan kepolisian, setiap permasalahan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujarnya.



Sementara itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Medan. 


Dikatakan, Kapolrestabes bahwa sebagian besar tindak kejahatan terjadi di lokasi yang minim penerangan. 


"Karena itu, kami berharap ada solusi bersama dengan DPRD, terutama terkait penambahan penerangan jalan umum dan pemasangan CCTV di titik-titik rawan kejahatan," sebutnya.


Ia menegaskan bahwa menjaga keamanan dan kenyamanan warga merupakan prioritas utama Polrestabes Medan.


Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, menandai awal sinergi yang kuat antara lembaga legislatif dan kepolisian untuk menciptakan Medan yang aman, tertib, dan harmonis. (rel)

Innalillahi, Rico Waas Lepas Jenazah Camat Medan Amplas Untuk Dimakamkan
| Kamis, Oktober 23, 2025

By On Kamis, Oktober 23, 2025

 


PATIMPUS.COM - Duka menyelimuti prosesi pemberangkatan jenazah Camat Medan Amplas, Putera Ramadan Situmeang SSTP MAP, yang wafat pada Kamis (23/10/2025) pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU).


Upacara pemberangkatan jenazah yang dipimpin Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berlangsung khidmat dan sarat penghormatan atas jasa almarhum.


Ditandai dengan penyelempangan bendera Merah Putih di atas peti jenazah, almarhum diberangkatkan dari kediamannya di Jalan Danau Ranau, menuju Masjid Syuhada di Jalan Danau Toba untuk disalatkan, sebelum dimakamkan di Pekuburan Muslim Kompleks Trikora, Jalan Danau Singkarak.


Dalam sambutannya, Rico Waas mengenang pertemuan terakhirnya dengan almarhum. Dengan suara bergetar ia bercerita, sekitar belasan hari yang lalu, ia berkunjung ke rumah Putera.


"Saat itu beliau dalam keadaan sakit dan lemah. Saya hanya menyampaikan satu hal: saya perintahkan beliau untuk berjuang — berjuang untuk tetap sehat, tetap semangat, dan berangkat berobat. Dengan napas berat, beliau menjawab, ‘Perintah diterima dan siap dilaksanakan’,” ujar Rico Waas.


Dalam prosesi yang diikuti Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, para pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Medan, sanak keluarga almarhum, serta masyarakat sekitar, Wali Kota menekankan, hingga akhir hayatnya almarhum telah melaksanakan perintah terakhir tersebut dengan penuh tanggung jawab dan keteguhan hati.


“Untuk itu, kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum Camat Medan Amplas, Putera Ramadan Situmeang, beserta seluruh keluarga. Doa kami semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucap Rico dengan nada haru.


Beliau juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan untuk meneladani semangat pengabdian dan ketulusan almarhum dalam menjalankan amanah. 


“Kita kehilangan sosok ASN yang berintegritas, rendah hati, dan penuh tanggung jawab. Semoga semangat dan keikhlasannya menjadi inspirasi bagi kita semua,” tambahnya. 


Putera Ramadan Situmeang lahir di Medan, 13 September 1977. Ia dikenal sebagai pribadi bersahaja, disiplin, dan pekerja keras di kalangan rekan sejawat maupun warga. Menempuh pendidikan dari SD Negeri 060840 Medan, SMP Negeri 7 Medan, SMA Swasta Tunas Karya, lalu melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan (STIP) Departemen Dalam Negeri, dan menuntaskan S2 Ilmu Administrasi Publik di Universitas Medan Area (UMA).


Dalam kariernya sebagai aparatur sipil negara, almarhum telah menempuh berbagai jabatan strategis, yakni

Sekretaris Lurah Kampung Baru, Lurah Sidomulyo Kecamatan Medan Tuntungan, Lurah Durian Kecamatan Medan Timur, Sekretaris Camat Medan Belawan, Kepala Bidang Operasional Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Medan, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Medan, Camat Medan Helvetia, dan Camat Medan Amplas. 


Almarhum meninggalkan seorang istri, dr. Eliane Putera Ramadan, dan tiga orang anak: M. Rafi Hatta Situmeang, Razan Akbar Kahfi Situmeang, dan Jasmine Alya Situmeang.


Rico Waas menutup sambutannya dengan doa agar seluruh amal ibadah dan kebaikan almarhum diterima oleh Allah..


“Semoga Allah mengampuni segala kesalahan almarhum dan menjadikan kita semua orang-orang yang mampu mengambil hikmah dari kegigihan dan keikhlasannya dalam berbakti kepada masyarakat,” tutupnya. (rel)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis