Dialog Multipihak Dorong Pemulihan Lanskap Aceh dan Sumatra Utara Pascabencana
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Perubahan tutupan hutan dan lahan pascabencana menjadi tantangan penting dalam upaya pemulihan wilayah terdampak di Aceh dan Sumatra Utara. 


Untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan tersebut, Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) menggelar Dialog Multipihak bertajuk “Wajah Baru Tutupan Hutan dan Lahan Pascabencana: Menuju Pemulihan Lanskap di Aceh dan Sumatra Utara.” 


Dialog ini mempertemukan pemerintah, peneliti, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk membahas dinamika perubahan lanskap setelah bencana sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan ekosistem dan penghidupan masyarakat.


“Dialog ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pihak di Sumatra Utara dan Aceh dalam berbagi data, pengetahuan, dan pengalaman terkait perubahan lanskap pascabencana. Melalui kolaborasi multipihak, kita dapat mendorong upaya pemulihan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Edward Manihuruk, Lead CSL.


Dalam diskusi panel yang dimulai oleh Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pentingnya data dalam mendukung proses pemulihan pascabencana ditekankan. 


Menurutnya, berbagai pihak telah mengumpulkan data mengenai kondisi wilayah terdampak, yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memahami dinamika perubahan lanskap serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pemulihan.


“Data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan dan implementasi solusi pascabencana. Karena itu, penting untuk membangun sistem pemantauan hidrologi dan kebencanaan yang akurat, cepat, dan inklusif agar dapat mendukung mitigasi risiko serta pengambilan keputusan yang adaptif,” ujarnya. 


Ia juga menambahkan bahwa BRIN terus melakukan pemantauan, analisis, serta mengembangkan inovasi teknologi untuk membantu mendeteksi dan memitigasi potensi bencana di masa depan.

Perubahan lanskap juga berdampak langsung terhadap kondisi ekosistem dan keanekaragaman hayati. 


M Yakob Ishadamy, Direktur Yayasan Ekosistem Lestari, menyoroti bahwa tekanan terhadap tutupan hutan di Aceh berkontribusi pada meningkatnya risiko kehilangan biodiversitas sekaligus memperbesar kerentanan terhadap bencana di masa depan apabila tidak diikuti dengan upaya pemulihan yang tepat.


Sementara itu, dari perspektif regional Sumatra Utara, Jeri Imansyah, Sundaland Program Director Konservasi Indonesia menekankan bahwa perubahan lanskap perlu dipahami secara menyeluruh agar dapat menjadi dasar dalam memperkuat pengelolaan hutan dan lahan yang lebih berkelanjutan dan tetap mendukung penghidupan masyarakat.


“Perubahan tutupan hutan dan lanskap tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan wilayah dan keberlanjutan penghidupan masyarakat. Karena itu, pemulihan pascabencana perlu dilihat sebagai momentum untuk memperkuat praktik pengelolaan lanskap yang lebih bertanggung jawab dan berketahanan iklim,” jelas Jeri.


Dialog ini juga menghadirkan perspektif sektor swasta mengenai respons terhadap dampak bencana. Sugihartana H.S. dari PT Socfin Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan di Aceh turut mengembangkan berbagai strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung petani kecil yang menjadi bagian dari ekosistem produksi.


“Kejadian bencana menjadi pengingat penting bagi sektor usaha untuk memperkuat praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan pengelolaan lanskap yang lebih tangguh sekaligus mendukung keberlanjutan produksi,” ujar Sugihartana. 


Dari sisi pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara menilai forum ini memberikan ruang penting untuk memperkaya perspektif dalam implementasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah.


Melalui pertukaran perspektif tersebut, dialog ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai dinamika perubahan lanskap pascabencana sekaligus mendorong tindak lanjut kolaboratif dalam mendukung pemulihan hutan, daerah aliran sungai, serta lahan pertanian dan perkebunan secara berkelanjutan.


CSL berharap dialog ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun lanskap yang lebih tangguh bencana sekaligus sekaligus mendukung penghidupan masyarakat yang berkelanjutan di Aceh dan Sumatra Utara. (rel/don)

Antisipasi RS Penuh, Dinkes Sumut Kembangkan Puskesmas Rawat Inap Plus
| Jumat, Maret 13, 2026

By On Jumat, Maret 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berencana mengembangkan konsep Puskesmas Rawat Inap Plus sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.


Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis SKM MKes, menjelaskan pengembangan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan lanjutan di rumah sakit, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.


“Masih banyak masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Sehingga masyarakat membutuhkan upaya lebih untuk mengakses layanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjut atau rumah sakit,” ujar Hamid Lubis didampingi Kabid Yankes dr Silvi Agustina Hasibuan SpKJ dan Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).


Selain faktor geografis, Dinkes Sumut juga mencermati fenomena penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit. Bahkan, di beberapa rumah sakit tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) sudah melampaui 80 persen.


“Ini tentu menjadi perhatian pimpinan kita Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Karena itu Puskesmas kita dorong untuk dikembangkan agar dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit,” katanya.


Menurut Hamid, meskipun layanan kesehatan saat ini dapat diakses secara gratis hanya dengan menggunakan KTP, masyarakat masih harus menanggung biaya tambahan ketika berobat ke rumah sakit, seperti biaya transportasi dan kebutuhan lain.


“Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena kendala biaya transportasi dan biaya kebutuhan lainnya. Maka Puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat perlu diperkuat layanannya,” jelasnya.


Kabid Yankes Dinkes Sumut dr. Silvi Agustina Hasibuan menambahkan, biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan pasien sering menjadi pertimbangan keluarga saat harus dirujuk ke rumah sakit.


“Memang biaya berobat bisa ditanggung program jaminan kesehatan. Tapi keluarga pasien tetap harus memikirkan biaya makan selama di rumah sakit, biaya transportasi, apalagi kalau pasien datang bersama anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Tentu ada tambahan pengeluaran yang harus dipikirkan,” ujarnya.


Dalam konsep Puskesmas Rawat Inap Plus, fungsi utama Puskesmas sebagai layanan promotif dan preventif tetap menjadi fokus utama, termasuk dalam pelaksanaan integrasi layanan primer serta program cek kesehatan gratis.


Namun sebagai nilai tambah, Puskesmas tersebut juga akan dilengkapi dengan layanan dokter spesialis yang hadir secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan tren penyakit di wilayah tersebut.


“Misalnya jika di suatu wilayah angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi, maka akan dihadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi secara terjadwal di Puskesmas tersebut,” ungkap Hamid.


Selain itu, Puskesmas Rawat Inap Plus juga akan menyediakan maksimal 10 tempat tidur rawat inap, layanan rujuk balik bagi pasien yang sudah stabil, serta layanan penjangkauan kesehatan bagi masyarakat yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.


Tak hanya itu, layanan juga akan didukung dengan teknologi informasi, seperti telekonsultasi dan telemedicine untuk memudahkan akses layanan kesehatan.


Hamid menambahkan, pengembangan Puskesmas Rawat Inap Plus memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.


“Kementerian Kesehatan diharapkan mendukung pengadaan alat kesehatan dan kebutuhan lainnya. Pemerintah provinsi akan membantu pengembangan sarana fisik dan dukungan apresiasi dan penghargaan bagi dokter spesialis yang melakukan praktek terjadwal di rumah sakit tersebut, sedangkan kabupaten/kota bertanggung jawab memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas,” jelasnya.


Ia menegaskan, setiap Puskesmas minimal harus memiliki 13 jenis tenaga kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga tenaga kesehatan lainnya.


Dengan konsep ini, Dinkes Sumut berharap Puskesmas Rawat Inap Plus dapat menjadi model layanan kesehatan primer yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban rumah sakit di Sumatera Utara.


Untuk tahap awal, sambung Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, ada 52 Puskesmas yang direncanakan dikembangkan menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Nias yang menjadi prioritas.


“Rencana pengembangannya ditargetkan mulai dilakukan tahun depan. Namun saat ini data masih terus bergerak karena masih dalam proses pemetaan dan penyesuaian kebutuhan di daerah,” kata Riswandi. (don)

Perumda Tirtanadi Gelar Pasar Murah, Dirut Ardian Surbakti Harap Semoga Masyarakat Dapat Terbantukan
| Kamis, Maret 12, 2026

By On Kamis, Maret 12, 2026


PATIMPUS.COM - Menjelang lebaran 1447 H yang sudah diambang pintu Perumda Tirtanadi kembali mewujudkan kepeduliaan antar sesama dengan menggelar pasar murah.


Adalah Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, yang hadir  langsung menyaksikan  pelaksanaan pasar murah  di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Kamis (12/03/2026).


"Semoga masyarakat dapat terbantu, terutama kaum ibu dalam menghadapi lebaran, kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk kepedulian perusahaan daerah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,

dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," kata Ardian Surbakti Direktur Utama Perumda Tirtanadi.


Pasar murah yang digelar di tengah masyarakat tersebut mendapat sambutan antusias dari warga sekitar. Sejak pagi hari, masyarakat telah memadati lokasi kegiatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan bahan sembako lainnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran.


Selain itu Ardian Surbakti, mengatakan kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat, khususnya dalam membantu meringankan beban ekonomi warga, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.


Menurutnya, Perumda Tirtanadi tidak hanya fokus pada pelayanan air bersih kepada pelanggan, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat langsung bagi warga.


“Kegiatan pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Ardian Surbakti didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan (Sekper) Perumda Tirtanadi Nurlin, Kepala Bidang Publikasi dan Komunikasi Lokot Parlindungan Siregar, Kepala Bidang Kerjasama Beby Hendriyani serta staf lainnya saat meninjau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut.


Diharapkan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Perumda Tirtanadi untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan daerah dengan warga yang selama ini menjadi pelanggan layanan air bersih.


Warga Kelurahan Aur yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala sehingga masyarakat kecil dapat lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


Hal senada juga dikatakan Lurah Afin Hadi Saputra Hasibuan. Disebutkannya, kegiatan pasar murah yang dilaksanakan Perumda Tirtanadi tersebut sangat membantu meringankan beban masyarakat apalagi menjelang lebaran. 


"Semoga, kegiatan pasar murah berkelanjutan sebagai program tahunan. Dan kalau bisa kegiatan seperti ini dilakukan pada saat hari-hari besar lainnya seperti Tahun Baru dan Imlek," ujarnya.


Sebelumnya kegiatan pasar murah serupa telah dilaksanakan di Kelurahan Sunggal Jalan Balai Desa No. 27 Kota Medan Rabu, (11/3).


Lurah Kelurahan Sunggal Siti Arnisah, SE secara simbolis menyerahkan paket pasar murah kepada warga yang cukup antusias hadir pada kegiatan yang diadakan oleh Perumda Tirtanadi ini dan Siti Arnisah menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Perumda Tirtanadi sebagai salah satu BUMD yang berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan sosial.


Adapun paket pasar murah yang digelar Tirtanadi yaitu,  Beras Premium 5 kilogram, Minyak Goreng 2 liter, Gula 2 kilogram dan Bubuk teh 1 kotak dengan rincian Rp 100.000 per paket. (don)

‎Komunitas Otomotif YBCI Chapter Aceh-Sumut Buka Puasa Bersama
| Selasa, Maret 10, 2026

By On Selasa, Maret 10, 2026


PATIMPUS.COM - Komunitas Otomotif Yaris Bapao Club Indonesia (YBCI) Chapter Aceh Sumut kembali memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan dengan menggelar acara buka puasa bersama yang berlangsung hangat di Rasa Kuphi, Medan, pada Minggu (8/3/2026).

‎Dihadiri oleh puluhan anggota yang datang dari berbagai titik di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, rutinitas kegiatan tahunan tersebut terlihat jelas suasana kekeluargaan yang kental saat deretan mobil Yaris Yaris Bakpao yang memadati area parkir lokasi acara, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung lainnya.

‎Tujuan utama dari pertemuan ini bukan sekadar makan bersama, melainkan sebagai wadah untuk meningkatkan tali silaturahmi dan koordinasi antaranggota. Mengingat cakupan wilayah Chapter Aceh Sumut yang luas, momen tatap muka seperti ini menjadi sangat krusial untuk menjaga kekompakan komunitas.

‎Pada kesempatan tersebut, Ketua YBCI Aceh Sumut, Wanda menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para anggota yang hadir. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik di luar hobi otomotif. 

‎"Kegiatan ini adalah momentum bagi kita untuk saling mengenal lebih dekat, melupakan sejenak rutinitas pekerjaan, dan kembali memperat persaudaraan. Kami ingin YBCI bukan hanya sekadar tempat berkumpulnya pemilik mobil, tapi sudah menjadi keluarga kedua bagi setiap anggotanya," ujar Wanda.

‎Selain berbuka puasa, acara ini juga diisi dengan diskusi ringan mengenai agenda komunitas ke depan, termasuk rencana kegiatan anniversary 2nd dan touring di wilayah Sumatera Utara. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Melalui kegiatan ini, YBCI Chapter Aceh Sumut berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan positif lainnya di masa mendatang. (Soni)

BPJS Kesehatan Pastikan  Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026
| Senin, Maret 09, 2026

By On Senin, Maret 09, 2026


PATIMPUS.COM - BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026.


Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.


Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan oleh masyarakat kapan pun dan dapat diakses di seluruh Indonesia, termasuk saat momentum mudik Lebaran yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia.


Untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi secara tatap muka, BPJS Kesehatan membuka layanan di kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.


“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah, sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ujar Pujo, Senin (09/03).


Sebagai bagian dari upaya memberikan dukungan layanan selama masa mudik, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik BPJS Kesehatan di sejumlah titik strategis. Pujo mengatakan, posko tersebut disiapkan untuk memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan layanan bagi peserta Program JKN yang membutuhkan selama perjalanan.


"Posko  Mudik  BPJS Kesehatan hadir mulai  tanggal 13-16 Maret 2026 di Pelabuhan Merak, Banten; Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur; Rest Area Tol 88A Cipularang di Purwakarta; Rest Area Tol 166A Cipali di Majalengka; Rest Area Tol 429A Ungaran di Semarang; Rest Area Tol  519A Masaran di Sragen; Terminal Purabaya di Sidoarjo; serta Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar. Kehadiran posko tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mempermudah peserta memperoleh informasi terkait layanan Program JKN selama perjalanan," terang Pujo.



Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan terdapat beragam kemudahan akses layanan administrasi kepesertaan selama periode libur Lebaran. 


Peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai layanan administrasi kepesertaan secara mandiri, mulai dari perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.


Akmal menambahkan, untuk mengecek status keaktifan kepesertaan, peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165, dan Care Center 165. Dengan demikian peserta dapat memastikan kepesertaannya tetap aktif  sebelum melakukan perjalanan mudik.


“Kami mengimbau peserta untuk  memastikan status kepesertaannya aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan, sehingga kepesertaan tetap aktif dan layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan,” jelas Akmal. 


Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi  Kurniawan  Purba, menyampaikan bahwa peserta Program JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun sedang berada di luar daerah domisili. Apabila Puskesmas, klinik, dan dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di FKTP mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.


"Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan (Aplicares), sehingga peserta dapat mengetahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat yang dapat memberikan pelayanan kesehatan," jelas Abdi.


BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk bagi peserta Program Rujuk Balik (PRB). Abdi menuturkan, peserta dapat memperoleh obat kronis di rumah sakit maupun obat bagi peserta PRB di FKTP sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga terapi yang dijalani tetap dapat berjalan tanpa hambatan selama periode libur Lebaran. 


"Selain itu, BPJS Kesehatan juga tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai dengan  ketentuan yang berlaku. Dalam hal terjadi kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama kali akan dijamin oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta. Apabila biaya pelayanan kesehatan melebihi nilai tersebut, maka selisihnya dapat dijamin oleh BPJS  Kesehatan sesuai dengan  ketentuan yang berlaku," tutup Abdi.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan pelayanan bagi peserta  JKN, dan memastikan memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan selama libur lebaran. Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam  dengan memastikan layanan kepada peserta JKN tetap berjalan optimal. 


“Rumah sakit tetap menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan maupun layanan untuk cuci darah juga tetap berjalan selama periode libur Lebaran. Melalui Posko Mudik BPJS Kesehatan, tentunya hal ini juga meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujar  Bambang. 


Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menilai bahwa momentum Lebaran memang membutuhkan upaya ekstra dari berbagai pihak, termasuk  dalam penyelenggaraan layanan kesehatan melalui Program JKN. 


Menurutnya, yang paling penting adalah memastikan peserta tidak  mengalami kendala administratif ketika membutuhkan layanan kesehatan.


“Kami tentu tidak ingin ada peserta yang tertolak secara administratif ketika mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Karena itu masyarakat juga perlu memastikan status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif sebelum melakukan perjalanan mudik,” kata Tulus. 


Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kondisi kesehatan  selama perjalanan mudik, tidak hanya dari sisi kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Baginya, perjalanan mudik sering kali melelahkan. 


“Karena itu masyarakat perlu menjaga  kondisi  tubuh dengan baik, beristirahat cukup, serta memperhatikan kesehatan mental agar tetap prima selama perjalanan. Kelelahan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan,” tambahnya.


Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sandhi Wiedyanoe, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang periode libur Lebaran tahun 2026. Analisis tersebut dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas selama arus mudik maupun arus balik.


“Korlantas Polri telah melakukan analisis lalu lintas untuk periode libur Lebaran 2026 guna  mengetahui peluang terjadinya kecelakaan lalu  lintas. Dari berbagai kajian yang dilakukan, faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum  melakukan perjalanan jauh saat mudik,” jelas Sandhi. (don)

RSU Haji Medan Siap Layani Masyarakat Saat Libur Lebaran, IGD Tetap Buka 24 Jam
| Senin, Maret 09, 2026

By On Senin, Maret 09, 2026


PATIMPUS.COM - RSU Haji Medan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan selama masa libur Hari Raya Idulfitri.


Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tersebut telah menyiapkan tenaga medis serta sistem pelayanan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama libur Lebaran.


Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSU Haji Medan, drg. Fitrady Ulianda Siregar, M.Kes, mengatakan pada prinsipnya pihak rumah sakit siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa libur.


“RSU Haji Medan pada prinsipnya siap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama masa libur Idulfitri. Seluruh tenaga kesehatan sudah diatur jadwal piketnya sehingga pelayanan tetap berjalan, khususnya pada layanan kegawatdaruratan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pelayanan poli rawat jalan akan ditutup sementara selama libur Lebaran, mulai 18 Maret 2026 hingga 25 Maret 2026.


Meski demikian, masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tetap bisa datang ke rumah sakit melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD).


“Selama poli rawat jalan tutup, pasien yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan medis dapat langsung datang ke IGD untuk mendapatkan pelayanan,” jelasnya.


Fitrady menegaskan, layanan IGD RSU Haji Medan akan tetap beroperasi 24 jam selama masa libur Lebaran seperti biasa.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, pihak rumah sakit juga menyiagakan tenaga medis, termasuk dokter spesialis, dengan sistem jadwal piket.


“Seluruh tenaga medis termasuk dokter spesialis tetap disiagakan dengan sistem jadwal piket untuk mendukung pelayanan di IGD selama masa libur,” katanya.


Selain tenaga medis, RSU Haji Medan juga memastikan ketersediaan obat-obatan dalam kondisi aman dan mencukupi guna menunjang pelayanan kepada pasien selama periode libur Lebaran.


Bagi pasien yang rutin menjalani pengobatan atau kontrol di poli rawat jalan, pemberian obat tetap mengikuti ketentuan resep dokter. Dalam beberapa kasus, jumlah obat dapat disesuaikan sebelum masa libur agar pengobatan pasien tetap berjalan.


“Pemberian obat kepada pasien tetap mengikuti ketentuan dan resep dokter yang berlaku. Pada beberapa kasus, jumlah obat dapat disesuaikan sebelum masa libur agar pengobatan pasien tetap berjalan,” ujarnya.


Ia juga menambahkan, informasi terkait pelayanan rumah sakit selama libur Lebaran akan disampaikan kepada masyarakat melalui media sosial resmi RSU Haji Medan.


Fitrady mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Idulfitri.


“Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, mengatur pola makan dengan baik, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan,” pungkasnya. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis