Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Mei 2024

Calon Duda di Kampung Aur Meningkat

    Rabu, Mei 29, 2024  


PATIMPUS.COM - Dalam kurun hanpir satu tahun, angka perceraian di Kampung Aur meningkat. Anehnya, yang menggugat cerai rata-rata dari para istri. 

Alhasil, kampung yang terletak di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun ini pun akan kebanjiran para duda.

Meningkatnya angka perceraian di Kampung Aur tak lepas dari faktor ekonomi, pengangguran dan kekerasan dalam rumah tangga. Terhitung ada 15 kasus para istri menggugat cerai suaminya.

Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Aur, Adnan Buyung ketika dikonfirmasi, Rabu (29/05/2024), membenarkan banyaknya para istri yang menceraikan suaminya.

"Selama saya menjadi Kepling, ada 15 orang istri yang menceraikan suaminya. Kan, lucu harusnya suami yang menceraikan, tapi ini malah istri," ujar Kepling sambil tertawa.

Menurutnya perceraian terjadi karena faktor ekonomi, dimana uang belanja dari suami selalu kurang, padahal kebutuhan pokok sangat mahal. 

Makanya banyak anak-anak yang masih usia sekolah di Kampung Aur yang berjualan membantu keluarganya. 

Faktor lain adalah meningkatnya jumlah pengangguran, sehingga para istri yang bekerja mencari uang belanja.

Dari kedua faktor di atas dibarengi dengan kekerasan rumah tangga, sehingga memicu istri-istri rela menjadi janda dengan mendudakan suaminya.

Selain janda cerai, banyak juga para istri yang menjadi janda karena faktor kematian para suami.

Adnan Buyung berharap kasus perceraian di lingkungannya tidak terjadi lagi. Dia pun saat ini sedang berupaya agar di lingkungannya tidak ada lagi peredaran narkoba. (don)

Sabtu, 30 Maret 2024

Apuak Sebatangkara, Tidur Dibecak Dayung

    Sabtu, Maret 30, 2024  


PATIMPUS.COM - Sulitnya kehidupan di kota besar seperti Kota Medan meninggalkan sejumlah polemik tak berdaya bagi masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian serius.


Seperti kehidupan yang dialami seorang kakek penarik becak dayung di kota Medan bernama Apuak (62), mencerminkan realita pahitnya kehidupan di Kota Medan.


Sebagai penarik becak dayung, Apuak hanya mampu memenuhi kebutuhan makan dan tempat tidur dengan menumpang di salah satu Warkop Kamal jalan Amaliun, Kelurahan Kota Matsum 4, Kecamatan Medan Area.


Pahitnya lagi, selain hidup susah Apuak bahkan tidak memiliki identitas kependudukan resmi dan bahkan belum pernah merasakan bantuan apapun dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan.


Tidak adanya identitas kependudukan, Apuak sangat berharap agar Pemko Medan dapat memberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai identitas resmi baginya, sehingga jika terjadi sesuatu, ia dapat teridentifikasi dengan jelas. 


“Sudah lebih dari dua tahun saya tidur di warkop, kadang jika warkop ramai, saya tidur di becak. Keluarga saya berada jauh di Sumatera Barat.” ungkap Apuak dengan penuh harap saat didatangi awak media Sabtu (30/03/2024).


Selain itu, Apuak juga berharap agar Pemko Medan dapat memberikan bantuan yang dibutuhkannya serta membantunya dalam proses pembuatan administrasi kependudukan seperti KK, KTP, bahkan BPJS Kesehatan.


Rasa prihatin disampaikan pemilik warkop, Dedek (31), Ia mengatakan bahwa Apuak sebatangkara dan tidak punya tempat tinggal. Dedek juga menjelaskan kalau malam hari Apuak tidur di warkop miliknya, dan bila ramai tidur dalam becak. 


Sehingga lanjut Dedek, terkadang teman-teman di warkop ada yang memberikan bantuan sekedarnya kepada Apuak karena kasihan dengan keadaannya yang tidak punya keluarga di Medan.


“Kasihan juga, pernah ditanya dimana keluarganya dia bilang di kampung. Semenjak istrinya meninggal, katanya ada empat orang anaknya, tapi sampai sekarang enggak pernah melihat orang tuanya,” kata Dedek.


Kisah Apuk menjadi salah satu cerminan dari tantangan yang dihadapi oleh banyak orang yang berjuang dalam kesendirian. Meskipun demikian, harapannya tidak pernah padam.


Semoga ada pihak yang dapat membantu akan kondisinya, langkah-langkah nyata dapat segera diambil untuk membantu Apuak dan orang-orang sejenisnya yang berjuang dalam keseharian demi bertahan hidup. (soni)


Minggu, 12 November 2023

RMJA Bersama BSMI Galang Dana Untuk Palestina

    Minggu, November 12, 2023  


PATIMPUS.COM - Pengurus dan mantan pengurus Remaja Masjid Jami' Aur (RMJA), bersama Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Aksi Peduli Palestina dengan menggalang dana yang dimulai dari Masjid Jami' Aur Jalan Kampung Aur hingga ke persimpangan Waspada, Jum'at (10/11/2023).


"Kita BSMI Sumut bekerja sama dengan adik-adik dari RMJA serta ikut juga seluruh mantan pengurus dan pembinanya. Jadi ada 2 titik pengumpulan donasi kita, yaitu di Masjid Jami' Aur mulai dari sebelum sholat jum'at hingga selesai sholat jum'at, lalu ba'da (selesai) sholat Ashar kita lanjut turun ke persimpangan jalan lampu merah Katamso, Pemuda dan Suprapto depan kantor harian waspada," jelas Kordinator Aksi Peduli dari BSMI Sumut Luthfi Akbar Prakipsa.


Mantan Ketua RMJA ini juga menjelaskan kegiatan Aksi Peduli Palestina ini sebagai wujud kepedulian generasi muslim yang tergabung di Remaja Masjid Jami' Aur dan juga menanamkan regenerasi agar menjadi yang terdepan untuk menjalankan amanat UUD 1945 yang berbunyi 'Bahwa Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan' serta menanamkan rasa cinta selaku generasi muda yang mencintai Palestina mengingat negara Palestina lah yang pertama kali mendukung kemerdekaan Indonesia saat itu.


"Ini juga wujud cinta dan peduli kita dengan saudara kita di Palestina karena negara yang pertama sekali mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia adalah Palestina, selain itu kita juga ingin menanamkan kepada regenerasi kita di Kampung Aur khususnya Remaja Masjid agar menjadi terdepan untuk menjalankan amanat UUD 1945 ," ujar Luthfi.


Sementara itu Ketua Remaja Masjid Jami' Aur yang baru terpilih Aidil mengatakan bahwa aksi peduli palestina ini merupakan kecintaan RMJA selaku generasi muda di Aur kepada saudara-saudara sesama muslim di Palestina.


"Alhamdulillah ya bang, ini wujud cinta kami kepada saudara-saudara kita sesama muslim di Palestina yang saat ini sedang berjuang mempertahankan tanah air mereka dari jajahan Yahudi," kata Aidil.


Aidil juga berharap nantinya upaya dukungan RMJA untuk kemerdekaan Palestina melalui Aksi Peduli tersebut dapat menjadi penyemangat buat para pejuang khususnya rakyat Palestina.


"Terimakasih kepada masyarakat yang telah bersedia menyisihkan rezekinya untuk rakyat Palestina, nantinya semua donasi ini langsung kita serahkan kepada BSMI Sumut untuk dapat disalurkan langsung bantuan ke Palestina khususnya Gaza. Semoga segala perbuatan baik kita semua di balas oleh Allah, dan buat rakyat Palestina menjadi penyemangat untuk berjuang mempertahankan negaranya dan agama islam disana," tutup Aidil. (son)

Jumat, 22 September 2023

Puluhan Anak Korban Eksploitasi Panti Asuhan Diamankan

    Jumat, September 22, 2023  


PATIMPUS.COM - Puluhan anak korban eksploitasi dengan cara meminta bantuan secara live di media sosial diamankan Dinas Sosial Kota Medan di panti asuhan Jalan Rinte Raya No. 61 Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan.


Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin SSos SE MM, menjelaskan sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan penjangkauan di Panti Asuhan Tunas Kasih Olayama Raya di Kecamatan Medan Perjuangan.


“Kami langsung bergerak setelah mendapat pengaduan masyarakat, tentunya berkolaborasi dengan aparat kepolisian, dan dari pemeriksaan sementara, Panti asuhan ini tidak terdaftar dan tidak memiliki Izin Operasional sebagai Panti Asuhan/LKSA dari Dinas Sosial Kota Medan,“ jelasnya, Kamis (21/9) malam. 


Kadis juga menjelaskan, total 40 orang anak yang saat ini mereka amankan dari dua panti asuhan tersebut dan  selanjutnya ditempatkan sementara di Sentra Bahagia milik Kementerian Sosial RI di Jalan Williem Iskandar, No. 377 Kel. Sidorejo Hilir, Kec. Medan Tembung.


“Totalnya ada 40 orang, di panti asuhan pertama kita amankan 25 orang dan di panti asuhan kedua sebanyak 15 anak,” Jelasnya


Selanjutnya, Khoiruddin menambahkan, dinas sosial juga akan membentuk tim khusus untuk memonitoring keberadaan panti-panti asuhan yang juga diduga melakukan eksploitasi anak 


“Ini merujuk kepada surat edaran dari Menteri Sosial RI yang melarang adanya eksploitasi terhadap anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas,” ungkapnya.


Kabid Rehabsos Dinas Sosial Kota Medan Mariance SSTP MSP, menjelaskan, dari hasil penjangkauan ini pihaknya juga menemukan banyaknya fasilitas yang tak layak untuk anak penghuni panti asuhan


“Kami juga berterima kasih atas respon cepat dari masyarakat yang perduli untuk segera melaporkan hal-hal yang dianggap janggal seperti ini, sehingga kami juga bisa cepat merespon agar dugaan eksploitasi anak seperti ini bisa diatasi secepatnya,” pungkasnya (don)

Jumat, 14 Juli 2023

KSF Potret Medan Dan PFI Kepri Serahkan Donasi Untuk Messa Haris

    Jumat, Juli 14, 2023  


PATIMPUS.COM – Aksi solidaritas sahabat seprofesi dari Kelompok Studi Fotografi (KSF) Potret Medan dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri menyerahkan donasi untuk reporter batampos online Messa Haris di kediaman insan pers tersebut Komplek Arira Garden, Nongsa, Jumat (14/7/2023).


KSF Potret adalah salah satu unit kegiatan mahasiswa yang bernaung di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP) Medan dan aksi solidaritas tersebut dilakukan mengingat Messa Haris merupakan salah satu alumni dan juga termasuk anggota KSF Potret angkatan ke 6, dari 18 angkatan yang ada saat ini.


“Sejak setahun terakhir Messa Haris bermasalah dengan kelenjar getah bening di bagian paha sebelah kanan, dan hasil pemeriksaan medis, divonis kanker getah bening. Sebagai sesama rekan kerja dan juga alumni Potret Medan, kita berinisiatif untuk menggalang dana. Alhamdulilah, teman-teman Potret di Medan juga sepakat untuk berdonasi,” jelas Iman Wachyudi, salah seorang anggota KSF Potret perwakilan Batam.


Iman Wachyudi yang juga wartawan Batam Pos mengatakan, proses penggalangan dana hanya memerlukan waktu beberapa hari. 


“Berikutnya kita berkoordinasi dengan pendiri Potret yang juga pendiri PFI Kepri, bang Immanuel Sebayang, serta kak Habibi, salah seorang anggota Potret yang juga ada di Batam. Akhirnya kita sepakat untuk menunjuk saudara Mulkan Nasution, anggota Potret di Medan, dan dalam waktu singkat donasi dapat dikumpulkan dalam satu rekening,” jelas Iman


Pada kesempatan itu, mewakili PFI Kepri Immanuel Sebayang, menyambut baik aksi sosial tersebut, dan berharap agar aksi ini bukan yang pertama dan terakhir. “Untuk gerakan kemanusiaan, tidak ada kata pantas atau cukup. Apapun yang bisa kita lakukan, harus dilakukan. Apalagi Messa Haris teman dan rekan seprofesi,” jelas iman lebih lanjut.


Sementara itu, Messa Haris merasa terharu saat dikunjungi oleh rekan seprofesinya dalam cuaca yang disertai turunnya hujan membasahi komplek Arira Garden, Haris juga tak kuasa menahan rasa haru saat menerima donasi tersebut. 


“Saya cuma bisa mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan Potret dan PFI Kepri. Semoga Allah yang membalas semua kebaikan kawan-kawan,” ujarnya sambil menahan rasa sakit.


“Cepat sembuh Ris, dan semoga mbak Aura juga diberi kekuatan dan ketabahan merawat kawan kami ini,” ujar Habibi sambil memegang tangan Aura, istri Messa Haris. (son)

Kamis, 06 Juli 2023

Pegadaian Khitan 103 Anak, Paling Tua Usia 27 Tahun

    Kamis, Juli 06, 2023  


PATIMPUS.COM - PT Pegadaian Kanwil 1 Medan kembali menggelar aksi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan berupa khitanan (sunatan) massal, yang diikuti ratusan orang anak di Medan, Kamis (6/7) Pagi.


Kegiatan berlangsung di kantor PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Jalan Pegadaian no. 112 Medan, dengan mengangkat tema 'Khitanan Massal Mengetuk Pintu Langit' dihadiri Sekretaris Lurah Aur, Rahmad Hidayat; Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Arief Rinardi Sunardi; Deputi Operasional, I Ketut Suarnawa; Deputi Bisnis Area Medan 1, Anwar Hidayat; Deputi Bisnis Area Medan 2, Dwi Hadi Atmaka; Deputi Bisnis Area Rantau Prapat, Dede Kurniawan; Kepala Bagian Kemitraan Bina Lingkungan, Nurul Asniar; Pimpinan Cabang dan para insan Pegadaian. 


"Alhamdulillah, hari ini Pegadaian kembali melaksanakan khitanan massal untuk tahun kedua pasca Covid-19. Terdaftar 103 anak dari usia 4 tahun sampai 27 tahun yang akan disunat hari ini. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kaum muslim, tetapi ada juga yang non muslim," sebut Arief Rinardi Sunardi. 


Menurutnya, khitanan atau sunatan massal ini menjadi agenda rutin bagi Pegadaian Medan yang setiap tahunnya dilaksanakan. "Ini tahun kedua kita buat, dan telah diagendakan untuk setiap tahunnya dilaksanakan. Sunatan massal ini bagian dari lanjutan program Mengetuk Pintu Langit, di mana Pegadaian Medan menargetkan penyantunan dan membantu 2023 orang anak dari keluarga kurang mampu," ucap Arief. 


Ia berharap, bentuk wujud nyata darma bakti Pegadaian Medan dapat bermanfaat bagi orang banyak. "Kami (Pegadaian) berharap perusahaan BUMN Pegadaian ini tetap maju, berkah dan barokah. Doa dari anak-anak kami harap dapat menembus ke langit," ujarnya. 


Semarak Sunat Massal & Medikal Konsultasi Gratis yang diprakarsai PT Pegadaian bekerjasama dengan tim medis dari Klinik Pegadaian, merupakan bagian untuk mengisi liburan sekolah para anak-anak. 


"Kami ucapkan terimakasih kepada Pegadaian yang telah melaksanakan khitanan massal ini.  Khitanan ini eksklusif yang akan menggunakan teknik terbaru dan tidak sakit. Seluruh tim medis telah disertifikasi melakukan khitanan sesuai standar nasional," ucap dr Imam Khoirul Fajri penanggungjawab tim medis. 


Ia berpesan kepada anak-anak yang dikhitan, untuk tidak melakukan aktivitas berat. "Jangan melakukan 4S yakni : sepak bola, sepedaan, smackdown dan salto. Untuk pemulihan cepat dan sembuh total setelah berkhitan dibutuhkan waktu maksimal seminggu," jelasnya. 


Tabungan Emas


Dalam kesempatan tersebut, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil 1 Medan, Arief Rinardi Sunardi mengungkapkan, adek-adek ini merupakan generasi emas di masa yang akan datang. Diperlukan sarana investasi yang nantinya dapat mendukung keperluan mereka. Tabungan Emas Pegadaian sangat cocok sebagai pengganti celengan anak-anak di rumah.


Tabungan Emas dapat dimanfaatkan sebagai investasi sejak dini tanpa jangka waktu "Pegadaian terus menggalakan edukasi dan literasi produk Tabungan Emas ke sekolah-sekolah yang mengajak para anak didik untuk menabung dalam bentuk investasi emas," cetusnya. 


Pegadaian Medan terus menggalakan edukasi Tabungan Emas mulai dari sekolah PAUD hingga ke Perguruan Tinggi. "Tujuannya mengajak generasi muda untuk sejak dini menabung Emas sebagai media investasi masa depan," tutup Arief. 


Sekretaris Lurah Aur Kecamatan Maimun, Rahmat Hidayat menyatakan siap berkolaborasi dengan PT Pegadaian dalam mensosialisasikan produk Tabungan Emas. 


"Saya akan sampaikan hasil kegiatan hari ini ke Bapak Lurah, untuk berkolaborasi dengan PT Pegadaian dalam mengedukasi masyarakat Aur pentingnya berinvestasi sejak dini," tandasnya. (don)

© 2023 patimpus.com.