Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Januari 2023

Usai Ngobrol di Warkop, Mantan Anggota DPRD Langkat Tewas Ditembak


PATIMPUS.COM - Mantan Anggota DPRD Langkat Periode 2014-2019, bernama Paino (47) trwas ditembak saat melintas di Devisi 1 Desa Bukit Lambasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Kamis (26/01/2023) sekira jam 23.18 WIB.


Berdasarkan informasi, Kamis malam sekitar jam 21.00 korban sedang mengobrol santai di warung bersama Miran dan Amin di Dusun 1 Desa Besilam Bukit Lambasa Kecamatan Wampu sambil menunggu teman-temannya.


Kemudian pada jam 22.45 Wib Aipda Solomo datang bersama teman-temannya di warung tersebut dan ikut mengobrol bareng. hingga jam 23.00 wib koban pun membubarkan diri dari warung milik Miran menuju arah pulang ke rumah dengan mengendarai kereta Jenis KLX.


Ketika melintas di Devisi 1 Desa Besilam BL Kecamatan Wampu (TKP) terdengar suara letusan dan pada jam 23.18 Wib, saksi Arif melintas di jalan tersebut melihat korban tergeletak di tengah jalan. Karena merasa takut saksi memanggil temannya Hendra ke TKP dan saat dibalikkan tubuh korban ada luka tembak di dadanya.


Selanjutnya jam 23.54 wib, saksi Arif dan Saksi Hendra membawa korban dengan mobil ke RS Putri Bidadari Jalinsum Medan – Sumut Desa Jentera Stabat Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.


Sekira Jumat (27/01/2023) jam 00.50 Wib mobil yang membawa Paino tiba di RS Putri Bidadari dan langsung dibawa ke UGD. Setelah dilakukan pemeriksaan awal terhadap diri Paino oleh dokter jaga dan dinyatakan bahwa Paino sudah meninggal dunia. 


Di TKP polisi mengamankan barang bukti satu butir selongsong peluru, kereta jenis KLX dan Sendal. (raj)

Share:

Rabu, 07 Desember 2022

Nyebrang Jalan Disambar Kereta, IRT Terkapar Di Jalan


PATIMPUS.COM - Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) terkapar di badan jalan usai ditabrak pengendata sepeda motor tepat di Jalan B Katamso, Kelurahan Aur, Medan Maimun, Rabu (7/12/2022).


Peristiwa tersebut terjadi sekitar jam 17.30 WIB, ketika korban yang belum diketahui identitasnya itu hendak menyeberang jalan dari kantor Harian SIB.


"Ibu ini kerja di SIB, mau pulang," ujar seorang perempuan berjilbab yang terduduk lemas.


Usai menabrak korban, pelaku yang diduga pengendara sepeda motor langsung melarikan diri. Sementara pecahan body dan kaca spion sepeda motor pelaku berserakan bersama barang bawaan korban. Dari bagian kepala korban keluar darah segar.


Melihat kejadian tersebut, sejumlah warga membopong korban yang pingsan ke pulau jalan. Ada sekitar setengah jam korban tergeletak menunggu bantuan datang.


"Sudah ditelpon kantor tadi ambulansnya," ujar seorang pria yang diduga teman kerja korban. Namun ambulans yang ditunggu tak kunjung tiba.


Tak lama, petugas Polsek Medan Kota yang sedang berpatroli pun tiba di lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke RS Marta Friska Gang Meriam, Medan Maimun. (don)

Share:

Kamis, 17 November 2022

BREAKINGNEWS | Eks Perisai Plaza Medan Terbakar


PATIMPUS.COM - Bangunan bekas Perisai Plaza Medan di Jalan Pemuda terbakar, Kamis (17/11/2022) tengah malam.

Api terlihat di bangunan bekas parkiran yang terletak di lantai 5. Belum diketahu penyebab kebakaran tersebut.

Tak lama kemudian, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan tiba di lokasi kejadian. 

Namun petugas damkar mengalami kesulitan karena akses ke lantai 5 gedung yang tetkena likuidasi tersebut tal dapat diterobos.

Petugas pun mencoba ke jalur lain di Jalan Pegadaian. Hingga berita ini dinaikkan, petugas masih mencari jalan masuk ke bekas Perisai Plaza tersebut. (don)

Share:

Minggu, 16 Oktober 2022

BRAAKK..!!! Dua Mobil Saling Cium di Simpang Waspada


PATIMPUS.COM - Dua mobil laga kambing di Simpang Waspada Jalan Brigjend Katamso dan Pemuda, Minggu (17/10/2022) dinihari sekitar Jam 01.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa, namun kedua mobil naas tersebut ringsek berat. Sementara supir dan kedua penumpang dalam keadaan sehat wal afiat.

Berdasarkan informasi, mobil Livina berwarna hitam membawa 4 penumpang melaju dari Jalan Pandu menuju Jalan Letjend Soeprapto, sedangkan mobil warna putih membawa 3 penumpang melaju dari Jalan Brigjend Katamso menuju ke Jalan Pemuda.

Namun sampai di Simpang Waspada, dengan traffic light nya berwarna kuning berkedip-kedip, kedua mobil ini pun terus melaju dengan kecepatan tinggi. Alhasil keduanya saling bertabrakan. Braakkk...!!!

Peristiwa kecelakaan lalulintas ini langsung ditangani petugas kepolisian yang kebetulan sedang patroli, sedang warga terlihat memenuhi lokasi kejadian. (don)

Share:

BREAKING NEWS | Genk Motor Medan Bersenjata Klewang Diringkus

BREAKING NEWS 

PATIMPUS.COM - Tiga kawanan Genk Motor bersenjata kelewang diringkus petugas kepolisian di Jalan Pemuda Medan, Minggu (17/10/2022) Jam 01.00 Wib, dinihari.

Berdasarkan informasi, kawanan Genk.Motor berjumlah 40 orang ini baru saja melakukan aksinya merampas sepeda motor korban di kawasan Kecamatan Medan Baru.

Mendapat laporan ada korban begal Genk Motor, petugas berpakaian preman langsung bergerak cepat. Alhasil, tiga diduga pelaku berhasil diringkus saat sedang konvoi bersama kelompoknya di Jalan Pemuda.

Ketiga diduga pelaku yang masih remaja ini pun langsung digiring ke Polsek Medan Kota untuk pemeriksaan lebuh lanjut. Sementara barang bukti yang berhasil disita adalah sebuah kelewang sepanjang satu meter.

Hingga berita ini dimuat, petugas maaih melakukan perburuan kawanan Genk Motor lainnya. (don)

Share:

Rabu, 12 Oktober 2022

Toko Sepeda Sahabat Jalan Pandu Ludes Terbakar


PATIMPUS.COM - Toko Sepeda Sahabat yang terletak di Jalan Pandu dan Jalan Corebon, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Medan Kota, ludes terbakar, Rabu (12/10/2022) dinihari.

Api mulai dilihat warga dari lantai 3 ruko tersebut sekira jam 01.30 WIB. Tidak diketahui apakah ada korban jiwa atau tidak dalam peristiwa tersebut, sebab saat berita ini diterbitkan, petugas Pemadam Kebakaran dari Pemko Medan yang dikerahkan sebanyak 10 unit masih berupaya memadamkan api.

Menuru Albon, Kepling setempat mengatakan, api berasal dari lantai 3 ruko dan langsung melahap ke lantai satu. Dia menduga kebakaran tersebut akibat arus pendek listrik.

"Kemungkinan besar tidak ada korban jiwa, karena pemiliknya tidak tinggal di ruko naas ini," sebut Albon.

Menurut informasi, pemilik ruko tinggal di Jalan Mantri Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Namun hingga saat ini pemiliknya tidak terlihat di lokasi.

Sementara, sejumlah petugas Damkar berusaha memadamkan api, sedangakan lainnya berusaha membobol pintu jerjak besi untuk memadamkan api.

Setelah pintu berhasil dibobol, petuhas pun mengevakuasi sejumlah sepeda dagangan yang luput dari kebakaran.

Untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, petugas PLN memadamkan aliran listrik di sekitar lokasi. Sedangkan petugas kepolisian dari Polsek Medan Kota tampak berjaga-jaga.

Hingga jam 3.30 Wib, api belum dapat dipadamkan. Diperkirakan kerugian dalam peristiwa tersebut mencapai miliaran rupiah.

Peristiwa kebakaran di wilayah Kelurahan Pasar Baru ini terjadi secara beruntun. Sekitar 18 jam lalu, kebakaran juga terjadi di Toko Grosir yang menjual sendal di Jalan Sutomo. 

Tiga orang terluka dalam peristiwa di pagi hari tersebut. Diduga api berasal dari lantai I akibat korsleting listrik. Petugas masih melakukan penyebab kebakaran yang diduga mengalami kerugian miliaran rupiah tersebut. (don)

Share:

Selasa, 11 Oktober 2022

Hampir Sebulan, Korban Kecelakan Kerja Belum Dijenguk Perusahaan


PATIMPUS.COM - Keluarga M Yusuf (20), korban kecelakaan kerja kecewa terhadap PT IMSL. Sebab, hampir satu bulan, pasca korban dirawat di RS Putri Bidadari, tak satu pun pihak perusahaan yang datang menjenguk kondisi korban.

Hal ini disampaikan Murniati 47 Ibu kandung M Yusuf 20 kepada awak media ini Selasa (11/10/2022). 

M Yusuf yang tinggal di Dusun Xll Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, mengalami kecelakaan kerja pada Sabtu, 27 Agustus 2022, sekitar jam 21.00 Wib.

"Anak saya karyawan disitu. Saat itu dia sedang bekerja. Saat anak saya bekerja, tiba-tiba dia terpeleset dan tangan kanannya masuk ke mesin penggiling TBS," sebut Murniati br Siregar.

Seketika tangan korban putus digiling mesin TBS. Jeritan korban didengar karyawan lainnya dan langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Besitang.

Lantaran harus mendapat penanganan serius, korban pun dirujuk ke RS Putri Bidadari di Stabat, Langkat.

"Anak saya dirawat selama 22 hari di RS Putri Bidadari dan pada 17 September 2022, anak saya dibolehkan pulang meski pun kondisinya belum sepenuhnya pulih. Anak saya dibolehkan pulang oleh Dokter. Namun setiap beberapa hari sekali harus datang untuk dikontrol dan ganti perban," ungkap Murniati.

Murniati menuturkan, meski pun biaya perobatan di rumah sakit ditanggung oleh pihak perusahaan. Tapi kata dia biaya ongkos untuk kontrol itu tanggung sendiri.

"Peristiwa itu membuat saya sangat terpukul. Anak saya telah kehilangan satu tangannya. Tapi sudah satu bulan ini pihak perusahaan tidak pernah datang untuk menjenguknya," ungkap Murniati.

Saat dikonfirmasi ke pihak PT IMSL, salah satu Satpam perusahaan tersebut mengatakan Humas sedang tidak berada di tempat.

"Bapak jumpai saja Humasnya di rumah," kata petugas Satpam tersebut. (raj)

Share:

Grosir Sepatu Terbakar, 3 Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit


PATIMPUS.COM - Satu unit ruko grosir sepatu berlantai empat hangus dilalap si jago merah di Jalan Sutomo dekat Pusat Pasar Sambu Medan, Selasa (11/10/2022) Pagi. 

Warga yang melintas dan para pekerja dari toko sebelah pun panik hingga banyak toko di sekitar ditutup. Tiga orang penghuni ruko nyaris meninggal dunia dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Menurut Andi, salah satu saksi mata yang turut membantu penyelamatan pemilik toko, mengatakan, sebelum terbakar di dalam toko ada 4 orang, 2 orangtua yang sering mereka panggil Acek dan Ai, dan 2 orang anaknya. 

Lalu, lanjut Andi yang juga karyawan toko sepatu di sebelah, sebelum kejadian anak dan menantu mengeluarkan mobil dan pergi mengantar anak sekolah dengan mengunci pintu ruko.

Namun, 15 menit kemudian, sekitar jam 7.20 Wib, setelah keduanya pergi, lantai bawah tiba-tiba terbakar yang diduga akibat korsleting listrik dari sekring meteran di dalam.


"Di dalam toko itu ada 4 orang bang, Acek dan Ai. 2 lagi anak dan menantu sedang keluarkan mobil mungkin mau antar anak mereka sekolah. Pintu bawah dikunci rapat mereka pergi kurang lebih 15 menit jam 7.20an gitulah bang, kemudian lantai bawah terbakar dari meteran didalam bang," jelasnya.

Melihat lantai bawah toko terbakar Andi dan 3 orang kawan kerja dari toko sepatu disampingnya  mencoba membantu menyelamatkan Acek dan Ai yang berada di lantai 2 menggunakan tangga dari jendela depan yang kacanya dipecahkan oleh mereka. 

"Kami lihat lantai bawah sudah terbakar, karena isi toko ini karet api cepat menyebar dan mulai melalap lantai atas tempat tinggal pemilik, dan kami coba nyelamatkan Acek dan Ai," katanya.

Dalam kebakaran tersebut menurut saksi mata lain bernama Fahmi yang turut bersama Andi membantu. Dirinya mengalami luka ditangannya saat menyelamatkan Ai dari jendela lantai 2 atas. Tangannya Luka akibat memecahkan kaca jendela untuk mengeluarkan Ai. 

"Saya dan kawan-kawan naik ke atap lantai 2 pake tangga tempat Acek dan Ai berada. untuk mengeluarkan Ai kami pecahkan kaca. dan berhasil menyelamatkan Ai dari jendela itu," jelas Fahmi

Informasi yang didapat dari kedua saksi mata,  Acek dan Ai berhasil diselamatkan. Ai yang kakinya terkena pecahan kaca dan Acek yang menyelamatkan diri dari pintu belakang dan lari ke belakang toko sebelah mengalami sesak nafas akibat kepulan asap tebal. Ketiga korban tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu sekitar jam 7.50 Wib pihak kepolisian tiba di lokasi dan melakukan pengamanan dengan menutup beberapa akses jalan yang mengarah ke lokasi kebakaran. 

Beberapa unit mobil Damkar juga tiba di lokasi kejadian dan berusaha memadamkan api. Menurut Kadis Damkar Kota Medan Albion Sidauruk di lokasi kejadian mengatakan banyaknya material bahan yang mudah terbakar didalam ruko sepatu tersebut yaitu karet membuat proses pemadaman api mengalami kesulitan.

"Objek yang terbakar di dalam ruko ada material karet. karena itukan toko sepatu dan sandal, setiap lantai ada penyimpanan sepatu dan sendal," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, sekitar jam 11.00 WIB, Api berhasil dipadamkan. Dan seluruh toko disekitar kebakaran ditutup. (son)

Share:

Minggu, 02 Oktober 2022

Rusuh, 127 Suporter Arema Tewas Terinjak-Injak


PATIMPUS.COM - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan pecah ketika Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya di Liga 1 dengan score 2-3, Sabtu (1/10). Sebanyak 127 orang meninggal dunia akibat terinjak-injak.

"Imbas kerusuhan yang terjadi di laga Arema vs Persebaya, total 127 orang meninggal dunia, 2 diantaranya petugas polisi, 34 orang meninggal di stadion, sisanya meninggal di rumah sakit," kata Nico Afinta dikutip dari Elshinta.

Insiden di Kanjuruhan bermula dari kemarahan suporter tuan rumah yang tidak terima Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di Liga 1.

Suporter mengamuk masuk ke lapangan, namun mendapat dihalau petugas kepolisian. Tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi ke arah suporter membuat penonton panik dan kocar-kacir.

Akibat tembakan itu banyak suporter terinjak-injak dan mengalami sesak napas. Kerusuhan tidak saja terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas ke luar dan sekitar Kanjuruhan.

Sementara itu dikutip dari detik, kericuhan bermula saat para suporter Arema menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Sebanyak delapan kendaraan polisi dirusak dan dibakar massa. Rinciannya sebanyak lima unit dirusak dan digulingkan, sedangkan tiga lain dibakar nyaris menyisakan kerangka.

Kerusuhan di Kanjuruhan itu dikecam PSSI. Efek dari tragedi di Kanjuruhan tersebut PSSI memberikan hukuman berat kepada Arema FC berupa larangan menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi Liga 1 2022/2023.

Persebaya yang menjadi rival Arema pada laga tersebut menyampaikan duka cita atas korban yang meninggal. Sementara sejauh ini Arema FC belum memberikan pernyataan. (int)

Share:

Sabtu, 01 Oktober 2022

Selama 8 Jam Terjadi 69 Kali Gempa di Tapanuli Utara


PATIMPUS.COM - BBMKG Wilayah I Medan mencatat terjadi 69 kali gempa selama 8 jam di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, terhitung sejak jam 02.28 Wib hingga jam 10.00 Wib, Sabtu (01/10/2022).

"Dalam peristiwa gempabumi magnitudo 6.0 tersebut seorang warga meninggal dunia. Pusat gempabumi itu berada pada posisi 2.13 LU - 98.89 BT di kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami," sebut Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Sabtu.

Muhari mengatakan, laporan visual sementara yang diterima Pusat Pengandali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa warga yang mengalami luka di bagian kepala dan sudah mendapatkan perawatan yang intensif.

Adapun kerusakan maupun keseluruhan korban luka dan lainnya masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama lintas instansi terkait.

Gempabumi M 6.0 Tapanuli Utara menurut rangkuman data per pukul 06.00 WIB telah diikuti gempa susulan di atas M 5.0 hingga dua kali. Adapun yang pertama gempabumi  berkekuatan M 5.1 pada pukul 02.50 WIB pada kedalaman 10 kilometer dan berada di posisi 2.05 LU - 98.99 BT.

Kemudian gempabumi susulan berikutnya terjadi selang 47 menit kemudian atau pukul 03.37 WIB. Gempabumi tersebut berkekuatan M 5.0 pada kedalaman 10 kilometer dan berpusat di 2.03 LU - 98.97 BT.

Rentetan gempabumi di atas dirasakan sedang hingga kuat selama 3-5 detik di beberapa wilayah kabupaten mulai dari Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Tapanuli Tengah, Labuhan Batu Utara dan Kota Medan. Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Toba melaporkan masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Sesaat setelah terjadi gempabumi listrik padam.

Sebagai bentuk antisipasi masyarakat terhadap potensi dan ancaman bencana yang dapat ditimbulkan oleh gempabumi, maka BNPB mengajak masyarakat agar tidak perlu panik namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi gempabumi susulan. Peringatan dini gempabumi dapat dibuat dengan memanfaatkan barang-barang yang mudah dijumpai di rumah seperti menyusun kaleng secara bertingkat. Hal itu bertujuan dapat menjadi 'alarm' apabila terjadi gempabumi.


BNPB juga mengimbau agar masyarakat dapat memastikan jalur evakuasi keluar dari rumah tidak terhalang oleh benda dengan ukuran besar seperti lemari, meja, kulkas dan sebagainya.

Di samping itu, bagi masyarakat agar dipastikan tidak ada barang-barang besar seperti lemari, kulkas, meja dan lain-lain yang bisa menghalangi proses evakuasi keluar rumah saat terjadi gempa.

Khusus bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, perhatikan apabila terjadi gempabumi yang berlangsung lebih dari 30 detik, maka diharapkan untuk segera menuju ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kemungkinan terajadinya tsunami. (rel/don)

Share:

Rabu, 07 September 2022

Alumni Pers Mahasiswa Dinamika UIN SU Kecam Perusakan Sekret


PATIMPUS.COM - Persatuan Alumni Dinamika (PADI) mengecam perusakan Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK), Rabu (7/9/2022). 

Perusakan itu diduga terkait pemberitaan pungutan liar saat PBAK di salah satu fakultas di UINSU.

Informasi yang diterima, perusakan terjadi pada jam 02.00 WIB dinihari. Akibatnya, fasilitas yang ada di dalam Sekretariat LPM Dinamika rusak, seperti kaca jendela pecah dan fasilitas lainnya berhamburan ke lantai.

Ketua PADI, Dhanu Nugroho Susanto, menyesalkan tindakan OTK tersebut yang melakukan perusakan sekretariat karena pemberitaan. Menurutnya, pihak-pihak yang dirugikan dalam berita itu dapat memberikan hak jawab sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kita sangat menyesalkan dan mengecam tindakan yang dilakukan OTK itu, yakni melakukan perusakan sekret LPM Dinamika,” kata Dhanu dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Dhanu menyampaikan, perusakan kantor media adalah bagian dari upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagaimana yang telah diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers pada Pasal 18 ayat 1 yang berbunyi:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000, 00 (lima ratus juta rupiah)," ujar Dhanu.

Dhanu menyampaikan bahwa tugas-tugas kejurnalistikan yang selama ini dilakukan wartawan LPM Dinamika dilindungi oleh undang-undang, sehingga semua pihak tidak bisa serta-merta melakukan perusakan atau meneror gara-gara pemberitaan.

Alumni Dinamika, kata Dhanu, sangat prihatin terhadap peristiwa ini dan akan memberikan dukungan penuh kepada wartawan LPM Dinamika untuk terus menjalankan tugas kejurnalistikan di dalam maupun di luar kampus.

Dhanu mendesak satuan pengamanan kampus untuk mengusut peristiwa ini hingga terang benderang. Di sisi lain, Dia juga meminta pihak rektorat untuk menindak siapa pun yang terlibat dalam perusakan tersebut.

“Kita alumni sudah sepakat mendukung adek-adek Dinamika. Ini harus diusut tuntas dan siapa pun yang terlibat harus diberi sanksi oleh pihak rektorat,” demikian Dhanu. (rel)

Share:

Senin, 22 Agustus 2022

3 Karyawan PT TPL Dianiaya dan Disandera Kelompok Lamtoras


PATIMPUS.COM - Sekelompok orang mengatasnamakan Lembaga Adat Keturunan Oppu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) melakukan penganiayaan 3 karyawan mitra PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) di kantor Research & Development (R&D) Sektor Aek Nauli serta menyandera kendaraan alat berat operasional perusahaan di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (22/8/2022).

Hingga berita ini dibuat oknum yang mengatasnamakan masyarakat Lamtoras masih melakukan pengrusakan dan menghalangi perusahaan dalam melakukan aktivitas operasionalnya. Mulai dari penebangan pohon eucalyptus, pengrusakan kantor sampai menutup akses jalan di wilayah Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan.  

Aksi kekerasan yang cenderung anarkis tersebut telah menyebabkan kerugian yang sangat besar, dan perusahaan telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan, yakni Kepolisian Sektor Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan informasi di lapangan, sejak Senin, 18 Juli 2022 yang lalu sekitar jam 14.00 WIB sekelompok orang tersebut melakukan penyanderaan terhadap 3 orang karyawan Mitra TPL di kantor Research & Development (R&D) TPL Sektor Aek Nauli serta menyandera kendaraan dan alat berat operasional perusahaan.

Mendapat informasi penyanderaan Perusahaan dibantu Polsek Sidamanik turun ke lokasi dan melakukan dialog guna membebaskan para sandera tersebut, kelompok oknum masyarakat tersebut justru melakukan tindakan anarkis dengan melempar batu, kayu yang telah dililit kawat berduri dan senjata tajam lainnya.

Untuk menghindari terjadinya bentrok fisik dan jatuhnya korban jiwa, pihak perusahaan beserta Polsek Sidamanik memilih mundur dan menghindari bentrokan. Akibat tindakan anarkis tersebut 1 orang karyawan perusahaan mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benda tajam yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Selain itu, 1 unit mobil Avanza warna hitam milik Perusahaan, 2 unit mobil Xenia milik Jatanras Polres Simalungun dan 1 unit bus milik Polres Simalungun yang tertinggal di lokasi juga dirusak dan dijarah oknum masyarakat. Bahkan 1 unit truk logging, 1 unit alat berat Motor Grader, 1 unit alat berat Compactor Bomag, 2 unit mobil Double Cabin dan 1 unit Truck Colt Diesel, sempat dikuasai oleh oknum masyarakat Lamtoras dalam beberapa hari. 

Direktur TPL Jandres Silalahi menyatakan bahwa tindakan anarkis oknum masyarakat tersebut menyebabkan total kerugian yang sangat besar yakni Milyaran Rupiah. Karena selain pengrusakan terhadap alat berat operasional perusahaan, oknum yang mengatasnamakan masyarakat Lamtoras juga melakukan pembakaran dan pengrusakan tanaman eucalyptus, yang merupakan bahan baku produksi pulp.

“Atas peristiwa ini pihak perusahaan telah melaporkan kejadiannya kepada pihak berwenang sebagai tindak kriminal murni. Pembakaran lahan yang telah ditanamai pohon eucalyptus sangat merugikan. Kami berharap aparat penegak hukum dapat melakukan proses hukum terhadap pelaku pengrusakan dan pembakaran lahan. Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku di Indonesia. Hal ini  dilakukan sebagai salah satu tanggung jawab Perusahaan, sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pengelolaan Hutan (PBPH) yang diberikan oleh negara,” tegas Jandres Silalahi. (don)

Share:

Kamis, 18 Agustus 2022

Pemilik Rumah Bangun Tembok, Warga Lingkungan 19 Tanjung Rejo Kebanjiran


PATIMPUS.COM - Warga Jalan Perjuangan/Setia Budi, Lingkungan 19 Kelurahan Tanjung  Rejo, Medan, melakukan aksi demo di kantor lurah.

Pasalnya ada warga yang membangun tembok dengan memakan badan jalan sehingga membuat warga kebanjiran akibat saluran air terhalang tembok.

Pantauan awak media di lokasi, Kamis (18/08/2022), tampak tembok tersebut dibangun secara permanen menggunakan batu bata dan semen. 

Walau dibangun di pinggir namun tetap memakan badan jalan dan menyumbat saluran air saat terjadi hujan, sehingga air hujan masuk ke pemukiman warga.

Alhasil, warga pun mendatangi kantor Lurah Tanjung Rejo guna meminta agar tembok tersebut dirobohkan agar tidak menghambat jalannya air.

Setibanya di kantor lurah warga bertemu dengan Kepala Lurah Ridho dan Babinsa Rifai serta perangkat kelurahan. Disana juga telah hadir pemilik rumah yang didampingi oleh pemborong rumah tersebut. 

Warga pun menyampaikan keluhan mereka yang diwakili Barus, Naibaho dan Saragih agar tembok tersebut dihancurkan. 

Situasi sempat memanas dan terjadi adu argumentasi antara warga dengan pemilik rumah yang keberatan temboknya dirobohkan, begitu juga denga pemborong rumah tersebut.

Setelah berdialog dan bermusyawarah, akhirnya pemilik rumah bersedia temboknya dirobohkan. (son)

Share:

Minggu, 10 Juli 2022

Seekor Lembu Mengamuk Saat Hendak Disembelih


PATIMPUS.COM - Seekor hewan qurban lembu mengamuk saat giliran hendak disembeli di Halaman Masjid Jami' Jalan Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (9/7/2022) Pagi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ratusan warga yang menyaksikan pemotongan hewan qurban sempat panik mencari perlindungan. Kemungkinan lembu tersebut panik melihat kerumunan orang dan darah hasil pemotongan hewan qurban sebelumnya.

Ketua Panitia Qurban, Syafri Ali mengatakan, pemotongan hewan qurban dilaksanakan setelah Shalat Eid Idul Adha 1443 H yang dilaksanakan pada Sabtu (9/7), di Masjid Jami' Kampung Aur.

Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, yang dihadiri ratusan warga dan para peserta qurban. Ada 9 ekor lembu dan 6 ekor kambing yang akan disembelih pada Hari Raya Qurban tahun ini.

Awalnya pemotongan 2 ekor lembu berjalan lancar dan sukses. Namun pada saat akan melaksanakan pemotongan lembu ke 3, hewan qurban tersebut panik dan mengamuk hingga akhirnya mematahkan tiang besi tempat mengikat hewan tersebut.


Melihat tiang besi kuat tersebut patah, warga mulai was-was dan takut. Namun panitia qurban, tetap tenang dan bertindak cepat untuk mengantisipasi agar hal-hal yang tak diinginkan terjadi hingga memakan korban jiwa.

Sebagian panitia dengan cepat mengevakuasi penonton yang terdiri dari orangtua dan anak-anak untuk menjauhkan diri dari lokasi dan meminta warga menyelamatkan dirinya masing-masing, panitia yang lain sibuk melakukan tindakan cepat menjinakkan hewan yang siap menerjang warga saat itu.

"Allau Akbar, besi patah, semuanya menjauh dari lokasi, cepat bubar sejauh mungkin, takutnya lembu lari ke arah kalian, anak-anak dan orang tua segera masuk kerumah dan menjauh, bahaya nanti," teriak salah seorang panitia di lokasi.

Setelah warga dievakuasi menjauh dari lapangan, seluruh panitia bersatu untuk menjinakkan dan mengamankan hewan qurban yang mengamuk tersebut. 

Tetapi lembu tersebut berusaha kabur ke arah warga yang berjualan. Dengan cepat panitia berusaha menghentikannya. Tidak butuh waktu lama, 10 menit kemudian akhirnya lembu tersebut berhasil dikuasai oleh panitia, dan langsung diikat kuat dan disembelih.

Tidak ada korban jiwa dan luka-luka saat insiden tersebut, akhirnya pemotongan hewan qurban berjalan lancar hingga acara sukses dilaksanakan.

"Alhamdulillah, lembu mengamuk tadi berhasil kita atasi, tidak ada korban jiwa. Jumlah hewan qurban pada tahun ini 9 ekor lembu, 6 ekor kambing. 4 ekor kambing dari hotel Hermes Medan. Untuk itu kami ucapkan terimakasih atas kepercayaannya kepada kami," ujar Syafri. (son)


Share:

Jumat, 24 Juni 2022

Bus Makmur Terbakar Di Tol Medan Tebing


PATIMPUS.COM - Bus CV Makmur ludes terbakar di KM 73-74 Dusun I Desa Cempedak Lobang, Tol Medan-Tebingtinggi, Jumat (24/6/2022) pukul 11.00 Wib.

Tidak diketahui identitas pengemudi bus CV Makmur tersebut, begitu juga dengan plat nopolnya karena sudah hangus terbakar. Sementara puluhan penumpang terlihat menyelamatkan diri.

Pantauan di lokasi, petugas Jasa Marga bersama petugas pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai turun langsung ke lokasi untuk memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh bus CV Makmur tinggal besi karat di Jalan Tol Medan Tebingtinggi.

Beberapa menit kemudian, polisi dari Tim Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai tiba di lokasi. Peristiwa itu menjadi tontonan warga sehingga arus Jalan Tol Medan - Tebingtinggi menjadi macat

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Ghandi melalui Kanit Laka Ipda R Helmi dikonfirmasi membenarkan peristiwa kejadian bus penumpang CV makmur terkabar di ruas jalan tol Sergai. "Baket lagi kita kumpulkan,” tulis Kanit Laka. (sar)

Share:

Sabtu, 18 Juni 2022

Pasca Tergelincir, Begini Kondisi Menkumham Yasonna Laoly


PATIMPUS.COM - Kabar Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly jatuh bersepeda saat gowes di Kota Medan, Sabtu (18/6/2022) sempat bikin heboh.

Awak media yang mendapat kabar tersebut segera mencari tahu kebenaran menteri asal Sumut itu mendapat kecelakaan.

Kabar Yasonna Laoly jatuh saat bersepeda dibenarkan oleh orang dekatnya, Mario Hulu. Begitu pun, Yasonna tidak mengalami cedera hingga tetap bisa beraktivitas. 

"Saya mendapat kabar Pak Menteri tergelincir saat gowes, tapi tak ada cedera," kata Mario Hulu.

Mario tidak merinci secara detail di mana Menteri dari PDIP tersebut tergelincir. Namun, Mario memastikan kalau Yasonna Laoly baik-baik saja. "Kondisi Pak Menteri baik-baik saja," katanya lagi.

Berdasarkan informasi yang diterima Mario, Yasonna bersepeda dengan teman klubnya dan melewati jembatan kecil.

"Tergelincir saat sepedaan sama klubnya di Medan. Melewati jembatan kecil. Rupanya jembatan itu ada lobang kecil, terus tergelincir," imbuhnya.

Sementara Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Syaifullah membenarkan Menkumham Yasonna Laoly jatuh dari sepedanya. "Sekarang beliau sedang istirahat di kediamannya," ujar Djarot. (don/int)

Share:

Senin, 13 Juni 2022

Geng Motor Berulah, Kampung Aur Dihujani Batu Saat Warga Tidur


PATIMPUS.COM - Puluhan  anggota geng motor kembali berulah. Sebuah pemukiman warga di Jalan Letjend Soeprapto, Kampung Aur dihujani batu, Senin (13/06/2022) dinihari sekitar jam 01.20 WIB.

Hujan batu yang mendarat di atap seng rumah warga secara tiba-tiba itu sontak mengejutkan warga yang sedang istirahat tidur. Warga pun berhamburan ke luar rumah dan 

Puluhan geng motor yang melempar batu dari Jalan Letjen Suprapto mengenai atap seng rumah warga. Mendapat serangan mendadak, warga yang terkejut berhamburan keluar rumah. 

Mengetahui kampungnya diserang, warga pun mengejar para pelaku yang mengendarai puluhan sepeda motor.

"Woi... berhenti klen melempar..." teriak warga ke arah gang motor yang menghujani kampung mereka dengan Batu.

Mendapat serangan balasan, para geng motor itu pun berusaha kabur. Warga yang geram mencoba mengejar gerombolan geng motor yang membawa sejata tajam itu sambil melempar dengan batu. Sayangnya, gerombolan itu berhasil melarikan diri ke arah Jalan S Parman.

"Kami sekeluarga terkejut dan ketakutan melihat puluhan orang berkereta menyerang dan melempar ke bawah. mereka juga membawa balok kayu dan senjata tajam seperti klewang, gunting," ujar Dewi.

Beruntung tidak ada korban jiwa mau pun luka-luka dalam peristiwa itu. Sementara sejumlah atap seng rumah warga mengalami rusak dan jendela rumah pecah.

Hingga berita ini ditulis, warga masih berjaga-jaga di depan Gang Kampung Aur Jalan Letjend Soeprapto untuk mengantisipasi serangan susulan. (son)

Share:

Jumat, 22 April 2022

Warga Minta Kepling II Perumnas Mandala Dievaluasi


PATIMPUS.COM - Lurah dan Camat didesak sejumlah warga untuk mengevaluasi Iskandar, Kepala Lingkungan (Kepling) II, Jakan Nuri B Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan Baru, Percut Seituan, yang viral di medsos setelah ribut dengan warganya.


Kepada wartawan, Rabu (20/4/2022) sejumlah warga Jalan Nuri Perumnas Mandala, oknum Kepling dan keluarganya sudah sangat meresahkan karena bertindak arogan kepada warga.


"Kerap membuat keributan dengan warga, hampir tiap hari parkir mobilnya di jalan depan rumahnya sehingga susah orang lewat dan terpaksa mutar karena malas ribut sama beliau," ujar Suhartono warga Nuri 4, diamini Akbar Wahyudi warga Nuri 10, dan Uce Warga Nuri 13.


Diakui Suhartono, sampai sekarang ini Kartu Keluarga (KK) atas nama dirinya belum siap padahal sudah diberi uang Rp300 hingga 600 ribu. 


"Waktu itu yang pergi mengurus surat kartu keluarga kepada kepling adalah istrinya, dimana pada waktu memberikan uang agar dipercepat kepengurusan suratnya tapi nyatanya tidak selesai," ucap Suhartono. 


Senada dengan itu, Akbar Wahyudi menuturkan bahwa Iskandar tidak cocok lagi jadi Kepling, karena tidak pernah mengakomodir permasalahan warganya.


Kenang Akbar lagi, saat dirinya menegur anak lelaki si Kepling yang berkendaraan kencang, di jalan yang sempit bukannya minta maaf justru tidak terima. 


Ketika disampaikan kepada Iskandar selaku orangtua si anak terkesan sepele dengan nada bahasa yang keluar seakan tidak mempedulikan. 


"Malah mengatakan anakku laga samamu mau," ucap Akbar sembari menirukan perkataan Kepling kepada dirinya. 


Sementara itu, Uce yang merupakan warga Jalan Nuri 13, menyebutkan bahwa keluarganya si Kepling kerap membuang sampah dan kotoran binatang di depan parit rumahnya, sementara rumah Kepling paritnya ditutup olehnya bila diingatkan tidak terima. 


Akhirnya berujung ribut dengan keluarga saya, adik saya dan orang tua saya. 


"Jadi sudah banyak permasalahan semenjak Iskandar menjadi Kepling kurang lebih 10 tahun," ucap Uce. 


Sementara itu, Lurah Kenangan Baru, Rizal menyatakan masih mendalami persoalan Kepling tersebut. Pihaknya akan memediasi antara Kepling dan warga tetangganya.


"Jadi kita damaikanlah, mungkin hanya kesalahpahaman dalam penyampaian," ucapnya melalui sambungan telepon sembari menjelaskan bahwa Iskandar menjabat telah lima tahun menjadi Kepling. 


Ia pun menuturkan selama ini, Iskandar orang rajin dalam menunaikan tugasnya. 


Namun ketika disinggung adanya keluhan maupun protes dari warga dalam kepengurusan data kependudukan dengan meminta meminta uang. Lurah juga akan menelusuri keluhan warga mengenai perilaku oknum Kepling maupun keluarganya.


Artinya, bila ada permasalahan dengan kepling bisa langsung ke kelurahan sehingga bisa diakomodir. 


Dibantah Kepling


Sementara itu, Iskandar Kepling 2, Kelurahan Kenangan Baru, Iskandar ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa video yang viral tersebut terjadi saat ia baru pulang berbelanja dan hendak menuju ke rumah. Saat masuk gang, ada mobil parkir di tengah jalan, kemudian ia mengklakson beberapa kali. 


Dari dalam rumah terdengar sahutan orang mengatakan tunggu sebentar. Kemudian tak lama mobil tersebut digeser hingga ke tepi. 


Setelah ia memasukan sepeda motornya ke dalam rumah, dari rumah pemilik mobil ada sejumlah orang yang dengan nada kasar membuat keributan.


Lanjut Iskandar, istrinya dengan spontan menanggapi sehingga terjadi perdebatan. Saat itu istri dan anak lelaki membawa gayung, yang berisikan air dengan tujuan supaya bubar. 


"Kejadian ini akan saya selesaikan dengan cara kekeluargaan," sebutnya.


Terkait kepengurusan kartu keluarga, bahwa Suhartono ada memberikan uang kepada dirinya, Iskandar mengatakan sama sekali tidak benar.


"Jadi kalau saudara Suhartono ada bilang kasih uang, ya silahkan dia dipertemukan dengan saya, kapan dan di mana istrinya memberikan uang itu," ujar Iskandar lagi. 


Dan kabarnya, anak lajangnya membawa sepeda motor dibilang ngebut sama sekali tidak benar karena kondisi gang yang sempit. 


"Jadi tidak benar itu, karena banyak lainnya yang melihat bahwa anaknya mengenderai sepeda motor biasa-biasa saja," ucapnya. (son)

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat