Minggu, 31 Juli 2022

Sepekan 305 Positif Covid-19, 3 Meninggal


PATIMPUS.COM - Angka konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama sepekan bertambah 305 kasus, sembuh 181 orang, meninggal tiga orang.

"Angka konfirmasi positif tersebut tercatat dari tanggal 25-31 Juli 2022," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis MM, Minggu (31/7).

Ia mengatakan penambahan konfirmasi positif pada 25 Juli mencapai 21 kasus, sembuh 33 orang, meninggal satu orang. Konfirmasi positif 26 Juli sebanyak 48 kasus, sembuh 23 orang, meninggal nihil.

Konfirmasi positif 27 Juli sebanyak 51 kasus, sembuh 32 orang, meninggal nihil. Konfirmasi positif 28 Juli sebanyak 53 kasus, sembuh 23 orang, meninggal nihil.

Konfirmasi positif 29 Juli sebanyak 61 kasus, sembuh 22 orang, meninggal nihil. Konfirmasi positif 30 Juli sebanyak 46 kasus, sembuh 29 orang, meninggal dua orang.

Konfirmasi positif 31 Juli sebanyak 25 kasus, sembuh 19 orang, meninggal nihil. "Total konfirmasi positif corona di Sumut hingga 24 Juli, mencapai 155.994 kasus, sembuh 152.245 orang, meninggal 3.264 orang," ujarnya.

Pada kesempatan ini, ia mengingatkan Sumut khususnya masih masa pandemi, agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). 

Sisi lain, capaian vaksinasi dosis satu kabupaten/kota di Sumut tanpa jumlah anak-anak, tanggal 30 Juli 2022 dengan sasaran 11.419.559 jiwa mencapai 11,100,024 jiwa (97.20%), dosis dua mencapai 9,508,918 jiwa (83.27%), dosis tiga mencapai 3,361,817 jiwa (29.44%).

Capaian vaksinasi dosis satu kabupaten/kota ditambah jumlah anak-anak dengan sasaran 13.035.792 jiwa mencapai 11,100,024 jiwa (85.15%), dosis dua mencapai 9,508,918 jiwa (72.94%), dosis tiga mencapai 3,361,817 jiwa (25.79%).

Capaian vaksinasi dosis satu kabupaten/kota berdasarkan jumlah penduduk dengan sasaran 14.799.361 jiwa mencapai 11,100,024 jiwa (75.00%), dosis dua mencapai 9,508,918 jiwa (64.25%), dosis tiga mencapai 3,361,817 jiwa (22.72%).

Capaian vaksinasi dosis satu lansia di kabupaten/kota dengan sasaran 1.093.446 jiwa mencapai 89.19%, dosis dua mencapai 85.14%, dosis tiga mencapai 38.22%.

Capaian vaksinasi dosis satu anak di kabupaten/kota dengan sasaran 1.616.233 jiwa mencapai 85.09%, dosis dua mencapai 72.30%. (don)

Share:

Sabtu, 30 Juli 2022

Bang SR Berjalan Kaki Sambil Sapa Warga


PATIMPUS.COM - Momentum  Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H dimanfaatkan Bang Syaiful Ramadhan bersama Tim Relawan SR Center untuk menyapa warga.

Dengan berjalan kaki mengambil start dari Sekretariat Syaiful Ramadhan (SR) Center di Jalan Pantai Burung menuju Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (30/7/2022).

Syaiful Ramadhan yang menjabat sebagai anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS ini mengatakan, ia mendukung ide kreatif dan positif para tim SR Center yang sebagian besar adalah para milenial.

"Ini program adek-adek tim SR Center, Mereka memperingati Tahun Baru Islam 1444 H ini dengan cara berbeda yaitu Jalan Sehat dan Sapa Warga. Jadi Saya mendukung ide positif ini sebagai bentuk pelayanan sama masyarakat juga," kata Bang SR.

Anggota Komisi II ini menjelaskan lebih lanjut, momen tahun baru Islam ini merupakan momen hijrah menuju Indonesia yang lebih baik. Jalan sehat sangat baik untuk meningkatkan imun tubuh menuju Indonesia sehat.


Selain itu setelah jalan sehat rombongan akan finish di Kampung Aur dan menyapa warga Aur untuk sarapan bersama. Moment silaturahmi tersebut menunjukkan wujud tidak ada jarak antara warga dan pejabat.

"Iya, momentum tahun baru Islam ini, merupakan momen hijrah menuju Indonesia yang lebih baik. Jalan sehat buat imun kuat Indonesia kuat. Lalu menyapa warga sambil sarapan pagi bersama. Ini wujud kita dekat sama masyarakat jadi tidak ada jarak antara warga dan pejabat," ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan ini.

Sementara itu, Fadli Cello, Ketua SR Center mengatakan kegiatan jalan sehat dan Bang SR Sapa warga merupakan salah satu program dari tim relawan SR Center dalam melayani dan menyapa masyarakat.

"Iya benar. Jalan sehat dan Bang SR Sapa warga merupakan program Tim Relawan SR Center dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam," ungkap Cello. (son)

Share:

BKM Jamik Ubudiyah Sambut Tahun Baru Islam 1444 H


PATIMPUS.COM - Badan Kenaziran Masjid (BKM) Jamik Ubudiyah  Gang Tangga Batu Kelurahan Sidorame Barat II Medan Perjuangan, menggelar pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1444 Hijriah, Jumat (29/7/2022) malam.

Pawai obor yang melibatkan anak anak SD, SMP serta ratusan warga Kelurahan Sidorame Barat I dan II tersebut, dilepas seusai sholat Isya oleh Lurah Mangasitua Pasaribu mewakili Camat Medan Perjuangan didampingi Ketua BKM Jamik Ubudiyah Rahman Siregar dan Iptu Wahyuno dari Polsek Medan Timur.

Baik ketua BKM, Lurah dan mewakili Polsek Medan Timur  mengharapkan, kiranya kegiatan tersebut dapat lebih mempererat tali silaturrahim.

"Insha Allah, kegiatan ini menjadi agenda rutin kita setiap tahunnya," kata Syahdin Setia Budi Pane yang juga Camat Kecamatan Patumbak Deli Serdang didampingi Kordinator lapangan Aliamsyah Hasibuan.

Sementara Ketua Panitia Pawai Obor Muhammad Yunan Siregar mengatakan, para peserta pawai  sangat antusias dan penuh sukacita jalan berkeliling meliputi rute Gang Tangga Batu - Pelita 1 - Jalan Rakyat - Jalan Pelita 4, yang finish kembali ke Masjid Jamik Ubudiyah.

”Iring iringan peserta pawai yang mendapat pengawalan mobil petugas kepolisian dan mobil ambulans serta becak dan sepeda motor sambil mengumandangkan salawat dan puji pujian kepada Allah SWT, sebagai ungkapan rasa syukur karena masih diberi berkah umur bertemu dengan tahun 1444 Hijriah,” kata Yunan.

Menurutnya, kegiatan pawai obor itu, selain sebagai salah satu bentuk syiar, juga dapat memperkokoh jalinan silaturrahim antar sesama kaum muslim terutama jamaah Masjid Jamik Ubudiyah.

Ditambahkan, tradisi pawai obor dalam menyemarakkan perayaan Hari Besar Islam itu, baru kali ini pertama kali dilaksanakan.

Sementara, salah seorang ibu rumah tangga warga Gang Wongso yang ikut dalam rombongan pembawa api obor, Zam Zam Jamilah SH MH, sambil berjalan kaki mengungkapkan rasa senangnya mengikuti pawai tersebut.

”Kami sangat mendukung dan mengapresiasi terlaksananya pawai obor ini, sebab dari sini banyak nilai positifnya yang bisa diambil, diantaranya rasa kebersamaan dan sikap bahu membahu melancarkan kegiatan yang bernafaskan keislaman,” katanya didampingi ibu ibu yang lain.

Beberapa orang pengendara sepeda motor, secara senada menuturkan bahwa mereka sudah lama tidak menyaksikan pawai obor seperti itu. 

”Pawai obor ini, sangat memaknai penyambutan Tahun Baru 1 Muharam serta menjadi hiburan bagi masyarakat, karena itu kami ikut berjalan antri di belakang iring iringan pembawa obor untuk bisa menyaksikannya,” ungkap mereka.

Kegiatan pawai obor tersebut, berlangsung tertib dan lancar dan diisi dengan pemberian tali asih kepada para peserta dan quiz berhadiah. (don)

Share:

Jumat, 29 Juli 2022

Dinkes Medan Kembangkan Konsep Strategi PPM Guna Atasi TBC


PATIMPUS.COM - Guna meningkatkan penemuan, pengobatan dan pelaporan kasus Tuberkulosis (TBC), serta keterlibatan seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) maka telah dikembangkan konsep Public Private Mix (PPM) yang merupakan strategi penanggulangan TBC dengan melibatkan seluruh Fasyankes baik Pemerintah maupun swasta dalam program TBC.

Demikian disampaikan Walikota Medan diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial M Sofyan ketika membuka acara pertemuan Debriefing dan Penyampaian Umpan Balik Hasil Kunjungan Lapangan Team External yang sudah dilakukan, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan, Jumat (29/7/2022).

“Public Private Mix ini sendiri merupakan suatu bentuk Konsep pendekatan komprehensif dan kolaboratif sebagai platform program nasional yang diharapkan mampu mengorganisasikan layanan TBC untuk memastikan layanan terpadu dan sesuai standar kepada pasien sehingga semua pasien TBC dapat ditemukan, diobati dan dilaporkan pada sistem informasi TBC," ucap M Sofyan dalam pertemuan tersebut yang juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah dan perwakilan dari Kemenkes RI.

Lebih lanjut Sofyan menambahkan di Indonesia sendiri lebih dari 70% pasien TBC mencari pengobatan di Fasilitas pelayanan kesehatan swasta. Berdasarkan studi dari Patient Pathway Analysis 2017 menyebutkan bahwa pola masyarakat berobat dengan gejala TBC dalam hal mencari pengobatan awal lebih memilih fasilitas pelayanan kesehatan swasta (74%) dibandingkan dengan Puskesmas dan Rumah Sakit Pemerintah (24%). Meskipun banyak pasien TBC mencari pengobatan ke RS swasta. Namun angka notifikasi kasus TBC dari RS swasta rendah (8%) dan DPM hanya (1%). Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan notifikasi kasus TBC di Puskesmas (72%) dan RS Pemerintah (18%).

"Hal ini menunjukkan meskipun banyak kasus TBC mencari pengobatan di fasyankes swasta, namun penemuan kasus di fasyankes swasta lebih rendah. Selain rendah, belum diketahui juga berapa banyak fasyankes khususnya layanan swasta seperti DPM yang telah memberikan tatalaksana sesuai kebijakan nasional," sebut Sofyan.

Diakhir sambutan Sofyan mengatakan untuk mengevaluasi efektivitas model PPM tersebut, dibutuhkan evaluasi yang mendalam terhadap model PPM tersebut.

"Sasaran dan tujuan evaluasi ini diharapkan menjadi bahan peniliaian terhadap kemajuan intervensi PPM. Diantaranya menilai capaian Program TBC, capaian indikator PPM serta pembelajaran dan praktik," pungkasnya. (don)

Share:

Kamis, 28 Juli 2022

Anto Genk : Lembaga Pemerintahan Tidak Berwenang Mendirikan Media


PATIMPUS.COM - Diera digitalisasi ini, banyak bermunculan media online yang perkembangannya sangat pesat. Namun hal ini membuat wartawan tidak kreatif atau hanya mengandalkan copy paste tanpa mengkonfirmasi narasumber.


"Rumus wartawan itu 5W-1H, sehingga berita yang disajikan lengkap. Wartawan harus mencari informasi tanpa copy paste," terang Rianto Agly SH, saat pembukaan Ujian Anggota PWI Sumut, Kamis (28/07) di Medan.


Sekretaris Serikat Penerbit Suratkabar (SPS) Sumut yang biasa dipanggil Anto Genk ini mengatakan, saking mudahnya membuat media online, lembaga pemerintahan pun turut serta mendirikan media online, padahal itu tidak dibenarkan.


"Lembaga pemerintahan jangan mendirikan media cetak atau online, sebab yang melakukan pekerjaan itu adalah kita-kita ini," ungkapnya.


Rianto Agly menambahkan, menjadi wartawan itu harus memiliki kemampuan dasar jurnalistik, makanya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sangat dibutuhkan, termasuk baginseorang pimpinan redaksi.


"Menjadi wartawan profesional itu harus memiliki 3 bagian yang wajib dilakukan, yaitu UKW Muda sebagai reporter, Madya sebagai redaktur dan Utama sebagai Pimpinan redaksi atau penanggungjawab," ujar Ketua Jaringan Media Siber Indonesia Sumatera Utara (JMSI Sumut).


Sementara itu Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik SE, mengatakan, tahun ini antusias wartawan di Sumatera Utara untuk bergabung ke PWI Sumut sangat luar biasa. Menurutnya ada sekitar 150 wartawan dari berbagai daerah mendaftar untuk mengikuti Ujian Anggota Muda dan Biasa PWI Sumut.

  

“Siapa saja yang masuk di PWI di persilahkan. Namun diwajibkan minimal bisa membuat sebuah berita. Yang masuk anggota PWI tahun ini sangat antusias. Ada juga anggota yang naik status ke anggota biasa. Semoga di seleksi ini bisa lulus semuanya,” harapnya.


Ketua SPS Sumut ini menjelaskan, industri pers tidak bisa lepas dari digitalisasi. Dampak digitalisasi itu, perusahaan pers yang biasa berbentuk cetak mulai berkurang. Menurun sekitar 36,3 persen, sedangkan media online 37 persen.

 

"Agar tidak tergerus, maka pimpinan media harus mengikuti perubahan mulai saat ini," pungkasnya.


Sementara itu, Drs M Syahrir MIKom, mengatakan, wartawan harus bisa menulis dengan mengikuti UU Pers dan tidak copy paste berita wartawan lain.


"Jangan gunakan kecanggihan tekhnologi untuk mengcopypaste berita wartawan lain. Wartawan yang berkompeten itu adalah wartawan yang harusnya profesional," sebut Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Sumut ini. (don)


Share:

Sekolah Alam TPL Untuk Menjangkau Anak-Anak BHL


PATIMPUS.COM - Toba Pulp Lestari (TPL) merupakan perusahaan HTI yang memiliki luas izin konsesi sebesar 167.912 Ha di lima sektor wilayah operasionalnya. TPL berkomitmen untuk terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. 

TPL berkomitmen untuk mengelola hutan secara berkelanjutan dan memenuhi standard kelas dunia dalam empat aspek berkelanjutan ekonomi, lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik. 

Di setiap sektor wilayah operasionalnya, TPL memiliki sekolah alam yang dibangun dan diperuntukkan untuk seluruh anak-anak yang tinggal di wilayah operasional perusahaan didirikan sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Sekolah alam ini didirikan untuk setiap anak yang orangtuanya bekerja di wilayah sektor khususnya di areal konsesi. Sekolah alam ini juga merupakan sekolah yang mengajarkan anak-anak dengan cara yang lebih menyenangkan. 

Di sekolah alam ini anak-anak juga dapat mendiskusikan pelajaran yang sulit di sekolah formal mereka. Anak-anak ini dapat mengikuti sekolah alam selama 3 kali dalam seminggu. Salah satu sekolah alam TPL, berada di Sektor Aek Nauli, Kabupaten Simalungun. 

Coking Naibaho, Incharge Plantation Askep TPL Sektor Aek Nauli, mengatakan perusahaan sangat peduli terhadap kehidupan Buruh Harian Lepas (BHL), karenanya perusahaan memberikan fasilitas tempat tinggal yang layak huni dan ramah anak dengan lingkungan yang asri. Tempat tinggal layak huni ini dengan fasilitas kamar, dapur, kamar mandi, ruang tengah, dan air bersih. 

Bahkan jelasnya, perusahaan juga sangat memperhatikan kondisi anak dari BHL, dan terus membuka sekolah alam untuk anak yang belum memasuki usia sekolah di setiap sektor operasional perusahaan. Program pendidikan untuk anak-anak pekerja BHL ini, sebagai bentuk perhatian pada anak-anak selama orangtua mereka bekerja. 

“Dengan adanya sekolah alam ini, kita melihat ada peluang untuk mengembangkan pola pikir anak-anak yang belum mendapat pendidikan. Respon dari orang tua mereka juga sangat positif dan mendukung sekolah alam ini. Anak-anak yang sebelumnya tinggal di rumah ketika orangtuanya pergi bekerja, dapat membantu menambah pengetahuan dan mengisi waktu luang mereka. Sehingga kelak di masa depan, mereka dapat mencapai cita-cita yang mereka impikan,” jelas Coking, Kamis (28/07). 

Koordinator Yayasan Bonapasogit Sejahtera (YBS), Roselly Simanjuntak, menyampaikan tujuan didirikannya sekolah alam ini adalah untuk mengenalkan anak kepada lingkungan sekitarnya lewat eksplorasi langsung. Anak juga ditekankan untuk menghargai perbedaan dan memandang keberagaman sebagai sesuatu yang perlu dipelihara. 

“Visi sekolah alam ini yaitu menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjangkau anak-anak usia sekolah di sekitar HTI TPL dalam mencerdaskan dan mempersiapkan generasi bangsa untuk mencintai alam semesta. Sedangkan misinya menyiapkan pemimpin masa depan yang tangguh, berilmu, beretika dan cinta lingkungan serta beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa,” terang Roselly. 

Mewakili orangtua murid, Agusman Hulu dan Mawar sangat bersyukur dengan fasilitas sekolah alam yang diberikan TPL kepada anak-anak mereka. 

“Sebelumnya anak saya coba sekolahkan di Parapat, namun karena lokasi yang jauh dan biaya yang besar tidak bisa berlanjut. Saya senang dengan adanya sekolah alam yang disediakan TPL ini, kami para orangtua terbantu karena tidak perlu jauh lagi mengantar anak untuk bersekolah,” ujar Agusman. 

Sekolah alam ini merupakan salah satu komitmen TPL dalam mendukung kesejahteraan anak khususnya dalam dunia pendidikan anak dan pemenuhan hak  dasar anak. Semoga dengan adanya sekolah alam ini dapat memberikan motivasi yang lebih baik lagi dan dapat terus mendukung dunia pendidikan anak Indonesia. (don)


Share:

Rabu, 27 Juli 2022

Program KKS - KLA Harus Ada Kemauan Kepala Daerah


PATIMPUS.COM - Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) merupakan 2 program branding yang dilakukan pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah.

Dua program  branding itu, terdapat irisan aktivitas yang dapat menjadi point bagi Pemerintah Daerah dalam mencapai predikat KKS dan KLA.

Dalam rangka merayakan Hari Anak Nasional 2022 dan sebagai bentuk partisipasi dari kelompok masyarakat dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih baik untuk anak tumbuh dan berkembang. Yayasan Pusaka Indonesia bekerjasama dengan Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia berkolaborasi menyelenggarakan seminar nasional dengan tema ; “Memaksimalkan Konsep Kota/Kabupaten Sehat dan Kota Layak Anak dalam Upaya Menciptakan generasi emas di Indonesia,”

Seminar yang berlangsung secara hybrit menghadirkan 4 narasumber sebagai pemantik jalannya diskusi, yakni R. Budiono Subambang, ST., MPM. Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri;  Dra. Cucu Cakrawati Kosum M.Kes Jetua Tim Kerja Penyehatan Udara, Tanah dan Kawasan,  Kementrian Kesehatan; Sri Prihartini L. Wijayanti SH.MH,Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Hak anak , Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan Shoim Sahryati Ketua Yayasan Kepedulian untuk Anak (Kakak) Surakarta.

Dalam sambutannya Ketua badan Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia Kristina Perangin-angin SE mengharapkan seminar ini bisa memberikan kontribusi bagi semua pihak hingga bisa melahirkan kebijakan yang lebih baik bagi perlindungan anak.

“Kita sepakat tidak ada kabupaten sehat tanpa memberi perlindungan anak. Alangkah penting seminar ini. Semoga bisa memberikan warna dalam memberi kebijakan nantinya,” ujar Kristina.

Wakil Ketua Fakta Tubagus menambakan seminar ini harapannya bisa melahirkan regulasi yang baik sehingga bisa mewujudkan generasi emas. Dengan memaksimalkan 2 brendit ini bisa menjadikan Indonesia emas. 

“Meskipun kita tahu target generasi sehat 2045 masih lama, namun jika tidak dimulai dari sekarang, jangan sampai 2045 nanti, generasi emas  menjadi generasi cemas. KKS dan KLA harus juga melahirkan inisiator kota layak anak dan kota kabupaten Sehat,” tambah Tubagus.

Dalam diskusi yang belangsung, terungkap bahwa dalam KKS dan KLA terdapat indicator yang sangat berpengaruh bagi penilaian KKS dan KLA diantaranya adalah  indicator yang berpengaruh pada perlindungan bagi kesehatan anak, adanya kawasan tanpa rokok, aturan penjualan rokok dan iklan rokok. 

Menarikanya lagi dalam pemaparan yang disampaikan oleh yayasan Kakak, peran serta masyarakat di Surakarta dalam mewujudkan Kota Sehat sudah dilakukan seperti adanya kampong bebas asap rokok dan partisipasi masyarakat dalam membersihkan iklan rokok.

Dra. Cucu Cakrawati Kosum dari  Kementrian Kesehatan mengakui, sosialisasi penyelenggaraan KKS dan KLA masih kurang, ia berharap melalui forum-forum dan partisipasi masyarakat bisa dilakukan.

Sementara itu, Sri Prihartini L. Wijayanti SH.MH mengatakan bagi daerah yang ingin mendapatkan brending city baik KKS maupun KLA penting melaksanakan indicator. 

“Daerah yang melaksanakan indicator tersebut akan menambah poin, seperti daerah yang memiliki perda Kawasan Tanpa Rokok dan memiliki ketaatan dalam pelaksanaannya akan menambah poin dalam penilaian KKS mapun KLA,” ujarnya.

Dipenghujung acara disampaikan, bahwa Daerah yang melaksanakan program KKS dan KLA, baik yang mendapat penghargaan akan menjadi daerah yang lebih baik dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat. Brending KKS dan KLA harus didukung oleh Kepala daerah yang peduli dan didukung oleh partisipasi masyarakatnya. Dan pentingnya sinergisitas antara pusat dan daerah sehingga melahirkan regulasi yang saling mendukung terwujudkan hak anak. (rel)


Share:

Selasa, 26 Juli 2022

KONI Sumut Pastikan PON XXI Sumut-Aceh Berjalan Sesuai Rencana


PATIMPUS.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Utara (KONI SUMUT), memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga nasional (PON) XXI, Aceh-Sumut akan digelar sesuai rencana pada September 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua KONI Sumut, Jhon Ismadi Lubis pada konferensi press di Aula Kantor KONI Sumut di Jalan Williem Iskandar Medan, Senin (25/7/2022). 

Menepis adanya anggapan soal persiapan PON XXI 2024 yang digelar di Aceh-Sumut kacau balau, Jhon juga mengatakan, pihaknya sudah memastikan persiapan on the track baik dari sisi persiapan atlet, semuanya sudah berjalan sesuai rencana yang telah disusun.

“PON XXI direncanakan digelar September 2024. Semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” katanya didampingi Sekretaris Chairus Azmi, wakil Ketua Sakiruddin, Budi Valianto dan Mesnan.

Bahkan pihaknya juga sudah menggelar pelatda jangka panjang untuk sejumlah cabang olahraga perseorangan yang tetap menerapkan pola promosi dan degradasi. Sementara untuk cabang beregu menyusul mulai digelar awal 2023.

Jhon Ismadi Lubis juga menjelaskan sampai saat ini sudah 479 atlet yang menjalani pelatda jangka panjang dibawah binaan masing-masing pelatih. Selama mengikuti pelatda jangka panjang, para atlet juga diwajibkan menjalani tes fisik dan kesehatan sehingga seluruh cabang olah raga terakomodir.

“Bagi atlet yang di pelatda jangka panjang ada tiga tahap proses promisi dan degradasinya. Yakni melalui Porprovsu, kejurda dan selekda. Semua cabang olahraga terakomodir, sehingga akhir tahun kita sudah punya atlet yang benar-benar dipersiapkan menghadapi PON,” ucapnya lagi.

Lebih lanjut Jhon mengatakan, PON XXI nanti rencananya akan mempertandingkan 64 cabang olahraga dengan 84 disiplin dan 890 nomor.

“Tapi itu masif belum final, bisa akan dilakukan pertemuan selanjutnya untuk memastikan pembagian cabang olahraga yang akan dipertandingkan di daerah mana saja,” tambahnya.

Terkait sarana dan prasaran pelaksanaan PON mendatang, ia menyebutkan hal tersebut merupakan wewenang Pemprov Sumut. Namun secara garis besar ia menyebutkan sejumlah venua awal tahun 2023 akan dibangun menyusul selesainya proses tender.

Misalnya pembangunan stadion madia, venue boling dan martial arts di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang. Stadion madia bisa digunakan untuk atletik, dan martial arts bisa digunakan untuk 12 cabang olahraga.

Sementara untuk sejumlah cabang olahraga lainnya, bisa digelar disejumlah venue yang sudah ada, misalnya di GSG jalan pancing dan kolam renang selayang dan Unimed.

“Kalau untuk cabang olahraga yang di dalam ruangan sebenarnya sudah cukup memadai hanya tinggal poles sedikit agar sesuai standar. Demikian juga pembangunan mess untuk pelatda di Siosar juga dalam waktu dekat ini berlangsung,” pungkasnya mengakhiri. (son)

Share:

Senin, 25 Juli 2022

IKAHUT USU : TPL Berperan Besar Terhadap Ekonomi dan Penerapan Teknologi Kehutanan


PATIMPUS.COM - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Kehutanan Universitas Sumatera Utara (PP IKAHUT USU) mengapresiasi PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) yang telah banyak berperan besar dalam roda perekonomian di Indonesia, khususnya di provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan PP IKAHUT USU periode 2022-2026, yang resmi dilantik di Hotel Garuda Plaza, Medan, Sumatera Utara Minggu, (24/7).

Ketua Panitia PP IKAHUT USU, Izhar Ilyas, mengapresiasi dan berterimakasih atas dukungan TPL dalam acara ini perusahaan berkontribusi mendukung kelancaran kegiatan ini. Ia menjelaskan pengaruh perusahaan yang bergerak di bidang HTI bagi ekonomi masyarakat dan khususnya bagi Fakultas Kehutanan di Indonesia. 

“Menurut saya pengaruh dan peran serta TPL sangat besar bagi roda ekonomi masyarakat yang berada di wilayah operasional perusahaan, dan juga sangat bermanfaat mengenai informasi teknologi bidang Hutan Tanaman Industri (HTI) bagi mahasiswa fakultas kehutanan. Sehingga kami berharap kolaborasi dengan perusahaan ke depannya dapat saling mendukung segala sisi baik dalam transparansi informasi dan inovasi kelola hutan yang lestari,” ungkap Izhar dan sejumlah pengurus IKAHUT USU.

Hadir mewakili manajemen TPL Ronald Hot Marnaek Panjaitan SHut, Enviromental & Integreted Management System Manager. Ronald hadir sebagai salah satu narasumber dalam diskusi panel yang mengangkat tema Peran Para Pihak dalam Mendukung Indonesia's Folu Net Sink 2030 pada kegiatan ini.

Dalam kegiatan ini Ronald menyampaikan peranan TPL sebagai salah satu stakeholder dan pandangan perusahaan terhadap pentingnya Fakultas Kehutanan bagi perkembangan Hutan Tanaman Industri (HTI) terkhusus di Sumatera Utara dan Indonesia secara keseluruhan.

“TPL melihat fakultas sebagai wadah dilahirkannya sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki kemampuan tinggi dalam melakukan pengelolaan hutan lestari. Fakultas kehutanan selalu mengedepankan inovasi dalam melihat kondisi kehutanan di Indonesia, oleh karenanya perusahaan memandangnya menjadi salah satu pihak yang dapat dilibatkan untuk bekerjasama dalam mengembangkan industri kehutanan,” jelas Ronald.

Ronald menambahkan, dalam menjalankan  operasionalnya, TPL mengambil pendekatan holistik untuk konservasi hutan alam dengan melakukan penilaian Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), hanya kawasan non NKT dan non SKT yang akan dikembangkan menjadi Hutan Tanaman Industri.

Perusahaan juga berkomitmen untuk melakukan pengurangan jejak karbon berkelanjutan dengan meningkatan penyerapan karbon dan perbaikan berkelanjutan, meningkatkan efisiensi bahan baku dan energi diseluruh rantai pasokan dan mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. TPL beroperasi pada tingkat kualitas tertinggi dengan mengadopsi pratik terbaik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menggunakan energi yang terbarukan.

“TPL selalu menjaga mengelola hutan secara berkelanjutan dan memenuhi standard kelas dunia dalam empat aspek berkelanjutan ekonomi, lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik,” jelasnya menutup diskusi sabagai narasumber. (don)

Share:

Minggu, 24 Juli 2022

Ratusan Pemuda Indonesia Pantau KTR Serentak


PATIMPUS.COM - Sebanyak seratus lebih anak dari berbagai organisasi di Indonesia melakukan gerakan pemantauan pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Minggu (24/7/22) di 3 Kota yakni Medan, Jakarta dan Surakarta.

Dari pantauan sehari dengan menggunakan Aplikasi Pantau KTR tersebut mereka menemukan 406 pelanggaran yang terjadi.

Koordinator Gerakan Pantau Serentak Indonesia Bergerak, Anggi Maysarah mengatakan laporan pelanggaran tersebut ditemukan di kawasan tanpa rokok khususnya di taman. Untuk Kota Medan dilakukan di Lapangan Merdeka.  Jakarta dilakukan di 3 tempat yakni Monas, Kota Tua, dan SCBD di acara Car Free Day. Surakarta dilakukan di Kegiatan Car Free Day Jalan Slamet Riadi.

Direktur Yayasan Pusaka Indonesia Kristina Perangin Angin SE mengatakan kegiatan ini rangkaian dari peringatan hari anak nasional. 

"Semoga gerakan pantau bersama indonesia bergerak memberikan manfaat bersama untuk perbaikan Indonesia ke depannya," ujar Kristina saat membuka kegiatan.

Acara yang dimulai sejak pagi tadi ikut mewarnai kegiatan pagi masyarakat. Bahkan Tim Pantau dari Surakarta sempat bertemu dengan Sandiaga Uno dan Wali Kota Gibran. Sayangnya menurut Nung dari Kakak, kehadiran tim pantau tidak mendapat respon. Namun menurut laporan Nung dari zoon, menyebutkan gerakan ini didukung oleh Dinas DP3AP2KB.

"Di Surakarta, gerakan ini turut dihadiri Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Surakarta. Ia  mendukung forum anak menjadi pelopor dan pelapor dalam pantau KTR," ujar Nung Melaporkan.

DiJakarta tidak kalah seru karena kegiatan dilakukan di 3 titik sekaligus. Sejak pagi sudah ikut dalam ke ramaian karena melakukan pemantauan di lokasi Car Free Day, yakni di SCBD dan tempat keramaian lainnya yakni Monas dan Kota Tua.

Di Medan, hujan gerimis tidak menghambat kegiatan pemantauan. Kendati sempat tertunda sejenak, namun di jam 10 forum anak dan NSYTCM tetap melanjutkan pemantauan.

"Semoga semangat anak-anak muda untuk mewujutkan Indonesia yang sehat bisa terwujut," tutup Elisabet. (rel)

Share:

Masyarakat Diajak Peduli Lindungi Anak dari Bahaya Asap Rokok


PATIMPUS.COM - Yayasan Pusaka Indonesia bersama 12 lembaga di Indonesia menggelar "Gerakan Pantau Serentak, Indonesia Bergerak.

Gerakan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia untuk mengajak masyarakat untuk peduli perlindungan anak dari bahaya asap rokok sekaligus memperingati hari anak nasional (HAN).

Gerakan ini akan dilakukan serentak di 3 Kota yakni Medan, Jakarta dan Surakarta, pada Minggu (24/7/2022). Ada pun 13 Lembaga yang tergabung adalah  Yayasan Pusaka Indonesia, TC Sumut dan Forum Anak Medan, Komnas PT,  KJR, Aksi Kebaikan dan SFA, YLKI, KKMI, FAKTA, KAKAK, Pemuda Penggerak, Forum Anak Surakarta.

Koordinator Tobacco Control YPI Elisabet SH mengatakan Gerakan ini mengajak semua elemen masyarakat  untuk bergabung dalam gerakan *Pantau Serentak, Indonesia Bergerak!*

 “Ayo kita Lindungi Generasi dengan Implementasi,” seru Elisabet. 

Ditambahkan Elisabet, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 23 Juli 2022, kita bergerak serentak melakukan pengawasan dan pelaporan apabila melihat ada yang merokok di kawasan publik, apalagi di sekitar anak-anak. Melihat ada tanda-tanda puntung rokok, bungkus rokok dan asbak di kawasan publik di sekitar anak-anak, dan melihat pedagang rokok berada di sekitar anak-anak di kawasan publik.

Untuk memudahkan kamu dalam melakukan pelaporannya, silahkan gunakan Aplikasi Pantau KTR yang ada di Appstore dan Playstore kamu. Tutorial penggunaannya, silahkan klik disini yaa https://www.youtube.com/watch?v=Z7LUMrrFgx8&t=12s 

"Momen ini kita jadikan semangat kepada bangsa untuk sama sama melakukan kontrol betapa bahanya asap rokok yang tidak terkendali di tengah Indonesia memiliki peraturan yang tidak ditegakan. Kita ingin menunjukan pada pemerintah, betapa banyak pelanggaran yang terjadi," ujar Elisabet.

Gerakan Pantau Serentak Indonesia Bergerak juga mengajak seluruh masyarakat yang ada di Indonesia untuk ikut peduli dengan ikut melakukan pemantauan melalui Aplikasi Pantau KTR. Aplikasi ini bisa didownload melalui playstore dan Appstore 

Anggi Maysarah, Koordinator Acara mengatakan setelah didownload, masyarakat bisa melaporkan, memfoto bukti pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR) secara real time.

"Untuk memudahkan kamu dalam melakukan pelaporannya, silahkan gunakan Aplikasi Pantau KTR yang ada di Appstore dan Playstore kamu," ujar Anggi 

Tutorial penggunaannya, silahkan klik disini  https://www.youtube.com/watch?v=Z7LUMrrFgx8&t=12s

"Aplikasi Pantau KTR bisa digunakan di seluruh Indonesia untuk 7 kawasan yang harus dilindungi dari bahaya asap rokok, baik itu orang yang merokok, puntung rokok, bungkus rokok, iklan rokok, penjualan rokok yang dilarang di 7 kawasan tanpa rokok,"  ujar Anggi.

Ada pun 7 kawasan tanpa rokok itu adalah fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat bermain anak, rumah ibadah, perkantoran, sarana transportasi, dan tempat umum yang dikhususkan seperti kafe atau rumah makan.

7 Kawasan tanpa rokok menjadi amanat di Undang-undang kesehatan dan peraturan daerah maupun peraturan Gubernur/ Wali Kota yang menyebutkan tempat tersebut harus dilindungi dari bahaya asap rokok karena bahaya yang diakibatkannya seperti kanker, jantung, impotensi dan lainnya.

 Terkhusus bahaya asap rokok bagi anak anak bisa menghambat tumbuh kembang atau stunting. (rel)

Share:

Sepekan 234 Orang Sumut Positif Covid-19, Seorang Meninggal


PATIMPUS.COM - Angka konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) selama sepekan bertambah 234 kasus, sembuh 131 orang, meninggal satu orang.

"Angka konfirmasi positif tersebut tercatat dari tanggal 18-24 Juli 2022," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis MM, Minggu (24/7).

Ia mengatakan penambahan konfirmasi positif pada 18 Juli mencapai 20 kasus, sembuh 28 orang, meninggal nihil. Konfirmasi positif 19 Juli sebanyak 33 kasus, sembuh 11 orang, meninggal nihil.

Konfirmasi positif 20 Juli sebanyak 39 kasus, sembuh 13 orang, meninggal satu orang. Konfirmasi positif 21 Juli sebanyak 28 kasus, sembuh 19 orang, meninggal nihil.

Konfirmasi positif 22 Juli sebanyak 45 kasus, sembuh 15 orang, meninggal nihil. Konfirmasi positif 23 Juli sebanyak 39 kasus, sembuh 19 orang, meninggal nihil.

Konfirmasi positif 24 Juli sebanyak 30 kasus, sembuh 26 orang, meninggal nihil. "Total konfirmasi positif corona di Sumut hingga 24 Juli, mencapai 155.689 kasus, sembuh 152.064 orang, meninggal 3.261 orang," ujarnya.

Ia mengatakan penyumbang tertinggi konfirmasi positif pertanggal 23 Juli dari Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Ashan dan Binjai.

"Medan menyumbangkan 29 kasus, Deliserdang enam kasus, Pematangsiantar dua kasus, Asahan dan Binjai masing-masing satu kasus," sebutnya.

Pada kesempatan ini, ia mengingatkan Sumut khususnya masih masa pandemi, agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes). 

Sisi lain, capaian vaksinasi dosis satu kabupaten/kota di Sumut tanpa jumlah anak-anak, tanggal 23 Juli 2022 dengan sasaran 11.419.559 jiwa mencapai 11,070,305 jiwa (96.94%), dosis dua mencapai 9,484,813 jiwa (83.06%), dosis tiga mencapai 3,219,417 jiwa (28.19%).

Capaian vaksinasi dosis satu kabupaten/kota ditambah jumlah anak-anak dengan sasaran 13.035.792 jiwa mencapai 11,070,305 jiwa (84.92%), dosis dua mencapai 9,484,813 jiwa (72.76%), dosis tiga mencapai 3,219,417 jiwa (24.70%).

Capaian vaksinasi dosis satu kabupaten/kota berdasarkan jumlah penduduk dengan sasaran 14.799.361 jiwa mencapai 11,070,305 jiwa (74.80%), dosis dua mencapai 9,484,813 jiwa (64.09%), dosis tiga mencapai 3,219,417 jiwa (21.75%).

Capaian vaksinasi dosis satu lansia di kabupaten/kota dengan sasaran 1.093.446 jiwa mencapai 88.89%, dosis dua mencapai 73.87%, dosis tiga mencapai 36.74%.

Capaian vaksinasi dosis satu anak di kabupaten/kota dengan sasaran 1.616.233 jiwa mencapai 85.09%, dosis dua mencapai 72.19%. (don)

Share:

Pencopotan Taufik Siregar dari Kacab HM Yamin Tirtanadi Sesuai Prosedur

 


PATIMPUS.COM - Kepala Satuan Pengawas Internal (Ka.SPI) Perumda Tirtanadi Ferdinan Ginting mengatakan, pencopotan Ahmad Taufik Siregar dari Kepala Cabang (Kacab) HM Yamin Perumda Tirtanadi sudah sesuai prosedur.

Kepada wartawan melalui telepon selularnya Minggu (24/7),  Ferdinan menjelaskan hal tersebut bermula dari pemasangan sambungan baru di Jalan Mandala By Pass, pada 11 Februari 2022, Taufik Siregar menerima uang dari Ridho Pardho Siregar (Ka.bag Pemasaran) sebesar Rp 1,2 juta, selanjutnya pada 14 Februari 2022, Satuan Pengawas Intern (SPI) memanggil Ahmad Taufik Siregar.

Kemudian diwaktu yang sama  setelah dipanggil SPI Ahmad Taufik Siregar langsung mengembalikan uang tersebut kepada Ridho, yang disaksikan oleh Ismail Siregar (Kabag Pengawasan Cabang HM Yamin).

"Berdasarkan pengakuan yang  dibuktikan dengan surat pernyataan si Ridho sebagai saksi Ahmad Taufik Siregar telah mengakui menerima uang dimaksud," kata Ferdinan Ginting.

Menurut Ferdinan SPI melakukan konfirmasi yaitu peninjauan ke Kantor Cabang M Yamin pada 15 Maret 2022. 

"Berdasarkan Keputusan Direksi (kpts 96 Tahun 2005) saudara Ahmad Taufik Siregar melakukan pelanggaran disiplin berat sehingga harus dicopot dari jabatan sebagai Kepala Cabang," kata Ferdinan Ginting.

Sementara di tempat terpisah Kepala Sekretaris Perusahaan (Ka.Sekper) Jamal Usman Ritonga mengatakan saat ini Perumda Tirtanadi dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat sangat menjaga integritas sehingga pegawai yang melakukan "neko - neko" diberikan sanksi tegas.

"Saat ini kita lagi "bersih - bersih" terhadap peraktek - peraktek "penyuapan" jika terbukti maka resikonya akan mendapat sanksi yang tegas apalagi korupsi,"tegas Jamal Usman Ritonga. (don)

Share:

Ustad Firdaus Fadwa : Perlunya Pemahaman Hidup Sehat Rosulullah Kepada Santri Sejak Dini


PATIMPUS.COM - Enterpreneur dan Motivator Bisnis Herbal Ustad Firdaus Fadwa memberikan presentasi motivasi untuk mengedukasi tentang Ilmu Attibunnabawi (konsep kedokteran dan pola hidup sehat nabi) serta cara bisnis nabi Muhammad Saw kepada santriwan - santriwati Tsanawiyah dan Aliyah Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darul Hikmah Jalan Pelajar Medan, Sabtu (23/7/2022).

Firdaus mengatakan bahwa dirinya diminta mengisi presentasi pada Acara Pekan Perkenalan Santri Baru di Ponpes tersebut untuk mengedukasi para santri-santri dan memberikan pemahaman Konsep Pengobatan dan Kesehatan ala Nabi sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian dan terbentuk juga karakter yang baik dan sehat para santri.

"Yah alhamdulillah, saya diamanahkan untuk memotivasi dan memberikan edukasi agar terbentuk karakter dan pemahaman kepada para santri tentang Attibunnabawi yaitu konsep sehat ala Nabi Muhammd Saw," ujar Firdaus.

Pengusaha herbal dari Halal Network International (HNI) ini juga mengedukasi tentang pola bisnisnya nabi Muhammad.

"Jadi selain memberikan edukasi Ilmu Attibunnabawi yaitu pengobatan dan cara hidup sehat nya Rosul, saya tadi juga mengedukasi mereka untuk mempelajari cara Nabi Muhammad berbisnis atau berdagang," ujar Ustad Firdaus.

Pada kesempatan tersebut pemilik Bussiness Center HNI Medan 1 di Gaperta mengucapkan rasa terimakasihnya kepada pihak ponpes, telah mengundang dan memberikan kesempatan pada dirinya untuk menebar kebaikan.


Firdaus yang juga maju sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap dengan motivasi dan edukasi yang disampaikannya bisa bermanfaat bagi para santri sehingga dapat menerapkan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan dan memahami produk-produk yang halal dan Thoyyib, serta mampu menerapkan ilmu pengobatan Attibunnabawi sehingga lahir generasi yang mampu mengobati diri sendiri, keluarga dan orang lain.

Selain itu, dia juga berharap para santri juga bisa mencontoh cara nabi berbisnis (berniaga) sehingga generasi dari Ponpes Darul Hikmah bisa mandiri dan menjadi pengusaha muslim yang peduli untuk membantu sesama dari penghasilan usahanya.

Sementara itu Asbin dari pengurus pesantren tersebut, mengucapkan terimaksih kepada Ustad Firdaus Fadwa atas motivasi dan edukasi yang telah diberikan kepada santri mereka.

"Terimaksih kepada ustad Firdaus Fadwa atas ilmu, motivasi dan edukasinya kepada santri Kami. InsaAllah kelak dapat dipraktekkan mereka dan bermanfaat bagi mereka," ujar Asbin sembari menutup acara perkenalan siswa baru tersebut. (son)

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat