Jumat, 11 November 2022

YPI Ajak Momentum HKN Wujudkan Kabupaten Kota Sehat (KKS)


PATIMPUS.COM - Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) mengajak masyarakat khususnya Pemerintah untuk menjadikan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diperingati setiap tanggal 12 November setiap tahun menjadi momentum dan mengevaluasi standar kesehatan.


Capaian standar kesehatan bisa dilihat dari keikutsertaan pemerintah daerah dalam penilaian Kabupaten Kota Sehat.


Koordinator Program Tobaco Control YPI, Elisabet Peranginangin SH menyebutkan, pemerintah yang peduli dengan kesehatan masyarakatnya pasti akan memberikan pelayanan dan infrastruktur yang layak yang menjamin kesehatan masyarakatnya. 


"Artinya Pemda yang ikut penilaian KKS, ia percaya bahwa kesehatan masyarakat sejalan dengan kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat yang sehat, generasinya juga akan kuat di masa mendatang. Pemenuhan hak masyarakat atas kesehatan tolak ukur bagi kemajuan pembangunan di masa mendatang karena memiliki SDM yang kuat, ujar Elisabeth


Elisabet juga menambahkan bahwa tahun ini adalah tahun tantangan terhebat bagi kesehatan khususnya Anak Indonesia. Belum usai persoalan Covid-19, isu cacar monyet sudah menyerang. Dan yang terakhir sangat memilukan ketika ditemukan 141 anak indonesia yang meninggal akibat gagal ginjal akut, yang hingga kini penyebab pasti belum bisa disimpulkan.


Hal lain yang masih menjadi  tantangan bagi pemenuhan kesehatan anak anak Indonesia adalah persoalan stunting. 


Dalam catatan YPI, Indonesia masih tertatih tatih dalam mengentaskan persoalan stunting anak. Persoalan stunting anak bukan hanya disebabkan persoalan gizi buruk tetapi juga persoalan prilaku keluarga yang ada kaitannya dengan konsumsi rokok orang tua. Ditambah lagi anak dan ibu hamil yang terpapar asap rokok bisa mengakibatkan stunting.


"Meski ini persoalan prilaku seseorang, tetapi pemerintah punya cara untuk mengendalikan konsumsi rokok. Kecenderungan masyarakat Indonesia lebih mengutamakan konsumsi rokok ketimbang gizi anak. Bantuan yang diberikan pemerintah untuk kebutuhan gizi anak tidak sedikit yang diselewengkan untuk rokok," ujar Elisabeth.


Artinya, Menurut Elisabeth Pemerintah secara garis besar harus punya andil mengendalikan persoalan tembakau yang sudah menjadi isu internasional. Salah satunya adalah penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pelarangan iklan dan sponsor rokok, serta penerapan Kabupaten Kota Sehat.


YPI berharap, Hari Kesehatan Nasional tidak hanya dijadikan sebagai  kegiatan seremonial, namun dijadikan evaluasi dan momentum penerapan dan pemenuhan infrastruktur kesehatan.


Sebagaimana diketahui, sejarah Hari Kesehatan Nasional diperingati pertama kali pada 12 November 1964 untuk mengingat keberhasilan pemberantasan malaria. Mulanya, pencetusan Hari Kesehatan Nasional berawal pada tahun 1950-an, ketika penyakit malaria banyak diderita masyarakat Indonesia.


Untuk itu, saat ini kita memiliki tantangan yang berbeda dalam melewati persoalan kesehatan. Diharapkan Hari Kesahatan Nasional menjadi momentum bersama masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan kesehatan sebagai hal utama memajukan bangsa. 


"Mari sama sama kita mewujudkan kabupaten kota sehat. Kita dorong pemerintah untuk ikut penilaian KKS, kita bantu juga pemerintah untuk mewujutkannya. Dan satu lagi, kita dorong pemerintah pusat untuk segera mensyahkan ranperpres KKS yang sudah digagas sejak tahun 2018 segera disyahkan, karena semua ini untuk kemajuan bangsa Indonesia," tutur Elisabeth mengakhiri. (rel)

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat