Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Covid-19. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Oktober 2021

Stok Dosis 222 Juta, Indonesia Peringkat Ke-5 Vaksinasi Terbanyak


PATIMPUS.COM - Indonesia berada di peringkat ke 5 dengan jumlah masyarakat yang divalsinasi terbanyak di dunia. Pasalnya hingga Rabu (6/10/2021) negara ini sudah memvaksin Covid-19 dosis pertama sebanyak 94 juta orang.

"Dari sisi vaksinasi, per hari ini sudah 94 juta orang Indonesia yang divaksinasi dosis pertama. Indonesia ada di ranking ke 5 dunia," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (7/10/2021).

Dengan demikian, Indonesia telah naik 1 tingkat menyusul Jepang. Sampai sekarang, Jepang telah berhasil memvaksinasi sekitar 80 juta warganya. 

Sementara, lanjut Menkes Budi, total suntikannya sudah 148 juta dosis, ranking ke-6 dunia. Tidak hanya itu, Indonesia sudah melampaui 2 juta suntikan per hari di bulan September ini. 

Terkait stok vaksin, sebanyak 222 juta dosis yang sudah diterima Pemerintah Indonesia, 193 juta di antaranya sudah didistribusikan ke daerah, dan 148 juta dosis sudah disuntikkan. 

"Total stok vaksin yang masih ada di kisaran 70 jutaan, masih cukup banyak," ungkapnya. 

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan  mengatakan meski saat ini pengendalian pandemi COVID-19 di Indonesia berjalan dengan baik, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap varian baru, jangan sampai terlena dengan kondisi saat ini yang mulai membaik. 

"Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat dengan memonitor seluruh kegiatan aktivitas masyarakat agar dapat kita merespons bila ada hal-hal yang dianggap menjadi darurat, sehingga virus tidak berkembang biak," kata Luhut. 

Share:

Sabtu, 14 Agustus 2021

Langgar PPKM, Pesta Nikah di Lubuk Pakam Dibubarkan


PATIMPUS.COM - Pesta pernikahan yang digelar di cafe Uncle Sam dan Dipo 88 di Jajan Diponegoro, dibubarkan tim pemerintah Kecamatan Lubuk Pakam, Jumat (13/8/2021).

Tim dipimpin Danramil 06/Lubukpakam, Kapten (Arh) JP Girsang dengan sejumlah personelnya, Kasi Trantib Rikardo, Polsek Lubukpakam diwakili Kanit Provost Iptu MT Pangaribuan dan Polmas Lubuk Pakam I-II Bripka Sajali,Satgas Kelurahan Lubuk Pakam I-II dan Kasi Trantib Kelurahan Lubuk Pakam I-II, Pintu Batu.

Kapten JP Girsang mengatakan, pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan maklumat, Instruksi Gubernur dan Perbup yang ada.

"Di tempat-tempat yang ada kerumunan termasuk pesta dan hajatan, sesuai dengan maklumat yang telah disepakati bahwa per tanggal 10 Agustus tidak boleh mengadakan pesta dan hajatan. Oleh karena itu kita harus melakukan penegakkan secara persuasif," tegasnya. 

Ia menjelaskan, kegiatan itu juga sekaitan dengan kondisi Kecamatan Lubukpakam berada di level 3 dan di zona merah. "Marilah kita tetap melaksanakan protokol kesehatan 5 M," lanjutnya. 

Petugas kemudian berjalan menuju lokasi pesta Uncle Sam's Kafe dan setibanya di lokasi mengimbau para undangan dan penyelenggara pesta agar tetap melakukan protokol anjuran pemerintah.

"Kepada ibu dan bapak, kita sudah tidak boleh mengadakan resepsi pesta yang menimbulkan kerumunan sesuai arahan dan Intruksi dari pemerintah. Mari jaga teggakkan disiplin Prokes yang ketat," tandas JP Girsang.

Pihak penyelenggara pesta dan pemilik Cafe Uncle Sam akhirnya mematuhi perintah dengan menghentikan acara. (*)

Share:

Kamis, 12 Agustus 2021

Ini 5 Kecamatan di Medan yang Disekat


PATIMPUS.COM - Lima kecamatan berstatus zona merah di Kota Medan terpaksa disekat guna mencegah penyebaran Covid-19, Rabu (11/8/2021).

Sebanyak 140 personel gabungan TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP, dikerahkan di 5 kecamatan tersebut.

Lima kecamatan dimaksud masing-masing Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Sunggal, Medan Johor, Medan Selayang dan Medan Helvetia.

"Personel yang bertugas di pos-pos penyekatan di wilayah tersebut memastikan serta membatasi mobilitas warga untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko melalui Kasatlantas AKBP Sonny W Siregar.

Lebih lanjut mantan Kabag Sumda Polrestabes Medan ini menjelaskan, pada pos-pos penyekatan tersebut, personel gabungan melakukan pengecekan terhadap para pelaku perjalanan yang dari sektor kritikal, esensial dan non esensial serta melakukan pengecekan dokumen perjalanan dan sertifikat vaksinasi," jelas Kasatlantas.

Ditambahkan Sonny seluruh titik telah dilengkapi dengan water block, traffic cone, tenda dan kursi.

"Di lokasi, personel juga membagikan masker kepada pengendara yang tidak mengenakan masker," tambah mantan Kasat Sabhara Polrestabes Medan ini.

Selain itu juga, kata AKBP Sonny, personel gabungan juga menyosialisasikan imbauan protokol kesehatan (Prokes) sesuai anjuran pemerintah kepada pengendara.

"Intinya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pungkas orang nomor satu di Satlantas Polrestabes Medan ini.

Share:

Sabtu, 07 Agustus 2021

Jumat, 383 Warga Aceh Positif Covid-19


PATIMPUS.COM
- Kasus positif Covid-19 di Aceh pada Jumat (6/8/2021) kembali melonjak. Sebanyak 383 warga terkontaminasi virus corona.

“Kenaikan kasus harian tertinggi masih di kalangan warga Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Jumat (6/8/2021).

Saifullah menuturkan, 383 warga yang terkonfirmasi positif itu berasal dari Banda Aceh sebanyak 141 orang, Aceh Besar 68 orang, Aceh Tengah 52 orang, Bireuen 18 orang, Aceh Utara 16 orang, warga Lhokseumawe, dan Pidie sama-sama 12 orang.

Kemudian warga Pidie Jaya sepuluh orang, Gayo Lues sembilan orang, warga Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Barat, masing-masing enam orang. Selanjutnya warga Langsa dan Simeulue sama-sama lima orang, warga Aceh Jaya empat orang, dan Bener meriah sebanyak tiga orang.

“Sedangkan warga Aceh Tenggara, Sabang, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan warga Aceh Singkil, masing-masing dua orang,” ujarnya.

Sementara itu, penderita Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 193 orang meliputi warga Banda Aceh sebanyak 95 orang, Bener Meriah 26 orang, Aceh Barat 22 orang, Aceh Singkil 12 orang, Aceh Tamiang 11 orang, dan Aceh Tengah 10 orang.

“Kemudian warga Pidie sebanyak lima orang, Aceh Timur dan Lhokseumawe sama-sama empat orang. Selanjutnya warga Aceh Barat Daya sebanyak tiga orang, dan satu lagi warga Kota Sabang,” pungkasnya.

Secara akumulatif hingga saat ini kasus Covid-19 Aceh telah mencapai 24.584 orang. Rinciannya penderita yang sedang dirawat 5.838 orang, sudah sembuh 17.701, dan kasus meninggal mencapai 1.045 orang.

Share:

Minggu, 01 Agustus 2021

Hindari Lockdown, Effendi Simbolon Salahkan Jokowi


PATIMPUS.COM - Sejak masuknya virus corona (Covid-19) ke Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mau menerapkan lockdown, seperti yang dilakukan oleh negara-negara lain, guna menghemat anggaran.

Jokowi lebih suka menggunakan PSBB, Social Distancing hingga PPKM sebagai strategi mengatasi virus tersebut. Namun hasilnya, virus yang berasal dari Wuhan China tersebut dengan cepat menyebar dan sulit diatasi hingga saat ini.  

Strategi PSBB, Social Distancing hingga PPKM yang berjilid-jilid nyatanya lebih menguras anggaran dan membuat ekonomi Indonesia terpuruk.

Karena tidak menerapkan lockdown sejak awal pandemi Covid-19, Politikus PDIP Effendi Simbolon lantas menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pemerintah sejak awal tidak menggunakan rujukan sesuai UU Karantina itu, di mana kita harusnya masuk ke fase lockdown. Tapi kita menggunakan terminologi PSBB sampai PPKM. Mungkin di awal mempertimbangkan dari sisi ketersediaan dukungan dana dan juga masalah ekonomi. Pada akhirnya yang terjadi kan lebih mahal ongkosnya sebenarnya, PSBB itu juga Rp 1.000 triliun lebih ya di tahun 2020 itu," ujar Effendi kepada wartawan, Sabtu (31/7/2021) yang dilansir detiknews.

"Presiden tidak patuh konstitusi. Kalau dia patuh sejak awal lockdown, konsekuensinya dia belanja kan itu. Sebulan Rp 1 juta saja kali 70 masih Rp 70 triliun. Kali 10 bulan saja masih Rp 700 triliun. Masih di bawah membanjirnya uang yang tidak jelas ke mana larinya. Masih jauh lebih efektif itu daripada vaksin," sambungnya.

Effendi membeberkan sudah banyak negara lain yang sukses mengatasi pandemi COVID-19 dengan cara lockdown. Dia mengatakan virus Corona itu bisa dicegah penularannya dengan cara semua orang tetap berada di rumah.

Hanya, kata Effendi, alih-alih memilih lockdown, Indonesia justru menerapkan PPKM. Effendi menyatakan hasil dari PSBB hingga PPKM hanya '0' dan cenderung minus.

"PPKM ini dasarnya apa? Rujukannya apa? Arahan Presiden? Mana boleh. Akhirnya panik nggak karuan, uang hilang, habis Rp 1.000 triliun lebih. Erick Thohir belanja, Menkes belanja. Dengan hasil 0. Minus malah. Ini herd immunity karena iman saja," tukas Effendi.

Share:

Minggu, 25 Juli 2021

Kasus Covid-19 di Jakarta Menurun, Pasien Banyak Yang Pulang


PATIMPUS.COM - Pasca PPKM Level 4 kasus Covid-19 di DKI Jakarta mengalami penurunan. Bahkan, banyak ruangan di rumah sakit, baik IGD maupun ICU yang kosong. 

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, dari perkembangan terbaru yang diterima ketersediaan IGD mulai membaik. Sudah banyak ruangan yang kosong.

“Perkembangan terbaru tadi barusan kami lihat sama sama IGD-IGD sekarang ruangannya banyak yang kosong,” kata Anies dalam gerakan vaksinasi massal yang digelar Kadin lewat tayangan Youtube, Minggu (25/7/2021).

Hal ini juga seiring dengan jumlah kasus di Jakarta yang menunjukkan sedikit penurunan. Setidaknya sepekan terakhir sudah di bawah 10 ribu per hari.

“Sudah mulai ada ruang ruang kosong di IGD kita. Bila melihat laporan rumah sakit, jumlah ketersedian di IGD tak lagi full,” ujar Anies.

Menurut data terbaru per Sabtu (24/7/2021), kini ada 79.635 kasus aktif di Jakarta. Angka ini turun 6.563 orang dari hari sebelumnya.

Total pasien yang dirawat di rumah sakit berjumlah 16.846 orang. Sementara yang melaksanakan isolasi di rumah saat ini di posisi 62.789 orang.

Share:

Kamis, 22 Juli 2021

Puluhan Mahasiswa dan Dosen Akper HKBP Balige Positif Covid-19


PATIMPUS.COM
- Uji Swab terhadap puluhan mahasiswa dan dosen di Akademi Keperawatan HKBP Balige mendadak menjadi heboh.

Pasalnya, sebanyak 12 mahasiswa serta 2 dosen di akademi tersebut terkonfirmasi positif Covid-19, Rabu (21/7/2021).

"Untuk mendukung pemerintah, Akper HKBP Balige berinisiatif melaksanakan test swab kepada dosen dan mahasiswa. Setelah dicek melalui swab, kita dapatkan ada 2 dosen dan 12 mahasiswa yang positif," ungkap Staf Sekretariat Yayasan kesehatan HKBP Balige, Edwin Hutagaol, dikutip dari metro24jam.com

Menindaklanjuti hasil tersebut, pihak yayasan kemudian mengambil langkah dengan menyarankan agar seluruh mahasiswa dan dosen yang terkonfirmasi positif melaksanakan isolasi mandiri. 

“Kita akan mensuplai nutrisi dan gizi vitamin untuk membantu kesehatan mereka,” jelas Edwin. 

Selanjutnya, pihak yayasan memberlakukan proses perkuliahan dengan sistem daring. 

“Tetapi dalam beberapa hal, siswa tidak dapat dilakukan secara daring. Contohnya seperti kegiatan di laboratorium maka tidak bisa dilakukan secara daring,” jelasnya. 

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, Siti Nuraya Sirait, juga membenarkan adanya mahasiswa Akper HKBP Balige yang positif Covid-19. 

“Kemarin 1 orang, maka dilakukan pressing melakukan tes antigen sebanyak 37 orang. Di mana, dari 37 orang ini 24 mahasiswa dites antigen ada sebanyak 12 yang positif,” jelasnya. 

Selain itu juga dilaksanakan tes antigen terhadap 13 orang lainnya yang terdiri dari dosen, staf dosen dan gizi. 

“Dari 13 orang ini ada dinyatakan 2 orang positif Covid-19, sehingga Total semuanya ada 14 orang,” ungkap Siti Nuraya Sirait. 

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa ada 11 orang yang sudah ada gejala, pulang saat akan dilakukan tes dan belum kembali ke asrama hingga saat ini. 

“Kami akan mencari tahu alamat dari para mahasiswa ini nanti untuk kita kontak,” imbuhnya. 

“Untuk yang terkonfirmasi positif setiap hari bertambah di laporan pasien lama 48 Orang dan untuk hari ini pada tanggal 21 Juli 2021 ada penambahan 18 orang. Kemudian yang sembuh ada 3 orang dan yang meninggal ada 3 orang sehingga total hari ini laporan kita dari kabupaten Toba sebanyak 440 orang,” pungkasnya. 


Share:

Senin, 19 Juli 2021

PERHUMAS Indonesia Kampanyekan #PerkuatDiriJagaNegeri


PATIMPUS.COM – Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan pemerintah pusat mencanangkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 


Hal ini sangat berdampak besar di seluruh sektor baik pariwisata, pendidikan hingga ekonomi. Maka dari itu, PERHUMAS Indonesia berkolaborasi dengan PERHUMAS Muda daerah seluruh Indonesia mengkampanyekan (Campaign) #PerkuatDiriJagaNegeri dalam acara Webinar Talkshow melalui Zoom, Sabtu (17/07/2021).


Kegiatan tersebut mengingatkan kepada masyarakat untuk mengikuti pola hidup sehat, juga menginformasikan bahwa pentingnya melakukan vaksin guna menekan angka penyebaran virus Covid-19. 


Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengikuti pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi, tentu bisa menjaga negeri Indonesia dari dampak krisis yang ditimbulkan oleh pandemi.


“Semua vaksin sangat bagus dan efek sampingnya hanya ringan. Diharapkan 70% masyarakat Indonesia dapat menerima vaksin” ujar dr. Asep Irham – Business Development Specialist Bio Farma dalam acara Webinar Talkshow melalui Zoom.


“Tips dalam melakukan vaksin yang paling pertama perlu mempunyai keyakinan yag baik terhadap vaksin, yang sudah divaksin perlu diingat bahwa tetap perlu melakukan protokol kesehatan seperti istirahat terlebih dahulu, makan yang bergizi, minum air putih dan mengikuti challenge campaign #PerkuatDiriJagaNegeri” kata dr. Grace Hananta – Campaign Director Kampanye Publik Gerakan Pakai Masker.


Challenge campaign ini dikemas dengan cara yang menarik dan persuasif, yakni membuat video kreatif sampai dengan tanggal 16 Juli 2021. Challenge tersebut berlangsung 7 hari dengan meangajak untuk melakukan pola hidup sehat, diantaranya hari pertama berjemur, dilanjutkan hari kedua minum minimal 8 gelas per hari, hari ketiga olahraga, hari keempat makan buah dan sayur, hari kelima tidur sebelum pukul 22.00, hari keenam menggunakan double masker, dan hari ketujuh melakukan vaksin dengan bukti sertifikat. 


Campaign ini juga diikuti dengan rangkaian Roadshow selama 4 hari melalui live instagram @perhumasmuda. Diskusi yang dilakukan saat keseluruhan Roadshow berlangsung guna menyelaraskan tujuan campaign yang diadakan oleh PERHUMAS Indonesia dan PERHUMAS Muda dalam rangka menjaga diri dan disiplin protokol kesehatan.


Hal ini sekaligus langkah bersama yang dapat memberi manfaat dan kontribusi yang signifikan terhadap pihak terkait khususnya masyarakat luas. Ketaatan masyarakat juga menjadi indikator yang penting untuk menekan penyebaran Covid 19.


“Jika bicara soal planning PR, perlu memahami terlebih dahulu program vaksinasi dan isu-isunya. Strategi yang dilakukan seperti memahami konteks pesan, keterlibatan pemangku kepentingan, dan komunikasi publik. 


Seperti memberikan konten positif kepada masyarakat dengan melakukan campaign #PerkuatDiriJagaNegeri” ucap Fardila Rachmiliza BPP PERHUMAS Indonesia. 


Rangkaian utama dari campaign #PerkuatDiriJagaNegeri adalah Webinar Talkshow yang bertajuk Lifestyle Immune and Germ "Healthy Lifestyle to Win Endless War" dengan keynote speaker Dr Mochammad Fadjroel Rachman,S.E, MH (Juru Bicara Presiden Republik Indonesia), dr. Grace Hananta, C.Ht (Campaign Director Kampanye Publik Gerakan Pakai Masker), Fardilla Astari, IAPR (BPP PERHUMAS Indonesia), dr. Asep Irham Fattahul Quran (Business Development Specialist Bio Farma). 


Webinar yang dilaksanakan pada 17 Juli 2021 ini dihadiri oleh seluruh humas muda, praktisi, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Harapannya PERHUMAS Indonesia dan PERHUMAS Muda terus bertekad untuk menyebarkan tips agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi situasi ditengah pandemi Covid-19.


“Sebagai masyarakat kita wajib melakukan gotong royong kemanusiaan dengan melakukan kolabrasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia bisnis, masyarakat umum serta media massa.


Semua kegiatan bisa dilakukan dengan gotong royong. Sebab, Semua warga negara Indonesia adalah penyelamat bagi negara” kata Dr. M. Fadjroel Rachman – Juru Bicara Presiden RI.


“Campaign #PerkuatDiriJagaNegeri oleh Perhumas Muda ini telah menarik minat puluhan ribu orang dari awal ketika diluncurkan hingga saat ini. Secara tidak disadari, hal kecil seperti ini semoga bisa berdampak besar bagi diri sendiri dan orang disekitar kita”. 


Kami berharap kedepannya semakin banyak konten positif yang berkaitan dengan pandemi ini agar masyarakat tidak menjadi panik” ujar Shereina Sarah Ayumi selaku ketua panitia Campaign #PerkuatDiriJagaNegeri yang juga ketua Perhumas Muda Bandung.


“Awal tercetusnya ide dari Campaign #PerkuatDiriJagaNegeri ketika kita melihat semakin.banyaknya penyebaran virus covid 19 di Indonesia pada akhir bulan yang lalu. Tetapi, fakta di social 

media masih cukup banyak yang tidak peduli akan hal tersebut dan ada juga sibuk menyalahkan berbagai pihak, tentu sebagai insan humas kami prihatin akan hal tersebut.


Dengan menggunakan prinsip Indonesia Bicara Baik kami mencoba membuat konten dan campaign #PerkuatDirijagaNegeri karena saat ini dengan memperkuat diri kita bisa menjaga negeri Indonesia dari krisis yang ada di depan mata” Ucap Reylando Eka Putra selaku Inisiator Campaign #PerkuatDiriJagaNegeri yang juga Wakil Ketua Bidang Pengembangan Perhumas Muda BPP PERHUMAS. 


“BPP PERHUMAS mendukung campaign #PerkuatDiriJagaNegeri sebagai bentuk kepedulian dan edukasi yang positif kepada masyarakat di masa pandemi ini. Setiap warga Negara adalah humas bagi negerinya, tentu disaat pandemi ini kita berharap seluruh masyarakat bisa menjadi humas yang baik dengan membuat konten baik untuk menjadi penyemangat kita semua di masa pandemi ini.” Ucap Agung Laksama selaku Ketua Umum BPP PERHUMAS. (son)

Share:

Minggu, 18 Juli 2021

Kabar Baik, Tempat Tidur Perawatan Covid-19 Mulai Longgar


PATIMPUS.COM - Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono menyampaikan kabar baik bahwa keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di DKI Jakarta mulai mendatar alias longgar.


“Ada kabar baik tentang belakangan ini bahwa BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit sudah mulai flat di Jakarta,” katanya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (17/7/2021).


Dr Dante menilai mendatarnya keterisian tempat tidur itu dimungkinkan akibat adanya penambahan tempat tidur yang cukup signifikan. Namun, ia tidak menyebutkan secara detail berapa angka keterisian dan dalam berapa hari BOR itu mendatar.


Namun demikian ia berharap angka pasien positif COVID-19 yang masuk rumah sakit untuk beberapa hari ke depan tidak terlalu masif lagi.


Dr. Dante mengatakan ada penambahan 1000 tempat tidur di Wisma Haji.


“Ada penambahan kira-kira 1000 tempat tidur di Wisma Haji, ini adalah 900 tempat tidur isolasi dan 100 tempat tidur disolasi. Ini bekerja sama antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, kemudian juga dengan BUMN,” katanya.


Ia juga mengatakan Kementerian Kesehatan akan menambah 300 tempat tidur di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan sekitar 300 sampai 400 tempat tidur lagi di beberapa rumah sakit di Jakarta. sehingga total hampir terdapat penambahan 2.000 tempat tidur di seluruh Jakarta.


Selain soal tempat tidur, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan oksigen untuk pasien positif COVID-19. Dr. Dante mengungkapkan kebutuhan oksigen harian sebelumnya mencapai sekitar 400 ton per hari. Dengan adanya peningkatan secara eksponensial pada kasus-kasus COVID-19 belakangan ini maka kebutuhan oksigen menjadi 5 kali lipat.


Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian melakukan rekonversi dari penggunaan oksigen untuk industry. Sehingga sebesar 90% oksigen digunakan untuk kebutuhan medis, dan tinggal 10% lagi kebutuhan yang digunakan untuk kebutuhan industry.


Kementerian Kesehatan juga akan menambah sekitar 20.000 sampai 30.000 oksigen konsentrator, dengan jumlah kira-kira 600 ton oksigen perhari yang akan dibutuhkan. 

Share:

Rabu, 07 Juli 2021

Medan Zona Orange Covid-19


PATIMPUS.COM - Kota Medan dan Padangsidimpuan kembali ke zona orange (resiko sedang) setelah sepekan sebelumnya dinyatakan sebagai zona merah (resiko tinggi) Covid-19.

Hal ini ditegaskan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pusat, dalam lamannya https://covid19.go.id/peta-risiko yang update Rabu (7/7/2021).

Bahkan untuk Kota Padangsidempuan, zonasinya turun menjadi zona kuning (risiko rendah) dan Kota Medan kembali ke zona oranye (risiko sedang), sehingga zona merah di Sumut saat ini adalah zero atau nol. 

Satgas Covid-19 juga menurunkan jumlah zona oranye di Sumut dari sebelumnya delapan menjadi lima daerah. Kelimanya yakni, Deliserdang, Dairi, Karo, Medan dan Tapanuli Utara. 

Sedangkan untuk daerah zona hijau, jumlahnya masih tetap bertahan di tujuh Kabupaten/Kota. Masing-masing adalah Samosir, Nias Barat, Nias, Padang Lawas Utara, Humbang Hasundutan, Nias Utara dan Nias Selatan.

Sementara itu, lonjakan justru terjadi pada zona kuning dari sebelumnya hanya 16 menjadi 21 Kabupaten/Kota.

Daerah-daerah itu yakni, Pakpak Bharat, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Tapanuli Tengah, Toba, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdangbedagai, Batubara, Padang Lawas, Gunung Sitoli, Tapanuli Selatan, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Binjai, Padangsidimpuan, Langkat, Asahan dan Pematangsiantar.

Adapun penetapan status zonasi risiko Covid-19 itu sendiri, dilakukan melalui hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah per tanggal 4 Juli 2021. Di mana, peta zonasi risiko daerah tersebut, dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat, berupa epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi terkait update data Covid-19 Sumut pertanggal 7 Juli 2021 di webiste Infosumut.id mengatakan, untuk Kota Medan, saat ini kasus aktifnya berjumlah 1.489 orang. Jumlah ini total dari 18.997 akumulasi kasus konfirmasi, dikurangi 16.921 sembuh dan 587 meninggal.

Kemudian untuk Kabupaten Deliserdang kasus aktifnya berjumlah 267 orang. Jumlah ini didapatkan dari total 5.898 kasus konfirmasi, 5.439 sembuh dan 192 meninggal. 

Lalu untuk Kabupaten Karo, kasus aktifnya berjumlah 184 orang yang berasal dari 1.034 kasus konfirmasi, 821 sembuh dan 29 meninggal. Berikutnya Dairi dengan kasus aktif 95 orang yang berasal dari 607 kasus konfirmasi, 484 sembuh dan 28 meninggal. 

Selanjutnya Tapanuli Utara, jumlah kasus aktifnya saat ini sebanyak 53 orang. Dimana total kasus konfirmasi sebanyak 673 orang, dengan 606 diantaranya sembuh dan 14 meninggal.

Sedangkan untuk Sumut sendiri, jumlah kasus aktifnya saat ini sebanyak 2.884 orang. Jumlah ini terdiri dari 37.425 kasus konfirmasi, dengan 33.323 diantaranya sembuh dan 1.218 lainnya meninggal. 

"Sumut sendiri hari ini memperoleh penambahan 189 kasus baru konfirmasi positif. Kemudian angka kesembuhan bertambah 142 orang dan kasus kematian bertambah satu orang," pungkasnya. (*)

Share:

Minggu, 04 Juli 2021

Positif Covid-19, Politikus Nasdem Asal Deliserdang Emmy Hafild Meninggal Dunia

 


PATIMPUS.COM - Aktivis lingkungan sekaligus politikus Nasdem Nurul Almy Hafild yang dikenal dengan nama Emmy Hafild meninggal dunia Sabtu (3/7/2021).

Kabar Emmy meninggal dunia disampaikan anggota DPR Partai Nasdem Taufik Basari lewat akun twitternya. Taufik menyampaikan Emmy meninggal dunia akibat Covid-19.

"Innalillahi wa innalillahi rojiun, mbak Emmy Hafidz, Ketua DPP Partai Nasdem bidang Maritim, mantan Direktur Eksekutif Walhi, aktivis perempuan dan lingkungan hidup telah meninggalkan kita. Duka yang mendalam. Terima kasih perjuanganmu untuk Indonesia," kata Taufik.

"Dari tadi sore kita semua tegang mendengar kondisi mbak Emmy Hafild semakin memburuk di ICU akibat Covid-19 yang tentunya akan berbahaya dengan komorbid kanker yang dideritanya, Malam ini jam 21.17 beliau meninggalkan kita semua," sambung dia.

Emmy lahir pada 3 April 1958 dan menghabiskan masa kecilnya di Deliserdang. Dirinya meninggalkan seorang suami dan dua orang anak.

Semasa hidup Emmy selain dikenal sebagai aktivis lingkungan dan perempuan Emmy pernah memimpin beberapa LSM. Di samping, menjadi Ketua Greenpeace Asia Tenggara, Emmy pernah tergabung di Walhi dan Yayasan Indonesia Hijau.

Share:

Melawan Covid-19, Artis Jane Shalimar Meninggal Dunia



PATIMPUS.COM - Perjuangan Jane Shalimar dalam melawan Covid-19 berakhir sudah. Artis sekaligus politikus berusia 41 tahun ini meninggal dunia pada Minggu (4/7/2021) jam 04.20 WIB.

Kabar tersebut diketahui dari keterangan sahabat Jane, Elisya Olive, dalam unggahan di akun Instagramnya.

Olive mengatakan Jane direncanakan akan dikebumikan hari itu juga di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

"Rencana akan dikebumikan pada hari yang sama di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan dan akan menggunakan protokol COVID-19," tulis Olive.

Jane Shalimar diketahui terjangkit COVID-19 pada 24 Juni 2021. Ia langsung dirawat di Rumah Sakit JMC, Mampang Prapatan, Jakarta.

Pada 29 Juni, Jane Shalimar kritis dan mendapatkan perawatan di ICU. Empat hari setelahnya, Jane yang sudah dibuat tertidur dan dipasang ventilator masih tidak bisa melewati masa kritis hingga berpulang.

Anggota keluarga Jane, yakni Karina dan Zarino, mengatakan bahwa Jane dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

"Rencana akan dikebumikan di TPU Jeruk Purut (sekitar pukul 10.00 / 11.00) Jakarta Selatan dan akan menggunakan protokol covid," tulis Karina dan Zarino melalui pesan singkat yang beredar di WhatsApp.

Keduanya meminta agar orang-orang bisa mengikhlaskan kepergian Jane. Mereka juga berharap agar kesalahan Jane bisa dimaafkan.

Jane mulai berkarier di dunia hiburan sejak usia 7 tahun. Kala itu, Jane sering menjadi bintang iklan.

Di era 90-an, ia terpilih menjadi cover girl favorit pilihan pembaca di majalah Aneka. Keberhasilan itu membuatnya dikontrak secara eksklusif oleh Multivision Plus pada era 2000-an.

Jane telah membintangi banyak sinetron, mulai dari Padamu Aku Bersimpuh, Jalan Keadilan, Selendang Sutra Biru, dan Istri Pilihan. Ia juga beberapa kali membintangi FTV, seperti Seleberitis Juga Manusia, Kasih, dan Cinta Yang Hilang.

Setelah berusia 30 tahun, tepatnya pada 2010, Jane memutuskan untuk berfokus pada dunia politik dan meninggalkan industri hiburan. Ia menjadi kader dari Partai Demokrat hingga akhir hayatnya.

Selain karena kesibukannya di sinetron dan politik, Jane juga sering menjadi perbincangan karena pasang surut kehidupan asmaranya. 

Jane pernah berpacaran dengan aktor laga Iko Uwais. Setelah menjalin hubungan yang cukup lama, keduanya putus. Iko kemudian menikah dengan Audy Item pada 2012.

Jane pernah menikah dengan Vebryanto Indra Kusuma Jahja pada 2004. Meski telah dikaruniai seorang anak, Muhammad Zarno, Jane justru menggugat cerai Vebryanto.

Setelah mengajukan gugatan, sempat ada cekcok antara Jane dan Vebryanto mengenai hak asuh Zarno. Pada akhirnya, hak asuh jatuh ke tangan Jane.

Jane Shalimar kemudian menikah secara siri dengan Didi Mahardika pada 2012. Namun, pernikahan siri ini pun gagal di tengah jalan.

Bahkan, Jane sempat bersitegang dengan kekasih Didi kala itu, Vanessa Angel. Perseteruan ini cukup panas dan ramai diperbincangkan publik.

Pada akhirnya, Jane dan Vanessa justru berteman. Hubungan mereka diketahui terjalin baik hingga akhir hayat Jane.

Terakhir, Jane menikah dengan Arsya Wijaya pada 2020. Pernikahan ini juga berakhir tragis karena Jane merasa Arsya telah menipu dirinya.

Sebab, Jane mengetahui bahwa pernikahannya dengan Arsya tidak sah di mata hukum. Arsya pun masih dinyatakan beristri. Jane menggugat Arsya.

Share:

Minggu, 27 Juni 2021

Mayat Covid-19 Bermunculan di Tepi Sungai Gangga, India


PATIMPUS.COM - Mayat-mayat Covid-19 yang dikuburkan asal-asalan di pinggir Sungai Gangga, India, tiba-tiba bermunculan di permukaan tanah.

Selain itu tampak juga kayu bakar yang digunakan untuk proses kremasi jenazah Covid-19.

Kemunculan mayat fan kayu bakar tersebut diakibatkan karena naiknya permukaan air Sungai Gangga.

"Ini adalah mayat-mayat yang terkubur sangat dekat dengan sungai dan telah masuk ke dalamnya dengan naiknya permukaan air," kata pejabat kota bernama Neeraj Kumar Singh kepada Reuters, Minggu (27/6/2021). 

Singh menambahkan sebanyak 25 orang petugas dikerahkan untuk mengevakuasi mayat tersebut. 

Pemerintah Uttar Pradesh mengakui banyak mayat yang meninggal karena corona dibuang ke sungai tersebut pada Mei 2021. Sebab, warga tak mampu membayar biaya pemakaman serta takut akan penularan virus tersebut. 

"Instruksi telah diberikan kepada setiap hakim distrik untuk mengkremasi mayat dengan hormat. Ada mayat yang dikubur di tepi sungai dan itu karena tradisi lokal," kata juru bicara pemerintah Uttar Pradesh, Navneet Sehgal.

Sementara itu, 108 mayat dilaporkan dikremasi di tepi Sungai Gangga dalam tiga pekan terakhir.

Share:

Kamis, 03 Juni 2021

Tahun Ini Indonesia Tak Berangkat Haji, Ini Kata Menag


PATIMPUS.COM - Indonesia tahun 2021 tidak memberangkat calon jemaah hajinya. Hal tersebut dikarenakan pertimbangan keselamatan para calon jemaah haji di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Keputusan itu diumumkan pemerintah lewat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto hingga sejumlah petinggi organisasi Islam  Gedung Kemenag, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Berikut penjelasan lengkap Menag soal Indonesia tak berangkatkan jemaah haji 2021:

Yang terhormat Bapak Ketua Komisi VIII DPR RI bersama Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka. Yang saya hormati bapak Faisal Zaini Sekjen Pengurus Besar NU dan kita hormati Sekjen Majelis Ulama Indonesia dan bapak Kepala BPKH yang sudah hadir bersama-sama kita untuk menyampaikan keputusan pemerintah terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 1442 H atau 2021 Masehi.

Saya sampaikan salam hormat kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama kaum muslimin Indonesia, khususnya para calon jemaah haji Indonesia.

Pemerintah sudah mengambil keputusan setelah berdiskusi dan berdialog panjang dengan Komisi VIII DPR RI juga setelah melakukan persiapan-persiapan sejak 24 Desember dengan membentuk tim krisis haji di masa pandemi COVID-19 melakukan diplomasi-diplomasi dengan pemerintah Saudi Arabia dan tentu saja mempersiapkan segala sesuatu kesiapan pelaksanaan ibadah haji di masa pandemi untuk pelayanan dalam negeri.

Sistem kita sudah siap asrama juga sudah siap dan seluruh protokol kesehatan yang harus dilakukan selama masa pandemi juga sudah kita siapkan.

Kita juga tahu bahwa pandemi COVID-19 ini masih juga belum berlalu, Indonesia sudah mulai terlihat bagus penanganannya tetapi di belahan dunia yang lain kita semua masih menyaksikan bagaimana pandemi COVID-19 ini masih belum bisa terkendali dengan baik.

Atas beberapa pertimbangan tersebut dan komunikasi dari hati ke hati selain dengan DPR RI kami berkomunikasi juga dengan para alim ulama dan pimpinan ormas islam tentu dengan penyelenggara haji dan umrah khusus, biro perjalanan haji yang kita kenal, juga berdiskusi panjang dengan BPKH yang menjadi ujung tombak pelayanan haji di lapangan.

Kami pemerintah menerbitkan keputusan Menag Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada penyelenggaraan haji tahun 1442 H 2021 M.

Saya akan bacakan kepada seluruh masyarakat Indonesia kaum muslimin di Indonesia dan para calon jemaah Indonesia.

Dengan rahmat Tuhan Yang maha esa, Menteri Agama Republik Indonesia menimbang:

A. Bahwa menunaikan haji adalah wajib bagi ummat Islam yang mampu secara ekonomi dan fisik serta terjaminnya kesehatan keselamatan dan keamanan jemaah haji selama berada di embarkasi atau debarkasi di perjalanan di Arab Saudi.

B. Bahwa kesehatan keselamatan dan keamanan jemaah haji sebagaimana dimaksud dalam huruf A terancam oleh pandemi COVID-19 beserta varian barunya yang melanda hampir seluruh negara dunia termasuk Indonesia dan Arab Saudi

C. Bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi warga negara Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri melalui upaya penanggulangan pandemi COVID-19

D. Bahwa dalam ajaran islam menjaga jiwa merupakan salah satu dari lima maqasidus syariah selain menjaga agama akal keturunan dan harta yang harus dijadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam pendapat penetapan hukum atau kebijakan pemerintah agar terwujud kemaslahatan bagi masyarakat.

E. Bahwa sebagai akibat pandemi COVID-119 dalam skala lokal dan global pemerintah Arab Saudi belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan haji 1442 H 2021 masehi

F. Bahwa pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 masehi dan pemerintah Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu yang cukup untuk melakukan persiapan bagi pelayanan jemaah haji

G. Bahwa setelah mempertimbangkan keselamatan jemaah haji dan mencermati aspek teknik persiapan dan kebijakan yang diambil otoritas Arab Saudi komisi 8 DPR dalam rapat kerja masa persidangan ke-5 tahun sidang 2020/2021 tanggal 2 Juni 2021 menyatakan menghormati keputusan yang akan diambil oleh pemerintah terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 masehi

H. Bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a b c d e f dan g perlu menetapkan keputusan Menteri Agama tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 masehi

Mengingat dan seterusnya memutuskan menetapkan keputusan Menteri Agama tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 masehi

1. Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 M bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya

2. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini

3. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 Juni 2021.

Share:

Jumat, 28 Mei 2021

Malam Ini, Kecamatan Medan Selayang dan Johor Diisolasi Seminggu


PATIMPUS.COM - Mulai Jumat (28/5/2021)  malam hingga tujuh hari ke depan, Kecamatan Medan Johor dan Medan Selayang diisolasi, karena masuk zona merah penyebaran Covid-19.

Orang luar yang datang ke tidak diperbolehkan masuk ke lingkungan tersebut, guna memutus mata rantai penularan vurus Corona.

"Pemberlakuan isolasi lingkungan ini akan berlangsung selama seminggu dan nantinya akan dievaluasi oleh pemko Medan," ujar Sekda kota Medan Wirya Al Rahman saat menggelar rapat di ruang rapat II kantor walikota Medan, Jumat (28/5/2021).

Wirya menambahkan, warga yang terpapar maupun yang tidak akan dilakukan tracing guna mengetahui langkah menekan penyebarannya.

"Berdasarkan data dari dinas kesehatan di Lingkungan 7 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor terdapat 14 warga dari 6 rumah yang terpapar virus Covid-19. Sedangkan di lingkungan 10, Kelurahan Tanjung Sari , Kecamatan Medan Selayang jumlah warga yang terpapar berjumlah 14 orang dari 8 Rumah," ujar Wiriya.



Wirya menyebutkan, pemberlakuan isolasi tersebut akan dimulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Namun petugas yang  di Pos Kelurahan nantinya akan berjaga selama 24 jam.

"Kedua lingkungan yang akan diisolasi ini kita akan pantau dengan benar, sehingga nantinya tidak akan menyebarkan virus Covid-19 ke tempat lain," bebernya.

Wirya juga meminta pemberlakuan isolasi itu dilakukan di kecamatan lainnya yang terjadi lonjakan penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu pihak kecamatan nantinya akan melaporkan setiap hari perkembangan data penyebaran virus Covid-19.

Share:

Rabu, 12 Mei 2021

Selasa Kemarin 100 Warga Aceh Positif Corona, 2 Meninggal


PATIMPUS.COM - Dalam sehari, Selasa (11/5/2021), seratus warga Aceh dilaporkan positif kasus corona. Di hari itu juga, 2 orang meninggal dunia, 32 orang dinyatakan sembuh dan sisanya masih dalam perawatan.

Hal itu diumimkan Satgas Covid-19 Nangroe Aceh Darussalam kepada wartawan, Selasa (11/5/2021). Jubir Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, menuturkan kasus konfirmasi positif itu meliputi warga Banda Aceh 17 orang, Gayo Lues 16 orang, Lhokseumawe 15 orang, Aceh Besar 14 orang, Bireuen sembilan orang, Aceh Tamiang delapan orang, Aceh Jaya enam orang, Pidie empat orang, dan warga Aceh Utara tiga orang.

Warga Aceh Barat dan Aceh Selatan sama-sama dua orang, warga Sabang dan Aceh Barat Daya masing-masing satu orang. Sedangkan dua orang lagi tercatat sebagai warga dari luar daerah Aceh.

Kemudian 32 pasien yang dinyatakan sembuh, yakni meliputi warga Aceh Tamiang sebanyak 18 orang, Lhokseumawe tujuh orang, Pidie tiga orang, warga Langsa dan Aceh Besar, sama-sama dua orang.

Banda Aceh 20 orang, Langsa 11 orang, Aceh Tengah 10 orang, Bireuen enam orang, Aceh Singkil lima orang, warga Aceh Besar dan Pidie jaya masing-masing dua orang. Kemudian, masing-masing satu orang warga Aceh Selatan dan warga Aceh Tamiang.

Sedangkan dua orang yang dilaporkan meninggal dunia dalam waktu 24 jam terakhir, meliputi satu warga Aceh Tamiang dan satu orang warga Aceh Utara.

“Hari ini bertambah dua orang lagi meninggal dunia,” kata Saifullah.

Secara akumulatif, sebut Saifullah, kasus COVID-19 di Aceh saat ini telah mencapai 11.998 orang. Para penyintas yang sembuh dari Covid-19 sebanyak 10.151 orang. Pasien masih dirawat 1.366 orang, dan penderita yang meninggal dunia mencapai 481 orang.

Sementara itu, hasil analisis data penyebaran kasus COVID-19 periode 3 Mei s/d 9 Mei 2021 oleh Satgas COVID-19 Nasional, ternyata Aceh nyaris masuk dalam oranye total.

“Tinggal Aceh Tenggara dan Aceh Timur yang zona kuning di Aceh, 21 kabupaten/kota lainnya semua zona oranye,” ujar Saifullah.

Zona oranye dikategorikan sebagai daerah yang memiliki risiko sedang peningkatan kasus COVID-19. Penyebaran virus corona diperkirakan masih sangat tinggi, dan bahkan memiliki potensi tidak terkendali. Transmisi lokal bisa terjadi sangat cepat di dalam masyarakat, katanya.

Di zona oranye, kata Saifullah, diperkirakan terjadi transmisi dari luar daerah (imported case) secara cepat. Karena itu, Satgas COVID-19 kabupaten/kota dan Pos Komando gampong di zona oranye seyogyanya memantau dan mengontrol penyebaran virus corona melalui tindakan dan dukungan terhadap upaya testing dan tracing yang agresif di masyarakat.

Saifullah juga mengimbau masyarakat di zona oranye untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah. Aktivitas di luar rumah hanya dilakukan apabila sangat mendesak, dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan memakai sabun di bawah air yang mengalir, atau memakai hand sanitizer.

Pengelola moda transportasi memiliki tanggung jawab moral untuk memberi perlindungan maksimal kepada seluruh penumpangnya. Jarak duduk antar penumpang diatur sedemikian rupa dan hanya diisi sekitar 50 persen tempat duduk yang tersedia.

Para penumpang pun tidak memaksa diri untuk terangkut meski berjejal di dalam kendaraan umum. Keselamatan tetap harus diutamakan.

“Kita wajib menyampaikan informasi yang benar supaya masyarakat bijak menyikapi dan dapat merespons dengan tepat dinamika yang terjadi di lingkungannya yang masih zona oranye saat ini,” ungkapnya.

Share:

Senin, 10 Mei 2021

Innalillahi..!! Usai Buka Puasa Ustadz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia



PATIMPUS.COM - Innalillahi wa inna illaihi rojiun.... Ustadz Zulkarnain dikabarkan meninggal dunia. Kabar duka cita itu disampaikan langsung oleh dr Diana Tabrani, pengelola Rumah Sakit Tabrani, Pekanbaru.


Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia saat berbuka puasa, Senin (10/5/2021), di RS Tabrani, Jalan Sudirman, Pekanbaru.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Ust. Tengku Zulkarnain," kata dr Diana Tabrani kepada Selasar Riau.


Diana Tabrani mengatakan, Ustaz Tengku Zulkarnain meninggal dunia usai mencoba melawan virus corona yang menggerogoti tubuhnya sejak pekan lalu.


Ustaz Tengku Zulkarnain dikenal sebagai penceramah dengan gaya khasnya, Melayu Medan. Ia mampu membius jemaah dengan gayanya khas tersebut, termasuk jemaah di Pulau Sumatera.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, membenarkan Ustaz Tengku Zulkarnain positif COVID-19. Ia menyatakan, pendakwah tersebut memiliki penyakit penyerta.


Mimi membenarkan, Ustaz Tengku Zulkarnain berusia 58 tahun tersebut terpapar Covid-19. "Ya benar (positif) COVID-19," kata Mimi.

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat