Kabir Bedi Tegaskan Pegawai PDAM Harus Memiliki Kompetensi di Bidangnya
| Minggu, Desember 17, 2023

By On Minggu, Desember 17, 2023


PATIMPUS.COM - Pendidikan dan pelatihan manajemen perusahaan air minum berbasis kompetensi angkatan ke 143 yang dilaksanakan oleh Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Sumatera Utara pada Sabtu (16/12) kemarin di Medan telah berakhir. 


Pelatihan yang berlangsung mulai 11 s/d 16 Desember 2023 diikuti 21 orang pegawai dari berbagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada di Sumatera Utara untuk tingkat muda.


"Pegawai harus memiliki kompetensi di bidangnya," kata Wakil Ketua Umum Perpamsi Pusat Kabir Bedi ketika dihubungi melalui telepon selularnya Minggu (17/12).


Dikatakan Kabir Bedi saat ini pegawai dituntut berkompeten dalam bidang pekerjaannya masing-masing sebab kemajuan teknologi dan zaman yang terus berkembang mengharuskan pegawai berkompeten sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik.


Kabir Bedi juga berharap pegawai yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan selama enam hari yang dinyatakan telah berkompeten oleh para pengajar maupun penguji mampu menerapkannya di pekerjaan masing-masing.


"Saya berharap pegawai yang sudah dinyatakan kompeten memiliki nilai lebih dalam bekerja dan disiplin yang tinggi dalam bertugas sehingga yang dikerjakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Kabir Bedi yang juga Ketua Aquatik Sumut ini. (don)

Forwakes Sumut Ajak Mahasiswa USU Kenali dan cegah HIV/AIDS
| Sabtu, Desember 16, 2023

By On Sabtu, Desember 16, 2023


PATIMPUS.COM - Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut menggelar Seminar Kesehatan Hari Aids Se Dunia Kenal, Cegah dan Stop Stigma pada ODHIV (Orang Dengan HIV) yang diadakan di RS Universitas Sumatera Utara, Sabtu (16/12/2023).


Seminar ini untuk memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2023 tersebut menghadirkan empat pemateri yakni dr M Irfan Lubis selaku Tim HIV RSP CPL USU/DPJP Penyakit Dalam; Novita Saragih selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut; Eban Totonta Kaban selaku Pembina Yayasan Medan Plus; dr Pebri Warita selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSP CPL USU; Walter selaku Ketua Komite Keperawatan/Konselor HIV/AIDS RSP CPL USU.


Ketua Forwakes, Mahbubah Lubis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dalam seminar kali ini, seperti RS USU, BPJS Kesehatan, IAKMI, PMI Medan, Dinas Kesehatan Sumut, RSUD dr Pirngadi Medan dan juga Ikatan Dokter Indonesia.


Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin diwakili Dokter Yulinda Elfi Nasution saat membuka seminar tersebut mengatakan kasus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 


"Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumut, kasus HIV kumulatif (1992 - Oktober 2023) tercatat mencapai 25.665 kasus. Untuk kasus baru pada periode Januari - Oktober 2023 sebanyak 2.928 orang di Sumut yang HIV serta jumlah ODHIV (Orang Dengan HIV) yang sedang minum obat sebanyak 8.885 orang," katanya 


Keberhasilan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, tambahnya, sangat ditentukan oleh kerjasama seluruh jajaran lintas sektor. Sasaran pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia adalah mencapai 3 Zeroes yaitu tidak adalagi kasus HIV tidak adalagi kematian terkait AIDS dan tidak adalagi stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV menuju ending AIDS Tahun 2030.


"Hari AIDS se dunia setiap tahunnya diperingati setiap 1 Desember 2023. Kita mengajak segenap pemangku kepentingan dan lapisan masyarakat untuk semakin memperkuat komitmen peran serta dan dukungan dalam mencegah dan mengendalikan HIV/AIDS guna mencapai ending AIDS tahun 2030," jelasnya.


Dalam paparannya Tim HIV RSP CPL USU/DPJP Penyakit Dalam M Irfan Lubis mengatakan HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.  Sedangkan AIDS kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. 


"Kasus HIV meningkat karena lambatnya deteksi dini. Untuk mencegah penularan HIV/AIDS di antaranya tidak melakukan seks sebelum nikah, setia pada satu pasangan, gunakan kondom atau alat kontrasepsi lain saat berhubungan seks, hindari narkoba dan penggunaan alat suntik bekas, edukasi mengenai HIV," ujarnya.


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut, Novita Saragih menyampaikan secara kumulatif hingga Oktober 2023, wilayah tertinggi ditemukan kasus HIV/AIDS yakni Kota Medan mencapai 15.331 kasus, Deliserdang 2.607 kasus, Karo 1.006 kasus, Pematang Siantar 898 kasus, Labuhanbatu 718 kasus dan Nias 576 kasus. 


"Medan tertinggi ditemukan kasus HIV/AIDS karena penduduknya lebih banyak. Selain itu, peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS karena orang orang sudah sadar untuk memeriksakan dirinya akhirnya tempat pelayanan kita juga bertambah banyak," urainya.


Pembina Yayasan Medan Plus Eban Totonta Kaban menambahkan pihaknya sudah mendampingi lebih dari 25 ribu orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Dia berharap ke depannya ODHIV tak lagi mendapatkan stigma negatif dari masyarakat.


"Lebih dari 25 ribu orang yang kami dampingi dan sebagian besar duluan berangkat. Di awal awal HIV pengobatan belum terlalu bagus sehingga banyak teman teman yang terpapar HIV yang meninggalkan kita lebih dahulu," ungkapnya.


Menurutnya saat ini para pengidap HIV/AIDS masih kerap mendapatkan stigma negatif. Stigma negatif yang dialami pengidap HIV/AIDS tak hanya diperoleh dari keluarga sendiri, tapi juga dari masyarakat sekitar. Stigma buruk membuat ODHIV sering dikucilkan sehingga memperburuk kondisi kesehatannya.


"ODHIV kerap mendapatkan perlakuan tidak baik dari keluarga sendiri. Padahal keluarga harusnya menjadi support sistem. Bahkan seringkali ODHIV mengecap buruk dirinya sendiri. Dia tidak mau mengakses layanan kesehatan, tidak menghadiri pertemuan, mengisolasi diri. Stigma ini penghalang utama. Untuk mengubah stigma harus ada gerakan dari seluruh stakeholder," paparnya.


Sementara itu, Ketua Komite Keperawatan/Konselor HIV/AIDS RSP CPL USU, Walter menyebutkan masyarakat yang melakukan pemeriksaan di VCT (Voluntary Counseling and Testing) akan dijamin kerahasiaannya. Sebab prinsip VCT yakni rahasia, sukarela konseling dan persetujuan. 


"Kecuali kalau itu terkait dengan hukum, mau tak mau harus dibuka. Ketika pasien melakukan pemeriksaan ternyata HIV, maka akan kita dampingi. Tujuan konseling ini mencegah penyebaran infeksinya kepada orang lain dengan melakukan pengobatan ARV hingga memberikan dukungan psikologis," terangnya.


Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSP CPL USU, Pebri Warita menyampaikan seorang ibu hamil yang terinfeksi HIV belum tentu melahirkan anak yang HIV pula. Sehingga pemahaman dan pendampingan harus diberikan kepada ibu hamil untuk memutus rantai penyebaran HIV. 


"Tuhan menciptakan rahim itu dalam kondisi steril jadi virus HIV tidak bisa melewati trans plasenta. Jadi ibu yang HIV belum tentu melahirkan anak yang HIV. HIV ini tertular ke janin pada saat mekanisme persalinan. Dan itupun tidak serta merta 100 persen," tutupnya. 


Seminar ini turut dihadiri Ketua IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Sumut yang juga Pembina Forwakes Destanul Aulia, Direktur Utama RS USU yang diwakili dr Ivana, Kadis Kesehatan Medan diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Pocut Fatimah Fitri, pengurus Forwakes Sumut, serta puluhan peserta dari mahasiswa/mahasiswi USU. (don)

Kisah Zuriah dan Suami dalam Melawan Penyakit bersama BPJS Kesehatan
| Kamis, Desember 14, 2023

By On Kamis, Desember 14, 2023


PATIMPUS.COM – Bagi beberapa orang, terlindungi dalam suatu program jaminan kesehatan merupakan hal yang biasa saja. Namun, untuk Zuriah (23) menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) merupakan hal yang sangat luar biasa. 


Berkat Program JKN, Zuriah tidak perlu khawatir tentang kemungkinan musibah atau penyakit serius yang memerlukan perawatan intensif. Hal ini memberikan ketenangan pikiran dan memungkinkan Zuriah untuk fokus pada pemulihan tanpa beban finansial yang berlebihan. Dengan segala jenis manfaat yang didapatkan dari BPJS Kesehatan, Zuriah merasa sangat bersyukur dapat bekerja pada perusahaannya saat ini.


“Di tahun 2018 didaftarkan perusahaan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Waktu itu saya harus dirawat inap di Rumah Sakit Hermina Medan karena mengalami tipes. Saya ingat betul bahwa semua proses yang saya lewati sangatlah lancar dan tanpa hambatan. Saya juga sedang mengandung sekarang dan bisa dipastikan ketika nanti saya lahiran saya akan menggunakan BPJS Kesehatan lagi sebagai jaminannya. Saya tahu bahwa di zaman sekarang ini biaya persalinan sangatlah mahal sehingga menjadikan BPJS Kesehatan sebagai solusinya,” ucap Zuriah kepada Jamkesnews, Kamis (14/12). 


Irfansyah (25) merupakan suami dari Zuriah yang pernah menjadi pasien tuberkulosis atau yang biasanya dikenal dengan sebutan penyakit TBC, beberapa tahun yang lalu. Pengalaman tersebut juga menjadi momentum yang sangat berbekas di ingatan Zuriah. Tuberkulosis merupakan jenis penyakit dengan kondisi paru–paru seseorang terserang bakteri mycobacterium tuberculosis. 


Meskipun TBC merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kasus kematian yang tinggi, berbulan–bulan lamanya Irfansyah mengabaikan gejala yang muncul di tubuhnya. Hal ini menyebabkan terjadi pembengkakan di belakang telinganya. Bukti nyata yang ia alami ini membuat Irfansyah memutuskan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 


“Gejalanya yang lama kelamaan semakin jelas membuat suami saya buru–buru ke rumah sakit terdekat. Hasil menunjukkan bahwa pembengkakan di leher suami saya itu merupakan kelenjar TBC. Dokter yang melakukan pemeriksaan menyarankan suami saya untuk mengkonsumsi obat penghilang kelenjar tersebut selama lebih kurang sembilan bulan. Kita berdua merasa dengan adanya jaminan kesehatan ini dapat membuat suami saya mendapatkan fasilitas kesehatan dan pelayanan medis tanpa takut dengan biaya yang tinggi. Ini semua juga sudah termasuk konsultasi, perawatan dan obat,” ujar Zuriah. 


Zuriah menambahkan bahwa pengobatan suaminya yang dilakukan selama lebih dari setengah tahun itu menghasilkan progres yang sangat signifikan. Selama menjalani check-up setiap bulan, tenaga medis yang berada di rumah sakit selalu bersikap baik, ramah, dan suportif sehingga secara tidak langsung membantu proses penyembuhan sang suami.


“Saya merasa kagum dengan seluruh dokter dan perawat yang mendukung suami saya agar lekas sembuh. Sembilan bulan lebih rutin kontrol dan mengkonsumsi obat – obatan dalam jumlah yang banyak dan dosis yang besar membuat pengorbanan suami dan saya tidak sia–sia,” jelas Zuriah.


Menurut Zuriah, keberadaan Program JKN telah banyak meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan perlindungan. Dengan adanya Program JKN, setiap orang memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk mendapatkan perawatan kesehatan.


“Kepada BPJS Kesehatan, saya berharap kelak nanti bisa menjadi layanan nomor satu di Indonesia dengan prosedur jaminan kesehatan yang terbaik dan selalu menjadi garda terdepan untuk masyarakat yang ingin berobat tanpa harus direpotkan. Selain itu, mudah-mudahan ke depannya pelayanan BPJS Kesehatan semakin dapat membuat para peserta menjadi nyaman,” ucap Zuriah di akhir pembicaraan. (don)

Alwi Mujahit Sambut Kepala BPJS Kesehatan Sumut-Aceh Yang Baru
| Rabu, Desember 13, 2023

By On Rabu, Desember 13, 2023


PATIMPUS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes, menerima kunjungan dari Deputi Direksi BPJS Kesehatan wilayah I (Kepala BPJS Sumut Aceh) yang baru, Selasa (12/12).


Deputi BPJS Kesehatan Wilayah I, M Iqbal Anas Ma'ruf, hadir didampingi Idris Halomoan selaku Asisten Deputi perencanaan dan keuangan serta Muhammad Fadlan dari BPJS Kesehatan


Kunjungan ini juga sebagai silaturahim pertama yang dilakukan M Iqbal sejak beliau dilantik menjadi Deputi BPJS Kesehatan wilayah I menggantikan dr Mariamah MKes yang telah memasuki masa pensiun


Kepala Dinas Kesehatan yang didampingi oleh Kepala Bidang pelayanan kesehatan dr Nelly Fitriani MKes menyampaikan salam perkenalan, dan juga  harapannya kepada BPJS Kesehatan agar dapat terus terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah provinsi sumatera utara.


Pada kesempatan itu, Kadis Kesehatan mengingatkan, bahwa Dinas Kesehatan dengan BPJS, bukan para pihak, tetapi satu pihak. Yaitu pihak yang bertanggungjawab memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sementara itu, di pihak lain, ada masyarakat sebagai penerima manfaat yang harus terlayani dengan baik.


"Kolaborasi yang baik antara Dinkes dengan BPJS Kesehatan, sangat penting, untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Sumut," sebut Kadis.


Hal tersebut juga disambut baik oleh M Iqbal dimana beliau juga sangat berharap agar sinergi antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dapat berlangsung dengan baik seperti yang sudah berjalan selama ini. (don)

Risky Cahyadi Pimpin PFI Medan Periode 2023-2026
| Senin, Desember 11, 2023

By On Senin, Desember 11, 2023


PATIMPUS.COM - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan sukses menggelar pesta demokrasi Pemilihan Ketua dan Sekretaris periode tahun 2023-2026 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Sekretariat jalan Melinjo Raya,  Sabtu (9/12/2023).


Sebanyak 45 orang keluarga besar PFI turut hadir dalam Pemilihan Ketua dan juga Sekretaris PFI Medan tahun ini, dan terhitung berjumlah 31 suara pemilih berdasarkan anggota aktif yang hadir pada pemilihan tersebut.


Dalam Kontestasi pesta demokrasi itu, ada 2 Pasangan Calon (Paslon) terdaftar pada pemilihan tersebut, yaitu paslon nomor urut 1 terdiri dari Ketua Arifin Al Alamudi pewarta dari media IDN Times, Sekretaris Liska Rahayu dari Tribun Medan, Paslon nomor urut 2 terdiri Ketua Risky Cahyadi pewarta dari Tribun Medan, Sekretarisnya M. Zulfan Dalimunthe dari berita sore.Co.id.


Dari hasil pemungutan suara, pasangan Risky Cahyadi pewarta dari Tribun Medan dan M. Zulfan Dalimunthe dari berita sore.Co.id terpilih menjadi Ketua dan Sekretaris PFI Medan 3 tahun Kedepan dengan memperoleh 18 suara. Sedangkan untuk pasangan Arifin Al Alamudi pewarta dari media IDN Times dan Liska Rahayu dari Tribun Medan memperoleh 13 suara.


Ketua PFI Medan terpilih periode 2023-2026, Risky Cahyadi mengucapkan terimakasih atas dukungan dari semua suara yang mempercayai dirinya bersama M. Zulfan Dalimunthe.


“Alhamdulillah, saya bersama sekretaris M. Zulfan Dalimunthe hari ini terpilih. Semoga dengan terpilihnya kami, bisa bermanfaat banyak bagi masyarakat melalui pesan-pesan visual. Kemenangan saya adalah kemenangan PFI Medan,” ucap Risky.


Risky mengatakan lebih lanjut, kedepannya akan melakukan program-program untuk mengedukasikan fotografi kepada masyarakat khususnya kawula muda pecinta fotografi sesuai dengan amanah yang sudah diberikan.


“Sekarangkan eranya visual. Nah, kami sudah ada media khusus untuk bisa dimanfaatkan. Seperti media sosial agar bermanfaat pada masyarakat umum bisa ikut serta belajar fotografi,” jelas Risky.


Pasangan Risky dan Zulfan akan mencoba  mewujudkan visi misi yang menjadi target kedepannya, yaitu bagaimana mensejahterakan anggota PFI Medan.


“Salah satunya mungkin dengan rumah subsidi nol DP. Insyallah,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua PFI Medan periode 2020-2023 Rahmat Suryadi bersama Sekretaris Arifin Al Alamudi mengucapkan selamat atas terpilihnya kepengurusan baru.


“Saya ucapkan selamat kepada ketua terpilih, semoga dapat menjalankan amanah dan membesarkan PFI Medan kedepannya” ucap Rahmat.


Pewarta Foto Indonesia merupakan organisasi nirlaba yang bertujuan memajukan dan melindungi kepentingan pewarta foto sebagai sebuah profesi yang terhormat. PFI juga telah terverifikasi dari Dewan Pers.


Organisasi yang didirikan 22 Maret 1992 ini pada awalnya bernama Focus, namun pada 18 Desember 1998, atas prakarsa pewarta foto media cetak di Jakarta organisasi ini berganti nama menjadi Pewarta Foto Indonesia.


Acara Musda PFI Medan kali ini didukung oleh sejumlah sponsor yaitu XL Axiata, UMSU dan sejumlah tokoh masyarakat di Kota Medan. (son)

RS Pirngadi Susun Strategi Wujudkan Wisata Medis
| Jumat, Desember 08, 2023

By On Jumat, Desember 08, 2023


PATIMPUS.COM - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan terus menyusun strategi untuk mewujudkan pelayanan yang optimal dalam program Medan Medical Tourism Board (MMTB) atau program rumah sakit wisata. 


Program yang dilaunching Pemko Medan pada Agustus 2022 di rumah sakit bersejarah tersebut sudah berjalan dan  disiapkan pelayanan khusus buat pasien MMTB dimana layanan yang diunggulkan saat ini yakni layanan spesialis Gigi. 


"Kita terus berbenah dan menyusun strategi agar bisa lebih optimal. Program ini sudah jalan tetapi kita fokuskan pada pelayanan gigi. 

Jadi kita buat khusus di lantai 2, di sana ada poli gigi dan dokter Spesialis yang hanya melayani pasien MMTB," jelas Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Suhartono pada Jumat (8/12).


Diakuinya memang sampai saat ini pihaknya terus  mengkonsep pelayanan MMTB ini secara utuh di RSUD Pirngadi Medan agar dapat membedakan pasien umum biasa dengan pasien MMTB. 


"Kita tengah mengkonsep bagaimana agar pelayanan pasien MMTB ini bisa jauh lebih baik, karenakan pasti ada bedanya  pasien umum, dan pasien BPJS," katanya.


Sementara itu, percepat program ini Pemko Medan sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sumatera Utara (USU), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sumut dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut.


Melalui penandatanganan MoU tersebut, diharapkan agar kerjasama dapat semakin memperkuat keberhasilan program MMT tersebut. 


Kemudian 7 rumah sakit  telah disiapkan guna mendukung ini yakni RSUP H Adam Malik, RSUD Dr Pirngadi, RS Putri Hijau, RS Murni Teguh, RS Siloam, RS Columbia Asia dan RS Royal Prima. Diharapkan, ketujuh rumah sakit tersebut dapat meningkatkan pelayanan kesehatannya guna mendukung MMT. (don)

Perumda Tirtanadi Raih Bintang 5 Top Digital Implementation 2023
| Jumat, Desember 08, 2023

By On Jumat, Desember 08, 2023


PATIMPUS.COM - Perumda Tirtanadi kembali meraih Top Digital Implementation di tahun 2023 dengan predikat Bintang 5, sementara Direktur Utama (Dirut) Kabir Bedi berdasarkan penilaian dari majalah IT Work berhasil "menyabet" predikat Top Leader on Digital.


Kedua Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirtanadi Humarkar Ritonga dan Kepala Divisi Keuangan Sahrim Siregar di Jakarta, Senin (4/12) kemarin.


Humarkar bersama Sahrim Siregar dalam kesempatan tersebut dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang menaiki anak tangga pentas ketika panitia mengumumkan para pemenang dengan sumringah menerima kedua penghargaan tersebut.


Sementara Kabir Bedi ketika dihubungi Jumat (8/12), mengucap syukur atas penghargaan sebagai Top Leader berdasarkan penilaian majalah IT Work kepada dirinya.


"Alhamdulillah saya mendapat penilaian Top Leader on Digital ini semua berkat kerjasama  seluruh tim dan pegawai mudah-mudahan ini menjadi pemicu untuk Tirtanadi lebih baik kedepannya," kata Kabir Bedi.


Di tempat terpisah Jumat (8/12/2023) Sekretaris Komunitas Pelanggan Air Tirtanadi (Kompatir) Harist Lubis SE mengatakan sudah layak Tirtanadi memperoleh penghargaan karena banyaknya perubahan terutama pelayanan kepada masyarakat pelanggan air.


"Saya sangat setuju Tirtanadi mendapat penghargaan selain pelayanan yang semakin  baik peningkatan produksi dan kualitas air semakin bagus sudah sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku," ujar Harist.


Untuk itu lanjut Harist berharap Tirtanadi terus   mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai sehingga kepuasan pelanggan semakin meningkat. (don)

Pegadaian Kanwil 1 Medan Juara Nasional KPI 2023
| Selasa, Desember 05, 2023

By On Selasa, Desember 05, 2023


PATIMPUS.COM - PT Pegadaian Kanwil 1 Medan yakin menjadi jawara nasional dari 12 Kantor Wilayah (Kanwil) se-Indonesia, dengan pencapaian target KPI (Key Performance Indikator) tahun 2023.


"Dari 12 Kanwil di Indonesia, di tahun 2022, kami nomor 1 untuk KPI. Dan tahun 2023, prestasi itu akan kami capai kembali," ucap Pemimpin Wilayah (Pinwil) PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Arief Rinardi Sunardi,  Senin (4/12) Sore di Medan.


Menurut Arief, pencapaian KPI ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi Pegadaian Medan, karena untuk kedua kalinya akan secara berturut (2022 - 2023) meraih realisasi pencapaian KPI, yang merupakan penilaian unit kerja yang menjadi dasar penilaian karyawan pada PT Pegadaian Kanwil 1 Medan.


Bukan hanya itu saja, lanjut Arief Rinardi Sunardi yang didampingi Deputi Operasional Basuki Tri Andayani, Deputi Bisnis Medan 1 Anwar Hidayat dan Kepala Audit Intern Juli Indrianto, menyatakan Pegadaian juga mencatat pencapaian target omset dan OSL yang cukup luar biasa sepanjang tahun 2023.


Untuk pencapaian OSL, Gross Posisi All Produk (baik Gadai dan Non Gadai) hingga November 2023 mencapai 103,85% dengan pertumbuhan sekitar 12,55% jika dibandingkan dengan tahun 2022. 


"Secara rinci yang telah dicapai Pegadaian Medan sepanjang tahun 2023, adalah Total Omset Semua Produk senilai Rp 14,7 Triliun dengan jumlah nasabah aktif tembus 1 juta nasabah aktif. Aktivitas program Bina Lingkungan, Pegadaian telah menyalurkan senilai Rp 1,75 miliar dan penyaluran KUR Syariah sebesar Rp 278 M," jelasnya. 


Arief yang dikabarkan akan mengakhiri jabatan Pinwil Pegadaian Kanwil 1 Medan per 31 Desember 2023, berujar, telah menuntaskan kewajiban yang ditargetkan Pusat sejak bulan September 2023.


"Sejak bulan September sudah tercapai target yang telah ditetapkan manajemen kantor pusat. Walau demikian kami (Pegadaian) senantiasa melayani nasabah dan masyarakat dengan gairah militansi dan semangatnya Anak Medan, ribak sude - lantak laju melayani masyarakat Sumatera Utara hingga Aceh hingga tutup tahun pada 31 Desember 2023. Dan kami yakin akan juara," ucapnya. 


Keberadaan Pegadaian tidak hanya sebatas berorientasi pada laba dan bisnis, melainkan berperan aktif dalam bidang sosial. Seperti kegiatan penanaman terumbu karang di Sabang, pembinaan Bank Sampah memilah sampah menjadi emas. 


"Aksi memilah sampah menjadi emas Pegadaian, mendapat penghargaan pada tingkat ASEAN di Jepang. Melalui program Bank Sampah, Pegadaian berhasil membina masyarakat untuk mengumpul sampah yang kemudian hasilnya ditukar dengan nilai emas," ungkap Arief yang mendapat promosi jabatan baru Pemimpin Wilayah Kantor Wilayah 8 di Jakarta pada 02 Januari 2024 mendatang. 


Berbagai program bina lingkungan yang disalurkan Pegadaian Medan diharapkan dapat langsung dirasakan masyarakat. Seperti pembangunan dan renovasi rumah ibadah, santunan anak yatim melalui program Mengetuk Pintu Langit dengan target 2023 anak yatim yang tersebar di 50 kantor cabang wilayah Sumut - Aceh. 


PT Pegadaian juga mendukung kemajuan pesepakbola tanah air, melalui dukungan pertandingan Sepakbola Liga 2 Musim 2023/2024. "Pegadaian menjadi sponsor utama Liga 2 Musim 2023/2024. Ini adalah bentuk kepedulian kita dalam mewujudkan impian mengemaskan sepakbola di 2045 mendatang, seperti yang dicanangkan Ketua PSSI yang juga selaku Menteri BUMN,” ujar Arief.


"Kemanfaatan kehadiran Pegadaian Medan harus dirasakan oleh masyarakat sekitar Pegadaian," sebut Arief Rinardi Sunardi yang juga didampingi Kepala Departemen Bisnis Support Andya Fauzi, Kepala Departemen Logistik M. Riki Ervando dan Kepala Humas & Protokoler Gopher Manurung.


Agen Pegadaian


Dalam kesempatan itu, Deputi Bisnis Medan 1, Anwar Hidayat mengajak insan jurnalis dan juga masyarakat untuk bergabung menjadi agen Pegadaian. 


"Ada tiga keagenan yang ditawarkan Pegadaian. Yakni agen pemasaran, agen pembayaran, dan agen gadai. Ketiga jenis agen tersebut memiliki keuntungan yang berbeda-beda," ucapnya.


Agen pemasaran misalnya, berpeluang mendapatkan keuntungan berupa pendapatan administrasi dan sukses fee. Sementara agen pembayaran akan mendapatkan keuntungan pendapatan administrasi, sukses fee, pendapatan pembukaan tabungan emas, pendapatan top up tabungan emas, serta pendapatan transaksi payment point.


Kemudian, agen gadai akan mendapatkan keuntungan yang lengkap meliputi pendapat administrasi, sukses fee, pendapatan pembukaan tabungan emas, pendapatan top up tabungan emas, pendapatan transaksi payment point, dan share sewa modal. 


Melalui keberadaan Agen Pegadaian dan Aplikasi Pegadaian Digital, diharapakan masyarakat dan nasabah dapat lebih leluasa serta dimudahkan dalam bertransaksi ragam produk Pegadaian guna memenuhi kebutuhan layanan keuangan sehari-hari, tutup Anwar. (don)

RSU Haji Berperan Turunkan Stunting
| Rabu, November 29, 2023

By On Rabu, November 29, 2023


PATIMPUS.COM - Penanganan stunting dan upaya mempercepat angka penurunannya, telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Di mana pada tahun 2024, ditetapkan harus mencapai angka 14 persen.


"Stunting menjadi salah satu poin yang ditekankan oleh pemerintah," sebut Kabag Humas Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan dr Aria Novita, usai upacara peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-52 yang digelar di Lapangan Astaka Pancing, Rabu (29/11),


Karenanya, Novita mengaku, RSU Haji Medan sebagai rumah sakit milik Pemprov Sumut siap untuk berpartisipasi dalam upaya penanganannya.


"Untuk ultah KORPRI, stunting menjadi perhatian. Karenanya, dalam hal penanganannya RS Haji diharapkan dapat mempunyai peranan penting, sehingga angka stunting secara bertahap dapat diturunkan dan Insya Allah tahun 2024 sudah sesuai target," ungkapnya kepada wartawan.


Selain soal stunting, lanjutnya, dalam HUT KORPRI ini pemerintah juga disampaikan telah mengeluarkan kebijakan mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).


Tentunya, sambung dia, RSU Haji Medan juga sangat mendukung hal tersebut dengan baik, terutama dari segi fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.


"Artinya, implementasinya akan segera kami terapkan di RS Haji Medan," tegasnya.


Sebelumnya, membacakan amanat Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Pj Gubernur Sumut Hassanudin menegaskan, bahwa masyarakat saat ini sangat berharap pemerintah dapat memberikan pelayanan birokrasi yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih akurat. Untuk itu layanan saat ini harus sudah bisa diakses secara online, cepat dan tepat.


"Untuk itu, saya minta KORPRI mampu membaca dan menjawab perubahan ini guna mengembangkan birokrasi Indonesia yang betul-betul mampu menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045," katanya. (don)

Tangkal DBD, Nyamuk Wolbachia Belum Disebarkan di Sumut
| Rabu, November 29, 2023

By On Rabu, November 29, 2023


PATIMPUS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes mengatakan, pemerintah pusat belum melakukan penyebaran nyamuk Wolbachia di wilayah Provinsi Sumut.


“Belum. Masih ujicoba di beberapa tempat. Di Sumut, belum,” kata dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes ketika dikonfirmasi wartawan, di Medan, Selasa (28/11).


Menurutnya, penyebaran nyamuk Wolbachia masih terkonsentrasi di beberapa wilayah di Indonesia. “Sebagai pilot project, dilaksanakan di lima kota yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang,” ungkapnya.


Seperti diketahui, program pemerintah terkait penyebaran nyamuk Wolbachia untuk penanganan demam berdarah dengue (DBD) sempat menjadi polemik di beberapa daerah, dan membuat masyarakat khawatir akan dampaknya.


Wolbachia merupakan bakteri alami di serangga dan sekitar 6 dari 10 jenis serangga di dunia termasuk kupu-kupu, lalat buah dan lebah.


Penelitian di Yogyakarta yang dilakukan pada tahun 2012 di lima dusun yang meliputi area residensi dan area agrikultur di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa Wolbachia pipientis ditemukan pada 44.9% serangga seperti kupu-kupu, ngengat, nyamuk dan lalat.


Bakteri Wolbachia tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit. Wolbachia merupakan endosimbion obligat, yang hanya bisa hidup di dalam sel organisme hidup lain.


Menurutnya, Wolbachia dalam tubuh nyamuk aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kapasitas nyamuk tersebut sebagai vektor dengue.


Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri, dengan sedikitnya makanan yang bisa menghidupi virus, maka virus tidak dapat berkembang biak. (don)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis