Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Daerah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2024

Terbengkalai, Aset Gedung SMA Plus Besitang Disikat Maling

    Rabu, Juni 12, 2024  


PATIMPUS.COM - Pembangunan SMA Plus Langkat di Lingkungan VI Bukit Gayor, Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, terus menjadi sorotan. 

Dari molornya waktu pengerjaan hingga berdampak pada tertundanya penerimaan siswa baru, buruknya kualitas bangunan juga menjadi pembicaraan hangat masyarakat.

Hal ini mengakibatkan banyaknya bangunan yang mengalami kerusakan dan keretakan usai dikerjakan, padahal bangunan belum diresmikan dan digunakan. 

Selain itu, nama SMA Plus Langkat yang dicetuskan pada masa Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat ini berubah nama menjadi SMA Negeri 2 Besitang, sehingga menjadi pertanyaan masyarakat.

Dari pantauan di SMA Negeri 2 Besitang, Senin (10/06/2024) siang terlihat sepi tanpa aktivitas, tidak satupun pegawai/guru Dinas Pendidikan Wilayah II Sumatera Utara yang dapat ditemui di lokasi ini guna dimintai keterangan.

Saat ditinjau ke beberapa ruangan terlihat terkunci dan di gembok, banyak ruangan kosong tanpa ada sarana mobiler penunjang kegiatan belajar mengajar dan fasilitas penunjang lainnya, sementara di depan aula utama sudah terpasang spanduk penerimaan siswa baru (PPDB) T.P 2024-2025, pendaftaran tahap I dibuka pada tanggal 21-26 Mei 2024 dan pendaftaran ulang pada tanggal 01-03 Juni 2024.

Sementara itu, dari keterangan warga sekitar yang berhasil dirangkum, banyak bangunan yang mengalami kerusakan, parahnya lagi, lokasi sekolah tanpa ada penjagaan, sehingga banyak aset sekolah yang dinyatakan hilang akibat dicuri orang tak dikenal.

"Sejak akhir 2023 tidak ada penjaga di sekolah ini, banyak aset yang hilang seperti kasur (spring bed), AC, kabel listrik dan bola lampu," ucap Suroso (65) yang tinggal disebelah sekolah.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, barang-barang yang hilang berada di mess bawah, pelaku masuk dengan merusak jendela kamar dan mengambil kasur dan barang lainnya, dari informasi yang berkembang, ada lebih dari 20 kasur spring bed yang hilang, ucapnya.

Di tempat terpisah, Kapolsek Besitang AKP Sutrisno SH melalui Kanit Reskrim Iptu Walmiken Tomorrow, saat dikonfirmasi terkait aksi pencurian ini mengatakan, pihaknya belum menerima laporan pengaduan dari pihak sekolah.

"Begitu ada informasi kita langsung menuju lokasi sekolah, namun sampai saat ini belum ada pihak sekolah yang membuat laporan kehilangan," terang Iptu Walmiken.

Diketahui sebelumnya. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Pendidikan Sumatera Utara, membangun SMA Plus Langkat sejak Juni 2020 di atas lahan seluas 6 hektare. 

Rancangan awal pembangunan meliputi 16 ruang lokal berikut bangunan asrama, masjid, lobby tamu, sarana olah raga dan fasilitas lainnya dengan anggaran awal mencapai Rp 7,5 Miliar bersumber dari APBD Sumut TA 2020.

Namun berjalannya waktu, pengerjaan pembangunan sekolah yang ditargetkan siap dan bisa menerima siswa baru di tahun 2022, terus mengalami keterlambatan dan molor dari waktu yang sudah ditentukan.

Bahkan pengerjaan masih terus berlanjut dari tahap I (2020), tahap II (2022), tahap III (2023) dan tahap IV (2024). 

Pemerintah Provinsi Sumatera terus mengeluarkan biaya mencapai puluhan miliar rupiah, namun pembangunan yang dilaksanakan tidak kunjung siap dan tidak maksimal. (Raj)

Rabu, 05 Juni 2024

PT AR Tanam 60.000 Mangrove, Tebar 50.000 Bibit Kerang Dan Kepiting

    Rabu, Juni 05, 2024  


PATIMPUS.COM - PT Agincourt Resources (PTAR) kembali menggelar Aksi Tanam Mangrove 'Dari Hati Untuk Bumi' untuk kedua kalinya. 

Kali ini, pengelola Tambang Emas Martabe itu menanam sebanyak 60.000 bibit Mangrove serta menebar 50.000 bibit kerang dan kepiting di atas lahan seluas 19 hektar yang berada di Kelurahan Kalangan dan Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada Februari 2023, PT Agincourt Resources (PT AR) menanam 30.000 bibit Mangrove di lahan seluas 10 hektar serta menebar 10.000 bibit kerang.  Dengan demikian, PTAR telah memendam 90.000 bibit Mangrove di area seluas 29 hektar. 

Presiden Direktur PT Agincourt Resources, Muliady Sutio, mengatakan penanaman Mangrove di sekitar lokasi pertambangan merupakan wujud nyata komitmen PTAR dalam menjaga lingkungan hidup dan keberlanjutan ekosistem pesisir. 

Hal ini pun sejurus dengan kewajiban pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dalam memenuhi pelaksanaan aspek pengelolaan lingkungan hidup pertambangan, reklamasi, serta pascatambang dan pascaoperasi yang dimuat dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2018.

“Aksi Tanam Mangrove ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekitar wilayah operasional dan secara aktif berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup,” kata Muliady saat membuka acara Aksi Tanam Mangrove di Pandan, Senin (3/6/2024).

Sama seperti sebelumnya, di Aksi Tanam Mangrove 'Dari Hati Untuk Bumi' kali ini, PTAR menggandeng Kelompok Tani Hutan Mandiri Lestari dan bibit Mangrove yang disiapkan kali ini merupakan bibit lokal jenis rhizophora sp, Avicennia spp, Nypa fruticans, Bruguiera sp, siap tanam berusia 3 bulan di persemaian. Sementara, bibit kelompok Crustacea atau kelompok kerang yang disebarkan berjenis lokus dan kepiting berjenis bakau dalam kondisi sehat dan segar.

Selain memiliki manfaat ekologis, Aksi Tanam Mangrove diharapkan berdampak positif pada keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar. Ekosistem Mangrove nantinya dapat dikembangkan menjadi area perikanan dan pariwisata.

“Melalui Aksi Tanam Mangrove ini, kami merealisasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muliady. 

Aksi Tanam Mangrove tidak hanya mencerminkan komitmen PTAR terhadap kaidah teknis pertambangan yang baik (good mining practice), tetapi juga menunjukkan komitmen PTAR dalam menjalankan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Implementasi aspek ESG secara konsisten dilakukan PTAR. Terbukti, sepanjang 2012 hingga 2023 PTAR telah menanam 73.815 bibit pohon di area reklamasi dan 38.306 bibit di luar area Tambang Emas Martabe. Sementara, lahan yang sudah direklamasi selama 2012 sampai 2023 mencapai 47,18 hekar.

Sebagai bagian dari Grup Astra, Aksi Tanam Mangrove ini bertujuan mendukung Astra 2030 Sustainability Aspirations yang menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca Grup Astra Scope 1 dan 2 sebesar 30%. Hal ini sejalan dengan Nationally Determined Contribution (NDC) yang memuat komitmen negara untuk menetapkan target pengurangan emisi di Indonesia, salah satunya dengan cara membangun ekosistem Mangrove.

Dalam sambutannya secara daring, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Sunindyo Suryo Herdadi, memberikan apresiasi kepada PTAR yang telah menyelenggarakan penanaman Mangrove dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan subsektor pertambangan mineral dan batu bara untuk terus mendorong penggunaan teknologi serta menerapkan monitoring dan evaluasi dalam melaksanakan reklamasi lahan bekas tambang. Pemangku kepentingan juga diharapkan melakukan upaya pemulihan ekosistem dalam rangka melindungi keanekaragaman hayati serta memberikan dampak positif ke lingkungan.

“Saya berharap dalam penyelenggaraan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kegiatan pengelolaan lingkungan hidup dapat menjadi bagian dari kaidah pertambangan yang baik sehingga dapat berkontribusi ke pembangunan berkelanjutan sesuai amanat Sustainable Development Goals/SDGs,” tuturnya.

Sementara itu, Pj Bupati Tapanuli Tengah, Sugeng Riyanta, berterimakasih kepada PTAR atas kontribusinya dalam melestarikan lingkungan hidup. Harapannya, area Mangrove akan berguna untuk menjadi lokasi ekowisata dan berdampak positif kepada masyarakat sekitar. 

"Terima kasih kepada PTAR yang telah memilih Tapanuli Tengah sebagai lokasi Mangrove. Kiranya penanaman Mangrove yang telah dirintis ini dapat terus berkelanjutan," ujarnya. (Soni)

Minggu, 28 April 2024

Warga Besitang Gotongroyong Renovasi Masjid Baitul Huda

    Minggu, April 28, 2024  


PATIMPUS.COM - Warga Simpang III Besitang dengan semangat gotongroyong bersatu membersihkan sekaligus merenovasi halaman Masjid Baitul Huda, agar terlihat lebih bersih dan rapi, Ahad (28/04/24).

Dimulai jam 07.00 Wib, warga mulai berkumpul di halaman masjid membawa perlengkapan tukang dan peralatan gotongroyong seperti arit, sapu lidi, sekop, cangkul, pasir, semen dan sebagainya.

Laki-laki dan perempuan terlihat antusias mulai memangkas rumput liar, menyangkul tanah, mengutip sampah dan mengaduk semen yang dibantu oleh anak-anak.

Dengan antusias warga memperbaiki bagian masjid yang rusak dan merapikan halaman yang berlubang dengan semen. Menjelang siang, halaman Masjid Baitul Huda terlihat lebih baik dan bersih.

Ketua BKM Baitul Huda, M Nurdin, menyampaikan kegembiraannya atas semangat gotong royong warga Desa Besitang.

"Ini merupakan upaya nyata kami dalam mewujudkan kebersihan dan kerapian yang sering mendapat apresiasi dari pengunjung masjid. Melalui gotongroyong seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai kepedulian dan keterlibatan aktif seluruh masyarakat untuk melestarikan lingkungan yang bersih dan indah," ungkap M Nurdin dengan penuh semangat.

Tidak hanya itu, kegiatan gotong royong ini diharapkan menjadi penyemangat bagi warga Besitang untuk terus merawat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Warga berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat dilakukan secara berkala sebagai bentuk kepedulian terhadap masjid dan lingkungan sekitar.

Dengan demikian, kebersihan dan kerapian halaman masjid dapat terjaga dengan baik, memberikan kesan yang indah bagi setiap pengunjung yang datang. (raj)

Sabtu, 06 April 2024

Jalan Lintas Sumut-Aceh KM 115 Desa Halaban Banyak Makan Korban

    Sabtu, April 06, 2024  


PATIMPUS.COM - Para pemudik yang akan melintasi Jalan lintas Nasional Medan-Aceh tepatnya di Km 115 Desa Halaban Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, harap berhati-hati. Pasalnya kerusakannya semakin parah. 


Sarana jalan lintas Nasional yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, sejak lama dibiarkan

rusak begitu saja. Bahkan dua titik badan jalan terlihat nyaris putus. 


Herman warga setempat mengatakan.di jalan rusak ini telah terjadi beberapa kali kecelakaan dan sekitar 3 bulan lalu dua orang mahasiswa dari Aceh menuju Medan menjadi korban.


Saat melintas di tempat ini sepeda motor yang dikendari kedua mahasiswa tersebut sempat laga kambing dengan sepeda motor lain yang datang dari Medan menuju Aceh. Diduga 

mengelakkan lubang yang ada di badan jalan,


"Akibat dari kecelakaan itu kedua mahasiswa langsung terpental ke badan jalan dengan kondisi keduanya tidak sadarkan diri langsung di bawa keluarganya ke Rumah sakit di Aceh," kata Herman.


Beberapa hari pasca terjadinya kecelakaan itu kedua mahasiswa tersebut di kabarkan meninggal Dunia kata Herman.dia juga mengatakan di jalan rusak ini sudah puluhan sepadan motor yang jatuh. 


Rata-rata yang kecelakaan itu orang dari luar daerah karena di sekitar jalan yang rusak tidak di pasang rambu-rambu oleh Dinas terkait.


Pantauan Wartawan di lapangan Jumat (5/4/2024), dua titik badan jalan terlihat terbelah melintang sehinga menjadi dua sisi yang melekuk. jika pengguna jalan tidak memperhatikan dari jauh dapat dipastikan pengendara akan terperosok ke lubang jalan karena sana-sini di jalan yang rusak tidak diberi tanda. 


Padahal sesuai pasal 24 ayat(1) Undang-Undang Nomor: 22 tahun 2009.

tentang lalulintas dan angkutan jalan, menyatakan penyelengara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalulintas, 


Pasal 24 ayat (2) dalam hal belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak,

penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu jalan untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.


Sementara di pasal 273 setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera memperbaiki jalan yang rusak mengakibatkan kecelakaan lalulintas, hinga mengakibatkan korban luka atau kerusakan pada kenderaan penyelengara jalan dapat dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda maksimal Rp 12 juta.(Raj)


Rabu, 27 Maret 2024

Janda Miskin 'Dicueki' Dari Perhatian Pemerintah

    Rabu, Maret 27, 2024  


PATIMPUS.COM - Yang namanya miskin bukanlah suatu pilihan bahibsetiap orang. Akan tetapi bila hal ini terjadi, manusia hanya bisa mengatakan semua itu mubgkin sudah nasib dan takdir dari Yang Maha Kuasa.


Seperti yang dialami Endang Kusmawati alias Rani, janda berusia 38 tahun warga Dusun I Bukit Suka Mulia, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.


Sejak kematian suaminya, Endang banting tulang untuk menghidup 4 anaknya. Endang tidak memiliki pekerjaan yang tetap sehingga kesulitan untuk menafkahi keluarganya.


Parahnya, selama hidup miskin, Endang tidak pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Langkat dan juga Pemerintah Pusat.


Bahkan dua anaknya yang masih duduk di bangku SD negeri di daerah itu tak pernah mendapatkan bantuan Progeam Indonesia Pintar (PIP).


"Saya rela bekerja apa saja, yang penting semua anakku bisa makan untuk bertahan hidup, walau pun makan dengan lauk-pauk seadanya. Karena aku juga sadar kalau sudah miskin mungkin kami ini hanya dipandang sebagai sampah. Makanya kami tidak pernah dapat bantuan apapun," ratap Endang Kusmawati, 


Berdasarkan UUD 1945 pasal 34 ayat l berbunyi Fakir miskin dan Anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara,merujuk bunyi pasal 34 ayat l tersebut, mengatur tentang tangung jawab Negara dalam memelihara fakir miskin guna memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kemanusian.


Terkait keluhan janda miskin ini, Tamaruddin SAg, Kepala Desa Halaban ketika dikonfirmasi Senin (25/03/2024), melalui Prihatin Suhartoyo, Sekretaris Desa, mengatakan bahwa Endang Kusmawati sudah diusulkan untuk masuk ke DTSK


"Kuotanya belum ada, jadi harus diusulkan ulang dan nanti kami tindaklanjuti," kata Prihatin Suhartoyo. (raj)



Rabu, 20 Maret 2024

Nunggu Cucian Selesai, Rumah Ludes Terbakar

    Rabu, Maret 20, 2024  


PATIMPUS.COM - Satu unit rumah kayu berdinding tepas ludes terbakar saat penghuninya sedang menunggu cuciannya di mesin cuci selesai, Rabu (20/03/2024) Jam 10.30 wib.


Menurut keterangan Wardah (36), warga Lingkungan l Kampung Lalang, Kelurahan Pekan Besitang, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, mengatakan dirinya bersama tetangga sedang duduk di pondok depan rumah saambil menunggu cucian di mesin cuci.


"Kami bersama tetangga duduk-duduk di pondok depan rumah, sambil menunggu cucian saya selesai yang sudah dimasukan ke mesin cuci. Tak lama berselang saya melihat ada kepulan Asap dan kobaran Api dari dalam rumah. Langsung kami berteriak minta tolong," terang Wardah.


Ketika warga datang, lanjut Wardah, api dengan cepat menjalar sehingga seluruh alat masak dan perabotan di bagian dapur telah habis terbakar.


"Termasuk kasur, tempat tidur dan beberapa perabot rumah tangga yang ada di bagian ruangan tengah juga ludas. Hanya satu unit TV dan kulkas yang dapat di selamatkan warga," kata Wardah.


Pantauan awak media ini di lapangan setelah sekitar 30 menit Api telah dipadamkan warga. Satu unit mobil kebakaran (damkar) milik Pemda Langkat dari Tangkahan Lagan tiba di lokasi kebakaran.


Camat Besitang H Irham Effendi SAg didampingi Lurah Pekan Besitang, Sabarlah SE, mengatakan semoga korban bersama keluarga tetap sabar.


Untuk sementara korban terpaksa tinggal di salah satu rumah warga yang sedang kosong. (raj)

© 2023 patimpus.com.