Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Januari 2024

Sudah 83 Orang Warga Sumut Terkena Covid-19

    Rabu, Januari 10, 2024  


PATIMPUS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Sumut,  dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes, mengatakan, kasus aktif Covid-19 di Provinsi Sumut saat ini mencapai 83 orang. 


"Data ini terhitung dari 14 hari yang lalu sampai 9 Januari," kata Alwi Mujahit Hasibuan MKes kepada wartawan, Rabu (10/1).


Ia mengatakan kasus harian pada tanggal 8 Januari sebanyak delapan orang, tanggal 9 Januari sebanyak tiga kasus, sembuh dan meninggal nihil. "Penambahan tiga kasus ini berasal dari Deliserdang dua kasus dan Medan satu kasus," sebutnya.


Ia mengatakan agar masyarakat melakukan vaksinasi dan kembali menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker dan jaga jarak di lokasi keramaian.


Terkait persediaan stok vaksin di Provinsi Sumut saat ini masih ada dan tergolong cukup. Namun guna mengantisipasi persediaan vaksin, Dinkes Sumut sedang melakukan permintaan vaksin ke Kemenkes RI.


Ia menyampaikan lokasi vaksinasi di Kota Medan ada di UPT RS Paru. Kabupaten/kota lainnya juga masih melakukan vaksinasi antara lainnya seperti Labusel, Tapteng dan Nias.


"Sampai saat ini kabupaten/kota yang masih melaksanakan vaksinasi covid 19 itu adalah Labusel, Tapteng dan Nias. Kenapa, karena mereka butuh untuk vaksin, yang baru masuk usia 18 tahun terutama dengan komorbid. Permintaan mereka sudah kita penuhi. Kalau untuk vaksinasi di Kota Medan ada di UPT RS Paru, itu tidak berhenti," ujarnya.


Ia pun mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker karena Covid-19 masih ada. Kemudian mencuci tangan dengan rajin, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). "Kemudian menjaga jarak harus diterapkan lagi, tapi yang paling utama tolong pakai masker," imbaunya. (don)

Minggu, 07 Januari 2024

Forwakes Sumut Gelar Gathering Bersama Keluarga

    Minggu, Januari 07, 2024  


PATIMPUS.COM - Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut menggelar  Gathering dengan konsep Strangthen Friendship di  Central Park Zoo Jalan Djamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang, Sabtu (6/1). 


Acara yang mengusung tema "Memupuk Kebersamaan dalam Bingkai Kekeluargaan" ini berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan dan keakraban bagi semua anggota Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut. 


Ketua Forwakes Mahbubah (Budi) Lubis, mengungkapkan rasa terima kasih kepada para mitra kerja Forwakes di antaranya JNE, BPJS Kesehatan, Alfamidi, Pemprov Sumut, Pemko Medan, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Medan. 


"Dukungan mereka menjadi kunci kesuksesan acara kita ini," ujar Budi. 


Dalam kegiatan tersebut, peserta Forwakes Gathering tidak hanya menikmati kolam renang bersama keluarga, tetapi juga melihat hewan dan satwa yang ada di Central Park Zoo. 


Kemudian, kejutan menyenangkan bagi semua anggota dengan adanya sesi lucky draw yang membagikan beragam hadiah yang menarik. Acara juga ditutup dengan makan bersama dan berdoa. 


"Acara ini diharapkan dapat mempererat tali persahabatan dan kekeluargaan di antara anggota Forwakes. Semoga kehangatan dan kebersamaan ini terus membawa inspirasi bagi kegiatan-kegiatan mendatang, mempererat hubungan di antara anggota Forwakes," tutupnya. (don)

Kamis, 21 Desember 2023

Korea Tertarik Bangun Gedung Tower RSU Haji Berstandar Internasional

    Kamis, Desember 21, 2023  


PATIMPUS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Republik Korea untuk pembangunan Gedung Tower Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan berstandar internasional.


Direktur RSU Haji Medan dr Rehulina Ginting MKes melalui Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan, Fahril Nirwan Hasibuan menyampaikan, yang sudah masuk ke dalam dokumen greenbook di Bapenas itu nilainya 66,7 juta US Dollar atau sekitar hampir 1 triliun rupiah.


"Jadi memang ini kan diawali dari keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memiliki rumah sakit yang berstandar internasional. Jadi kita menyampaikan permohonan itu ke pemerintah pusat melalui Bappenas. Lalu usulan kita itu masuk ke dalam bluebook untuk rencana daftar pinjaman penerusan pinjaman luar negeri yang 2020-2024," ujar fahril usai pertemuan dengan perwakilan pemerintah Korea di RSU Haji Medan, Kamis (21/12) sore.


Berdasarkan list yang masuk ke dalam dokumen bluebook itu, sambung Fahril, maka itu ditawarkan ke pemerintah luar negeri mana yang tertarik gitu untuk membiayai proyek yang diusulkan.


"Dan alhamdulillahnya dari Pemerintah Korea tertarik untuk membiayai pinjaman luar negeri yang kita usulkan ke duta besar," terangnya.


Menurut dia, RSU Haji berencana tidak hanya memiliki rumah sakit berstandar internasional yang tidak hanya punya bangunan yang sesuai dengan standar, tapi juga alat kesehatan, sistem informasi rumah sakit termasuk juga pelatihan terhadap tenaga kesehatan, baik dokter spesialis, sub spesialis, perawat dan juga tenaga pendukung kesehatan lainnya.


"Nah jadi komponen dari pinjaman ini mengcover ke semua itu. Jadi nanti bangunan yang akan didirikan ini berlantai 10 yang diperuntukkan bagi pelayanan rawat jalan, termasuk juga untuk layanan unggulan seperti kanker, jantung, stroke, dan turun uro nefrologi," jelasnya.


Di sisi lain, Fahril juga menerangkan bahwa RSU Haji telah ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan sebagai jejaring pengampuan layanan KJSO strata utama.


"Kita optimis mungkin awal 2025 sudah ada layanan konsultansinya dulu. Jadi nanti akan ada terkait desain detail sebelum nanti konstruksinya mungkin akan dilakukan di 2026 sampai dengan 2028," ungkapnya.


Dia merincikan, tower B ini akan memiliki 10 lantai dan memiliki basement.


"Tower A tidak punya basement, sedangkan di towe B ada, secara tinggi bangunan akan sama, maka akan ada connecting bridge antara tower A ke Tower B," urainya.


Fahril juga mengungkapkan, berdasarkan negosiasi pemerintah Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan ada porsi yang harus disiapkan dari APBD-nya untuk penyediaan alat kesehatan.


"Tapi kalau untuk bangunan, alat kesehatan yang menjadi porsinya pinjaman termasuk juga sistem informasi rumah sakit dan juga pendidikan dan pelatihan bagi tenaga medis, itu jadi porsinya pinjaman luar negeri," katanya kembali.


Dia juga menerangkan, kerjasama ini erat kaitannya dengan pelayanan kesehatan dan hajat hidup yang masyarakat dan pertimbangannya masih sering berobat ke luar negeri.


"Jadi mereka (pemerintah Korea) seperti yang tadi sudah didiskusikan dengan ibu direktur, mereka ingin supaya masyarakat kita tidak lagi berobat di luar negeri seperti di Malaysia atau Singapura, cukup di dalam negeri saja," tutupnya.


Sebelumnya, manajemen RSU Haji Medan yang dipimpin Direktur Rumah Sakit Umum Haji Medan dr. Rehulina Ginting, M.Kes dan Wakil Direktur Umum dan Pengembangan SDM RSU Haji Medan Ridesman, serta pejabat rumah sakit lainnya melakukan pertemuan dan peninjauan lokasi untuk pembangunan Tower B bersama dengan H.E. Mr. Lee Sang-deok, Ambassador of the Republic of Korea, Mr. Yang Seokhwan, Counsellor/ Head of Economic Affairs, Mr. Han Jongho, First Secretary. Ms. Chung Dodam, Researcher/Interpreter dan Mr. Kim Jae Cheol, EDCF Country Director. (don)

TPPS Sumut Susun Strategi Percepatan Penurunan Stunting 14 Persen

    Kamis, Desember 21, 2023  


PATIMPUS.COM - Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Dr Munawar Ibrahim SKP MPH, mengatakan, pertemuan berkala sangat diperlukan mengingat kebutuhan koordinasi dan kolaborasi yang dari bulan ke bulan harus semakin ditingkatkan dalam kaitannya dengan percepatan penurunan stunting di Sumatera Utara menuju angka 14 persen di tahun 2024.


Hal ini dikatakannya dalam Rapat Koordinasi Teknis Tim Percepatan Penurunan Stunting (TTPS) Sumut yang dihadiri antar lintas berbagai instansi/lembaga di Sumatera Utara, Rabu (20/12) di Medan.


Di akhir tahun ini, katanya, capaian realisasi anggaran per mitra OPD-nya juga harus semakin ditingkatkan dari bulan ke bulan di Pemprovsu, maka perlu rapat rutin seperti ini dilaksanakan setiap bulannya agar dapat senantiasa terpetakan dengan dini dan cepat terkait capaian PPS terkini.


“Jelang akhir tahun ini masih tersisa hanya 10 hari lagi tahun anggaran 2023 ini, realisasi anggaran di BKKBN sendiri Sumut sendiri masih tergolong cukup minim dimana realisasi dak fisik per 20 Desember 2023 baru mencapai 87,31%. Realisasi dak non fisik baru terealisasi 79, 34 %. Dan realisasi anggaran bok-dana salur Puskesmas untuk PMT berbahan pangan lokal per 3 Desember 2023 dengan Pagu rp. 96,2 m, baru terealisasi sebesar 39,9%.


Demikian pula realisasi anggaran Bok-Dana Salur Uuskesmas untuk PMT berbahan pangan lokal yang realisasinya berdasarkan aplikasi e-renggar kementerian kesehatan per tanggal 3 Desember 2023 dengan pagu rp. 96,2 m, baru terealisasi sebesar 39,9%.


Menurut Kepala Perwakilan BKKBN Sumut ini, point penting dari realisasi angagaran tersebut, (1). Kesejahteraan rakyat secara umum di provinsi Sumut ini, yang apabila setiap tahun dengan realisasi rendah maka dampaknya adalah silpa tahun ini akan menjadi hitungan anggaran dak kab/kota di tahun depan; (2). Beberapa kab/kota dengan realisasi anggaran hingga saat ini masih di bawah 60%, akan ada undangan pertemuan via daring dalam waktu dekat ini dari Kepala BKKBN RI.


“Saya mohon kepada TTPS Sumut untuk terus dapat bergerak bersama dan terus melakukan Monev ke kabupaten kota dalam rangka melakukan Bimtek terpadu ke para OPD-KB dan atau TTPS di kab/kota, dalam kaitannya untuk dapat mengambil langkah-langkah strategis dan menyusun rencana aksi konkrit bersama terkait untuk percepatan realaisasi anggaran tersebut dan merencanakan program kerja di tahun 2024,” ujarnya.


Untuk itu, Kaper BKKBN Sumut menyampaikan perlunya TTPS Sumut meningkatkan rapat koordinasi rutin di level provinsi, kab/kota, kecamatan dan tingkat desa/kelurahan baik secara langsung maupun secara daring.


Pada bagian lain disampaikannya, sebanyak 1.182 orang PKB di Sumut yang tentunya ini dapat menjadi salah satu sumber daya untuk percepatan pelaksanaan kegiatan-kegiatan Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Sumut. Terdapat pula sebanyak 37 orang satuan tugas stunting yang tersebar di 33 kab/kota Sumut.


Kemudian ada sebanyak 10.313 tim pendamping keluarga yang terdiri dari 30.914 orang, yang tersebar di 6110 desa dan kelurahan yang ada di 455 kecamatan di provinsi sumatera utara, dimana hingga bulan oktober 2023, capaian pendampingan tpk adalah: Catin yang sudah didampingi berdasarkan yang terdaftar di elsimil adalah sebanyak 10.446 atau 84.69% dan catin yang belum didampingi adalah sebanyak 1.897 atau 15.38%;


Ibu hamil berisiko yang didampingi adalah sebanyak 20.624; Ibu pasca salin berisiko yang didampingi adalah sebanyak 22.785; Anak usia dua tahun berisiko yang didampingi adalah sebanyak 19.087; Data keluarga berisiko stunting di provinsi sumatera utara berdasarkan verval pk22 yaitu sebanyak 791.390 krs, dimana masih terdapat 139.734 keluarga dengan peringkat kesejahteraan (sangat miskin) dengan faktor risiko terlalu banyak anak yang dilahirkan (≥3 anak) sebanyak 778.862 KRS. 


“Saya harap kepada TTPS di Sumut untuk dapat berkegiatan dan merencanakan langkah-langkah konkrit dalam penyelesaian berbagai tugas dan mencanangkan berbagai inovasi serta dapat melakukan pembelajaran terhadap berbagai praktik baik di provinsi dan kabupaten kota lain untuk dapat terus bersinergi bersama,” ujar Munawar mengakhiri. (don)

Sabtu, 16 Desember 2023

Forwakes Sumut Ajak Mahasiswa USU Kenali dan cegah HIV/AIDS

    Sabtu, Desember 16, 2023  


PATIMPUS.COM - Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut menggelar Seminar Kesehatan Hari Aids Se Dunia Kenal, Cegah dan Stop Stigma pada ODHIV (Orang Dengan HIV) yang diadakan di RS Universitas Sumatera Utara, Sabtu (16/12/2023).


Seminar ini untuk memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2023 tersebut menghadirkan empat pemateri yakni dr M Irfan Lubis selaku Tim HIV RSP CPL USU/DPJP Penyakit Dalam; Novita Saragih selaku Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut; Eban Totonta Kaban selaku Pembina Yayasan Medan Plus; dr Pebri Warita selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSP CPL USU; Walter selaku Ketua Komite Keperawatan/Konselor HIV/AIDS RSP CPL USU.


Ketua Forwakes, Mahbubah Lubis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dalam seminar kali ini, seperti RS USU, BPJS Kesehatan, IAKMI, PMI Medan, Dinas Kesehatan Sumut, RSUD dr Pirngadi Medan dan juga Ikatan Dokter Indonesia.


Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Hassanudin diwakili Dokter Yulinda Elfi Nasution saat membuka seminar tersebut mengatakan kasus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome) di Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. 


"Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumut, kasus HIV kumulatif (1992 - Oktober 2023) tercatat mencapai 25.665 kasus. Untuk kasus baru pada periode Januari - Oktober 2023 sebanyak 2.928 orang di Sumut yang HIV serta jumlah ODHIV (Orang Dengan HIV) yang sedang minum obat sebanyak 8.885 orang," katanya 


Keberhasilan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, tambahnya, sangat ditentukan oleh kerjasama seluruh jajaran lintas sektor. Sasaran pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia adalah mencapai 3 Zeroes yaitu tidak adalagi kasus HIV tidak adalagi kematian terkait AIDS dan tidak adalagi stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV menuju ending AIDS Tahun 2030.


"Hari AIDS se dunia setiap tahunnya diperingati setiap 1 Desember 2023. Kita mengajak segenap pemangku kepentingan dan lapisan masyarakat untuk semakin memperkuat komitmen peran serta dan dukungan dalam mencegah dan mengendalikan HIV/AIDS guna mencapai ending AIDS tahun 2030," jelasnya.


Dalam paparannya Tim HIV RSP CPL USU/DPJP Penyakit Dalam M Irfan Lubis mengatakan HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.  Sedangkan AIDS kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. 


"Kasus HIV meningkat karena lambatnya deteksi dini. Untuk mencegah penularan HIV/AIDS di antaranya tidak melakukan seks sebelum nikah, setia pada satu pasangan, gunakan kondom atau alat kontrasepsi lain saat berhubungan seks, hindari narkoba dan penggunaan alat suntik bekas, edukasi mengenai HIV," ujarnya.


Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumut, Novita Saragih menyampaikan secara kumulatif hingga Oktober 2023, wilayah tertinggi ditemukan kasus HIV/AIDS yakni Kota Medan mencapai 15.331 kasus, Deliserdang 2.607 kasus, Karo 1.006 kasus, Pematang Siantar 898 kasus, Labuhanbatu 718 kasus dan Nias 576 kasus. 


"Medan tertinggi ditemukan kasus HIV/AIDS karena penduduknya lebih banyak. Selain itu, peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS karena orang orang sudah sadar untuk memeriksakan dirinya akhirnya tempat pelayanan kita juga bertambah banyak," urainya.


Pembina Yayasan Medan Plus Eban Totonta Kaban menambahkan pihaknya sudah mendampingi lebih dari 25 ribu orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Dia berharap ke depannya ODHIV tak lagi mendapatkan stigma negatif dari masyarakat.


"Lebih dari 25 ribu orang yang kami dampingi dan sebagian besar duluan berangkat. Di awal awal HIV pengobatan belum terlalu bagus sehingga banyak teman teman yang terpapar HIV yang meninggalkan kita lebih dahulu," ungkapnya.


Menurutnya saat ini para pengidap HIV/AIDS masih kerap mendapatkan stigma negatif. Stigma negatif yang dialami pengidap HIV/AIDS tak hanya diperoleh dari keluarga sendiri, tapi juga dari masyarakat sekitar. Stigma buruk membuat ODHIV sering dikucilkan sehingga memperburuk kondisi kesehatannya.


"ODHIV kerap mendapatkan perlakuan tidak baik dari keluarga sendiri. Padahal keluarga harusnya menjadi support sistem. Bahkan seringkali ODHIV mengecap buruk dirinya sendiri. Dia tidak mau mengakses layanan kesehatan, tidak menghadiri pertemuan, mengisolasi diri. Stigma ini penghalang utama. Untuk mengubah stigma harus ada gerakan dari seluruh stakeholder," paparnya.


Sementara itu, Ketua Komite Keperawatan/Konselor HIV/AIDS RSP CPL USU, Walter menyebutkan masyarakat yang melakukan pemeriksaan di VCT (Voluntary Counseling and Testing) akan dijamin kerahasiaannya. Sebab prinsip VCT yakni rahasia, sukarela konseling dan persetujuan. 


"Kecuali kalau itu terkait dengan hukum, mau tak mau harus dibuka. Ketika pasien melakukan pemeriksaan ternyata HIV, maka akan kita dampingi. Tujuan konseling ini mencegah penyebaran infeksinya kepada orang lain dengan melakukan pengobatan ARV hingga memberikan dukungan psikologis," terangnya.


Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSP CPL USU, Pebri Warita menyampaikan seorang ibu hamil yang terinfeksi HIV belum tentu melahirkan anak yang HIV pula. Sehingga pemahaman dan pendampingan harus diberikan kepada ibu hamil untuk memutus rantai penyebaran HIV. 


"Tuhan menciptakan rahim itu dalam kondisi steril jadi virus HIV tidak bisa melewati trans plasenta. Jadi ibu yang HIV belum tentu melahirkan anak yang HIV. HIV ini tertular ke janin pada saat mekanisme persalinan. Dan itupun tidak serta merta 100 persen," tutupnya. 


Seminar ini turut dihadiri Ketua IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Sumut yang juga Pembina Forwakes Destanul Aulia, Direktur Utama RS USU yang diwakili dr Ivana, Kadis Kesehatan Medan diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Pocut Fatimah Fitri, pengurus Forwakes Sumut, serta puluhan peserta dari mahasiswa/mahasiswi USU. (don)

Kamis, 14 Desember 2023

Kisah Zuriah dan Suami dalam Melawan Penyakit bersama BPJS Kesehatan

    Kamis, Desember 14, 2023  


PATIMPUS.COM – Bagi beberapa orang, terlindungi dalam suatu program jaminan kesehatan merupakan hal yang biasa saja. Namun, untuk Zuriah (23) menjadi peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) merupakan hal yang sangat luar biasa. 


Berkat Program JKN, Zuriah tidak perlu khawatir tentang kemungkinan musibah atau penyakit serius yang memerlukan perawatan intensif. Hal ini memberikan ketenangan pikiran dan memungkinkan Zuriah untuk fokus pada pemulihan tanpa beban finansial yang berlebihan. Dengan segala jenis manfaat yang didapatkan dari BPJS Kesehatan, Zuriah merasa sangat bersyukur dapat bekerja pada perusahaannya saat ini.


“Di tahun 2018 didaftarkan perusahaan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Waktu itu saya harus dirawat inap di Rumah Sakit Hermina Medan karena mengalami tipes. Saya ingat betul bahwa semua proses yang saya lewati sangatlah lancar dan tanpa hambatan. Saya juga sedang mengandung sekarang dan bisa dipastikan ketika nanti saya lahiran saya akan menggunakan BPJS Kesehatan lagi sebagai jaminannya. Saya tahu bahwa di zaman sekarang ini biaya persalinan sangatlah mahal sehingga menjadikan BPJS Kesehatan sebagai solusinya,” ucap Zuriah kepada Jamkesnews, Kamis (14/12). 


Irfansyah (25) merupakan suami dari Zuriah yang pernah menjadi pasien tuberkulosis atau yang biasanya dikenal dengan sebutan penyakit TBC, beberapa tahun yang lalu. Pengalaman tersebut juga menjadi momentum yang sangat berbekas di ingatan Zuriah. Tuberkulosis merupakan jenis penyakit dengan kondisi paru–paru seseorang terserang bakteri mycobacterium tuberculosis. 


Meskipun TBC merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kasus kematian yang tinggi, berbulan–bulan lamanya Irfansyah mengabaikan gejala yang muncul di tubuhnya. Hal ini menyebabkan terjadi pembengkakan di belakang telinganya. Bukti nyata yang ia alami ini membuat Irfansyah memutuskan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 


“Gejalanya yang lama kelamaan semakin jelas membuat suami saya buru–buru ke rumah sakit terdekat. Hasil menunjukkan bahwa pembengkakan di leher suami saya itu merupakan kelenjar TBC. Dokter yang melakukan pemeriksaan menyarankan suami saya untuk mengkonsumsi obat penghilang kelenjar tersebut selama lebih kurang sembilan bulan. Kita berdua merasa dengan adanya jaminan kesehatan ini dapat membuat suami saya mendapatkan fasilitas kesehatan dan pelayanan medis tanpa takut dengan biaya yang tinggi. Ini semua juga sudah termasuk konsultasi, perawatan dan obat,” ujar Zuriah. 


Zuriah menambahkan bahwa pengobatan suaminya yang dilakukan selama lebih dari setengah tahun itu menghasilkan progres yang sangat signifikan. Selama menjalani check-up setiap bulan, tenaga medis yang berada di rumah sakit selalu bersikap baik, ramah, dan suportif sehingga secara tidak langsung membantu proses penyembuhan sang suami.


“Saya merasa kagum dengan seluruh dokter dan perawat yang mendukung suami saya agar lekas sembuh. Sembilan bulan lebih rutin kontrol dan mengkonsumsi obat – obatan dalam jumlah yang banyak dan dosis yang besar membuat pengorbanan suami dan saya tidak sia–sia,” jelas Zuriah.


Menurut Zuriah, keberadaan Program JKN telah banyak meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan perlindungan. Dengan adanya Program JKN, setiap orang memiliki kesempatan yang sama besarnya untuk mendapatkan perawatan kesehatan.


“Kepada BPJS Kesehatan, saya berharap kelak nanti bisa menjadi layanan nomor satu di Indonesia dengan prosedur jaminan kesehatan yang terbaik dan selalu menjadi garda terdepan untuk masyarakat yang ingin berobat tanpa harus direpotkan. Selain itu, mudah-mudahan ke depannya pelayanan BPJS Kesehatan semakin dapat membuat para peserta menjadi nyaman,” ucap Zuriah di akhir pembicaraan. (don)

Rabu, 13 Desember 2023

Alwi Mujahit Sambut Kepala BPJS Kesehatan Sumut-Aceh Yang Baru

    Rabu, Desember 13, 2023  


PATIMPUS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes, menerima kunjungan dari Deputi Direksi BPJS Kesehatan wilayah I (Kepala BPJS Sumut Aceh) yang baru, Selasa (12/12).


Deputi BPJS Kesehatan Wilayah I, M Iqbal Anas Ma'ruf, hadir didampingi Idris Halomoan selaku Asisten Deputi perencanaan dan keuangan serta Muhammad Fadlan dari BPJS Kesehatan


Kunjungan ini juga sebagai silaturahim pertama yang dilakukan M Iqbal sejak beliau dilantik menjadi Deputi BPJS Kesehatan wilayah I menggantikan dr Mariamah MKes yang telah memasuki masa pensiun


Kepala Dinas Kesehatan yang didampingi oleh Kepala Bidang pelayanan kesehatan dr Nelly Fitriani MKes menyampaikan salam perkenalan, dan juga  harapannya kepada BPJS Kesehatan agar dapat terus terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah provinsi sumatera utara.


Pada kesempatan itu, Kadis Kesehatan mengingatkan, bahwa Dinas Kesehatan dengan BPJS, bukan para pihak, tetapi satu pihak. Yaitu pihak yang bertanggungjawab memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sementara itu, di pihak lain, ada masyarakat sebagai penerima manfaat yang harus terlayani dengan baik.


"Kolaborasi yang baik antara Dinkes dengan BPJS Kesehatan, sangat penting, untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat di Sumut," sebut Kadis.


Hal tersebut juga disambut baik oleh M Iqbal dimana beliau juga sangat berharap agar sinergi antara BPJS Kesehatan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dapat berlangsung dengan baik seperti yang sudah berjalan selama ini. (don)

Jumat, 08 Desember 2023

RS Pirngadi Susun Strategi Wujudkan Wisata Medis

    Jumat, Desember 08, 2023  


PATIMPUS.COM - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan terus menyusun strategi untuk mewujudkan pelayanan yang optimal dalam program Medan Medical Tourism Board (MMTB) atau program rumah sakit wisata. 


Program yang dilaunching Pemko Medan pada Agustus 2022 di rumah sakit bersejarah tersebut sudah berjalan dan  disiapkan pelayanan khusus buat pasien MMTB dimana layanan yang diunggulkan saat ini yakni layanan spesialis Gigi. 


"Kita terus berbenah dan menyusun strategi agar bisa lebih optimal. Program ini sudah jalan tetapi kita fokuskan pada pelayanan gigi. 

Jadi kita buat khusus di lantai 2, di sana ada poli gigi dan dokter Spesialis yang hanya melayani pasien MMTB," jelas Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Suhartono pada Jumat (8/12).


Diakuinya memang sampai saat ini pihaknya terus  mengkonsep pelayanan MMTB ini secara utuh di RSUD Pirngadi Medan agar dapat membedakan pasien umum biasa dengan pasien MMTB. 


"Kita tengah mengkonsep bagaimana agar pelayanan pasien MMTB ini bisa jauh lebih baik, karenakan pasti ada bedanya  pasien umum, dan pasien BPJS," katanya.


Sementara itu, percepat program ini Pemko Medan sudah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Sumatera Utara (USU), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumut, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sumut dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut.


Melalui penandatanganan MoU tersebut, diharapkan agar kerjasama dapat semakin memperkuat keberhasilan program MMT tersebut. 


Kemudian 7 rumah sakit  telah disiapkan guna mendukung ini yakni RSUP H Adam Malik, RSUD Dr Pirngadi, RS Putri Hijau, RS Murni Teguh, RS Siloam, RS Columbia Asia dan RS Royal Prima. Diharapkan, ketujuh rumah sakit tersebut dapat meningkatkan pelayanan kesehatannya guna mendukung MMT. (don)

Rabu, 29 November 2023

RSU Haji Berperan Turunkan Stunting

    Rabu, November 29, 2023  


PATIMPUS.COM - Penanganan stunting dan upaya mempercepat angka penurunannya, telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Di mana pada tahun 2024, ditetapkan harus mencapai angka 14 persen.


"Stunting menjadi salah satu poin yang ditekankan oleh pemerintah," sebut Kabag Humas Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan dr Aria Novita, usai upacara peringatan Hari Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-52 yang digelar di Lapangan Astaka Pancing, Rabu (29/11),


Karenanya, Novita mengaku, RSU Haji Medan sebagai rumah sakit milik Pemprov Sumut siap untuk berpartisipasi dalam upaya penanganannya.


"Untuk ultah KORPRI, stunting menjadi perhatian. Karenanya, dalam hal penanganannya RS Haji diharapkan dapat mempunyai peranan penting, sehingga angka stunting secara bertahap dapat diturunkan dan Insya Allah tahun 2024 sudah sesuai target," ungkapnya kepada wartawan.


Selain soal stunting, lanjutnya, dalam HUT KORPRI ini pemerintah juga disampaikan telah mengeluarkan kebijakan mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).


Tentunya, sambung dia, RSU Haji Medan juga sangat mendukung hal tersebut dengan baik, terutama dari segi fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki.


"Artinya, implementasinya akan segera kami terapkan di RS Haji Medan," tegasnya.


Sebelumnya, membacakan amanat Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Pj Gubernur Sumut Hassanudin menegaskan, bahwa masyarakat saat ini sangat berharap pemerintah dapat memberikan pelayanan birokrasi yang lebih cepat, lebih mudah dan lebih akurat. Untuk itu layanan saat ini harus sudah bisa diakses secara online, cepat dan tepat.


"Untuk itu, saya minta KORPRI mampu membaca dan menjawab perubahan ini guna mengembangkan birokrasi Indonesia yang betul-betul mampu menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045," katanya. (don)

Tangkal DBD, Nyamuk Wolbachia Belum Disebarkan di Sumut

    Rabu, November 29, 2023  


PATIMPUS.COM - Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes mengatakan, pemerintah pusat belum melakukan penyebaran nyamuk Wolbachia di wilayah Provinsi Sumut.


“Belum. Masih ujicoba di beberapa tempat. Di Sumut, belum,” kata dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes ketika dikonfirmasi wartawan, di Medan, Selasa (28/11).


Menurutnya, penyebaran nyamuk Wolbachia masih terkonsentrasi di beberapa wilayah di Indonesia. “Sebagai pilot project, dilaksanakan di lima kota yaitu Kota Semarang, Kota Jakarta Barat, Kota Bandung, Kota Kupang dan Kota Bontang,” ungkapnya.


Seperti diketahui, program pemerintah terkait penyebaran nyamuk Wolbachia untuk penanganan demam berdarah dengue (DBD) sempat menjadi polemik di beberapa daerah, dan membuat masyarakat khawatir akan dampaknya.


Wolbachia merupakan bakteri alami di serangga dan sekitar 6 dari 10 jenis serangga di dunia termasuk kupu-kupu, lalat buah dan lebah.


Penelitian di Yogyakarta yang dilakukan pada tahun 2012 di lima dusun yang meliputi area residensi dan area agrikultur di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa Wolbachia pipientis ditemukan pada 44.9% serangga seperti kupu-kupu, ngengat, nyamuk dan lalat.


Bakteri Wolbachia tidak menginfeksi manusia atau vertebrata yang lain dan tidak menyebabkan manusia atau hewan menjadi sakit. Wolbachia merupakan endosimbion obligat, yang hanya bisa hidup di dalam sel organisme hidup lain.


Menurutnya, Wolbachia dalam tubuh nyamuk aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kapasitas nyamuk tersebut sebagai vektor dengue.


Mekanisme kerja yang utama adalah melalui kompetisi makanan antara virus dan bakteri, dengan sedikitnya makanan yang bisa menghidupi virus, maka virus tidak dapat berkembang biak. (don)

Kamis, 23 November 2023

Stand Forwakes Meriahkan HKN Ke 59 di Dinkes Medan

    Kamis, November 23, 2023  


PATIMPUS.COM - Stand Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut turut memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 59 di Dinas Kesehatan Medan, Kamis (23/11).


Mahbubah Budi, selaku Ketua Forwakes Sumut mengatakan, pihaknya tahun ini ikut berpartisipasi memperingati HKN yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Medan, JalannRotan, Kecamatan Medan Petisah.


"Kita ikut bazzar memperingati HKN dengan mendirikan stand UMKM dengan menjual produk-produk dari pengurus Forwakes Sumut. Kitab bersyukur dagangan kita laris manis," ujar Mahbubah Lubis didampingi Khairuddin Arafat dan Fatimah Siregar.


Tampak sejumlah pejabat dan mitra Forwakes Sumut mengunjungi stand Forwakes. Mereka membeli sejumlah produk dan souvenir yang dipamerkan di stand tersebut.


"Forwakes adalah mitra Dinas Kesehatan yang sangat membantu kita dalam menginformasikan tentang isu-isu kesehatan. Kita mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Forwakes," sebutbl Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Taufik Ririansyah MKM, saat membeli salah satu produk UMKM di stand Forwakes Sumut.


Dalam sambutannya dr Taufik mengatakan, HKN ke 59 yang pada tahun ini mengangkat tema 'Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju' menjadi momentum untuk mewujudkan sistem kesehatan nasional yang lebih kuat, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan seperti pandemi Covid-19.


Dinas Kesehatan Kota Medan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan di berbagai sektor, sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Medan.


"Semoga di HKN ini juga bisa memudahkan kita dalam mewujudkan masyarakat Medan yang lebih sehat dan kuat," kata dr Taufik Ririansyah, MKM dalam puncak perayaan HKN ke-59.


Dalam kesempatan itu, Taufik juga mengapresiasi kepada seluruh panitia HKN ke-59 tahun 2023 yang telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan peringatan dengan baik dan lancar.


Mulai dari pelaksanaan seminar di 8 rumah sakit yang ada di Kota Medan, pemberian penghargaan kepada tenaga kesehatan, penyerahan sertifikat akreditasi pada sejumlah puskesmas yang ada di Kota Medan.


Bahkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ratusan ASN Pemko di halaman Kantor Wali Kota Medan mulai dari pemeriksaan Skrining TB, Skrining Penyakit Tidak Menular, dan Skrining Kesehatan Jiwa dan Pemeriksaan Mata juga pembagian kacamata gratis. Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan kesehatan pada ASN sendiri.


"Dan, hari ini puncaknya dengan menggelar bazar serta sejumlah perlombaan," jelasnya pada wartawan.


Taufik menyampaikan, ada 6 pilar yang harus dijalankan sebagaimana tema tahun ini 'Transformasi Kesehatan untuk Indonesia Maju'.


Oleh karena itu, diharapkannya semua bisa mengikuti perubahan terhadap 6 pilar tersebut yang telah dirumuskan secara mendasar untuk pelayanan kesehatan.


"Maka, saat ini kita tengah menggalang kekuatan kita dan seluruh kemampuan kita untuk melatih dan mencoba berintegrasi dengan dunia digital satu sehat. Supaya kita lebih mapan dalam melayani kesehatan di masyarakat," terangnya.


Dia juga menerangkan, tujuan selama ini yang masih terhambat, diharapkan bisa tercapai. Salah satunya, dikatakan Taufik, adalah informasi target kinerja untuk akredistasi seluruh puskesmas.


"Semoga hingga akhir tahun ini semua berjalan lancar dan baik," pungkasnya.


Seperti diketahui, dalam rangka peringatan HKN ke-59, Dinas Kesehatan Kota Medan menghadirkan serangkaian kegiatan yang dimulai pada Senin 13-23 November.


Ketua Panitia HKN ke-59 Kota Medan, dr. Heva Julietta Sinaga mengatakan, puncak peringatan HKN ke 59 Kota Medan akan menghadirkan berbagai kegiatan, seperti stand, bazar, perlombaan nyanyi solo, perlombaan senam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan fashion show dengan pakaian rapi.


"Harapan kita dengan HKN ini adalah untuk memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat, meningkatkan pelayanan kesehatan, dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tukas Heva Sinaga. (don)


Perawat RS Pirngadi Harus Berkualitas, Efektif dan Efisien

    Kamis, November 23, 2023  


PATIMPUS.COM - Pelatihan manajemen keperawatan digelar di Ruang Rapat II RSUD Dr Pirngadi Kota Medan dilaksanakan selama enam hari dari tanggal 20-25 November 2023. 


Direktur RSUD Dr Pirngadi Kota Medan dr Suhartono SpPD Subsp HOM (K) FINASIM yang membuka pelatihan itu mengatakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat manajer di rumah sakit dalam melakukan peran dan fungsinya sebagai pengelola pelayanan keperawatan secara berkualitas, efektif dan efisien.


"Peserta kegiatan pelatihan manajemen keperawatan adalah perawat dari unit RSUD Dr Pirngadi Kota Medan sebanyak 30 orang. Narasumber dari Himpunan Perawat Manajer Indonesia (HIPMI) Sumut," kata Suhartono kepada wartawan, Rabu (22/11).


Ia mengatakan pembahasan dikegiatan pelatihan antara lain aspek etika dalam manajemen pelayanan keperawatan, peningkatan kerjasama tim, peningkatan keterampilan waktu dan sumber daya, dan materi lain terkait manajemen keperawatan.


"Pelatihan manajemen keperawatan yang bekerja sama dengan HPMI merupakan kegiatan pertama untuk tahun 2023. Kegiatan berlangsung selama enam hari sejak tanggal 20-25 November 2023," ujarnya didampingi Wadir SDM dan Pendidikan RSUD Dr Pirngadi Medan Rina Amelia SPsi MPsi.


Suhartono menyampaikan pelatihan manajemen keperawatan ini merupakan harapan dan komitmen RS Pirngadi dalam meningkatkan mutu pelayanan.


"Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan dengan meningkatkan ilmu pengetahuan melalui para narasumber," ungkapnya. (don)


Senin, 20 November 2023

RS Pirngadi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Perawat ICU

    Senin, November 20, 2023  


PATIMPUS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan meningkatkan kemampuan dan kualitas tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan dan perawatan ICU yang memenuhi kualifikasi sebagai perawat ICU.


Hal itu dikatakan Direktur RSUD Dr Pirngadi Kota Medan dr Suhartono SpPD SubspHOM (K) Finasim usai membuka pelatihan keperawatan intensif dasar kemarin.


Ia mengatakan kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 13-17 November 2023. Peserta yang terlibat terdiri dari perawat dari unit RSUD Dr Pirngadi Kota Medan sebanyak 25 orang.


"Narasumber terdiri dari Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)," ujarnya.


Ia mengatakan pelatihan itu membahas konsep dasar keperawatan ICU, etik legal keperawatan ICU, monitoring haemodinamik, manajemen airways dan hal lainnya terkait keperawatan ICU.


"Pelatihan keperawatan intensif dasar  ini bekerjasama dengan HIPERCCI merupakan kegiatan pertama untuk Tahun 2023," ungkapnya.


Suhartono mengharapkan agar semua peserta yang telah terpilih untuk ikut serta dalam pelatihan keperawatan intensif dasar ini serius dalam mengikuti semua materi yang disampaikan para narasumber.


"Dimana pelatihan ini tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan layanan ICU di RSUD Dr Pirngadi Kota Medan, akan tetapi menjadi investasi bagi peserta itu sendiri," harapnya. (don)


Rabu, 15 November 2023

JKN Melindungi Sri dan Keluarga dari Ketidakpastian Biaya Berobat

    Rabu, November 15, 2023  


PATIMPUS.COM - Adanya imbauan menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari penyelenggara ibadah umrah dan haji khusus, membuat Sri Wahyuni (40) harus memastikan keaktifkan kepesertaan ibunya sebagai peserta Program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan.


Aturan dari Kementerian Agama tersebut mengingatkan agar calon jemaah umrah dan calon jemaah haji segera terdaftar menjadi peserta Program JKN.


Ditemui oleh wartawan pada Senin (13/11) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan, Sri datang mewakili ibunya untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan pada segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas tiga.


“Atas izin Allah, insyaallah tahun depan ibu saya bisa naik haji. Sekarang saya datang ke sini untuk mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan ibu saya. Katanya sekarang kalau mau naik haji harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sebenarnya dulu kami sekeluarga belum familiar dengan asuransi kesehatan seperti ini, jadi dulu jika saya dan keluarga ada yang jatuh sakit maka nantinya kita akan bayar sendiri,” ujar Sri.


Lebih lanjut, Sri  menceritakan proses perjalanannya yang semula tidak begitu menganggap penting jaminan kesehatan hingga akhirnya jadi peserta JKN. Sebagai ibu tumah tangga yang fokus kepada anak dan keluarga, Sri terkadang tidak terlalu memperhatikan kesehatannya sendiri.


Hingga pada suatu waktu ia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Ditemukan benjolan kecil yang berada pada payudaranya yang membuat Sri sedikit khawatir.

Ia menjelaskan terkait hasil pemeriksaan yang didapatkannya menunjukkan bahwa ia memiliki tumor jinak yang harus cepat mendapat tindakan operasi sebelum menjadi lebih parah.


Mendengar kata operasi tentulah langsung membuatnya berpikir tentang biaya yang besar. Hal ini yang kemudian menyadarkan Sri akan pentingnya jaminan kesehatan. Sri memutuskan untuk  segera mendaftarkan dirinya dan keluarga dan kemudian berobat menggunakan BPJS Kesehatan.


“Tidak menyangka juga kala itu saya bisa terkena tumor jinak dan saya yakin biaya penanganannya pasti akan besar. Saya langsung terbayang betapa sulitnya nanti keadaan jika tidak ada penjamin untuk kesehatan ini, saat itu saya putuskan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan. Tidak hanya untuk saya saja tapi juga untuk anak-anak saya,” ungkap Sri.


Sri tidak pernah menyangka dirinya akan mengalami kejadian seperti ini. Seumur hidupnya menjadi pasien dengan menggunakan biaya pribadi membuatnya sadar akan pentingnya memiliki BPJS Kesehatan, baik ketika kondisi yang sehat maupun sakit. 


Pengalaman pertama yang juga tidak terlupakan oleh Sri adalah saat ia memanfaatkan pelayanan untuk berobat. Fasilitas kesehatan tempatnya berobat memberikan penanganan yang terbaik, sehingga Sri tidak perlu dirawat inap terlalu lama. Sri juga merasa beruntung dapat dirawat dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama di rumah sakit, sehingga ia sudah dapat kembali menjalani aktivitas rutinnya. 


Sejak kejadian tersebut, terhitung sudah satu tahun lebih lamanya Sri dan keluarga menjadi bagian dari BPJS Kesehatan.


“Saya sedikit kaget waktu pertama kali menjadi pasien BPJS Kesehatan. Saya mengira akan diperlakukan secara berbeda, tetapi ternyata tidak sama sekali. Proses rujukan dan mendaftar antrean juga mudah tanpa ada kesulitan. Saya juga menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk pendaftaran antrean di rumah sakit. Jadi waktu saya sampai di rumah sakit sudah tinggal menunggu sebentar saja,” kata Sri.


Menutup pembicaraan, Sri mengungkapkan harapannya kepada masyarakat terhadap BPJS Kesehatan untuk dapat selalu mendukung jalannya program jaminan kesehatan dengan saling menolong. 


Menurutnya, pemerintah sudah membuat program jaminan kesehatan yang sangat baik untuk masyarakat. Banyak orang sakit yang bisa terbantu dengan adanya JKN ini sebagai penjamin kesehatannya.


"Maka dari itu, kita sebagai rakyat berkewajiban untuk terus mendukung program ini dengan menjadi peserta aktif dan rutin membayar iuran. Meskipun saat ini kita sehat dan merasa tidak perlu menggunakannya, ketahuilah bahwa iuran kita bisa membantu saudara-saudara kita juga,” tutur Sri. (don)

© 2023 patimpus.com.