Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2022

BIG BANG Spektakuler HNI Medan Bangkitkan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat


PATIMPUS.COM - Pasca  Pandemi yang melanda masyarakat dunia khususnya Indonesia berdampak pada lesunya perekonomian dan juga rentannya kesehatan di tengah masyarakat. 

Melihat hal tersebut PT.  Halal Network International (HNI) menggelar acara nasional Big Bang Spektakuler (BBS)  HNI di Medan International Convention Center (MICC) Ringroad Medan Minggu (18/9/2022).

Ustad Firdaus Fadwa selaku Ketua penyelenggara BBS HNI mengatakan, acara yang mengusung Tema 'Explosion Of Spirit Success Together' (Ledakan Semangat Sukses Bersama) dihadiri sebanyak 1750 peserta dari berbagai daerah Aceh dan Sumatera Utara ini menghadirkan beberapa Coach Leader berpengalaman diantaranya petinggi HNI dari Jakarta Ir. Rudiyanto Presiden Leader Club HNI, Amir Hamzah Direktur Marketing HNI, dari Medan Firdaus Fadwa Ambassador Leader Club HNI, Samsurizal Ambassador Leader Club HNI, Rizal Hamdani dan Sudarni  Star Leader Club HNI.

"Alhamdulillah, Event Nasional HNI Big Bang Spektakuler (BBS) ini merupakan Ledakan semangat spektakuler yang sengaja kita hebohkan dengan diikuti sebanyak 1700 peserta terdiri dari Masyarakat yang merupakan agen/mitra HNI dan 50 dari panitia jadi diikuti 1750 orang dengan menghadirkan Coach Leader yang telah berpengalaman dan terbukti sukses di HNI," kata Ustad Firdaus disaat jeda istirahat makan siang dan sholat.

Owner Bussiness Center 1 HNI Medan ini menjelaskan lebih lanjut, Event BBS HNI Medan ini juga merupakan ledakan kehebohan spektakuler yang sengaja digelar untuk memberikan semangat kepada masyarakat untuk melek berbisnis ditengah kesulitan ekonomi dan hijrah produk halal untuk menjaga kesehatan.

"Jadi BBS HNI di Medan ini, semata-mata mengajak masyarakat agar melek berbisnis syariah dan hijrah produk halal untuk kita hebohkan seheboh-hebohnya khususnya di kota Medan, umumnya di Sumut serta bisa kita kembangkan dan kita raih sukses di HNI secara bersama-sama," sambungnya.

Sementara itu Presiden Leader Club HNI, Ustadz Ir Rudiyanto mengapresiasi dahsyatnya event nasional Big Bang Spektakuler di Medan. Ustadz Rudiyanto yang akrab disapa eyang Rudi ini, memberikan motivasi spirit kepada ribuan peserta untuk bangkit ditengah kesulitan bangsa.

Eyang Rudi mengatakan siapapun bisa menjalankan bisnis HNI dan meraih sukses bersama HNI, baik itu ibu rumah tangga, guru dan berbagai latar belakang masyarakat lainnya hingga ASN. Menurut ustad Rudi event ini di gelar HNI di 25 Kota Besar Indonesia, dan mengajak peserta untuk saling membantu sesama dalam meraih sukses bersama di HNI. 

"Event BBS HNI ini kita gelar di 25 Kota Besar Indonesia dan hari ini kita buat di Medan, MasyaAllah Medan dahsyat luar biasa. Kita ketahui bersama bisnis HNI adalah bisnis berjamaah yang dilakukan secara bersama-sama dalam meraih sukses bersama tim dan HNI juga solusi untuk meningkatkan ekonomi melalui bisnis herbal dan solusi sehat keluarga dengan herbal halalnya, siapa pun bisa menjalankan bisnis ini, dan bisa meraih sukses disini. Apakah itu ibu rumah tangga, guru, ASN, dan dari berbagai latar belakang sosial masyarakat lainnya," ujar Eyang Rudi.

Turut memberikan motivasi juga Direktur Marketing HNI, Ustad Amir Hamzah. Ia mengatakan bahwa HNI merupakan perusahaan herbal yang berkomitmen untuk memproduksi produk-produk herbal yang dijamin kehalalannya.

"Bapak Ibu Alhamdulillah, ditengah kesulitan pandemi HNI selalu memberikan kejutan-kejutan dengan terus menghadirkan produk-produk kesehatan terbarunya untuk memenuhi konsumsi produk halal sehingga masyarakat khususnya mitra-mitra HNI bisa sehat dan sejahtera," sahutnya.

Ribuan peserta yang hadir antusias mengikuti even nasional HNI tersebut. salah peserta dari Asahan bernama Meiga mengatakan ia dan para mitra-mitranya dari Asahan sangat bersyukur bisa ikut event besar HNI tersebut.

Ibu rumah tangga ini mengaku, ia bersama kawan-kawannya mendapat banyak spirit ilmu bisnis dan produk herbal dari Leader yang sudah berpengalaman serta terbukti sukses. menurutnya Acara ini sangat dahsyat spektakuler serta berkesan karena juga menghadirkan testimoni-testimoni story  sukses orang-orang yang menjalankan bisnis HNI.

"Saya Meiga dari Asahan, acara ini sangat keren, Dahsyat dan Spektakuler ya. Saya dan kawan-kawan dari Asahan baru kali ini ikut acara Big Bang HNI di Medan, banyak ilmu yang didapat dari para Leader berpengalaman yang terbukti sukses di HNI dan ada juga Story  sukses dari orang yang tinggal di pelosok desa yang berasal dari keluarga yang susah, ia bisa sukses di HNI, dan juga testimoni story' sukses lainnya dari para Coach Leader. Jadi Kami bangga jadi keluarga besar HNI," sahutnya. (son)

Share:

Senin, 06 Desember 2021

Imanuel Barus Gagas Pabrikan Pupuk Organik di Kabupaten Karo


PATIMPUS.COM - Sosok Imanuel Barus yang dekat dengan berbagai macam lapisan masyarakat, dari Kedai Kopi, Lapo Tuak, jambur, Kantor Pemerintahan hingga Loby Hotel Bintang Lima membuat beliau peka terhadap situasi ekonomi dan politik, dalam hal ini menangkap peluang pupuk Organik. 

Ditemui di Cafe Srikandi Lapangan Merdeka Medan, Senin (06/12), Pak Barus mengatakan, mahalnya harga pupuk Non Subsidi membuat petani mengeluh di Kabupaten Karo. Lain sisi pupuk Subsisi Petro Kimia, Pupuk Sriwijaya dan berbagai produk Pupuk Indonesia memiliki keterbatasan kuota, belum lagi situasi di lapangan tidak sesuai dengan ekspektasi. 

Tantangan seperti inilah dianggap Pak Barus sebagai peluang besar untuk menggagas usaha pupuk organik, mengingat beliau juga punya histori panjang dengan Ibu Bupati Karo, Cory Sebayang, mulai sejak calon DPR RI, menjadi wakil Bupati dan kini menjadi Bupati Karo. 

"Pupuk Organik dengan teknologi dari Negeri Jiran Malaysia saat ini dalam proses legalitas untuk berdiri resmi, saat ini berkasnya sudah di meja Bupati Karo," ujarnya.

Disebutkan Pak Barus, pupuk organik ini bahan bakunya dari sampah, utamanya sampah sayur mayur dan kotoran ternak (kandang), mengingat Pasar Roga, Pajak Singa, Pasar Tiga Panah dan Pajak Lau Gendek sebagai Pasar Hortikultura yang saat ini masih memiliki problem Limbah, akibat keterbatasan personil dan armada di Pemkab Karo selama ini. 

Lahirnya perusahaan ini akan membuat beban Pemkab Karo akan semakin berkurang dalam hal kebersihan, tidak tanggung-tanggung TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah di Nang Belawan mampu diserap seluruhnya oleh perusahaan Pupuk organik tersebut, dan perusahaan ini akan mendorong Pemkab Karo untuk mendirikan titik-titik baru TPA sampah di Kabupaten Karo.

"Saat ini lokasi untuk produksi sudah di siapkan lahan seluas 2 Hektar, lengkap dengan pergudangan di sekitar Simpang Korpri, Gurusinga kecamatan Berastagi," terangnya.

Katanya, pupuk yang diproduksi akan menjadi pupuk produksi asli kabupaten Karo, dan akan dijual dengan harga terjangkau. "Pasarnya akan menembus wilayah Sumatera, bahkan tidak tertutup akan dijual hingga ke Malaysia (Produk Ekspor), tindakan ini merupakan sebuah gagasan baru mendukung kinerja Pemerintah, Bukan Karya Kata tapi Karya Nyata," sebut Pak.Barus. (don)

Share:

Warga Aceh Borong Apartemen Podomoro City Medan


PATIMPUS.COM - Warga Aceh ramai-ramai membeli apartemen Podomoro City yang lokasinya sangat strategis di Kota Medan.

AVP Marketing Podomoro City Deli Medan, Yenti Lokat, mengatakan, pembeli dari Aceh memanfaatkannya sebagai investasi, untuk anak yang kuliah, hingga tempat tinggal jika sedang liburan atau urusan bisnis ke Medan.

Selain itu, Apartemen ini juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan, Deli Park dan pusat perkantoran.

"Apartemen ini merupakan hunian yang sangat praktis, terintegrasi mallnya di bawah, ditambah lagi letak di titik nol Kota Medan, bisa dibilang Podomoro City ini menjadi ikonnya Kota Medan," ujar Yenti saat Podomoro City menggelar Exclusive Ghatering, Sabtu (04/12/2021), di Banda Aceh.

Yenti mengatakan, pihaknya menyasar Aceh sebagai target pemasaran, karena melihat animo warga Aceh membeli apartemen sangat tinggi.

Dari beberapa tower apartemen yang sudah dijual, tambahnya, sebagian besar dibeli oleh warga Aceh, mulai dari Banda Aceh, Meulaboh, Bireuen, dan Lhokseumawe.

Kini, dalam ghatering di Aceh, mereka menjual unit apartemen di Victoria Tower, yaitu tower yang berada di sisi mall. Sedangkan untuk apartemen yang berada di atas mall sudah terjual semuanya.

Apartemen Podomoto City dijual mulai harga Rp800-an jutaan, yaitu untuk tipe studio. Dengan pilihan satu bedroom dan dua bedroom.


Victory Tower menawarkan fasilitas yang sangat lengkap yang bisa diakses oleh para penghuni.

Mulai lobi yang mewah, lalu kolam renang, luxury lounge, function room, ruang karaoke, mini theater, bowling alley, billiard, darts, fitness dan gym center, studio yoga, kids corner, dan sauna.

Yenti Lokat mengatakan, warga Aceh merupakan pembeli terbesar kedua, setelah warga Medan, untuk unit-unit apartemen di Pomodoro City.

Oleh karena itu, mereka pun semakin gencar melakukan pemasaran ke Aceh. Kini hanya tersisa satu tower terakhir di Podomoro City yang masih dijual ke custumer.

“Pembeli paling banyak memang dari Medan dan sekitarnya, tapi kedua terbesar setelah itu yaitu Aceh, mulai dari warga Banda Aceh, Meulaboh, Takengon, Bireuen, Lhokseumawe," jelas Yenti.

Bagi warga yang berminat, Wenti menyaran supaya segera melakukan pemesanan. Aapalgi hingga Desember ini masih ada kebijakan subsidi PPN. (*)

Share:

Senin, 15 November 2021

Daihatsu Resmi Luncurkan All New Xenia di Medan


PATIMPUS.COM - Setelah ditunggu kehadirannya, Daihatsu resmi meluncurkan All New Xenia di Medan. Peluncuran ini demi menjawab tingginya permintaan masyarakat Kota Medan akan kebutuhan mobil Low MPV.

Edy Susanto, Kepala Wilayah Astra Daihatsu Sumatera mengatakan All New Xenia yang merupakan generasi ketiga menerapkan platform berbasis DNGA (Daihatsu New Global Architecture), yakni platform terbaru Daihatsu yang dikembangkan dengan konsep kualitas tinggi dengan harga terjangkau, teknologi terkini, serta memperhatikan hingga ke detail terkecil seperti ukuran, berat, harga, dan waktu, untuk menghasilkan kendaraan yang lebih efisien.

"Sebagai kendaraan Low MPV berkapasitas 7 penumpang, All New Xenia hadir dengan 2 pilihan mesin 1.3L dan 1.5L berteknologi NR-VE Dual VVT-i, serta transmisi CVT, membuat All New Xenia memiliki performa bertenaga, responsif, akselerasi yang halus, dan efisiensi bahan bakar lebih baik," katanya, Senin (15/11) Petang.

Dalam hal keselamatan, All New Xenia juga dilengkapi fitur keamanan spesial tertinggi dan pertama di kelasnya, yaitu Daihatsu A.S.A (Advances Safety Assist). 

"Dengan lampu LED yang modern, serta polished alloy wheel yang sporty, membuat All New Xenia tampil futuristik. All New Xenia memiliki kabin dan bagasi yang luas, 3 baris kursi fleksibel yang bisa disesuaikan menjadi "sofa mode" untuk memaksimalkan posisi istirahat penumpang ketika dalam perjalanan jauh," katanya.

All New Xenia juga handal dikendarai di berbagai kondisi jalan. Dengan ground clearance setinggi 205 mm, serta radius putar sejauh 4,9 meter, membuat Xenia semakin mudah dalam bermanuver saat berkendara. Kemudian All New Xenia tersedia dalam 12 varian, serta total 7 pilihan warna. 

“Kami berharap, All New Xenia dapat diterima oleh para keluarga di Medan sesuai tagline-nya, Xenia Sahabat Keluarga. Semoga All New Xenia dapat meneruskan kesuksesannya menjadi kendaraan Low MPV pilihan utama, serta berkontribusi positif bagi pasar otomotif di Indonesia," katanya.

Kepala Cabang Astra Daihatsu SM Raja, Tony Andreas mengatakan saat ini market yang berada di Sumut volume penjualan 700 unit all type. 

"Untuk share di 6,7 persen, cukup tertinggal karena di era pandemi ini juga mengalami penurunan. Tapi kalau volume all New Xenia dibandingkan dengan yang lain 6 kali lipat," ujarnya.

Sedangkan ekspektasi Sumut 30 persen dari total Sumatera, dan untuk tahap awal bulan Februari sekitar 480 unit dan ini  diharapkan bisa terpenuhi.

"Kita berharap all new Xenia bisa bantu penjualan dari Daihatsu. Kemudian All New Xenia bisa sentuh 20 persen untuk di tahun depan. 

Owner IMS Organizer, Indra Yones menuturkan, gelaran launching Daihatsu all new xenia di Medan menjadi prioritas dalam pengembangan dunia otomotif di Sumut, khususnya Medan.


"Kami selalu memberikan yang terbaik pada tiap-tiap pagelaran launching yang sudah bekerja sama dengan kami, dan kami optimis launching kali ini menambah penjualan," tandasnya. (*)

Share:

Sabtu, 13 November 2021

Daihatsu Medan Targetkan 200 Unit Perbulan Penjualan Rocky Sahabat Eksis New 1.2 L Engine


PATIMPUS.COM - Rocky Sahabat Eksis New 1.2 L Engine saat ini segmennya lebih ke city car. Sehingga Rocky dari segi teknologi lebih advance dan mempunyai 1000cc turbo. 


Kepala Cabang Astra Daihatsu SM Raja Medan, Tony Andreas Tirto mengatakan penjualan Rocky Sahabat Eksis New 1.2 L Engine setiap bulan rata-rata mencapai 20 unit. Untuk di Medan target penjualan 200 unit per bulan baik 1000cc dan 1200cc.


"Untuk penjualan per hari pangsa pasar kami di angka 25 persen, sedangkan target kami harusnya bisa 30 persen dengan adanya 1200cc. Harusnya produk kami bisa mengambil 30-40 persen untuk SUV compact," katanya, Sabtu (13/11/2021) di Medan.


Kepala Cabang Astra Daihatsu Medan Johor, Darwin mengatakan untuk Rocky Sahabat Eksis New 1.2 L Engine kebanyakan stigma 1000cc tidak ada tenaga, kemudian merasa mengendarai Denis 1000cc bergetar. 


"Untuk Rocky Sahabat Eksis New 1.2 L Engine ini produk yang benar-benar baru, jadi bukan dari mesinnya seperti sutra. Ini mesin yang baru dan produknya di 1000cc sudah ada turbo charge," ujarnya.


Dikatakannya, untuk peredam di dalam mobil sudah diperbaharui dari sebelumnya, dan ini sangat cocok untuk pengguna yang mengutamakan keamanan. 


Owner IMS Organizer, Indra Yones menuturkan, gelaran launching Daihatsu Rocky Sahabat Eksis New 1.2 L Engine di Medan menjadi prioritas dalam pengembangan dunia otomotif di Sumut, khususnya Medan.


"Kami selalu memberikan yang terbaik pada tiap-tiap pagelaran launching yang sudah bekerja sama dengan kami, dan kami optimis launching kali ini menambah penjualan," pungkasnya. (don)


Share:

Rabu, 10 November 2021

OVO Klarifikasi Pencabutan Izin Oleh OJK


PATIMPUS.COM - Pasca Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia, pihak PT Visionet Internasional, langsung mengklarifikasi.

Harumi Supit, Head of Public Relations, mengatakan, OVO PT OFI adalah perusahaan multi fimance yang tidak ada kaitan sama sekali dan tidak pernah menjadi bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO PT Visionet Internasional yang mendapat izin resmi dari Bank Indonesia.

"Hanya saja, sejak awal pendiriannya OFI juga menggunakan nama OVO," sebut Harumi Supit, Rabu (10/11/2021).

Jadi, tambahnya, pencabutan izin OFI oleh OJK tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan semua lini bisnis di kelompok usaha uang elektronik OVO. Semua operasional dan layanan uang elektronik OVO dan perusahaan-perusahaan di bawah OVO Group berlangsung seperti biasa, normal, dan tidak ada masalah sama sekali. 

Sebelumnya OJK mencabut izin usaha PT OVO Finance Indonesia. Pencabutan itu melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

"Dengan telah dicabutnya izin usaha dimaksud, perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan," ujar Kepala Departemen Pengawasan IKNB 1A selaku Plh. Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Dewi Astuti di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Menurut OJK, OVO juga diwajibkan menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, sesuai dengan ketentuan Pasal 112 POJK Nomor 47/POJK.05/2020 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah, Perusahaan yang telah dicabut izin usahanya dilarang untuk menggunakan kata finance, pembiayaan, dan/atau kata yang mencirikan kegiatan pembiayaan atau kelembagaan syariah, dalam nama perusahaan.

OJK juga menyatakan hak dan kewajiban yang harus diselesaikan OVO Finance sebagai berikut;

- Penyelesaian hak dan kewajiban debitur, kreditur dan/atau pemberi dana yang berkepentingan

- Memberikan informasi secara jelas kepada debitur, kreditur dan/atau pemberi dana yang berkepentingan mengenai mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban

- Menyediakan pusat informasi dan Pengaduan Nasabah di Internal Perusahaan.


Share:

OJK Resmi Cabut Izin OVO


PATIMPUS.COM - Izin usaha PT OVO Finance Indonesia resmi dicabut Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pencabutan itu melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021.

"Dengan telah dicabutnya izin usaha dimaksud, perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan," ujar Kepala Departemen Pengawasan IKNB 1A selaku Plh. Deputi Komisioner Pengawas IKNB I Dewi Astuti di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Menurut OJK, OVO juga diwajibkan menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, sesuai dengan ketentuan Pasal 112 POJK Nomor 47/POJK.05/2020 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah, Perusahaan yang telah dicabut izin usahanya dilarang untuk menggunakan kata finance, pembiayaan, dan/atau kata yang mencirikan kegiatan pembiayaan atau kelembagaan syariah, dalam nama perusahaan.

OJK juga menyatakan hak dan kewajiban yang harus diselesaikan OVO Finance sebagai berikut;

- Penyelesaian hak dan kewajiban debitur, kreditur dan/atau pemberi dana yang berkepentingan

- Memberikan informasi secara jelas kepada debitur, kreditur dan/atau pemberi dana yang berkepentingan mengenai mekanisme penyelesaian hak dan kewajiban

- Menyediakan pusat informasi dan Pengaduan Nasabah di Internal Perusahaan.


Share:

Minggu, 12 September 2021

Kecamatan Medan Maimun Pilih Kasih Dalam Penerapan PPKM


PATIMPUS.COM - Walikota Medan Bobby Nasution menyatakan bahwasannya PPKM Kota Medan sudah turun dari Level 4 ke Level 3 dan keluar dari zona merah Covid-19 serta melonggarkan aturan perihal aktivitas warga.

Pernyataan Walikota Medan tersebut tentu saja disambut gembira masyarakat terutama para pedagang yang bisa menggelar dagangannya kembali seperti biasa.

Namun, masih ada di sejumlah pedagang rumah makan, warung kopi mau pun cafe yang masih mendapatkan intimidasi oleh petugas trantib.

Seperti di wilayah Kecamatan Medan Maimun, sejumlah cafe dan rumah makan di Jalan Multatuli dipaksa tutup setelah jam 21.00 WIB, begitu juga di rumah makan di Jalan Sultan Makmun Al Rasyid dan Jalan Pemuda.

"Hanya di sini saja yang sering dirazia pedagangnya, di tempat lain sudah tidak ada lagi razia," sebut Tengku, pedagang warkop Jalan Multatuli, Sabtu (11/09/2021).

Hal yang sama juga terjadi terhadap pedagang di Jalan Pemuda dan Jalan Wajir. Walau pun baru buka sekitar jam 18.00 WIB, mereka dipaksa tutup jam 21.00 WIB.

"Jam 9 malam kami sudah tidak melayani makan di tempat. Take away atau bungkus saja. Tapi tetap disuruh tutup sama oknum petugas Trantib Kecamatan Medan Maimun. Situasi ini sama saja ketika PPKM Darurat," sebut Tito, pegawai Nasi Goreng Pemuda.

Tito mengungkapkan, pekan lalu saat mereka hendak tutup, rombongan Walikota Medan Bobby Nasution bersama istrinya, Kahiyang Ayu, datang hendak makan di tempat. Bahkan Walikota Medan memerintahkan agar menghidupkan lampu dan menggelar meja kembali agar mereka bisa makan.

"Kalau Pak Walikota Medan sudah sering makan di tempat ini. Bahkan sebelum mencalonkan diri Pak Bobby sering makan di sini. Banyak juga pejabat yang makan disini," ungkap Tito.

Dengan masih ketatnya peraturan PPKM Level 4, membuat para pedagang keberatan. Sebab selama dua bulan digelar PPKM, omset mereka turun drastis. Para pekerja pun sebagian dirumahkan. Padahal jika mereka tak bekerja kebutuhan rumah tangganya terancam.

Pantauan wartawan, terlihat sejumlah petugas trantib dari Kecamatan Medan Maimun mendatangi Nasi Goreng Pemuda untuk menutup tempat usaha tersebut.

"Kami diperintah Pak Camat Medan Maimun untuk menutup tempat ini. Sudah lewat jam 9 malam," ujar Purba, Kasie Trantib Medan Maimun.

Purba mengatakan pihaknya sudah memerintahkan menutup seluruh tempat usaha di wilayahnya agar jangan beroperasi kembali lewat jam 21.00 WIB.

"Tidak hanya disini saja, kami sudah tutup semua pedagang di Medan Maimun. Silahkan cari kalau masih ada pedagang yang buka hingga jam segini (jam 01.00 WIB)," tantangnya.

Namun setelah ditelusuri, ucapan Kasie Trantib tersebut tidak benar, sebab di sejumlah lokasi masih banyak dijumpai tempat usaha yang masih buka hingga menjelang pagi.

Seperti sebuah cafe di dekat Gang Al Fajar, Kelurahan Sei Mati, Tempat Spa dan Message di Jalan Juanda, pedagang makanan pinggir jalan di Simpang Kampung Baru dan di sepanjang Jalan Brigjend Katamso masih banyak ditemui pedagang makan di tempat yang masih beroperasi hingga dini hari.

Sikap overacting petugas Trantib Kecamatan Medan Maimun kepada sejumlah pedagang tertentu menjadi tanda tanya, kenapa hanya mereka saja yang diteror terus.

Bahkan dari pengamatan wartawan, di sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Medan Kota, Medan Denai dan Medan Area, aktifitas razia terhadap pedagang menurun, tidak terlihat lagi ada razia PPKM terhadap para pedagang. Sikap ini menunjukkan toleransi kepada para pedagang.

Seperti di Jalan Pandu, pedagang nasi goreng di lokasi itu tidak tersentuh razia PPKM, begitu juga sejumlah pedagang di Jalan Halat, Jalan Bromo, Jalan Denai, Jalan SM Raja hingga kawasan Simpang Limun. Bahkan mereka buka sampai pagi.

Oleh sebab itu, para pedagang di Kecamatan Medan Maimun meminta agar tidak ada diskriminasi alias pilih-pilih kasih terhadap mereka.

Ketika hal tersebut hendak dikonfirmasi kepada Kasat Pol PP Kota Medan, Sofyan Harahap, mantan Camat Medan Area tersebut tidak dapat dihubungi.

Share:

Jumat, 13 Agustus 2021

Namanya Jadi Merek Rokok, Starbucks Gugat STTC Siantar


PATIMPUS.COM - Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) perusahaan rokok asal Pematangsiantar, Sumatera Utara, digugat oleh Starbucks, waralaba asal Amerika Serikat. Pasalnya, perusahaan itu membuat rokok dengan nama Starbucks.

Dikutip dari detikcom, Jumat (13/8/2021), perkara tersebut muncul di Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (SIPP PN Jakpus), dengan nomor 51/Pdt.Sus-HKI/2021/PN Jkt.Pst. Perkara ini masih berjalan di PN Jakpus.

Pihak penggugat, Starbucks Corporation, memberikan kuasa kapada Yovianko Salomo Siregar. Sedang pihak tergugat adalah PT Sumatra Tobacco Trading Company.

Berikut ini petitum Starbucks:

1. Menerima gugatan Penggugat untuk seluruhnya.

2. Menyatakan bahwa Tergugat beriktikad tidak baik pada waktu mengajukan permintaan pendaftaran merek STARBUCKS No. Pendaftaran IDM000342818 di kelas 34 milik Tergugat.

3. Membatalkan merek STARBUCKS No. Pendaftaran IDM000342818 dalam kelas 34 milik Tergugat dari Daftar Umum Merek dengan segala akibat hukumnya.

4. Menyatakan merek STARBUCKS milik Penggugat sebagai merek terkenal.

5. Memerintahkan kepada Turut Tergugat untuk tunduk dan taat pada putusan Pengadilan dalam perkara ini dengan melaksanakan pembatalan pendaftaran merek STARBUCKS No. Pendaftaran IDM000342818 di kelas 34 milik Tergugat dengan cara mencoret pendaftaran merek tersebut dari dalam Daftar Umum Merek dan mengumumkannya dalam Berita Resmi Merek sesuai dengan ketentuan Undang-undang Merek yang berlaku.

6. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini.

Berdasarkan Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Indonesia Ditjen KI Kemenkum HAM, Sumatra Tobacco Tradding Company mendaftarkan merek itu sejak 10 September 2012 dan mengantongi hak merek hingga 10 September 2022. Kelas 34 meliputi:

Segala macam rokok, rokok kretek, rokok putih, rokok klobot, kertas sigaret, tembakau, korek api (penyala-penyala).

Tidak dijelaskan mengapa Kemenkumham menerima merek Starbucks yang dimohonkan Sumatra Tobacco Trading Company.

Sebagaimana diketahui, Starbucks merupakan kedai kopi yang berpusat di Seattle, Amerika Serikat yang mulai melayani pembeli pada 30 Maret 1971. Saat ini tercatat sedikitnya ada 20 ribu lebih kedai Starbucks di penjuru dunia di 61 negara.

Selain menjual minuman kopi, Sturbucks menjual minuman teh dan teman ngopi seperti biji kopi, salad, sandwich, kue kering, cemilan dan barang seperti gelas dan tumbler. Di Indonesia, Starbucks dioperasikan oleh salah satu perusahaan.

Share:

Selasa, 10 Agustus 2021

Prospek Menjanjikan, PKM UMSU Gandeng Petani Jamur Tiram Medan Denai


PATIMPUS.COM - Prospek ekonomi Jamur Tiram masih sangat menjanjikan.  Banyak resto dan perusahaan makanan di Medan yang membutuhkan pasokan jamur tiram dalam jumlah besar.

Menyadari kebutuhan  produksi jamur masih cukup besar, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMSU menggandeng satu kelompok tani  Budidaya Jamur Tiram di Kelurahan Medan Denai Medan.

Dari catatan pihak Kantor Perdagangan Kota Medan, kebutuhan jamur tiram adalah 3  sampai 5 ton perhari sementara produksi yang dihasilkan tak lebih dari 500 kg/harinya. Artinya, pasar terbuka sangat lebar untuk memroduksi jamur lebih banyak.

Tim PKM UMSU yang terdiri dari  Dr Alri Diwirsah MP, Sudirman ST MT dan Abdul Rahman Cemda SP MSi yang mendapatkan pendanaan dari Kemendikbud Risti untuk melakukan pengabdian masyarakat bersama Kelompok Tani Jamur Tiram di Keluraha Medan, Denai, dengan mengadakan pelatihan guna meningkatkan kemapuan petani mengelola tanaman jamur tiram. Selain melakukan pelatihan, tim PPM UMSU juga menyerahkan perangkat kebutuhan berupa mesin untuk menyiapkan badlog guna mengefisiensikan tenaga kerja dan waktu.

Ketua tim PPM UMSU Dr. Alri Diwirsah kepada media di lokasi pengembangan jamur tiram di Jalan Jermal 17, menjelaskan, bahwa  pasar masih sangat membutuhkan produksi jamur tiram, khususnya jamur tiram organik. Yang dimaksud jamur tiram organik adalah proses penanaman jamur yang tidak menggunakan zat kimia seperti pupuk tapi semata dari media alami, seperti dedak, serbuk kayu, kulit manis, kayu karet, dan beberapa material alami lainnya.

Kata Alri Diwirsah (Fakultas Pertanian)  didampingi Sudirman (Fakultas Teknik) dan Abdul Rahman Cemda (Fakultas Pertanian), selain melatih petani  untuk memahami secara benar proses pengembangan jamur tiram dengan baik hingga produksinya dapat maksimal, juga dilakukan pelatihan pengoperasian mesin untuk pengadukan media dan pengisian media ke badlog, pelatihan pemasaran dengan menggunakan teknologi informasi sampai pada pelatihan dan pendampingan manajemen administrasi keuangan, pembuatan bisnisplan.



Usaha di Tengah Pandemi

Pengembangan Jamur Tiram menjadi menarik karena merupakan usaha pertanian yang tidak membutuhkan lahan terlalu luas sementara modal dan proses kerjanya juga tidak sesulit pengembangan jenis tanaman muda lainnya. Jamur tiram dengan harga antara Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per-kilonya dapat memberikan keuntungan yang menjanjikan.

Selain itu, Kata Alri pengembangan jamur tiram sangat cocok di tengah suasana pandemi Covid19 karena tidak membutuhkan banyak tenaga kerja dan kontak fisik dengan orang lain.

Tim PPM UMSU hadir di salahsatu kecamatan di Kota Medan, yakni kecamatan Medan Denai terletak di wilayah Tenggara Kota Medan dengan pendudukan 19.547 jiwa.  Kecamatan Medan Denai dengan luas wilayahnya 8,85 Km2 berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang. Di kawasan ini banyak terdapat usaha agrobisnis seperti pengolahan.

Lingkungan pekarangan di wilayah Kelurahan Denai sebagian besar belum dimanfaatkan untuk lahan pertanian sehingga sangat sesuai untuk pengembangan budidaya jamur tiram.

Jamur Tiram Organik

Seorang anggota kelompok tani Jamur Tiram Kelaurahan Medan Denai, Agus Setiawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran tim PPM UMSU lewat pengabdian masyarakat di Medan Denai. Kata Agus dengan teknis pengembangan yang dilatihkan, kini mereka sudah menanam jamur pada 3000 badlog pada sebuah kumbung lahannya disewa kepada warga.

Kata Agus, menarikanya, Program PPM dengan Jamur Tiram yang dikembangkan adalah jamur organik dengan citarasa yang berbeda dengan jamur biasa. Jamur tiram organik yang dihasilkan selaih lebih gurih, garing dan ada sensasi rasa yang beda.

Agus mengakui cukup optimis dengan usaha yang sedang mereka kembangkan. (*)

Share:

Selasa, 20 Juli 2021

PT Pegadaian Kanwil I Medan Sembelih 34 Hewan Qurban


PATIMPUS.COM - PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah I Medan menyembelih 18 ekor Sapi dan 16 ekor Kambing, pada Hari Raya Idul Adha 1442 H, di Komplek Rumah Dinas Jalan Tusam, Selasa (20/7/2021), dengan tema Qurban Untuk Negeri Bersama Pegadaian.


"Alhamdulillah, hewan qurban yang disembelih oleh keluarga besar PT Pegadaian untuk tahun ini bertambah dibandingkan tahun lalu," kata Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Edwin S Inkiriwang dalam kegiatan virtual sebelum dilaksanakan permotongan hewan qurban.


Diungkapkan Edwin, untuk tahun kedua Pegadaian Medan bekerjasama dengan Darul Tauhid (DT) melakukan penyembelihan hewan qurban secara serentak di 8 Kabupaten / Kota unit kerja Kanwil I Medan. Diantaranya, Medan sebanyak 7 ekor sapi dan 3 ekor kambing; Sidikalang 1 ekor sapi; Rantauprapat 3 ekor sapi dan 2 ekor kambing; Kabanjahe 1 ekor sapi dan 11 ekor kambing; Padangsidimpuan 1 ekor sapi; Banda Aceh 3 ekor sapi; Meulaboh dan Langsa masing-masing 1 ekor sapi.


Kendati ditengah pandemi, sebut Edwin, partisipasi keluarga besar Pegadaian Medan dalam berqurban cukup besar. Terbukti, tahun ini jumlah hewan kurban bertambah. 


Edwin berharap, ke depan jumlah hewan qurban bertambah lagi. "Setidaknya 20 persen tambahan partisipasi keluarga besar Pegadaian dalam berqurban," harap Edwin.


Untuk mencapai 20 persen penambahan hewan qurban tersebut, Edwin menyarankan, agar peserta qurban untuk menabung penghasilannya. "Menyarankan seluruh teman-teman di Pegadaian Medan untuk mencicil pendapatannya selama 10 bulan untuk ikut berqurban di tahun mendatang," ucap Edwin seraya menambahkan, Idul Adha ini mengajarkan kita berqurban itu dengan penuh keikhlasan. 


Turut hadir Deputi Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan I Ketut Suarnawa, Kepala Audit Intern Kanwil I Medan Yonri Glen Maboy, Pimpinan Darul Tauhid Sumut Ustad Indra Firdaus, Pembina PHBI Kanwil I Medan Iswandy, Kepala Humas & Protokoler Gopher Manurung dan para pegawai Pegadaian Medan.


Dalam kegiatan virtual, Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym dalam pesan virtualnya mengungkapkan, dengan berqurban akan melepaskan keterikatan kita kepada dunia serta menumbuhkan akhlak baik dalam menghargai hewan sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Semoga amal ibadah diterima Allah SWT.


Ustad Indra Firdaus Pimpinan Darul Tauhid (DT) Sumut mengucapkan terimakasih kepada PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan yang telah bekerjasama dengan Darul Tauhid untuk tahun kedua ini. 


"Daging hewan qurban akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya," sebut Ustad Indra.


Penyembelihan hewan qurban di PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan berlangsung dengan penerapan protokoler kesehatan (prokes) yang ketat. Seluruh peserta qurban, panitia dan pegawai Pegadaian diwajibkan Rapid Tes memasuki areal penyembelihan.

Share:

Selasa, 22 Juni 2021

Pria 71 Tahun Setengah Abad Kayuh Sepeda Butut Jual Roti Keliling Jam 2 Pagi


PATIMPUS.COM - Pak Mustajab baru saja mencagakkan sepeda bututnya di atas trotoar Jalan Hj Ani Idrus (dulu Jalan Pandu) Medan, Senin (21/6/2021). 

Waktu telah menunjukkan jam 02.30 WIB. Nyaris tidak ada kendaraan yang lewat. Sunyi dan hanya diterangi oleh lampu jalan.

Pria 71 tahun itu tidak melakukan apa-apa. Di atas sepeda jondernya yang sudah berusia 65 tahun warisan orangtuanya, ada sebuah box besar terbuat dari stainless steel. Dia lalu bersandar di jerjak pintu sebuah toko. Seperti menunggu seseorang datang.

Tak berapa lama seorang pengendara becak barang bermotor datang, berhenti di pinggir jalan. Mustajab dengan sigap membuka pintuk box stainless steelnya. 

Terlihatlah sederetan roti yang bertingkat. Ada tiga tingkat. Setiap tingkatnya terdapat beberapa macam jenis roti. Ada roti tawar, roti kelapa, roti coklat tepung, roti coklat sate, roti pisang coklat, roti selai moca, roti kacang hijau, roti meses, roti isi coklat, roti coklat keju, dan lain sebagainya.

Pengendara becak bermotor tadi memesan empat roti, roti coklat dan roti tawar pakai srikaya. Lalu bapak sembilan anak dari dua istri ini pun menyerahkan keempat roti yang dibungkus plastik kresek kepada pria pengendara becak bermotor tadi. Setelah menyerahkan uang, pengendara becak bermotor tadi pun pergi.

Kembali Mustajab ditemani sepi. Hanya satu atau dua kendaraan saja yang lewat. Suara jangkrik terdengar di antara lubang drainase.

Ketika didatangi, Mustajab tampak senang. Dia pun kembali membuka tutup box rotinya.

"Beli roti apa?" tanyanya kepada Patimpus.com. Setelah menyebut beberapa roti, Mustajab pun memasukannya ke kantong plastik asoy.

"Tambah dua lagi ya biar pas 20 ribu," pintanya sambil memasuki dua roti kelapa dan coklat ke dalam plastik asoy.

Kepada Patimpus.com, Mustajab mengatakan, sejak pandemi Covid-19, penjualan rotinya menurun. Alhasil, kebutuhan rumah tangganya juga terganggu. Bermodalkan Rp 400 ribu, belum tentu penjualan rotinya habis terjual.

"Dulu saya jualan keliling, sejak tahun 1972. Berangkat dari rumah jam 2 pagi. Beli rotinya di pabrik dekat rumah," sebut Pak Mustajab yang tinggal di Jalan Selam, Mandala Bypass.

Dari pabrik pembuatan roti, Mustajab mengayuh sepeda jonder yang membawa roti hangat di dalam box stainless steel tersebut. Mengayuh menembus udara malam yang dingin melewati Jalan Denai, kemudian menerobos simpang Sukaramai menuju Jalan Sutrisno.

Jalanan yang sepi ini tak membuat Mustajab takut. Dia terus mengayuh sepedanya hingga sampai di Jalan Sutomo. Lalu masuk ke Jalan Hj Ani Idrus dan sampai di tempat mangkalnya yang sudah berpuluh tahun dia temlati.

"Jam segini kan sudah sepi Pak. Apa tidak takut dan ada pembelinya?" tanya wartawan kepada Mustajab.

Mustajab menjawab, bahwa sejak 49 tahun lalu berjualan roti keliling hingga sekarang, dirinya mengaku belum pernah mendapatkan gangguan. Namun kalau ada orang yang minta roti tanpa membayar, dia ikhlaskan saja.

"Alhamdulillah, ada juga pembelinya. Kebanyakan orang baru pulang dari pajak (pasar)," pungkasnya.

Kalau sudah subuh dan roti masih banyak, Mustajab pergi berjualan di Taman Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol. Pulang jualan ketika matahari sudah mulai tinggi.

Ketika disinggung, kenapa masih berjualan dan tidak beristirahat mengingat usia sudah uzur? Mustajab mengatakan, dirinya adalah tulang punggung keluarga. Mau tidak mau dia harus mencari nafkah demi keluarganya. Sedangkan anak-anaknya, semuanya sudah berkeluarga dan sebagian masih menggantung hidup pada dirinya.

"Sebenarnya sudah tidak sanggup lagi, tapi mau kekmana lagi. Tidak ada yang mau menggantikan aku," ujarnya. (don)

Share:

Rabu, 12 Mei 2021

Jelang Lebaran Orderan Tape Pulut Hitam Meningkat



PATIMPUS.COM - Siapa yang tak kenal Tape Pulut Hitam? Makanan tradisional ini sangat digemari masyarakat Indonesia. Selain lembut dan manis-manis asam, tape pulut ini juga dipercaya memperlancarkan aliran darah yang beku dan menghangatkan tubuh sehingga terhindar dari penyakit strook dan darah tinggi.

Diolah dari beras ketan hitam lalu dimasak seperti menanak nasi, tape pulut kemudian ditaburi dua jenis ragi, yakni ragi bulat untuk pemanis dan ragi lepes untuk memperbanyak airnya.

Pulut hitam yang sudah dimasak dan ditaburi ragi kemudian ditaruh di dalam wadah baskom dan didiamkan selama 3 hari 2 malam.

Setelah 3 hari 2 malam, pulut hitam pun sudah menjadi tape dan bisa langsung dimakan.

"Kalau sudah jadi tape beratnya bertambah. Semula sekilo menjadi dua kilo. Kami menjualnya dengan harga Rp 75 ribu sekilo beras pulut. Kalau sudah menjadi tape dan beratnya menjadi dua kilo, harganya tetap Rp 75 ribu," ucap Donny, penjual dan pengrajin tape rumahan di Jalan Kesehatan, Menteng, Medan Denai, Rabu (12/5/2021).


Donny mengaku, yang ahli membuat tape adalah istrinya, sedangkan dirinya bertugas mencari pelanggan dan mengantarkan pesanan sampai ke rumah pelanggan.

"Tengok jauhnya juga. Kalau terlalu jauh, jumpa tengah saja. No ongkir. Kalau mencari pelanggan, aku promosinya hanya melalui medsos saja," sebutnya. 

Donny juga menuturkan, pembuatan tape dilakukan apabila ada pesanan saja. Misalnya pesan tape untuk hari minggu, maka dibuat di hari Jumat.

"Pokoknya kalau mau pesan, pesannya 2 hari sebelum hari H. Karena kami tidak menyediakan stok. Pesan langsung buat dan tunggu 3 hari 2 malam," imbuhnya.

Mengenai permintaan menjelang lebaran, Donny mengaku, orderan tape pulut hitam jelang lebaran sangat meningkat.

"Tahun lalu 50 kilo, tahun ini meningkat 70 kilo," sebutnya sembari menuturkan, meskipun harga ketan hitam naik, tetapi dia tetap menjual tapenya seharga Rp 75 ribu.

"Memang tipis untungnya. Tapi maklumlah, sejak Covid gini, daya beli masyarakat menurun. Untunglah daya beli tape pulut hitam meningkat," ujarnya.

Donny juga menambahkan, selain tape pulut hitam, ada juga tape pulut putih, hijau, kuning dan merah, tergantung permintaan pelanggan.

"Kami juga ada membuat Gemblong teman makan tape pulut hitam. Harga gemblong Rp 80 ribu, lebih mahal dari tape pulut, karena proses pembuatannya memakan banyak tenaga," sebutnya mengakhiri.

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat