Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2022

Air Terjun Sigiutan, Si Imut Yang Mempesona


Penulis : Ardiansyah Hasibuan

PATIMPUS.COM - Dengan tinggi 7 meter, air terjun Sigiutan tampak imut. Menyembul dari balik rerimbunan hutan alam Tinokkah. Hempasan air yang lembut dan debit air yang tidak begitu besar menambah pesonanya.

Bandingkan dengan Sampuran, air terjun yang menjulang 30 meter di Desa Dolok Merawan. Pun air terjun Bahuri di Desa Pabatu VI yang tingginya mencapai 20 meter. Aliran airnya deras. 

Tahun lalu saya pernah menikmati keindahan air terjun Sampuran. Sekitar 1 jam perjalanan ke arah timur dari Sei Rampah.  

Sigiutan adalah satu dari 3 air terjun yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai. 

Airnya jernih. Dingin. Berasal dari sumber mata air hutan sekitar. 

“Airnya segar, ada manis-manisnya," kata teman saya Ridho sambil menirukan gaya bintang iklan air mineral. “Bisa langsung diminum kok,” tambahnya. 

Alirannya mengalir tenang ke sungai di bawahnya. Sungainya tidak begitu dalam. Tingginya se lutut orang dewasa. Karenanya, pengunjung tidak perlu khawatir untuk berenang.

Sepanjang dinding tebing banyak mata air alami yang keluar. Ukurannya kira-kira sebesar pipa air di rumah. Sebagian dibiarkan alami, sebagian lagi dipasang pipa oleh pengelola. 

Udara sejuk. Segar. Ditambah hijau hutan di sepanjang lereng aliran sungai membuat Sigiutan semakin menawan. 

Lokasinya berada di tengah hutan alam Desa Tinokkah, Kecamatan Sipispis. Persis berada di belakang Masjid Sigiutan. Jalan terus ke belakang membelah perkebunan sawit penduduk. Tinokkah sendiri berbatasan dengan Desa Sambosar Raya, Kabupaten Simalungun. 

Dengan mengendarai roda empat, saya dan 4 orang teman menempuh jarak 76 kilometer selama 1,5 jam dari Sei Rampah. Jika dari Medan bisa memakan waktu lebih dari 2 jam via tol. 

Tenang saja. Selepas dari Kota Tebing Tinggi, jalan menuju Sipispis tidak terlalu ramai kendaraan. Jalan aspal mulus ditambah bentangan alam Sipispis yang indah membuat perjalanan tidak terasa penat.

Sepanjang jalan akan kita temui tanaman karet yang rindang dengan padang rumput yang terawat. Juga tanaman sawit milik penduduk. Serta sedikit jalur berliku dan tanjakan sepanjang Desa Marjanji sampai ke Kantor Camat Sipispis. 

Di sisi lain tampak perkampungan dengan rumah-rumah penduduk terbuat dari beton. Tertata rapi, bersih dan terkesan mewah. 

Apakah ini satu indikasi taraf ekonomi masyarakat Sipispis membaik? Pasalnya, beberapa waktu lalu harga sawit dan karet sempat booming. Dampaknya tentu kepada peningkatan pendapatan mereka.

Kami tiba di Sigiutan pukul 13.00 WIB. Suhu 28°C saat kami tiba pekan lalu. Cukup sejuk. Padahal saat berangkat cuaca sangat terik. Mencapai 32°C.

Kenderaan tidak bisa langsung ke spot air terjunnya. Harus parkir di tempat yang telah disediakan oleh pengelola. Pengelolanya individu. Masyarakat sekitar. 

“Berapa biaya parkir bang?” tanya saya. 

“Sepuluh ribu,” jawab Parlin Damanik, pertugas parkir. 

Memang untuk kenderaan roda 4 dikenakan biaya parkir sebesar Rp 10.000. Kenderaan roda 2 sebesar Rp 5000. Becak dan kenderaan sejenis roda 3 dikenakan biaya Rp 7000.

Setelah itu kami berjalan kaki menuruni jalan yang disemen sepanjang 200 meter dengan kemiringan 20 derajat. 

Setiap orang dikenakan biaya masuk sebesar Rp 2000. Kami bayar cash. Petugas yang mengutipnya juga nyambi berjualan makanan ringan. Ia adalah satu-satunya penjual yang ada. 

Sigiutan adalah tempat yang pas bagi saya untuk melepas kepenatan. Merenung. Melihat diri. Untuk kembali memulai perjalanan. Singkatnya, ini sungguh wisata alam yang menyenangkan. #

Share:

Kamis, 23 Juni 2022

Sandiaga Uno Jajal Arung Jeram Sei Bahbolon


PATIMPUS.COM - Dalam rangka Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2022, Menteri Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI), Sandiaga Salahuddin Uno, menjajal Wisata Arung Jeram (Rafting) Sei Bahbolon di Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (23/6/2022) siang.

Didampingi Bupati Sergai H Darma Wijaya, Wakil Bupati Sergai H Adlin Tambunan, Sekdakab Sergai Faisal Hasrimy dan Forkopimda lainnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terlihat menikmati serunya derasnya arus Sungai Bahbolon di Kecamatan Sipispis.

Leader skipper Arung Jeram Sungai Bahbolon Fahrizal mengatakan momen yang luar biasa bisa mengarung satu perahu bersama Menparekraf, Bupati dan Wabup Sergai.

“degdegan sedikit, karena baru pertama kali bisa berlayar bersama Pak Menteri, Pak Sandiaga Uno,” ujarnya dengan wajah senang.

Ia juga menyebutkan bahwa momen spesial ini merupakan momen yang tak terlupakan baginya, karena anak-anak di desa jarang duduk di dekat menteri.

Sebelumnya, Menparekraf tiba di Desa Wisata Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, yang tahun ini masuk dalam nominasi 50 besar ADWI, disambut dengan penampilan tari Tortor Pengalo-Ngaloh sebagai tanda penyemangat dan restu kepada para tamu, dan disambut oleh Tuan Raja Balige dan Raja Padang.

Setelah berarung jeram, Sandiaga Uno akan melihat souvenir dan kuliner, kriya, fesyen khas Desa Wisata Buluh Duri. Souvenir yang akan dipamerkan berupa, alat tenun, anyaman rotan, anyaman tikar, sandal dan kuliner khas Buluh Duri. (sar)

Share:

Sabtu, 04 Juni 2022

Gubsu Apresiasi Family Ghatering PWI Sumut


PATIMPUS.COM - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memberikan apresiasinya kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut yang menggelar family gathering di Theme Park Pantai Cermin, Sabtu (4/6/2022).

Pantai Cermin menjadi lokasi perdana berkumpulnya keluarga para jurnalis se-Sumut ini setelah kegiatan serupa vakum selama satu dekade. Setidaknya hampir 1.000 orang meramaikan kegiatan.

Menurut Edy, andil wartawan dalam menyebarkan informasi sangat penting bagi pemerintah daerah. Apalagi jika informasi yang di sebarkan adalah mampu membangun daerah dan membuatnya lebih maju lagi.

“Dulu waktu kecil sering dibawa ke Pantai Cermin. Jadi begitu ada undangan, saya sempatkan kesini walau sudah ganti baju tiga kali saking banyaknya yang mengundang saya. Saya pikir wartawan ini tidak hanya bertemu dengan keluarga satu dengan lainnya, tapi bisa juga sambil membuat berita positif yang bisa membangun Sergai. Dulu Pantai Cermin ini, tidak begini. Sudah berubah lebih baik,” kata dia.

Turut hadir Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya. “Kami berterima kasih kepada kawan-kawan PWI Sumut yang memilih Theme Park Pantai Cermin sebagai lokasi temu ramah. Ini juga jadi salah satu sumber PAD bagi kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Wiwik itu juga menawarkan potensi tempat wisata lain yakni arung jeram Bah Bolon yang juga bisa menjadi salah satu lokasi berlibur bersama komunitas maupun keluarga. Ia yakin, peran serta wartawan mampu mempromosikan arung jeram yang masuk dalam 50 besar Desa Wisata Kemenparekraf RI

“Kami bukan cuma punya pantai, di daerah gunung kami punya arung jeram tepatnya di Buluh Duri Kecamatan Sipispis. Desa ini jadi perwakilan Sumut sebagai 50 Desa Wisata. Jadi gak cuma menikmati suasana pantai, kawan-kawan juga bisa merasakan segarnya aliran Sungai Bah Bolon sambil mengarung,” paparnya.

Sementara itu Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemkab Sergai yang sangat mendukung kegiatan family gathering ini.

“Terima kasih Pak Bupati, Pak Gubernur telah memenuhi undangan kami di acara ini. Setelah lama tidak berkegiatan melibatkan keluarga, hari ini kami bawa keluarga masing-masing ke Pantai Cermin untuk saling mengenal satu sama lain. Semoga bukan hanya silaturahmi antar keluarga kami saja yang tetap terjalin, tapi jalinan hangat dengan pemerintah daerah juga turut dilakukan,” ucapnya.

Kegiatan dimeriahkan dengan lucky draw dan fun games lainnya. Turut hadir Tokoh masyarakat Sumut yakni Datok Syamsul Arifin serta perwakilan unsur Forkopimda lainnya.(sar)

Share:

Minggu, 27 Maret 2022

Syaiful Ramadhan Ajak Warga Kelurahan Aur Berwisata Religi


PATIMPUS.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Syaiful Ramadhan wisata religi bersama warga Aur ke Pantai Sri Mersing, Desa Kuala Lama, Pantai Cermin, pada Minggu (27/3/2022).

Sebanyak 5 bus pariwisata dan 1 mini bus yang menampung ratusan warga terdiri dari warga Kampung Aur, jalan mantri , Pantai Burung dan warga sekitaran kantor Lurah Aur bergerak dari Jalan Pantai Burung menuju tempat wisata tersebut.

Syaiful Ramadhan mengatakan bahwa kegiatan wisata religi ini mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur dan semangat dalam menyambut Ramadhan.

Bang SR sapaan Syaiful Ramadhan melanjutkan tujuan paling penting kegiatan wisata religi ini untuk mempererat silaturahim sesama warga Kelurahan Aur.


"Alhamdulillah... Kegiatan kita ini merupakan wujud syukur kita dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dengan begini kita berharap ukhuwah silaturahmi kita semakin kuat sesama warga Aur," Ujar Syaiful.

Syaiful juga menyampaikan rasa terimakasih dan permohonan maafnya kepada warga. Dan juga meminta do'a kepada warga atas syukuran Anniversary Pernikahan yang ke 17 Tahun. 

"Bapak, Ibu, Puasa Ramadhan kan sebentar lagi, saya menyampampaikan rasa terima kasih atas dukungan saudara semua terhadap saya dan PKS. Saya mohon maaf apabila selama saya melaksanakan tugas dewan masih banyak kekurangan dan ada salah kata. Selain itu Do'akan saya semoga samawa dalam Anniversary pernikahan yang ke 17 Tahun," ucap Syaiful yang di aminkan warga.

Sementara itu Wina warga kampung aur merasa senang dan menyampaikan rasa terimaksih serta mendoakan Bang SR atas kegiatan wisata religi tersebut.

"Kami warga Kampung Aur amat senang atas kegiatan wisata religi ini. Terimaksih Pak Syaiful semoga tetap semangat melayani Rakyat. Dan selamat atas anniversary pernikahan yang ke 17 semoga sehat selalu dan samawa." Ujar wina yang sedang bersukaria.

Di lokasi wisata terlihat rombongan warga yang terdiri dari pengajian ibu Aisyah, Pengurus Badan Kenaziran Masjid, Remaja Masjid dan Tokoh Agama Ridwan Piliang turut hadir dan bahagia bersama keluarga masing-masing. (son)

Share:

Rabu, 02 Februari 2022

Jokowi Resmikan Pantai Bebas Parapat, Gubsu Berharap Jadi Magnet Wisatawan


PATIMPUS.COM - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendampingi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Kawasan Pantai Bebas Parapat, Kabupaten Simalungun, yang baru saja ditata, Rabu (2/2/2022). 


Tampak perubahan yang besar pada kawasan Pantai Bebas jika dibandingkan sebelum ditata. Banyak perubahan sana sini. Kini kawasan tersebut lebih cantik, serta memiliki berbagai fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat mulai dari jalur jogging, ampliteater, panggung geladak, menara pandang, dek pandang, area skateboard, area bermain, kios makanan, kamar kecil, dan parkir mobil. 


Edy Rahmayadi mengatakan, penataan Kawasan Pantai Bebas merupakan dukungan untuk memperindah Kawasan Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Diharapkan dapat menjadi magnet wisatawan untuk berkunjung ke kawasan tersebut. 


Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi di Sumut juga akan meningkat. "Dengan meningkatnya kunjungan kesini, kita harapkan wisatawan banyak membelanjakan uangnya ke sini, dengan begitu peningkatan ekonomi masyarakat pun meningkat," ujar Edy Rahmayadi, usai peresmian di Kawasan Pantai Bebas.


Proyek penataan Kawasan Pantai Bebas tersebut menggunakan biaya Rp84,6 miliar dan dibangun selama setahun, dimulai tahun 2020 dan selesai tahun 2021. Luas kawasan tersebut 10.000 meter persegi.


Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi menyampaikan, selain fasilitas pariwisata, infrastruktur diharapkan dapat terhubung dengan sejumlah kawasan wisata. 


"Semua kalau bisa itu diintegrasikan, tapi tidak mungkin dalam waktu dekat karena juga semuanya ada mana yang skala prioritas, mana yang berikutnya," ujarnya.


Turut bersama Presiden dan Gubernur, Menteri Koordinasi Bisang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. 


Rombongan tiba di Kawasan Pantai Bebas Parapat menggunakan sepeda motor. Setibanya di kawasan tersebut, rombongan disambut masyarakat yang sudah menunggu sejak pagi. (*)


Share:

Senin, 31 Januari 2022

TPL Distribusikan 7.300 Unit Vaksin Booster


PATIMPUS.COM - Dalam upaya mendukung pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 varian terbaru Omicron dan mencapai Herd Immunity (Kekebalan Kelompok), PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) menyelenggarakan Vaksinasi Booster Tahap III kepada masyarakat di wilayah pariwisata yang ada di Provinsi Sumatera Utara. 

Dimana wilayah tersebut juga berada di area sektor operasional perusahaan yaitu Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Samosir dan Kabupaten Simalungun.

Latar belakang program Vaksinasi Booster ini diinisiasi oleh PT TPL dan Mapala Universitas Indonesia (UI) yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dan Pemerintah masing-masing wilayah. 

Tujuannya adalah untuk menjaga imunitas masyarakat di daerah-daerah wisata yang cukup rentan tertular karena ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Selain Penyediaan Vaksin Booster yang total berjumlah 7300 Unit, PT TPL juga mendukung sepenuhnya operasional dan fasilitas kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar. Sejauh ini pelaksanaan bantuan Vaksinasi  sudah berjalan di 2 Kabupaten, yaitu dengan rincian tanggal 25 – 26 Januari 2022 di Tapanuli Utara 1300 Unit (Kecamatan Muara) dan tanggal 26 – 29 Januari 2022 di Samosir 6000 Unit (Kecamatan Simanindo, Pangururan dan sekitar).

Pelaksanaan Vaksinasi Booster ini dijadwalkan akan berlangsung hingga 09 Februari 2022, rencananya untuk Kabupaten Simalungun akan dilakukan di wilayah wisata Pematang Sidamanik. 

Kegiatan Vaksinasi Booster ini turut dihadiri oleh pemangku kepentingan di wilayah masing-masing, mulai dari Drs. Martua Sitanggang, MM (Wakil Bupati Samosir), Hurrycan Rajagukguk (Kepala Desa Sibandang – Kecamatan Muara) dan Edward Sihombing (Kepala UPT Puskesmas Muara). Untuk perwakilan managemen TPL dihadiri oleh Ramida Siringo-ringo (Community Development (CD) Manager), Tagor Manik (Government Relation Manager) dan Bahara Sibuea (Koordinator Humas Sektor Aek Raja).

CD Manager, Ramida Siringo-ringo, menyampaikan bahwa dengan dilakukannya Vaksinasi Booster ini akan mendukung mobilitas dan aktivitas di sektor pariwisata di masa pandemi semakin lebih baik.

“Harapannya jika mobilitas sudah lebih bebas maka pariwisata semakin terbangun, roda ekonomi masyarakat berputar dan daya tahan tubuh lebih baik sehingga meminimalisir terpapar Covid – 19. Intinya adalah putaran ekonomi masyarakat hidup kembali dan ekonomi lebih stabil nantinya,” ujar Ramida, Senin (31/01).

Ramida menambahkan, kegiatan ini direncanakan berlangsung hingga 09 Februari 2022, namun masing-masing dari dinas kesehatan kabupaten akan tetap melanjutkan hingga mencapai target yang diharapkan. Namun apabila target tidak tercapai, akan disalurkan ke kabupaten lainnya di Sumatera Utara.

Perwakilan dari Mapala UI, Muhammad Abror selaku Koordinator Vaksinasi, mengatakan program ini berdasarkan kegiatan yang dilakukan sebelumnya yaitu Kembara Banoa Toba selama tahun 2021 dan juga sebagai bentuk bakti sosial mahasiswa untuk masyarakat. Kembara Banua Toba sendiri merupakan salah satu kegiatan eksplorasi pengembangan pariwisata di wilayah sekitar Danau Toba.

“Masyarakat di daerah wisata sebagai pelaku wisata harus menjadi yang terdepan menyadari pentingnya vaksinasi untuk memperkuat imun sebagai faktor pendukung aktivitas wisata berjalan dengan baik di masa pandemi ini,’ sebut Abror.

Menurut Abror, secara keseluruhan antusias masyarakat yang mengikuti Vaksinasi Booster cukup tinggi karena banyak yang sudah memiliki kesadaran perihal pentingnya pemutusan rantai penyebaran Covid – 19. Sehingga diharapkan, setelah vaksinasi tercapai maka masyarakat akan lebih nyaman ketika menerima kadatangan wisatawan.

“Dukungan penuh yang diberikan oleh TPL dalam kegiatan ini tentu sangat baik dalam mendukung kebangkitan kawasan wisata di daerah Danau Toba. Hal ini yang sangat dibutuhkan dan tepat sasaran dengan kondisi situasi sekarang. Sesuai dengan visi misi pemerintah dan juga kami, untuk menyukseskan Danau Toba sebagai salah satu destinasi prioritas di Indonesia,” tambah Abror.

Adapun ungkapan terimakasih juga disampaikan Ibu Rasmen Sihombing dan Bapak Firman Rajagukguk,  mewakili warga Desa Sibandang, Kecamatan Muara, yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. 

“Kami senang mengikuti vaksinasi ini, tidak takut dan tenang saja seperti biasa saja. Semoga dengan bantuan perusahaan, kita semua sehat dan diberkati Tuhan sehingga terhindar dari segala marabahaya,” ucap Rasmen dan Firman.

Kepala Desa Sibandang, Hurrycan Rajagukguk yang di dampingi Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Muara, Edward Sihombing, sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh TPL kepada masyarakatnya. Disampaikan bahwa kini antusias warga sudah lebih tinggi disbanding saat vaksinasi tahap I dan II sebelumnya.

“Masih ada rasa takut ketika vaksinasi di awal-awal pandemi dulu, sehingga sulit untuk menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat disini. Namun setelah ada sosialisasi yang disampaikan, perlahan-lahan rasa takut sudah mulai menghilang dan hari ini kita bias melihat antusias yang lebih tinggi dari sebelumnya. Kami sangat senang dan menghargai aksi kepedulian yang diberikan oleh TPL dan Mapala UI dalam kegiatan vaksinasi ini. Semoga kelak terjalin sinergi yang semakin baik ke depannya,” tukas Hurrycan.

Hurrycan pun turut menghimbau seluruh masyarakat di desanya, agar senantiasa menjaga kesehatan serta tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat dapat terhindar dari segala bentuk penyakit dan dapat beraktivitas normal. (don)


Share:

Minggu, 10 Oktober 2021

Dilapor ke Polisi, AM Cs Malah Bikin Portal di Wisata Puncak Laut Tawar


PATIMPUS.COM - Pemilik lahan Wisata Puncak Laut Tawar Simalungun, Karya Bhakti Purba telah melaporkan dugaan penyerobotan lahan oleh PT SPS yang dilakukan pria bernama AM dan rekan-rekannya belum lama ini.

Bukannya mundur, AM Cs justru semakin menjadi-jadi dengan melakukan segala aktifitas penguasaan fisik di bukit yang tengah viral di media sosial itu.

AM Cs kini membuat palang atau portal di lokasi tersebut. Anehnya, tindakan pemasangan portal ini dilakukan usai kedatangan Tim dari Polres Simalungun dan BPN ke lokasi.

Penerima Kuasa Penuh untuk mengelola menjadi lokasi Pariwisata (akta notaris) dari Pemilik Tanah, Benson Kaban mengatakan AM Cs juga telah membakar pondok yang tadinya berfungsi sebagai kantin dan mengeluarkan dengan paksa seluruh isi barang-barang kantin di puncak Laut Tawar tersebut.

"Mereka bahkan menjadikan mushola sebagai base camp untuk orang jaga malam. Tindakannya ini benar-benar keterlaluan," kesal Benson, Sabtu (9/10/2021)

Marjan Girsang selaku koordinator tanamanan pangan mengatakan pihak PT SPS mendozer tanaman warga seperti padi, jagung, kol, kentang, bawang dan kopi di areal perladangan tersebut. 

Padahal areal itu sedang dalam persiapan pengembangan dengan nama Roemah Tuan Agroforestry, pidzem madu atau kotak lebah untuk produksi madu hutan, serta pengembangan tanaman tembakau. Akan tetapi semuanya sudah dirusak oleh AM Cs.

Anehnya lagi, kata Benson, mereka justru mempromosikan lokasi ini sebagai lokasi wisata miliknya lewat platform FB nya sudah dikasih nama Taman Bunga Soadamara dan Rest Area SPS Nauli bahkan mereka juga menawarkan tanah bagi yang ingin membuat villa di lokasi.

Terkait terteranya nomor sertifikat tanah dalam plank yang didirikan AM Cs, Benson menduga sertifikat PT SPS itu bukan berstatus SHM melainkan HGU atau HBG.

"Pertanyaannya jika memang HGU atau HGB, PT SPS mendapatkan hak tersebut dari mana?? HGU dan HGB bukan hak milik, mirip hak sewa. Jika PT SPS punya sertifikat HGU, tidak ada pernah usaha PT SPS di lokasi tersebut, fisik tanah pun tidak pernah dipegang kecuali yang 2 ha ini dengan ala koboy. Jika HGB tidak ada pernah mereka membangun dengan Bangunannya yang di Sertifikatnya. Intinya tanah bukan milik PT SPS," tegas Benson.

Itu juga yang menjadi alasan Benson enggan menemui oknum preman yang mengatasnamakan PT SPS ini. 

"Maka saya sebagai pribadi, tidak mau menemui bahkan menghubungi nomor konfirmasi yang dipasang di plank. Feeling saya, gaya dagang seperti ini akan bangkrut dengan sendirinya. menakut-nakuti, hanya orang penakut yang takut. Coba dijebak ya orang bodoh yang terjebak. Coba dibujuk orang yang tidak punya pendirian yang bisa disogok, jika kita bebas tiga hal ini kita akan bebas tanpa hambatan, sepanjang kita berpegang teguh kepada nilai-nilai kebebaran, data dan fakta," ujar Benson Kaban akhiri wawancara kepada media di sekitar Kantor Camat Pematang Silima Huta, Tiga Raja. 

Sebelumnya, pemilik lahan wisata Puncak Laut Tawar bernama Karya Bhakti Purba melaporkan oknum yang mengatasnamakan PT SPS karena diduga telah menyerobot lahan dan melakukan tindakan arogan mengusir pengelola kantin serta mencabut plank Lokasi Puncak Laut Tawar, Rabu (6/10).

Karya Bhakti melaporkan oknum yang berinisial AM tersebut atas peristiwa pelanggaran pidana UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 385 yang terjadi pada tanggal 14 September 2021 di Dusun Hapoan Naga Meriah, Kabupaten Simalungun.

Laporan itu bernomor surat STPL/178/X/2021/SPKT/RES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT tertanggal 6 Oktober 2021.

"Ini tampaknya kita berhadapan dengan manusia buta hati nurani yang sesuka hatinya buat tindakan," ujar Karya Bhakti mengeluhkan atas situasi yang dihadapinya. 

Ia mengesalkan tindakan PT SPS dan AM Cs yang diduga menyerobot lahannya dan mengaku sebagai pemilik. Padahal Karya Bhakti memiliki sertifikat tanah berstatus SHM.

"Jelas-jelas saya membeli tanah dari warga desa dan banyak saksinya, tanah saya selain sebagian besar adalah SHM (Sertifikat Hak Milik) dengan 7 Pucuk Sertipikat. 3 Pucuk surat Dengan Akta Jual beli dinotaris yang sebagai besar warga desa ikut menjual dengen pelepasan hak yang jelas, tanah yang dipuncak merupakan tanah kampung (kepemikikan kolektif) yang dijual ke saya," ujar Karya Bhakti Purba.

 Sementara sebagian lainnya, ia beli dari warga setempat dengan surat desa. 

"Selama ini tidak ada masalah, maka saya terkejut dengan tindakan brutal ini," keluhnya.

Terkait persoalan ini pihak PT SPS yakni AM belum memberikan tanggapan. Saat dikirimkan pesan lewat Whatsapp beberapa waktu lalu, AM mengatakan akan segera memberi kabar. (*)

Share:

Kamis, 07 Oktober 2021

Wisata Puncak Laut Tawar Diserobot, Pemilik Lahan Adukan Oknum PT SPS


PATIMPUS.COM - Karya Bhakti Purba, selaku pemilik lahan wisata Puncak Laut Tawar melaporkan oknum yang mengatasnamakan PT SPS, karena diduga telah menyerobot lahan dan melakukan tindakan arogan mengusir pengelola kantin serta mencabut plank lokasi tersebut, Rabu (6/10/2021).

Karya Bhakti melaporkan oknum yang berinisial AM tersebut atas peristiwa pelanggaran pidana UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 385 yang terjadi pada tanggal 14 September 2021 di Dusun Hapoan Naga Meriah, Kabupaten Simalungun.

Laporan itu bernomor surat STPL/178/X/2021/SPKT/RES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT tertanggal 6 Oktober 2021.

“Ya, sudah selesai laporkan ppukul 23.30 WIB ke Polres Simalungun oknum yang berinisial AM tersebut,” kata Benson Kaban selaku penerima Kuasa Kelola Lahan sebagai Usaha Pariwisata dan juga saksi dalam pengaduan tersebut.

Benson saat ini mempromomosikan lokasi tersebut secara keseluruhan dengan nama Taman Ekowisata Semenanjung Danau Toba, terdiri dari Puncak Laut Tawar, Bukit Sinarta, Mega Panorama dan Situs Roemah Toean Agro.

Benson menjelaskan AM Cs memasang Plank berisi Tanah Ini Milik PT SPS yakni Mayjend (Purn) Haposan Silalahi, membawa material bangunan berupa pasir dan batu, tenaga kerja Untuk membabat, memasukkan alat berat berupa dozer dan terakhir merusak plank.

Mereka, kata Benson juga dengan arogan mengusir pengelola dan menduduki lahan dan mengganti nama lokasi Taman Bunga Soadamara dan Rest Area SPS Nauli.

Pihak Karya Bhakti memutuskan mengadu ke pihak kepolisian karena tindakan AM semakin menjadi-jadi dengan terakhir melakukan pengusiran.

Sebelumnya pihak pengelola dan pemilik tanah telah bersepakat dengan warga desa untuk meminta pendapat dari Camat Pamatang Silima Huta, Rabu, Pukul 10.30 WIB, terkait persoalan ini.

Sepulang dari Kantor Camat Pemilik Tanah di dampingi Perwakilan warga dan Tokoh masyarakat mendampingi Proses pengaduan ke Polres Simalungun di Pematang Raya.

Benson Kaban mengakui sejak lahan dibukanya dari bulan Maret 2021 tidak pernah menuai persoalan di lapangan dan dari pengelola lama bernama Marjan Girsang sejak menerima Surat Kuasa mengusahai lahan pertanian dari tahun 2013 menuturkan juga tidak pernah mengalami masalah di lapangan.

Menurut Benson, pemilik tanah yakni Karya Bhakti juga menegaskan, tanah bukan digarap tapi dimiliki dengan proses jual beli, seluruh warga desa tahu dan banyak warga sebagai saksi dari keabsahan kepemilikan lahan tersebut.

Sebelumnya, per tanggal 17 Septemper 2021 Pemilik Tanah dan warga Dusun Hoppoan sudah mengadukan tindakan aktivitas pemasangan Plank PT SPS ke kantor Camat, dan hasilnya pada tanggal 22 September 2021 sudah terbit Surat Atas Kepala Desa Sinar Naga Mariah untuk meminta menghentikan seluruh aktivitas dan mengarahkan untuk menempuh proses hukum.

Namun, surat tersebut diabaikan, maka pihak Karya Bhakti membuat pengaduan ke polres Simalungun per tanggal 6 September 2021 setelah konsultasi bersama Camat yang di dampingi warga Dusun Hoppoan.

Benson mengatakan meskipun ada persoalan ini, lokasi wisata Laut Tawar masih berjalan seperti biasa, bahkan kutipan biaya retribusi masuk pengunjung ditiadakan.

“Walaupun ada riak kecil, ada sejenis the agreement gentelmen sebagai sesama pengelola wisata, tamu yang masuk tetap dilayani bagaikan raja. Dan saat ini pengutipan biaya masuk ditiadakan alias gratis untuk umum karena kami tidak mau ada rebutan pengutipan retribusi yang membuat pengunjung tidak nyaman,” katanya.

Terkait hal ini, AM yang dikonfirmasi lewat telepon dan Whatsapp mengatakan belum ada waktu untuk menjawab dan segera mengatur waktu bertemu para wartawan. 

Intinya Kanit Reskrim Polres Simalungun sudah datang ke lokasi membawa BPN berdasarkan Pengaduan PT.SPS, "kami bisa menunjukkan Legalitas Sertifikat Hak Milik dan Pembuktian dari warga desa Hoppoan bahwa Tanah itu di Jual ke Karya Bhakti Purba," ujar Marjan Girsang. (*)

Share:

Senin, 27 September 2021

PT SPS Tanam Pohon Eucalyptus Anti Kebakaran di Sipiso-Piso


PATIMPUS.COM - PT Sipiso-Piso Soadamara (SPS) berhasil mencegah kebakaran hutan bukit Sipiso-Piso lebih luas lagi dengan melakukan penanaman pojon Eucalyptus sejak 10 tahun lalu.

Menurut Amongta Malau sebagai pihak PT SPS danjuga sebagai penggiat Wisata di kawasan Simalungun, dalam 10 tahun terakhir di sebelah bukit Sipiso-Piso dibagian Rest Area Sipiso-Piso Nauli tidak pernah mengalami kebakaran hutan, sementara sebagiannya sudah terbakar.

"Kenapa di bagian bukit kami tidak terbakar? Karena kita dapat mengelola kawasan ini dengan baik, dengan menanam pohon eucalyptus," kata Amongta Malau selaku pihak PT SPS, Senin (27/0/2021).

Dikatakannya, pihaknya selain membangun objek wisata juga ikut menghijaukan perbukitan dalam menanam pohon Eucalyptus dan bahkan sudah sekali dipanen masyarakat. Dipercaya pohon ini selain dapat mencegah kebakaran hutan juga dapat menambah penghijauan di sekitar kawasan tersebut.

"Kita punya 4 kawasan yang akan kita bangun, dari restoran, camping ground, lapangan golf, taman bunga dan ini sudah kita bangun perlahan lahan, dan semoga pembangunan ini cepat selesai," ujarnya.

Selain itu, Amongta berharap dengan dibangunnya tempat wisata baru ini akan menambah kawasan wisata di daerah Simalungun. Dan pembangunan ini bukan hanya semata mata untuk bisnis saja tetapi untuk melestarikan budaya dan keasrian kawasan tersebut, dan tentunya mengutamakan kesejahteraan masyarakat. 

"Lahan kita kurang lebih ada 150 hektar, di kawasan Dusun Hoppoan, Desa Sinar Naga Mariah Kec. Pamatang Silima Huta Kab. Simalungun, dimana kawasan ini berbatasan dengan Tanah Karo, terutama di kaki bukit Sipiso-Piso," ujarnya.

Amongta Malau saat ini memfokuskan diri mengembangkan wisata di kawasan Simalungun, dan PT SPS sudah berkiprah sejak tahun 90 an mengembangkan wisata Danau Toba, didirikan oleh Mayjend (Purn) Haposan Silalahi sebagai Direktur Utama, saat ini kuasa Direkturnya di oprasikan oleh Tapian Nauli Malau. (*)

Share:

Minggu, 06 Juni 2021

PFI Medan Kampanyekan Konservasi Berkelanjutan Pada Hari Lingkungan Hidup Se Dunia


PATIMPUS.COM  -  Di Sumatera Utara, para jurnalis yang berhimpun di dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, memperingati Hari Lingkungan Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni di Taman Cadika, Sabtu (5/6/2021).

PFI Medan bersama Coca-cola Europasific Partners Indonesia melakukan raangkaian acaranya, seperti menanam pohon, aksi bersih danau, pameran foto karya anggota PFI, penyerahan CSR Coca-Cola untuk Pandawa Kayak hingga bincang-bincang soal konservasi lingkungan dari sejumlah narasumber berkompeten.


Ketua PFI Medan Rahmad Suryadi mengatakan, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini, mereka berharap kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dapat meningkat. Khususnya di Kota Medan, sebagai salah satu kota besar di Indonesia.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini hanyalah sebuah momentum supaya kita bisa tetap mengingat pentingnya keberlangsungan untuk menjaga lingkungan. Sebagai manusia yang hidup di bumi, sejatinya kita setiap hari harus menjaga lingkungan dari kerusakan yang terus terjadi,” ujar Rahmad.

Peringatan ini, kata Rahmad, hanya langkah kecil untuk memulai kepedulian dengan lingkungan dari diri sendiri. Apalagi di tengah pandemik COVID-19 yang masih terjadi. Menanam pohon bisa menambah tingkat kadar oksigen yang berdampak pada kesehatan tubuh.


“Kita hari ini melakukan penanaman pohon. Sebagai jurnalis, kita juga harus memiliki tanggungjawab untuk melakukan proses penyadaran kepada masyarakat. Selain dari pemberitaan, kita juga harus turun langsung melakukan aksi nyata untuk lingkungan. Jika masyarakat terus peduli dengan lingkungan, yakinlah lingkungan juga akan memberikan dampak yang baik untuk kita,” ujar Rahmad.

 Sementara itu, Corporate Affairs Executive, Northern & Central Sumatera Region Coca Cola Europacific Partnership Angga Harahap mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PFI Medan. Angga mengatakan, pihaknya siap mendukung kegiatan yang mengangkat tema konservasi lingkungan. Karena selama ini, pihaknya juga berkomitmen memberikan kontribusi terhadap lingkungan.

“Kami di Coca-cola juga punya program yang kami sebut City Clean Up dan Trees Planting. Setiap tahun ini kita lakukan. Kita juga terus membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga yang punya kepedulian terhadap lingkungan. Tahun ini kita bekerjasama dengan PFI Medan. Ini bentuk komitmen perusahaan kami terkait kepedulian terhadap lingkungan. Operasional kita juga selalu patuh terhadap peraturan lingkungan. Kita juga terus berupaya berkontribusi terhadap lingkungan di sekitar kita. Kami apresiasi kepada seluruh yang mendukung acara ini. Harapannya kita semua bisa berkontribusi terhadap kelestarian bumi,” ujar Angga.

Dalam acara itu, PFI Medan juga menghadirkan pembicara berkompeten di bidang lingkungan. Antara lain, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, Muhammad Husni, Founder STFJ Bambang Saswanda dan Direktur Conservation Response Unit (CRU) Aceh Wahdi Azmi.


Dalam diskusi interaktif yang dipandu Youtuber kondang Wak Kombur, ketiga pembicara banyak memberikan pemahaman soal pentingnya kepedulian akan lingkungan. Muhammad Husni mengatakan, perlu kolaborasi antara pegiat lingkungan dan pemerintah untuk efektivitas menjaga lingkungan dari kerusakan. Bagi Husni, jika bisa dimaksimalkan, sinergisitas ini sangat membantu pemerintah, khususnya Kota Medan untuk menjamin lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Lingkungan yang baik, kata Husni, sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Apalagi, tidak menutup kemungkinan, upaya pelestarian lingkungan juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat. Salah satu contohnya selama pandemik COVID-19. Tidak sedikit masyarakat yang beralih untuk menggunakan obat-obatan herbal yang bisa ditanam di halaman rumah.

“Ini menjadi salah satu potensi yang baik. Konservasi lingkungan juga harus berkelanjutan. Yakinlah, jika proses konservasi ini bisa dikolaborasi dengan baik maka akan menjadi mata rantai ekonomi yang bisa menambah penghasilan masyarakat. Berwawasan lingkungan harus berdampingan dengan wawasan ekonomi,” ujar laki-laki yang juga pegiat Pramuka itu.

Sementara itu, Founder STFJ yang juga pegiat di TFCA Bambang Saswanda kembali menegaskan pentingnya peran media dalam konservasi. Para jurnalis harus menjadi pionir paling depan untuk mengawal isu-isu lingkungan. Jurnalis punya tanggungjawab untuk membentuk perspektif publik soal pentingnya menjaga lingkungan.

“Konservasi adalah dunia yang sangat kompleks. Tidak bisa hanya menggelontorkan uang, kemudian konservasi selesai. Perlu peran kolaboratif dari kawan kawan media. Jurnalis harus terlibat aktif dalam persoalan lingkungan. Sehingga publik bisa mendapat informasi yang jernih. Para jurnalis dengan pemberitaannya bisa mempengaruhi kebijakan yang berpihak pada lingkungan,” ujarnya.

Senada, Direktur CRU Wahdi Azmi juga mengajak para jurnalis untuk terlibat aktif dalam upaya konservasi. Wahdi bercerita bagaimana pengalamannya membangun jaringan jurnalis untuk konservasi gajah di kawasan Aceh.

“Saya selalu menantang, para jurnalis juga ikut berkontribusi dan terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan. Jurnalis harus punya peran signifikan dalam perlindungan lingkungan. Konservasi ini adalah soal penting. Ada ancaman serius jika kita tidak menjaga alam,” pungkasnya.

Sejarahnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan acara tahunan terbesar yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Gelaran ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya alam dan penghijauan. PBB pertama kali menetapkan Hari Lingkungan  Hidup Sedunia pada 1972 yang merupakan hari pertama Konferensi Stockholm tentang lingkungan manusia.


Tahun ini, tema yang diangkat adalah Restorasi Ekosistem. Pakistan menjadi tuan rumah dalam Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021.

Peringatan yang digelar oleh PFI Medan juga melibatkan sejumlah lembaga yang fokus pada isu lingkungan. Antara lain, Sumatra Tropical Forest Journalist (STFJ), Tropical Forest Conservation Action for Sumatera (TFCA-Sumatera), Leuser Conservation Partnership, Explore Sumatera, Pandawa Kayak, Perhimpunan Pemuda Pemudi Kampung Sejahtera (PPPKS), Vertical Rescue Indonesia (VRI), Sekolah Az Zakiyah, B’Ge Creative Workshop dan Focus Organizer. Seluruh rangkaian acara tetap menegakkan protokol kesehatan di tengah pandemik COVID-19.  (Son)

Share:

Minggu, 16 Mei 2021

Puncak Libur Lebaran, Warga Medan Nikmati Wisata Perahu Kayak



PATIMPUS.COM - Libur Lebaran Idul Fitri 1442 H memasuki puncaknya pada Minggu (16/5/2021). Dengan liburan yang singkat ini, wisatawan lokal Kota Medan, memilih menikmati tempat-tempat wisata terdekat.

Seperti di Taman Cadika, yang terletak di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Wisatawan lokal berdatangan dari pagi hingga sore hari untuk menikmati suasana taman yang dikelola oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.

Wisatawan yang datang ke Taman Cadika ini tak perlu cemas merogoh kocek yang banyak. Untuk memasuki kawasan ini, tidak perlu membeli karcis masuk alias gratis. Sedangkan parkir kendaraan roda dua cukup membayar Rp 2000 dan mobil Rp 3000.

Begitu juga dengan lapak untuk bersantai, bebas di mana saja dan tidak dipungut bayaran.

Di Taman Cadika ini, tersedia beberapa wahana bermain untuk anak-anak. Seperti menunggang kuda, mandi bola, taman balon dan melukis. Untuk menikmati wahana tersebut, wisatawan dikenakan biaya yang masih bisa dijangkau.

Jika kita berjalan lebih ke dalam lagi, kita harus melewati jembatan gantung yang di bawahnya terdapat Danau Paya Badau. Di danau tersebut berseliweran perahu-perahu kayak yang ditumpangi oleh wisatawan.

Perahu kayak tersebut dapat kita sewa di Pandawa Kayak yang berkapasitas 2 orang dengan harga Rp 50 ribu perjam. Wisatawan akan dilengkapi dengan rompi pelampung dan helm serta dayung agar bisa menyusuri Danau Paya Badau.

Adi Pandawa selaku Founder Pandawa Kayak, mengatakan sejak H+2 Lebaran, Pandawa Kayak ramai dikunjungi wisatawan lokal, baik dari Medan maupun dari luar Kota Medan.

"Hari Minggu ini merupakan puncak dari masyarakat yang mengunjungi Pandawa Kayak yang berada di Taman Cadika. Tidak sedikit para pengunjung ingin merasakan menaiki perahu Kayak dengan perahu lain yang sudah kita sediakan," katanya di lokasi Pandawa Kayak.

Adi Pandawa menuturkan dengan harga sewa Kayak Rp 50 ribu tersebut, sudah termasuk guide, asuranai dari jasaraharja dan dokumentasi yang disediakan oleh photografer mereka.

Pandawa mengaku pihaknya menyediakan waktu 30 sampai 60 menit kepada masyarakat untuk kayak di atas perahu. 

"Kita sediakan dua termin waktu bagi masyarakat yang ingin kayak. Di situ juga ada guide nya," katanya.

Sementara itu, Ronita Jayanti Boru Purba yang dijumpai di Pandawa Kayak mengaku dirinya memilih berlibur di Pandawa Kayak Taman Cadika karena rekomendasi dari temannya.

"Kata teman di sini tempatnya asik dan sangat asri. Makanya saya penasaran dan saya coba. Ternyata betul, tempatnya nyaman dan cocok untuk habiskan akhir pekan di sini," ujarnya.

Warga Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan ini mengaku baru pertama kali ke Pandawa Kayak. 

"Ternyata tempatnya asik. Dan saya akan merekomendasikan tempat ini sebagai tempat liburan kepada teman-teman saya," katanya.

Pengunjung lain, Nuri Sarini Purba mengaku tempat ini harus terus dilestarikan sebagai tempat wisata Kota Medan. Selain tempatnya yang asri, juga pemandangan alamnya juga sangat mumpuni.

"Cocoklah tempatnya untuk menghilangkan penat dari hiruk pikuk rutinitas yang selalu dijalani," pungkasnya. (don)

Share:

2 Preman Pengeroyok Wisatawan Danau Lau Kawar Diciduk Polisi


PATIMPUS.COM - Dua pelaku penganiayaan terhadap satu keluarga wisatawan di Danau Lau Kawar, Tanah Karo, diringkus petugas Polsek Simpang Empat, Sabtu (15/5/2021) jam 23.30 WIB, tengah malam.

Keduanya, yang diduga otak pelaku penganiayaan, masing-masing berinisial NS dan GAS, dibekuk di kediamannya  di Jalan Samura, Kabanjahe.

Kapolsek Simpang Empat, AKP Ridwan Harahap, Minggu (16/5/2021) dinihari mengatakan pihaknya telah menangkap dua orang yang diduga otak pelaku penganiayaan satu keluarga yang ingin berlibur di lokasi wisata Danau Lau Kawar pada Kamis (13/5/2021).

"Ya, sudah. Saat ini sudah berada di Mapolsek Simpang Empat untuk dilakukan pengembangan dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka," kata AKP Ridwan.

Baca Juga : Wisatawan Dikeroyok 20 Preman Danau Lau Kawar

Sebelumnya, kedua pelaku bersama puluhan preman menghentiikan laju mobil yang dikendarai Ade Chandra bersama keluarganya, warga Jalan Masjid, Kelurahan Tanjung Mulgap, Berastagi, yang hendak ke Danau Lau Kawar untuk berwisata.

Di pintu masuk itu, para pelaku meminta uang masuk kepada Ade Chandra. Karena dirasa mahal, Ade Chandra pun protes sehingga terjadi adu mulut.

Alhasil, para pelaku yang salah satunya bernama Nefra Sitepu, anak seorang Kepala Desa Sukanalu, Kecamatan Naman Teran, mengeroyok Ade Chandra dan keluarganya.

Kasus itu pun akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib yang berujung ditangkapnya dua orang diduga pelaku.

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat