Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2024

Lurah Aur Sayangkan Bentrokan Warga Terulang

    Minggu, Mei 05, 2024  


PATIMPUS.COM - Kepala Lurah Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Fahreza Ksatria Purba SSTP, menyayangkan kembalinya peristiwa bentrokan antar dua kampung bertetangga tersebut.

Padahal dirinya sudah melakukan mediasi terhadap tokoh masyarakat dan pemuda kedua lingkungan IV dan V teraebut di Kantor Lurah Aur Selasa (1/5

"Pada mediasi malam itu saya bersama Babinsa, Babinpotdirga dan Babinkhabtipmas, mengundang tokoh agama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk bisa sama-sama mendinginkan serta melarang anak dan adek-adek kita ikut dalam aksi tawuran. Kami sudah menghimbau, tapi sangat disayangkan bisa terulang lagi kejadian seperti ini," jelas Fahreza.

"Saya dan jajaran serta para tokoh di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun untuk lebih menghimbau dan melibatkan para orangtua dari anak-anak muda di kedua belah pihak, Agar sama-sama menasehati anak dan adek-adek kami di Kelurahan Aur agar tidak mudah terprovokasi, karena infonya, ada pihak ketiga di luar itu juga terlibat," jelas Fahreza lebih lanjut.

Untuk mengantisipasi agar bentrokan tidak terjadi lagi, Fahreza mengatakan akan berkolaborasi 3 pilar beserta tokoh di Kelurahan  Aur membuat posko di antar lingkungan dan sudah berkoordinasi dengan Polsek Medan Kota melalui Babinkhabtipmas Kelurahan Aur agar mengusut dan menangkap dalang dari permasalahan yang membuat keributan ini. (Soni)

Diserang Warga Mangkubumi, Kampung Aur Diancam Bakar

    Minggu, Mei 05, 2024  

 


PATIMPUS.COM - Warga Kampung Aur Lingkungan IV Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun yang sedang ronda dikejutkan aksi penyerangan oleh genk motor yang bergabung dengan warga Jalan Mangkubumi, Minggu (5/5/2024), Subuh.

Mendapat serangan, warga Kampung Aur berhamburan keluar rumah untuk memberikan perlawanan, bentrokan pun terjadi di seputaran Jalan Letjen Suprapto Simpang Jalan Mangkubumi yang dimulai pada jam 04.00 WIB

Informasi yang didapat awak media saat di lokasi kejadian, bentrokan saat ini merupakan buntut persoalan yang telah terjadi sebelumnya pada Minggu (28/4/2024) lalu. Saat itu juga terjadi bentrokan antara genk motor yang bergabung bersama beberapa warga Jalan Mangkubumi dengan warga Kampung Aur Lingkungan IV.

Menurut informasi dari salah seorang ibu rumah tangga warga Kampung Aur yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, dirinya cemas mencari anaknya saat bentrokan terjadi.

"Seminggu lalu kampung kami juga diserang, waktu itu kayaknya awal ribut dari New Zone (NZ). Orang genk motor yang gabung bersama warga Mangkubumi saling serang dengan warga Kampung Pasiran dari arah Zone. Jadi orang Pasiran lari ke arah jembatan jalan Suprapto. Entah kenapa tiba-tiba gabungan genk motor dan Mangkubumi menyerang kampung kami dengan melempar batu saat itu. Kami Warga terkejutlah, berhamburan warga keluar rumah memberi perlawanan," ujarnya.


"Nah, mungkin gak puas saat itu. hari ini mereka menyerang lagi ke kampung kami, tadi kulihat ada banyak dari mereka yang bawa klewang panjang, jadi anak muda dan para orang tua yang sedang jaga malam terkejut karena diserang, kami balik melawanlah karena kampung kami diserang," lanjut Ibu tersebut.

Sementara itu, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Aur, Adnan, mengaku dapat pesan WhatsApp berlogo Brotherhood Taring Iblis, isinya menyatakan 'kita bakar kampung sebelah part 2.'

Saat diminta keterangannya oleh pihak Polsek Medan Kota dan Babinsa, Adnan mengatakan adanya penyerangan Minggu kemaren ditambah adanya pesan WhatsApp, Warga Kampung Aur melakukan pos ronda jaga malam sambil main catur dan minum kopi di depan halaman masjid.

"Yah gimana ya pak, tadinya warga sedang jaga malam di depan masjid sambil minum kopi dan main catur, dapat serangan yah warga keluarlah kayak semut, terjadilah perlawanan dari warga Kampung Aur, sejak mendapat serangan Minggu lalu dan saya ada dapat pesan wa katanya bakar kampung sebelah part 2, warga antisipasi dengan melakukan jaga malam didepan halaman masjid, ternyata tadi diserang lagi akhirnya warga melawan lagi," ujar Adnan.

Pantauan awak media di lokasi kejadian, terlihat warga Kampung Aur yang tadinya ronda malam dan sedang tidur, begitu diserang lagi langsung bangkit dan berlari melakukan perlawanan. Aksi bentrokan pun terjadi, hingga akhirnya berhenti, tim Kepolisian dari Polsek Medan Kota datang melerai kejadian tersebut. 

Namun di pagi hari pukul 6 lewat, puluhan geng motor kembali menyerang, dari Jalan Suprapto menuju Jalan Brigjend Katamso dan masuk ke Jalan Kampung Aur, mendapat serangan lagi dari pintu lainnya Warga Kampung Aur pun kembali bergerak melawan, dan bentrokan sempat terjadi di Jalan Brigjend Katamso.

Aparat kepolisian yang berjaga di Jalan Suprapto bergerak cepat menenangkan warga, dan mengejar komplotan geng motor yang lari ke arah jalan Pemuda Medan. (soni)

Jumat, 15 Maret 2024

Kelang 4 Hari, Harimau Kembali Serang Warga Sei Lepan

    Jumat, Maret 15, 2024  


PATIMPUS.COM - Untuk kesekian kalinya Harimau Sumatera di kawasan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) Langkat menyerang warga. Beruntung korban selamat dan hanya mengalami luka sobek di bagian paha dan kaki akibat dicakar dan digigit Harimau.


Kali ini M Ikhwan Sembiring (41) seorang Buruh Harian Lepas (BHL) warga Dusun V Sidorejo, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumut yang menjadi korban terkaman harimau.


Informasi yang diterima, peristiwa terjadi Kamis (14/03/2024) sore sekitar Jam 17.20 WIB, korban diserang harimau saat sedang memanen TBS milik warga di Dusun V Sedorejo Damar Hitam, tak jauh dari tempat tinggal korban.


"Saat itu Ikhwan dengan kencang membawa kereta (Septor) menuju kampung sambil berteriak harimau-harimau, kami lihat kakinya penuh darah dengan luka sobek, saat ditanya dirinya mengatakan baru saja diserang harimau," ucap Wagiman (39) salah seorang warga Sideorejo.


Camat Sei Lepan M Iqbal Ramadhan SE, saat dikonfirmasi terkait kejadian ini, dirinya membenarkan jika ada warganya diserang harimau.


"Iya Bang, ada lagi warga kita yang diserang harimau ketika sedang memanen buah sawit, sebelumnya korban sudah melihat kedatangan harimau dari jauh hingga bisa menghindar, saat akan kabur harimau berusaha mengejar dan menerkam hingga mengenai kaki, korban sempat melawan dan meronta hingga cengkeraman harimau bisa lepas," ucap M Iqbal.


Lebih lanjut Iqbal mengatakan, dengan penuh luka cakaran dan gigitan, korban berusaha menjauh dari harimau dan mengambil sepeda motornya lalu pergi ke perkampungan guna minta pertolongan dan perawatan medis.


"Kuat dugaan harimau ini merupakan harimau yang sama yang menyerang warga Desa Harapan Maju 4 hari lalu, karena ciri-cirinya sama memakai gasper (sabuk) di leher, saat ini korban dirawat di klinik desa dengan luka robek di paha dan kaki, kedepan kita akan bekoordinasi dengan pihak BKSDA dan Polisi Kehutanan terkait masalah ini," terang Camat Sei Lepan M Iqbal Ramadhan SE.


Sementara itu, guna mengantisipasi harimau masuk ke perkampungan dan kembali menyerang warga, sejumlah warga sudah berjaga-jaga di perbatasan desa dan kebun warga.(Raj)

Rabu, 13 Maret 2024

Petani Cabe Kritis Diterkam Harimau Di Kawasan Hutan TNGL

    Rabu, Maret 13, 2024  


PATIMPUS.COM - Seorang pemuda nyaris tewas diterkam Harimau Sumatera saat berada di ladangnya, akibat peristiwa itu korban mengalami luka serius di bagian kepala dan leher hingga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.


Korban bernama Jeri Ginting (28) warga Barak Itir  Dusun V Aman Dame, Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan,Kabupaten Langkat. Dari Informasi yang diterima, peristiwa naas itu terjadi Senin (11/03/2024) sekitar Jam 17.30 WIB


Sore itu korban bersama kedua orangtuanya pergi ke kebun miliknya di areal Taman Nasional Gunung Leuser,(TNGL) yang tidak jauh dari tempat tinggalnya untuk memanen cabai. 


Sebelum peristiwa naas itu terjadi, korban melihat anjing peliharaannya telah mati dengan kondisi mengenaskan. Bagian tubuh anjing telah tercabik-cabik.


Saat korban mendekati hewan peliharaannya yang telah mati, tanpa diduga dari arah semak belukar keluar seekor harimau dan langsung menerkam korban.


Ayah korban, Ramli Ginting (52) yang melihat anaknya diterkam harimau seketika itu langsung dengan sekuat tenaga  berusaha menyelamatkan korban.


Beruntung usaha Ramli Ginting untuk mengusir harimau pun berhasil. Korban yang sudah dalam cengkraman si raja hutan langsung dilepaskan dan pergi meninggalkan korban dalam kondisi luka parah. Dengan perlahan korban dibawa orangtuanya ke gubuk di tengah ladang.


Setelah diberitahu puluhan warga datang ke lokasi kejadian, mendapati korban dalam kondisi bersimbah darah di sekujur tubuh akibat luka cakaran dan gigitan harimau di bagian kepala dan leher.


Dalam kondisi kritis korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Putri Bidadari Stabat untuk mendapatkan perawatan secara medis.


Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Irwanta Sembiring SH MH  ketika dikonfirmasi Selasa (12/03/2024), membenarkan adanya peristiwa tersebut.


"Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Mahkota Bidadari Stabat," ucapnya.


Kapolsek juga menugaskan anggotanya untuk menghimbau kepada warga di sana agar berhati-hati karena areal yang mereka usahai itu adalah daerah kawasan hutan yang tentu banyak dihuni oleh binatang buas. 


"Kalau untuk pengamanan harimau itu adalah wilayahnya KSDA dan bila kami dibutuhkan untuk membackup  di lapanggan kami juga siap," kata Kapolsek.


"Saya menghimbau kepada masyarakat yang ada di sekitar kawasan hutan itu agar waspada, karena harimau lapar tidak pilih siapa saja," kata perwira tiga balok di pundak ini, mengakhiri. (raj)


Sabtu, 28 Oktober 2023

Mess Milik PT AFR Ludes Terbakar

    Sabtu, Oktober 28, 2023  


PATIMPUS.COM - Mess milik perusahaan eks produksi kayu lapis/tripleks PT Raja Garuda Mas (RGM) atau PT Asia Forestama Raya (AFR) di Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Privinsi Sumatera Utara ludes terbakar Sabtu (28/10/2023) pagi.


PT AFR milik konglomerat Sukanto Tanoto itu sudah tidak lagi beroperasi sejak tahun 2006 silam.


“Diperkirakan ada 10 unit rumah yang merupakan bekas mess karyawan PT RGM yang ludes terbakar,” kata Marwan, salah seorang warga di sekitar TKP kebakaran.


Kebakaran diketahui warga sekitar Jam 06.00 WIB dini hari.


“Api terlihat sudah membesar dari salah satu rumah warga, dengan cepat menjalar dan membakar rumah lainnya yang berada disampingnya, warga sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya namun kobaran api cepat membesar,” kata Marwan lagi.


Api dapat dipadamkan sekitar jam 10.00 WIB setelah mobil dinas pemadam kebakaran dari Pemkab Langkat turun ke lokasi kebakaran.


Informasinya, asal api kebakaran disebabkan dari kompor yang meledak dari salah satu rumah yang terbakar.


Pihak Polsek Besitang hingga berita ini dilansir, masih melakukan olah TKP. (raj)


Rabu, 13 September 2023

Pemilik Pasrah Rumahnya Diratakan Api

    Rabu, September 13, 2023  


PATIMPUS.COM - Musibah yang memilukan dialami Musliadi (48) warga Dusun IV Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.


Pasalnya, rumah kayu yang dihuninya bersama keluarga ludes tak tersisa, setelah api membakarnya Rabu (13/9/2023) dinihari.


Tak hanya rumah dan seisinya yang ludes, satu unit mobil Daihatsu dan sepeda motor Supra X turut menjadi korban.


Peristiwa kebakaran tersebut awalnya diketahui korban sekitar jam 01.30 WIB, saat dirinya terbangun hendak ke kamar mandi.


Korban melihat api sudah membakar dinding teras depan rumahnya. Melihat itu, korban pun membangunkan anaknya yang bernama Jefri dan membawa istrinya beserta sepeda motor lewat pintu belakang.


Kemudian korban meminta bantuan ke tetangganya dan berusaha memadamkan api. Lantaran rumah korban terbuat dari kayu, api semakin ganas sehingga seluruh rumah korban ludes terbakar.


Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Bram Candra SH MH mendapat laporan langsung memerintahkan Personil Polsek Pangkalan Brandan turun ke Lokasi kebakaran dan turut mengamankan lokasi dan membantu 1 unit mobil Pemadam kebakaran datang memadamkan api.


Kapolsek Pangkalan Brandan melalui Kasihumas AKP Yudianto menerangkan Akibat dari Kebakaran rumah korban Musliadi mengalami kerugian, 1 unit rumah yang terbuat dari papan,1 unit mobil Daihatsu thn 1978 ,1 unit sepeda motor Supra X, Isi perabotan rumah,

kerugian materi Rp 300 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Personil Polsek Pangkalan Brandan selanjutnya mengamankan Barang bukti berupa 1 lembar seng bekas terbakar dan 1 batang kayu yang bekas terbakar dan membawa ke Polsek Pangkalan Brandan. 


Sementara itu korban membuat surat pernyataan tidak membuat laporan pengaduan atas peristiwa kebakaran tersebut ke Polsek Pangkalan Berandan.


"Saya tidak membuat laporan pengaduan karena peristiwa tersebut murni musibah bagi saya," ujarnya. (raj)

© 2023 patimpus.com.