Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2022

Alumni Pers Mahasiswa Dinamika UIN SU Kecam Perusakan Sekret


PATIMPUS.COM - Persatuan Alumni Dinamika (PADI) mengecam perusakan Sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK), Rabu (7/9/2022). 

Perusakan itu diduga terkait pemberitaan pungutan liar saat PBAK di salah satu fakultas di UINSU.

Informasi yang diterima, perusakan terjadi pada jam 02.00 WIB dinihari. Akibatnya, fasilitas yang ada di dalam Sekretariat LPM Dinamika rusak, seperti kaca jendela pecah dan fasilitas lainnya berhamburan ke lantai.

Ketua PADI, Dhanu Nugroho Susanto, menyesalkan tindakan OTK tersebut yang melakukan perusakan sekretariat karena pemberitaan. Menurutnya, pihak-pihak yang dirugikan dalam berita itu dapat memberikan hak jawab sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Kita sangat menyesalkan dan mengecam tindakan yang dilakukan OTK itu, yakni melakukan perusakan sekret LPM Dinamika,” kata Dhanu dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam.

Dhanu menyampaikan, perusakan kantor media adalah bagian dari upaya penghalangan kerja jurnalistik sebagaimana yang telah diatur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers pada Pasal 18 ayat 1 yang berbunyi:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000, 00 (lima ratus juta rupiah)," ujar Dhanu.

Dhanu menyampaikan bahwa tugas-tugas kejurnalistikan yang selama ini dilakukan wartawan LPM Dinamika dilindungi oleh undang-undang, sehingga semua pihak tidak bisa serta-merta melakukan perusakan atau meneror gara-gara pemberitaan.

Alumni Dinamika, kata Dhanu, sangat prihatin terhadap peristiwa ini dan akan memberikan dukungan penuh kepada wartawan LPM Dinamika untuk terus menjalankan tugas kejurnalistikan di dalam maupun di luar kampus.

Dhanu mendesak satuan pengamanan kampus untuk mengusut peristiwa ini hingga terang benderang. Di sisi lain, Dia juga meminta pihak rektorat untuk menindak siapa pun yang terlibat dalam perusakan tersebut.

“Kita alumni sudah sepakat mendukung adek-adek Dinamika. Ini harus diusut tuntas dan siapa pun yang terlibat harus diberi sanksi oleh pihak rektorat,” demikian Dhanu. (rel)

Share:

Senin, 22 Agustus 2022

3 Karyawan PT TPL Dianiaya dan Disandera Kelompok Lamtoras


PATIMPUS.COM - Sekelompok orang mengatasnamakan Lembaga Adat Keturunan Oppu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) melakukan penganiayaan 3 karyawan mitra PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) di kantor Research & Development (R&D) Sektor Aek Nauli serta menyandera kendaraan alat berat operasional perusahaan di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (22/8/2022).

Hingga berita ini dibuat oknum yang mengatasnamakan masyarakat Lamtoras masih melakukan pengrusakan dan menghalangi perusahaan dalam melakukan aktivitas operasionalnya. Mulai dari penebangan pohon eucalyptus, pengrusakan kantor sampai menutup akses jalan di wilayah Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan.  

Aksi kekerasan yang cenderung anarkis tersebut telah menyebabkan kerugian yang sangat besar, dan perusahaan telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparat keamanan, yakni Kepolisian Sektor Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Berdasarkan informasi di lapangan, sejak Senin, 18 Juli 2022 yang lalu sekitar jam 14.00 WIB sekelompok orang tersebut melakukan penyanderaan terhadap 3 orang karyawan Mitra TPL di kantor Research & Development (R&D) TPL Sektor Aek Nauli serta menyandera kendaraan dan alat berat operasional perusahaan.

Mendapat informasi penyanderaan Perusahaan dibantu Polsek Sidamanik turun ke lokasi dan melakukan dialog guna membebaskan para sandera tersebut, kelompok oknum masyarakat tersebut justru melakukan tindakan anarkis dengan melempar batu, kayu yang telah dililit kawat berduri dan senjata tajam lainnya.

Untuk menghindari terjadinya bentrok fisik dan jatuhnya korban jiwa, pihak perusahaan beserta Polsek Sidamanik memilih mundur dan menghindari bentrokan. Akibat tindakan anarkis tersebut 1 orang karyawan perusahaan mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benda tajam yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Selain itu, 1 unit mobil Avanza warna hitam milik Perusahaan, 2 unit mobil Xenia milik Jatanras Polres Simalungun dan 1 unit bus milik Polres Simalungun yang tertinggal di lokasi juga dirusak dan dijarah oknum masyarakat. Bahkan 1 unit truk logging, 1 unit alat berat Motor Grader, 1 unit alat berat Compactor Bomag, 2 unit mobil Double Cabin dan 1 unit Truck Colt Diesel, sempat dikuasai oleh oknum masyarakat Lamtoras dalam beberapa hari. 

Direktur TPL Jandres Silalahi menyatakan bahwa tindakan anarkis oknum masyarakat tersebut menyebabkan total kerugian yang sangat besar yakni Milyaran Rupiah. Karena selain pengrusakan terhadap alat berat operasional perusahaan, oknum yang mengatasnamakan masyarakat Lamtoras juga melakukan pembakaran dan pengrusakan tanaman eucalyptus, yang merupakan bahan baku produksi pulp.

“Atas peristiwa ini pihak perusahaan telah melaporkan kejadiannya kepada pihak berwenang sebagai tindak kriminal murni. Pembakaran lahan yang telah ditanamai pohon eucalyptus sangat merugikan. Kami berharap aparat penegak hukum dapat melakukan proses hukum terhadap pelaku pengrusakan dan pembakaran lahan. Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berlaku di Indonesia. Hal ini  dilakukan sebagai salah satu tanggung jawab Perusahaan, sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pengelolaan Hutan (PBPH) yang diberikan oleh negara,” tegas Jandres Silalahi. (don)

Share:

Kamis, 18 Agustus 2022

Pemilik Rumah Bangun Tembok, Warga Lingkungan 19 Tanjung Rejo Kebanjiran


PATIMPUS.COM - Warga Jalan Perjuangan/Setia Budi, Lingkungan 19 Kelurahan Tanjung  Rejo, Medan, melakukan aksi demo di kantor lurah.

Pasalnya ada warga yang membangun tembok dengan memakan badan jalan sehingga membuat warga kebanjiran akibat saluran air terhalang tembok.

Pantauan awak media di lokasi, Kamis (18/08/2022), tampak tembok tersebut dibangun secara permanen menggunakan batu bata dan semen. 

Walau dibangun di pinggir namun tetap memakan badan jalan dan menyumbat saluran air saat terjadi hujan, sehingga air hujan masuk ke pemukiman warga.

Alhasil, warga pun mendatangi kantor Lurah Tanjung Rejo guna meminta agar tembok tersebut dirobohkan agar tidak menghambat jalannya air.

Setibanya di kantor lurah warga bertemu dengan Kepala Lurah Ridho dan Babinsa Rifai serta perangkat kelurahan. Disana juga telah hadir pemilik rumah yang didampingi oleh pemborong rumah tersebut. 

Warga pun menyampaikan keluhan mereka yang diwakili Barus, Naibaho dan Saragih agar tembok tersebut dihancurkan. 

Situasi sempat memanas dan terjadi adu argumentasi antara warga dengan pemilik rumah yang keberatan temboknya dirobohkan, begitu juga denga pemborong rumah tersebut.

Setelah berdialog dan bermusyawarah, akhirnya pemilik rumah bersedia temboknya dirobohkan. (son)

Share:

Minggu, 10 Juli 2022

Seekor Lembu Mengamuk Saat Hendak Disembelih


PATIMPUS.COM - Seekor hewan qurban lembu mengamuk saat giliran hendak disembeli di Halaman Masjid Jami' Jalan Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Sabtu (9/7/2022) Pagi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ratusan warga yang menyaksikan pemotongan hewan qurban sempat panik mencari perlindungan. Kemungkinan lembu tersebut panik melihat kerumunan orang dan darah hasil pemotongan hewan qurban sebelumnya.

Ketua Panitia Qurban, Syafri Ali mengatakan, pemotongan hewan qurban dilaksanakan setelah Shalat Eid Idul Adha 1443 H yang dilaksanakan pada Sabtu (9/7), di Masjid Jami' Kampung Aur.

Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB, yang dihadiri ratusan warga dan para peserta qurban. Ada 9 ekor lembu dan 6 ekor kambing yang akan disembelih pada Hari Raya Qurban tahun ini.

Awalnya pemotongan 2 ekor lembu berjalan lancar dan sukses. Namun pada saat akan melaksanakan pemotongan lembu ke 3, hewan qurban tersebut panik dan mengamuk hingga akhirnya mematahkan tiang besi tempat mengikat hewan tersebut.


Melihat tiang besi kuat tersebut patah, warga mulai was-was dan takut. Namun panitia qurban, tetap tenang dan bertindak cepat untuk mengantisipasi agar hal-hal yang tak diinginkan terjadi hingga memakan korban jiwa.

Sebagian panitia dengan cepat mengevakuasi penonton yang terdiri dari orangtua dan anak-anak untuk menjauhkan diri dari lokasi dan meminta warga menyelamatkan dirinya masing-masing, panitia yang lain sibuk melakukan tindakan cepat menjinakkan hewan yang siap menerjang warga saat itu.

"Allau Akbar, besi patah, semuanya menjauh dari lokasi, cepat bubar sejauh mungkin, takutnya lembu lari ke arah kalian, anak-anak dan orang tua segera masuk kerumah dan menjauh, bahaya nanti," teriak salah seorang panitia di lokasi.

Setelah warga dievakuasi menjauh dari lapangan, seluruh panitia bersatu untuk menjinakkan dan mengamankan hewan qurban yang mengamuk tersebut. 

Tetapi lembu tersebut berusaha kabur ke arah warga yang berjualan. Dengan cepat panitia berusaha menghentikannya. Tidak butuh waktu lama, 10 menit kemudian akhirnya lembu tersebut berhasil dikuasai oleh panitia, dan langsung diikat kuat dan disembelih.

Tidak ada korban jiwa dan luka-luka saat insiden tersebut, akhirnya pemotongan hewan qurban berjalan lancar hingga acara sukses dilaksanakan.

"Alhamdulillah, lembu mengamuk tadi berhasil kita atasi, tidak ada korban jiwa. Jumlah hewan qurban pada tahun ini 9 ekor lembu, 6 ekor kambing. 4 ekor kambing dari hotel Hermes Medan. Untuk itu kami ucapkan terimakasih atas kepercayaannya kepada kami," ujar Syafri. (son)


Share:

Jumat, 24 Juni 2022

Bus Makmur Terbakar Di Tol Medan Tebing


PATIMPUS.COM - Bus CV Makmur ludes terbakar di KM 73-74 Dusun I Desa Cempedak Lobang, Tol Medan-Tebingtinggi, Jumat (24/6/2022) pukul 11.00 Wib.

Tidak diketahui identitas pengemudi bus CV Makmur tersebut, begitu juga dengan plat nopolnya karena sudah hangus terbakar. Sementara puluhan penumpang terlihat menyelamatkan diri.

Pantauan di lokasi, petugas Jasa Marga bersama petugas pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai turun langsung ke lokasi untuk memadamkan api.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh bus CV Makmur tinggal besi karat di Jalan Tol Medan Tebingtinggi.

Beberapa menit kemudian, polisi dari Tim Lalu Lintas Polres Serdang Bedagai tiba di lokasi. Peristiwa itu menjadi tontonan warga sehingga arus Jalan Tol Medan - Tebingtinggi menjadi macat

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Ghandi melalui Kanit Laka Ipda R Helmi dikonfirmasi membenarkan peristiwa kejadian bus penumpang CV makmur terkabar di ruas jalan tol Sergai. "Baket lagi kita kumpulkan,” tulis Kanit Laka. (sar)

Share:

Sabtu, 18 Juni 2022

Pasca Tergelincir, Begini Kondisi Menkumham Yasonna Laoly


PATIMPUS.COM - Kabar Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly jatuh bersepeda saat gowes di Kota Medan, Sabtu (18/6/2022) sempat bikin heboh.

Awak media yang mendapat kabar tersebut segera mencari tahu kebenaran menteri asal Sumut itu mendapat kecelakaan.

Kabar Yasonna Laoly jatuh saat bersepeda dibenarkan oleh orang dekatnya, Mario Hulu. Begitu pun, Yasonna tidak mengalami cedera hingga tetap bisa beraktivitas. 

"Saya mendapat kabar Pak Menteri tergelincir saat gowes, tapi tak ada cedera," kata Mario Hulu.

Mario tidak merinci secara detail di mana Menteri dari PDIP tersebut tergelincir. Namun, Mario memastikan kalau Yasonna Laoly baik-baik saja. "Kondisi Pak Menteri baik-baik saja," katanya lagi.

Berdasarkan informasi yang diterima Mario, Yasonna bersepeda dengan teman klubnya dan melewati jembatan kecil.

"Tergelincir saat sepedaan sama klubnya di Medan. Melewati jembatan kecil. Rupanya jembatan itu ada lobang kecil, terus tergelincir," imbuhnya.

Sementara Ketua DPD PDIP Sumut, Djarot Syaifullah membenarkan Menkumham Yasonna Laoly jatuh dari sepedanya. "Sekarang beliau sedang istirahat di kediamannya," ujar Djarot. (don/int)

Share:

Senin, 13 Juni 2022

Geng Motor Berulah, Kampung Aur Dihujani Batu Saat Warga Tidur


PATIMPUS.COM - Puluhan  anggota geng motor kembali berulah. Sebuah pemukiman warga di Jalan Letjend Soeprapto, Kampung Aur dihujani batu, Senin (13/06/2022) dinihari sekitar jam 01.20 WIB.

Hujan batu yang mendarat di atap seng rumah warga secara tiba-tiba itu sontak mengejutkan warga yang sedang istirahat tidur. Warga pun berhamburan ke luar rumah dan 

Puluhan geng motor yang melempar batu dari Jalan Letjen Suprapto mengenai atap seng rumah warga. Mendapat serangan mendadak, warga yang terkejut berhamburan keluar rumah. 

Mengetahui kampungnya diserang, warga pun mengejar para pelaku yang mengendarai puluhan sepeda motor.

"Woi... berhenti klen melempar..." teriak warga ke arah gang motor yang menghujani kampung mereka dengan Batu.

Mendapat serangan balasan, para geng motor itu pun berusaha kabur. Warga yang geram mencoba mengejar gerombolan geng motor yang membawa sejata tajam itu sambil melempar dengan batu. Sayangnya, gerombolan itu berhasil melarikan diri ke arah Jalan S Parman.

"Kami sekeluarga terkejut dan ketakutan melihat puluhan orang berkereta menyerang dan melempar ke bawah. mereka juga membawa balok kayu dan senjata tajam seperti klewang, gunting," ujar Dewi.

Beruntung tidak ada korban jiwa mau pun luka-luka dalam peristiwa itu. Sementara sejumlah atap seng rumah warga mengalami rusak dan jendela rumah pecah.

Hingga berita ini ditulis, warga masih berjaga-jaga di depan Gang Kampung Aur Jalan Letjend Soeprapto untuk mengantisipasi serangan susulan. (son)

Share:

Jumat, 22 April 2022

Warga Minta Kepling II Perumnas Mandala Dievaluasi


PATIMPUS.COM - Lurah dan Camat didesak sejumlah warga untuk mengevaluasi Iskandar, Kepala Lingkungan (Kepling) II, Jakan Nuri B Perumnas Mandala Kelurahan Kenangan Baru, Percut Seituan, yang viral di medsos setelah ribut dengan warganya.


Kepada wartawan, Rabu (20/4/2022) sejumlah warga Jalan Nuri Perumnas Mandala, oknum Kepling dan keluarganya sudah sangat meresahkan karena bertindak arogan kepada warga.


"Kerap membuat keributan dengan warga, hampir tiap hari parkir mobilnya di jalan depan rumahnya sehingga susah orang lewat dan terpaksa mutar karena malas ribut sama beliau," ujar Suhartono warga Nuri 4, diamini Akbar Wahyudi warga Nuri 10, dan Uce Warga Nuri 13.


Diakui Suhartono, sampai sekarang ini Kartu Keluarga (KK) atas nama dirinya belum siap padahal sudah diberi uang Rp300 hingga 600 ribu. 


"Waktu itu yang pergi mengurus surat kartu keluarga kepada kepling adalah istrinya, dimana pada waktu memberikan uang agar dipercepat kepengurusan suratnya tapi nyatanya tidak selesai," ucap Suhartono. 


Senada dengan itu, Akbar Wahyudi menuturkan bahwa Iskandar tidak cocok lagi jadi Kepling, karena tidak pernah mengakomodir permasalahan warganya.


Kenang Akbar lagi, saat dirinya menegur anak lelaki si Kepling yang berkendaraan kencang, di jalan yang sempit bukannya minta maaf justru tidak terima. 


Ketika disampaikan kepada Iskandar selaku orangtua si anak terkesan sepele dengan nada bahasa yang keluar seakan tidak mempedulikan. 


"Malah mengatakan anakku laga samamu mau," ucap Akbar sembari menirukan perkataan Kepling kepada dirinya. 


Sementara itu, Uce yang merupakan warga Jalan Nuri 13, menyebutkan bahwa keluarganya si Kepling kerap membuang sampah dan kotoran binatang di depan parit rumahnya, sementara rumah Kepling paritnya ditutup olehnya bila diingatkan tidak terima. 


Akhirnya berujung ribut dengan keluarga saya, adik saya dan orang tua saya. 


"Jadi sudah banyak permasalahan semenjak Iskandar menjadi Kepling kurang lebih 10 tahun," ucap Uce. 


Sementara itu, Lurah Kenangan Baru, Rizal menyatakan masih mendalami persoalan Kepling tersebut. Pihaknya akan memediasi antara Kepling dan warga tetangganya.


"Jadi kita damaikanlah, mungkin hanya kesalahpahaman dalam penyampaian," ucapnya melalui sambungan telepon sembari menjelaskan bahwa Iskandar menjabat telah lima tahun menjadi Kepling. 


Ia pun menuturkan selama ini, Iskandar orang rajin dalam menunaikan tugasnya. 


Namun ketika disinggung adanya keluhan maupun protes dari warga dalam kepengurusan data kependudukan dengan meminta meminta uang. Lurah juga akan menelusuri keluhan warga mengenai perilaku oknum Kepling maupun keluarganya.


Artinya, bila ada permasalahan dengan kepling bisa langsung ke kelurahan sehingga bisa diakomodir. 


Dibantah Kepling


Sementara itu, Iskandar Kepling 2, Kelurahan Kenangan Baru, Iskandar ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa video yang viral tersebut terjadi saat ia baru pulang berbelanja dan hendak menuju ke rumah. Saat masuk gang, ada mobil parkir di tengah jalan, kemudian ia mengklakson beberapa kali. 


Dari dalam rumah terdengar sahutan orang mengatakan tunggu sebentar. Kemudian tak lama mobil tersebut digeser hingga ke tepi. 


Setelah ia memasukan sepeda motornya ke dalam rumah, dari rumah pemilik mobil ada sejumlah orang yang dengan nada kasar membuat keributan.


Lanjut Iskandar, istrinya dengan spontan menanggapi sehingga terjadi perdebatan. Saat itu istri dan anak lelaki membawa gayung, yang berisikan air dengan tujuan supaya bubar. 


"Kejadian ini akan saya selesaikan dengan cara kekeluargaan," sebutnya.


Terkait kepengurusan kartu keluarga, bahwa Suhartono ada memberikan uang kepada dirinya, Iskandar mengatakan sama sekali tidak benar.


"Jadi kalau saudara Suhartono ada bilang kasih uang, ya silahkan dia dipertemukan dengan saya, kapan dan di mana istrinya memberikan uang itu," ujar Iskandar lagi. 


Dan kabarnya, anak lajangnya membawa sepeda motor dibilang ngebut sama sekali tidak benar karena kondisi gang yang sempit. 


"Jadi tidak benar itu, karena banyak lainnya yang melihat bahwa anaknya mengenderai sepeda motor biasa-biasa saja," ucapnya. (son)

Share:

Selasa, 22 Februari 2022

Wanita Lorong Binjai Bangkit Dari Kubur


PATIMPUS.COM - Seorang wanita menggegerkan warga Lorong Binjai, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Sumatera Selatan, lantaran hidup kembali usai dikuburkan, Minggu (20/02/2022) lalu.

Wasani (50), salah seorang keluarga mengatakan bahwa wanita yang mengalami mati suri itu bernama Yeni (31). Sebelum meninggal, Yeni baru melakukan selamatan anak keduannya. 

Dikutip dari laman bangsa online, saat itu dia berpamitan untuk tidur di rumah, tak lama kemudian yeni ditemukan tak sadarkan diri. Pihak keluarga membawanya ke rumah sakit dan pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.

"Awalnya meninggal (almarhumah Yeni) pokoknya dak katek (tidak) sakit. Sebelum meninggal cuma bilang nak tedok (tidur) saat di rumah. Terus dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia. Lalu kemarin sekitar pukul 14.00 WIB dikubur," ujar Wasani, Senin (21/2/2022).

Yeni sempat dikebumuikan kemarin siang sekitar jam 14.00 WIB di TPU Wakaf. Namun setelah beberapa jam prosesi pemakaman selesai, orangtua Yeni mendapatkan bisikan jika almarhumah masih hidup. Setelah itu, keluarga dibantu warga sekitar kembali ke TPU untuk membongkar makam Yeni.

"Beberapa jam kemudian dapet informasi, jika Yeni masih hidup dari bapaknyo," ujarnya.

Benar saja, saat dilakukan penggalian, Yeni dalam kondisi masih hidup dengan wajah yang cerah.

Warsani menceritakan selama almarhum hidup kembali, Yeni tidak banyak berbicara.

Sekitar jam 23.00 WIB, almarhumah dikabarkan meninggal dunia kembali dan pihak keluarga dibantu warga menguburkan jenazah di TPU Wakaf, Senin (21/2/2022) pagi, namun lokasi pemakaman kali ini berbeda dengan lokasi pemakaman sebelumnya.

"Jam 23.00 WIB almarhumah dikabarkan meninggal dunia kembali. Tapi tak ada satu kata atau kesan yang disampaikan almarhumah selama hidup lima jam itu," pungkas Wasani. (*)

Share:

Kamis, 03 Februari 2022

Bingung, Biaya RS Korban Begal Capai Ratusan Juta


PATIMPUS.COM - Kisah pilu dialami Nurjannah. Janda anak 6 ini harus menanggung beban yang cukup berat. Buah hatinya, Indrajit Dermawan (17) kini tengah terbaring tak berdaya di ruang ICU RS Bunda Thamrin Medan. 


Selain harus memikirkan biaya perawatan yang cukup besar, kondisi anak keduanya yang menjadi kebrutalan para begal sudah tak sadarkan diri sejak lima hari belakangan. 


Kejadian itu sendiri berawal Sabtu (29/1/2022) dinihari lalu. Bersama temannya, Indrajit secara mendadak diserang orang tak dikenal dan membacok keduanya di kawasan Jalan Kapten Sumarsono. 


Indrajit pun langsung dilarikan ke RS Advent. Namun, Karena kondisi keuangan, dirinya sempat tak mendapatkan perawatan. Sementara BPJS tak mengcover karena korban tindak kriminal. 


"Malam itu pihak rumah sakit minta jaminan uang ke keluarga sekitar 5 juta. Karena kita gak punya uang sempat bingung malam itu. Apalagi BPJS tidak mengcover pasien korban kriminal" kenang sang nenek, Sabariyah kepada awak media, Kamis (3/2/2022). 


Beruntung, sambung nenek yang akrab disapa Iyah, malam itu keluarga korban dibantu anggota DPRD Medan Komisi 3, Rudiawan Sitorus yang hadir dan menjaminkan korban untuk membawanya ke RS Bunda Thamrin agar mendapatkan penanganan medis. 


Korban pun menjalani operasi pada bagian batok kepalanya yang luka berat akibat bacokan. Kini, kondisi korban masih belum sadarkan diri hingga harus mendapatkan perawatan serius di ruang ICU. 


Namun, masalah lain menghampiri keluarga korban. Biaya rumah sakit yang terus membengkak hingga Rp 110 juta membuat ibu korban dan keluarga makin kesulitan. 


"Rencananya saat ini mau dipindahkan ke RS Pirngadi lewat bantuan pak Rudiawan Sitorus karena di sini (RS Bunda Thamrin) biayanya cukup besar. Tapi yang jadi masalah kami belum punya biaya untuk melunasi biaya perobatannya yang cukup besar. Kami cuma bisa pasrah saat ini bang," ujar Iyah dengan baluran air mata yang terus mengalir di sudut kelopak matanya. 


Berharap Ada Donatur


Tak ada yang bisa dibuat Nurjannah dan keluarga saat ini. Pasrah dan doa menjadi senjata ampuh mereka agar anaknya bisa mendapatkan keajaiban. 


Keterbatasan ekonomi memaksa mereka untuk memposting kisah ini di akun sosial pribadinya. Harapannya sederhana. Ada malaikat tak bersayap yang datang dan menghampiri mereka untuk mengulurkan bantuan dan memberi secercah harapan atas masalah yang mereka hadapi kini. (*)


Share:

Jumat, 07 Januari 2022

PKS Dolok Ilir Terbakar, Begini Penjelasan PTPN IV


PATIMPUS.COM - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Dolok Ilir yang berada di Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun terbakar, Kamis (6/1/2022) sekitar jam 22.00 WIB.

Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan PTPN IV Riza Fahlevi Naim membenarkam PKS tersebut terbakar, namun tidak ada korban jiwa dan sudah ditangani oleh pihak-pihak yang berwenang. 

Sedangkan untuk penyebab kebakaran dan kerugiannya sedang dilakukan proses penyelidikan secara menyeluruh.

Riza Fahlevi Naim mengatakan, segala sistem yang berjalan di Pabrik sudah sesuai Standard Operating Procedure (SOP).

“Manajemen PTPN IV mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu untuk memadamkan api di PKS Dolok Ilir,” kata Riza.  (*)

Share:

Sabtu, 25 Desember 2021

Muncul di Sungai Deli, Warga Tangkap Ular Phyton Sepanjang 3 Meter


PATIMPUS.COM - Warga Kampung Aur Medan, dihebohkan dengan kemunculan seekor ular python sepanjang 3 meter yang sedang di dekat parit besar pinggir Sungai Deli, Sabtu (25/12/2021) dinihari.

Menurut Sabarudin, sebelumnya pada Rabu (22/12/2021) jam 02.00 WIB, dia melihat dari rumahnya ada seekor ular phyton keluar dari parit besar di seberang sungai hendak menyeberang ke pemukiman rumah warga.

Melihat ular tersebut ia langsung memberitahu warga yang masih berkumpul di depan halaman Masjid Jami' Aur. Saat itu juga warga beramai-ramai langsung ke sungai memastikan keberadaan ular tersebut. Tetapi ular tersebut sudah menghilang.

"Saat itu aku sedang di rumah.. Kulihat ke seberang sungai itu, ada ular besar hendak nyebrang ke arah rumah warga. Langsung aku beritahu kawan-kawan yang lain. Saat kami lihat dan pastikan, gak ada lagi ular itu," ujar Sabarudin.

Sejak itu warga Kampung Aur pun dihimbau agar berwaspada dan berhati-hati apabila mandi atau menyuci di sungai. 

Khawatir bila warga menjadi mangsa ular tersebut, terutama anak-anak yang sedang mandi, warga pun mencari ular tersebut.

Dua hari dalam pencarian, akhirnya pada Sabtu (25/12/2021) jam 01.00 wib, ular tersebut menampakan diri. Dengan menggunakan kayu, warga pun berhasil menangkap ular tersebut.

"Jadi sekitar jam 01.00, kita lihat kembali ular itu. Alhamdulillah berhasil kita tangkap," jelas Rawan, warga setempat.

Ular tersebut kini menjadi tontonan warga dan warga berniat untuk menyerahkannya kepada pihak kebun binatang Medan atau melepaskannya jauh dari pemukiman warga. (son)

Share:

Rabu, 08 Desember 2021

Ugal-Ugalan, Angkot Morina Terguling, Ibu dan Anak Terpental



PATIMPUS.COM - Supir angkutan kota di Medan kembali bikin ulah. Satu unit angkot Morina terguling dan menyebabkan ibu dan bayinya kritis di Halan KL Yos Sudarso KM 18,3, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (08/12/2021).

"Ugal-ugalan supir angkotnya. Melaju dengan kencang," sebut Harry keluarga korban yang kritis.

Selain ibu dan anaknya yang terpental keluar dari angkot, tiga pelajar SMP yang menumpang angkot tersebut juga mengalami luka-luka dan trauma berat.

Menurut Harry, sopir Angkot jurusan Hamparan Perak - Belawan tersebut ugal-ugalan sehingga tidak dapat menghentikan kendaraannya ketika bertemu mobil yang berhenti di depan .

Angkot yang dikendarai sopir pun menabrak trotoar pembatas jalan, dan terguling hingga 20 meter ke arah jalan berlawanan.

Sementara itu, Syafar sopir angkot yang tidak memiliki SIM tersebut mengatakan tidak bisa mengendalikan setir angkotnya. Lalu tidak sengaja menginjak gas saat peristiwa terjadi.

"Enggak sengaja bang," klaim Syafar.

Kini para korban masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas terdekat. Sementara itu sopir angkot diboyong ke Polsek Medan Labuhan, untuk dimintai keterangan.

Sedangkan Satlantas Polsek Medan Labuhan saat ini masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. (*)

Share:

Sabtu, 04 Desember 2021

Sopir Angkot Mabuk Terobos Plang KA, 5 Tewas


PATIMPUS.COM - Kecelakaan terjadi di perlintasan kereta api Jalan Sekip, Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/11/2021) siang.


Informasi yang didapat, Kereta Api Jurusan Binjai-Medan menabrak Mobil Angkutan Kota (Angkot) trayek 123 bernomor plat BK 1610UE yang menerobos palang pintu kereta api hingga menyebabkan lima orang penumpang tewas dan empat orang luka berat dan dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Setia (43) saksi mata kecelakaan tersebut menyatakan angkot trayek 123 tertabrak kereta api di perlintasan kereta api di Jalan Sekip sekira Jam 15:30 WIB.

Saksi menyebutkan kalau sang sopir melanggar palang pintu kereta api yang telah turun dan menyalakan sirine. Saat itu angkot berwarna kuning nomor 123 plat datang dari arah jalan Sekip menuju ke Jalan Gereja menyebrang perlintasan kereta api.

Sementara itu kereta api melaju dari arah Binjai menuju Medan sudah berulangkali membunyikan klakson, sang sopir angkot tak mengindahkannya dan terus menerobos hingga akhirnya bagian belakang sebelah kiri mobil tertabrak. Terjadilah kecelakaan dahsyat tersebut dengan menewaskan lima orang penumpang dan 4 lainnya luka berat.

"Sudah diingatkan jangan menerobos, tapi diterobosnya juga. Akhirnya tertabrak. Keretanya dari arah Binjai menuju Medan," ujar Setia.

Satria memaparkan lebih lanjut, saat kejadian sang sopir sempat melompat dan hendak melarikan diri. Namun warga yang melihat langsung menangkap sopir tersebut dan langsung masuk ke dalam pos palang pintu kereta api karena warga yang sudah emosi berusaha menghajarnya.


Sementara itu menurut Fikri, salah satu warga yang menangkap sopir yang hendak melarikan diri itu, sopir angkot tersebut diduga menyetir dalam keadaan mabuk alkohol. Tercium aroma alkohol dari mulut dan bau tubuhnya.

"Bau alkohol waktu ditangkap. Kayaknya mabuk," kata Fikri.

Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama Januari-Oktober 2021, terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api di Sumatera Utara. (son)

Share:

Selasa, 30 November 2021

Stress, Pengungsi Afghanistan Bakar Diri Di Kantor UNHCR Medan



PATIMPUS.COM - Stress terlalu kama menetap di Indonesia tanpa kepastian tentang nasibnya, AS (22) seorang pengungsi asal Afghanistan melakukan aksi bakar diri di Gedung Forum Nine, UNHCR Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (30/11/2021). 

Perwakilan pengungsi Afganistan, Muhammad Juma mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar jam 10.00 WIB. Saat itu, AS bersama sejumlah pengungsi lainnya datang ke gedung tersebut.

Di depan gedung, AS dan pengungsi lainnya melakukan orasi menanyakan nasib mereka. Saat aksi, AS telah melumuri badannya dengan minyak dan memegang dua buah korek api. Aksi itu pun sontak dihalau oleh temannya sesama pengungsi, namun gagal.

Api yang berasal dari korek yang dipegangnya langsung menyambar tubuh korban. Korban sempat berlari-lari di depan gedung tersebut karena merasa kesakitan.

Seorang security lalu dengan cepat membawa tabung pemadam kebakaran dan langsung menyemprotkannya ke tubuh AS.

Setelah api yang membakar tubuh AS padam, dia langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Juma menduga aksi itu dilakukan AS karena stress yang dialami oleh pengungsi yang tak kunjung pasti kejelasan nasibnya.

“Ini karena stress, depresi hidup lama di Indonesia dan mengalami hidup ketidakjelasan selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia meminta agar Pemerintah Indonesia bisa membantu mencarikan solusi bagi para pengungsi.

“Kami minta tolong sama IOM dan organisasi Internasional untuk mencari solusi yang terbaik bagi kami. Dunia sudah tahu negara kami tidak aman,” sebutnya. (*)

Share:

Kamis, 25 November 2021

Korban Longsor Samanhudi Harapkan Pemko Medan Perbaiki Jembatan Parit


PATIMPUS.COM - Longsor yang terjadi di Jalan Samanhudi, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, telah memutuskan jembatan parit yang merupakan akses jalan utama yang dilalui warga.

Ditemui wartawan, Rabu (23/11/2021), Ari (52) mengatakan, jembatan tersebut mengalami langsor pada Selasa (22/11/2021) malam, saat hujan deras mengguyur Kota Medan.

Dalam peristiwa tersebut, bengkel cat mobil milik Ari ikut longsor sehingga barang-barang dan material bengkel miliknya ikut hanyut terbawa arus parit yang mengalir deras. Beruntung Ari dan keluarganya selamat saat kejadian.

"Selasa malam kan hujan lebat, sekitar jam 7 malam. Air parit tinggi dan deras ditambah air hujan. Jadi, terjangan air hujan dari badan Jalan Juanda membuat tanah di pinggir parit terkikis dan tak mampu menahan derasnya air, sehingga longsor," jelas Ari.

Ari berharap Pemerintah Kota Medan segera memperbaiki jembatan agar akses keluar masuk warga aktif kembali.

Sementara Lahamudin (18) warga setempat mengatakan, tanah di sekitar jembatan sudah mulai retak sejak hujan mengguyur Kota Medan beberapa hari ini. Namun, keretakan itu dibiarkan saja, sehingga terjadi longsor.

"Beberapa hari belakangan ini kan hujan bang, sudah mulai menunjukkan keretakan juga. Debit air dari saluran parit tinggi dan kencang akhirnya longsor," jelas Lamahudin.

Terlihat warga bersama Kepling, Lurah beserta P3SU bergotong royong membersihkan puing-puing runtuhan bengkel. (son)

Share:

Rabu, 17 November 2021

Bensin Sambar Busi, Betor Barang Dicebur Ke Parit


PATIMPUS.COM - Warga Jalan Medan Binjai Km 13,5 Diski, Deliserdang, mendadak panik. Pasalnya satu unit becak bermotor (betor) pengangkut barang, tiba-tiba terbakar, Rabu (17/11/2021) Siang.

Menurut Wendi (13) warga Jalan Setia Raya Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, mengatakan, becaknya terbakar akibat tetesan bensin yang jatuh ke perapian busi, hingga menimbulkan api dan membakar betornya.

"Aku tadi mau pulang bang. Pas lewat sini aku tidak sadar bensin becakku bocor dan menetes jatuh ke busi. Busiku tidak ada tutupnya. Langsung terbakarlah becakku," tuturnya.

Mengetahui betornya terbakar, Wendi langsung berhenti di pinggir jalan. Saat api yang membakar betornya semakin marak, Wendi pun langsung mendorongnya ke parit agar apinya padam dan tidak membahayakan warga yang melintas.

Perisitiwa tersebut langsung mengundang perhatian warga, sehingga arus lalulintas menjadi macat.

Dibantu oleh warga, api pun berhasil dipadamkan dengan cara menyiramkan api dengan air parit.

Tak lama, ayah Wendi tiba di lokasi kejadian setelah ditelepon Wendi. Lalu ayah Wendi mengevakuasi betor tersebut untuk dibawa pulang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja korban mengalami kerugian jutaan rupiah akibat betornya terbakar. (son)

Share:

Info TNI-Polri

Olahraga

Bencana Alam

Nasional

Kasus Korupsi

Internasional

Ekonomi

Peristiwa

Kriminal

Sekitar Sumut

Kesehatan

PatimpusTV

Dukung Kami

Label

Arsip Blog

Jangan Klik

Info Kuliner

Info Selebritis

Apa Cari?

Religi

Visitor

Artikel

Pendidikan

Politik

Cuci Mata

Jangan Lihat