Dialog Multipihak Dorong Pemulihan Lanskap Aceh dan Sumatra Utara Pascabencana
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Perubahan tutupan hutan dan lahan pascabencana menjadi tantangan penting dalam upaya pemulihan wilayah terdampak di Aceh dan Sumatra Utara. 


Untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan tersebut, Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) menggelar Dialog Multipihak bertajuk “Wajah Baru Tutupan Hutan dan Lahan Pascabencana: Menuju Pemulihan Lanskap di Aceh dan Sumatra Utara.” 


Dialog ini mempertemukan pemerintah, peneliti, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk membahas dinamika perubahan lanskap setelah bencana sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan ekosistem dan penghidupan masyarakat.


“Dialog ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pihak di Sumatra Utara dan Aceh dalam berbagi data, pengetahuan, dan pengalaman terkait perubahan lanskap pascabencana. Melalui kolaborasi multipihak, kita dapat mendorong upaya pemulihan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Edward Manihuruk, Lead CSL.


Dalam diskusi panel yang dimulai oleh Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pentingnya data dalam mendukung proses pemulihan pascabencana ditekankan. 


Menurutnya, berbagai pihak telah mengumpulkan data mengenai kondisi wilayah terdampak, yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memahami dinamika perubahan lanskap serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pemulihan.


“Data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan dan implementasi solusi pascabencana. Karena itu, penting untuk membangun sistem pemantauan hidrologi dan kebencanaan yang akurat, cepat, dan inklusif agar dapat mendukung mitigasi risiko serta pengambilan keputusan yang adaptif,” ujarnya. 


Ia juga menambahkan bahwa BRIN terus melakukan pemantauan, analisis, serta mengembangkan inovasi teknologi untuk membantu mendeteksi dan memitigasi potensi bencana di masa depan.

Perubahan lanskap juga berdampak langsung terhadap kondisi ekosistem dan keanekaragaman hayati. 


M Yakob Ishadamy, Direktur Yayasan Ekosistem Lestari, menyoroti bahwa tekanan terhadap tutupan hutan di Aceh berkontribusi pada meningkatnya risiko kehilangan biodiversitas sekaligus memperbesar kerentanan terhadap bencana di masa depan apabila tidak diikuti dengan upaya pemulihan yang tepat.


Sementara itu, dari perspektif regional Sumatra Utara, Jeri Imansyah, Sundaland Program Director Konservasi Indonesia menekankan bahwa perubahan lanskap perlu dipahami secara menyeluruh agar dapat menjadi dasar dalam memperkuat pengelolaan hutan dan lahan yang lebih berkelanjutan dan tetap mendukung penghidupan masyarakat.


“Perubahan tutupan hutan dan lanskap tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan wilayah dan keberlanjutan penghidupan masyarakat. Karena itu, pemulihan pascabencana perlu dilihat sebagai momentum untuk memperkuat praktik pengelolaan lanskap yang lebih bertanggung jawab dan berketahanan iklim,” jelas Jeri.


Dialog ini juga menghadirkan perspektif sektor swasta mengenai respons terhadap dampak bencana. Sugihartana H.S. dari PT Socfin Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan di Aceh turut mengembangkan berbagai strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung petani kecil yang menjadi bagian dari ekosistem produksi.


“Kejadian bencana menjadi pengingat penting bagi sektor usaha untuk memperkuat praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan pengelolaan lanskap yang lebih tangguh sekaligus mendukung keberlanjutan produksi,” ujar Sugihartana. 


Dari sisi pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara menilai forum ini memberikan ruang penting untuk memperkaya perspektif dalam implementasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah.


Melalui pertukaran perspektif tersebut, dialog ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai dinamika perubahan lanskap pascabencana sekaligus mendorong tindak lanjut kolaboratif dalam mendukung pemulihan hutan, daerah aliran sungai, serta lahan pertanian dan perkebunan secara berkelanjutan.


CSL berharap dialog ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun lanskap yang lebih tangguh bencana sekaligus sekaligus mendukung penghidupan masyarakat yang berkelanjutan di Aceh dan Sumatra Utara. (rel/don)

Pemko Medan Turunkan Tarif Parkir, Kereta Rp2.000
| Rabu, Februari 25, 2026

By On Rabu, Februari 25, 2026


PATIMPUS.COM - Pemko Medan resmi melakukan menurunkan atau penyesuaian tarif retribusi parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat melalui Peraturan Walikota (Perwal) terbaru nomor 9 Tahun 2026 tentang peninjauan Besaran Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. 


Kebijakan ini diambil sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus stimulus ekonomi bagi masyarakat.


Hal ini disampaikan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat doorstop dengan Wartawan di Balaikota, Rabu (25/2/26).


Dijelaskan Rico Waas, dalam kebijakan baru tersebut, tarif parkir sepeda motor yang sebelumnya Rp3.000 diturunkan menjadi Rp2.000. Sementara tarif parkir mobil yang sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp4.000.


Menurut Rico Waas Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta kebutuhan akan layanan parkir yang lebih tertib dan terstandarisasi. 


"Pemko Medan menilai kebijakan ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menciptakan sistem perparkiran yang lebih baik," jelas Rico Waas didampingi Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Aspemsos Muhammad Sofyan dan Plt Kadis Perhubungan, Suriono serta Kadis Kominfo Arrahmaan Pane.


Selain penyesuaian tarif, lanjut Rico Waas, Pemko Medan juga menerapkan sistem pembayaran parkir secara manual (tunai) dan digital melalui QRIS atau metode non-tunai. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.


"Untuk memastikan sistem berjalan optimal, akan dibentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang bertugas mengawasi penyelenggaraan parkir di tepi jalan umum. Penindakan terhadap juru parkir (jukir) liar juga akan terus dilakukan secara tegas seperti yang telah dilakukan Tim Cakrawala," ujar Rico Waas.


Menurut Rico Waas, nantinya ke depan, setiap jukir resmi wajib menggunakan atribut standar berupa rompi khusus serta jukir akan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perhubungan. Pelatihan tersebut mencakup etika pelayanan, pemahaman marka parkir, serta tata cara berinteraksi yang sopan dengan masyarakat.


"Pelatihan ini nantinya akan menjadi salah satu syarat untuk menjadi jukir. Pelatihan tersebut mencakup etika pelayanan, pemahaman marka parkir, serta tata cara berinteraksi yang sopan. Hal ini agar tidak ada lagi jukir yang kurang melayani dan dianggap kasar," kata Rico Waas.


Selain itu, Rico Waas menyampaikan jukir juga diwajibkan bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat pernyataan resmi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan parkir di Kota Medan.


"Jukir harus bebas narkoba, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bebas narkoba resmi," papar Rico Waas.


Selanjutnya Rico Waas berharap kebijakan baru ini dapat membawa dampak positif, baik dari sisi pelayanan publik maupun dukungan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Meski membutuhkan masa penyesuaian, pemerintah optimistis pembenahan sistem perparkiran ini akan berjalan baik dengan dukungan masyarakat dan media.


"Melalui Perwal baru ini, Pemko Medan berkomitmen menghadirkan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan berpihak kepada masyarakat", sebut Rico Waas sembari Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan akan melakukan sosialisasi terkait Perwal tersebut. (don)

Rico Waas Kunjungi Rumah Tokoh Tionghoa Sumut
| Selasa, Februari 17, 2026

By On Selasa, Februari 17, 2026


PATIMPUS.COM - Dalam rangka perayaan Imlek 2577, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi Istri Ny Airin Rico Waas mengunjungi rumah tokoh Tionghoa Sumut yang juga Pemilik Harian Analisa, Supandi Kusuma, di Komplek Grand Polonia Medan, Selasa (17/2/26).


Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi yang hangat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan tokoh masyarakat.


Kedatangan Rico Waas dan Istri yang juga Ketua TP PKK Kota Medan disambut langsung oleh Supandi Kusuma beserta keluarga. Nuansa khas Imlek dengan dekorasi merah dan ornamen tradisional menambah semarak suasana, mencerminkan harapan dan semangat baru di tahun yang baru.


Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa dalam silaturahmi ini. Rico Waas tampak berbincang akrab dengan tuan rumah serta para tamu yang hadir.


Dalam kesempatan itu, Rico Waas menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Harian Analisa yang selama ini konsisten menjadi referensi informasi masyarakat Sumatera Utara.


“Media memiliki peran penting dalam membangun peradaban dan demokrasi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi yang akurat dan membangun optimisme publik,” kata Rico Waas.


Dalam suasana santai tersebut, Rico Waas juga bercerita mengenai perkembangan pembangunan Kota Medan. Ia menyampaikan bahwa revitalisasi sejumlah puskesmas terus dilakukan agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal. Selain itu, pembenahan dan peningkatan fasilitas di RSUD Pirngadi juga tengah berjalan untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi warga.


Tidak hanya sektor kesehatan, Rico Waas turut menyinggung perbaikan trotoar dan penataan pohon di sejumlah ruas jalan sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Medan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.


Di sela-sela perbincangan, Walikota Medan tampak menikmati berbagai hidangan dan cemilan khas Imlek yang disajikan tuan rumah, menambah kehangatan suasana kebersamaan.


Ia juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang merayakan, seraya berharap perayaan tahun ini membawa keberuntungan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh warga Kota Medan.


Sementara itu, Supandi Kusuma yang juga Master Wushu mengapresiasi kehadiran Walikota Medan dan istri di kediamannya dalam perayaan Imlek tersebut. Dirinya berharap silaturahmi yang terjalin semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan media dalam mendukung pembangunan daerah.


Kunjungan ini tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi perayaan, tetapi juga simbol toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman Kota Medan. (rel)

Kepling 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Medan Marelan Punggahan Bersama Warga
| Selasa, Februari 17, 2026

By On Selasa, Februari 17, 2026


PATIMPUS.COM - Kepala Lingkungan (Kepling) 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Kecamatan Medan Marelan, Bambang Santoso menggelar temu ramah sekaligus punggahan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah bersama masyarakat Pasar 2 Barat jalan abadi, Senin (16/2/2026) malam.

‎Sebagai Kepling 2 yang baru saja terpilih, Bambang Santoso mengatakan acara punggahan ini bertujuan untuk saling berkenalan antara dirinya dan warga lingkungan 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Kecamatan Medan Marelan, merajut silaturahmi dan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

‎"Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan temu ramah saling berkenalan bersama warga lingkungan 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Kecamatan Medan Marelan, semoga kegiatan ini dapat merajut silaturahmi dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini," ungkap Bambang Santoso.

‎Dalam kesempatan itu pula, Bambang Santoso mengajak warganya untuk bersama menjaga Kamtibmas, agar dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan.

‎Bambang Santoso juga mengajak masyarakat untuk saling membahu membangun kemajuan lingkungan agar tercipta lingkungan yang aman, tertib, bersih, asri dan penuh keharmonisan.

‎"Mari kita saling bergotong royong membangun lingkungan kita, tegur saya kalau berbuat salah dan silaf, bimbing dan arahkan saya agar saya bisa menjaga amanah bapak ibu semua," jelas Bambang Santoso. 

‎Turut hadir dalam acara punggahan itu, Tokoh Masyarakat lingkungan 2, Abdul Rahman Jais dan Sugeng. Abdul Rahman Jais mengapresiasi acara temu ramah punggahan yang digelar Kepling 2 Bambang Santoso.

‎Abdul Rahman Jais bersama Sugeng berharap Bambang Santoso selaku Kepling 2 yang baru terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

‎Ia juga berharap kepemimpinan Bambang Santoso sebagai kepling, dapat merangkul masyarakat agar lingkungan 2 menjadi daerah yang aman, maju dan kondusif. (Soni)


Sambut Ramadhan 2026, Ribuan Warga Medan Ikut Pawai Obor
| Minggu, Februari 15, 2026

By On Minggu, Februari 15, 2026


PATIMPUS.COM - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Ummat Islam Sumatera Utara menggelar dan antusias menyemarakkan Pawai Obor, meskipun sempat diguyur hujan pada Sabtu (14/2/2026) malam.

‎Kegiatan Pawai Obor yang mengusung tema 'Lekas Pulih Sumatera' ini sebagai bentuk empati, solidaritas dan doa bersama untuk sejumlah daerah di Sumatera yang dilanda musibah bencana alam mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material bagi warga.

‎Ketua Panitia Pawai Obor 1447 Hijriah/2026 Masehi, Taufik Ismail, mengatakan kegiatan yang sudah digelar hampir setiap jelang Ramadan berjalan tertib dan lancar meskipun sempat diguyur hujan. Ia juga mengakui antusias warga mengikuti dan menyemarakkan acara tersebut lebih banyak dari tahun 2025 lalu.

‎"Untuk tahun ini, antusiasme warga cukup meningkat. Tercatat ada sekitar 97 kelompok masyarakat yang ikut serta, dengan total peserta diperkirakan menembus lebih dari tujuh ribu orang," ucap Taufik kepada awak media.

‎Sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah bencana alam di beberapa daerah Sumatra, Taufik Ismail menjelaskan dalam Pawai Obor ini juga diadakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra.

‎"Selain syiar agama sambut Ramadhan, kami juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban bencana Sumatra," ujar Taufik.

‎Selain itu lanjut Taufik Ismail, Panitia Pawai Obor berharap dengan diselenggarakannya acara ini, dapat meningkatkan semangat ummat Islam khususnya anak muda dalam menyambut dan menjalankan puasa Ramadan.

‎"Pelaksanaan pawai obor tahun lalu, jumlah peserta pawai mencapai sekitar kurang lebih 7.000 orang. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah semangat generasi muda dalam menyambut Ramadan," harapnya.

‎Pantauan awak media dilokasi Acara Pawai Obor, Ribuan warga dari berbagai daerah berkumpul didepan Masjid Raya Al Mashun dan memadati sepanjang jalan menuju arah jalan Brigjend Katamso depan Istana Maimun, lalu massa bergerak ke jalan Pemuda, jalan Palang Merah, jalan MT. Haryono, Jalan Cirebon, lalu finish kembali dititik kumpul awal melewati jalan SM. Raja. (Soni)

Afif Abdillah Ingatkan Pengguna UHC, BPJS Tidak Digunakan Setahun Dianggap Mampu
| Kamis, Februari 12, 2026

By On Kamis, Februari 12, 2026


PATIMPUS.COM - Anggota DPRD Medan Afif Abdillah mengingatkan warga yang tercatat sebagai pengguna program Universal Health Coverage (UHC) agar tetap menggunakan BPJS Kesehatan. Jangan sampai dalam setahun warga tidak menggunakan program tersebut.


"Jadi, kalau BPJS Kesehatan program UHC itu tidak digunakan selama setahun, maka nanti pemerintah menganggap warga sudah mampu. Kenapa? Karena BPJS nya tidak dipakai-pakai," tegas Afif Abdillah di hadapan konstituennya saat Sosialisasi Perda II, Tahun Anggaran 2026 Perda No.4 Tahun 2026 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yqng digelar di Jalan Panglima Denai, Gang Syahrul Bayadi, Lingkungan 3, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (7/2/2026).


Dengan tidak menggunakan BPJS tersebut, lanjut Afif, berarti warga tidak butuh. Oleh karena itu, Afif yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu menyarankan agar warga tetap menggunakan BPJS Kesehatan, meski hanya sekadar cek kesehatan ke puskesmas. Cuma ada masalah baru, banyak kartu BPJS-nya mati. Waktu mau cuci darah, kartunya mati. Demikian juga saat mau kemoterapi. Padahal digunakan berkali-kali. Apalagi rutin setiap bulan digunakan Kenapa kartunya bisa mati. Jadi ini harus diluruskan. Saya juga bingung, kenapa BPJS Kesehatan pusat atau Kementerian Sosial bisa salah dalam hal ini. 


"Kan gampang hanya melihat aktif atau tidak digunakan warga. Di kartu BPJS apa pun pengobatan kita yang terakhir, itu nampak digunakan atau tidak. Seharusnya tidak diputus PBI nya. Kenapa? Karena dia pakai," papar Afif.


Hanya saja karena katanya desil. Kalau desil 1 sampai 5, tapi desil 6 ke atas tidak lagi dapat BPJS dari APBN. Kenapa begitu? Karena dianggap mampu. Tapi warganya kemoterapi, cuci darah. Desil naik apakah dianggap mampu? Belum tentu. (don)

Rico Waas Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan Selama Ramadan
| Kamis, Februari 12, 2026

By On Kamis, Februari 12, 2026


PATIMPUS.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Pasar Murah Pemko Medan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 


Tidak hanya sekadar membuka secara seremoni, namun secara tegas Rico Waas juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemko Medan agar memastikan distribusi bahan pokok yang dijual di Pasar Murah tepat sasaran dan bebas dari praktik kecurangan.


"Jangan sampai masyarakat sudah senang dengan adanya pasar murah ini, tapi begitu sampai di kelurahan barangnya tidak ada. Baru dua hari sudah habis. Saya minta sistemnya diatur, jangan ada orang dalam yang bermain, itu pelanggaran berat karena menyangkut kepercayaan masyarakat," kata Rico Waas tegas saat membuka acara tersebut di lapangan Warna Warni Martubung, Kec. Medan Labuhan, Kamis (12/2/2026).


Pasar murah yang berlangsung mulai dari tanggal 12 Februari hingga 12 Maret 2026 ini tidak hanya terpusat di satu lokasi saja, melainkan tersebar di 151 Kelurahan sekota Medan. Melalui kegiatan ini, Rico Waas ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.


"Pemko Medan berkomitmen memperhatikan kebutuhan warga. Apalagi menjelang puasa, kebutuhan pokok pasti meningkat, dari belanja harian sampai persiapan bikin kue lebaran," ujar Rico Waas dalam sambutannya.


Lebih lanjut, Rico Waas juga mengatakan Pasar Murah ini bertujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. Tidak tanggung-tanggung, Pemko Medan menggelontorkan subsidi mencapai lebih dari Rp 4 Miliar untuk memangkas harga kebutuhan pokok agar lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disiapkan adalah beras, dengan total stok mencapai 430 ton.


"Jika satu ton beras dibagi dalam kemasan 5 kg, maka 400 ton saja bisa menjangkau 80.000 warga. Saya ingin pastikan manfaat ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan," ungkap Rico Waas.


Tidak hanya itu saja, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga memastikan bahwa bahan pokok yang dijual memiliki kualitas yang baik. 


"Beras yang kita jual bukan SPHP, tapi beras medium menuju premium. Biasanya Rp 15.000 /kg, sekarang menjadi Rp 11.600," jelasnya.


Penurunan harga juga berlaku untuk komoditas bahan pokok lainnya, seperti Gula pasir dari Rp 18.500 menjadi Rp 15.200/ kg, tepung terigu dari Rp 10.500 menjadi Rp 8.600/ kg, telur dari Rp 1.900 menjadi Rp 1.350/ butir, kacang tanah kupas dari Rp 34.000 menjadi Rp 28.600/kg.


Lalu selanjutnya minyak goreng dari Rp 20.500 menjadi Rp 17.700/ liter, Margarin dari Rp 9.500 menjadi Rp 6.400/pcs. Sirup berbagai merek juga turun, seperti Sarang Tawon Standard Quality 430 Ml dari harga Rp 18.300 menjadi Rp 17.000/botol, Sarang Tawon Raspberry 630 Ml dari Rp 22.000 menjadi Rp 18.667/ botol, dan Pohon Pinang Standard Quality 520 Ml dari Rp 21.000 menjadi Rp 19.500/ botol.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah, dalam laporannya menjelaskan bahwa Pasar Murah ini digelar di 151 titik selama 30 hari dengan total subsidi mencapai Rp 4.170.656.500.


"Ini merupakan salah satu langkah Pemko Medan untuk mengendalikan harga barang-barang kebutuhan pokok sekaligus upaya untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan ketersediaan bahan makanan pangan," jelasnya.


Pembukaan Pasar Murah yang dirangkaikan dengan penyerahan sembako bagi masyarakat kurang mampu ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsun, beserta para Camat. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis