Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunitas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2023

Pasca Covid-19, IMO Sumut Mantapkan Kepengurusan Baru


PATIMPUS.COM - Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara, akan kembali aktif pasca masa berkabung atas wafatnya Sekretaris serta pandemi Covid-19.


Hal tersebut terungkap saat pengurus IMO Sumut menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk membentuk dan memantapkan kepengurusan IMO Sumut, di KA KOPI Jalan HM Yamim, Rabu (25/01/2023).


Ketua IMO Sumut terpilih Safrul Daulay SH MM CCPS, mengatakan rapat Musda IMO Sumut kali ini merupakan awal kebangkitan baru organisasi atau wadah perusahaan media Indonseia. 


Selain itu, kata Safrul Daulay, pertemuan ini sekaligus membentuk Panitia Musda agar kedepannya kepengurusan IMO Sumut yang sudah terstruktur dapat dikukuhkan.


"Hari ini, kita akan bentuk panitia musdanya, kedepannya kita kukuhkan kepengurusan IMO Sumut yang sudah ada, kita juga bahas program yang akan kita jalankan nantinya," ucapnya.


Pertemuan tersebut juga membahas sosialisasi IMO dan perkembangan serta peranan media dan industri dalan menjalankan peraturan, regulasi yang penuh tantangan.


Safrul Daulay melanjutkan, IMO sumut juga kedepannya siap bersinergi membangun kemitraan dengan semua stakeholder, baik Pemerintah, BUMN dan swasta yang ada. 


Ia juga siap membesarkan dan mengembangkan IMO di Sumatera Utara secara bersama. Menurutnya peranan IMO di Sumatera Utara harus terstruktur dengan baik dalam mengembangkan perusahaan media online sehingga dapat melahirkan perusahaan-perusahaan media yang lebih profesional dan bermartabat.


“IMO adalah wadah atau organisasinya perusahaan-perusahaan media online yang ada di Sumut, jadi kita di IMO Sumut yang baru terbentuk kembali kepengurusannya siap bersinergi dengan membangun kemitraan yang baik dengan semua stakeholder, baik Pemerintah, BUMN dan swasta yang ada,” tutur Safrul.


Ketua IMO Sumatera Utara yang terpilih secara aklamasi ini juga menegaskan dan mengajak seluruh pengurus IMO Sumut untuk bersama bahu membahu mensosialisasikan untuk membesarkan IMO di Sumut, dan ia juga siap menerima kritikan yang bersifat membangun.


“Terimakasih atas kepercayaan rekan-rekan semua telah mempercayakan saya sebagai Ketua IMO Sumut, mari bersama-sama kita bangkitkan kembali IMO Sumut ini, bersama kita sosialisasikan untuk  membesarkan dan mengembangkan organisasi dan medianya,” tutupnya.


Rapat Musda yang berlangsung dengan hangat dan penuh rasa kekeluargaan tersebut dihadiri oleh beberapa media Online yang tergabung dari beberapa Pimpinan Redaksi dan Wartawan yaitu Ketua IMO Sumut Safrul Daulay SH MM CCPS, Sekretaris IMO Sumut Sunarto, MPsi, Pairin SSos dari media Global Cyber, Fajar Trihatya SE, dari media MetroEkspress.com, Selamat Purba dari media NkriPost.co, Jasrial Husin, Rilekhius Harefa dari media Medan Ekspos, Sri Sundari dari media online Sergap, Soni Muhammad dari media Patimpus.com, Barto Sihotang dari media Waroeng Berita, Nelson dari media Marmata news, Jhonsen Nainggolan dari media Barometeronlinesumut.com, Ayub dari media Info sekitar, Budi Risdianto dari media warta berita.Susandi dari media online Pewarta.co.(son)

Share:

Senin, 23 Januari 2023

Yamin Pimpin Kembali PAC PP Besitang


PATIMPUS.COM - Pengurus Ranting Pemuda Pancasila (PP) Se Kecamatan Besitang menggelar Rapat Pemilihan Pengurus Anak Cabang (RPP-PAC), Ahad (22/01/2023) di aula Kantor Kepala Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Langkat.


RPP-PAC tersebut dilaksanakan setelah Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP melakukan verifikasi di tingkat PAC dan Ranting PP Se Kecamatan Besitang, akhir 2022 lalu.


RPP tersebut diikuti 9 ranting dari 3 kelurahan dan 6 desa Se Kecamatan Besitang.


Pemilihan Ketua PAC dihadiri pengurus MPW PP Sunut yakni Nikolas Marpaubg, Puspita Sari, Heppy Lain SH dan Faisal Hasibuan.


Kemudian dihadiri MPC PP Kabupaten Langkat yaitu Amir Hamzah, P Sunda, M Ada Sitepu SSos Ngaturken PA SPd, Yuslianto Okk, Herman Sukendar Nasution SH dan sejumlah pengurus lainnya.


Setelah dilakukan tahapan demi tahapan sesuai mekanisme dan tata tertib yang tertuang di AD/ART ormas Pemuda Pancasila, musyawarah pun dilanjutkan dengan tertib.


Dalam musyawarah itu, M Yamin yang merupakan calon tunggal, terpilih secara aklamasi oleh seluruh pengurus pimpinan ranting yang hadir. 


Maka Panitia yang diketuai Yusantoni memutuskan M Yamin sebagai Ketua PAC Pemuda Panchaslila Kec Besitang untuk masa bakti 2023-2026 selanjutnya untuk menyusun komposisi kepengurusan pimpinan Anak Cabang (PAC).


Tim formatur yang telah terbentuk sebanyak 5 orang terdiri dari 1 Ketua PAC terpilih, 1 dari MPC 3 orang dari masing-masing ranting dan susunan pengurus PAC dijadwalkan selesai 10 hari ke depan.


"Saya akan membuat sekretariat untuk PAC. PP dan akan bekerja sama dengan para Forkopimcam baik di kegiatan sosial maupun yang lainnya yang menyangkut kepentingan masyarakat," kata M Yamin. (raj)

Share:

Kamis, 19 Januari 2023

YPI-CRS Distribusi Bantuan Tunai Multi Guna


PATIMPUS.COM - Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) merupakan mitra CRS Indonesia dalam project Readiness to Respond (R2R) atau Kesiapan untuk Merespon, memberikan Bantuan Tunai Multi Guna bagi pengasuh tunggal di Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (19/01/23).


Bantuan yang diberikan YPI berupa uang tunai sebesar Rp.700.000,- dan diberikan kepada 55 orang pengasuh tunggal melalui Kantor Pos Medan. Proses distribusi Bantuan Tunai Multi Guna (BTMG) tersebut melalui proses yang panjang mulai dari pendataan, verifikasi, uji kelayakan, sosialisasi dan terakhir proses distribusi.


Penanggun Jawab Lapangan Program R2R YPI, Amrizal Nasution menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen YPI dengan dukungan CRS, membantu masyarakat yang terdampak bencana. 


Tentu kita tidak bisa sendirian dalam rangka membantu warga dan masyarakat terdampak, artinya kita butuh kemitraan dan kerjasama dari semua pihak yang sama-sama punya kepedulian sosial seperti halnya kegiatan kita hari ini, distribusi bantuan tunai multi guna kepada warga terdampak banjir beberapa bulan November 2022 lalu.


“Bantuan Tunai dan Kupon ini sangat tepat diberikan untuk memenuhi kebutuhan kelompok rentan yang terdampak bencana. Penggunaan Bantuan Tunai dan Kupon dapat mendorong menghidupkan ekonomi local dan mampu lebih efektif serta efisien dengan sumber daya yang terdapat pada saat menghadapi krisis,” jelas Amrizal.


Warga pengasuh tunggal yang terdampak banjir beberapa bulan lalu merasa sangat senang menerima bantuan  tunai ini. Bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, seperti gula, beras, minyak atau kebutuhan lainnya atau bisa digunakan untuk nambah modal usaha. Yang penting jangan digunakan untuk belanja hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat, rokok atau berlibur apalagi digunakan yang melanggar hukum.


Penyaluran Bantuan Tunai Multi Guna tersebut dihadiri aparatur Desa Paluh Manan. Dalam kesempatan itu Kepala Desa Paluh Manan, Nasrul menyampaikan ucapan terima kasih kepada YPI dan CRS.


“Bantuan yang sudah diberikan kepada warga kami setidaknya dapat meringankan beban para pengasuh tunggal,” ungkapnya.


Ditambahkan Koordinator Pengurangan Resiko Bencana dan Lingkungan YPI, Marjoko, sebagai proses transparansi dan akuntabilitas, YPI menyediakan Mekanisme Umpan Balik sebagai wadah bagi penerima manfaat memberikan masukan ataupun komplain yang berkaitan dengan pelaksanaan program seperti pemasangan spanduk atau banner, tatap muka langsung maupun menyediakan kotak saran. 


“Mekanisme Umpan Balik ini disiapkan untuk memungkinkan penerima manfaat dan mitra menyuarakan keprihatinan, keluhan dan masukan dengan cara yang aman dan terjamin,” tutup Joko. (don)

Share:

CISDI & Pusaka Nobar Film 'Di Balik Satu Batang'


PATIMPUS.COM - Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI) & Yayasan Pusaka Indonesia mengadakan diskusi dan nonton bersama Film Dokumenter “Di Balik Satu Batang” di CGV Focal Point, Kota Medan, Rabu (18/1/2023).


Film ini menampilkan potret realita buruh dan petani tembakau dalam ekosistem bisnis rokok.


Project Lead Tobacco Control CISDI sekaligus sutradara film, Iman Zein mengungkap kerap muncul narasi petani dan buruh tembakau akan terdampak buruk kenaikan cukai tembakau. Tapi ini berbanding terbalik dengan temuannya di lapangan.


“Di lapangan, para petani mengeluhkan tentang tata niaga yang belum baik. Mereka tidak memiliki kemerdekaan menentukan harga. Belum lagi faktor cuaca yang kadang membuat petani gagal panen. Jadi, kerugian mereka tidak ada hubungannya dengan cukai. Malah jika dialokasikan dengan tepat, Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) justru berdampak baik untuk petani,” ungkap Iman.


Hal ini dikonfirmasi Sukiman dan Istanto yang menjadi narasumber di film tersebut, dimana  dulunya mereka bekerja sebagai petani tembakau. Kini keduanya memilih menanam secara multikultur.


“Harga rokok naik terus, tapi harga daun tembakaunya segitu saja. Ini membingungkan para petani.  Kami juga ingin sejahtera. Tapi realitanya, kesejahteraan petani dan industri terasa sekali kesenjangannya,” tutur Sukiman dalam film dokumenter tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Istanto juga menerangkan tentang kesejahteraan petani yang meningkat setelah melakukan diversifikasi pertanian.


“Dulu sempat ada kemarau panjang. Banyak petani tembakau merugi karena alami gagal panen, bahkan sampai ada yang menjual tanah pertaniannya. Keresahan ini berakhir ketika kami sudah beralih tanam. Di luar dugaan, tanaman seperti buncis, cabe yang ditanam penduduk lokal sudah bisa ekspor. Proses alih tanam ini dibantu dari DBHCHT setelah kita bersurat ke Presiden,” jelas Istanto.


Pro-kontra kenaikan cukai selalu terjadi setiap tahun. Kesejahteraan petani dan pekerja industri tembakau selalu dibenturkan dalam perdebatan cukai rokok. Iman Zein Project Lead CISDI, juga turut mempertanyakan kebenaran narasi tersebut. Menurutnya hampir setiap tahun Kementerian Keuangan konsisten menaikan cukai tembakau namun produksi rokok tidak mengalami penurunan, malah cenderung meningkat.


“Tahun lalu, produksi rokok di Indonesia meningkat sampai 7,27%. Tahun 2020, Indonesia memproduksi 298,4 miliar batang, namun tahun 2021 produksi rokok naik hingga  320,1 miliar batang. Padahal, di tahun itu cukai rokok naik rata-rata 12,5%. Jadi mana buktinya industri akan merugi jika cukai rokok dinaikan?” tutur Iman.


Senada dengan CISDI, Koordinator Divisi Advokasi Pusaka Indonesia, Elisabeth Juniarti juga menuturkan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di ranah pengendalian tembakau.


“Di hilir kita melihat fakta dari data terakhir RISKESDAS perokok anak  terus meningkat menjadi 9,1%, sementeara di hulu, film dokumenter ini berhasil memotret nasib petani tembakau dan buruh rokok belum sejahterah, dimana ada hak yang tidak terpenuhi, seperti jaminan kesehatan, upah minimum rakyat, banyak sektor yang harusnya turut bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan ini” tutur Elisabeth.

 

Pemutaran film dokumenter “Di Balik Satu batang” turut dihadiri Narasumber Faisal Amri Tampubolon sebagai Kasubag Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan menyatakan melihat film tadi geram dan cukup  tidak sesuai pembayaran upah serta standar kesehatan dari perusahaan rokok.


Dan Zulfansyah Ali Syahputra dari Kasubag Informasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Kota Medan. Medan sangat kental dengan temakau deli. Ia mengakui tanaman tembakau jejak tembakau deli masih ada di Medan. Diakuinya terlalu banyak dampak terhadap rokok, ia setuju kenaikan cukai rokok untuk menurunkan angka perokok.


Di akhir sesi diskusi film, Iman Zein menyatakan bahwa film dokumenter ini membuka mata kita untuk melihat sisi lain dari para pekerja di sektor pertembakauan. “Ternyata di balik satu batang rokok terdapat realita kehidupan petani tembakau yang sesungguhnya. Masih banyak PR, terutama dalam kebijakan pengendalian tembakau, yang harus diselesaikan. Keterlibatan multisektor sangat diharapkan agar tidak ada lagi kesalahan dalam pengambilan kebijakan,” tutup Iman. (don)

Share:

Selasa, 17 Januari 2023

Dinkes Sumut Butuh Dukungan Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi


PATIMPUS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dr H Alwi Mujahit Hasibuan MKes, mengatakan, masalah kematian ibu dan bayi baru lahir di Sumatera Utara butuh dukungan keteladanan semua pihak. 


"Kalaupun masih terjadi kematian, mestinya setelah ada upaya keras kita untuk mengatasi penyebab agar kematian itu menjadi bermartabat," sebut Alwi Mujahit, Selasa (17/01/2023)  saat membuka kegiatan Orientasi Pedoman Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respon (AMPSR) di Sumatera Utara. 


Alwi menyampaikan bahwa semestinya AKI AKB di Provinsi Sumatera Utara bisa ditekan dan diturunkan dengan memastikan bahwa setiap kematian diketahui penyebabnya dengan perlu melakukan audit yang benar dan dari hati, agar masalah dapat ditemukan untuk dicarikan solusi dan tidak terulang. 


Kegiatan Orientasi AMPSR Sumatera Utara yang dilaksanakan pada Tanggal 17-19 Januari 2023 di Hotel Sibayak Kabupaten Karo ini diikuti perwakilan tim AMP dari 3 Kabupaten dampingan USAID MPHD yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Karo dan Kabupaten Asahan. 


Satu lagi daerah dampingan Kabupaten Langkat tidak ikut dalam kegiatan ini karena sudah melakukan secara mandiri di Stabat. Pelaksanaan pelatihan orientasi AMPSR merupakan kerjasama USAID – MPHD Sumatera Utara dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.  


Senior Program Manager MPHD – USAID, dr. Apsari Diana Kusumastuti, MARS dalam sesi pembukaan menyatakan bahwa dukungan USAID MPHD untuk pelaksanaan kegiatan orientasi AMPSR ini karena sudah ada amanah dari Peraturan Menteri Kesehatan RI no 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan Pelayanan Kontrasepsi dan Pelayanan Kesehatan Seksual. 


Lebih lanjut dr. Apsari menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatan kapasitas komite AMPSR di tingkat kabupaten kota, mendorong kabupaten / kota untuk melakukan audit kematian maternal dan perinatal sesuai standar pedoman AMP-SR yang telah ditetapkan. 


Selanjutnya kegiatan juga diharapkan mampu menyampaikan panduan AMP-SR terbaru dan formulir-formulir yang digunakan dalam pelaporan kematian maternal dan perinatal. Lebih lanjut dr. Apsari menekankan AMPSR merupakan nadi utama untuk penurunan Kematian ibu dan Bayi. 


Tim AMPSR yang mewakili Kabupaten dampingan terdiri dari Dinas Kesehatan Kabuapten, Tim RSUD yang terdiri dari Spesialsi Kebidanan dan spesilais Anak, Bidan, Perwakilan Puskesmas dan organisasi profesi (IDI, IBI dan PPNI). Tim AMPSR merupakan tim yang secara formal diatur atau ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Daerah (Bupati). Kehadiran tim AMPSR dari 3 Kabupaten yang diundang berdasarkan informasi dari tim MPHD hampir 100%. Hal ini merupakan bukti keseriusan 3 Kabupaten ini untuk bisa memperbaiki proses Audit yang selama ini sudah dilakukan. Dengan adanya Pedoman AMPSR yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan RI, maka proses hari ini membuktikan dukungan USAID MPHD terhadap program yang dilakukan oleh pemerintah.


Para pelatih atau mentor yang memfasilitasi kegiatan ini cukup beragam. Selain menggunakan para Mentor dari Sumatera Utara, kegiatan juga diperkuat melalui presentasi dari Kementrian Kesehatan. Pada Sesi awal, Kemenkes RI mempresentasikan tentang tentang Kebijakan AMPSR di Indonesia yang disampaikan oleh dr. Florentine Marthatilova dari Tim Kerja Surveilans Gizi dan KIA. Selain itu, dari Kemenkes (dr.Irna Lidiawati, MARS) menyampaikan materi tentang dukungan Akreditasi RS terhadap AMPSR. Sekarang AMPSR menjadi salah satu indikator yang akan diukur untuk Proses Akreditasi Rumah Sakit. 


Kegiatan orientasi AMPSR Sumatera Utara secara konten difasilitasi oleh dr. Nurlely Bethesda Sinaga dari WHO. Tugas dr. Bet mengawal proses pelatihan yang akan berlangsung 3 hari. 


Dalam salah satu sesi, dr. Beth menyebutkan bahwa posisi Sumatera Utara masih tinggi sebagai kontributor AKI AKB di Indonesia. Namun demikian secara palaporan, Kabupaten dan Kota di Sumatera Utara sudah mengalami peningkatan perbaikan. Namun demikian kualitas Audit kematian ibu dan bayi masih membutuhkan perbaikan. Untuk itulah dilaksanakan kegiatan orientasi sekaligus memastikan Pedoman AMPSR yang dikeluarkan oleh Kemetrian bisa dilaksanakan.  


Sederetan mentor Sumatera Utara ikut memfasilitasi antara lain dr. Ade Rachmat Yudianto, M. Ked (Ped) SpA (K), dr. Iman Helmi Efendi, M.Ked ()G), SpOG (K), Prof.Dr.dr. Sarma Lumbanraja, M.Ked (OG), SpOG (K), dr. Aswan B Nasution beserta tim AMPSR Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.  


MPHD merupakan proyek bidang kesehatan yang dirancang diatas program pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka upaya penurunan AKI AKB di Indonesia. MPHD bekerja di 25 kabupaten/kota berprioritas tinggi pada rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan primer swasta untuk meningkatkan kapasitas layanan, memperkuat data untuk pengambilan keputusan dan manajemen adaptif, meningkatkan jejaring rujukan, dan mengembangkan model berkelanjutan yang dapat direplikasi dan terukur. (rel)



Share:

Jumat, 30 Desember 2022

Pemerintah Harus Komitmen Penuhi Hak Kesehatan Anak


PATIMPUS.COM - Selama tahun 2022, banyak persoalan yang menyangkut kesehatan anak terjadi di Indonesia.  Diantaranya adalah kasus gagal ginjal akut, cacar monyet, covid, stunting anak, dan masih tingginya angka perokok anak serta narkoba.


Dalam catatan akhir tahun 2022, Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) melihat ada 5 moment penting bidang kesehatan yang terjadi di Medan. Pertama, hadirnya Walikota Medan dalam event Healthy Cities Summit di Semarang pada bulan Maret.


Meskipun Kota Medan belum pernah ikut serta dalam penilaian branding Kota Sehat yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan sejak tahun 2005 lalu.


Kedua, dilaksanakannya sosialisasi dan penegakan kebijakan pelanggaran Protokol Kesehatan pencegahan Covid 19, serta penegakan tipiring Perda KTR.  


Terlepas dari kelemahan yang masih ada, edukasi dan penegakan tipiring Prokes Covid serta program vaksinasi dapat mengendalikan penyebaran Covid 19 di masyarakat.


Sementara untuk  tipiring pelanggaran Perda KTR pada tanggal 31 Mei belum dilakukan secara kontiniu, sehingga belum dapat disebut berhasil memaksa kepatuhan masyarakat untuk tidak merokok di wilayah KTR. Hal ini juga dapat terlihat dari masih banyaknya laporan masyarakat terkait pelanggaran KTR melalui Aplikasi PANTAU KTR.


Selama tahun 2022, khusus untuk Kota Medan terekam 2452 pelanggaran, dimana pelanggaran KTR di tempat umum tercatat paling tinggi (1270), tempat proses belajar mengajar 563 pelanggaran, tempat kerja 238 pelanggaran, 168 pelanggaran terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.


Moment Ketiga adalah ketika Kota Medan kembali mendapatkan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Madya. Dalam beberapa tahun terakhir Medan belum berhasil menaikkan peringkat Madya ini ke Nindya.


Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh Pemko Medan adalah dengan memastikan penegakan Perda KTR dan pelarangan iklan dan sponsor rokok di seputar sekolah. Sebab KTR dan implementasi KTR masuk dalam salah satu indikator penilaian KLA.


Selanjutnya, moment Keempat adalah tingginya temuan stunting anak di Kota Medan. Tercatat 550 kasus yang terbanyak tersebar di 4 kecamatan (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Deli). 


Temuan ini paralel dengan hasil survey prevalensi perokok Balitbang Medan tahun 2016 lalu. Oleh karenanya di butuhkan langkah-langkah cepat dan terintegrasi lintas OPD untuk menanganinya sehingga stunting anak dapat dicegah dan diturunkan.


Terakhir, moment diluncurkannya Universal Health Coverage (UHC) oleh Walikota Medan pada  9 Desember lalu. Program ini diharapkan Pemko dapat memberi pelayanan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan kepada seluruh warganya tanpa ribet dan diskriminasi. Program ini patut didukung namun harus diimbangi dengan program yang sifatnya kuratif agar penyakit dapat dicegah.


Pembangunan Kesehatan bukan hanya pada sarana, prasarana dan layanan (seperti UHC) tetapi juga pada  program promotive preventif yang bertujuan untuk perubahan mindset (pola pikir) dan perubahan perilaku dari yang tidak/kurang sehat menjadi lebih sehat.  


Kampanye dan edukasi masyarakat untuk lebih mengutamakan belanja telur dan susu daripada belanja produk tembakau keluarga dapat mencegah terjadinya stunting pada anak, dengan melibatkan multistakeholder. (don)

Share:

Jumat, 23 Desember 2022

Peringati Hari Ibu, MPW PP Sumut Bagi 500 Kuntum Bunga Ros


PATIMPUS.COM - Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara (MPW PP SUMUT) Bidang Pemberdayaan Perempuan menyemarakkan hari ibu dengan menggelar aksi bakti sosial membagikan 500 kuntum tangkai bunga ros kepada ibu-ibu yang melintas di depan Kantor MPW PP Sumut jalan Thamrin no.95 A, Kamis (22/12/2022).


Aksi pembagian 500 kuntum bunga ros ini berlangsung dari jam 10.00 wib. Hal tersebut sebagai wujud peduli Pemuda Pancasila (PP) kepada ibu yang telah berjasa melahirkan dan membesarkan para pemimpin hebat dan orang-orang berbakat.


Ketua MPW PP Sumut Kodrat Shah yang diwakili oleh Sekretaris Wilayah (Sekwil) Iqbal Hanafi Hasibuan mengatakan sosok ibu sangat berarti bagi bangsa ini. Jasa dan pengorbanan seorang ibu patut menjadi contoh bagi generasi muda.


"Aksi kita ini, merupakan wujud bakti kita Pemuda Pancasila kepada sosok ibu yang sangat berarti bagi perkembangan bangsa, yang dapat melahirkan banyak pemimpin hebat dan orang-orang berbakat. Pengorbanan dan perjuangan seorang ibu patut kita contoh sebagai generasi anak bangsa," jelas Iqbal.


Selain itu lanjut Iqbal, sosok ibu merupakan sosok tangguh, yang harus di sayangi dan dihormati, dan do'a seorang ibu sangat ampuh untuk kesuksesan seorang anak.


"Kegiatan aksi bakti sosial MPW PP Sumut ini juga sebagai wujud untuk mengingat, menghormati dan menghargai jasa-jasa para ibu dan para perempuan tangguh. Do'a mereka merupakan penentu dan kesuksesan kita. Maka harus kita hormati, dan kita rawat dengan baik,' tutup Iqbal.


Turut hadir pada kegiatan tersebut Prof,Dr M.Manulang Ketua  Dewan Pakar  MPW PP Sumut,  Dr, Sos Rudi  Sinaga, M.si Sekretaris  Dewan Pakar MPW PP  SUMUT, Sekwil MPW PP Sumut Iqbal Hanafi Hasibuan, Waka MPW PP Sumut Harly Pranata, IBU Maha Sariyani (Ibu Any Aweng) Penasehat Perempuan PP Sumut, Rohani Pohan Senior Perempuan PP Sumut,  Nurkiftiah Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan Perempuan PP Sumut, Defi Yarnila Wakil Bidang Pendidikan, SDM, Pariwisata Dan Senu Budaya, dan seluruh Kader Perempuan PP Sumut. (son)

Share:

Senin, 19 Desember 2022

Dompet Dhuafa dan BI KPW Sumut Gulirkan Program Kampung Umat


PATIMPUS.COM - Setelah launching pada 5 Oktober 2021 lalu, Program Kampung Umat di Desa Bulu Cina Kec. Hamparan Perak yang diusung bersama Dompet Dhuafa Waspada dan Bank Indonesia (BI) kini sudah bisa menggulirkan program tersebut ke penerima manfaat lainnya. 


Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman pada kunjungan Tim Bank Indonesia ke lokasi Program Kampung Umat di Desa Bulu Cina Kec. Hamparan Perak, Sabtu (17/12/2022).


Dalam kurun waktu satu tahun ini lanjut Sulaiman, jumlah penerima manfaat Program Kampung Umat yang semula 10 orang kini menjadi 12 orang. Serta, jumlah Kambing ternak semula 50 ekor  kambing kini sudah menjadi 80 ekor kambing.  


"Empat dari ke sepuluh penerima manfaat awal sukses mengembang biakkan kambing ternak dan menggulirkan 10 ekor kambing dan yang telah diberikan kepada 2 orang penerima manfaat lainnya,"jelas Sulaiman.


“Harapan kami bulan depan  proses pengembangbiakan ternak bisa lancar dan sukses, agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan bisa ikut dalam program pendampingan ternak ini,” tambahnya.


Ditempat yang sama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Doddy Zulverdi berharap program ini dapat berdampak pada pemberdayaan perekonomian masyarakat untuk membuka usaha ternak secaara mandiri dalam jangka waktu Panjang.


“Program Kampung Umat ini merupakan wujud rasa syukur keluarga bersar KPw BI Prov. Sumatera Utara untuk ikut membangun negeri. Melalui program ini kami berharap keluarga penerima manfaat dapat mengembangbiakkan hewan ternaknya untuk dapat digulirkan bagi penerima manfaat berikutnya. Alhamdulillah hari ini akan digurlirkan kepada dua penerima manfaat yang baru. Kami juga berterima kasih kepada DDW karena mau ikut bersinergi dalam program ini,” tutur Doddy.


Kegiatan ini pun mendapat respon positif, Camat Hamparan Perak, Jahar Effendy, S.Sos, M.Ap. menyambut baik dan menyampaikan rasa terima kasih karena telah memilih desa Bulu Cina sebagai tempat penyaluran penerima manfaat.


“Kami atas nama pemerintah Kecamatan Hamparan Perak, Desa Bulu Cina kami mengucapkan terima kasih atas program ini. Mudah-mudahan kedepannya ini bisa berkebang agar tidak mentok di penerima manfaat yang sekarang, setelah berhasil harus gulirkan lagi jadi bisa berkembang. Bisa jadi nanti suatu saat Desa Bulu Cina ini menjadi desa Domba,” harapnya.


Tampak raut bahagia dari salah satu penerima manfaat, Dodi dalam kesempatan bicaranya ia menekankan kata terima kasih. “Di benak saya banyak sebenarnya yang ingin disampaikan, tapi satu hal yang akan saya sampaikan berulang-ulang, satu hal itu yaitu terima kasih, terima kasih dan terima kasih. Saya beserta rekan-rekan semua merasa terbantu dengan adanya bantuan 5 ekor kambing,” ujarnya.


“alhamdulillah saya dan rekan-rekan dalam satu tahun bisa menggulirkan walaupun tidak semuanya. Dua atau tiga bulan kedepan menyusul untuk digulirkan lagi itu sudah saya kordinasikan dengan rekan-rekan semua,” sambung Dodi.


Pada Kesempatan tersebut pihak Bank Indonesia juga menyerahkannya 12 paket sembako kepada 12 penerima manfaat program kampung umat.


Turut hadir pada acara Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Azka Subhan Aminurridho, Kepala Divisi Bank Indonesia Sumatera Utara Poltak A. Sitanggang, Kepala Divisi Bank Indonesia Sumatera Utara Nasrullah, Ketua BI Religi dan IPEBI Bambang Utomo serta beberapa pegawai Bank Indonesia, Camat Hamparan Perak, Jahar Efendy,  Kepala Desa Bulu Cina, Ramiyadi, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Waspada, Armansyah, para amil Dompet Dhuafa Waspada dan kesepuluh penerima manfaat program kampung ummat. (son)

Share:

Selasa, 06 Desember 2022

NSYTCM dan YPI Himbau Waspadai Kebohongan Industri Dibalik Rokok Elektrik


PATIMPUS.COM - North Sumatera Youth Tobacco Control Movement (NSYTCM) menggelar kegiatan pelatihan Advokasi pengendalian tembakau dengan  mengusung tema “North Sumatera Youth Tobacco Control : Young People Come Together to Speak Truth”.  


Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai lembaga dan organisasi diantaranya TC Sumut, Duta Bahasa Sumatera Utara, Forum Anak Kota Medan, Forum Anak Kota Binjai, Duta Genre Sumatera Utara, Duta Genre Kota Medan, SEMA BPM FMIPA Unimed, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FMIPA Unimed, Komnas P3A dan ISMKMI.


Kegiatan ini memberikan ruang diskusi bagi para pemuda Sumatera Utara dalam menyuarakan dan memberikan pendapat untuk menekan tingkat penggunaan rokok di Sumatera Utara khususnya pada usia anak. 


Hadir sebagai narasumber,  Muhammad Bigwanto merupakan TI Mentoring Focal Point Indonesia, SEATCA., Manik Marganamahendra, S. KM. merupakan Ketua BEM UI 2019, Elisabeth Juniarti SH merupakan Kodif Advokasi Yayasan Pusaka Indonesia dan Zulqadri merupakan Koordinator TC Sumut.


Sekretaris TC Sumut yaitu Khairul Ichsan Sipahutar menyampaikan kata sambutannya mengajak para peserta agar berpartisipasi aktif dalam forum pelatihan yang diadakan. 


“Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan kaum muda dalam mendukung pemerintah pada pengendalian tembakau. Hingga saat ini belum adanya peraturan yang komprehensif, penegakan-penegakan di kawasan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) perlu dilakukan secara radikal dalam implementasi Perda KTR Kota Medan,” ujar Khairul.


Manik Marganamahendra menyatakan bahwa adanya modus di balik industri raksasa rokok yang menggunakan anak sebagaibahan promosi mereka. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak yang mendaftar dalam suatu beasiswa yang disediakan oleh industri rokok mencapai lebih dari 40 ribu anak. Akan tetapi, jumlah total anak yang menjadi penerima beasiswa tersebutt idak lebih dari 30 orang saja.


 Hal ini sungguh miris jika dibandingkan dengan total pendaftar yang ada. Zulqadri menyatakan bahwa salah satu syarat untuk menjadikan wilayah sebagai kota ramah anak adalah dengan berjalannya Perda KTR dan minimnya tingkat prevalensi perokok aktif usiaanak. 


Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik pada tahun2018 menunjukkan bahwa persentase perokok aktif pada rentang usia 15 – 24 tahun sebesar 22,4%. Dengan persentase setinggi ini, Sumatera Utara masih memiliki banyak hal yang harus diperbaiki untuk menangani tingkat perokok aktif yang tinggi terutama di kalangan anak bawah umur.


Dalam fenomena yang saat ini menjamur, banyak anak muda yang menggunakan vape (rokok elektrik) sebagai alternatif rokok konvensional. 


Menurut mereka vape memiliki dampak buruk yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Akan tetapi, sebenarnya itu semua adalah propaganda yang dilakukan oleh industri rokok elektrik.


“Tidak benar adanya vape itu lebih baik dibandingkan denganrokok konvensional. Hal ini disebabkan dalam vape juga terdapat kandungan yang dapat membahayakan kesehatanseperti nikotin, karsinogen, serta bahan toksik atau bahan yang mengandung racun lainnya yang dibuat dalam bentuk liquid (cair).” ujar Bigwanto dalam diskusi pada pembahasan, manipulasi dan Kebohongan Industri di Balik Rokok Elektrik.


Sebagai salah satu bentuk aksi nyata yang dilakukan oleh Yayasan Pusaka Indonesia dalam penegakan Perda KTR di kota Medan, diluncurkannya sebuah aplikasi yang bernama Pantau KTR. 


Aplikasi ini berfungsi sebagai salah satu cara dalam mengumpulkan data mengenai pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan rokok di wilayah KTR. Misalnya dilarang mengkonsumsi rokok di rumah ibadah, tempat umum, instansipedidikan, tempat bermain anak dan sebagainya. 


Lewat aplikas ini pengguna dapat melaporkan pelanggaran di kawasan KTR dengan cara mengunggah poto pelanggaran jenis apapun pada aplikasi Pantau KTR. 


Elisabeth menyatakan bahwa data yang masuk lewat aplikasiPantau KTR ini akan digunakan sebagai bahan evaluasi danaudiensi terhadap penegakan Perda KTR di Kota Medan. Dengan begitu, diharapkan semua pihak dapat berpartisipasiuntuk menekan penggunaan rokok khususnya bagi pelanggaran yang masih banyak terjadi di wilayah KTR.


"Lewat kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menyatukan aspirasi dan ide guna mewujudkan aksi nyata menekan angka penggunaan rokok di Indonesia khususnya wilayah Sumatera Utara. Dengan begitu, slogan NSYTCM “Pemuda Sehat, Indonesia Hebat” dapat tercapai dan terwuju," ujar Elisabeth (rel)

Share:

Senin, 05 Desember 2022

YMMA-Pemangku Kebijakan Sepakat Optimalisasi SPM Terkait Layanan TBC di Medan


PATIMPUS.COM - Terkait Layanan TBC Di Kota Medan, Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Kota Medan menggelar Pertemuan Komunitas dan Para Pemangku Kebijakan Jejaring Publik Private Mix (PPM) di Hotel De Paris Medan, Senin (5/12).


Kegiatan tersebut melibatkan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Asosiasi Dinkes Pusat, Adinkes Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Prov. Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Kota Medan, Bappeda Kota Medan, PR Konsorsium Penabulu-STPI, KOPI TB, PKFI Kota Medan, IDI Kota Medan, Puskesmas Helvetia Medan, Perwakilan RS Swasta, dan SR YMMA Sumut.  


Dalam sambutannya Staf Program YMMA Kota Medan Muhammad Irsyad mengatakan pertemuan antara komunitas dan stake holder jejaring DPPM dilaksanakan bertujuan untuk mengidentifikasi situasi notifikasi TBC di layanan pemerintah dan swasta di Kota Medan.


Pertemuan tersebut juga untuk menguatkan sinegritas implementasi SPM layanan TBC dan penguatan jejaring DPPM. 


“Pertemuan optimalisasi pemenuhan SPM terkait TBC, YMMA Kota Medan sebagai komunitas penanggulangan TBC mengupayakan rangkaian advokasi dan kemitraan untuk memperkuat jejaring di rumah sakit dan klinik di Kota Medan. Hal tersebut kami anggap sebagai salah satu langkah dalam percepatan eliminasi TBC di Kota Medan,” ungkap Irsyad.


Ia juga menambahkan bahwa YMMA Kota Medan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan dan juga pelayanan kesehatan lainnya. YMMA Kota Medan mempunyai 95 kader yang tersebar di 41 puskesmas se Kota Medan.


“95 kader tersebar di setiap kecamatan se Kota Medan. Saat ini kader kita bertugas untuk pencarian, pelaporan, dan pendampingan pasien di puskesmas dan rumah sakit maupun klinik. Dengan adanya pertemuan ini juga dapat memperkuat komitmen untuk menghasilkan solusi terbaik,” tambahnya.


Sementara itu Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Medan, Edy Yusuf menyatakan Pemko Medan berupaya tanpa henti untuk mempercepat eliminasi TBC di Kota Medan. Namun di lapangan, Dinas Kesehatan Kota Medan tidak bisa sendiri. Melibatkan banyak pihak merupakan cara tepat untuk mendukung tujuan tersebut.


“Dinas Kesehatan Kota Medan mengajak multipihak dan bersinergi dengan berbagai sektor. Kolaborasi eliminasi TBC di Kota Medan dilaksanakan dengan terintegrasi, terpadu, dan berkesinambungan,” ungkapnya.


Ia juga mengatakan 60 persen kasus TBC ditemukan di fasilitas kesehatan swasta terutama di rumah sakit dan klinik. Maka dari itu, pelibatan PPM adalah langkah tepat dalam penemuan kasus. 


Begitu juga dengan keterlibatan komunitas seperti YMMA. Ia mengaku pelibatan komunitas membantu pemerintah untuk menjaring dan menemukan kasus di lapangan.


Ketua Yayasan Mentari Meraki Asa Sri Maharani Arfiani mengungkapkan bahwa pertemuan optimalisasi pemenuhan SPM merupakan peluang untuk menguatkan kolaborasi antara komunitas dan stakeholder kedepan. Menurutnya, komunitas di akar rumput berperan penting mendukung pelaksanaan SPM tersebut.


“Kolaborasi antara komunitas dan stake holder perlu guna meningkatkan capaian penanggulangan tuberkulosis di Kota Medan. YMMA memiliki kader yang bekerja di akar rumput kemudian melakukan penyuluhan dan pencarian kasus yang nantinya diperiksa di puskesmas. Dengan masifnya kader bertugas, maka kita dapat menaikkan kriteria SPM terkait layanan TBC di Kota Medan,” pungkasnya. (haki)

Share:

Sabtu, 03 Desember 2022

Musa Rajekshah Terpilih Kembali Menjadi Ketua IKA UISU


PATIMPUS.COM - Musyawarah Nasional Ke 2 Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Sumatera Utara (Munas 2 UISU) memutuskan H Musa Rajekshah SSos MHum, terpilih kembali menjadi Ketua IKA UISU Periode 2022 - 2027 di Auditorium UISU Medan, Sabtu (03/12/2022).


Ade Rosda SE sebagai ketua SC menyucapkan terimakasih kepada peserta sehingga Munas dapat berjalan lancar, baik dan aman. Kalau pun ada riak-riak di dalam musyawarah itu biasa dinamika dalam berorganisasi. "Kepada adinda H Musa Rajekshah semoga dapat menjalankan amanah dengan baik," pesannya.


Drs. Yulizar Parlagutan Lubis MPsi sebagai ketua OC mengucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh panitia, rektorat, yayasan, Alumni dan semua stocholder yang telah membantu acara ini sehingga dapat berjalan dengan sukses. 


"Harapan kami sebagai alumni UISU semoga sinergitas antara alumni dengan pihak kampus terus terjalin dengan baik. Kepemimpinan Ketua Ijek selama ini sudah menunjukkan program yang baik. Perluasan kepengurusan daerah, kekompakan, keharmonisan, kerjasama dengan yayasan, rektorat, fakultas. Semoga sinergitas ini lebih kuat kedepannya," sebut Yulizar.


H Musa Rajekshah SSos MHum sebagai ketua terpilih menyampaikan IKA UISU merupakan wadahnya para alumni. IKA UISU ini terdiri dari alumni beberapa Fakultas. Jumlahnya sangat banyak, dan dimana mana ada. Semoga kegiatan kedepan bukan hanya untuk kelompok saja, tapi kegiatan untuk masyarakat. Kita akan terus bersinergitas dengan yayasan, rektorat, fakultas. (sarwo)

Share:

Kamis, 01 Desember 2022

Formapera Desak PLN Jalankan Program Kompor Induksi


PATIMPUS.COM - Batalnya program PT PLN (Persero) terkait konversi kompor gas ke kompor induksi atau kompor listrik, hingga kini masih memicu tanda tanya besar. Apalagi program tersebut dibatalkan secara mendadak menyusul dugaan adanya 'teriakan' dari parlemen. 


Menyikapi hal itu, Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formpera) bersama Indonesia Audit Watch (IAW) telah melayangkan surat Nomor 02/Bersama/IAW/-Formapera/X/22 tanggal 3 Oktober 2022 kepada perusahaan listrik negara itu.


"Kami telah melayangkan surat meminta jawaban dari PLN karena program yang uji cobanya sudah dijalankan dan ternyata teruji dengan baik namun tiba-tiba dibatalkan. Padahal program itu didukung Presiden Jokowi yang konsern terhadap penghembatan energi dan mendukung EBT," tegas Ketua Umum DPN Formapera Teuku Yudhistira kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/11/2022). 


Atas situasi itu, kata pria yang akrab disapa Yudis ini, Manajemen PLN sudah merespon melalui surat balasan tanggal 21 November 2022. Dalam surat itu, PLN merinci berbagai permasalahan dan kendala terkait program itu. 


"Dalam beberapa lembar surat yang ditandatangani Plt Vice President Komunikasi Korporat, Grahita Muhammad, PLN menjelaskan dengan lengkap alasan pembatalan tersebut," terangnya.


Yudis juga menegaskan, beranjak dari kondisi seperti itu, DPN Formapera tetap kukuh untuk berupaya dengan berbagai cara mendukung program itu direalisasikan. 


"Berbagai pemikiran sedang kami diskusikan bersama komponen rakyat lainnya agar hal yang baik dan murah itu bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia," ucapnya.


"Dugaan kami, PLN sungkan untuk menyebut penyebab sesungguhnya terkait penghentian program yang baik itu. Namun kami tidak akan memposisikan diri mendorong PLN mengutarakannya. Kami sudah memahami bahwa posisi PLN sangat dilematis," imbuh Yudis.


Oleh karena itu, sambungnya  dalam waktu dekat Formapera bersama IAW akan mendorong satu skema pelibatan publik untuk membantu PLN mewujudkan program yang baik itu tentu dengan cara yang baik pula.


"Kami berharap masa keemasan gas yang mahal berbanding energi listrik yang sebentar lagi massif bersumber dari energi baru terbarukan seperti harapan para pemimpin dunia pada forum G20 kemarin bisa direalisir Pemerintah. Dan menurut kami PLN salah satu instrumen negara yang patut untuk mendistribusikan kepada rakyat sehingga mendapat energi bersih lagi murah," pungkasnya. (son)


Share:

Senin, 28 November 2022

MGI Donasikan Sejuta Kacamata Medis Gratis


PATIMPUS.COM - Banyaknya masalah kebutaan pada mata yang terjadi di masyarakat menjadi perhatian serius yang tidak boleh dianggap remeh. Apalagi berbicara mata minus - plus, Glaukoma hingga Katarak yang tiap tahun trennya semakin meningkat, sehingga timbul empati dari Mega Gloryoung International (MGI) untuk mencegah kebutaan sejak dini.


Hal ini disampaikan oleh Bram Liem Setiawan, General Manager MGI CLUB GLOBAL dari Semarang, Jawa Tengah disaat acara Gerakan Donasi Sejuta Frame Kacamata Medis Untuk Penderita Glaukoma dan Mata Minus secara Gratis di Raz Plaza Hotel jalan Dr.Mansyur Medan. Sabtu (26/11/2022).


"Hallo, saya Bram Setiawan dari MGI CLUB GLOBAL Indonesia. Kami bekerjasama dengan IONSPEC Foundation melakukan Aksi Gerakan Donasi satu juta kacamata kepada penderita glaukoma, penderita Minus 5 ke atas. Kita melihat masalah kebutaan di masyarakat kita setiap tahunnya cenderung semakin naik trendnya. Jadi kita berempati untuk melakukan Gerakan Donasi ini untuk mencegah Kebutaan sejak dini," ujar Bram.


Bram menjelaskan lebih lanjut, bahwa kegiatan gerakan donasi tersebut di seluruh Indonesia sudah dilakukan sejak 2016 silam, untuk di Medan setiap bulannya selalu ada gerakan donasi kacamata medis dan berlaku untuk semua usia. Untuk anak-anak hanya berlaku buat yang menderita minus 5 keatas tidak untuk yang minus 5 kebawah.


"Gerakan Donasi Kita sudah bergerak sejak 2016 diseluruh Indonesia dan untuk Medan sendiri hampir rutin ya. Setiap bulannya selalu ada dibuat dan berlaku untuk semua usia,untuk anak-anak kita berlakukan yang sudah minus 5 keatas. Untuk minus 5 kebawah kita tidak memberikan donasi kacamatanya, karena kacamata yang kita donasikan kacamata spesial untuk terapi," lanjut Bram.


MGI sendiri merupakan perusahaan yang menyediakan alat-alat terapi yang berteknologi nano seperti kacamata dan juga alat terapi lainnya yang nantinya membantu untuk kesehatan masyarakat khususnya di Indonesia.


Sementara itu, Aditya Wardana selaku Top Leader MGI Club Sumatera Utara mengatakan, kegiatan donasi di Medan ini perdana dan akan gulirkan setiap bulannya. Kegiatan perdana ini menghadirkan sebanyak 400 peserta yang akan diberikan Donasi Kacamata Gratis, dan untuk anak-anak disediakan 100 kacamata untuk penderita Glaukoma dan minus 5 keatas.


"Kegiatan kita di Medan ini kan perdana pak, jadi saat ini kita mengundang 400 orang aja pak, nanti akan kita buat setiap bulannya agar banyak penderita glaukoma, khususnya anak-anak bisa terbantu dengam kacamata spesial untuk terapi dari kami," jelas Aditya.


Aditya juga memaparkan, sebelum masuk kedalam ruangan acara, peserta terlebih dahulu registrasi untuk dilakukan cek mata gratis, lalu kita bagikan donasi kacamatanya, dan setelah itu peserta masuk ke ruangan acara dan akan di edukasi tentang kesehatan mata, agar dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan mata.


Salah satu peserta dari SMKN 14 Medan, Nazwa Khairani merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya donasi kacamata gratis ini dan juga edukasi kesehatan mata dari kegiatan yang dilakukan MGI.


Ia mengatakan, bahwa setelah dilakukan cek mata oleh panitia MGI, ternyata minus matanya bertambah dari minus 6,5 menjadi minus 7. 


"Yah kegiatan ini, sangat bermanfaat ya bg, saya tdi di cek dulu matanya secara gratis, saya penderita mata minus 6,5 ternyata bertambah jadi minus 7. Uda itu ada edukasi gratis tentang pentingnya kesehatan mata, yang luar biasanya kita dibantu juga dikasih kacamata gratis," ujar Nazwa.


Untuk masyarakat yang anaknya atau tetangganya memiliki penyakit Glaukoma yaitu tekanan bola mata yang menyakitkan, katarak, minus, plus dan membutuhkan kacamata terapi untuk menyembuhkan penyakit mata, silahkan mengikuti Gerakan Donasi dari MGI dengan membawa bukti cek medis seperti CT SCAN surat dokter, dan lainnya tentang penyakit mata atau boleh menghubungi dan mendatangi Duta GMI yang ada di Medan. (son)

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat