Holding Perkebunan Nusantara Melalui PTPN IV Regional III Rangkul Petani Jagung Siak Bangun Kemandirian Pangan
| Rabu, Juli 16, 2025

By On Rabu, Juli 16, 2025


Manajemen PTPN IV Regional III yang diwakili Manajer Kebun Lubuk Dalam Koko Baskoro menyerahkan bantuan TJSL kepada kelompok tani budidaya jagung di Kabupaten Siak, Riau.

PATIMPUS.COM - Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (persero), melalui PTPN IV Regional III, entitas yang bernaung di bawah Subholding PTPN IV PalmCo, merangkul kelompok tani di Kabupaten Siak, untuk membantu memperkuat ketahanan pangan melalui budidaya jagung. 

Inisiatif tersebut direalisasikan entitas yang berlokasi di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau tersebut melalui penyaluran bantuan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) kepada Kelompok Tani Maju Makmur, di Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin (30/7/2025) mengatakan langkah itu merupakan bentuk nyata dukungan terhadap upaya budidaya jagung yang saat ini tengah dijalankan oleh kelompok tani tersebut di atas lahan seluas 8 hektare. 

"Sejak awal tahun ini, secara konsisten kita terus mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan melalui budidaya tanaman padi dan jagung. Alhamdulillah, bersama para petani dan masyarakat, kita bergandengan tangan mewujudkannya melalui beragam inisiatif, termasuk program TJSL ini," ujar Ahmad. 

Ia menjelaskan program yang sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat produksi pangan tersebut, turut bertujuan untuk mendorong kemandirian petani lokal.

Kabupaten Siak, kata Ahmad, memiliki potensi besar dalam pengembangan jagung, dan PTPN IV melihat hal ini sebagai peluang untuk turut serta membangun ketahanan pangan nasional dari daerah. 

"Melalui program TJSL ini, kami ingin mendorong peningkatan produksi jagung lokal, sehingga petani bisa lebih mandiri, produktif, dan pertaniannya berkelanjutan," ujarnya. 

Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa dukungan tersebut juga diharapkan mampu menjadi stimulan agar semakin bersemangat dalam mengembangkan sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat desa.

Kegiatan ini turut menjadi bagian dari strategi PTPN IV PalmCo dalam memperluas kontribusi sosial dan ekonomi di berbagai wilayah operasionalnya, sejalan dengan visi perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan. 

Sebelumnya, sukses merangkul petani sawit peserta program peremajaan sawit rakyat (PSR) melalui optimalisasi areal tanaman belum menghasilkan dengan skema intercropping atau tanaman sela padi gogo. Sukses dengan program di bawah arahan Holding Perkebunan Nusantara tersebut, PTPN IV Regional III turut menjalin sinergitas dengan Polri membudidayakan jagung pipil di Kabupaten Indragiri Hulu. (don/rel)

Hadapi Emak-Emak Anti Vaksin, Dinkes Sumut Pakai Medsos Sebagai Senjata Baru
| Selasa, Juli 15, 2025

By On Selasa, Juli 15, 2025


PATIMPUS.COM – Imunisasi kini tak lagi hanya urusan ruang tunggu puskesmas. Di era digital, kampanye kesehatan ikut bergerak dinamis di dunia maya. 


Selama dua hari, Selasa-Rabu (15-16 Juli), para tenaga kesehatan dari 28 kabupaten/kota di Sumatera Utara dikumpulkan untuk satu misi: belajar bikin konten imunisasi yang relate, lokal, dan powerful di media sosial. 


Pelatihan ini digelar atas kolaborasi Direktorat Imunisasi dan Promosi Kesehatan Komunitas Kemenkes RI bersama Global Health Strategies (GHS). Dua puskesmas di Medan, yakni Helvetia dan Amplas, jadi pilot project dan hasilnya mulai terlihat. 


“Dinas Kesehatan itu sebenarnya objeknya ya, dan GHS ini membantu kami lewat pelatihan dan pembuatan konten yang sebelumnya sudah disiapkan. Ini betul-betul jadi warna baru buat kami,” kata Kabid P2P Dinkes Sumut, Novita Rohdearni Saragih, dalam keterangan persnya usai membuka kegiatan pelatihan yang diikuti 28 kabupaten/kota di Sumut itu. 


Menurut Novita, capaian imunisasi dasar lengkap di Sumut kini sudah 32,39 persen dengan target 58 persen. Sumut bahkan berada di posisi kelima nasional dalam cakupan imunisasi. Tapi targetnya tak berhenti di angka. Ada pekerjaan rumah soal awareness dan perubahan sikap masyarakat. 


Kampanye ini tak hanya soal unggahan. Ganendra Awang Kristandya, Senior Director Global Health Strategies untuk Indonesia dan ASEAN, menegaskan bahwa proyek bertajuk Facts Social ini menyasar perilaku masyarakat lewat platform yang akrab mereka buka setiap hari. 


“Rata-rata orang Indonesia menatap layar selama lebih dari tujuh jam sehari. Jadi kenapa tidak kita isi layar itu dengan konten imunisasi yang akurat?” ujar Ganendra. 


Sejak dimulai, lebih dari 150 konten digital telah disebar melalui kanal resmi Dinas Kesehatan Medan dan dua puskesmas. Hasilnya: lebih dari 8 juta akun terjangkau. 


Bukan hanya itu, GHS juga membentuk WhatsApp Group Ibu Pandai, ruang diskusi daring bagi para ibu untuk berbagi info kesehatan langsung dari tenaga profesional. Data awal menunjukkan bahwa setiap tiga informasi yang dibagikan, satu ibu menunjukkan minat baru untuk mengimunisasi anaknya. 


Dr dr Anung Sugihantono, Senior Advisor GHS, menambahkan bahwa pendekatan lokal jadi kunci. “Yang menentukan imunisasi anak bukan cuma ibunya. Di Medan beda dengan Langkat, di Bitung beda dengan Manado. Itulah kenapa pesan-pesan ini harus dikemas secara lokal,” jelasnya. 


Dalam pelatihan, para peserta juga diajak memilih platform yang tepat—Facebook, WhatsApp, Instagram, hingga X (dulu Twitter)—sesuai karakter masyarakat di wilayah masing-masing. 


Ke depan, GHS dan Kemenkes akan membagikan alat ukur efektivitas kampanye berbasis media sosial. Ini penting, kata Anung, agar promosi kesehatan tidak lagi dianggap sekadar “cuap-cuap” tanpa hasil. 


“Kita harus bisa buktikan bahwa kampanye di medsos berdampak langsung pada peningkatan imunisasi. Kalau jalannya benar, hasilnya bisa diukur,” tutupnya.


Kabid P2P Dinkes Sumut Novita Rohdearni Saragih (dua dari kanan) berfoto bersama Senior Director Global Health Strategies Ganendra Awang Kristandya (dua dari kiri) usai pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Promosi Imunisasi Berbasis Media Sosial di Medan, Selasa (15/7). (don)

DPRD Medan Fasilitasi Kejelasan Nasib Guru Honorer Lulusan P3K
| Senin, Juli 14, 2025

By On Senin, Juli 14, 2025


PATIMPUS.COM - Ketua Komisi 2 DPRD Kota Medan, H Kasman bin Marasakti Lubis Lc MA, juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal permasalahan adanya keresahan guru honorer terkait belum dilantiknya  mereka yang telah lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) hingga selesai


Hal ini disampaikan H.Kasman saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemko Medan bersama Forum Komunikasi Guru Honorer se-Kota Medan, Senin (14/07/2025).


“Kami hadir untuk mendengar dan menyuarakan aspirasi rakyat. Terutama untuk guru-guru honorer yang telah lama mengabdi. Insya Allah, kita akan pastikan hak mereka benar-benar terpenuhi," katanya dalam rapat tersebut.


Disampaikan politisi PKS Dapil 5 Kota Medan ini, RDP hari ini ini menjadi bukti konkret sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam membangun dunia pendidikan yang lebih adil dan berkeadilan. "Ini menjadi bukti konkrit kita bersama, legislatif, eksekutif serta masyarakat dalam mewujdkan pembangunan pendidikan di Medan yang lebih baik," ungkapnya.


Dalam rapat tersebut, pihak BKPSDM Pemko Medan menyampaikan bahwa pelantikan akan dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus, dengan target paling lambat pada Oktober 2025. "Guru-guru honorer yang telah lulus P3K akan dilantik mulai Agustus ini. Paling lama bulan Oktober. Prosesnya bertahap karena harus disesuaikan dengan administrasi dan kesiapan teknis," katanya.


Mendengar penjelasan ini, para guru honorer mengaku lega dan bersyukur atas kejelasan tersebut. Mereka juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Komisi 2 DPRD Kota Medan yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.


“Kami, mewakili rekan-rekan guru honorer Kota Medan, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan, khususnya kepada Ketua Komisi 2, Bapak H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., M.A., yang telah memperjuangkan dan memfasilitasi pertemuan kami dengan Dinas Pendidikan serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pemko Medan,"  ungkapnya. (rel)

Pendapatan Tak Maksimal, Evaluasi Bapenda Secara Besar-Besaran
| Senin, Juli 14, 2025

By On Senin, Juli 14, 2025


PATIMPUS.COM - Komisi III DPRD Kota Medan merekomendasikan agar dilakukan evaluasi besar-besaran di jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan. Sebab, pengutipan pajak restoran, reklame, parkir, dan pajak lainnya tidak maksimal.


"Kita (Komisi III) rekomendasikan saja supaya di Bapenda ini dilakukan evakuasi besar-besaran. Evaluasi tidak hanya menyangkut orang atau pejabatnya saja tapi juga sistem kerjanya," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Medan HT Bahrumsyah dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Bapenda dan Satpol PP Medan di ruang Komisi III DPRD Medan, Senin (14/7/2025).


RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Medan Salomo Pardede dan diikuti anggota Komisi III diantaranya Godfried Efendi Lubis, Eko Afrianta Sitepu, dan Sri Rezeki. Dari Bapenda Medan dan Satpol PP Medan hadir sejumlah kabid di dua OPD tersebut.


Bahrumsyah mengungkapkan penyebab penarikan pajak restoran, reklame, dan parkir tidak mencapai terket setiap tahun. Diantaranya, tidak dilakukan ekstensifikasi dan intensifikasi secara rutin.


Bahrumnya mencontohkan pajak dari Restoran Kalasan. Jika Bapenda rutin melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi maka pajak restoran tersebut mestinya bisa lebih besar dari yang ada sekarang


"Sekarang pajak Restoran Kalasan hanya puluhan juta rupiah per bulan. Saya yakin jika Bapenda rutin melakukan pengawasan maka pajak restoran itu bisa diatas ratusan juta rupiah per bulan," ujar Bahrumsyah.


Hal serupa juga terjadi pada pajak reklame. Bahkan, menurut Bahrumsyah, reklame yang dikenakan pajak umumnya pada papan reklame yang berdiri di jalan-jalan protokol. Padahal, saat ini di ruas jalan kecamatan marak berdiri papan reklame yang bayar pajak.


Bahrumsyah mencontohkan, di sepanjang Jalan Merak Jingga setiap toko sedikitnya ada 10 reklame terpasang, tapi yang bayar pajak paling satu dua saja. Begitu juga di Jalan Platina Raya, Medan Deli, banyak papan reklame berdiri sampai menutupi estetika sepanjang jalan itu.


"Kita tau ada oknum petugas di lapangan baik dari Bapenda dan Satpol PP Medan menjadikan papan reklame ini menjadi sumber cuan. Bahkan Satpol PP ini dibuat hanya untuk menakut-nakuti pengusaha yang tidak bayar pajak," tandas Bahrumsyah.


Bahrumsyah berharap, melalui rekomendasikan Komisi III nantinya maka kedepan Bapenda dan Satpol PP Kota Medan bisa menjalankan tugas dan peran masing-masih sesuai regulasi dan peraturan yang berlaku. (rel)

Rp 17 Ribu Perkilo, Pemko Medan Diminta Stabilkan Harga Beras
| Senin, Juli 14, 2025

By On Senin, Juli 14, 2025


PATIMPUS.COM - Kenaikan harga beras di Kota Medan menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata. Menurutnya, harga beras yang sudah menyentuh Rp17.500/Kg menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan.


Binsar Simarmata meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk menstabilkan harga beras yang terus naik dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.


"Kenaikan harga beras sangat berdampak pada masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Kenaikan harga beras ini jangan dianggap enteng mengingat beras merupakan kebutuhan pokok paling utama," kata politisi Partai Perindo itu.


Binsar Simarmata yang duduk di Komisi II DPRD Kota Medan itu, menyarankan beberapa langkah yang dapat diambil Pemko Medan, antara lain mengontrol harga, meningkatkan cadangan, serta melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.


"Pemerintak Kota Medan melalui dinas terkait dan PUD Pasar juga perlu memastikan ketersediaan beras yang cukup dan melakukan operasi pasar untuk menekan harga beras di Kota Medan," ujar Binsar Simarmata.


Dengan langkah-langkah tersebut, Binsar Simarmata berharap harga beras dapat stabil dan masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.


Diketahui, kenaikan harga beras mulai dikeluhkan masyarakat khususnya ibu rumah tangga di Kota Medan. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir harga beras turus melonjak dari semula Rp14.000/Kg hingga kini tembus Rp17.500/Kg. (rel)

Hari Pertama Sekolah, Seratus Siswa SRMP 2 Sentra Bahagia Cek Kesehatan Gratis
| Senin, Juli 14, 2025

By On Senin, Juli 14, 2025


PATIMPUS.COM - Hari pertama diresmikannya program Sekolah Rakyat, sebanyak 100 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Sentra Bahagia, ditargetkan mengikuti pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG).


Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Medan, Masrita Lumbantobing mengatakan jika program CKG diberlakukan ke semua siklus hidup seperti ibu hamil, lansia hingga anak sekolah.


“Saat ini kita melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap usia anak sekolah. Sebenarnya selalu kita sampaikan di semua sekolah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan diawal tahun ajaran, sehingga tidak hanya di SR saja,” ujarnya kepada Mistar, Senin (14/7/2025).


Lebih lanjut, Masrita mengatakan jika pemeriksaan kesehatan bagi para siswa meliputi, pemeriksaan tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, gigi, screaning keterpaparan dengan asap rokok.


“Selain itu ada juga pemeriksaan gula darah, jadi tujuannya itu ingin mengetahui status kesehatan anak dan apabila terdeteksi misalnya kecenderungan suatu penyakit bisa diketahui secara dini dan bagaimana mencegah atau mengobatinya,” tuturnya.


SRMP 2 Sentra Bahagia, dikatakan Masrita, yang juga termasuk diwilayah Kecamatan Medan Tembung, nantinya Puskesmas Sering akan rutin setiap bulannya mengunjungi SR untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para siswa. (don)

‎Susun Rencana Kerja, Ikaplusdikmas Unimed Gelar Rakernas
| Senin, Juli 14, 2025

By On Senin, Juli 14, 2025


PATIMPUS.COM -  Pengurus Ikatan Alumni Pendidikan Luar Sekolah/ Pendidikan Masyarakat (Ikaplusdikmas) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) secara hybrid daring melalui Zoom Meeting dan luring di PKBM Laskar Pelangi, pada Minggu (13/07/2025). 

‎Acara tersebut dihadiri sejumlah pimpinan fakultas dan jurusan, serta pengurus Ikaplusdikmas Unimed, dengan tujuan merancang program kerja strategis periode 2024-2027 yang berorientasi pada pemberdayaan lulusan dan masyarakat.  

‎Rakernas dibuka secara virtual oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unimed, Elvi Mailani, M.Pd. pun mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antara alumni dan kampus dalam mengembangkan Pendidikan Masyarakat (Penmas).  

‎"Saya sangat mengapresiasi inisiatif Ikaplusdikmas menyelenggarakan Rakernas ini. Program kerja yang dirancang harus selaras dengan visi-misi kampus agar kolaborasi dapat berjalan optimal," ucap Elvi. 

‎Elvi juga berpesan agar alumni terus aktif berkontribusi dalam penguatan pendidikan nonformal, khususnya di bidang literasi dan edukasi.  

‎Sementara itu, Ketua Jurusan Penmas Unimed, Fauzi Kurniawan, M.Psi., yang hadir secara langsung, menyatakan dukungan penuh terhadap ikatan alumni. 

‎"Jurusan Penmas siap berkolaborasi dengan Ikaplusdikmas dalam berbagai program, baik pengabdian masyarakat, pelatihan, maupun pendampingan untuk meningkatkan kualitas lulusan," tegas Fauzi.  

‎Ketua Umum Ikaplusdikmas Unimed, Eko Haryanto, S.Pd., M.I.Kom., menjelaskan bahwa Rakernas ini menjadi momentum penting untuk menyusun rencana kerja yang berdampak luas. 

‎"Kami ingin Ikaplusdikmas tidak hanya bermanfaat bagi alumni, tetapi juga masyarakat luas melalui penguatan literasi, komunikasi, dan edukasi," jelas Eko.  

‎Eko juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar alumni untuk membuka akses pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. 

‎"Ini saatnya alumni bersatu, berbagi ilmu dan pengalaman serta membuka jalan bagi kemajuan Pendidikan Masyarakat," tambah Eko sembari mengucapkan terima kasih kepada FIP Unimed dan Jurusan Penmas atas dukungannya selama ini.  

‎Dalam Rakernas tersebut, dibahas sejumlah program prioritas, antara lain : Pendampingan PKBM, Lembaga Pendidikan dan TBM dalam memperkuat peran alumni meningkatkan kapasitas pendidikan nonformal. Kemudian Penguatan Literasi dan Keterampilan melalui pelatihan dan seminar daring maupun luring bagi masyarakat, dan memperkuat sinergi dengan Kampus dengan elibatkan alumni dalam penelitian, pengabdian, dan pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. 

‎Rakernas Ikaplusdikmas Unimed ini ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat jejaring alumni dan aksi nyata di lapangan. 

‎Dengan semangat kolaborasi, diharapkan ikatan ini dapat menjadi motor penggerak inovasi dalam Pendidikan Masyarakat, sekaligus menjawab tantangan pendidikan di era digital.  

‎"Kita optimis, dengan sinergi yang solid, Ikaplusdikmas bisa menjadi contoh bagi ikatan alumni lainnya dalam berkontribusi untuk pendidikan Indonesia," pungkas Eko.  

‎Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyusunan rencana aksi yang akan segera diimplementasikan dalam waktu dekat. (Soni)


Rico Waas Peringati Tahun Baru Islam 1447 H
| Minggu, Juli 13, 2025

By On Minggu, Juli 13, 2025


PATIMPUS.COMTahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah titik tolak untuk terus bersinergi membangun masyarakat yang beradab, damai, dan penuh kepedulian. 


Demikian disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1447 H, Sabtu (12/7/2025) malam di Lapangan Merdeka Medan. 


Perhelatan bertajuk "Senandung Muharram" ini cukup mendapat perhatian umat muslim Medan. Walau diterpa gerimis tipis, warga antusias hadir dan memadati tenda yang didirikan panitia di tengah Lapangan Merdeka. 


Bersama unsur Forkopimda, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Sultan Deli XIV Sultan Aria Lamanjiji Perkasa Alam Syah, Sekda Wiriya Alrahman, segenap pengurus ormas Islam, dan pimpinan perangkat daerah, masyarakat berdoa dan berzikir bersama.


Dalam perhelatan yang menghadirkan penceramah Ustaz Ucay  itu, Rico Waas berharap Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H yang bersamaan dengan bulan kelahiran Medan 1 Juli 2025 ini menjadi momentum hijrah Medan ke arah yang lebih baik. 


"Masyarakat yang sebelumnya kurang tertib hijrah menjadi lebih tertib, pejabat yang sebelumnya kurang perhatian kepada masyarakat hijrah menjadi lebih perhatian dan peduli pada warganya" harapnya.


Wali Kota menambahkan, 1 Muharram sebagai momentum besar yang memiliki makna sosial dan spiritual. 


"Wajar jika kegiatan keagamaan seperti ini terus kita rawat agar menjadi kekuatan moral dan spiritual dalam membangun Medan yang berkarakter," sebutnya. 


Orang nomor satu di Pemko Medan ini juga menyebutkan, Tahun Baru Islam 1 ini momen kontemplasi untuk menata langkah, menyucikan niat, dan memperbaiki akhlak. 


Melalui kegiatan ini, Kota Medan menegaskan identitasnya sebagai kota yang religius, penuh toleransi, dan mencintai nilai-nilai kebaikan," sebutnya seraya menambahkan, kegiatan seperti ini memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat perkotaan yang kian dinamis.


Rico Waas pun mengajak semua pihak untuk menjadikan tahun ini sebagai lembaran baru untuk memperkuat iman, menebarkan kasih sayang, dan memperkokoh semangat bersinergi dalam membangun Kota Medan. 


"Kita semua adalah pelaku sejarah untuk masa depan yang lebih terang," ucapnya. 


Sementara itu, dalam ceramah yang dibawakan dengan gaya kocak namun penuh makna, Ustaz Ucay  mengingatkan masyarakat agar tidak lupa bersyukur karena masih diberi waktu oleh Allah untuk berbuat baik. (rel)


Optimalisasi Lahan Tidur di Kebun Teh Bah Butong PTPN IV Regional II Telah Melalui Kajian Mendalam
| Minggu, Juli 13, 2025

By On Minggu, Juli 13, 2025


PATIMPUS.COM – PTPN IV Regional II memastikan optimalisasi sebagian areal diberakan kebun teh di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, telah melalui kajian mendalam dari segala aspek. Optimalisasi ini diharap menggenjot produktivitas Perusahaan sehingga dapat berkontribusi lebih banyak lagi bagi masyarakat dan negara. 


Menurut Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II Muhammad Ridho Nasution, kebijakan Perusahaan telah melalui kajian mendalam dan menyeluruh. Baik dari sisi bisnis, sosial maupun lingkungan. 


“Langkah optimalisasi ini bukan bentuk konversi total kebun teh ke kelapa sawit. Ini murni bagian dari strategi tata kelola aset agar lahan yang sebelumnya tidak produktif bisa kembali memberikan manfaat tanpa merusak atau menggantikan fungsi utama kebun teh yang sudah ada. Sekali lagi kami tegaskan tidak ada kebijakan untuk mengonversi seluruh areal kebun teh menjadi kelapa sawit,” ujar Ridho kepada awak media, Minggu (13/2025).


Lahan diberikan disebut juga sebagai lahan tidur. Diversifikasi tanaman teh ke kelapa sawit di area lahan ini merupakan bagian dari strategi Perusahaan dalam mengelola aset tanpa mengabaikan pengembangan teh sebagai komoditas utama unit usaha Kebun Teh Butong dan Kebun Teh Sidamanik. 


Menurut Ridho, areal lahan dibiarkan tanpa pengelolaan justru menyimpan potensi kerugian yang besar. Selain tidak memberikan keuntungan finansial, pemberaan yang berkepanjangan juga berisiko memicu penguasaan ilegal oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.


Dari hasil kajian internal, lanjut Ridho, penanaman teh di area diberakan cukup berat mengingat terus naiknya ongkos produksi teh. Oleh karena itu, PTPN IV Regional II mengambil langkah optimalisasi melalui opsi yang berkelanjutan dan sah. Langkah ini akan dilakukan tanpa mengganggu eksistensi kebun teh. 


“PTPN IV Regional II tetap berkomitmen menjaga, mengembangkan dan meningkatkan kualitas komoditas teh yang menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Perusahaan,” ujarnya. 


Sepanjang dua tahun terakhir, unit usaha kebun teh milik PTPN IV Regional II menunjukkan lonjakan performa yang signifikan dan telah mencetak berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional. Teranyar keberhasilan Teh Butong memenangkan National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta pada 22 Mei 2025. Dalam ajang kompetisi bergengsi tersebut, Pabrik Teh Tobasari PTPN IV Regiona II juga keluar sebagai salah satu pemenang.


Tak hanya itu, sepanjang tahun 2024, unit Kebun dan Pabrik Teh PTPN IV Regional II juga sukses menyabet penghargaan Turn Around Terbaik, sebuah apresiasi untuk unit-unit usaha non-core PTPN IV PalmCo yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Setelah lebih dari dua dekade menghadapi tantangan berat dalam profitabilitas, Kebun Teh Bah Butong berhasil mencetak laba positif untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir, tepatnya hingga Mei 2025. 


Produk teh PTPN IV Regional II, yakni Teh Butong dan Teh Tobasari, kini juga telah menjangkau pasar yang lebih luas dan masuk dalam segmen premium. Produk ini telah dipercaya menjadi sajian eksklusif di sejumlah hotel ternama, termasuk Hotel Sinabung Hills Berastagi di Kabupaten Karo.


Sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan optimalisasi aset, PTPN IV Regional II juga tengah mengembangkan kawasan ekowisata berbasis kebun teh di Kebun Bah Butong dan Kebun Teh Sidamanik. Kawasan ini memadukan keindahan alam, edukasi agrikultur dan pengalaman wisata perkebunan untuk menarik kunjungan wisatawan lokal maupun nasional.


Langkah ini diharap tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi. Tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya dan lingkungan di Sumatera Utara.


Prestasi-prestasi di atas, menurut Ridho, menjadi simbol keberhasilan transformasi dan restrukturisasi manajemen dalam membangkitkan kembali kejayaan teh sebagai komoditas unggulan. 


“Semua ini menunjukkan bahwa kami tetap serius membangun dan mengembangkan teh sebagai bagian dari komoditas unggulan. Selama ini, lahan diberakan menjadi beban biaya pemeliharaan dan penjagaan, tidak sehat secara ekonomi. Sedangkan dengan langkah optimalisasi, aset Perusahaan bisa kembali berfungsi sekaligus menekan potensi konflik dan penguasaan liar,” ujar Ridho.


Lebih lanjut, Ridho mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak akurat. Perusahaan memastikan bahwa semua kebijakan dilandasi itikad baik dan selalu mengedepankan prinsip keberlanjutan. Sebagai bagian dari BUMN, PTPN IV Regional II juga memastikan setiap langkah yang diambil didasarkan atas hasil kajian ilmiah dan praktik terbaik di industri perkebunan. Termasuk analisis dampaknya terhadap ekosistem, efektivitas biaya dan kesinambungan usaha.


“Kami menyadari bahwa pengelolaan lahan tidak bisa dilakukan sembarangan. Oleh karena itu kami berharap dukungan dari seluruh pihak, baik pemerintah daerah, tokoh masyarakat, media, maupun akademisi agar program optimalisasi ini bisa berjalan sukses,” ujar Ridho.


Menurut Manajer Unit Teh PTPN IV PalmCo Armansyah Putra Siregar, dari total sekitar 6.230 hektare kebun teh Perusahaan, hanya sekitar 130 hektare yang masuk dalam program optimalisasi. Secara teknis, lahan diberakan tersebut dinilai tidak lagi produktif dan bernilai ekonomi tinggi jika tetap ditanami teh.


Langkah optimalisasi ini, kata Armansyah, telah memedomani peraturan perundangan yang berlaku serta telah dikaji dan mendapat atensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelum pelaksanaan, lanjut Armansyah, manajemen kebun telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat pada 5 Juli 2025.  


“Semua proses kami tempuh secara terbuka dan legal. Kami ajukan izin ke pemerintah daerah, revisi dokumen lingkungan, hingga mendapat persetujuan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun. Kami sangat memahami bahwa kawasan Sidamanik memiliki nilai ekologis dan sosial yang penting. Karena itu pendekatan kami selalu berbasis data dan dialog,” ujarnya mengakhiri. (rel/don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis