Kompatir Apresiasi Tirtanadi Kembali Gratiskan Air Musholla Dan Mesjid
| Sabtu, April 01, 2023

By On Sabtu, April 01, 2023


PATIMPUS.COM  -  Komunitas Pelanggan Air Tirtanadi (Kompatir) mengapresiasi langkah kebijakan Dirut Perumda Tirtanadi Ir Kabir Besi, ST MBA, melalui Perdir tentang menggratiskan pemakaian air untuk masjid dan mushollah selama bulan suci Ramadhan 1444 H/2023 M.


Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Kompartir melalui Sekretaris Harist Lubis didampingi Humas Jasrial Husin dan Fajar Trihatrya saat bertemu Dirut Perumda Tirtanadi, Jumat (31/3/2023).


"Sungguh satu hal yang sangat mulia atas kebijakan manajemen Perumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Dirut Perumda Tirtanadi Ir Kabir Bedi ST MBA. Pak Kabir kembali menorehkan tanda tangannya melalui PERDIR tentang gratis pemakaian air untuk musholla dan mesjid selama bulan Ramadhan 1444 H," ujar Sekretaris Kompatir Harist Lubis didampingi Humas Jasrial Husin dan Fajar Trihatrya.


Harist Lubis melanjutkan, ditengah upaya mempercepat program-program meningkatkan kapasitas produksi air bersih, Kabir Bedi masih memikirkan tentang kemaslahatan umat di bulan Ramadhan ini.  Berbuat untuk kebaikan masyarakat seperti ini yang membuat Kompatir mengapresiasi kebijakan dari Perumda Tirtanadi.


Lebih lanjut Harist Lubis mengatakan bahwa, selama bulan Ramadhan kebutuhan air bersih sangat meningkat di musholla maupun mesjid, karena banyaknya umat Islam yang ingin beribadah secara berjamaah untuk menambah amalannya, baik dalam hal melaksanakan sholat fardhu maupun sunnat seperti taraweh dan kegiatan lainnya.


Dengan adanya pemakaian air secara gratis dari Perumda Tirtanadi selama bulan Ramadhan ini tentu sangat meringankan beban dari pengurus-pengurus musholla dan mesjid tersebut.


Akhirnya Harist Lubis atas nama Komunitas Pelanggan Air Tirtanadi menyampaikan juga ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemprovsu di bawah kepemimpinan Gubernur H Edi Rahmayadi dan Wakil Gubernur H Musa Rajekshah atas kepeduliannya terhadap masyarakat melalui program Sumut bermartabat, khususnya dalam hal pelayanan kebutuhan air bersih. (son)


Warga Tamora Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit, Wajah Lembam
| Jumat, Maret 31, 2023

By On Jumat, Maret 31, 2023


PATIMPUS.COM - Seorang warga Tanjung Morawa, Kabuoaten Deliserdang, yang berprofesi sebagai pencari brondolan buah sawit, ditemukan sudah tidak bernyawa di Dusun X Limo Kapas, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumut, Kamis (30/03/2023) malam.


HB (31) warga Desa Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, ditemukan warga dengan posisi telentang dalam kondisi wajah memar membiru serta dari mulut dan mata mengeluarkan darah.


Informasi yang yang diterima oleh wartawan, korban merupakan warga Tanjung Morawa yang saat ini tinggal dan berdomisili di rumah saudaranya di Dusun lV Bukit Pelita, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat dan berkerja sebagai pencari brondolan buah sawit.


Malam itu, sekitar jam 20.00 WIB korban belum pulang dari mencari brondolan buah sawit di areal PT SBI Besitang, karena khawatir pihak keluarga melaporkan hal ini kepada Wiwik (43) Kepala Dusun (Kadus) setempat.


Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Kadus bersama beberapa warga berusaha mencari disekitar areal blok XIII PT SBI, tidak lama kemudian korban ditemukan tewas di hamparan tanah dengan posisi telentang di  Dusun X Limo Kapas, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang. Atas kejadian ini warga langsung melaporkannya ke Polsek Besitang.


Tak lama berselang Personil Polsek Besitang langsung turun kelokasi melakukan olah  Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan lokasi, sementara jasad korban dengan bantuan warga langsung dievakuasi ke Rumah Sakit (RS).


Hingga saat ini penyebab kematian korban masih belum diketahui, sementara pihak kepolisian belum bisa memberi keterangan dan masih melakukan penyelidikan.


"Saya masih di Medan membawa korban autopsi," ucap Kanit Reskrim Polsek Besitang Iptu W Situmorang. 

(raj)


Kabir Bedi Ungkap Kemajuan Perumda Tirtanadi Berkat Berita Positif
| Jumat, Maret 31, 2023

By On Jumat, Maret 31, 2023


PATIMPUS.COM - Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Sumatera Utara, Ir Kabir Bedi MBA, mengatakan jika investor disuguhkan berita-berita yang negatif, maka Indonesia akan kehilangan investasi.


"Para investor yang datang ke Indonesia ini terlebih dahulu melihat berita di media tentang peristiwa yang terjadi. Jika yang dibacanya yang negatif, maka mereka akan ketakutan dan pulang ke negaranya karena tida adanya jaminan keamanan dan kenyamanan berinvestasi di sini," sebut Kabir Bedi saat bersilaturrahim dengan Forum Wartawan Tirtanadi (Forwadi) di Gesung Diklat Sunggal Jalan Pekan Sunggal, Jumat (31/03).


Padahal, lanjutnya, jika investor itu masuk dan berinvestasi banyak manfaat yang diperoleh seperti lapangan kerja akan meningkat dan bergulirnya perekonomian.


Oleh sebab itu, Kabir Bedi  mengharapkan, perlu dukungan wartawan untuk berkolaborasi membangun berita-berita yang positif.


Dirut menyampaikan bahwa kemajuan yang telah dicapai oleh Perumda Tirtanadi berkat informasi dan pemberitaan yang positif oleh media, sehingga investor merasa aman untuk berinvestasi.


"Kemajuan yang telah dan sedang dikerjakan diantaranya percepatan layanan yang sedang dibangun. Diantaranya membangun Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Johor yang berkapasitas 400 liter perdetik," ungkap Kabir Bedi didampingi Sekretaris Perusahaan Jamal Usman Ritonga dan Ketua Forwadi Amrizal SH.


Kabir Bedi mengatakan, tak hanya di Johor, Tirtanadi juga membangun IPAM berkapasitas 500 liter perdetik. Selain itu, menara Tirtanadi yang menjadi icon Kota Medan telah selesai direnovasi dengan baik.


"Dalam waktu dekat masyarakat akan lebih dimudahkan membayar air walaupun berada dalam kendaraan karena akan selesainya drive thru yang berada di Kantor Pusat Jalan SM Raja Medan," sebutnya sembari mengatakan sejumlah prestasi Perumda diantaranya, meraih sertifikat ISO 9001.


Sementara itu, Ketua Forwadi Amrizal menyampaikan, wartawan yang yang tergabung di dalam Forwadi akan siap membesarkan Perumda Tirtanadi sesuai kapasitasnya masing-masing.


“Kami harapkan paling tidak adalah tiga pemberitaan postif setiap bulannya dan setiap ada kegitan Direktur agar bergantian wartawan dilibatkan," pintanya. (don)


Tiga Calon Kepling Sei Mati Datangi Camat Medan Maimun
| Kamis, Maret 30, 2023

By On Kamis, Maret 30, 2023


PATIMPUS.COM - Tiga warga yang melakukan protes tidak lolos verifikasi pemilihan Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Sei Mati didampingi kuasa hukum Beni Arbi Batubara SH MH terus mencari keadilan dengan mendatangi kantor Camat Medan Maimun, Rabu (29/3/2023).


Ke 3 warga yang mencalonkan diri sebagai Kepling  masing-masing Perri Sutrisno Nasution calon kepling VII, M Syahputra Imam Munandar calon kepling XII, dan Taufik Hidayat Ginting Calon Kepala Lingkungan VIII. 


Beni Arbi Batubara SH MH selaku kuasa hukum calon kepling menyatakan bahwa ia dan klien mendatangi kantor Camat Medan Maimun untuk mempertanyakan persoalan kliennya dan menyatakan sikap menolak terhadap hasil verifikasi pemilihan calon kepling di Kelurahan Sei Mati.


"Saya Beni Arbi Batubara selaku kuasa hukum calon kepling bersama klien mendatangi Kantor Camat Kecamatan Medan Maimun untuk mempertanyakan persoalan klien saya dan menyatakan menolak hasil verifikasi pemilihan kepling di Kelurahan Sei Mati karena di indikasi adanya kecurangan," kata Beni saat dikonfirmasi wartawan melalui via pesan whatsapp.


Beni pun menjelaskan bahwa ia telah menyerahkan draf berkas pernyataan sikap menolak hasil verifikasi pemilihan di Kelurahan Sei Mati dengan memakai kop surat Law Office Batubara and Partners.


Ia juga membeberkan beberapa point penting pernyataan sikap yang diserahkan ke Kantor Camat Medan Maimun diantaranya yaitu Jelas menolak hasil verifikasi pemilihan kepling di Kelurahan Sei Mati yang diindikasi adanya kecurangan dan meminta untuk dilakukannya verifikasi ulang secara transparansi berkas maupun data warga pemilih.


Selanjutnya, kata Beni, jika adanya kecurangan dalam proses verifikasi, pihaknya juga meminta Camat Kecamatan Medan Maimun menindak tegas oknum yang terindikasi pada kecurangan tersebut.


Perri Sutrisno Nasution mengatakan bahwa ia dan kawan-kawan melalui kuasa hukum menyatakn benar mendatangi Kantor Camat dan menyatakan menolak hasil verifikasi yang dilakukan pihak Kelurahan Sei Mati.


"Tadi saya dan kawan-kawan didampingi kuasa hukum datang ke kantor camat jumpa dengan camat dan menyatakan menolak hasil verifikasi itu. Jadi pihak kecamatan meminta waktu 3 hari dan dalam 3 hari akan memberikan jawaban dan tanggapan," ujar Perri kepada wartawan saat dikonfirmasi via whatsapp.


Sementara itu Camat Kecamatan Medan Maimun Tommy Prayoga Sidabalok SSTP MAP sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi oleh wartawan melalui via pesan whattsapp untuk dimintai keterangan perihal tersebut. (soni)

Takjil Kampung Ramadhan Harga Murah Rasa Hotel Bintang Lima
| Rabu, Maret 29, 2023

By On Rabu, Maret 29, 2023


PATIMPUS.COM - Sudah sepekan Kampung Ramadhan ke III ini dibuka, sejak diresmikan Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Syaiful Ramadhan, suasana Bazar Kuliner tersebut dipenuhi para pedagang dan juga pengunjung dari wilayah Medan Maimun dan sekitarnya.


Menurut Reza Anshori selaku ketua panitia, kemeriahan Kampung Ramadhan tidak saja pada Bazar Kulinernya, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai even kegiatan yang positif. Seperti diadakannya perlombaan islami, lomba Selfi dan bahkan ada live music religi dan juga hiburan lainnya yang kental berasal dari Sumatera Barat.


Pantauan wartawan, Rabu (29/03/2023) saat di lokasi, suasana Kampung Ramadhan yang ramai terlihat seperti pasar kuliner. Ramai pengunjung atau pembeli dari luar Kampung Aur berdatangan berburu makanan untuk berbuka puasa di Kampung Aur.


Makanan yang paling diburu pengunjung adalah Sala Bulek (Sabu) sehingga sala bulek menjadi takjil favorit di Kampung Ramadhan.


Sala Bulek merupakan makanan gorengan berbentuk bulat dari Pariaman Sumatera Barat. Sala Bulek di Kampung Aur memiliki ciri khas rasa tersendiri, bentuknya bulat mungil dengan cita rasa yang enak, garing dan gurih.


Salah satu pengunjung atas nama Rizky warga jalan Brigjend Katamso Gang Bidan Kelurahan Sei Mati ini, jauh-jauh berburu makanan gorengan berbuka ke Kampung Aur.


Ia merasa senang berburu penganan berbuka di Kampung Ramadhan, Berawal rasa penasaran dengan Sala Bulek dari Kampung Aur, Rizky juga berburu Sala Bulek.


"Saya warga Gang Bidan Sei Mati bang, katanya sala Bulek di kampung Aur rasanya enak dan gurih, jadi saya penasaran, ya say burulah," katanya.


Jadi buat warga Medan yang belum pernah rasakan sala bulek boleh mencoba dahsyatnya cita rasa sala bulek di Kampung Aur dengan harga 3 sala bulek Rp. 2.000,- dan  hanya Rp 500 perak jika langsung dibeli ke pembuatnya.


Selain sala bulek banyak juga disajikan kuliner berbuka lainnya yang harga sangat murah namun rasanya menhalahi hotel bintang lima. Seperti goreng-gorengan, Risol, bakwan dan kue BS atau Martabak Sanghai seharga Rp 2000 pertiga kue.


Selain itu ada juga Lontong Gado-Gado, Mihun dan Mi Tiaw Goreng yang sudah siap dimakan, Bubur Cendil, kolak bahkan Ada Juga yang Jual aneka Minuman Segar seperti Es Cendol, Es Campur, Sop Buah, dan aneka minuman segar lainnya. (son)

Sala Bulek Kampung Aur Takjil Favorit Di Kampung Ramadhan
| Rabu, Maret 29, 2023

By On Rabu, Maret 29, 2023


PATIMPUS.COM - Ada sesuatu yang sangat dinantikan umat Islam yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan, yaitu berbuka puasa.


Menjelang buka puasa, sudah tradisi masyarakat memburu penganan buka puasa yang dikenal dengan nama takjil. Sehingga tidak heran banyak bermunculan pedagang-pedagang yang berjualan untuk menyuguhkan makanan dan minuman segar jelang berbuka yang menjadi buruan masyarakat untuk berbuka puasa.


Di Kampung Ramadhan yang berlokasi di Jalan Kampung Aur Lingkungan IV, Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun ada Bazzar Kuliner lengkap untuk berburu takjil berbuka puasa.


Penganan buka puasa yang menjadi favorit yang paling laris diburu adalah Sala Bulek. Penasaran dengan rasa dan bentuk sala bulek, wartawan langsung melihat proses pembuatan sala bulek tersebut dan berikut laporan rangkuman mengenai sala bulek yang didapat awak media.


Dari penelusuran wartawan di Kampung Aur dikenal ada 2 ibu rumah tangga yang populer sebagai pembuat sala bulek yaitu Bu Emi (64), dan  Bu Yunita (50), dari pembuatan tangan ke dua ibu tersebut sala bulek yang dibuat memiliki cita rasa kelezatan yang berbeda pula dan membuat lidah menjadi ketagihan.


Saat ditanya sejarah dan proses pembuatan sala bulek, menurut kedua ibu tersebut sala bulek merupakan kuliner khas dari Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. 


Di Sumatera Barat Sala Bulek dikenal dengan nama Sala Lauak (Gorengan Lauk) dan di Medan disebut Sala Bulek. Menurut bahasa Minang Sala berarti Gorengan dan Bulek berarti bulat.


Bu Emi (64) mengaku sudah membuat sala bulek puluhan tahun. ia juga menjelaskan bahwa membuat sala bulek ini sudah turun temurun dari keluarganya.


"Saya membuat sala bulek sudah puluhan tahun dan sudah turun temurun dari Unyang saya. Sala bulek itu aslinya sala lauak dari Pariaman Sumatera Barat. Sala itu gorengan bulek itu bulat sesuai bentuknya bulat," jelas Emi kepada wartawan di rumahnya jalan Kampung Aur Medan, Rabu (29/3/2023).


Emi yang akrab disapa Emi Sala Bulek memproduksi sala bulek seharinya 800 - 1000 sala bulek selama Ramadhan dan ia menaruh harga Rp 500, kepada pedagang yang menjualnya dan pedagang itu menjual lagi 3 sala bulek Rp 2000, ke pengunjung Kampung Ramadhan.


Bu Emi bersyukur sala bulek merupakan satu-satunya mata pencahariannya menghidupi anak dan cucunya.


Hal senada juga dikatakan Bu Yunita (50) yang juga pembuat sala bulek. Yunita akrab disapa Ita Sala Bulek ini, mengaku sudah 20 tahun membuat sala bulek. Selama Ramadhan Ita memproduksi 1000 hingga 1500 sala bulek. Sama seperti Emi, sala bulek juga merupakan mata pencaharian Ita untuk menghidupi keluarga.


Kepada wartawan, kedua ibu pembuat sala bulek ini memaparkan rahasia bahan dasar pembuatan sala bulek yaitu, tepung beras, daun kunyit, bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, cabai merah giling dan ikan asin dipotong-potong kecil.


Ada pun cara pembuatannya tepung beras dan daun kunyit digongseng, lalu direbus dengan air panas dan dicampur bumbu-bumbu yang lain dengan diblender halus terlebih dahulu. 


Lalu tepung dan daun kunyit yang digongseng tadi dicampur sama air panas yang dicampur bumbu tadi setelah itu diaduk hingga dia jadi adonan. Lanjut kemudian di bentuk bulat-bulat sebanyak-banyaknya sesuai pesanan.


Hingga akhirnya masuk tahap penggorengan. Lama pembuatan mulai dari awal hingga penggorengan kurang lebih 1,5 jam.


Salak bulek buatan Kampung Aur sangat enak dan lezat dimakan, apalagi kalau dimakan dengan lontong gulai pakis, sate, dan nasi sayur, makan anda akan semakin terasa nikmat. 


Anda bisa merasakan enak dan lezatnya sala bulek, sekali merasakan akan terasa enak dan lezat hingga anda akan nambah lagi. Anda bisa mendapatkan dan memesan sala bulek enak ini di Kampung Aur karena sala bulek ini sudah dipesan hingga ke luar kota Medan. (son)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis