Dialog Multipihak Dorong Pemulihan Lanskap Aceh dan Sumatra Utara Pascabencana
| Sabtu, Maret 14, 2026

By On Sabtu, Maret 14, 2026


PATIMPUS.COM - Perubahan tutupan hutan dan lahan pascabencana menjadi tantangan penting dalam upaya pemulihan wilayah terdampak di Aceh dan Sumatra Utara. 


Untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan tersebut, Coalition for Sustainable Livelihoods (CSL) menggelar Dialog Multipihak bertajuk “Wajah Baru Tutupan Hutan dan Lahan Pascabencana: Menuju Pemulihan Lanskap di Aceh dan Sumatra Utara.” 


Dialog ini mempertemukan pemerintah, peneliti, sektor swasta, dan mitra pembangunan untuk membahas dinamika perubahan lanskap setelah bencana sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemulihan ekosistem dan penghidupan masyarakat.


“Dialog ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pihak di Sumatra Utara dan Aceh dalam berbagi data, pengetahuan, dan pengalaman terkait perubahan lanskap pascabencana. Melalui kolaborasi multipihak, kita dapat mendorong upaya pemulihan yang lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Edward Manihuruk, Lead CSL.


Dalam diskusi panel yang dimulai oleh Hunggul Yudono Setio Hadi Nugroho dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pentingnya data dalam mendukung proses pemulihan pascabencana ditekankan. 


Menurutnya, berbagai pihak telah mengumpulkan data mengenai kondisi wilayah terdampak, yang perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memahami dinamika perubahan lanskap serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pemulihan.


“Data menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan dan implementasi solusi pascabencana. Karena itu, penting untuk membangun sistem pemantauan hidrologi dan kebencanaan yang akurat, cepat, dan inklusif agar dapat mendukung mitigasi risiko serta pengambilan keputusan yang adaptif,” ujarnya. 


Ia juga menambahkan bahwa BRIN terus melakukan pemantauan, analisis, serta mengembangkan inovasi teknologi untuk membantu mendeteksi dan memitigasi potensi bencana di masa depan.

Perubahan lanskap juga berdampak langsung terhadap kondisi ekosistem dan keanekaragaman hayati. 


M Yakob Ishadamy, Direktur Yayasan Ekosistem Lestari, menyoroti bahwa tekanan terhadap tutupan hutan di Aceh berkontribusi pada meningkatnya risiko kehilangan biodiversitas sekaligus memperbesar kerentanan terhadap bencana di masa depan apabila tidak diikuti dengan upaya pemulihan yang tepat.


Sementara itu, dari perspektif regional Sumatra Utara, Jeri Imansyah, Sundaland Program Director Konservasi Indonesia menekankan bahwa perubahan lanskap perlu dipahami secara menyeluruh agar dapat menjadi dasar dalam memperkuat pengelolaan hutan dan lahan yang lebih berkelanjutan dan tetap mendukung penghidupan masyarakat.


“Perubahan tutupan hutan dan lanskap tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan wilayah dan keberlanjutan penghidupan masyarakat. Karena itu, pemulihan pascabencana perlu dilihat sebagai momentum untuk memperkuat praktik pengelolaan lanskap yang lebih bertanggung jawab dan berketahanan iklim,” jelas Jeri.


Dialog ini juga menghadirkan perspektif sektor swasta mengenai respons terhadap dampak bencana. Sugihartana H.S. dari PT Socfin Indonesia menyampaikan bahwa perusahaan di Aceh turut mengembangkan berbagai strategi adaptasi untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mendukung petani kecil yang menjadi bagian dari ekosistem produksi.


“Kejadian bencana menjadi pengingat penting bagi sektor usaha untuk memperkuat praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan pengelolaan lanskap yang lebih tangguh sekaligus mendukung keberlanjutan produksi,” ujar Sugihartana. 


Dari sisi pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Utara menilai forum ini memberikan ruang penting untuk memperkaya perspektif dalam implementasi Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan wilayah.


Melalui pertukaran perspektif tersebut, dialog ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai dinamika perubahan lanskap pascabencana sekaligus mendorong tindak lanjut kolaboratif dalam mendukung pemulihan hutan, daerah aliran sungai, serta lahan pertanian dan perkebunan secara berkelanjutan.


CSL berharap dialog ini dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam membangun lanskap yang lebih tangguh bencana sekaligus sekaligus mendukung penghidupan masyarakat yang berkelanjutan di Aceh dan Sumatra Utara. (rel/don)

Pemko Medan Turunkan Tarif Parkir, Kereta Rp2.000
| Rabu, Februari 25, 2026

By On Rabu, Februari 25, 2026


PATIMPUS.COM - Pemko Medan resmi melakukan menurunkan atau penyesuaian tarif retribusi parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat melalui Peraturan Walikota (Perwal) terbaru nomor 9 Tahun 2026 tentang peninjauan Besaran Tarif Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. 


Kebijakan ini diambil sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus stimulus ekonomi bagi masyarakat.


Hal ini disampaikan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat doorstop dengan Wartawan di Balaikota, Rabu (25/2/26).


Dijelaskan Rico Waas, dalam kebijakan baru tersebut, tarif parkir sepeda motor yang sebelumnya Rp3.000 diturunkan menjadi Rp2.000. Sementara tarif parkir mobil yang sebelumnya Rp5.000 kini menjadi Rp4.000.


Menurut Rico Waas Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat serta kebutuhan akan layanan parkir yang lebih tertib dan terstandarisasi. 


"Pemko Medan menilai kebijakan ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menciptakan sistem perparkiran yang lebih baik," jelas Rico Waas didampingi Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Aspemsos Muhammad Sofyan dan Plt Kadis Perhubungan, Suriono serta Kadis Kominfo Arrahmaan Pane.


Selain penyesuaian tarif, lanjut Rico Waas, Pemko Medan juga menerapkan sistem pembayaran parkir secara manual (tunai) dan digital melalui QRIS atau metode non-tunai. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi dan mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.


"Untuk memastikan sistem berjalan optimal, akan dibentuk satuan tugas (Satgas) khusus yang bertugas mengawasi penyelenggaraan parkir di tepi jalan umum. Penindakan terhadap juru parkir (jukir) liar juga akan terus dilakukan secara tegas seperti yang telah dilakukan Tim Cakrawala," ujar Rico Waas.


Menurut Rico Waas, nantinya ke depan, setiap jukir resmi wajib menggunakan atribut standar berupa rompi khusus serta jukir akan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Perhubungan. Pelatihan tersebut mencakup etika pelayanan, pemahaman marka parkir, serta tata cara berinteraksi yang sopan dengan masyarakat.


"Pelatihan ini nantinya akan menjadi salah satu syarat untuk menjadi jukir. Pelatihan tersebut mencakup etika pelayanan, pemahaman marka parkir, serta tata cara berinteraksi yang sopan. Hal ini agar tidak ada lagi jukir yang kurang melayani dan dianggap kasar," kata Rico Waas.


Selain itu, Rico Waas menyampaikan jukir juga diwajibkan bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat pernyataan resmi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan parkir di Kota Medan.


"Jukir harus bebas narkoba, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bebas narkoba resmi," papar Rico Waas.


Selanjutnya Rico Waas berharap kebijakan baru ini dapat membawa dampak positif, baik dari sisi pelayanan publik maupun dukungan terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Meski membutuhkan masa penyesuaian, pemerintah optimistis pembenahan sistem perparkiran ini akan berjalan baik dengan dukungan masyarakat dan media.


"Melalui Perwal baru ini, Pemko Medan berkomitmen menghadirkan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, dan berpihak kepada masyarakat", sebut Rico Waas sembari Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan akan melakukan sosialisasi terkait Perwal tersebut. (don)

Rico Waas Kunjungi Rumah Tokoh Tionghoa Sumut
| Selasa, Februari 17, 2026

By On Selasa, Februari 17, 2026


PATIMPUS.COM - Dalam rangka perayaan Imlek 2577, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas didampingi Istri Ny Airin Rico Waas mengunjungi rumah tokoh Tionghoa Sumut yang juga Pemilik Harian Analisa, Supandi Kusuma, di Komplek Grand Polonia Medan, Selasa (17/2/26).


Kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi yang hangat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan tokoh masyarakat.


Kedatangan Rico Waas dan Istri yang juga Ketua TP PKK Kota Medan disambut langsung oleh Supandi Kusuma beserta keluarga. Nuansa khas Imlek dengan dekorasi merah dan ornamen tradisional menambah semarak suasana, mencerminkan harapan dan semangat baru di tahun yang baru.


Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa dalam silaturahmi ini. Rico Waas tampak berbincang akrab dengan tuan rumah serta para tamu yang hadir.


Dalam kesempatan itu, Rico Waas menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Harian Analisa yang selama ini konsisten menjadi referensi informasi masyarakat Sumatera Utara.


“Media memiliki peran penting dalam membangun peradaban dan demokrasi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan media sebagai mitra strategis untuk menyampaikan informasi yang akurat dan membangun optimisme publik,” kata Rico Waas.


Dalam suasana santai tersebut, Rico Waas juga bercerita mengenai perkembangan pembangunan Kota Medan. Ia menyampaikan bahwa revitalisasi sejumlah puskesmas terus dilakukan agar pelayanan kesehatan masyarakat semakin optimal. Selain itu, pembenahan dan peningkatan fasilitas di RSUD Pirngadi juga tengah berjalan untuk memberikan layanan yang lebih baik bagi warga.


Tidak hanya sektor kesehatan, Rico Waas turut menyinggung perbaikan trotoar dan penataan pohon di sejumlah ruas jalan sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Medan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.


Di sela-sela perbincangan, Walikota Medan tampak menikmati berbagai hidangan dan cemilan khas Imlek yang disajikan tuan rumah, menambah kehangatan suasana kebersamaan.


Ia juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2577 kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang merayakan, seraya berharap perayaan tahun ini membawa keberuntungan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh warga Kota Medan.


Sementara itu, Supandi Kusuma yang juga Master Wushu mengapresiasi kehadiran Walikota Medan dan istri di kediamannya dalam perayaan Imlek tersebut. Dirinya berharap silaturahmi yang terjalin semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan media dalam mendukung pembangunan daerah.


Kunjungan ini tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi perayaan, tetapi juga simbol toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman Kota Medan. (rel)

Kepling 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Medan Marelan Punggahan Bersama Warga
| Selasa, Februari 17, 2026

By On Selasa, Februari 17, 2026


PATIMPUS.COM - Kepala Lingkungan (Kepling) 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Kecamatan Medan Marelan, Bambang Santoso menggelar temu ramah sekaligus punggahan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah bersama masyarakat Pasar 2 Barat jalan abadi, Senin (16/2/2026) malam.

‎Sebagai Kepling 2 yang baru saja terpilih, Bambang Santoso mengatakan acara punggahan ini bertujuan untuk saling berkenalan antara dirinya dan warga lingkungan 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Kecamatan Medan Marelan, merajut silaturahmi dan sekaligus menyambut bulan suci Ramadhan.

‎"Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan temu ramah saling berkenalan bersama warga lingkungan 2 Kelurahan Terjun Pasar 2 Barat Kecamatan Medan Marelan, semoga kegiatan ini dapat merajut silaturahmi dalam menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini," ungkap Bambang Santoso.

‎Dalam kesempatan itu pula, Bambang Santoso mengajak warganya untuk bersama menjaga Kamtibmas, agar dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan.

‎Bambang Santoso juga mengajak masyarakat untuk saling membahu membangun kemajuan lingkungan agar tercipta lingkungan yang aman, tertib, bersih, asri dan penuh keharmonisan.

‎"Mari kita saling bergotong royong membangun lingkungan kita, tegur saya kalau berbuat salah dan silaf, bimbing dan arahkan saya agar saya bisa menjaga amanah bapak ibu semua," jelas Bambang Santoso. 

‎Turut hadir dalam acara punggahan itu, Tokoh Masyarakat lingkungan 2, Abdul Rahman Jais dan Sugeng. Abdul Rahman Jais mengapresiasi acara temu ramah punggahan yang digelar Kepling 2 Bambang Santoso.

‎Abdul Rahman Jais bersama Sugeng berharap Bambang Santoso selaku Kepling 2 yang baru terpilih dapat menjalankan tugasnya dengan amanah dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

‎Ia juga berharap kepemimpinan Bambang Santoso sebagai kepling, dapat merangkul masyarakat agar lingkungan 2 menjadi daerah yang aman, maju dan kondusif. (Soni)


Sambut Ramadhan 2026, Ribuan Warga Medan Ikut Pawai Obor
| Minggu, Februari 15, 2026

By On Minggu, Februari 15, 2026


PATIMPUS.COM - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Ummat Islam Sumatera Utara menggelar dan antusias menyemarakkan Pawai Obor, meskipun sempat diguyur hujan pada Sabtu (14/2/2026) malam.

‎Kegiatan Pawai Obor yang mengusung tema 'Lekas Pulih Sumatera' ini sebagai bentuk empati, solidaritas dan doa bersama untuk sejumlah daerah di Sumatera yang dilanda musibah bencana alam mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan kerugian material bagi warga.

‎Ketua Panitia Pawai Obor 1447 Hijriah/2026 Masehi, Taufik Ismail, mengatakan kegiatan yang sudah digelar hampir setiap jelang Ramadan berjalan tertib dan lancar meskipun sempat diguyur hujan. Ia juga mengakui antusias warga mengikuti dan menyemarakkan acara tersebut lebih banyak dari tahun 2025 lalu.

‎"Untuk tahun ini, antusiasme warga cukup meningkat. Tercatat ada sekitar 97 kelompok masyarakat yang ikut serta, dengan total peserta diperkirakan menembus lebih dari tujuh ribu orang," ucap Taufik kepada awak media.

‎Sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara yang terdampak musibah bencana alam di beberapa daerah Sumatra, Taufik Ismail menjelaskan dalam Pawai Obor ini juga diadakan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra.

‎"Selain syiar agama sambut Ramadhan, kami juga akan melakukan penggalangan dana untuk korban bencana Sumatra," ujar Taufik.

‎Selain itu lanjut Taufik Ismail, Panitia Pawai Obor berharap dengan diselenggarakannya acara ini, dapat meningkatkan semangat ummat Islam khususnya anak muda dalam menyambut dan menjalankan puasa Ramadan.

‎"Pelaksanaan pawai obor tahun lalu, jumlah peserta pawai mencapai sekitar kurang lebih 7.000 orang. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah semangat generasi muda dalam menyambut Ramadan," harapnya.

‎Pantauan awak media dilokasi Acara Pawai Obor, Ribuan warga dari berbagai daerah berkumpul didepan Masjid Raya Al Mashun dan memadati sepanjang jalan menuju arah jalan Brigjend Katamso depan Istana Maimun, lalu massa bergerak ke jalan Pemuda, jalan Palang Merah, jalan MT. Haryono, Jalan Cirebon, lalu finish kembali dititik kumpul awal melewati jalan SM. Raja. (Soni)

Afif Abdillah Ingatkan Pengguna UHC, BPJS Tidak Digunakan Setahun Dianggap Mampu
| Kamis, Februari 12, 2026

By On Kamis, Februari 12, 2026


PATIMPUS.COM - Anggota DPRD Medan Afif Abdillah mengingatkan warga yang tercatat sebagai pengguna program Universal Health Coverage (UHC) agar tetap menggunakan BPJS Kesehatan. Jangan sampai dalam setahun warga tidak menggunakan program tersebut.


"Jadi, kalau BPJS Kesehatan program UHC itu tidak digunakan selama setahun, maka nanti pemerintah menganggap warga sudah mampu. Kenapa? Karena BPJS nya tidak dipakai-pakai," tegas Afif Abdillah di hadapan konstituennya saat Sosialisasi Perda II, Tahun Anggaran 2026 Perda No.4 Tahun 2026 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yqng digelar di Jalan Panglima Denai, Gang Syahrul Bayadi, Lingkungan 3, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (7/2/2026).


Dengan tidak menggunakan BPJS tersebut, lanjut Afif, berarti warga tidak butuh. Oleh karena itu, Afif yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Medan itu menyarankan agar warga tetap menggunakan BPJS Kesehatan, meski hanya sekadar cek kesehatan ke puskesmas. Cuma ada masalah baru, banyak kartu BPJS-nya mati. Waktu mau cuci darah, kartunya mati. Demikian juga saat mau kemoterapi. Padahal digunakan berkali-kali. Apalagi rutin setiap bulan digunakan Kenapa kartunya bisa mati. Jadi ini harus diluruskan. Saya juga bingung, kenapa BPJS Kesehatan pusat atau Kementerian Sosial bisa salah dalam hal ini. 


"Kan gampang hanya melihat aktif atau tidak digunakan warga. Di kartu BPJS apa pun pengobatan kita yang terakhir, itu nampak digunakan atau tidak. Seharusnya tidak diputus PBI nya. Kenapa? Karena dia pakai," papar Afif.


Hanya saja karena katanya desil. Kalau desil 1 sampai 5, tapi desil 6 ke atas tidak lagi dapat BPJS dari APBN. Kenapa begitu? Karena dianggap mampu. Tapi warganya kemoterapi, cuci darah. Desil naik apakah dianggap mampu? Belum tentu. (don)

Rico Waas Buka Pasar Murah di 151 Kelurahan Selama Ramadan
| Kamis, Februari 12, 2026

By On Kamis, Februari 12, 2026


PATIMPUS.COM - Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Pasar Murah Pemko Medan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. 


Tidak hanya sekadar membuka secara seremoni, namun secara tegas Rico Waas juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemko Medan agar memastikan distribusi bahan pokok yang dijual di Pasar Murah tepat sasaran dan bebas dari praktik kecurangan.


"Jangan sampai masyarakat sudah senang dengan adanya pasar murah ini, tapi begitu sampai di kelurahan barangnya tidak ada. Baru dua hari sudah habis. Saya minta sistemnya diatur, jangan ada orang dalam yang bermain, itu pelanggaran berat karena menyangkut kepercayaan masyarakat," kata Rico Waas tegas saat membuka acara tersebut di lapangan Warna Warni Martubung, Kec. Medan Labuhan, Kamis (12/2/2026).


Pasar murah yang berlangsung mulai dari tanggal 12 Februari hingga 12 Maret 2026 ini tidak hanya terpusat di satu lokasi saja, melainkan tersebar di 151 Kelurahan sekota Medan. Melalui kegiatan ini, Rico Waas ingin memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.


"Pemko Medan berkomitmen memperhatikan kebutuhan warga. Apalagi menjelang puasa, kebutuhan pokok pasti meningkat, dari belanja harian sampai persiapan bikin kue lebaran," ujar Rico Waas dalam sambutannya.


Lebih lanjut, Rico Waas juga mengatakan Pasar Murah ini bertujuan untuk menekan harga kebutuhan pokok di pasaran. Tidak tanggung-tanggung, Pemko Medan menggelontorkan subsidi mencapai lebih dari Rp 4 Miliar untuk memangkas harga kebutuhan pokok agar lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disiapkan adalah beras, dengan total stok mencapai 430 ton.


"Jika satu ton beras dibagi dalam kemasan 5 kg, maka 400 ton saja bisa menjangkau 80.000 warga. Saya ingin pastikan manfaat ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan," ungkap Rico Waas.


Tidak hanya itu saja, orang nomor satu di Pemko Medan itu juga memastikan bahwa bahan pokok yang dijual memiliki kualitas yang baik. 


"Beras yang kita jual bukan SPHP, tapi beras medium menuju premium. Biasanya Rp 15.000 /kg, sekarang menjadi Rp 11.600," jelasnya.


Penurunan harga juga berlaku untuk komoditas bahan pokok lainnya, seperti Gula pasir dari Rp 18.500 menjadi Rp 15.200/ kg, tepung terigu dari Rp 10.500 menjadi Rp 8.600/ kg, telur dari Rp 1.900 menjadi Rp 1.350/ butir, kacang tanah kupas dari Rp 34.000 menjadi Rp 28.600/kg.


Lalu selanjutnya minyak goreng dari Rp 20.500 menjadi Rp 17.700/ liter, Margarin dari Rp 9.500 menjadi Rp 6.400/pcs. Sirup berbagai merek juga turun, seperti Sarang Tawon Standard Quality 430 Ml dari harga Rp 18.300 menjadi Rp 17.000/botol, Sarang Tawon Raspberry 630 Ml dari Rp 22.000 menjadi Rp 18.667/ botol, dan Pohon Pinang Standard Quality 520 Ml dari Rp 21.000 menjadi Rp 19.500/ botol.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan, Citra Effendi Capah, dalam laporannya menjelaskan bahwa Pasar Murah ini digelar di 151 titik selama 30 hari dengan total subsidi mencapai Rp 4.170.656.500.


"Ini merupakan salah satu langkah Pemko Medan untuk mengendalikan harga barang-barang kebutuhan pokok sekaligus upaya untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan ketersediaan bahan makanan pangan," jelasnya.


Pembukaan Pasar Murah yang dirangkaikan dengan penyerahan sembako bagi masyarakat kurang mampu ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsun, beserta para Camat. (don)

Saipul Bahri SE Ingatkan Pemko Medan Tingkatkan Pengamanan Jelang Hari Raya Besar Keagamaan
| Kamis, Februari 12, 2026

By On Kamis, Februari 12, 2026


PATIMPUS.COM - Menjelang perayaan Imlek 2557 dan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Anggota Komisi I DPRD Medan Saipul Bahri minta Pemko Medan bersama Polrestabes Medan dan Polres Belawan meningkatkan situasi  keamanan.


Sebab biasanya, setiap menjelang perayaan hari besar keagamaan tingkat kriminalitas meningkat tajam.


Hal itu disampaikan Saipul Bahri SE, kepada wartawan, Kamis (12/11/2026) menyikapi harapan masyarakat terjadinya suasana kondusif di Kota Medan terutama menjelang dan perayaan hari besar keagamaan.


Sehubungan dengan upaya pengamanan itu, Saipul Bahri (Nasdem) minta Pemko Medan supaya segera melakukan perbaikan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (Lpju) disetia titik yang ada di seluruh Kota Medan terutama di kawasan rawan kejahatan. 


"Pastikan kondisi Lpju berfungsi menerangi setiap lingkungan. Situasi ini akan mampu meminimalisir tindak kejahatan," sebut umgkap Saipul.


Disampaikan Saipul  Pemko Medan bersama instansi terkait segera kordinasi terkait antisipasi berbagai kemungkinan akan maraknya aksi penjambretan, pencurian, perampokan, begal dan curanmor. "Pemerintah harus hadir dan  bertanggungjawab memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga bagi umat yang merayakan terhindar rasa kuatir dan takut," imbuhnya.


Terkhusus kepada Kepala Lingkungan (Kepling), Lurah dan Camat diimbau agar mengaktifkan dan meningkatkan fungsi Pos Siskamling. "Kordinasi dengan pihak Kepolisian dan Babinsa supaya insten," harapnya.


Begitu juga terkait memaksimalkan keberadaan fungsi Pos Siskamling di Kota Medan, Saipul menyarankan agar dialokasikan anggaran untuk itu. "Mungkin di Perubahan APBD 2026 dapat direalisasikan," katanya. (don)

Paul Simanjuntak Minta Pemko Maksimalkan Koordinasi Upaya Normalisasi 5 Sungai Medan
| Rabu, Februari 11, 2026

By On Rabu, Februari 11, 2026


PATIMPUS.COM - Penyelesaian masalah banjir di Kota Medan tetap menjadi perhatian serius bagi Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak SH.


Politisi asal PDI Perjuangan itu tampak fokus dan  peduli disetiap kesempatan bagaimana mengantisipasi banjir dan berharap Kota Medan bebas banjir.


Seperti pada kesempatan pertemuan singkat di kantor Balai Kota Medan bersama Walikota Medan Rivo Tri Putra Bayu Waas, anggota DPRD RI Lokot Hasibuan, anggota DPRD Medan Ahmad Affandi, BBWS Sumatera II dan sejumlah OPD jajaran Pemko Medan serta stakeholder, Selasa (10/2/2026).


Paul Mei Anton Simanjuntak menyampaikan sejumlah poin penting kepada Pemko Medan agar meningkatkan koordinasi dengan Pemprovsu dan pemerintah pusat serta BBWS Sumatera II yang difasilitasi dengan Lokot Hasibuan serta seluruh anggota DPRD Sumut dan DPR RI asal daerah pemilihan Kota Medan.


Kordinasi itu kata Paul Mei Simanjuntak untuk merealisasikan normalisasi dan perbaikan tanggul 5 sungai di Kota Medan. 


Sebab tambah Paul, kolaborasi itu sangat penting apalagi soal anggaran. "Anggaran dari APBD Kota Medan sangat terbatas. Maka perlu bantuan anggaran dari pusat. Dan Pemko Medan pun kiranya dapat terbuka soal kemampuan keuangan Pemko Medan," sebut Paul. 


Terkait hal itu, Paul Simanjuntak menyampaikan harapannya kepada Lokot Hasibuan serta anggota parlemen lainnya. Secara bersama sama dapat memfasilitasi serta memperjuamgkan tambahan anggaran untuk perbaikan normalisasi 5 sungai di Kota Medan.


"Kita dengar untuk anggaran perbaikan/normalisasi 1 sungai membutuhkan biaya Rp 1.5 Triliun. Untuk 5 sungai menghabiskan 7.5 Triliun.Tentu APBD Pemko Medan tidak sanggup maka perlu bantuan pusat," terang Paul. 


Tentu sebut Paul, dengan meningkatkan komunikasi secara intens kepada semua pihak akan mendapat solusi. "Mulai saat ini mari kita maksimalkan kordinasi dengan memulai tahap demi tahap," ungkapnya. (rel)


Hasil RDP DPRD Medan, Sarankan Eks Camat Medan Maimun Dipecat dari ASN
| Senin, Februari 09, 2026

By On Senin, Februari 09, 2026


PATIMPUS.COM - Komisi I DPRD Medan rekomendasikan untuk pemecatan eks Camat Medan Maimun Almuqarrom Natapradja dari Aparatur Sipil Negara (ASN).


Rekomendasi itu disepakati setelah Komisi I DPRD Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Inspektorat dan bagian hukum Pemko Medan di gedung DPRD Medan, Senin (9/2/2026).


Rapat dipimpin Ketua Komisi 1 DPRD Medan Reza Pahlevi Lubis S.Kom, Muslim Harahap, Edi Saputra dan Syaiful Ramadhan. 


Dalam rapat yang dihadiri Kepala Inspektorat Erfin Fachrurrazi dan Kabag Hukum Pemko Medan Junaidi S terungkap dari hasil pemeriksaan Inspektorat Pemko Medan, Almuqarrom Natapradja terbukti menyalahgunakan uang senilai Rp 1.2 Miliar dengan menggunakan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Pemko Medan untuk bermain judi online (judol).


“Kita sepakati dan kita sarankan agar Walikota Medan memberi tindakan tegas dengan memecat Almuqarrom Natapradja dari ASN. Jadi bukan hanya sanksi dicopot dari jabatan. Namun karena sudah ke pidana, selaku ASN bermain judi menggunakan fasilitas anggaran negara sangat pantas dipecat,” tegas Reza Pahlevi Lubis asal politisi Golkar itu.


Menurut Reza, tindakan pencopotan sudah tepat untuk memberi efek jera dan contoh terhadap OPD jajaran Pemko Medan. “Maka jangan sampai ada perlakuan istimewa. Kita dorong Pemko Medan mengambil tindakan tegas,’ tandas Reza dan diamini anggota dewan lainnya.


Selain itu, terkait kasus diatas, Reza juga menuding adanya kelalaian Pemko Medan dalam hal pengawasan. Begitu juga dengan dugaan kerjasama dengan pihak Bank Sumut patut dicurigai.


“Pihak Bank Sumut yang kita undang tidak berkenan hadir. Hal ini sangat kita sayangkan. Dalam waktu dekat pihak Bank SUMUT akan kita panggil untuk RDP,” sebut Reza.


Sebagaimana diberitakan, Camat Medan Maimun, Almuqarrom Natapradja, resmi dicopot dari jabatannya.


Langkah ini dilakukan setelah yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat terkait dugaan keterlibatan dalam kasus judi online (Judol).


Almuqarrom Natapradja diduga menggunakan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) untuk bermain judi online.


KKPD tersebut digunakan yang bersangkutan untuk bermain judol. Kerugian Rp1,2 miliar. (don)

Zakiyuddin Serahkan Traktor Dan Combine Harvester Guna Tingkatkan Produktivitas Petani
| Sabtu, Januari 31, 2026

By On Sabtu, Januari 31, 2026


PATIMPUS.COM - Senyum sumringah terpancar dari wajah para petani di Kota Medan. Harapan mereka untuk meningkatkan produktivitas pertanian kini mulai dapat diwujudkan dengan adanya suntikan semangat baru melalui bantuan alat mesin pertanian (ALSINTAN) berupa 2 unit Traktor Roda 4, dan 1 unit Combine Harvester ditambah bantuan benih padi, dan bantuan paket sembako.


Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap kepada kelompok tani yang ada di Kota Medan, bertempat di halaman Kantor UPT. BPPKP Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Medan, jalan Kramat Indah, Sabtu (31/1/2026).


Dalam sambutannya, Zakiyuddin mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perhatian besar dari Presiden RI kepada masyarakat Kota Medan. Dirinya beranggapan dengan hadirnya teknologi baru akan mempermudah kerja para petani.


"Kami melihat ada dua unit traktor dan mesin pertanian lainnya untuk masyarakat. Kita patut bersyukur atas bantuan dari pemerintah pusat ini," kata Zakiyuddin.


Zakiyuddin juga menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar simbolis, melainkan alat perjuangan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.


"Bantuan ini harus kita manfaatkan dengan sebaiknya. Semoga dengan adanya mesin  pertanian ini dapat membantu petani kita dalam meningkatkan produksi pertaniannya,"harap Zakiyuddin.


Apresiasi dan rasa haru tidak bisa disembunyikan dari salah seorang petani yang menerima bantuan tersebut.  Mangatan Harahap yang hadir mewakili kelompok tani, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemko Medan dan Pemerintah Pusat.  Baginya, bantuan mesin pertanian ini adalah hadiah yang tak ternilai harganya.


"Ini adalah tanda rasa kasih sayang pemerintah kepada kami. Jujur saja, kalau kami disuruh beli sendiri, pasti kami tidak akan sanggup membeli alat secanggih ini," ungkap Mangatan dengan tulus.


Tidak hanya itu saja, dirinya juga menegaskan komitmen para petani untuk terus bersinergi dan menyongsong program-program pemerintah ke depannya demi kemajuan sektor pertanian di Kota Medan.


Sebelumnya Plt Kepala DKP3 Kota Medan Ahmad Untung Lubis dalam laporannya menyampaikan, untuk terus meningkatkan produktivitas petani, hari ini Pemko Medan menyerahkan tiga unit alsintan kepada kelompok tani yang terdiri dari 2 unit traktor roda 4 dan 1 unit combine harvester besar.


"Mesin pertanian ini berfungsi untuk mempercepat dan memudahkan pengolahan tanah, serta mempercepat proses panen dan meminimalkan kehilangan hasil,"jelas Ahmad.


Lebih lanjut, Ahmad juga memaparkan, bencana banjir yang melanda kota Medan pada akhir bulan november 2025 yang lalu, menyebabkan terendamnya tanaman padi sawah seluas  301 Ha. Oleh karena itu, imbuhnya, pada hari ini akan disalurkan bantuan benih padi inbrida sebanyak 7.525 kg untuk 25 kelompok tani yang terdampak. 


“Bantuan ini merupakan bukti dukungan dan perhatian pemerintah pusat melalui kementerian pertanian kepada kota Medan. Selain itu, pada hari ini juga akan disalurkan bantuan sembako dari Pemko Medan kepada bapak/ibu petani yang terdampak banjir. Hingga hari ini total sudah ada 650 petani yang telah mendapatkan bantuan paket sembako,” ucapnya. (rel)

Warga Pergudangan Tolak Kenaikan IPL, Pengelola: Tanya ke Pusat
| Jumat, Januari 30, 2026

By On Jumat, Januari 30, 2026


PATIMPUS.COM - Sejumlah warga di kawasan pergudangan di Komplek Medan Mas Karimun (MMK) menyampaikan keberatan terkait kenaikan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) sebesar Rp5.000. Selain itu, warga juga menyoroti kebijakan pemutusan aliran air.


Dalam percakapan dengan awak media, perwakilan pengelola yang disebut-sebut bernama Achung menjelaskan bahwa pihaknya hanya bertugas melaksanakan kebijakan di lapangan. 


“Kalau tidak bayar, ya diputus. Soal masalah IPL, tanya ke pusat Jakarta saja. Kita sini hanya pelaksanaan tanah saja,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).


Terkait alasan kenaikan IPL, pihak pengelola menyebut hal itu untuk mendukung biaya kebersihan dan perbaikan fasilitas.


“Kenaikannya biasa lho untuk perbaikan, kebersihan, jalan," akunya.


Selain IPL, warga turut menyinggung soal parkir kendaraan yang masuk ke kawasan pergudangan. Menurut pengelola, hal tersebut diperlukan untuk menutup biaya perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan besar. 


“Kalau masuk, itu kan pergudangan, jadi kalau masuk harus bayar karena itu mobil berat, truk, itu untuk perbaikan jalan,” ungkapnya.  


Sebelumnya, puluhan warga komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), KIM II Jalan Pulau Karimun menyampaikan protes keras atas kebijakan pengelola yang menaikkan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) secara sepihak sejak Mei 2025. Kenaikan hingga Rp5.000 per meter persegi dinilai memberatkan dan tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur yang rusak serta pelayanan yang buruk.


Salah seorang warga komplek pergudangan Medan Mas Karimun (MMK), yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, jalan dan fasilitas umum di kawasan pergudangan tidak pernah diperbaiki.


"IPL sebelumnya Rp3.000 per luas bangunan, kini berubah menjadi Rp5.000 per luas tanah, sehingga beban pembayaran meningkat dua kali lipat," ujarnya didampingi 2 warga pergudangan lainnya, kepada awak media, Kamis (29/1/2026).


Tak hanya itu, kata dia, warga yang menolak membayar IPL diputus akses air bersih, karena biaya IPL digabung dengan pembayaran air dan keamanan.


Apalagi, sambungnya, kenaikan retribusi ini tidak pernah disosialisasikan sebelumnya.


"Sebelum naik menjadi Rp5.000 meter persegi, IPL kita sebelumnya naik ke Rp3.000, sebenarnya di sini kita mau protes juga. Tapi ya sudah lah tidak apa-apa. Tapi yang Rp5.000 ini kita jelas protes, kalau tidak protes ini bakalan naik lagi," cetusnya.


Bahkan, kata warga lainnya, dia terpaksa menampung hujan untuk ketersediaan air bersih pasca pemutusan air bersih di wilayah komplek.


"Kita mau bawa air dari luar itu tidak dikasih masuk. Karena sejak pemberlakuan kenaikan IPL, mereka langsung membuat portal di komplek. Kita yang punya tempat aja masuk harus bayar, apalagi mobil nginap. Padahal kita masukkan ke dalam gudang kita sendiri. Kena cas Rp100.000 per malam," kesalnya.


Menurut mereka, kondisi ini sudah pernah mereka laporkan kepada pengelola dan pihak KIM, namun tak ada jalan keluar.


"Kita sudah melayangkan surat keberatan dan somasi, namun tidak mendapat respon. Bahkan kita juga sudah melakukan aksi protes unjuk rasa, tapi tak ada tanggapan juga," terangnya.


Ironisnya, beberapa bulan setelah dilakukan somasi, pengelola langsung mengganti nama perusahaan mereka.


"Kita berharap PT KIM mengambil alih pengelolaan kawasan dan mengganti pihak swasta yang dianggap tidak profesional. Kita juga menuntut agar biaya IPL disesuaikan dengan standar kawasan lain serta diiringi dengan perbaikan infrastruktur," tandasnya.


Di sisi lain, warga mengungkapkan, pihak pengelola juga mempersulit pengambilan surat rekomendasi untuk penyambungan sertifikat HGB yang harus diajukan ke pihak KIM. Dalam hal ini diperintahkan langsung oleh pihak KIM wajib untuk meminta rekomendasi dari pihak pengelola komplek pergudangan MMK.


"Dan IPL tersebut, terlepas dari nilai nominalnya, wajib dibayarkan oleh pemilik gudang. Apabila tidak dilunasi, maka PT KIM tidak akan memproses surat-surat yang dibutuhkan, termasuk surat rekomendasi untuk perpanjangan HGB serta surat-surat administratif lainnya, karena seluruh proses tersebut mensyaratkan adanya konfirmasi pelunasan IPL dari pihak pengelola," ungkapnya. (don)

Pagi-Pagi Beraksi, Maling Kereta Nyaris Pindah Alam, Untung Ada Polisi
| Selasa, Januari 13, 2026

By On Selasa, Januari 13, 2026


PATIMPUS.COM - Dua maling kereta (sepeda motor) nyaris pindah alam setelah aksinya berhasil digagalkan warga di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun, Kota Medan, Selasa (13/01/2026) pagi.


Beruntung keduanya langsung diamankan petugas polisi yang sedang mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dari amukan warga.



Menurut Muas, seorang guru yang mengajar di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), menyebutkan, kedua pelaku yang belum diketahui identitasnya itu sedang menjalankan aksinya di Gang Merdeka, Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Medan Maimun.


Seorang pelaku mencoba membawa kereta jenis Trail yang terparkir di depan toko, sedangkan pelaku lainnya standby di atas keretanya. 


Naas, aksi pelaku diketahui pemiliknya dan langsung mengejar pelaku sambil berteriak maling. 


Pelaku yang sempat membawa kereta trail itu ke arah Jalan Pelangi terjebak macat di depan Jalan Balai Desa, dekat kantor Lurah Sei Mati. Alhasil, pelaku pun berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan warga.


Sedangkan seorang pelaku lainnya yang berusaha kabur, juga berhasil ditangkap warga di depan kuburan dekat simpang Jalan Pelangi.


"Ada maling kereta. Kereta Trail itu yang diambilnya dari Gang Merdeka. Dikejar warga, dapat satu. Satu lagi lari ke arah Jalan Pelangi," sebut Muas.


Warga yang emosi langsung menghajar keduanya secara terpisah. Beruntung petugas Polantas yang berjaga di sekitar lokasi mengamankan keduanya dari amuk massa. Keduanya pun diboyong ke Polsek Medan Kota.


"Untung ada polisi kalau gak lewat kau," ujar warga yang berusaha memukul pelaku.


"Jangan, kalau mati kau yang dijemput," ujar polisi yang melindungi pelaku. (don)


Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis