DPC KOMBAT Medan Maimun Sambut Baik Konsolidasi Penguatan Struktur Organisasi
| Senin, Maret 16, 2026

By On Senin, Maret 16, 2026


PATIMPUS.COM - Dihadiri ratusan kader dan simpatisan se Kota Medan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komando Bela Tanah Air (KOMBAT) Restorasi Indonesia Kota Medan menggelar Silaturahmi Buka Puasa Bersama sekaligus Konsolidasi Organisasi dan penguatan struktur di Markas Kombat jalan Sunggal nomor 133 Medan, Minggu (15/3/2026).

Selain ajang silaturrahmi untuk mempererat persatuan, persaudaraan, kekompakan menuju kemenangan,‎ kegiatan Buka Puasa Bersama ini, juga sebagai momentum konsolidasi organisasi, penguatan struktur KOMBAT hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan lingkungan.

‎Ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KOMBAT Sumatera Utara (Sumut) Ricky Anthony serta jajaran pengurus, pengurus DPD KOMBAT Medan, serta Pimpinan Kecamatan se-Kota Medan, kader dan simpatisan.

‎Dalam kegiatan penuh semangat kebersamaan tersebut hadir juga puluhan kader dan simpatisan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KOMBAT Medan Maimun yang dikomandoi Ketua M. Yamin Nasution.

‎Ketua DPC KOMBAT Medan Maimun, M Yamin Nasution menyambut baik kegiatan Buka Puasa Bersama dan sekaligus konsolidasi organisasi untuk penguatan struktur KOMBAT hingga ke tingkat Kecamatan, Kelurahan, dan bahkan Lingkungan.

‎Menurut Yamin Nasution kegiatan yang digagas oleh DPD KOMBAT Kota Medan tersebut nantinya dapat memperkuat ukhuwah persaudaraan dan solidaritas sesama kader serta simpatisan se Kota Medan sehingga KOMBAT semakin kuat.

‎"Yah... Kita dari DPC KOMBAT Medan Maimun menyambut baik acara buka puasa bersama sekaligus konsolidasi dan penguatan struktur organisasi KOMBAT yang digagas oleh DPD KOMBAT Kota Medan. Kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat ukhuwah silaturahmi sesama kita karena kita ini bersaudara, sehingga kuatnya persaudaraan akan berdampak kuatnya solidaritas dan solidnya KOMBAT hingga ke Kecamatan, Kelurahan serta Lingkungan," ungkap Yamin Nasution didampingi sekretarisnya Fefri Amrianto, Bendahara Soni Muhammad Nor dan puluhan kader dan simpatisan dari Medan Maimun.

‎Yamin mengungkapkan lagi, DPC KOMBAT Medan Maimun satu komando bersama DPW KOMBAT Sumut di ketuai Ricky Anthony dan DPD KOMBAT Kota Medan yang diketuai Samsir Pohan. Yamin menegaskan siap mendukung kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas dan mengawal berbagai kebijakan dan program pembangunan Kota Medan. 

‎"Tadi intruksi dari Ketua DPD KOMBAT Medan bung Samsir Pohan tegas dan jelas ya. Jadi kita DPC KOMBAT Medan Maimun satu Komando, Siap Mendukung Kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas, kita juga siap mengawal berbagai kebijakan dan program pembangunannya untuk Kota Medan," tutup Yamin. (Soni)

‎Guntur Lubis Apresiasi Bakti Sosial Karang Taruna Medan Maimun Selama Ramadhan
| Minggu, Maret 15, 2026

By On Minggu, Maret 15, 2026


PATIMPUS.COM - Ketua Karang Taruna Medan Maimun Guntur Lubis menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terlaksananya Kegiatan Bakti Sosial yang dilaksanakan setiap satu Minggu selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.

‎Hal itu dikatakan Guntur Lubis usai pelaksanaan bakti sosial pembagian takjil terakhir kepada masyarakat pengguna jalan di depan Kantor Lurah Kampung Baru Jalan Brigjend Katamso, Minggu (15/3/2026).

‎Menurut Guntur bulan suci Ramadhan merupakan bulan kepedulian terhadap sesama dan kegiatan bakti sosial berbagi takjil merupakan program Karang Taruna Medan Maimun yang tepat sebagai bentuk kepedulian nyata yang harus di wujudkan.

‎"Alhamdulillah, Kegiatan Bakti Sosial Karang Taruna Medan Maimun di Kelurahan Kampung Baru ini yang terakhir, tapi terlaksana dengan sukses. Ini semua berkat semangat kawan-kawan pengurus dan kader untuk mewujudkan kepedulian nyata selama bulan suci Ramadhan yang kita buat setiap satu Minggu sekali," ungkap Guntur.


‎Guntur Lubis mengapresiasi dan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh pengurus dan kader Karang Taruna Medan Maimun yang turut berpartisipasi mensukseskan kegiatan bakti sosial pembagian takjil.

‎Guntur juga berharap kegiatan bakti sosial ini selain menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama juga dapat mempererat silaturrahmi dan persaudaraan sesama kader sehingga kedepan lebih solid lagi.

‎"Alhamdulillah terima kasih buat semua kawan-kawan kader dan pengurus Karang Taruna SE Medan Maimun atas partisipasinya, semoga ini semua menjadi amal kebaikan untuk kita, terimakasih juga kepada pemerintah Kecamatan Medan Maimun dan juga pemerintah Kelurahan se Medan Maimun," ucap Guntur.

‎Guntur Lubis menambahkan usai berjalannya program bakti sosial, kedepannya Karang Taruna Medan Maimun akan mengadakan Halal Bi Halal dalam waktu dekat ini.

‎" ya... InsyaAllah kegiatan ini mempererat silaturrahmi kita sesama kader dan pengurus, kedepan kita makin tambah kompak dan solid. Dan kedepannya mungkin kita akan mengadakan Halal Bi Halal ya...," ungkap Guntur.

‎"Dan berhubung ini juga di penghujung Ramadhan dan kita mau lebaran, Saya Guntur Lubis Ketua Karang Taruna Medan Maimun beserta Kader dan Pengurus Karang Taruna se Medan Maimun mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin," tutup Guntur.

‎Sementara itu, Hal senada juga disampaikan Koordinator Panitia Program Bakti Sosial Ramadhan Hengky Pramono Siregar usai berakhirnya pembagian takjil terakhir di Kelurahan Kampung Baru.

‎"ya, ini Kegiatan terakhir kita ya mengadakan bakti sosial berupa berbagi takjil yang dilaksanakan bergiliran setiap seminggu sekali. Dan Kegiatan terakhir ini juga sekaligus penutup kita di penghujung Ramadhan, Jadi ini sekaligus menyambut bulan Hari Raya Idul Fitri.

‎Hengky menambahkan kegiatan berbagi takjil ini, sebagai bentuk syukur dan wujud nyata Karang Taruna Medan Maimun untuk berbagi sedikit rezeki selama bulan suci Ramadhan.

‎"Program berbagi takjil di Kelurahan Kampung Baru ini merupakan kegiatan bakti sosial berbagi takjil kita yang terakhir ya, setelah selama bulan Ramadhan setiap seminggu sekali kita buat, dan dananya donasi dari seluruh kader dan pengurus Karang Taruna SE Medan Maimun dan juga didukung oleh pemerintahan Kecamatan Medan Maimun dan Kelurahan se Medan Maimun," ungkap Hengki.

‎Hengki juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para donatur, dan juga kader serta pengurus Karang Taruna se Medan Maimun yang turut mendukung terlaksananya kegiatan berbagi takjil.

‎"saya selaku Koordinator kegiatan bakti sosial ini mengucapkan terimakasih buat para donatur khususnya kawan-kawan Karang Taruna se Kecamatan Medan, yang ikut berpartisipasi, terimakasih juga buat Pemerintah Kecamatan Medan Maimun, Pemerintah Kelurahan se Medan Maimun. Semoga niat kita semua menjadi ibadah dan dapat pahala yang berlipat ganda mumpung ini Bulan Ramadhan," tutup Hengki. (Soni)

RSUD Pirngadi Siaga Selama Libur Lebaran, IGD Tetap Buka 24 Jam
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama masa libur dan cuti bersama.


Hal ini disampaikan Kepala Tim Hukum dan Humas RSUD Dr Pirngadi Medan, Gibson Girsang, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026), terkait kesiapan rumah sakit dalam menghadapi  kebutuhan layanan kesehatan pada masa libur dan cuti bersama.


Gibson mengatakan, RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat selama masa libur dan cuti bersama.


Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap melayani masyarakat selama 24 jam dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kompeten,” ujar Gibson.


Ia menjelaskan, pihak rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, ruang rawat inap, layanan penunjang serta ambulans tetap dalam kondisi siaga untuk melayani pasien gawat darurat maupun rujukan.


Selain itu, Gibson menyampaikan bahwa pelayanan Poliklinik Rawat Jalan akan tutup sementara mulai 18 Maret hingga 24 Maret dalam rangka libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri 2026.


Namun demikian, masyarakat yang membutuhkan pelayanan selama masa libur dan cuti bersama tetap dapat datang ke IGD. “Pasien yang membutuhkan pelayanan selama libur dan cuti bersama, khususnya yang memerlukan pelayanan gawat darurat, dapat dilayani di IGD yang tetap buka selama 24 jam,” jelasnya.


Untuk mendukung pelayanan tersebut, RSUD Pirngadi juga menyiagakan sejumlah tenaga medis, termasuk dokter jaga di IGD.


“RSUD Dr. Pirngadi tetap menyiapkan dokter jaga IGD. Selain itu, kami juga menyiagakan dokter spesialis empat besar yaitu penyakit dalam, bedah, anak, dan obstetri ginekologi (obgyn). Dokter spesialis lainnya juga siap menerima konsultasi perawatan dengan sistem "on call" apabila diperlukan,” ungkap Gibson.


Terkait ketersediaan obat-obatan, RSUD Pirngadi juga memastikan bahwa seluruh kebutuhan obat tetap tersedia sesuai dengan formularium yang telah ditetapkan.


“RSUD Dr. Pirngadi berkomitmen memastikan ketersediaan obat-obatan sesuai dengan formularium yang ditetapkan,” katanya.


Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Mardohar Tambunan, menjelaskan, pasien dengan penyakit kronis tetap dapat melanjutkan pengobatan selama masa libur dan cuti bersama melalui sistem Iterasi obat tanpa harus bertemu langsung dengan dokter.


“Pasien penyakit kronis tetap dapat dilayani untuk melanjutkan obat melalui sistem Iterasi obat, yaitu tanpa harus bertemu dokter dan langsung ke farmasi. Hal ini dapat dilakukan mulai tanggal 18 Maret 2026 di Farmasi Rawat Jalan. Sementara pasien yang tidak datang pada tanggal tersebut dapat mengambil obatnya di Farmasi IGD,” jelasnya.


Ia menambahkan, kebijakan tersebut telah diinformasikan kepada para pasien sebelumnya agar tetap dapat melanjutkan pengobatan secara rutin selama masa libur dan cuti bersama.


Selain itu, RSUD Pirngadi juga tetap membuka layanan tertentu selama libur dan cuti bersama. “Khusus untuk Poliklinik Klinis dan Medico Legal tetap buka, dengan pendaftaran pasien dilakukan di pelayanan pendaftaran pasien (PPP) IGD,” ujarnya.


Di sisi lain, pihak rumah sakit juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat terkait pemanfaatan layanan kesehatan selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Masyarakat diharapkan menggunakan layanan IGD untuk kondisi darurat atau kegawatdaruratan medis.


“Untuk keluhan ringan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat terlebih dahulu. Selain itu, masyarakat juga diimbau tetap membawa identitas diri dan kartu BPJS atau KIS apabila membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Mardohar.


RSUD Pirngadi juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus selama masa libur dan cuti bersama.


“Rumah sakit telah menyiapkan tim medis dan tenaga kesehatan untuk tetap siaga. Kami juga memastikan kesiapan dan ketersediaan ruang rawat inap serta ruang perawatan intensif, termasuk ketersediaan alat medis dan obat-obatan. Selain itu, koordinasi dengan ambulans dan fasilitas rujukan juga terus diperkuat,” jelasnya.


Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama merayakan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.


Masyarakat diminta mengatur pola makan agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan santan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap cukup beristirahat, terutama bagi yang melakukan perjalanan mudik.


“Menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air putih juga penting, serta berhati-hati saat berkendara dan tetap mematuhi aturan lalu lintas,” katanya.


Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit jantung, diimbau untuk tetap rutin mengonsumsi obat dan melakukan kontrol terhadap kondisi kesehatannya. (don)

Sepekan Jelang Lebaran, Toko Acai Jaya Dipadati Pembeli
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM – Hari Raya Idul Fitri tinggal satu pekan lagi, sejumlah warga mulai ramai mencari aksesoris Lebaran untuk memeriahkan hari kemenangan umat Islam setelah berpuasa menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu selama satu bulan penuh.


Pantauan wartawan, Sabtu (14/3/2026) di Toko Acai Jaya Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Aur, Medan Maimun, terlihat sejumlah pembeli tampak mencari aksesoris yang mereka butuhkan.


Konsumen yang datang berbelanja dan membeli aksesoris lebaran itu, mencari pernak pernik seperti ketupat, lampu elektrik dan beduk serta hiasan ucapan selamat Idul Fitri dengan berbagai corak dan warna-warni.


Tidak itu saja, aksesoris lainnya seperti boneka dan hiasan gambar bulan-bintang serta kartu ucapan selamat IdulFitri dan ampau dengan berbagai jenis ukuran dan corak menjadi pilihan untuk membeli dan mendapatkannya.


Ihsan warga Kampung Baru mengaku, berbelanja aksesoris lebaran di Toko Acai Jaya sudah sejak lama. Disamping lokasinya yang di tengah kota, juga aksesoris yang dijual terlengkap.


“Kita tidak perlu kemana-mana untuk mencari keinginan kita karena di toko Acai Jaya semua perlengkapan sudah tersedia,” ujar Ihsan yang mengaku bekerja pada salah satu instansi swasta di Kota Medan.


Selain ini, karyawan toko Acai Jaya juga ramah dan apa yang kita cari langsung ditunjukkan di tempatnya yang memang sudah dipajang tersusun rapi.


Pemilik Toko Acai Jaya Aliansyah S SHU, mengaku, konsumen dari dalam dan luar Kota Medan, datang dan berbelanja aksesoris dan pernak-pernik Idul Fitri 1447 H.


Aksesoris yang dijual di tokonya itu, sebagian hasil kerajinan tangan UMKM dan sebagian lagi didatangkan dari Jakarta dan Bandung.


Acai juga memperkirakan puncak pengunjung yang datang berbelanja diperkirakan semakin padat beberapa hari ke depan. (don)

Dialog Multipihak Dorong Pemulihan Lanskap Aceh dan Sumatra Utara Pascabencana
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Perubahan tutupan hutan dan lahan pascabencana menjadi tantangan penting dalam upaya pemulihan wilayah terdampak di Aceh dan Sumatra Utara. 


Untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan tersebut, Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) menggelar Dialog Multipihak bertajuk “Wajah Baru Tutupan Hutan dan Lahan Pascabencana: Menuju Pemulihan Lanskap di Aceh dan Sumatra Utara.” 


Dialog ini mempertemukan pemerintah, peneliti, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk membahas dinamika perubahan lanskap setelah bencana sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan ekosistem dan penghidupan masyarakat.


“Dialog ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pihak di Sumatra Utara dan Aceh dalam berbagi data, pengetahuan, dan pengalaman terkait perubahan lanskap pascabencana. Melalui kolaborasi multipihak, kita dapat mendorong upaya pemulihan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Edward Manihuruk, Lead CSL.


Dalam diskusi panel yang dimulai oleh Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pentingnya data dalam mendukung proses pemulihan pascabencana ditekankan. 


Menurutnya, berbagai pihak telah mengumpulkan data mengenai kondisi wilayah terdampak, yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memahami dinamika perubahan lanskap serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pemulihan.


“Data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan dan implementasi solusi pascabencana. Karena itu, penting untuk membangun sistem pemantauan hidrologi dan kebencanaan yang akurat, cepat, dan inklusif agar dapat mendukung mitigasi risiko serta pengambilan keputusan yang adaptif,” ujarnya. 


Ia juga menambahkan bahwa BRIN terus melakukan pemantauan, analisis, serta mengembangkan inovasi teknologi untuk membantu mendeteksi dan memitigasi potensi bencana di masa depan.

Perubahan lanskap juga berdampak langsung terhadap kondisi ekosistem dan keanekaragaman hayati. 


M Yakob Ishadamy, Direktur Yayasan Ekosistem Lestari, menyoroti bahwa tekanan terhadap tutupan hutan di Aceh berkontribusi pada meningkatnya risiko kehilangan biodiversitas sekaligus memperbesar kerentanan terhadap bencana di masa depan apabila tidak diikuti dengan upaya pemulihan yang tepat.


Sementara itu, dari perspektif regional Sumatra Utara, Jeri Imansyah, Sundaland Program Director Konservasi Indonesia menekankan bahwa perubahan lanskap perlu dipahami secara menyeluruh agar dapat menjadi dasar dalam memperkuat pengelolaan hutan dan lahan yang lebih berkelanjutan dan tetap mendukung penghidupan masyarakat.


“Perubahan tutupan hutan dan lanskap tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan wilayah dan keberlanjutan penghidupan masyarakat. Karena itu, pemulihan pascabencana perlu dilihat sebagai momentum untuk memperkuat praktik pengelolaan lanskap yang lebih bertanggung jawab dan berketahanan iklim,” jelas Jeri.


Dialog ini juga menghadirkan perspektif sektor swasta mengenai respons terhadap dampak bencana. Sugihartana H.S. dari PT Socfin Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan di Aceh turut mengembangkan berbagai strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung petani kecil yang menjadi bagian dari ekosistem produksi.


“Kejadian bencana menjadi pengingat penting bagi sektor usaha untuk memperkuat praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan pengelolaan lanskap yang lebih tangguh sekaligus mendukung keberlanjutan produksi,” ujar Sugihartana. 


Dari sisi pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara menilai forum ini memberikan ruang penting untuk memperkaya perspektif dalam implementasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah.


Melalui pertukaran perspektif tersebut, dialog ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai dinamika perubahan lanskap pascabencana sekaligus mendorong tindak lanjut kolaboratif dalam mendukung pemulihan hutan, daerah aliran sungai, serta lahan pertanian dan perkebunan secara berkelanjutan.


CSL berharap dialog ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun lanskap yang lebih tangguh bencana sekaligus sekaligus mendukung penghidupan masyarakat yang berkelanjutan di Aceh dan Sumatra Utara. (rel/don)

Antisipasi RS Penuh, Dinkes Sumut Kembangkan Puskesmas Rawat Inap Plus
| Jumat, Maret 13, 2026

By On Jumat, Maret 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara berencana mengembangkan konsep Puskesmas Rawat Inap Plus sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.


Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis SKM MKes, menjelaskan pengembangan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan lanjutan di rumah sakit, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.


“Masih banyak masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit. Sehingga masyarakat membutuhkan upaya lebih untuk mengakses layanan kesehatan di fasilitas tingkat lanjut atau rumah sakit,” ujar Hamid Lubis didampingi Kabid Yankes dr Silvi Agustina Hasibuan SpKJ dan Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, dalam konferensi pers, Jumat (13/3/2026).


Selain faktor geografis, Dinkes Sumut juga mencermati fenomena penumpukan pasien di sejumlah rumah sakit. Bahkan, di beberapa rumah sakit tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) sudah melampaui 80 persen.


“Ini tentu menjadi perhatian pimpinan kita Gubernur Sumut Pak Bobby Nasution. Karena itu Puskesmas kita dorong untuk dikembangkan agar dapat membantu mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit,” katanya.


Menurut Hamid, meskipun layanan kesehatan saat ini dapat diakses secara gratis hanya dengan menggunakan KTP, masyarakat masih harus menanggung biaya tambahan ketika berobat ke rumah sakit, seperti biaya transportasi dan kebutuhan lain.


“Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya tidak melanjutkan pengobatan ke rumah sakit karena kendala biaya transportasi dan biaya kebutuhan lainnya. Maka Puskesmas yang lebih dekat dengan masyarakat perlu diperkuat layanannya,” jelasnya.


Kabid Yankes Dinkes Sumut dr. Silvi Agustina Hasibuan menambahkan, biaya tidak langsung yang harus dikeluarkan pasien sering menjadi pertimbangan keluarga saat harus dirujuk ke rumah sakit.


“Memang biaya berobat bisa ditanggung program jaminan kesehatan. Tapi keluarga pasien tetap harus memikirkan biaya makan selama di rumah sakit, biaya transportasi, apalagi kalau pasien datang bersama anak-anak atau anggota keluarga lainnya. Tentu ada tambahan pengeluaran yang harus dipikirkan,” ujarnya.


Dalam konsep Puskesmas Rawat Inap Plus, fungsi utama Puskesmas sebagai layanan promotif dan preventif tetap menjadi fokus utama, termasuk dalam pelaksanaan integrasi layanan primer serta program cek kesehatan gratis.


Namun sebagai nilai tambah, Puskesmas tersebut juga akan dilengkapi dengan layanan dokter spesialis yang hadir secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan tren penyakit di wilayah tersebut.


“Misalnya jika di suatu wilayah angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi, maka akan dihadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi secara terjadwal di Puskesmas tersebut,” ungkap Hamid.


Selain itu, Puskesmas Rawat Inap Plus juga akan menyediakan maksimal 10 tempat tidur rawat inap, layanan rujuk balik bagi pasien yang sudah stabil, serta layanan penjangkauan kesehatan bagi masyarakat yang kesulitan datang langsung ke fasilitas kesehatan.


Tak hanya itu, layanan juga akan didukung dengan teknologi informasi, seperti telekonsultasi dan telemedicine untuk memudahkan akses layanan kesehatan.


Hamid menambahkan, pengembangan Puskesmas Rawat Inap Plus memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.


“Kementerian Kesehatan diharapkan mendukung pengadaan alat kesehatan dan kebutuhan lainnya. Pemerintah provinsi akan membantu pengembangan sarana fisik dan dukungan apresiasi dan penghargaan bagi dokter spesialis yang melakukan praktek terjadwal di rumah sakit tersebut, sedangkan kabupaten/kota bertanggung jawab memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas,” jelasnya.


Ia menegaskan, setiap Puskesmas minimal harus memiliki 13 jenis tenaga kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari dokter, dokter gigi, bidan, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, hingga tenaga kesehatan lainnya.


Dengan konsep ini, Dinkes Sumut berharap Puskesmas Rawat Inap Plus dapat menjadi model layanan kesehatan primer yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban rumah sakit di Sumatera Utara.


Untuk tahap awal, sambung Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Riswandi Koto, ada 52 Puskesmas yang direncanakan dikembangkan menjadi Puskesmas Rawat Inap Plus di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Kepulauan Nias yang menjadi prioritas.


“Rencana pengembangannya ditargetkan mulai dilakukan tahun depan. Namun saat ini data masih terus bergerak karena masih dalam proses pemetaan dan penyesuaian kebutuhan di daerah,” kata Riswandi. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis