TFR Sibolga Sudah On Track, BKKBN Sumut Fokus Genjot mCPR
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026



PATIMPUS.COM - Komitmen memperkuat pelaksanaan Program Bangga Kencana sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap tenaga lini lapangan kembali ditegaskan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara. Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sumut, Dr Fatmawati ST MEng, turun langsung ke Kota Sibolga untuk menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pembinaan terhadap Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Selasa (3/2/2026).


Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Sibolga tersebut, bantuan dari Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN diserahkan kepada PKB Kota Sibolga yang terdampak bencana Sumatera.


Selain itu, bantuan juga disalurkan secara virtual kepada PKB Kabupaten Tapanuli Selatan.

Tak hanya menyerahkan bantuan, kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan kapasitas dan evaluasi pelaksanaan program di lapangan. 


Dalam arahannya, Dr. Fatmawati menyoroti capaian indikator program di Kota Sibolga yang menunjukkan progres positif, namun tetap memerlukan penguatan strategi pelaksanaan.


Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kota Sibolga telah berada pada angka 2,3, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Utara yang berada pada angka 2,39. 


Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa pelaksanaan program keluarga berencana di Kota Sibolga telah berjalan pada jalur yang tepat.


“Capaian TFR Kota Sibolga sudah menunjukkan hasil yang baik dan berada di bawah rata-rata provinsi. Ini menandakan program yang dijalankan sudah on track dan perlu terus dipertahankan,” ujar Dr. Fatmawati.


Meski demikian, ia menekankan masih adanya tantangan dalam peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kota Sibolga yang saat ini berada di angka 45,6 persen. Angka tersebut dinilai masih perlu ditingkatkan karena turut memengaruhi capaian provinsi yang berada di angka 50,5 persen.


“Kita perlu memperkuat strategi pendekatan kepada masyarakat agar penggunaan kontrasepsi modern dapat meningkat. Peran PKB sebagai ujung tombak pelayanan di lapangan sangat menentukan keberhasilan program ini,” tambahnya.


Lebih lanjut, Dr. Fatmawati juga mendorong PKB Kota Sibolga untuk terus meningkatkan kualitas kinerja sehingga pelaksanaan Program Bangga Kencana dan program Quick Win dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program pembangunan keluarga dan kependudukan di daerah.


“Kami berharap kolaborasi antara PKB, pemerintah daerah, serta mitra kerja lainnya terus diperkuat agar target program dapat tercapai secara maksimal dan berkelanjutan,” katanya.


Melalui pembinaan yang dilakukan serta dukungan berbagai pihak, diharapkan capaian program kependudukan dan keluarga berencana di Kota Sibolga dapat terus meningkat, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat yang sejahtera. (don)

TFR Tapteng Masih Tinggi, BKKBN Sumut Dorong Penguatan Peran PKB
| Kamis, Februari 05, 2026

By On Kamis, Februari 05, 2026


PATIMPUS.COM - Upaya penguatan pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Tapanuli Tengah terus didorong melalui pembinaan langsung oleh Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng.


Dalam kunjungannya 

pada 3 Februari 2026, Kaper tidak hanya menyerahkan bantuan secara simbolis dari Birokrasi Kemendukbangga/BKKBN kepada Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang terdampak bencana, tetapi juga menegaskan pentingnya peningkatan kinerja program di lapangan.


Kegiatan pembinaan yang digelar di Matahari Mangga Dua Pandan menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan strategi pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana di daerah.


Dalam arahannya, Dr. Fatmawati menyoroti sejumlah indikator program yang masih perlu mendapat perhatian serius.


Berdasarkan data, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2025 masih berada pada angka 2,79, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,39.


“TFR Tapanuli Tengah masih cukup tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera ditangani melalui penguatan edukasi dan pelayanan keluarga berencana kepada masyarakat,” ujar Dr. Fatmawati.




Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Tapanuli Tengah yang berada di angka 47,6 persen juga dinilai masih perlu ditingkatkan karena turut memengaruhi capaian provinsi yang saat ini berada pada angka 50,5 persen.


“Kita perlu strategi yang lebih inovatif dan pendekatan yang lebih efektif agar penggunaan kontrasepsi modern dapat meningkat. Peran PKB di lapangan menjadi sangat penting dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.


Dr. Fatmawati juga mendorong PKB Tapanuli Tengah untuk terus meningkatkan kinerja agar pelaksanaan Program Bangga Kencana dan program Quick Win dapat berjalan maksimal. Ia menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang selama ini telah terjalin dengan baik.


“Kami berharap koordinasi lintas sektor terus diperkuat sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Kaper juga mengingatkan PKB agar selalu bekerja sesuai tugas dan fungsi serta menjalankan kewajiban secara profesional dan bertanggung jawab.


Melalui semangat kolaborasi dan kerja nyata seluruh pihak, diharapkan capaian Program Bangga Kencana di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya keluarga berkualitas dan pembangunan kependudukan yang berkelanjutan. (don)

Kaper BKKBN Sumut Monitoring ke SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba
| Selasa, Februari 03, 2026

By On Selasa, Februari 03, 2026


PATIMPUS.COM - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr Fatmawati ST MEng, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Senin (2/2/2026).


Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring pelaksanaan distribusi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), dan balita non PAUD di wilayah Kecamatan Balige.


Dalam kegiatan tersebut, Dr. Fatmawati meninjau langsung proses distribusi MBG di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba sekaligus memastikan mekanisme penyaluran berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dan sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara dengan SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba.


Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa pelaksanaan Program MBG 3B merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, yang menekankan pentingnya pendampingan kepada keluarga penerima manfaat.


Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, Tim Pendamping Keluarga (TPK) ditugaskan untuk turut mendampingi proses distribusi MBG kepada sasaran 3B. Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penyuluhan kepada keluarga.


“Program MBG 3B tidak hanya memastikan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga menjadi momentum bagi TPK untuk memberikan pendampingan, edukasi pola makan bergizi, pentingnya pemeriksaan kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang balita,” ujar Dr. Fatmawati.


Menurutnya, pendekatan distribusi yang disertai pendampingan akan memberikan manfaat yang lebih optimal dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan keluarga.


Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.


Melalui kegiatan monitoring ini, BKKBN Sumatera Utara berharap pelaksanaan Program MBG 3B di SPPG Kecamatan Balige, Kabupaten Toba dapat semakin optimal dalam mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (don)

Genjot Penggunaan KB Modern, BKKBN Sumut Perkuat Peran PKB di Toba
| Selasa, Februari 03, 2026

By On Selasa, Februari 03, 2026


PATIMPUS.COM - Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara terus mendorong peningkatan penggunaan kontrasepsi modern dan penurunan angka kelahiran di Kabupaten Toba.


Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan kepada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang dilaksanakan di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Balige, Senin (2/2).


Pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa PKB memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).



Dr. Fatmawati menyampaikan bahwa Kabupaten Toba masih menghadapi tantangan dalam pencapaian indikator kependudukan. Berdasarkan data tahun 2025, Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Toba tercatat sebesar 2,85 dan masih berada di atas rata-rata Provinsi Sumatera Utara sebesar 2,39.

Selain itu, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) Kabupaten Toba juga masih relatif rendah, yakni sekitar 39,3 persen. Kondisi tersebut turut memengaruhi capaian mCPR Provinsi Sumatera Utara yang pada tahun 2025 berada di angka 50,5 persen.


“PKB memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga. Diperlukan langkah inovatif, pendekatan yang adaptif terhadap kondisi sosial budaya masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” ujar Dr. Fatmawati.


Ia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan data serta peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana menjadi kunci dalam mendorong peningkatan mCPR sekaligus menurunkan angka TFR di Kabupaten Toba pada tahun 2026.


Melalui kegiatan pembinaan ini, PKB Kabupaten Toba dapat meningkatkan kinerja di lapangan serta menghadirkan inovasi pelayanan dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga berkualitas serta mempercepat pembangunan kependudukan di Kabupaten Toba. (don)

ROA PalmCo Tembus 7,9 Persen, Sinyal Penguatan Kinerja Aset BUMN Perkebunan
| Minggu, Februari 01, 2026

By On Minggu, Februari 01, 2026


PATIMPUS.COM - Kinerja PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menunjukkan penguatan signifikan. Subholding PTPN III (Persero) ini membukukan Return on Asset (ROA) unaudited sebesar 7,9 persen pada tahun buku 2025.


Capaian tersebut tidak hanya melampaui target internal perusahaan, tetapi juga mencerminkan perbaikan fundamental pengelolaan aset dalam tiga tahun terakhir.


Dibandingkan tahun 2024 yang berada di level 5,3 persen, ROA PalmCo tumbuh sekitar 49 persen secara tahunan. Tren kenaikan ini bahkan sudah terlihat sejak 2023, ketika rasio pengembalian aset perusahaan masih berada di angka 3,88 persen. Artinya, dalam kurun waktu tiga tahun, profitabilitas aset PalmCo meningkat lebih dari dua kali lipat.


Realisasi 7,9 persen itu juga jauh di atas target awal perusahaan yang dipatok sebesar 4,9 persen. Dengan demikian, kinerja ROA 2025 tercatat sekitar 161 persen dari proyeksi yang ditetapkan manajemen di awal tahun.


Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menilai capaian tersebut bukan semata didorong oleh pergerakan harga komoditas sawit, melainkan hasil dari pembenahan struktural yang konsisten.


“Kenaikan ROA dari 3,88 persen pada 2023 menjadi 7,90 persen di 2025 menunjukkan adanya perbaikan fundamental yang berkelanjutan. Strategi peremajaan tanaman dan ketepatan investasi, digitalisasi operasional, serta efisiensi biaya mulai berdampak langsung pada kualitas dan produktivitas aset,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).


Sejalan dengan Agenda Efisiensi BUMN


Penguatan kinerja PalmCo ini relevan dengan arah kebijakan pemerintah yang menekankan efisiensi dan produktivitas aset BUMN. Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya BUMN tidak hanya besar dari sisi penguasaan aset, tetapi juga mampu menghasilkan laba yang sepadan dengan standar korporasi global. ROA menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur hal tersebut.


Dengan capaian 7,9 persen, PalmCo kian mendekati target jangka panjang perusahaan pada 2029, yakni ROA sebesar 10 persen.


“Kami memahami mandat pemerintah agar setiap aset negara memberi nilai tambah ekonomi. Posisi saat ini memberi keyakinan bahwa target ROA 10 persen bukan hal yang mustahil, bahkan berpeluang dicapai lebih cepat dari peta jalan yang ditetapkan,” kata Jatmiko.


Efisiensi Modal Menguat


Selain ROA, indikator efisiensi modal PalmCo juga menunjukkan tren positif. Return on Invested Capital (ROIC) perusahaan pada 2025 tercatat sebesar 17,10 persen. Angka ini meningkat 34 persen dibandingkan 2024 yang berada di level 12,73 persen, dan jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 2023 sebesar 8,17 persen.


Realisasi ROIC tersebut melampaui target awal perusahaan sebesar 12,22 persen. Dalam industri perkebunan yang dikenal padat modal, ROIC di atas 17 persen mengindikasikan efektivitas pengalokasian belanja modal dan keberhasilan menekan biaya modal.


Menurut Jatmiko, manajemen berupaya memastikan setiap investasi ditempatkan pada sektor dengan imbal hasil tinggi, seperti intensifikasi lahan serta penguatan sektor hilir.


“ROIC yang baik menunjukkan bahwa pertumbuhan PalmCo dijalankan dengan disiplin. Ekspansi dilakukan secara terukur, dengan kualitas belanja modal yang akuntabel,” ujarnya.


Ke depan, PalmCo akan mempertahankan fokus pada peningkatan produktivitas di tingkat kebun serta pengembangan hilirisasi untuk meredam volatilitas harga komoditas global. Konsistensi pada efisiensi operasional dan pengelolaan aset dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan. (don)

Imlek Hitungan Hari, Toko Acai Jaya Jual Aksesoris Shio Kuda
| Minggu, Februari 01, 2026

By On Minggu, Februari 01, 2026


PATIMPUS.COM - Warga Tionghoa mulai berburu pernak pernik untuk merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026 mendatang.


Pantauan wartawan Minggu (1/2/2026), terlihat Toko Acai Jaya menjadi salah satu destinasi penjualan aksesoris imlek terlengkap yang diburu komunitas Tionghoa di Sumatera Utara khususnya Kota Medan.


Tampaknya, warga antusias mencari aksesoris yang diinginkan untuk menghiasi rumahnya dalam perayaan imlek yang tahun ini bershio kuda.


"Setiap menjelang imlek saya kemari, biasanya banyak barang-barang baru seperti aksesoris berbentuk shio dan lampion yang dijual di Toko Acai Jaya ini," ungkap Chandra, warga Sukaramai.


Chandra sendiri selalu membeli sejumlah angpau yang menjadi tradisi orang Tionghoa setiap perayaan imlek untuk berbagi rezeki kepada anak-anak.


Sementara Lina, warga Kampung Baru, mengatakan puas berbelanja di Toko Acai Jaya karena barangnya lengkap dan harganya murah terjangkau.



Di Toko Acai Jaya yang terletak di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun tak jauh dari Istana Maimun ini, terpajang berbagai hiasan bernuansa merah.


Mulai dari lampion berukuran kecil hingga besar, termasuk lampion elektrik dengan lampu kedap-kedip untuk menghiasi suasana imlek.


Selain lampion, berbagai aksesori lain seperti boneka, hiasan dinding, miniatur kuda, serta angpau didominasi warna merah juga banyak diburu masyarakat yang datang dari berbagai daerah.


"Ini menjelang puncaknya jadi banyak warga yang datang dari berbagai daerah untuk membeli pernak pernik imlek. Semuanya ada kita sediakan, lengkaplah," ujar pemilik Toko Acai Jaya, Aliansyah S SHU.


Pria yang akrab dipanggil Bang Acai ini menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan warga, dirinya menyiapkan berbagai stok aksesori Imlek yang sebagian produknya merupakan hasil kerajinan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Medan sehingga harganya terjangkau dan kualitasnya bagus. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis