MEDAN (patimpus.com) - Sebanyak 360 jamaah calon haji (Calhaj) dan petugas haji Kloter 4 yang berasal dari 9 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara tiba di Asrama Haji Embarkasi Medan pada Jumat (24/4/2026) siang.
Para tamu Allah itu diarahkan memasuki Aula Jabal Nur untuk mengikut proses layanan one stop service (layanan satu atap), seperti Pemeriksaan Kesehatan, Penyerahan SPMA, Penyerahan Konkarde, Penyerahan Gelang, Penyerahan Boarding Pass, Penyerahan Pasport dan Visa, Penyerahan Living Cost masing-masing jamaah sebesar 750 Riyal, Penyerahan Kartu Nusuk, dan akhirnya istirahat di Hotel Madinah Al-Munawaroh Asrama Haji Embarkasi Medan.
Adapun Calhaj Kloter 4 yang berasal dari 9 Kabupaten/Kota ini terdiri dari Kabupaten Baru Bara sebanyak 187 jamaah, Kota Tebing Tinggi 81 jamaah, Kabupaten Dairi 17 jamaah, Kabupaten Karo 13 jamaah, Kabupaten Langkat 45 jamaah, Kabupaten Serdang Bedagai 4 jamaah, Kota Gunung Sitoli 5 jamaah, Kota Medan 1 jamaah dan Binjai 1 jamaah.
Jamaah haji Kloter 4 ini dipimpin Muhammad Reza Pahlevi dibantu 1 orang Petugas Haji Daerah (PHD) Kota Tebing Tinggi, 1 orang PHD dari Kabupaten Deli Serdang, 1 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan 2 orang Tenaga Kesehatan Haji/Tim Kesehatan Haji (TKH).
360 jamaah Calhaj yang terdiri dari 150 laki-laki dan 210 perempuan ini disambut oleh Sekretaris Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia (RI), Zainal Abidin bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Sumut, Zulkifli Sitorus serta pejabat lainnya.
Sekretaris Itjen Kemenhaj RI, Zainal Abidin dalam sambutannya mengatakan berbeda dari tahun sebelumnya yang dibagikan di Arab Saudi, kartu Nusuk ini baru pertama kalinya dibagikan sebagai identitas jamaah haji dan diaktifkan saat para jamaah berada di embarkasi.
Zainal Abidin berharap agar jamaah menjaga kartu Nusuk tersebut dengan baik dan aman karena itu merupakan dokumen resmi sebagai jaminan status hukum jamaah saat melaksanakan ibadah haji.
"Kartu Nusuk adalah dokumen resmi yang menjamin status hukum jamaah dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan ibadah dengan lancar, dalam sistem terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mencapai standar organisasi dan keamanan tertinggi di tempat-tempat suci,” ungkap Zainal.
Ia menambahkan lagi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan bahwa kartu Nusuk merupakan alat utama untuk mengatur masuknya jamaah ke Makkah dan Masjidil Haram, mempermudah pergerakan mereka antar tempat suci sehingga dapat meningkatkan kelancaran pergerakan dan mengurangi kemacetan, sesuai dengan rencana operasional yang tepat untuk manajemen kerumunan.
Selain itu, sebagai bagian dari transformasi digitalnya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga telah menyediakan versi digital kartu Nusuk yang dapat diakses melalui aplikasi Nusuk dan Tawakkalna.
Hal ini memungkinkan para jamaah haji untuk mengakses data mereka secara instan dan mempermudah proses verifikasi serta akses ke layanan terkait haji kapan saja.
Kartu ini merupakan identitas resmi yang dikeluarkan untuk semua jamaah haji dan umrah serta mereka yang bekerja di dalam sistem haji.
Menurut Kementerian Haji dan Umrah, inisiatif ini bertujuan untuk memberikan fasilitas khusus, penawaran, dan diskon kepada pemegang kartu Nusuk dari entitas nasional terkemuka di berbagai sektor.
Detail entitas tersebut dapat diperoleh dari platform Nusuk, dan ini termasuk sektor-sektor seperti ritel, transportasi, katering, perhotelan, kesehatan, dan hiburan.
Informasi yang diterima awak media, para jamaah haji Kloter 4 ini dijadwalkan akan take off dari Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) menuju Arab Saudi pada Sabtu siang 25 April 2026, pukul 13.05 WIB. (Soni)
« Prev Post
Next Post »


Posting Komentar