Pemilik Pasrah Rumahnya Diratakan Api
| Rabu, September 13, 2023

By On Rabu, September 13, 2023


PATIMPUS.COM - Musibah yang memilukan dialami Musliadi (48) warga Dusun IV Desa Sei Tualang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat.


Pasalnya, rumah kayu yang dihuninya bersama keluarga ludes tak tersisa, setelah api membakarnya Rabu (13/9/2023) dinihari.


Tak hanya rumah dan seisinya yang ludes, satu unit mobil Daihatsu dan sepeda motor Supra X turut menjadi korban.


Peristiwa kebakaran tersebut awalnya diketahui korban sekitar jam 01.30 WIB, saat dirinya terbangun hendak ke kamar mandi.


Korban melihat api sudah membakar dinding teras depan rumahnya. Melihat itu, korban pun membangunkan anaknya yang bernama Jefri dan membawa istrinya beserta sepeda motor lewat pintu belakang.


Kemudian korban meminta bantuan ke tetangganya dan berusaha memadamkan api. Lantaran rumah korban terbuat dari kayu, api semakin ganas sehingga seluruh rumah korban ludes terbakar.


Kapolsek Pangkalan Brandan AKP Bram Candra SH MH mendapat laporan langsung memerintahkan Personil Polsek Pangkalan Brandan turun ke Lokasi kebakaran dan turut mengamankan lokasi dan membantu 1 unit mobil Pemadam kebakaran datang memadamkan api.


Kapolsek Pangkalan Brandan melalui Kasihumas AKP Yudianto menerangkan Akibat dari Kebakaran rumah korban Musliadi mengalami kerugian, 1 unit rumah yang terbuat dari papan,1 unit mobil Daihatsu thn 1978 ,1 unit sepeda motor Supra X, Isi perabotan rumah,

kerugian materi Rp 300 juta.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Personil Polsek Pangkalan Brandan selanjutnya mengamankan Barang bukti berupa 1 lembar seng bekas terbakar dan 1 batang kayu yang bekas terbakar dan membawa ke Polsek Pangkalan Brandan. 


Sementara itu korban membuat surat pernyataan tidak membuat laporan pengaduan atas peristiwa kebakaran tersebut ke Polsek Pangkalan Berandan.


"Saya tidak membuat laporan pengaduan karena peristiwa tersebut murni musibah bagi saya," ujarnya. (raj)

Dekan FH UMSU : Negara Harus Hadir Dalam Penyelesaian Agraria di Indonesia
| Rabu, September 13, 2023

By On Rabu, September 13, 2023


PATIMPUS.COM -  Anggota Majelis Hukum Dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Faisal SH MHum, mengatakan, maraknya konflik agraria di Indonesia tidak kunjung berakhir hingga selalu terjadi di beberapa daerah dan berujung kerugian kepada rakyat, seperti kasus Wadas. 


Konflik persoalan lainnya yang baru-baru ini terjadi mengakibatkan bentrokan antara warga dan aparat keamanan, yaitu di tanah daerah Rempang, Batam Kepulauan Riau, jelas menimbulkan keprihatinan mendalam bagi seluruh anak bangsa Indonesia.


“Hal ini dikarenakan negara yang seyogianya menjalankan amanat konstitusi memberikan perlindungan, kesejahteraan, kepada rakyat, malah melakukan hal yang merugikan dan menimbulkan penderitaan bagi rakyat,” ujar Dekan Fakultas Hukum ini di Kampus UMSU, Selasa (12/9).


Terlepas dari permasalahan alas hak kepemilikan lahan, kata Faisal, yang jelas seharusnya negara hadir dalam rangka mensejahterakan rakyat, bukan justru menyengsarakannya.


“Pemberian hak kepemilikan oleh negara kepada pihak-pihak tertentu sah-sah saja, sepanjang tidak merugikan rakyat. Karena sejatinya negara tidak memiliki hak atas tanah, yang ada hanya hak menguasai, dan itu bertujuan untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.


Jadi, lanjut Faisal, keliru besar jika negara mengatakan sebagai pemilik tanah. Karena Hukum Agraria telah memberi kewenangan absolut bahwa Negara tidak boleh memiliki tanah, dan rakyat Indonesia boleh memiliki tanah atas pengakuan hak milik, dan hak-hak lain yang diatur oleh Undang-undang.


“ Sehingga jika negara merasa sebagai pemilik hak dan dengan sesuka hati mengambil tanah- tanah yang telah di usahai dan dikuasai rakyat, dan memberikan kepada pihak tertentu, dengan alasan apapun termasuk investasi jelas suatu perbuatan pelanggaran atas amanah konstitusi,” kata Faisal.


Dr. Faisal SH MHum yang ke depannya mempersiapkan diri dalam pencalonan rektor UMSU melihat, selama ini praktik investasi di tanah-tanah warga hanya menguntungkan pengusaha. Sementara masyarakat hanya menjadi buruh dengan tingkat kesejahteraan yang kian merosot.


“Faktanya kesejahteraan dan penghasilan masyarakat terus menurun akibat kehilangan tanah. Tanah mereka dikonversi dunia usaha atau konglomerasi menjadi investasi. Dan mirisnya, paling-paling masyarakat yang sudah kehilangan tanah itu cuma ditawarkan sebagai buruh di pusat-pusat investasi tersebut. Akhirnya bukannya menciptakan kesejahteraan di masyarakat, tetapi malah menciptakan pusat-pusat kemiskinan baru di masyarakat,” tegas Faisal.


Kemudian, Faisal menilai selama ini tindakan aparat penegak hukum cenderung tidak mencerminkan moto sebagai pengayom dan pelindung masyarakat dan justru terkesan berpihak kepada pemilik modal. Karena itu ia berharap kepada aparat penegak hukum harus faham tugas dan fungsinya sebagai alat negara, bukan alat penguasa dan pengusaha.


“ Dalam artian silahkan kalian bertugas, tetapi harus tau dan faham tugas tersebut batasannya, jika merugikan rakyat dan melanggar amanah konstitusi, maka jangan laksanakan tugas tersebut, ” tukas aktivis mahasiswa 98 ini.


“Jangan alasan pembangunan, investasi rakyat dikorbankan, ingat investor tidak pernah mempertaruhkan jiwa raga, harta benda untuk merebut dan mempertahankan negara ini, tapi rakyat Indonesialah yang berkorban merebut dan mempertahankan kemerdekaan negara ini,” imbuhnya.


Kemudian untuk para penguasa, baik legislatif dan eksekutif yang sekarang diberikan amanah atau dipercaya oleh rakyat, Faisal mengingatkan jangan sekali kali menghianati amanah rakyat tersebut.


Menurut Faisal, salah satu penyebab konflik agraria di Indonesia adalah ketika pemerintah menggunakan hukum formal sebagai instrumen penyelesaian masalah tanah. Padahal, dia menilai hukum formal yang digunakan oleh pemerintah acap kali mengabaikan asas keadilan.


“Ada kecenderungan selama ini pemerintah memandang penyelesaian konflik agraria itu melulu berdasarkan hukum formil. Pada hal sesungguhnya hukum formil untuk kasus hukum di Indonesia sering kali tidak menemukan keadilan. Artinya tidak sama antara melakukan penegakan hukum dengan penegakan keadilan," sebut Faisal.


Oleh sebab itu, Faisal meminta pemerintah bisa lebih bijak dan mengedepankan prinsip keadilan dalam menangani konflik agraria.


“Jangan sampai karena tidak ditangani secara bijak dan adil, konflik agraria justru malah berkembang menjadi konflik sosial,” pungkas Faisal. (son)

KSAD Dukung Penuh Bobby Normalisasi Sungai Deli
| Selasa, September 12, 2023

By On Selasa, September 12, 2023


PATIMPUS.COM - Walikota Medan, Bobby Nasution mendapat dukungan penuh Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) untuk melakukan normalisasi Sungai Deli.


Hal itu terungkap setelah suami Kahiyang Ayu itu berkunjung ke Kantor KSAD di Jakarta Selasa (12/9).


Dalam kunjungan itu Bobby mengajak TNI AD berkolaborasi mengatasi banjir di Kota Medan. Salah satu upayanya adalah menormalisasi sungai yang melintasi Kota Medan. 


Untuk memaksimalkan normalisasi sungai, Bobby mengharapkan kolaborasi dari TNI AD. Saat berkunjung ke kantor KSAD Bobby Nasution diterima langsung oleh KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. 


Bobby yang didampingi Kadis SDABMBK Topan Ginting dan Kepala BPBD Medan Muhammad Husni itu pun mendapatkan kabar baik.


"Alhamdulillah rencana kami untuk menormalisasi Sungai Deli sepanjang 32 km mendapat dukungan penuh dari Bapak KSAD dengan memerintahkan personel TNI AD untuk terlibat langsung dalam kegiatan," kata Bobby Selasa (12/9).


Tak hanya tenaga, pihak TNI AD juga akan membantu meminjamkan alat-alat berat yang mereka punya. 


"Kami juga akan dibantu dengan menggunakan peralatan yang dimiliki TNI AD," lanjut Bobby. 


Tak hanya sekedar wacana, kegiatan tersebut akan langsung dilakukan bulan ini juga. 


"Rencananya kegiatan normalisasi akan kami mulai pada 27 September 2023, dan akan berlangsung selama 64 hari kerja. Insya Allah apel pembukaan kegiatan normalisasi akan dipimpin langsung oleh Bapak KSAD di Kota Medan," pungkas Bobby. (rel)

Raker Dengan Mendagri, Senator M Nuh Soroti Potensi Konflik Kepala Daerah
| Jumat, September 08, 2023

By On Jumat, September 08, 2023


PATIMPUS.COM -  Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 4 September 2023 di Ruang Sriwijaya gedung B Kompleks DPD RI Senayan Jakarta.


Raker Komite I DPD RI dengan Mendagri membahas tentang pelaksanaan urusan Pemerintah Daerah pasca keluarnya Undang-undang cipta kerja, Pejabat (Pj.) Kepala Daerah, Penataan Daerah Otonom Baru. Selain itu juga pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan UU  Jakarta. 


Raker tersebut diikuti oleh anggota Komite I DPD RI dan dipimpin oleh Ketua Komite I, Senator Fachrul Razi. Dalam sambutan pengantarnya Fachrul Razi mempertanyakan pelaksanaan  otonomi daerah dewasa ini yang menurutnya otonomi daerah dilaksanakan dengan kewenangan yang besar bagi daerah dan DPD RI akan terus memperjuangkan Revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah.


Sementara itu, salah satu anggota senator DPD RI KH. Muhammad Nuh, MSP dalam raker bersama Mendagri tersebut, M Nuh sapaan akrabnya menyoroti 4 point mengenai kebijakan pemerintah.


Adapun empat (4) Point yang menjadi sorotan M Nuh diantaranya yaitu pertama terkait Pejabat (Pj) Kepala Daerah atau Pelaksana Tugas khususnya di Sumatera Utara (Sumut) menurut informasi yang dibacanya dari beberapa media 1 dari 10 Pj yang pelaksana tugas Gubernur merupakan TNI aktif.


"Ya, Alhamdulillah Raker berjalan lancar dan sukses, Kita menyoroti terkait Pejabat Kepala Daerah yang di angkat sebagai Pejabat Kepala Daerah di Sumatera Utara atau Pelaksana Kepala Daerah. Dan hal ini banyak di pertanyakan jangankan di masyarakat digrup DPD RI aja ini dipertanyakan, bahwa 1 diantara 10 calon kepala Pejabat Kepala Daerah adalah di Sumatera Utara, dari informasi yang tersebar di media yang kita baca merupakan TNI aktif," kata M Nuh saat di konfirmasi via WhatsApp pada Kamis (7/9).


"Jadi hal tersebut ingin kita pertanyakan secara praktis. Tentu ini karena terkait dengan peraturan yang kita miliki, cukup jelimat ya saya coba  telusuri. Kita ada undang-undang ASN, kita ada undang-undang TNI, undang-undang Polri, dan sebagainya, pada kesempatan ini, karena tuan rumahnya yang punya gawean Kementrian Dalam Negeri, kalau dilihat alurnya keputusan itu dipimpin langsung oleh Presiden, kita ingin mendapatkan penjelasan yang praktis, yang mudah memahamkan kepada publik," lanjut M Nuh.


M Nuh juga memaparkan, mengenai hal tersebut lebih lanjut, "kalau kita anggota DPD RI berbaik sangka husnuzon dengan kebijakan pemerintah tersebut, tapi persoalannya kita ini tercekik antara dinamika sosial di masyarakat umum dengan kebijakan Pemerintah yang banyak orang bisa soroti dengan beragam pandangan, jadi kita ingin mendapatkan penjelasan singkat dan mudah TNI-POLRI untuk Kepala atau pejabat daerah tersebut," jelas M.Nuh.


Lalu yang kedua, sebut M Nuh lagi. Senator asal Sumut itu menyoroti terkait penyampaian Mendagri adanya potensi konflik antara Gubernur, Bupati dan Walikota. Menurut M. Nuh adanya hal tersebut merupakan realita yang tidak mudah diatasi di lapangan.


M Nuh menilai sebaiknya Mendagri perlu diperkuat, mulai atas hingga alur kebawahnya agar tidak terlibat kepentingan-kepentingan politik mengingat Kementrian Dalam Negeri merupakan sebagai pengelola urusan pemerintah dalam negeri.


"Pak Tito selaku Mendagri, saat itu menyampaikan adanya potensi konflik antara Kepala Daerah, Bupati dan Walikota paling tidak antara Gubernur, Bupati dan Walikota serta ditambah oleh pemimpin kita tadi bahkan antara Kepala Daerah dengan Wakil Kepala Daerah, jadi saya fikir hal itu merupakan realita yang tidak mudah kita hadapi di lapangan,"  jelas M Nuh.


"Dalam hal ini, saya yakin semua Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tersebut takut pada Menteri Dalam Negeri sebagai pengelola urusan Pemerintahan dalam negeri,  jadi menurut saya yang perlu diperkuat adalah  Kementrian Dalam Negerinya dengan alur  hingga kebawahnya dengan demikian negara yang kita cintai ini menjadi stabil. Walau demikian ya, tentu tak bisa kita nafikan adanya kepentingan-kepentingan politik tadi ya, tapi jangan sampai mengganggu kinerja Kementrian dalam negeri yang sangat di butuhkan masyarakat," papar M Nuh.


Point ke 3 lain yang menjadi sorotan M Nuh yaitu terkait Undang-undang Cipta Kerja. Menurutnya antitesa terkait undang-undang cipta kerja yang disoroti publik ini merupakan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya yang sentralistik sehingga di era reformasi ini bukan hanya desentralisasi dan otonomi daerah, tapi otonomi desa pun dirorong.


Sehingga sambung M Nuh lagi dengan undang-undang cipta kerja ini kesan resentralisasi ini tidak bisa di pungkiri meskipun Mendagri sudah memaparkannya, M. Nuh berharap ada penjelasan yang singkat dan mudah, serta ada bukti-bukti nyata bahwa undang-undang cipta kerja ini tidak seperti apa yang disoroti kebanyakan publik.


Selanjutnya terakhir kata M Nuh. Ia menyoroti terkait moratorium pemekaran wilayah. "Undang-undang yang kita dapatkan, sebetulnya sekarang bandul pemekaran itu adanya di eksekutif dengan persiapan tiga (3) tahun. Dan tahun yang lalu bandul itu berada di partai politik yaitu di legislatif karena aspirasi politik yang didahulukan. Jadi secara pribadi saya setuju, pemerintahlah selaku eksekutif yang mengelola keadaan, tetapi tampaknya ini perlu di kompromikan terutama di DPD RI banyak sorotan ketika Papua di buka, ini sedikit tentang apa yang namanya pencabutan moratorium tetapi yang lain belum," jelas M Nuh tentang Point akhirnya.


M Nuh juga memaparkan hasil rapat kerja Komite I DPD RI dengan Mendagri. Ia mengatakan sedikitnya ada 7 Point kesimpulan yang di sepakati kedua pihak, diantaranya : 


1. Komite I DPD RI meminta Pemerintah untuk segera merevisi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dengan memperkuat otonomi daerah dan menata sistem hubungan pusat dan daerah dalam bingkai NKRI termasuk pemekaran daerah otonom. 


2. Komite I DPD RI meminta Pemerintah untuk memastikan proses penunjukan Penjabat Kepala Daerah dilakukan dengan demokratis, transparan, akuntabel,  memperhatikan dengan sungguh-sungguh dinamika sosial politik di daerah dan mempertimbangkan masukan dari DPD RI sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 


3. Komite I DPD RI mendorong Pemerintah untuk mengevaluasi Penjabat Kepala Daerah agar lebih mementingkan kepentingan daerah dan masyarakat. 


4. Komite I DPD RI bersepakat dengan Pemerintah akan melibatkan DPD RI dalam melaksanakan pembinaan dan rapat koordinasi terhadap Pj. Gubernur, Bupati dan Walikota dan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemendagri di setiap daerah. 


5. Komite I DPD RI mendorong Pemerintah untuk membuat regulasi teknis atau revisi pengaturan pelantikan Kepala Daerah hasil pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 sehingga Januari 2025 telah menghasilkan Kepala Daerah definitif. 


6. Komite I DPD RI meminta Pemerintah untuk melakukan percepatan penyelesaian Rancangan Undang-Undang tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan memperhatikan substansi Rancangan Undang-Undang tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta Raya yang telah disusun oleh Komite I DPD RI. 


7. Komite I DPD RI meminta Pemerintah agar Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan dikembalikan ke Kota Banjarmasin dengan melakukan revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022 tentang Provinsi Kalimantan Selatan.

(son)

Berusia 118 Tahun, Perumda Tirtanadi Lakukan Perubahan Di Segala Sektor
| Jumat, September 08, 2023

By On Jumat, September 08, 2023


PATIMPUS.COM - Ratusan pegawai Perumda Tirtanadi melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 118 dengan penuh hikmat di Lapangan Kantor Pusat Jln Sisingamangaraja No 1 Medan, Jumat (8/9) Pagi.


Upacara dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Arief S Trinugroho, sedangkan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Direktur Utama Kabir Bedi. Selain itu hadir Direktur Administrasi dan Keuangan Humarkar Ritonga, Direktur Air Limbah Fauzan Nasution dan Direktur Air Minum Ewin Putera serta para Kepala Divisi (Kadiv) para Kepala Bidang (Kabid) Kepala Cabang (Kacab) dan seluruh pegawai Perumda Tirtanadi.


Dalam amanatnya Dirut Kabir Bedi menyampaikan pencapaian Perumda Tirtanadi seperti kemudahan pelanggan membayar air dengan dibangunnya Drive Thru yang berlokasi di kantor pusat, dan juga untuk kecepatan dalam melaksanakan tugas sudah ada aplikasi eletter serta wistleblowing.


"Di usia yang ke 118 Tahun ini Perumda Tirtanadi telah melakukan pembenahan di segala sektor baik dari sisi pelayanan terhadap masyarakat pelanggan  maupun dalam peningkatan etos kerja sehingga diharapkan Perumda Tirtanadi semakin baik kedepannya," kata Kabir Bedi.


Untuk itu sambung Kabir  Bedi para pegawai diharapkan mampu dan  lebih meningkatkan disiplin dan giat dalam bekerja untuk menghasilkan yang lebih baik lagi.


Selain itu kata Kabir Bedi mewakili Perumda Tirtanadi ia (Kabir-red) memohon doa kepada seluruh masyarakat pelanggan maupun stakeholder yang ada di lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif agar dapat lebih meningkatkan pelayanan dengan baik.


"Kami juga mohon doa kepada semua dan seluruh masyarakat pelanggan maupun stakeholder yang ada di lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif untuk lebih meningkatkan pelayanan dengan baik tanpa doa dan dukungan dari seluruh masyarakat kami tidak dapat berbuat yang terbaik," ujar Kabir Bedi yang juga Ketua Akuatik Sumut ini.


Usai upacara dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Sekdaprovsu Arief S Trinugroho, Dirut Kabir Bedi beserta isteri, Dir Ak Humarkar Ritonga beserta isteri, Dir Al Fauzan Nasution dan Dir Am Ewin Putera masing-masing beserta isteri. (don)

Camat Besitang Buka MTQ 56 Tahun 2023 di Desa Suka Jaya
| Jumat, September 08, 2023

By On Jumat, September 08, 2023


PATIMPUS.COM - Kepala Pemerintahan Kecamatan Besitang Irham Efendi SAg, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 56 tahun 2023 di Desa Suka Jaya, Jumat (8/9/2023).


Kepala Pemerintahan Kecamatan Besitang Irham Effendi SAg ketika memberikan kata sambutannya mengatakan tidak perlu mengambil peserta MTQ dari daerah lain dan harus dari putra putri asli Besitang.


Lebih lanjut Camat Besitang Irham Efendi memaparkan nanti hasilnya mau bagus atau kurang baik yang penting putra putri asli Besitang.


Dalam kesempatan tersebut  Camat Besitang mengucapkan terima kasih kepada Donatur yang telah menyumbang dan memberikan bantuan baik moril mau pun materil. Kemudian untuk MTQ 2024 mendatang, tuan rumah diadakan di  Kelurahan Pekan Besitang,


Sementara Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar Kabupaten Langkat Ahmad Senang, dalam kata sambutannya, meminta kepada Camat Besitang, seluruh lurah dan kepala desa serta guru-guru mengaji mengharapkan pelaksanaan MTQ mendatang lebih ramai lagi.


"Jangan seperti acara MTQ ke 56 Kecamatan Besitang tahun 2023, untuk pawai Ta'aruf saja kurang ramai, maka dalam kesempatan ini saya mengharapkan tahun depan MTQ yang ke 57 di Kelurahan Besitang Kecamatan Besitang diusahakan lebih banyak dan ramai lagi pawai ta'arufnya," harap Ahmad Senang SH.


Pembukaan MTQ ke 56 Kecamatan Besitang ini turut di hadiri  Forpincam Kecamatan Besitang Kapolsek Besitang AKP Carlos Sihete, Danramil 14 Besitang  diwakili Pelda Ngatimin, KUA  Besitang Abdul Fuad SH,I Ketua MUI Besitang  Ismail Siregar SPd ,Kepala Kelurahan Se Kecamatan Besitang, Kepala Desa Sekecamatan Besitang, 


MTQ ke 56 Kecamatan Besitang Tahun 2023 memperlombakan 1. Mujawad 2. Fahmil Qur'an 3. Syarhil. 4. Tahfidz Qur'an, dengan diikuti lebih kurang 250 peserta. (raj)

Polsek Tanjung Pura Amankan Pencuri Mobil Pick Up
| Jumat, September 08, 2023

By On Jumat, September 08, 2023


PATIMPUS.COMSat Reskrim Polsek Tanjung Pura Resort Langkat mengamankan pelaku pencurian mobil di Dusun II Sepakat Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, Kamis (7/9/2023) jam 13.30 wib.


"Dari tersangka berinisial DH (23) warga Dusun 1 Desa Sangga Lima, Gebang, Langkat, diamankan barang bukti 1 unit mobil Pick Up L-300 BK 8351 BY dan 1 buah kunci leter T yang dibalut karet ban," ucap Plh. Kasi Humas Polres Langkat AKP Yudianto kepada wartawan, Jumat (8/9/2023).


AKP Yudianto menjelaskan, bermula Kamis (7/9/2023) sekitar Jam 13.00 Wib, saksi Zulpan baru tiba mengendarai mobil Pick Up L-300 BK 8351 BY warna coklat tembakau tersebut.


Namun setelah sampai di Dusun II Sepakat, Desa Serapuh Asli Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, Zulpan memarkirkan mobil tersebut dan selang berapa lama korban Sa'adah (54) melihat mobil Pick Up L-300 itu berjalan dari parkiran rumahnya dibawa oleh orang tak dikenal.


"Sambil berteriak Zulpan mencoba mengejar dan menghalangi mobil itu dari arah depan," kata Kasi Humas.


Bukannya berhenti pelaku menabrak Zulpan sehingga membuatnya terpental dan mengalami luka lecet di tangan sebelah kiri dan kedua kaki mengalami luka.

 

"Beruntung pelaku yang berusaha membawa lari mobil tersebut dapat dihentikan masyarakat setempat serta mengamankan pelaku," tutur AKP Yudianto.


Atas kejadian, korban mengalami kerugian Rp 88.000.000 dan merasa keberatan, sehingga melaporkannya ke Polsek Tanjung Pura agar pelaku di proses hukum.


Kapolsek Tanjung Pura memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Kaspar Napitupulu untuk melakukan penyelidikan. Setelah penyelidikan tim Reskrim pun langsung mengamankan pelaku pencurian, Kamis (7/9/2023) Jam 14.00 wib.


"Selanjutnya, membawa pelaku dan barang bukti ke Polsek Tanjung Pura untuk di proses sesuai hukum yang berlaku di NKRI," ujar AKP Yudianto. (raj)

Kantor Pos Unit Besitang Salurkan Bansos Ke 2546 Peserta PKH-BPNT
| Selasa, September 05, 2023

By On Selasa, September 05, 2023


PATIMPUS.COM - Kantor Pos Unit Besitang Salurkan Dana Bantuan Sosial (Bansos) Tunai kepada 2546 peserta Program  Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT penyerahan bantuan tahap pertama berlangsung Selasa (5/9).


Sebelum dana bansos disalurkan petugas kantor pos kepada peserta di hadapan puluhan kaum ibu penerima bantuan, Kanit Polantas Aiptu B Sialagan didampingi Kapolsek Besitang AKP TC Sihite SH dan Waka Polsek Iptu TLP Marbun, memberikan pengarahannya, agar tidak melakukan pelanggaran bagi pengguna jalan sesuai dengan Himbauan Operasi  Zebra Toba 2023, diantaranya bagi pengendera harus melengkapi surat-surat kenderaan di jalan raya.


Tidak mengunakan handphon/mobile phone Ssaat berkendara, tidak menggunakan kenderaan bermotor bagi pengendara dibawah umur, tidak berboncengan lebih dari satu orang, selalu mengunakan sabuk pengaman / safety belt bagi pengguna roda 4, roda 6 dan menggunakan helm SNI bagi pengguna roda 2.


Kemudian tidak mengkonsumsi alkohol pada saat berkendara dan tidak melebihi batas kecepatan, tidak mengunakan knalpot blong/racing.


"Bagi pelanggaran ini langsung kami tilang dan kenderaannya akan ditahan," kata Kanit Polantas Polsek Besitang.


Sesuai data yang dihimpun dari Kantor Pos Unit Besitang  untuk pencairan tahap pertama Kelurahan Pekan Besitang sebanyak 499 dan Kelurahan Kampung lama sebanyak 222 untuk pecairan hari berikutnya. 


Desa Bukit Selamat 324 Kelurahan Bukit Kubu 403 dan disusul Desa Bukit Mas 314 peserta Desa PIR ADB 153 peserta Desa Sekoci 267 sedangkan untuk pecairan terakhir 8 September 2023, Desa Halaban 466 peserta Desa Suka Jaya 109.Dengan total Peserta Se Kecamatan Besitang 2546. (jali)

Atlet 19 Negara Berlaga Di Bulutangkis BNI Indonesia Masters 2023
| Senin, September 04, 2023

By On Senin, September 04, 2023


PATIMPUS.COM - Setelah sukses menggelar Xpora Indonesia Internasional Challenge pekan lalu, Sumatera Utara (Sumut) kembali gelar Turnamen Internasional Bulutangkis bertajuk BNI Indonesia Masters 2023 di GOR Pancing yang berlangsung 5-10 September 2023.


Ketua Panitia Pelaksana BNI Indonesia Masters 2023 Armand Darmadji mengatakan turnamen kali ini berbeda dengan event Xpora Indonesia Internasional Challenge yang sukses digelar pekan lalu.


Armand Darmadji menjelaskan, BNI Indonesia Masters 2023 ini dipastikan akan menjadi ajang yang berkualitas dengan tingkat persaingan yang lebih sengit.


BNI Indonesia Masters 2023 akan menampilkan pemain-pemain yang berkelas dan kualitas turnamen masuk dalam level 6 kalender BWF World Tour Super 100.


"Ajang BNI Indonesia Masters 2023 bakal menghadirkan persaingan yang lebih sengit dibanding turnamen Indonesia International Challenge pekan lalu. ini bukan hanya karena level turnamennya lebih meningkat, tetapi juga karena para juara turnamen pekan lalu, siap bertarung kembali untuk jadi yang terbaik. Dan juga ada pemain baru yang akan menambah gengsi kejuaraan ini," jelas Armand Darmadji saat konferensi pers di Hotel Santika Dyandra, Medan, Senin (4/9).


Selain menampilkan pemain berkualitas, sambung Armand, turnamen internasional BNI Indonesia Masters 2023 akan terasa lebih berkelas dengan meningkatnya jumlah hadiah menjadi 100 ribu dolar AS atau sekitar  Rp. 1,5 Milliar. Dan juga menyediakan poin rangking BWF yang lebih besar, yaitu Sang juara mendapatkan 5.500 poin, Runner up 4.680 poin, dan semifinalis 3.850 poin.


" Pemain yang datang lebih berkualitas, salah satunya Nozomi Okuhara, pemain asal Jepang yang saat ini menduduki rangking 28 BWF. Dia juga pernah menjadi Juara Dunia di Glasgow tahun 2017 dan juara All England 2016 dan 2021, serta memenangi Dubai World Super Series Finalis 2015," tutur Armand.


Sebanyak 301 pemain dari 19 Negara akan bertanding di ajang BNI Indonesia Masters 2023, diantaranya Australia, Bulgaria, Kanada, Inggris, Finlandia, Prancis, Jerman, Hong Kong, China, India, Jepang, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, dan tuan rumah Indonesia.


Tuan rumah Indonesia akan kembali menerjunkan kekuatan terbaiknya. Sebanyak 57 atlet Pelatnas Cipayung siap berlaga di event tersebut. Atlet andalan tersebut di antaranya Alwi Farhan, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Komang Ayu Cahya Dewi, Jesita Putri Miantoro/Febi Setianingrum, Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari, Meylisa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose, Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela, Amri Syahnawi/Winny Oktavina Kandow, Marwan Faza/Jessica Maya Rismawardani, dan  Zaidan Arrafi Nabawi/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.


Armand menambahkan lagi, ajang ini sangat baik bagi pemain pratama dan junior Pelatnas PBSI di Cipayung untuk mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan, mengukur kekuatan, dan mendapatkan pengalaman di turnamen internasional ini. Sedangkan bagi pemain-pemain senior juga merupakan kesempatan untuk tampil maksimal sebagai perwujudan eksistensi.


"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BNI sebagai sponsor utama dan para sponsor pendukung, Yonex-Sunrise, MNC Media, Kapal Api Group, Le Minerale, dan Indofood, " tegas Armand.


Selain itu, Armand juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan. Armand mengapresiasi tingginya animo penonton yang datang di arena tersebut pekan lalu saat Sumut sukses menjadi tuan rumah turnamen Xpora Indonesia International Challenge di GOR Pancing.


"Terimakasih kepada penonton yang hadir mendukung pemain dan Pengprov PBSI Sumatera Utara atas kolaborasi dengan PP PBSI untuk menggelar turnamen ini. Semoga turnamen ini bisa menjadi inspirasi untuk melahirkan atlet-atlet berbakat dari Sumatera Utara yang kelak dapat membela Indonesia di ajang internasional. Apalagi Sumatera Utara juga di tunjuk PP PBSI untuk memutar roda regenerasi lewat program Pelatihan Wilayah (Pelatwil) bagian Barat," sebut Armand.


Bagi para penggemar bulutangkis yang ingin menyaksikan secara langsung turnamen BNI Indonesia Masters 2023, bisa membeli tiket untuk tanggal 5-7 September dijual seharga Rp. 30.000, untuk tanggal 8 September seharga Rp. 40.000, tanggal 9 September Rp. 50.000, dan final tanggal 10 September dijual seharga Rp. 60.000. (soni)

Dinkes Medan dan YMMA Sepakat Perkuat Strategi Eliminasi TB
| Senin, September 04, 2023

By On Senin, September 04, 2023


PATIMPUS.COM - Guna mencapai target eliminasi TB sebelum tahun 2028, Dinas Kesehatan Kota Medan bekerja sama dengan SSR Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Kota Medan mengadakan Pertemuan Koordinasi Tingkat Kota Medan yang berkaitan dengan validasi dan penyusunan Strategi Penemuan Kasus, Senin (4/9) di Orchid Cafe, Medan.


Acara ini dihadiri oleh SSR YMMA Kota Medan dan para kader, serta perwakilan dari 20 Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) dari berbagai kecamatan di Kota Medan. 


Kepala SSR YMMA Medan Ahmad Hakiki mengatakan tujuan acara ini adalah untuk memberikan wadah diskusi dan edukasi mendalam bagi petugas puskesmas dan kader yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Investigasi Kontak serta penanganan kasus TB di Medan.


“Pertemuan ini menjadi ruang diskusi bagi Dinkes Medan, YMMA, dan petugas TBC di puskesmas untuk menyamakan persepsi, mencari jalan keluar atas kendala yang terjadi, serta memperkuat kerja sama untuk menuju Indonesia bebas TBC 2030,” ucap Hakiki.


Dr. Pocut Fatimah Fitri, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Medan, mengungkapkan apresiasi terhadap pelaksanaan dan pencapaian target eliminasi di Medan atas kerja sama seluruh pihak.


Ia juga menyoroti kontribusi Mahasiswa yang berpartisipasi melalui Campus Leaders Program Batch 7 dalam upaya eliminasi TB.


"Kecemasan terkait target ini telah berkurang, berkat munculnya beberapa ide dan inovasi. Kami memiliki target, namun kami tidak bekerja sendiri. Ada puskesmas, kader, dan mahasiswa magang yang membantu mencapai target kami," ujar Pocut.


Pocut memberikan arahan khusus kepada mahasiswa magang agar mereka dapat memanfaatkan dan mengoptimalkan perannya dengan ide-ide dan inovasi. Ia juga menekankan pentingnya dedikasi dan kerja keras bagi mahasiswa.


Selain itu, Pocut menegaskan bahwa para petugas Puskesmas harus memahami dengan baik target temuan dan target dugaan yang telah ditentukan. Apabila Puskesmas tidak bekerja maksimal, Dinas Kesehatan akan mengalami kesulitan mencapai target tersebut.


"Untuk berhasil, kita harus mengenal baik target dan tantangan yang dihadapi," tegas Pocut.


Sebagai penutup, Pocut menyarankan agar para pasien mendapatkan edukasi lebih lanjut dan bimbingan yang memadai dalam penanganan penyakit TB ini. Kader dan petugas Puskesmas juga dihimbau untuk lebih proaktif dalam melakukan investigasi kontak dengan melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah para pengidap TB.


“Mulai lah kita cari penyakit dari sarangnya. Jika kita bisa menumpas hingga ke akarnya, semua akan tuntas,” pungkasnya. (Iki)

Medan

Sumut

Komunitas

Pendidikan

Ekbis